Jump to ratings and reviews
Rate this book

Akhir Sang Gajah di Bukit Kupu-Kupu

Rate this book
"Hidup terkadang hanya upaya mempersedikit kesakitan."

Bagaimana perasaanmu jika harus membunuh gajah kesayanganmu? Bagaimana jadinya jika pelaku kekerasan seksual tak diadili hanya karena ia pemimpin sekte akhir zaman yang memiliki kesaktian? Apa rasanya jika kau terus mencintai orang yang sudi menjualmu, tega melukaimu, dan merampas hasil karyamu dalam lingkaran takdir tak berkesudahan? Apa yang harus kau lakukan jika orang yang kau sayang mendapat kekerasan berulang dari pasangan, tetapi ia tetap tak ingin meninggalkannya? Lantas, mengapa ibu mencabuti sayap kupu-kupu?

Akhir sang Gajah di Bukit Kupu-Kupu karya Sasti Gotama menyajikan dua puluh cerita yang akan membuat pembaca mempertanyakan ulang apa artinya menjadi manusia. Dengan gaya penceritaan yang memikat, Sasti mengajak pembaca tertawa getir dan menangis ketika mengikuti pelbagai pengalaman manusia.

160 pages, Paperback

Published January 1, 2024

18 people are currently reading
238 people want to read

About the author

Sasti Gotama

22 books10 followers
Sasti Gotama adalah seorang dokter yang mencintai aksara. Ia gemar mengintip sisi tergelap jiwa manusia dan melukiskannya dalam deretan karya. Karyanya telah dibukukan dalam Kumpulan Cerita Penafsir Mimpi (Indigo Publisher, 2019). Cerpen-cerpennya telah tersiar di media cetak dan media online Indonesia.

Bukunya, Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam (Diva Press, 2020), masuk dalam 5 besar buku sastra pilihan Tempo 2020, menjadi nominee Penghargaan Sastra Badan Bahasa Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2021, dan pemenang I Hadiah Sastra “Rasa” 2022.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
81 (44%)
4 stars
83 (45%)
3 stars
17 (9%)
2 stars
1 (<1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 61 reviews
Profile Image for Puty.
Author 9 books1,404 followers
August 27, 2025
Bagussss bangetttt 😭😭😭😭 Ceritanya singkat-singkat namun memikat. As a woman and a mother it hit different. Painfully and hauntingly beautiful. And the cover? Magical! Harus banget kayanya jadi topik diskusi buku bertema keperempuanan. Favoritku: 'Sima', 'Sesam!', dan 'Di Bukit, Kupu-Kupu Kuning Terbang'.
Profile Image for Rido Arbain.
Author 6 books101 followers
August 24, 2025
Sepilihan cerpen favoritku:
— Sima
— Akhir Sang Gajah
— Kotoran di Tubuh Nin
— Mungkin yang Ia Simpan adalah Petasan
— Segala yang Mati Harus Dikubur
— Akan Kuceritakan kepada Mar Kisah Ganjil tentang Bebek, Kucing, dan Terwelu
— Saksi Glori
— Tam Tak Ingin Terbang
Profile Image for Cep Subhan KM.
343 reviews26 followers
June 29, 2025
Cerpen-cerpen yang, sebagaimana cerpen-cerpen Sasti Gotama dalam antologi sebelumnya, sangat bagus. Favorit saya "Sima", "Batavia yang Tak Sesuai Rencana Lucretia", "Sesam!", "Selamanya", dan "Kotoran di Tubuh Nin".

Dua esai saya membahas beberapa cerpen di dalamnya bisa dibaca dalam antologi esai "Perempuan dalam Bibliografi Pembaca".
Profile Image for Happy Dwi Wardhana.
245 reviews40 followers
November 30, 2025
Aku suka isu-isu yang diangkat di tiap judul: beragam dan kekinian. Namun, dalam beberapa judul, kurasa latar belakang cerita tak berkontribusi apa-apa. Selain itu, nama tokoh yang digunakan berulang dalam beberapa judul malah membuat bingung. Terakhir, beberapa cerita memang pendek, bahkan terlalu pendek.

Aku beruntung mendapat bonus Catatan Kreatif penulis sewaktu membeli. Dalam catatan tersebut dijelaskan mengapa latar belakang cerita harus di abad sekian atau terjadi di lokasi tertentu. Sebagai pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa, laporan pertanggungjawaban juri juga mengungkapkan alasan mengapa cerita pendek harus kembali ke muruahnya, yakni tetap pendek.

