Jump to ratings and reviews
Rate this book

Perkara Keramat

Rate this book
Banyak yang berubah di Banda Aceh, selepas tsunami 2004. Termasuk kehidupan si Jagoan Kembar—Hasan dan Husein. Kehilangan Ayah dan Mamak, mengungsi sementara bersama Om Jack di Medan, sekaligus menghadapi perubahan-perubahan sosial di kotanya. Termasuk menyaksikan sebuah Kedai Mieso H. Idris harus berhadapan dengan seorang Bernama Putroe Faradiba—yang mengaku sebagai keturunan Sultan Sulaiman Syah, yang makamnya muncul selepas tsunami. Semua orang mengimani itu adalah sebuah makam keramat dari seorang yang namanya dihapus dari sejarah Aceh. Lebih dari itu, ada banyak yang mempertanyakan sekaligus ingin mencari simpul mana yang benar.

Perkara Keramat novel perdana Raisa Kamila ini dengan gaya satir menelanjangi bagaimana sebuah masyarakat yang mudah silau oleh simbol agama; bagaimana perseteruan hadir di lapisan masyarakat oleh hal-hal yang kadang sepele.

136 pages, Paperback

Published March 27, 2024

1 person is currently reading
29 people want to read

About the author

Raisa Kamila

6 books4 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (8%)
4 stars
31 (42%)
3 stars
32 (43%)
2 stars
4 (5%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 30 reviews
Profile Image for Willy Alfarius.
95 reviews9 followers
June 14, 2024
Jika kamu sering ikut rombongan ziarah wali, atau setidaknya punya hobi mencari makam-makam keramat seperti halnya yang kerap dilakukan oleh salah seorang kawan saya, maka novel ini mengambil sentral kisah mengenai "penemuan" dan keberadaan sebuah makam dari seorang yang dianggap penting dan kemudian ramai didatangi orang-orang. Sering kali persoalan makam keramat adalah urusan penting bagi orang-orang yang hidup, entah itu oleh keturunan si yang dikubur, maupun mereka yang mencari penghidupan dari keberadaan orang yang telah meninggal. Plot utama dalam novel ini dengan apik menjelaskan bagaimana klaim keberadaan sebuah makam kemudian mengancam keberadaan orang(-orang) yang telah lama bermukim di sekitarnya.

Mengambil seting waktu dan latar Banda Aceh pasca tsunami 2004, Raisa dalam novel perdananya ini menghadirkan gambaran sebuah kota yang sedang membangun dirinya kembali pasca terjangan air bah yang menewaskan lebih dari seratus ribu orang pada dua dekade lalu ini. Bagi saya, gaya bercerita dan penyampaian dalam novel ini menarik, karena saya sendiri amat menyukai kisah-kisah fiksi yang mengambil latar waktu, tempat, dan orang yang faktual, yang bisa kita temui sewaktu-waktu.

Hanya saja, rasanya novel ini kurang tebal sedikit untuk setidaknya menuntaskan cerita yang terasa masih menggantung, maupun menikmati "suasana" Kota Banda Aceh melalui jalinan fragmen yang terdapat di sepanjang kisah. Semoga saja akan ada semacam "lanjutan" untuk Perkara Keramat ini.
Profile Image for aynsrtn.
521 reviews18 followers
October 15, 2025
Dengan mengangkat cerita berlatar belakang pasca peristiwa tsunami Aceh tahun 2004 dan bagaimana mereka yang terkena dampak dari bencana tersebut serta berusaha berdamai dan memulihkan diri dari kehilangan saudara dan keluarga, buku ini sebenarnya memiliki potensi yang besar. Namun, sayang, eksekusinya menurutku malah seperti kumpulan cerpen yang dipaksakan menjadi sebuah novel.

