Jump to ratings and reviews
Rate this book

Jatuh Cinta Diam-Diam

Rate this book
Setiap orang punya caranya sendiri untuk mencintai; memilih untuk diam, memerhatikan dari jauh, atau mendoakan diam-diam. Setiap orang punya caranya sendiri untuk jatuh cinta tanpa membaginya dengan orang yang dia cinta. Setiap orang juga punya cara sendiri untuk berbagi tawa dan menyembunyikan tangisnya sendiri.

Setelah sukses dengan Raksasa Dari Jogja, Dwitasari kini mengumpulkan 14 kisah ini. Kisah tentang kebahagiaan mencintai dan kepedihan memendam cinta. Kisah tentang orang-orang yang menyimpan sebuah nama di hati mereka. Kisah yang akan membuat kita bertanya: apa halangan untuk nyatakan cinta?

217 pages, Paperback

First published January 1, 2014

148 people are currently reading
1988 people want to read

About the author

Dwitasari

15 books131 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
241 (38%)
4 stars
139 (22%)
3 stars
148 (23%)
2 stars
66 (10%)
1 star
33 (5%)
Displaying 1 - 30 of 42 reviews
Profile Image for irnafadlh.
14 reviews1 follower
December 18, 2024
Buku yang ringan dan bisa habis dilahap dalam sekali duduk. Tapi kalo aku baca pelan-pelan karena buku ini isinya kumpulan cerpen, dan lebih enak dibaca selingan sama buku lain. Bisa dibaca dari chapter mana aja lompat-lompat, tapi siap-siap aja sama ending yang agak bikin sakit hati: ya lagian suruh siapa jatuh cinta diam-diam🫵😀

Ada kalimat di hal. 184 yang cukup mewakilkan isi buku secara keseluruhan:
“Aku tak tahu bagaimana perasaannya kepadaku, aku hanya menebak, terus menebak. Aku hanya bisa terus bertanya dan menjawab pertanyaanku sendiri dengan menerka-nerka.”

Jatuh cinta diam-diam berarti siap menghadapi gulat berkepanjangan dengan pikiran sendiri. Bergelut dengan rasa ingin tahu, ketidaktahuan dan misteri. Berhadapan dengan sebanyak mungkin peluang untuk berterus terang, lalu melewatkannya karena takut semua berubah. Menjadi pendengar baik meski cerita yang dibawakannya adalah hal yang paling tidak kita sukai. Dan seterusnya..

I wouldn’t recommend the type of “jalani dulu aja”tapi akhirnya gaada kejelasan hubungan. Dan, oh, yang aku temukan dari buku ini juga ada ternyata spesies laki-laki yang memperlakukan lawan jenisnya lebih dari teman, lebih dari sahabat, dalam jangka waktu lama, tanpa perasaan lebih. Ok maybe you’re going to say: that’s just a made up stories. Oh c’mon it happens in real life too. (thank god I never experienced it)

Seperti di bagian sinopsisnya, pokonya cerita-cerita dalam buku ini mengajak pembaca berpikir “apa halangan untuk nyatakan cinta?”. Karena ternyata jatuh cinta diam-diam selalu berakhir menyedihkan, sedangkan kalo kita memutuskan untuk menyatakannya, ya jadi ada dua kemungkinan: bersatu atau berpisah. Dan salah satu atau bahkan dua kemungkinan itu bisa lebih menyenangkan.
Profile Image for Kautsar Rahmawan.
8 reviews1 follower
November 11, 2015
Sebelum memutuskan untuk membeli buku ini, saya berasumsi bahwa Plotpoint dan gembar gembornya tentang promosi buku Dwitasari sebelumnya yaitu Raksasa Dari Jogja, cukup untuk meyakinkan saya bahwa saya akan membaca buku cerita cinta yang agak luar biasa. Tetapi...jujur kumpulan cerpen ini menurut saya biasa saja.