Ini buku Sasti Gotama pertama yang kubaca. Mungkin, aku perlu mencoba judul yang lain. Siapa tahu ada yang lebih memukauku.
Profile Image for Irma Setiani.
82 reviews10 followers
December 3, 2024
Suka banget sama cerpen-cerpennya Sasti Gotama! Kumcer ini berisi 20 cerpen yang semuanya menyihir dengan uniknya cara Sasti Gotama bercerita, tokoh-tokoh yang nggak biasa, sampai alur cerita yang singkat tapi sukses buat 'ngenes' pembaca. Abis baca satu cerpen, jadi mikir dan merenung. Kumcer ini buat kita menyaksikan pengalaman manusia yang kadang buat getir, sedih, kaget. Cerpen favoritku : Sima, Sesudu Senyum Senyum, Luka, Saksi Glori, Dongeng yang Tak Pernah Usai. Pertama kali baca karyanya Sasti Gotama, dan sepertinya akan baca karya beliau berikutnyaaa!
Profile Image for Safar Nurhan.
Author 4 books3 followers
July 9, 2025
beberapa cerpennya menarik, soal mental health khususnya.
Profile Image for bookswormie.
136 reviews6 followers
October 15, 2025
Kumpulan cerpen ini terasa seperti lembar-lembar perenungan yang menggugah dan meresahkan. Terdiri dari 20 cerita pendek yang antimainstream, buku ini menyusup ke lapisan terdalam emosi manusia—dari rasa kehilangan, putus asa, jijik, marah, menyesal, bingung, hingga penolakan terhadap kenyataan.

Bahasanya puitis, tajam, dan tidak jarang membuatku harus berhenti sejenak, bahkan buka Google hanya untuk memahami betul makna sebuah kata. Tapi justru dari diksi yang tak biasa itu, lahir keindahan yang memperkuat kedalaman rasa yang disampaikan. Cover-nya yang cantik menggambarkan estetika itu, meski tidak benar-benar menampakkan sisi gelap emosi yang tersembunyi di dalamnya. Buku ini mampu mengajak kita memahami ulang apa itu rasa kemanusiaan dan mempertanyakan kembali: apa sebenarnya arti menjadi manusia?

Beberapa cerpen favoritku:
– Sima
– Dongeng yang Tak Pernah Usai
– Segala yang Mati Harus Dikubur
Ketiganya punya pesan yang paling dalam, membekas bahkan setelah buku ini selesai kubaca.

Ga salah kalo buku ini jadi pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2025.
Profile Image for Lina Maharani.
275 reviews15 followers
September 27, 2025
LIFE IS A BUCKET OF PROBLEMS

sejumlah kisah dalam buku ini membawa pada perjalanan indera yang cukup 'kurang nyaman'. Tentang gajah yg akan dihukum mati, tentang anak yg merasa kehilangan keluarga, tentang ibu yg mengubur mimpi, tentang rasa ingin tahu, tentang rasa kotor, tentang segala keresahan yg mungkin pernah terlintas di kepala kita. Buku ini punya kekuatan kata yang menggerakkan indera kita ikut merasa sebagaimana para tokoh dalam cerita ini alami. Well, kita semua hidup dengan aneka rupa masalah pun cara menyelesaikannya. Itu tergambar dalam cerita2 disini. Semua keputusan itu benar, hanya saja kita kurang terbiasa melihat dengan kacamata oranglain.

Saya sangat merekomendasikan bacaan ini. Menarik!
Profile Image for Nike Andaru.
1,647 reviews112 followers
December 26, 2025
100 - 2025

Aku suka hampir semua judul dalam kumcer inj, ga salah kalo masuk Kusala Sastra tahun ini.
Sasti Gotama menjadi penulis baru yang layak untuk kulanjutkan baca karyanya.
Buku ini bercerita tentang perempuan, tentang kekerasan, tentang isu kesehatan mental, tentang hubungan anak dan orang tua dan semuanya terasa dalam.
Profile Image for Hadissa Primanda.
254 reviews3 followers
October 18, 2025
kumcer terbaik yang pernah aku baca!

karena topiknya beragam, gaya penulisannya juga seru tapi gak lebay dan bertele-tele, serta mengangkat isu yang relate dengan perempuan.
Profile Image for Fitria Mayrani.
522 reviews25 followers
January 2, 2026
Beberapa cerpen merupakan kegelisahan penulis pada budaya patriarki. Sad but true 🥲
Profile Image for Kotak_Pandora.
40 reviews
May 6, 2024
Antologi cerpen yang berisi dengan pergolakan posisi barisan liyan konstruksi masyarakat. Sasti cakap membungkus isu-isu feminis yang berat penuh ironi dengan cara yang jenaka sehingga pembaca dapat self determination dg baik.
Profile Image for raafi.
933 reviews452 followers
November 8, 2025
Mencoba membaca kritis untuk karya yang satu ini. Meski ada beberapa ganjalan dan catatan, cukup menikmati sebagian besar cerita-ceritanya.
Profile Image for aynsrtn.
521 reviews18 followers
August 3, 2025
Pertama-tama ku ucapkan selamat kepada penulis dan buku ini telah menjadi pemenang kusala sastra khatulistiwa 2025 kategori cerita pendek.