Perkara keramat bercerita tentang Kedai Mieso H. Idris yang pasca tsunami tetiba ada makam orang penting—pahlawan Aceh yang berjasa namun tak banyak orang tahu. Sang pewaris ingin makam itu dipugar dan meminta pemilik kedai untuk pindah dengan menjanjikan uang ganti rugi yang besar. H. Idris menolak. Baginya Kedai Mieso bukan hanya tempat ia berjualan untuk mencari nafkah, tetapi tersimpan kenangan antara ia dengan istri dan anak laki-lakinya yang hilang saat tsunami.

Itu baru plot yang pertama. Ada plot(s) yang lainnya di buku ini. Mulai dari konflik dan persaingan saudara kembar Hasan dan Husein. Om Jack dan kehidupan serta kisah cintanya yang berakhir tragis. Belum lagi subplot(s)-nya seperti "oknum" polisi dan usaha terselubungnya, Laila—anak H. Idris yang menjadi salah satu titik persaingan si kembar, dan sang pewaris dengan tekadnya yang seperti ingin membuat sekte.

Dengan halaman yang tidak terlalu tebal, cerita antar bab kadang berkelindan, tapi kadang malah seperti cerpen dalam semesta yang sama. Subplot yang diceritakan pun lebih sering menjadi sekadar info dan tidak menjembatani ke fokus cerita. Malah menurutku konflik internal si kembar dan dampaknya ke eksternal mereka lebih seru daripada urusan makam yang hanya sebagai ornamen perihal keramat di buku ini.

Sampul bukunya pun menurutku tidak satu "tone" dengan ceritanya. Sampulnya seperti layar game konsol dengan warna yang ceria dan modern. Tapi, ceritanya lebih ke sastra dengan setting pasca tsunami namun tidak jelas tahun berapa pasca tsunami-nya. Agak kurang match aja. Padahal sampulnya bagus.

Meskipun demikian, aku rasa buku ini cukup menarik karena mengangkat isu-isu yang lekat di Indonesia. Tentang berziarah, budaya kepercayaan pada apa yang dianggap keramat, dan latar Aceh dengan peristiwa pasca tsunami. Aku rasa masih jarang yang mengangkat isu dan latar ini.

Berharap ada buku keduanya karena akhirnya nanggung. Cliffhanger juga bukan sih malah lebih ke plot holes. Dan nasib Om Jack itu bagaimana, duh Om Jack.

Rekomendasi
1. Sedang slump dan butuh bacaan ringan dengan halaman yang tidak terlalu banyak
2. Tertarik dengan isu dan latar budaya Aceh

⚘ 3.5 bintang untuk berasa diajak jalan-jalan di Aceh.
Profile Image for Nike Andaru.
1,647 reviews112 followers
July 27, 2024
67-2024

Hasan dan Husein adalah kembar yatim piatu yang orangtuanya menjadi korban tsunami Aceh. Mereka lalu diasuh oleh Om Jack di Medan. Saat kembali ke Banda Aceh, mereka berdua harus terlibat dalam perkara kuburan keramat Sultan Iskandar Syah di perkarangan toko mieso, warung favorit keluarga mereka .

Pas udah mulai seru, eh tiba-tiba selesai. Sepertinya buku ini baru permulaaan, perkenalan saja pada latar belakang tokoh-tokoh dan cerita awalnya. Apakah akan ada lanjutan? Harusnya sih iya ya.
Profile Image for raafi.
933 reviews452 followers
June 15, 2024
Iseng baca ulasan orang-orang, ternyata mereka bingung setelah menyelesaikan kisah Hasan dan Husein ini. Kok beda dengan saya yang begitu menikmatinya?! Apa yang salah (atau benar) dari saya ya?
Profile Image for Anes.
145 reviews2 followers
July 28, 2024
Ide cerita bagus. Tapi kayak kurang fokus, yg mau diceritain kasus A tapi meleber kemana-mana sampe B,C yang ga ada hubungan sama sekali dengan kasus utama.
Timeline juga ga jelas.. okelah tsunami taun 2004, everyone knows that.. tapi di 2004 itu, Hasan dan Husen ini kelas berapa.. atau mungkin aku yg kelewatan, ntah lahh tp aku ga nemu informasi itu..
Sampe dia lulus SMA, pulang ke banda itu taun berapa... Ga disebutkan jugaa. Pendetailan kecil kayak gitu penting lohh..
Masalah H.Idris pengen nyetak papan nama kedai, yg biayanya 7000 perak itu taun berapa.. kenapa ga disebut. Untuk pembaca yg lahir 80an-90an mungkin akan relate dgn ini, tapi coba bayangin yg baca itu anak gen Z. Bengong ga tuh merekaa, 7rebu mah cuma jajan cilok, kalo kata gen z. Ada baiknya disertai tahun di awal bab.

