Ada sebuah legenda yang diam-diam tersebar di kampus. Sebuah legenda yang hanya diketahui oleh orang-orang tertentu. Tentang seseorang yang sangat ahli dalam merusak hubungan pasangan, yaitu The Matchbreaker.
Para penyewa jasa The Matchbreaker datang dari berbagai kalangan dan alasan, seperti teman yang ingin menyelamatkan temannya dari kekasih yang berselingkuh, orang tua yang tidak merestui hubungan anaknya, pasangan yang sudah terlalu toxic, tapi sulit untuk berakhir, atau yang ingin lepas dari suatu hubungan yang abusive.
Saat itulah, The Matchbreaker akan beraksi. Bekerja dengan cara yang misterius, dengan ratusan muslihat untuk diam-diam menghancurkan hubungan sepasang kekasih. Bergerak dalam senyap, tidak terdeteksi.
Namun, tidak akan ada yang menyangka bahwa otak di balik The Matchbreaker adalah seorang mahasiswa tingkat akhir yang sedang mandek mengerjakan skripsinya. Si pemilik akal bulus yang memegang rekor keberhasilan 100% dalam setiap usaha matchbreaker-nya. Hingga akhirnya datang sebuah request matchbreaker yang akan mengancam nilai sempurna itu. Kali ini, bahkan sang matchbreaker pun tidak bisa terhindar dari yang namanya jatuh cinta.
Akankah kali ini The Matchbreaker berubah menjadi The Matchmaker?
Seruuu dan akhirnya kelar. Sukaaa dan akhirnya nemu novelnya Bang Bri yang happy ending 😍 Menceritakan Dimas dan Ikhsan, sang matchbreaker-kebalikan dari matchmaker, yang tugasnya merusak hubungan orang. Perkenalan Dimas dengan Feni, sebagai salah satu kliennya yang adalah temannya Ryan terlihat sangat natural. Juga kehadiran Lifana yang ternyata temannya Gracia juga tidak terkesan memaksa. Di awal, tugas matchmaker berjalan normal hingga saat Feni meminta Dimas untuk tidak melanjutkan. Mulai bingung tapi di situlah plot twistnya. Skenario palsu yang justru menjadi nyata. Hahaha seruuu, ga kepikiran banget kalo ternyata seperti itu.
Saat Feni menyebut astroboy pas Dimas mengejar Rara di lorong kampus, auto mikir, lah bukannya Feni udah kenal Dimas? Ini gimana sih? Apa ada part yang saya kelewat? Hahaha astaga bang Bri ini keren sih. Terus pas Ryan menceritakan jobdesk Dimas, masih belum ngeh, cuma mikir loh masa diceritain ke banyak orang, bukannya ini pekerjaan underground. Baru bener-bener paham pas Feni minta Ryan untuk dikenalkan ke Dimas. Oalaaah ternyata alurnya mundur dulu ya ini. Ahh hahaha.
Saya suka sama tokoh-tokohnya, minus Meddy 😂 awalnya ngira Meddy beneran selingkuh, tapi pas tau itu skenario, ohh brarti enggak, lah tapi lama-lama kok beneran? Duh Meddy emang bener-bener sihh. Sempet sebel sama Gracia, kasihan juga sama Feni. Tapi ya gimana ya, kalo di posisi Gracia lagi rapuh-rapuhnya, ada cowok humoris datang menghibur ya gimana ga luluh. Trus Feni, patah hati menjelang tugas akhir tu juga bikin kacau. Ahh semua bener-bener terlihat manusiawi. Bang Bri bisa memperlihatkan rapuhnya Gracia, patah hatinya Feni, bingungnya Dimas dengan sangat apik. Dimas si enggak peka, tapi humoris, cerdas, ga kepikiran sama trik trik iblisnya yang dia lalukan buat melakukan matchbreaker, suka sama perlakuan dia ke cewek, meskipun kadang geregetan, mau ke siapa sih sebenernya. Ahh tapi sukaaa 😍
Dimas si matchbreaker yang akhirnya menjadi matchmaker hahaha. Overall, Bang Bri emang gapernah gagal, novel ini baguus buat hiburan, seruuu sama jalan ceritanya, alurnya rapi penuh plot twist.