❝Hidup memang berat dan jahanam. Hidup mungkin bukan perihal mengejar kebahagiaan. Hidup terkadang hanya upaya mempersedikit kesakitan. Kamu kuat. Kamu hebat ... ❞ -p. 82

3.5⭐️

Kumcer ini berisi 20 cerpen. Ya, itu saja. Karena kalau ditarik benang merah pun, aku merasa tidak ada tema spesifik untuk semua cerpen. Tidak ada yang berkelindan [mungkin nama-nama tokohnya ada yang sama]. Yang lainnya acak. Tema acak. Latar yang beragam. Ada yang latar India, zaman penjajahan Belanda, dan lainnya.

Hit and miss di aku. Yang hit yang menjadi pembuka dan penutup di kumcer ini—yang dijadikan judul: Akhir Sang Gajah dan Di Bukit, Kupu-Kupu Kuning Terbang. Yang miss hampir semuanya. Mungkin karena pendek jadi serba nanggung, beberapa ada yang kurang kupahami maksudnya apa.

Paragraf yang aku suka, sungguh berima:

Setan merogol Ibu. Ibu menggapai badik. Badik tembus perut setan. Setan melolong, kelonjotan, lalu mampus. Ibu lupa, setan punya kerabat iblis, hantu, dan dedemit. Mereka punya duit. Mereka bisik-bisik ke Pak Hakim berjanggut yang manggut-manggut. Sebulan kemudian, di tiang gantungan, Ibu dijemput dewa maut. -p. 13


Kumcer ini menarik. Penyusunan kalimatnya unik. Cukup bisa dinikmati.
Profile Image for Sayekti Ardiyani.
128 reviews3 followers
January 7, 2026
Akhir Sang Gajah di Bukit Kupu-Kupu berisi 20 cerita pendek yang beberapa diantaranya pernah dimuat di media nasional bahkan memenangkan sayembara. Penulis mengangkat permasalahan-permasalahan yang komplek, rumit, gelap: kekerasan seksual, kesehatan mental, kekerasan dalam rumah tangga, fanatisme, hingga kekerasan di wilayah konflik yang mengkambinghitamkan SARA. Penulis menyuarakan kritik dan mendobrak penindasan  budaya patriarkhi terhadap perempuan.

Gaya bercerita yang beragam dengan  alegori yang kadang tidak bisa saya pahami membuat saya membutuhkan waktu yang tidak bisa dibilang cepat menyelesaikam
Saya seringkali melewati cerpen yang di paragraf-paragraf awal terasa rumit, bahkan memilih tidak melanjutkan membaca karena begitu kompleks dan gelap peristiwa yang diceritakan seperti pada cerpen "Akan Kuceritakan kepada Mar Kisah Ganjil tentang Bebek,Kucing, dan Terwelu."

Begitu pula dalam "Tam Tak Ingin Terbang", saya memilih melewatinya sebab bingung dengan banyaknya nama tokoh. Ditambah lagi, penulis bercerita dengan berpindah-pindah dari POV satu tokoh ke tokoh lainnya.

Penulis piawai menggambarkan kisah-kisah ganjil berjalinan dengan peristiwa lainnya sampai pada ending yang seringkali mengejutkan, tidak saya mengerti, atau saya memekik dalam hati, "aku suka endingnya!"

Saya suka ending cerita "Akhir Sang Gajah" seperti menyukai kisah persahabatan antara Badut dan Gajah  melawan arogansi kekuasaan dan keserakahan. Cerdas! Kepiawaian penulis menjalin cerita di arena sirkus berjalinan dengan luka masa lalu Badut.

Ending yang membuat saya bersorak berikutnya adalah "Sesam!" Dengan POV perempuan yang memilih mengorbankan mimpinya setelah menikah namun mendapat kekerasan mental dari lelaki patriarkhi, pilihan Kaluri di akhir cerita membuat saya bersorak, "bagus,Kaluri!"

Apa yang dialami Kaluri senasib dengan Ma dalam cerpen "Di Bukit, Kupu-Kupu Kuning Terbang". Hanya saja dalam cerpen ini penulis menceritakan dari POV anak Ma yang memilih ingin menjadi kupu-kupu kuning, terbang, menghilang  karena melihat luka Ma. Cerpen-cerpen ini menggambarkan para perempuan Indonesia yang kehilangan dunia dan mimpinya setelah berkeluarga karena patriarkhi memadamkannya.