Harusnya detail kecil gini, dapat perhatian editor.
Profile Image for Hamima Nur Hanifah.
46 reviews10 followers
August 28, 2024
Perkara Keramat jd bacaan super ringan (dan super seru) yg menemani hari2 sibuk selama peak season di museum kemarin hihi. mengikuti perjalanan si kembar Hasan dan Husein dalam menyiasati hidup sbg remaja Aceh & Medan di tahun2 rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pasca tsunami, 1990an - 2000an.

berkisah tentang Kedai Mieso H. Idris yg terancam digusur karena lahan yg ditempati mereka konon merupakan lahan keramat tempat seorang Sultan Aceh dimakamkan. secara singkat menggambarkan bgmn orang2 menggunakan kekuasaan (power abuse) utk melemahkan orang lain karena perkara kebangsawanan/gelar jabatan. mengurusi orang sombong gila gelar memang menjengkelkan, kalau salah respon/menanggapi bisa jadi bahaya dan malah bikin kita rugi. selain sengketa lahan, disinggung jg soal praktik orang dalam, konflik2 agama yg bikin perpecahan, dan tentang memaknai proses berduka/trauma kehilangan karena bencana.

background Mbak Raisa yg sejarawan bikin doi banyak menulis sejarah Aceh yg absen dari diskursus jawasentris, tentang bagaimana Aceh berubah drastis secara sosial & kultural pasca tsunami, juga tentang sejarah makanan Mieso di Aceh yg ada kaitannya dgn komunitas orang Cina (bab kuliner lokal ini seru bgt sih buat diikuti).

btw petualangan hidup Om Jack & tokoh pelacur Rini sepertinya seru Mbak kalau dieksplorasi lebih jauh, ayok bikin sekuelnya... @raikala_ hehe 😁✨
Profile Image for May.
65 reviews17 followers
November 14, 2024
Cerita ini tentang kehidupan sepasang anak kembar di Banda Aceh, Hasan dan Husein. Bencana tsunami membuat mereka jadi yatim piatu. Paman mereka kemudian datang menjemput dan membawa mereka tinggal di Medan. Sekembali ke Banda Aceh, di hari-hari berikutnya mereka 'terpaksa' harus hidup berdua.

Permasalahan dalam cerita muncul saat ditemukan sebuah makam keramat di halaman belakang kedai mieso masa kecil mereka. Kedekatan dengan pemilik kedai dan kekhawatiran digusurnya tempat penuh kenangan tersebut membuat mereka ikut serta membantu Laila, anak perempuan pemilik kedai, untuk memberesi masalah itu.

Raisa menulis novel ini dengan menyebut nama-nama toko berikut dengan makanan enaknya, membuat kita mengenang bagaimana Banda di masa-masa sebelum tsunami. Saya membayangkan, mungkin itu sebelum tahun 2000-an.

Penulis Aceh lain mungkin mengangkat konflik, menceritakan bagaimana trauma, mengisahkan keadaan tsunami dan hari-hari mencekam. Tapi novel ini saya rasa berangkat dari ide tentang mieso enak di masa kecil, diberi bumbu-bumbu seru dari para tokoh ini. Seru juga ya, melihat Aceh dan makanannya.

