Salah satu skripsi terbaik dari jurusan ilmu sejarah yang pernah saya baca. Fay dalam tulisannya ini melakukan semacam eksperimen, alias keluar dari pakem penulisan/penelitian sejarah konvensional (terutama di level S1) yang umumnya mengedepankan rangkaian peristiwa dalam suatu lingkup spasial/temporal yang amat spesifik. Bisa jadi, ini adalah sebentuk keberhasilan penggunaan pendekatan multidimensional yang digaungkan oleh Sartono, yang mana nyaris sedikit berhasil ketika dipraktikkan di level sarjana.
Fay menguraikan perkembangan bahasa dan kaitannya dengan pergerakan kebangsaan Indonesia sepanjang kemunculan gerakan nasionalis di awal abad 20. Bahasa dalam hal ini adalah gagasan, term, dan semua alam pikir yang datang dan dikonsumsi oleh kaum pergerakan, untuk kemudian mereka perkenalkan ke khalayak dan lantas menjadi motor bagi pembentukan tentang sebuah bangsa dan negara nantinya. Yang kemudian ia soroti misalnya: partij, socialisme, kommunist, actie, mogok,kapitalisme, sabotase, revolutie, propagandist, propaganda, proletar, boijkot, sampai demonstratie, dan masih banyak lagi. Kesemuanya, kosa kata beserta alam pikir baru yang dibawanya, mewarnai khazanah bahasa Melayu saat itu yang pada akhirnya turut serta menjadi embrio bagi kemerdekaan Indonesia nantinya.