"Dongeng yang Tak Pernah Usai" bercerita dari POV anak: Aku yang tak pernah didengar. Banyak dijumpai anak-anak yang menyimpan luka batin karena orang tuanya. Para orang tua yang menganggap sudah memberikan segalanya dengan bekerja namun menuntut anak sesuai ekspektasinya.
"Ah, banyak ibu yang mengabaikan anak yang telah dilahirkannya. Atau, jika tidak, sebaliknya ibu membentuk si anak seperti lempung basah yang ia bentuk sesuka hati. Jika lempung itu tak menjadi seperti yang ia mau, ia menghardik dan menyumpahinya menjadi batu." (Hal. 54).

Cerpen ini senada dengan "Mungkin yang Ia Simpan Adalah Petasan".  Luka masa kecil itu dibawa hingga berumah tangga. Parahnya, luka itu bisa diwariskan kepada anak, bahkan meledak seperti petasan.

Penulis gemar memakai alegori dalam cerpen-cerpen di buku ini, gajah,kupu-kupu,harimau, kucing. Soal kucing, dalam cerita "Segala yang Mati Harus Dikubur" penulis piawai menjalin cerita kematian Manis (kucing) dengan dua peristiwa besar, huru-hara tahun 65 dan 1998.
Tidak semua cerita serta merta bisa saya pahami. Alegori-alegori yang dipakai oleh penulis tidak semuanya saya mengerti,sebut saja cerpen "Serbuk Ragi."

Diksi yang dipilih penulis cermat dan indah. Saya merasakan keindahan diksi  hingga terasa berima dalam "Sesudu Senyum-Senyum". Bersetting daerah Timur Indonesia,penulis lincah merangkai kalimat demi kalimat hingga lokalitas Indonesia Timur terasa kental. Vibes Timurnya kerasa sekali. Saat membaca berasa sedang bercakap dengan logat Timur.

Cerpen yang paling favorit adalah Sima. Saya menyukai kisah harimau jawa  dan tokoh Roemina dalam mendobrak belenggu masing-masing hingga menemukan  kebebasan dalam diri mereka.

Meskipun ada tanda besar, ada ketidakmengertian, ada emosi yang terkuras membaca hal-hal ganjil dan peristiwa gelap di dalamnya, namun saya mengagumi cara bercerita penulis yang berbeda dari cerpen ke cerpen. Pada akhirnya semua cerpen selesai dibaca dengan tidak memaksakan diri menuntaskannya seketika. Buku ini kaya, tidak monoton, dan berani.
Profile Image for ℛ..
147 reviews25 followers
October 20, 2024
Buku perdana punya Kak Sasti Gotama yang aku baca. Dan cukup triggering karena jujur aku beli buku ini sekalian bukunya yang Ingatan Ikan-Ikan, ditambah covernya yang cantik jadilah jiwa impulsifku sedikit meronta.

Tapi, ternyata aku cukup dibuat mental setelah baca buku ini ditambah aku kadang beli buku tanpa lihat blurb, sehingga sewaktu baca buku ini aku banyak dibuat bengong, kaget, sampai menahan napas. Polesan Kak Sasti di buku ini cantik, penyampaiannya dengan diksi yang indah tapi masih bisa dimengerti buat aku naksir sama buku ini.

Naksir tapi mental tapi naksir.

Begitulah aku sepanjang membaca buku ini. Buku ini cukup banyak menyentil isu-isu yang jelas marak ada dan nyata di masyarakat, seperti pelecehan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, suicidal thought sampai suicidal attemp, penelantaran anak, tradisi-tradisi dan adat yang berlaku, mental health, pengorbanan untuk melepaskan, kehilangan, sampai dengan konflik saudara semuanya ada di sini. Tapi, (buatku pribadi) Kak Sasti sukses besar dalam menggambarkan isu-isu itu ke dalam tulisan yang cantik dan indah walaupun jelas memberikan kesan hampa, sedih, sakit hati, ingin menangis, dan marah sekaligus di setiap penghujung ceritanya.

Cerita yang aku paling suka dalam buku ini adalah Akhir Sang Gajah, Luka dan Segala yang Mati Harus Dikubur. Ketiga ini cukup berbekas di aku dan bisa banget bikin aku rasanya mau nangis.

Menggambarkan sifat-sifat manusia yang memang benar buat aku mempertanyakan, kok bisa ya ada manusia seperti ini? Ke mana akal pikirnya? Belum lagi kejanggalan-kejanggalan yang ada di sosial dimulai dari persoalan patriarki, tradisi dan agama sampai dengan bobroknya pemerintahan buat aku rasanya ditampar keras-keras. Reality check yang bikin aku sadar bahwa sebetulnya, kita semua gak baik-baik aja.