Namun, saya tetap merasa ada yang belum selesai di akhir cerita. Entah tentang Hasan Husein, paman mereka dan calon istrinya, Laila, Putroe Faradiba, dan nasib kedai mieso H.Idris.

Selamat Raisa, ditunggu sekuelnya. 😉
Profile Image for Mare.
32 reviews1 follower
Read
June 27, 2024
Awalnya ngira makam "keramat" ini bakal nimbulin perkara yg lebih "chaotic" dan tulisan ini bakal ngambil lensa dgn jarak lebih jauh utk gambarin masyarakat atau perubahan situasi sosial di aceh. Tp alih2 itu, novel ini ngajak buat fokus ke bbrp karakter aja. Pdhl tema ceritanya menarik bgt, bisa dieksplor lebih jauh dari bbrp sudut pandang lain.
Profile Image for Baiq Nadia Yunarthi.
7 reviews1 follower
June 4, 2024
Sebuah buku tentang berbagai perkara, yang keramat, yang “innerchild-nya” terluka. Sejak awal kita berkenalan dengan kisah dua bersaudara, kembar, Hasan dan Husein. Setidaknya dari sudut pandang Hasan yang inferior, dia selalu merasa diperlakukan tidak adil; perkara air tajin-air susu ibu, perannya sebagai kakak lah, jadi sebagai kembar, mereka tidak sedekat itu. Ketika orang tua mereka menghilang setelah tsunami 2004 di Aceh, akhirnya mau tak mau, mereka harus bergantung pada satu sama lain dan kepada sang paman yang pecundang kelas berat.

Waktu bergulir, persaingan yang tidak pernah mereka diakui ini menjadi sandungan saat mereka dewasa, bahkan ketika mereka akhirnya sempat kompak untuk fokus pada perkara yang sama. Saat tiba waktunya mereka harus menghadapi keputusan hidup, mereka sama-sama tertarik kepada Laila. Keduanya menggunakan cara mereka masing-masing untuk menyelesaikan sengketa lahan Kedai Mieso H. Idris, ayah Laila, yang juga melibatkan makam Sultan Sulaiman Syah, penguasa yang pernah diasingkan, beserta keturunannya.

Saya berusaha mencerna buku ini sebagai murni karya fiksi, dengan pengetahuan latar belakang sejarah Aceh yang kuat dari penulis (capeeek, kalo harus riset dan kroscek segala, haha). Saya ikut fokus mengamati pengembangan karakter Om Jack, paman si kembar, apakah sampai akhir dia masih nelangsa? Bagi saya yang saat ini sedang menjauhi membaca nonfiksi, membaca karya ini terasa seperti meditasi, meningkatkan keterampilan visualisasi saya, and boosting happiness 💌 Saya menikmatinya! Akhir yang mungkin membingungkan (pertanda saya harus membaca ulang!) dan menggantung mungkin bukan favorit saya. Namun, untuk novel debut, ini sangat potensial!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Jesse .
30 reviews8 followers
February 23, 2025
This book is a kind and empathetic satire (if that's not too oxymoronic), with efficiently drawn, memorable characters who navigate the intimate tragedies and corruptions of post-disaster recovery in Banda Aceh, Indonesia. Raisa Kamila ascribes rich points of view to the diverse characters in the short chapters that make up this (also short) novel. Om Jack is my favorite character, with the twins Hasan and Husein (ostensibly the main characters) close runners-up, and one reason why is because Kamila is not only poking light fun at the vagaries of social/political/economic life in Banda Aceh writ small, she is also alerting the reader to the challenges of being a man in Indonesia, and in Aceh more specifically. Each of these three men struggle with unresolved inner dilemmas, ghosts and traumas that haunt them that they cannot name, and the reader, in turn, is not rewarded with a solution to those dilemmas. I suspect this is on purpose. We are left hanging, as many of the other reviews here note. While in some ways I can agree that is unsatisfying (hence my four stars, not five), I also think this is a condition of masculinity in 21st century Indonesia. I would love a sequel, but I think Kamila has many other stories to tell. This winsome short first novel is just the opening salvo of what promises to be an engaging literary career.
Profile Image for sesamesyrup.
58 reviews
May 30, 2025
⭐3/5