The Matchbreaker, tertarik karena punya premis yang menarik. Embel-embel jadi matchmaker yang jodohin orang, justru mereka coba buat rusakin hubungan orang. Storynya ringan dan anak muda banget, jadi emang gampang masuk dan disukain anak muda. Latarnya mostly di kampus daerah Bandung dengan tokoh utama anak kampus semester akhir dan kisahnya menjadi matchbreaker.
Ketika baca sinopsis awalnya, saya berpikir ini akan jadi cerita Dimas, sang MC dalam menjalankan banyak misi matchbreakernya. Tapi ternyata engga, fokusnya hanya di satu misi ini yang nantinya akan menjadi kompleks seiring cerita, dan misi-misi sebelumnya hanya diceritakan lewat penggambaran singkat. It's good tho, jadi biar pembaca bisa fokus dan into dalam satu story panjang aja.
Fokus cerita hanya berpusat pada Dimas sebagai tokoh utama, sedangkan rekan matchbreaker sekaligus bestienya, Ikhsan, hanya diceritakan sebagai pelengkap yang tahu suka duka Dimas dalam asmara dan kehidupan pribadinya. Sedangkan teman Dimas lainnya tidak diceritakan dengan detail, hanya sebagai pelengkap. Tokoh utama wanita Feni, digambarkan supel, ceria, dan asik namun profesional dalam pekerjaannya. Intinya ini kisah Dimas dibantu Ikhsan dalam menjalankan misi yang diberikan Feni, namun misi ini akan menjadi kompleks karena ada plot twist dalam misi ini.
Penggambaran setiap karakter semuanya menarik dan mudah diingat pembaca. Dimas dan Ikhsan yang sama sama petakilan tapi loyal banget, Feni yang kayak bocil, Gracia yang anggun tapi asik juga, dan Ryan yang dewasa tapi kocak juga, dan beberapa tokoh lainnya yang sebetulnya menarik kalau dibuat spinoffnya, terutama kisah Lifana dan Ryan yang unik.
Overall, cerita menarik dan ringan, penggambaran karakter memorable, romansa nya dapet, lucu nya juga dapet. Tapi ada beberapa yang saya cukup notice dan bingung, fontnya agak dempet dan kecil ditambah beberapa page awal paragrafnya agak miring, tapi ga mengganggu sih.
Last, it's a fun novels with fun stories in it, enjoyable with no complicated stuff or big problems, some details like families and issues ga sedalam itu dibahasnya, jadi memang fokusnya hanya mereka dan kehidupan percintaan di masa kuliah mereka aja.
buku ini tuh nyeritain tentang si dimas yang buka jasa matchbreaker, nah jasa ini tuh digunain untuk ngehancurin hubungan orang— bisa karena dia terjerat hubungan toxic, pacarnya selingkuh, dll. tapi alih alih ngehancurin hubungan orang, dimas malah dapet pasangan baru. tapi kisahnya unik banget soalnya si cewek make a move duluan. 😳
dan seperti biasa, ini buku yang khas brian khrisna banget, soalnya karakter tokohnya kalo asbun lucu banget. 😭 terus brian khrisna kalo bikin tokoh tuh kan seringnya jelek dan miskin wkwk, dimas juga tapi kayaknya masih agak cakep dikit dan agak PINTER tapi bloon juga sih. terus karakter dimas di sini tuh apa ya... bikin geregetan soalnya gak peka, tapi dia care dan effort bgt (tipe gweh nih).
oiya pertengahan baca buku ini aku baru sadar kalo dimas tuh pernah muncul di parable jugak. dan di sini ntar juga muncul si dewa!! lumayalah ngobatin rasa kangen ke dewa walau dia muncul cuman secuprit. 🤓
Awal-awal pasti belum kerasa serunya, tapi lama kelamaan di baca seru abis. Kebanyakan dari sudut pandang cowok jadi yaa begitulah dunia cowok, kasar dikit gamasalah. Ceritanya kocak ada komedinya, alurnya rapih, pembaca di bawa perlahan-perlahan sampe ada plot twist juga woyy. Hahaha tidak mengecewakan deh pokoknya. Cocok untuk di baca umur 18 tahun ke atas biar relate.