Buku ini menurutku sangat recomended, tapi harus diperhatikan beberapa emelen yang ada di dalam buku ini yang juga menurutku cukup ... (sangat) triggering.
Profile Image for Ardhias Nauvaly.
68 reviews3 followers
May 30, 2025
sasti membawa isu gender di berbagai lapangan dan variannya menjadi begitu dekat, begitu bisa diindera. Bahkan cerita-cerita yang tampak "tidak-bergender" seperti cerpen "Akhir sang Gajah" pun kental nuansa femininitas, tentang welas-asih dan solidaritas tanpa kenal jenis makhluk. Sembilan belas cerpen selain "Akhir Sang Gajah", whoah, berkali-kali saya dibiarkan tepar di ujung cerita oleh sasti. Kemampuan sasti untuk memberondong pembaca dengan suara para tokoh atau Aku-Narator yang intens dan berkarakter kuat, tidak bisa ditampik di kumcer ini.

Cerpen favorit saya:

1. "Saksi Gloria", dengan cerdas menghancurkan belenggu korban kekerasan seksual yang selalu dituding kurang bukti dan kurang saksi; sasti menjadikan berbagai benda dan makhluk sebagai saksinya---teknik polifoninya kurang berbeda suara satu sama lain, sebenarnya, tapi keputusan untuk menyusun cerita dari beragam suara ini jenius dan efektif untuk konteks ini.

2. "Selamanya", sasti pernah mengeluh, dia sulit menulis romans. Saya mau bilang, "Mba sasti, di cerpen ini, kamu luar biasa sekali dalam menuliskan cinta." Cinta yang kandas, cinta yang pahit. Kamu juga sukses menuliskan isi kepala "pria baik-baik" yang selingkuh.

Soal isu gender, sayang sekali di blurb-nya tidak ditonjolkan. Hanya umum saja, "... membuat pembaca mempertanyakan ulang apa artinya menjadi manusia."

Memang, sih, di paragraf awal blurb, sudah dideret berbagai pertanyaan retoris yang memberi lanjaran pada calon pembaca bahwa kumcer ini ada urusannya dengan "gender/perempuan/seksualitas". Dan memang juga sih, kumcer ini bagian dari "Seri Sastra Perempuan"-nya Mizan.

Untuk laki-laki, percaya deh, justru "Sastra Perempuan" begini yang mesti baca ya kita. Untuk perempuan, meski kenyataan yang dijembar sasti dalam dua puluh cerpennya barangkali sudah pernah kalian rasakan, intensitas sastra memungkinkan kalian untuk memikirkan lebih dalam kenyataan gender yang barangkali cuma tercecap sepintas lalu. Dan sasti, dalam "Akhir sang Gajah di Bukit Kupu-kupu", menyediakan intensitas untuk membuat kita---pria atawa perempuan---paham bahwa kekerasan atas nama gender itu tidak ada urusannya dengan kelamin apa yang terpasang di selangkangan kita.
Profile Image for Pratiwi Utaminingsih.
71 reviews7 followers
October 28, 2025
Don’t judge the book by its cover. Ya, pepatah legend yang pas untuk menggambarkan kumcer karya Sasti Gotama yang berjudul Akhir Sang Gajah di Bukit Kupu-Kupu. Judulnya lucu, covernya estetik menarik, tapi siapa sangka isinya mengandung banyak kegetiran. Dari 20 judul cerpen, cukup sulit menentukan mana yg jadi favorit saya. Karena semuanya baguuusssss 👏🏻👏🏻👏🏻
Walaupun ada beberapa cerita yang saya kurang paham maksudnya, tapi tidak mengurangi nilai dalam cerita tersebut. Mari kita bahas cerita-cerita yg jadi favorit saya (setelah pemilihan yang cukup sulit 😬)
1. Akhir Sang Gajah - sepertinya satu-satunya cerpen yg berakhir bahagia
2. Waka Waka Waki Waki Sum Sum - potret satire tentang skandal petinggi agama
3. Batavia yang Tak Sesuai Rencana Lucretia - I need part II nya dongggg. Nanggung banget diapain Catia sama Lucretia???
4. Kotoran di Tubuh Nin - ngilu banget bayangin Nin gosok-gosok tubuhnya sampe ngelupas 😭
5. Dongeng yang Tak Pernah Usai - jangan dibaca waktu sendirian dan di malam hari. I’ve warned you!
6. Saksi Glori - Kasian Glori 😢 kira-kira apa yang mau disambung sama istri Jerapah ya?
7. Sesam - haahhhh sangat relate dengan kehidupan sebagai IRT 😢
8. Ke Mana Salema? - jadi yang digeret di koper itu siapa? 😱
9. Mungkin yang Ia Simpan Adalah Petasan - another story about how hard to be a mom. Apalagi dengan luka inner child yang mendalam 🥺
10. Abrakadabra - Mursal hilang ke mana? 🤔
11. Akan Kuceritakan Kepada Mar Kisah Ganjil Tentang Bebek, Kucing dan Terwelu - ga nyangka banget sama plot twist-nya 😭
12. Di Bukit, Kupu-Kupu Kuning Terbang - Nak, kamu bukan alasan Ibu tidak bisa terbang seperti kupu-kupu. Maka jangan pergiii 😩😭

So that’s it. Definitely will look forward for others Sasti Gotama’s books. I loooveeee iiittt!!