Judulnya Perkara Keramat, sinopsisnya tentang sengketa lahan yang menjadi makam keramat yang akhirnya dikaitkan dengan simbol agama, tapi fokus ceritanya malah kemana-mana. Sebagian besar membahas masa lalu Hasan dan Husein serta perseteruan mereka selama ini, bahkan sempat menceritakan pula tentang kehidupan Om Jack yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan perkara keramat tersebut. Sebenarnya oke-oke aja kalau dibahas sedikit sebagai latar belakang, tapi karena ceritanya kurang fokus ke permasalahan utama, hal itu menyebabkan tidak ada kemajuan cerita yang berarti sampai 3/4 cerita berjalan, terutama mengenai permasalahan sengketa lahan tersebut termasuk niat Hasan untuk mengabari Laila ketika nanti ia mendapat sumber bacaan tentang Sultan Sulaiman Syah hingga kabar peneliti asing yang entah bagaimana kelanjutannya. Selain itu, saat adegan sudah terasa hampir mencapai klimaksnya, tiba-tiba cerita berakhir begitu saja dan meninggalkan banyak plot hole dimana-mana.

Jujur saja, kalau judul dan topiknya diganti menjadi cerita yang fokus tentang kehidupan Hasan dan Husein terutama pasca tragedi tsunami dan dihubungkan dengan kehidupan mereka saat ini, novel ini bisa jadi buku yang mengesankan. Berani bertaruh, bahkan aku bisa memberi rating 5/5 untuk cerita yang seperti itu.
Profile Image for Nadhira.
198 reviews8 followers
January 24, 2025
📚 Perkara Keramat
✒️ Raisa Kamila
🎡 Perpuskite
🥨 Gramedia Pustaka Utama
🎖️ 3/5

Review:
Buku ini merupakan buku tipis under 100 halaman yang bisa dibaca sekali duduk dengan tema yang ringan namun memiliki makna yang dalam. Menceritakan tentang penemuan salah satu makam seorang Sultan di Kedai Mieso. Seperti yang bisa diperkirakan, terjadi sengketa lahan antara keluarga keturunan si Sultan (Putroe Faradiba) dan pemilik kedai mieso (H. Idris). But, hold on buku ini bukan berpusat ke Putroe Faradiba dan H. Idris, tapi ke Hasan dan Husein, lebih tepatnya Husein.

Buku ini gak hanya mengangkat isu makam tua yang dikeramatkan, namun juga isu bobroknya polisi Indo yang dimana membutuhkan uang pelicin untuk mengerjakan sesuatu. Aku agak menyayangkan kenapa cerita seperi berpusat di Husein yang background nya tuh anak baik-baik dan tampan eh ternyata bajingan pas udah gede. Serigala berbulu domba🫵🏻 aku mikirnya si Hasan yang bajingan, karena penggambaran dia tuh jelek fisik, males belajar, dll. Tapi ternyata jadi yang waras😭 dan kekurangan buku ini tuh karena terlalu tipis. Jadi banyak cerita yang belum selesai. Atau memang itu tujuan penulis? Entahlah. Tapi untuk selingan, buku ini lumayan oke untuk dibaca.
This entire review has been hidden because of spoilers.
1 review
August 18, 2024
mendapat rekomendasi buku ini dari dosen karena terdengar cukup menggelitik: buku ini memutarbalik ide soal gender dengan cara yang tidak umum, yaitu menempelkan tindakan mengasuh/nurturing (yang umum dilakukan wanita) pada tokoh-tokoh pria.

dan setelah membaca novel ini saya setuju dengan komentar dosen tadi. selain itu hal menarik lain menurut saya adalah narasi yang mudah dicerna padahal yang diceritakan adalah persoalan serius.