Dwitasari mampu membuat banyak cerita cinta dengan berbagai latar tokoh dan latar cerita, tetapi secara keseluruhan, inti cerita cerita itu sama saja.Laki laki atau perempuan memendam rasa tidak terkatakan kepada yang lainnya. Promosi di cover buku yang intinya "mencintai dengan berbagai cara" saya kira terlalu berlebihan. Sesungguhnya saya berharap ada nilai lebih dari satu judul dibandingkan judul lain. Tetapi ternyata tidak demikian. Bahkan ada satu judul yang saya rasa isi ceritanya tidak menggambarkan apa yang dijanjikan oleh judul dari novel ini.

Terlepas dari isi cerita yang menurut saya agak membosankan, Dwitasari cukup mumpuni dalam merakit benang kata kata menjadi kata kata yang segar walaupun diksinya masih kelewat 2000-an.

Overall, cukup baca sekali novel ini dan simpan dengan rapih di rak buku anda. Keluarkan nanti untuk anak remaja anda yang baru jatuh cinta, atau bisa anda baca lagi ketika sedang merasakan puber puber selanjutnya.
123 reviews
July 21, 2016
Overall, aku suka banget, tapi kalau dikasih bintang 3 kayaknya kurang. Jadi 3,5 bintang untuk seri pertama Jatuh Cinta Diam-Diam ini.

Note: ada typo di hlm 164. Seharusnya Regy bukan Rendy
Review lengkap di http://wp.me/p6C0Ry-4W
3 reviews
December 20, 2016
Mikir-mikir banget dulu beli buku ini. Kumpulan cerpen yang hampir semua bertema cinta diam-diam. Deuh, aku menye-menye banget nggak sih? Yang bikin yakin buat beli buku ini adalah salah satu judul cerpennya adalah Jari Manis, ups. Judulnya sama kayak cerpen yang aku buat tapi masih nangkring di draft terus sejak masa kuliah dulu. So far, aku selalu belajar buat mengamati karakter-karakter tulisan para penulis. Ya siapa tau nular jadi penulis, hahaha.

Maaf, reviewnya malah melenceng, hahaha
Profile Image for Eva.
110 reviews1 follower
October 7, 2017
Ini buku kedua, setelah Raksasa dari Jogja, dari Dwitasari yang pernah gue baca. Buku ini isinya kumpulan cerpen. Asli tingkat ke-nyesek-an tiap cerpen tuh beda. Personally, I'm not used to these kind of short stories yang mellow/emo bikin nyesek gitu. dan ini buku bikin gue sangat nyesek, sayang sih short stories andai ada lanjutannya hehe kayak cerpen si dosen, duh potensial mereka itu..ahsudahlah
ada typo di halaman berapa gitu lupa.
Profile Image for Mayda AF.
7 reviews
July 3, 2017
Kisahnya begitu mudah dilupakan.

Kesan pertama saya saat membaca buku ini adalah "buku ini chicken soup wannabe banget". Kesan tersebut bukan diperoleh dari konsep buku yang bertema tunggal. Teknik penceritannya mirip chicken soup dan buku-buku sejenis A.K.A terlalu template-y. Setidaknya buku-buku lain berhasil menggambarkan maksudnya dengan baik dan dapat mengaduk-aduk perasaan saya.
Profile Image for Dwi Wulandari.
44 reviews2 followers
March 31, 2017
Bagi yang suka cerita yang romantis, mungkin bakal suka buku ini. Ceritanya tidak melulu happy ending dan cukup realistis. Lumayan sebagai bacaan ringan di akhir pekan.

Ada kutipan yang aku suka di salah satu cerpennya (memilih) - "Jatuh cinta diam-diam. Saling merasakan, tapi belum ada yang mau mengungkapkan. Meski keduanya saling tahu bahwa bagi satu sama lain, keduanya bukan sekedar teman."
Profile Image for Dhyn Hanarun .
329 reviews203 followers
August 27, 2014
Walaupun pernah dengar kontroversinya lewat Twitter dan Kaskus, aku tetap penasaran dengan tulisan Dwitasari. Setelah Cerita Horor Kota, aku mau mencoba omnibook ketiganya, Jatuh Cinta Diam-Diam. Selain itu, aku ingin tahu bagaimana sebuah omnibook dari satu penulis yang sama, bukan rembukan seperti sebelumnya. Let’s review it :)

