“Anjing yang hina, sahabat sejati dalam hidup kita. Yang pertama-tama memberi selamat datang, yang paling gigih membela.” – Lord Byron
Karya terakhir Marga T ini merekam kenangan manisnya bersama hewan-hewan kesayangannya, khususnya Chiqote, anjing rottweiler yang merupakan teman karib, penghibur yang setia di kala hidupnya terasa sepi tanpa canda-tawa, tanpa kasih sayang Ibu yang sudah lama pergi. Berkat kasih sayang Chiqote dan kawan-kawannya, Marga T berhasil melewati masa remaja yang suram…
Menuangkan kenangannya ke dalam sketsa masyarakat, Marga T berbagi cerita tentang asal-asul Chiqote, kenakalan dan kelucuannya, serta kecerdikannya mengambil hati semua orang termasuk tukang bakso. Chiqote si anjing bastar bahkan lebih pintar daripada herder yang punya stambom. Jangan pandang enteng kaum marjinal!
Selamat jalan, Marga T dan Chiqote. Sampai berjumpa lagi beyond the sunset---di seberang senja.
Marga Tjoa (born 27 January 1943) is an Indonesian popular romance and children's literature writer better known by the pen name Marga T. One of Indonesia's most prolific writers, she first became well-known in 1971 for her serial Karmila that was published as a book in 1973 and later made into a film.
Kenangan Manis Takkan Pernah Habis bukan sekadar kisah tentang hewan peliharaan. Ini adalah warisan terakhir dari Marga T, seorang penulis legendaris yang piawai menyampaikan rasa lewat kata.
Alurnya ringan. Menurutku cocok dibaca oleh anak-anak. Buku ini mengajak pembaca menelusuri ikatan kasih antara manusia dan seekor anjing bernama Chiqote.
Bukunya tipis, 148 halaman (digital). Bisa diselesaikan dalam sekali duduk karena font yang digunakanpun terbilang besar.
Baca Buku ini di iPusnas. Yang membuat buku ini semakin berkesan adalah fakta bahwa royalti dari buku ini disumbangkan untuk membantu hewan-hewan yang terlantar. Artinya, dengan membaca buku ini, kita tidah hanya mendapatkan kisah lucu tentang chiqote, tapi juga turut berkontribusi pada gerakan kemanusiaan untuk makhluk hidup lainnya.