melihat biografi penulis yang notabene kuliah sejarah sempat membuat saya berpikir bahwa cerita dalam novel adalah bagian dari sejarah yang hilang. tapi setelah saya baca ulang saya berpikir apakah penulis justru sedang memutarbalik asumsi pembaca yaitu novel dengan muatan sejarah tidak melulu harus tebal dan “menggurui” pembaca?

bagian kesukaan saya adalah bab tentang lokalisasi di medan. namun sayangnya tidak ada kelanjutan soal ini.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Putu Winda.
303 reviews2 followers
June 4, 2024
Novel ini perkara cinta?
Bukan sepertinya, perkara hubungan saudara yang tidak mesra.
Tidak hanya Hasan dan Hussein, pun Om Jack dengan Ayah.
.
Lebih-lebih, ini adalah tentang mereka yang dengan brutal ditinggalkan oleh orang-orang yang dicinta. Menyisakan banyak tanya, lalu merenggangkan ikatan yang harusnya bisa tetap erat.
.
Perkara mudah sekali percaya pada yang sudah dianggap saudara. Begitu mudah juga percaya dengan mereka yang nampaknya hebat dan jumawa.
.
Seandainya bisa dibuat lebih fokus.
Cerita si Jagoan kembar saja, atau kisah Om Jack saja, pasti akan jauh lebih seru!
109 reviews
October 14, 2024
Novelnya tiba-tiba habis dalam sekali duduk - artinya ceritanya sungguh membuatku hanyut. Walaupun pendek, kelihatan betul bagaimana Kak Raisa melakukan riset dan berhati-hati dalam menuliskannya; terlihat dari detail-detail tempat, waktu, dan peristiwa yang terjadi dalam novel ini. Plot yang digunakan maju-mundur dan tepat sasaran. Penokohannya apik dengan kontras yang mengingatkan buat ga semena-mena menilai seseorang (juga sesuatu dan kejadian) dari sampulnya.

Aku cuma penasaran (karena kena tanggung sikit), itu Bang Jack gimana akhir ceritanya? :(
Profile Image for Christmas.
273 reviews1 follower
December 25, 2024
Berkisah tentang Hasan dan Husein yang terlibat dalam 'sengketa' Pak Idris, pemilik kedai mieso kenangan masa kecil mereka, dengan orang yang mengaku kerabat dari sebuah makam yang ditemukan di kedai tersebut. Tidak hanya itu, novel ini juga bercerita tentang bagaimana kehidupan kembar pasca tsunami dan bagaimana keduanya tumbuh di jalur yang berbeda.
Yang menarik dan yang saya sukai dari buku ini adalah latar belakang Aceh. Membacanya membuka cakrawala baru dan memberikan kesegaran baru.
Profile Image for Amanda Tabrani.
15 reviews
July 31, 2024
Sebenernya menyenangkan sekali baca buku ini, seperti mengikuti cerita dari tetangga sebelah rumah. Hanya saja, ada beberapa cerita yang dibiarkan menggantung. Jujur saja, saya berharap cerita tersebut mendapat resolusi; tidak perlu sempurna tapi ada.

Namun, secara keseluruhan, buku ini cocok untuk dibaca sambil menunggu karena ringan dan mudah dipahami.
Profile Image for Siti Sarah.
16 reviews
August 8, 2024
Membaca buku ini sambil membayangkan kehidupan saya di banda aceh sekitar tahun 2004 pasca tsunami. Banyak kejadian dan pikiran yang dituangkan penulis tentang warga aceh terasa sangat relate dengan saya.