📚 Akhir Sang Gajah di Bukit Kupu-Kupu
✍️ Sasti Gotama
⭐️ 9.7/10
Profile Image for _resensi.
1 review
October 23, 2025
Siapa sangka, buku dengan sampul se-ceria ini dibuka dengan: “Ketika kaki Boo meremukkan batok kepala si bocah, hening menghentak…” Kalimat yang begitu menghantam dan menyesakkan.

Dua puluh cerpen disajikan dengan rasa duka, lara, dan luka yang mayoritas subjeknya adalah perempuan.

Perempuan dengan pengalaman traumatiknya, perempuan yang harus mengorbankan mimpinya, perempuan yang merasakan dilema moral, perempuan yang menjadi korban kekerasan dari manusia-manusia nirempati, dan hal-hal nestapa lainnya.

Aku tertarik membacanya karena buku ini salah satu pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2025. Selain itu, ada testimoni dari Seno Gumira di belakang buku —eh terus kenapa? Aku penggemar SGA! dan ini seolah-olah menjadi ‘jaminan mutu’ buatku.

Selesai baca cerpen pertama, aku langsung yakin: “Kayaknya aku bakal suka deh sama semua cerpen di buku ini.” dan yap, benar. Beruntungnya aku, pertama kali ‘mengenal’ Sasti Gotama bisa langsung jatuh hati dengan karyanya.

Selain ceritanya yang segar, gaya bahasa yang digunakan juga indah meski tak selalu mudah. Ada beberapa momen yang mengharuskan aku buka kamus untuk cari tau maknanya.

Sedikit saran untuk penerbit, supaya bisa menambahkan kategori khusus dewasa atau semacam ‘trigger warning’. Sebagai pembaca, kadang aku merasa kurang nyaman di beberapa cerita.

Selain apresiasi untuk Sasti Gotama sebagai penulis, apresiasi juga untuk Nadya Noor sebagai ilustrator sampul yang ciamik ini.

Terakhir, cerita yang berkesan bagiku:
⭐️Saksi Glori
⭐️Akan Kuceritakan kepada Mar Kisah Ganjil tentang Bebek, Kucing, dan Terwelu
Profile Image for bia.
43 reviews1 follower
January 23, 2026
kisah’ cerita ini cantik juga apik! 🪻🤭
SANGAT SANGAT IMAJINATIF DAN PENUH PLOT TWIST 😵🫨

beberapa kisah ada yang ga cukup dibaca sekali. harus dua kali ataupun seterusnya buat ketemu pemaknaan baru 🌟🫸🏻🫷🏻

covernya CANTIKKK 🩷🐘🐯💁🏻‍♀️🦋
ada kisah yang ada di cover 👏🏻🫶🏻

terlalu panjang untuk aku jelasin rating per cerita (isinya ada 20 cerpen!) so, here’s my favorite cerpen 10/10 🙌🏻
1. sima; wah… pas baca ini emosi aku semua keluar. sedih. marah. terharu! miris… wanita yang kehilangan kendali atas HIDUPNYA SENDIRI?!
2. saksi glori; cerita ini unik dan plot twist parah 😭
3. luka; GA EKSPEK ada cowo cukup green flag walau miscommunication krn cerpen sebelumnya rata’ cowo red flag 🚩‼️ sedih banged…
4. di bukit, kupu-kupu kuning terbang; aku suka krn mungkin agak relate di aku:( ibu yang merelakan impiannya krn punya anak dan pov anaknya sungguh NYES walaupun aku ga ikut terbang 😢

dan banyak cerpen lainnya yang bikin aku tertegun:
- waka waka waki waki sum sum
- dongeng yang tak pernah usai
- sesam
- tam tam ingin terbang
- mungkin yang ia simpan adalah petasan
- akan kuceritakan kepada mar kisah ganjil tentang bebek, kucing, dan terwelu
- lingkaran
- selamanya

semua cerpen di buku ini cukup menyentuh 🤞🏻🤩
tapi emang beberapa ada yang aku kurang bisa langsung paham dan tangkep maksud makna ceritanya, jd emang harus baca beberapa kali dan jd pusing t—t
Profile Image for kangenaksara.
20 reviews
December 16, 2025
Awal terbitnya buku ini aku udah ngincer banget karena aku suka sama judul dan covernya yang cakep banget. Berhubung TBR dan wishlistku pada saat itu masih numpuk, aku memutuskan untuk gek beli dulu. Sampai akhirnya aku tahu bahwa buku ini masuk dalam daftar panjang Kusala Sastra Khatulistiwa akhirnya auto checkout dan selamat kepada "pawang gajah" sudah memenangkan penghargaan ini untuk kategori cerpen.

