Mereka hilang dalam hitungan detik. suara tawa anak-anak di teras rumah malam itu akan selalu menjadi kenangan paling menyakitkan. Rasanya baru kemarin aku menghabiskan waktu, duduk bersama mereka di teras rumah sambil menyanyikan beberapa lagu untuk mengobati luka di hati kita masing-masing sudah biasa kupastikan bahwa luka yang ada di hati mereka adalah aku penyebabnya.
Alunan gitar yang sesekali kumainkan, menjadi caraku untuk menebus semua kesalahanku selama ini, yang ternyata sama sekali tidak cukup menghapus kesalahanku.
It tells the story of a family that is no longer perfect, having lost several his children and a wife after a devastating flood—a difficult reality for a father trying to continue with life.
This book is well-written, but unfortunately, there are many paragraphs that are repetitive, which made me feel a bit bored halfway through the chapters.