Sebagai orang aceh yang kini merantau ke Jakarta, sangat menikmati waktu saya membaca novel ini. Bagus sekali 🙏
Profile Image for Annas Jiwa Pratama.
126 reviews7 followers
Read
March 28, 2025
Pada akhirnya, yang paling keramat di Indonesia ini memang seragam. Membaca buku ini membuat saya agak menempatkan diri saya di posisi Hasan. Bukan karena kecemburuan maskulin dan kejengkelannya atas atensi yang didapat Husein, tapi bagi saya ketakutan yang lebih nyelekit lagi adalah bagaimana rasanya jika saudara saya satu-satunya, keluarga terdekat saya, cita-citanya adalah menjadi wercok.
Profile Image for Ziyy.
644 reviews24 followers
June 10, 2024
kira-kira kenapa ya desainnya kayak tema retro game begitu? kan aku jadi mikir novel ini bakalan kontemporer/populer, eh, ternyata ini lebih novel sastra. well, aku belum pernah baca karyanya Raisa Kamila, mungkin saja dia memang lebih menulis secara sastra?
Profile Image for Sita.
17 reviews
April 17, 2025
Terkadang kefanatikan kita membuat tidak nyaman hingga menggangu hidup orang lain. Lewat tulisan Kak Raisa, sy jd mengenal bgmn kehidupan masyarakat di Aceh dan Masyarakatnya itu sendiri. Sungguh novel yg informatif dan lucu.
Profile Image for naabilaputri.
26 reviews53 followers
May 20, 2024
bacaan ringan tp cukup absurd-menggantung yang bikin penasaran dan penonton agak kecewa. oke kalau baca buat selingan.
Profile Image for Masrah.
10 reviews9 followers
October 28, 2025
Seru banget, suka sama topik yang diangkat serta cara penulis bercerita, tapi waktu sampe ending, aku ga percaya kalau itu sudah ending karena rasanya banyak yang belum selesai.
Profile Image for Muhammad Rajab Al-mukarrom.
Author 1 book28 followers
May 6, 2024
This book told u more about some people’s lives. Focus on the twin bros Hasan and Husein. The only interesting thing here was the character’s developments. Kinda hope it explored more about Aceh.
Profile Image for Sunarko KasmiRa.
297 reviews6 followers
June 10, 2024
Perkara Keramat karya Raisa Kamila, merupakan novel yang mengisahkan tentang dua saudara kembar Hasan dan Husein dalam upaya mereka membantu H. Idris dalam menghadapi tuntutan Putroe Faradiba yang tiba-tiba meng-claim kuburan yang berlokasi di dalam area kedai Mieso milik H. Idris tersebut merupakan makan leluhurnya yaitu Sultan Sulaiman Syah. Persoalan menjadi semakin rumit, ketika kuasa politik yang maha benar turut andil dalam penyelesaian kasus tersebut.

Terkadang, suatu perkara yang bisa dicari jalan tengah dan melegakan kedua pihak sering kali sengaja diatur menjadi ihwal yang keramat dan rumit. Beberapa dijumpai, ada pula perkara yang "dipaksa" selesai dengan kesepakatan yang pura-pura mufakat.

Buat saya, novel ini berhasil memberikan gambaran
tentang bagaimana kondisi sosial bermasyarakat yang begitu meresahkan dan jauh dari kata adil. Hidup seolah dipenuhi dengan pilihan dan tawaran kesepakatan yang seringkali akibatnya tidak sedikit merugikan banyak pihak dan hanya menguntungkan segelintir orang. Bahkan segala yang remeh temeh, dengan dalih membela agama bisa disulap menjadi perkara keramat yang teramat menakutkan.
Profile Image for Raihan Tri Atmojo.
15 reviews2 followers
March 13, 2025
Buku ini mengajak kita untuk melihat bagaimana pengkultusan tokoh menjadi lahan subur untuk menarik massa di Indonesia. Makam, keraton, arca, dan lain sebagainya menjadi media yang "empuk" untuk dijadikan "kartu as" agar media, massa, sampai uang berdatangan menghampiri.

Selain itu, relasi saudara dan keluarga yang menyimpan krikil kecil, bisa membuat ledakan dan huru-hara yang semuanya bermuara pada sifat egois.
Profile Image for A.
17 reviews
May 24, 2025
It's fun to explore Banda Aceh throughout this book. The idea was cool, but it could've been better though. The ending wasn't into it.
Displaying 1 - 30 of 30 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.