Akhir Sang Gajah di Bukit Kupu-Kupu layaknya sebuah masa kanak-kanak dalam diri orang dewasa. Ramah tapi tajam dan berkesan. Setiap orang dewasa yang membaca buku ini akan mengingat masa kecil dengan pemikiran sederhana. Mengingat nama dengan sederhana, mengingat seseorang dari ciri khas sederhana. Dan sebuah lingkaran kebahagiaan yang cukup sederhana.

Seperti di slide unggahan ini, judul dari buku ini diambil dari dua cerita pendek yang menjadi awal dan akhir.

Bukunya lumayan tipis jadi bisa dibaca sekali duduk dan dinikmati cerita-cerita unik, rada heboh, dan penuh plot twist ini. Dari cerita ke cerita tu berasa banget nyawanya dan setiap cerita ditulis dengan baik. Gak ada yang saling menonjol. Tema yang dipilih juga beragam. Sedangkan hal yang aku sukai dari buku ini adalah pemberian nama tokoh yang unik.
Profile Image for cel.
97 reviews5 followers
July 27, 2025
Cerpen-cerpen favoritku:
★ Saksi Glori (ini seru dan KEREN banget sih. karena ketika Glori menjadi korban, gak ada saksi, akhirnya nyeritain dari POV organ-organ tubuh Glori)
★ Sesudu Senyum-Senyum (INI JUGA SERU DAN AGAK SEDIH tapi BAGUS menurutku)
★ Serbuk Ragi (tentang Indonesia di 2045 yang mengalami penurunan angka kelahiran sehingga pemerintah memaksakan untuk setiap warga menikah dan beranak pinak. dan akhirnya Nesia dan sang suami memutuskan untuk melahirkan "anak-anak" untuk melawan keputusan itu. ANJAY KEREN POKOKNYA)
★ Di Bukit, Kupu-Kupu Kuning Terbang (ini juga sedih!! tentang wanita yang ketika menjadi seorang ibu, terpaksa harus melepaskan semua mimpi-mimpinya karena harus menjaga anak)

Di kumcer ini, isinya mostly tentang bagaimana kehidupan wanita saat ini yang terbatas. Merasa relate banget karena hal-hal yang di cerita ini tuh berada di sekitarku.

---
Hidup memang berat dan jahanam. Hidup mungkin bukan perihal mengejar kebahagiaan. Hidup terkadang hanya upaya mempersedikit kesakitan. Kamu kuat. Kamu hebat. Jangan lompat!
-Cerpen Tam Tak Ingin Terbang
Profile Image for Nidos.
302 reviews78 followers
January 3, 2025
Blind buy yang dimaksudkan buat menutup Reading Challenge tahun lalu ternyata baru kelar pas udah tahun baru. Gapapa, ternyata seru.

Benar ulasan lain yang bilang jarang-jarang kumcer semua entrinya relatif sama kuat dan sama bagusnya. Idenya ada aja, genrenya juga, bahkan mungkin terlalu campur aduk dan nggak jelas yang menyatukan mereka semua di sini apa selain tulisan dari penulis yang sama aja. Diksinya lucu dan kadang arkais/nonpopuler—beberapa kali bikin harus cek KBBI.

Kurangnya cuma pengulangan nama sedikit mengganggu sih, kayak, lah ini kan nama di cerita barusan kok ada lagi? Padahal beda orang. Sepele sih wkwk.

Oh sama pas baca ini jadi keinget kumcernya Riyana Rizki sama Ulan. Secara konsep dua itu lebih jelas maunya apa, tapi secara konten tulisan Sasti kayak lebih kena di saya. Yah sometimes its as simple as "if it hits you, it hits you" memang.