pembawaan gaya bahasanya gaul abis diselingi humor yang lucu! Cocok untuk yang lagi nyari buku buat ketawa-tawa dengan konflik yang ga begitu berat. Pace ceritanya sudah cukup pas. Enjoy banget bacanya! (buat kamu yang pengen istirahat dari hectic duniawi, mending baca ini deh.. bikin greget gemes dan ngakak abis sama celetukan asbun tokohnya)
Buku ini memberikan POV yang menarik tentang cinta, kisah tentang duo matchbreaker yang ternyata terjebak dalam skenario palsu yang menjadi nyata. Brian Khrisna juga tetap memberikan sentuhan komedi yang selalu menarik disetiap karyanya.
(4.50/5) “The Matchbreaker” menjadi buku pertama karya Brian Khrisna yang saya baca. Saat sedang menelusuri internet dan mencari rekomendasi buku-buku karya Brian Khrisna, bukannya tertarik dengan yang best-seller seperti “Bandung Menjelang Pagi” atau “Sisi Tergelap Surga”, saya lebih tertarik dengan buku The Matchbreaker ini. Keseluruhan konsep dari buku ini membuat saya tertarik untuk ingin mengetahui lebih lanjut apa yang terjadi di dalamnya.
Buku ini bercerita tentang seorang mahasiswa bernama Dimas yang memiliki pekerjaan tak biasa sebagai matchbreaker yaitu seseorang yang dibayar untuk mematahkan hati atau hubungan orang lain—berbeda dengan matchmaker. Dari sini lah saya tertarik. Konsepnya unik dan jarang ditemukan. Dan benar saja, buku ini memang tidak mengecewakan sama sekali.
Kisah dimulai ketika Dimas mendapatkan satu klien, seorang perempuan bernama Feni, kenalan dari temannya, Ryan. Oh iya, perlu diketahui bahwa pekerjaan Dimas sebagai matchbreaker ini cukup rahasia, tak semua orang tahu. Hanya Dimas sendiri bersama teman yang membantunya, Ikhsan, dan juga beberapa teman dekat lainnya. Feni meminta bantuan Dimas untuk mematahkan hubungan temannya, Gracia, dengan pacarnya, Meddy. Namun ini bukan sekedar pekerjaan seperti biasanya, ada plot twist yang sangat… membuat saya sakit hati juga :(
Disclaimer, sedikit spoiler. Disini, jujur, saya kurang suka dengan karakter Feni. Cara Feni menempuh seluruh jalan ini hanya untuk mendekati Dimas itu sangat tidak benar. Ada banyak cara lain yang lebih baik untuk mendekati seseorang tanpa harus mengorbankan perasaan orang lain. Feni harusnya sadar konsekuensi apa yang akan dihadapi saat ia mengambil jalan ini. Akhirnya apa yang terjadi karena dia gak peka? Dia juga akan sakit hati.
Meskipun demikian, buku ini tu seru bangettttt! Novel penuh plot twist yang bikin ngakak, kesel, happy, sedih, semuanya di blender jadi satu. Worth it banget untuk dibaca!
Lalu, kenapa tidak 5 bintang penuh? Preferensi pribadi saja sebenarnya, saya lebih suka penulisan yang terkesan rapi seperti di buku Brian Khrisna yang berjudul Bandung Menjelang Pagi. Ingat, ini hanya preferensi pribadi saja dan tidak mengurangi nilai buku secara keseluruhan. Pokoknya kalian harus tetap baca!
Kutipan pilihan: “Once you find your person, there's nobody else you want." (Hal. 131) "We all have that one person that we'll always have feelings for. No matter what. Just one look, and you know, he's the one.” (Hal. 131) “Kelak kamu akan mengetahui sebuah fakta penting. Bahwa ada perpisahan sebelum bertemu, juga ada kehilangan, padahal belum memiliki. Dan keduanya jauh lebih sakit, daripada mengakhiri hubungan yang sudah berjalan ribuan hari.” (Hal. 267)