Jatuh Cinta Diam-Diam memuat 14 cerita pendek yang punya benang merah yang sama, para tokohnya jatuh cinta secara diam-diam. Kenapa diam-diam? Kenapa tidak dinyatakan saja? Karena selalu ada halangan yang menahan mereka menyampaikan perasaan tersebut. Berikut adalah ringkasan singkat dari setiap cerpennya :D

Rasa: Penjual Mie Ayam dari Wonogiri merantau ke Jakarta dan berteman dengan anak gadis pejabat yang menjadi pelanggan setianya.

Melihatmu: Seorang dokter berteman dengan seorang pelukis karena merasa bertanggung jawab atas kematian pacarnya.

Di Ujung Hari: Karena perusahaan Ayahnya sedang bermasalah, Fira terpaksa menunda keinginannya untuk kuliah di Fakultas Kedokteran dan terbang ke Palu untuk mengurus neneknya yang sudah mulai pikun.

Jari Manis: Di tengah kericuhan demo mahasiswa, Zaya diselamatkan oleh Damar, anak Fakultas Hukum, yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.

Dalam Tawa: Alissa mengajari Haryo untuk menjadi stand-up comedian dan mengikuti kompetisi yang dia menangkan tahun lalu.

Baca review selengkapnya di sini --> http://dhynhanarun.blogspot.com/2014/...
Profile Image for Bivisyani Questibrilia.
Author 1 book23 followers
July 23, 2015
Membaca judulnya saja saya tidak mengharapkan cerita yang terlalu muluk. Namanya juga cerpen tentang cinta, saya terjun membaca buku ini dengan harapan mendapat hiburan yang ringan namun bermakna. Bisa saya katakan, buku ini jelas lebih menarik, lebih berarti dan lebih mengena di hati saya ketimbang "Kata Kota Kita" terbitan Gramedia yang juga baru saya selesaikan. Dwitasari sungguh apik mengemas tulisan-tulisan di buku ini dengan baik, tanpa berusaha untuk lebih dari sekedar menceritakan kisah-kisah pilu dari para tokoh yang terpapar dalam buku ini. Kisah yang paling saya sukai adalah kisah Ayesha dan Janu, sayangnya saya lupa judulnya. Sisanya ada yang bagus dan sangat mudah mengundang simpati, ada juga yang mengesalkan karena cuma penuh salah paham dan kepengecutan berbicara. Jika ada kekurangan dari buku ini yang bisa saya katakan, ialah kurangnya eksplorasi lokasi dan skenario. Dwitasari yang besar di Depok jelas terlihat dari karakter-karakter yang ia pilih, menunjukkan kekurangan keberaniannya untuk mengeksplorasi karakter lain. Bukan hanya dari segi geografis, melainkan pula dari segi usia, yang mana kebanyakan kuliah di UI. Padahal bukan tidak mungkin ia bisa memilih mereka sekolah di universitas lain yang tidak kalah bergengsi, di jenjang sekolah yang lebih rendah, atau bahkan mungkin di luar negeri. Namun, buku ini membuat saya penasaran untuk mencari karya-karya Dwitasari lainnya!
Profile Image for Luvita Amalina.
2 reviews
April 17, 2014
pernah liat buku ini sih, tapi nggak terlalu tertarik.
ehh, kebenaeran malah dikado ini sama temen2 (thank you guys :3)
overall, ceritanya lumayanlah buat ngisi waktu luang
dan sama kayak judulnya, seeeeemuaaa cerpennya temanya tentang cinta diam diam (ceileh)
paling suka sama ceritanya "susu kaleng"nya Dian sama Reksa, manis manis gimana gituuuu
gak semua cerita cinta di buku ini jadi cinta yg terpendam kok
lumayan cepetlah buat ngabisin buku ini, sekitar 2 jam semalem pas lagi unmood belajar buat UTS
daaaan, satu lagi yang bikin ngakak adalah di halaman pertama buku ini langsung ada tulisan "hati ini milik ...." gimana gak ngakak coba? hahaha xD
oke, pengennya sih ngasih 2.5 bintang buat buku ini tapi tak buletin lah jadi 3 :D
Profile Image for Vanda Kemala.
233 reviews68 followers
July 13, 2014
Satu kata: NYESEK!

