Mano pergi ke TKP kasus pembakaran yang diduga berkaitan dengan Hiroki Dan. Di reruntuhan bangunan yang terbakar, ditemukan jasad yang dibunuh secara brutal dan korek api dengan noda darah Dan.
Apakah ini merupakan salah satu hukuman dari Dan? Pertempuran terakhir semakin dekat…
Kali ini, main hakim sendiri yang Hiroki Dan lakukan tidak salah sasaran. Kejahatan yang dilakukan korbannya benar-benar tidak bisa dimaafkan. Sebagai pembaca, rasanya mudah memahami kenapa Dan malah jadi diidolakan.
Porsi cerita dalam volume ini pun masih lebih berat tentang Dan, dan beberapa orang pada masa lalunya, termasuk Yoshikazu. Kemunculannya di sini membuat saya agak kesal. Mengapa remaja baik hati yang digambarkan di sini nasibnya kelak malah memutuskan untuk menyerah kalah pada tekanan penjahat yang membunuh orang tua dan orang yang disayanginya? Begitu juga dengan sikap Dan saat remaja kelak saat bertemu Yoshikazu kembali. Ah.
Satu-satunya hiburan mungkin selembar halaman ilustrasi Mano dan Sawaguchi berjalan bersama dengan payung di genggaman masing-masing di tengah salju dan Dan berpapasan dengan mereka tanpa disadari.
Karena kasus kali ini tentang kebakaran, uji yang dibahas adalah kromatografi gas-spektrometri massa (GC-MS). Meski menarik, tetapi tidak semenarik itu, sih. Untungnya, kabarnya volume 13 adalah volume terakhir seri ini. Masih saya nantikan kalau begitu.
Nunggu terbitnya lamaaa bgt. Udah di teaser tinggal 1 vol lagi menuju tamat.
Mano gak byk diceritain di vol ini, malah ada sepotong kasus pelecehan seksual di sebuah panti asuhan, yg kemudian jd tempat Hiroki Dan melancarkan kejahatan berkedok penghukum orang-orang jahat. No wonder kalo ada org yg bersimpati dan mengagungkan perbuatan jahatnya dan malah jadi followers setianya karena yg diharapkan orang2 kalo ketemu orang jahat adalah dia dpt balasan yg setimpal dgn perbuatannya.
Akhirnya di reveal siapa Mitako Ayaka dan hubungannya dgn Hiroki Dan kenapa pula dia sangat pgn mengakhiri kejahatannya Dan.
Semoga endingnya memuaskan karena cuma tinggal 1 vol doang 😂 Kalo bisa jgn di kill dong si Mitako ini 😭
In general not much happened in the story , we are seeing Hitomi Dan visiting the place when " he fell in love" but that kind of it. There are no longer forensic cases, only cases are dead bodies of the director of the orphanage, who sexually abused a bunch of kids and young workers there and because of that we are finding what is the connection of the main chief of the police.
I am interested in how this is gonna end, since there is one last book in this series , and we didn't see that much in this book, only the connection of the main chief of the police with Hitomi , but there are not much to see how this is gonna end .
This entire review has been hidden because of spoilers.
Volume kali ini fokus ke kasus panti asuhan Asaoen, tempatnya Kepala Mitaka dulu tinggal. Sebelum itu ternyata ada cerita dibalik mayat yang ditemukan di semak² dekat panti asuhan dari volume sebelumnya.
Emang ketua panti asuhan ini brengsek parah sejak zaman Kepala Mitaka ada sampe anak panti yang kerja di situ. Hubungan Kepala Mitaka, Hiroki Dan, dan Yoshikazu.
Di volume ini juga dikenalin analisis zat kerosin pake GC-MS oleh labfor. Langsung hafal penjelasannya karna relate sama materi kuliah dulu.
Utak Atik analisis forensiknya ngga terlalu banyak. Cerita pada manga ini sebagian besar menampilkan sudut pandang para tokoh yang terpaksa menjadi pelaku pembunuhan saat kondisi tertentu. Dua kondisi yang berupaya menggaet pembaca untuk memaklumi pembalasan yang terjadi dalam cerita bernilai benar.
Oiya, di sini sosok Dan muncul lagi. Ada kilasan masa lalu dia saat bertemu dengan kakaknya Reiji saat berusia remaja. Ternyata Dan sudah punya bibit menjadi pembunuh 'penjahat' sejak usia dini.😅
Jilid ini 'giliran' Ayano Mitaka yang dapat kesempatan menjelaskan kaitannya dengan Hiroki Dan. Di satu sisi, kasus ini lebih mengaduk emosi karena memperlihatkan peranan Hiroki Dan yang lebih intens dari kasus2 lainnya.