Empat bintang penuh buat kumcer warna-warni Nano Nano ini! Jadi tertarik buat baca tulisan lainnya dari Sasti Gotama.
Profile Image for Shabrina Haq.
21 reviews
March 19, 2025
Kupinjam buku ini dari teman karena merasa penasaran setelah membaca chapter pertama yang ceritanya entah mengapa mengingatkanku antara cerpen Hemingway, atau George Orwell shooting an Elephant minus suasana kolonial, tetapi masih di India, eh, atau Burma ya? atau cerita pendek absurd karya Maggie Tjoakin. setelah membaca lebih lanjut, ternyata Sasti Gotama punya suaranya sendiri yang membedakan ia dengan penulis-penulis yang sebelumnya aku sebutkan.
This is truly an amazing read, rasa-rasa kekecewaan kepada kemanusiaan kerasa banget! I love how she presents the issues surrounding women and our autonomy through this beautifully harrowing story. Kan, jadi inget "A Terrible Beauty is Born"
Judul-judul yang paling aku suka adalah "Sima", "Saksi Glori", "Lingkaran", "Serbuk Ragi", dan "Di Bukit, Kupu-Kupu Kuning Terbang". Udah ah, segitu dulu meracaunya...
Profile Image for Rio Edrigo.
26 reviews
August 17, 2025
Cerpen Sasti Gotama menyajikan cara bertutur yang segar dengan diksinya yang menggunakan istilah bidang kedokteran. Kamu akan menemukan istilah penyakit, bagian tubuh, dan jenis obat yang sangat teknis dalam cerpennya. Istilah teknisnya ini menaburi setiap cerpennya dan kental terasa di cerpennya yang berjudul "Saksi Glori". Di "Akhir sang Gajah" kamu akan bertemu diksi berbahasa daerah dan bahasa asing seperti dari Myanmar. Repertoar bahasanya dipengaruhi oleh latar dan pengalaman penulis.
Cerpen-cerpen Sasti berangkat dari pertanyaan yang gelisah untuk dijawab melalui tulisan. Setiap pertanyaan dibalut dalam cerita yang menyisakan ruang bagi pembaca untuk merenung. Akhir cerpennya selalu terbuka dan diserahkan kepada pembaca. Sasti nampaknya juga memiliki kekhawatiran dan perhatian yang menggelikan akan generasi emas yang tergambar dalam paragraf di (Serbuk Ragi, hlm. 145).
Profile Image for Maddy.
106 reviews2 followers
December 13, 2025
"
Hidup memang berat dan jahanam. Hidup mungkin bukan perihal mengejar kebahagiaan. Hidup terkadang hanya upaya mempersedikit kesakitan.
"

Buku ini berisi 20 cerita pendek yang masing-masing punya pendekatan dan pembahasan yang menarik. Namun ketika membaca keseluruhan cerita, aku pribadi merasa agak ganjil karena penyatuan setiap cerita dalam satu buku ini terkesan terlalu acak dan ada beberapa perspektif (baik secara literal sudut pandang penceritaan maupun sudut pandang penulis mengenai topik yang dibahas) yang membuat aku mempertanyakan kembali stance dan pesan yang ingin disampaikan penulis melalui ceritanya.

But still, buku ini bisa jadi salah satu pilihan bacaan menarik dengan gaya penulisan yang puitis.

Cerita favorit: Mungkin yang Ia Simpan Adalah Petasan.
Profile Image for ellio.
4 reviews
September 18, 2025
Read it because I’m attracted to the cover, CANTIKKK BANGET 🥺 Judging by the cover, sinopsis and the title, udah tau ini buku bagal bagus and it’s true 🙂‍↕️ Isi bukunya itu kumpulan cerpen sasti, dan topik yang dibawain dari cerpen-cerpen itu mostly around perempuan (idk tho mungkin semuanya? Cuman ada yang lebih ke topik masalah general) cerpennya talks alot about women’s problem, kaya isu kdrt, isu pelecehan, mental health problem, etc. Paling suka yang “Saksi Glori”, cara penyampaian ceritanya unik bahkan ini buat aku pertama kali liat yang sudut pandangnya gini. Aku juga suka yang Batavia, Tam, sama Sesam, tapi jujur suka banget sama semuanya, great work Sasti ⭐️
Profile Image for Shinta_read.
306 reviews14 followers
July 30, 2025
Kumpulan cerpen sastra ini berani mengambil beragam setting (tak hanya di Indonesia) dan mengangkat beragam tema, tapi, yah, semuanya getir.

Awalnya agak sulit mengikuti gaya bahasanya, namun setelah satu dua cerpen, hal ini tak menjadi masalah. Dari kisah seekor gajah sirkus, sampai seorang anak yang teraniaya, setiap cerpen Sasti Gotama membuat kita merenung dan beberapa di antaranya memiliki twist yang ciamik. Pantaslah sekiranya sebagai pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2025 Kategori Kumpulan Cerpen.
Profile Image for Hanifah Rahmania.
69 reviews2 followers
December 20, 2025
Antologi yang bukan hanya menyajikan cerita namun juga isinya daging (re: pengetahuan), pesan moralnya deep, alur ceritanya unik (terkadang ngeri), dan diksinya sangat kaya.
20 kumpulan cerita pendek yang sebagian besar mengangkat isu kemanusiaan, kritik sosial, kesehatan psikis/mental, dan luka manusia, termasuk sisi rapuh wanita dan perannya sebagai anak, istri, serta ibu.
Saat membaca, saya merasa tulisannya berbunyi dan hidup.
Sangat layak mendapatkan berbagai award.
Displaying 1 - 30 of 61 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.