Penggambaran jatuh cinta diam-diam dan nggak bisa diungkapin, rasanya bikin pengen garuk-garuk tembok karena gemes!

Beberapa cerita ada yang endingnya nggak terlalu menarik, beberapa lainnya biasa aja, sisanya sempat bikin terdiam sekian detik. Ngilu. Perih.

Oh iya, menyesalkan kenapa buku ini diakhiri sama cerita "Diakhiri dengan Pelukan". Ceritanya biasa banget. Mungkin terlalu berharap cerita akhir yang bikin mengharu biru, jadinya malah kecewa. Entahlah.

Di antara tiga buku karangan Dwitasari yang pernah aku baca sejauh ini (Raksasa dari Jogja, Cerita Cinta Kota, dan Jatuh Cinta Diam-Diam), buku ini yang terbaik.

Akhir kata, mamam tuh yang pada jatuh cinta diam-diam dan nggak bisa ngungkapin!
Profile Image for Nydya.
20 reviews
March 26, 2014
Omnibook, seperti biasa berisi kumpulan cerpen dengan tema yang mirip satu sama lain. Mungkin juga tidak. Tetapi dalam omnibook ini, semua ceritanya selaras dengan judul di halaman depan, "Jatuh Cinta Diam-diam". Maka seluruh ceritanya berisi benak tokoh utama sebagai orang pertama yang mencintai dalam diam, dan sebagian besar tidak terkatakan (dan pastinya tidak terbalas). Cerita di dalamnya sangat ringan, meski ada beberapa hal yang saya sendiri kurang sepaham (khususnya pada cerita tentang pasangan yang berbeda keyakinan). Omnibook ini mengingatkan saya pada cerita-cerita yang saya baca ketika saya masih di sekolah menengah pertama, saat saya masih berumur sekitar tiga belas tahun.
Profile Image for Cinthya Yuanita.
39 reviews4 followers
July 28, 2014
Kalau diibaratkan sepotong kue, buku ini jelas bukan jenis red velvet yang tampilannya menjanjikan kesan mewah. Bukan pula rainbow cake dengan lapisan kaya warna yang menarik mata. Pun, bukan cheese cake yang untuk membuatnya perlu trik khusus atau bahan-bahan spesifik. Saya merasa buku ini lebih mirip black forest. Klasik, sederhana, tapi selalu abadi untuk dinikmati.

....

Review selengkapnya ada di halaman blog ini http://orkestraksara.wordpress.com/20...
Profile Image for Dara Oct.
27 reviews2 followers
September 6, 2015
Saya harus memaksa diri sendiri untuk terus membaca & menyelesaikan buku ini dengan susah payah. Buat saya, buku ini sangat unbearable. Mulai dari pemilihan nama karakter yang menurut saya terlalu dibuat-buat (Raceya? Chronica? Ayolah!) sampai alur cerita yang terlalu remaja & mudah ditebak. Biasanya saya sangat suka dengan novel-novel Young Adult (Looking for Alaska, Eleanor & Park, dll.) tapi saya tidak suka buku ini. Cerita & karakterisasinya terlalu FTV. Mudah-mudahan saya bisa suka buku kedua (sudah terlanjur beli, sayang kalau tidak dibaca. Hehehe...)
Profile Image for Brian Prasetyawan.
14 reviews
August 30, 2016
Jatuh cinta diam-diam adalah sebuah buku kumpulan 14 cerpen yang bertema sesuai judul buku ini.
Beberapa cerpen awal di buku ini terlalu mainstream menurut saya. Alur ceritanya mudah ditebak dan datar. Saya pun sempat berhenti ditengah jalan saat membaca buku ini karena takutnya semua cerpen dibuku ini sama datarnya dengan cerpen-cerpen diawal tersebut.

