Menulis kisah keluarga selalu butuh keberanian. Keberanian untuk menyusuri ingatan, keberanian untuk merelakan, keberanian untuk menyadari segenap luka dan trauma. Menulis kisah keluarga adalah sebuah proses untuk menerima dan menyembuhkan, sekaligus perjalanan untuk kembali memaknai setiap detik pengalaman dengan kelapangan hati dan segenap rasa syukur. Pada akhirnya catatan kisah setiap keluarga adalah keping-keping puzzle yang menggenapi narasi setiap potongan zaman.
Okky Madasari is an Indonesian novelist. She is well-known for her social criticism with her fiction highlighting social issues, such as injustice and discrimination, and above all, about humanity. In academic field, her main interest is on literature, censorship and freedom of expression, and sociology of knowledge.
Since 2010 Okky has published 10 books, comprising of five novels, one short-story collection, three children’s novels and one non-fiction book. Her newest book (2019) is Genealogi Sastra Indonesia: Kapitalisme, Islam dan Sastra Perlawanan or “Genealogy of Indonesian Literature: Capitalism, Islam and Critical Literature”, which is published online and can be freely downloaded from her website www.okkymadasari.net. Okky’s novels have been translated into English, Germany and Arabic.
Ada 31 cerpen tentang berbagai masalah seputar keluarga. Dengan beragam tema aku dibawa menyelami jalan hidup, pilihan dan keputusan tiap tokohnya.
Dibuka dgn rahasia yg disimpan sampai akhir hayat di Tamu Datang Setelah 30 Jam Kepergian Ayah. Ditutup dengan Risalah Ingatan mengenai pandemi Covid 19 lalu, membuat aku bersyukur bisa melaluinya.
Para penulis mengolah cerita yang biasa ditemukan di sekitar kita atau terinspirasi dari suatu peristiwa dengan alur yang rapi, memilih diksi dan kata2 yang tepat, dengan penutup yang menimbulkan kesan bagi pembacanya.
Sebenarnya ingin membahas semua cerpennya, tp krn keterbatasan takarir berikut review mini untuk beberapa cerpen :
Lelembut, sentilan soal islam KTP dan kepercayaan ghaib.
Cerita yang menghangatkan jiwa di Kepiting dan Bridge Over Troubled Water. Ttg merawat orang tua karena dimensia. Bagi penderita, orang2 terdekat menjadi orang asing, tapi bagi sang anak mereka tetap ayah dan ibu yang sama.
Dengan gaya bercerita pov orang kedua, cerpen Rumah Dengan Telinga bikin aku merasakan kesepian yang dirasakan tokoh utamanya 😢 tentang kebutuhan setiap orang agar didengarkan.
Mengayuh Roda Ingatan adalah cerita yg menghangatkan jiwa, ttg upaya seorang ayah membangun kenangan indah dgn anaknya seperti ayahnya dulu lakukan.
Hidup yang Sia-Sia, perjuangan batin seorang anak merawat ayah yg membuat ia sengsara. Cerita ini pernah terjadi pada kehidupan nyata seorang sahabat.
Anak Lanang, dalam 8 lembar halaman di satu adegan pada warung soto, flashback kehidupan keluarga si anak lanang diceritakan.
Aku menemukan beberapa typo dan penulisan nama, tapi tidak mengganggu proses membaca dan memahami cerita. Aku rekomendasikan antologi ini buat yang menyukai cerita ttg keluarga dgn beragam tema dalam satu buku.
Rahasia keluarga memang tetap menjadi rahasia bagi para pemegangnya. Namun, setelah diungkapkan rahasia keluarga akhirnya menjadi sebuah cerita panjang tak berkesudahan akan relasi keluarga itu sendiri.
Bak membuka kotak pandora, ketigapuluh satu cerita ini memainkan perannya dengan tegar sebuah pertentangan batin, kekaguman, kepasrahan, perasaan lelah, pemberontakan dan kasih sayang terutama yang ditujukan kepada sosok orangtua yang digambarkan sebagai pusat dunia satu-satunya untuk anak.