Tapi akhirnya saya kumpulkan niat untuk membacanya lagi. Apakah cerpen selanjutnya tetap biasa saja atau lebih menarik ?

lihat review lengkapnya di: http://bukubrian.blogspot.co.id/2016/...
Profile Image for ade.
274 reviews16 followers
May 17, 2016
jujur saya beli buku ini karena tau buku ini bakal di film in dan MORGAN OEY salah satu pemainnya... saya sama sekali ga tau isi buku ini apa.. saya pikir 1 buku tentang 1 cerita... eh ternyata nggak.. ini adalah buku tentang kumpulan Cerpen yang mayoritas isinya tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan,,


dan menurut saya cerita nya biasa aja sih,, ada bbrp yg bagus dan ada yang bener2 standard banget..

tapi satu hal,,ketika saya baca ini saya jadi ikutan depresi dan tertohok =______________=

jleb jleb jleb gitu lah,,, KZL
Profile Image for Al Insyirah.
2 reviews1 follower
September 19, 2014
buku kumpulan cerpen mengenai rasa yg terpendam di hati,. menarik karena semua ceritanya tidak ad yg berakhir happy ending semua berakhir sakit,.hhha
gaya penulisannya ringan dan mudah dimengerti membuat buku ini cocok dibaca dikala waktu santai,. secara pribadi suka dengan gaya penulisan yang ringan pada setiap cerita.
jatuh cinta diam diam "setiap hati selalu menyimpan sebuah nama" kalimat ini yg paling diingat,.hhha
Profile Image for Fathimah.
13 reviews
May 23, 2014
Buku ini menceritakan berbagai kisah seseorang yang jatuh cinta diam-diam, tanpa diketahui oleh orang yang mereka cintai. Ada kisah yang menunjukkan perasaan seseorang yang benar-benar disimpannya rapat-rapat hingga dia menyiksa dirinya sendiri. Ada juga yang memberanikan diri, memantapkan hati untuk mengatakannya.
Profile Image for Afkharina Ria.
3 reviews1 follower
May 30, 2014
Setiap orang punya caranya sendiri untuk mencintai; memilih untuk diam, memerhatikan dari jauh, atau mendoakan diam-diam. Setiap orang punya caranya sendiri untuk jatuh cinta tanpa membaginya dengan orang yang dia cinta. Setiap orang juga punya cara sendiri untuk berbagi tawa dan menyembunyikan tangisnya sendiri.
Profile Image for A.A. Muizz.
224 reviews21 followers
August 12, 2014
Banyak cerita nyesek di sini. Kalau kamu pernah mengalami kisah jatuh cinta diam-diam, mungkin sebaiknya jangan baca buku ini daripada kamu mengambil silet lalu peristiwa horor pun terjadi. Tapi jika kamu tak sehisteris ini, buku ini layak dijadikan bacaan agak ringan bagimu. :)
3 reviews
September 8, 2014
Finally, gue bisa dapetin buku ini juga hahaha. Sebelumnya gue juga udah punya bukunya Dwitasari yang judulnya 'Raksasa Dari Jogja'. Diksi yang dipake Dwita tuh keren banget, bener-bener menyentuh, dan melankolis banget. I like it :D
Profile Image for Fleurrain.
46 reviews
August 21, 2014
cukup menarik. Ide cerita yang sederhana, namun dikemas dengan rangkaian kata yang indah.
Profile Image for M.
3 reviews
July 5, 2014
Easy to read and it suits the title very well.
Pertemuan is my favorite :)
Profile Image for Rahel Simbolon.
7 reviews5 followers
September 27, 2014
Entah saya yang terlalu rasional atau gimana, saya rasa buku ini terlalu cengeng. But over all, diksinya bagus.
Profile Image for Rohmatikal Maskur.
Author 2 books65 followers
May 13, 2015
konsep cerita-cerita nya asik sih. cuma entah karena saya yang kurang romantis atau apa, jadinya ga ngerasain nyesek yang dibilangin orang kalo baca buku ini ~
Displaying 1 - 30 of 42 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.