Jump to ratings and reviews
Rate this book

Penebusan

Rate this book
Seorang mahasiswi melakukan percobaan bunuh diri.

Kekasihnya mencoba mencari tahu apa alasan gadis itu.

Namun, kenyataannya lebih mengerikan daripada yang dia duga….

140 pages, Paperback

Published February 1, 2024

4 people are currently reading
108 people want to read

About the author

Misha F. Ruli

1 book5 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
30 (13%)
4 stars
89 (38%)
3 stars
91 (39%)
2 stars
16 (6%)
1 star
3 (1%)
Displaying 1 - 30 of 70 reviews
Profile Image for Alexandra.
2,098 reviews125 followers
August 12, 2024
Terimakasih Penerbit Haru dan Rakata.id atas kesempatan baca bareng buku-buku genre iyamisunya. Penebusan adalah 1 dari 3 novelas yang disediakan untuk dibaca gratis secara bersambung.

Iyamisu atau thriller psikologi sebenarnya bukan genre yang baru, walaupun sebelumnya belum banyak diterbitkan. Genre yang menyoroti pikiran dan tindakan terburuk dari manusia dianggap terlalu suram untuk dinikmati di luar genre horror atau pembahasan psikologi. Novelas ini menurutku terlalu pendek untuk membahas sebuah topik yang pelik dan sensitif. Tapi saya menghargai upaya penulis untuk mengangkat tema yang menyakitkan ini.

Penebusan mengangkat tema kekerasan seksual, pedofilia oleh anggota keluarga dan profesi guru yang seharusnya sangat berperan pada tumbuh kembang anak-anak kita.
Cara berceritanya dengan multiple POV2 yang kurang lazim dipakai. Menurutku 4 POV terlalu banyak dan nada suara para karakternya juga serupa jadi tidak efektif. Narasi mereka datar Dan tidak natural. Premis awal dan plotnya yang berlayer lumayan bikin saya perduli pada nasib Widya. Saya berharap cerita ini ditulis sebagai novel yang utuh karena issue kekerasan seksual dan biasnya drama dalam memperoleh keadilan ini punya potensi untuk digali lebih mendalam.
Profile Image for h.
375 reviews148 followers
March 21, 2024
Astaghfirullah..... baca buku ini jadi bikin banyak istighfar ngelihat kelakuan para karakter di bukunya😭😭😭 GILAAAA. Bener-bener pada butuh terapi orangnya😭😭😭

TW: suicide, sexual harassment, murder, bully
Profile Image for Pepero.
84 reviews16 followers
May 18, 2024
Alright, let's talk about "Penebusan." I owned this book for a while but never really got any interest in reading it after the first release of this whole "iyamisu theme" book. Honestly the idea was solid—a student's life hangs in the balance, and her boyfriend's digging into what happened. And the theme just seems so interesting

But weirdly there's so many things i feel lacking from the book
- The story starts strong, but then it hits a plateau. You're waiting for that big twist, but when it comes, it's like a balloon slowly deflating—no pop, just a slow letdown.

- The characters, they're kind of super meh. I mean, I get it, it's hard to make every character stand out, but I just couldn't find myself rooting for anyone. Like eh i even forgot who all the characters in this books are

- And the writing, it's straightforward, which isn't a bad thing, but it doesn't have that 'oomph' you want in a thriller. It's like the book is playing it safe, not willing to take those risks that make you go, 'Wow.'

There are parts where you can see what Rulli was aiming for, and you think, 'Okay, this could be something.' And if you're a fan of the genre, there's enough here to give you that familiar comfort of a psychological thriller.

But maybe iyamisu was never meant to be super short story like this. Shorter iyamisu books do not really have enough space to fully develop complex plots and characters, which are essential for creating the intense psychological depth that i kind of expect.

So at the end of the day, "Penebusan" felt like it was holding back. It's like when you go to a concert expecting the band to rock out, but they just kind of jam softly instead. You leave thinking, 'That was nice, I guess, but not what I signed up for.'

Once again i was planning to give it a 2 star just like Pasien but i feel kinda bad about it since it's the writer's debut and as a fellow Indonesian i just don't have the heart to be that mean :')
Profile Image for Thia.
98 reviews2 followers
July 4, 2024
Bener-bener g berasaaa langsung tamat aja dong. Seseru ituu. Awalnya sempet underestimate mikir kalo ini cerita menye-menye doang. Ternyata tiap chapter ada ajaaaaa fakta baru. Kacau benerrr. Recommend bgt.
Profile Image for Utha.
825 reviews402 followers
April 5, 2024
Surprise, aku suka dengan novela ini. Padahal dari kover dua temannya, ini yang paling nggak menggugah selera (seleraku ya maksudnya).

Mengambil topik kekerasan seksual dan revenge porn, novela ini dieksekusi dengan baik. Penulis memberikan hint yang bertebaran, membuatku menduga-duga. Meski ada kalanya tertebak, aku tetap suka dan larut dalam narasinya.

Awalnya padahal aku mengernyit kenapa pakai POV 2. Tapi, ah, hebat. Semoga selanjutnya Misha menulis novel yang lebih kompleks. Kayaknya bakal autobuy.
Profile Image for raafi.
933 reviews452 followers
June 8, 2024
Akhirnya, saya bisa melepaskan rasa penasaran atas karya iyamisu lokal terbitan Haru melalui buku ini.

"Penebusan" berpusat pada pasangan Gian dan Widy yang berpacaran. Setelah pada akhirnya Gian dan Widy melakukan adegan dewasa di rumah Gian, Widy malah melakukan percobaan bunuh diri. Tentu Gian kalut dan khawatir, apa yang membuat sang pacar berubah drastis seperti itu. Gian bertekad untuk mengulik yang sebenarnya terjadi pada Widy. Setelah mengobrol dengan dua teman Widy bernama Irma dan Devita, Gian akhirnya memahami betapa bobroknya orang-orang di dekatnya; terutama dua laki-laki jahat yang di luar terlihat berwibawa tapi punya sisi gelap.

Karya ini memiliki lima bagian yang masing-masing diceritakan melalui sudut pandang orang pertama sentral. Setiap tokoh menceritakan bagiannya masing-masing, termasuk Irma dan Devita. Saya tidak ada masalah dengan pemilihan sudut pandang yang satu ini. Terasa lebih baru dan malah terkesan lebih cocok. Setiap tokoh dapat dengan leluasa mengutarakan pandangan dan penilaiannya terhadap tokoh lain; sekaligus menguak sisi gelap mereka sendiri.

Saya menilai bahwa kejahatan pelecehan seksual tidak bisa dibuat abu-abu. Sudah selalu ada korban dan pelaku. Namun, di buku ini, penulis dengan mengusung subgenre iyamisu dapat menghubung-hubungkan kejahatan yang menjijikkan tersebut dengan sisi gelap masing-masing orang (bahkan si korban itu sendiri). Kalau diamati lebih dalam, ada satu tokoh yang merupakan korban lalu berbalik menjadi pelaku. Ini mengesankan bahwa manusia melakukan segala cara agar bisa keluar dari penderitaan yang dialaminya; bisa dengan berdamai (yang mana susah untuk kejahatan seksual), percobaan bunuh diri, atau berubah menjadi heartless.

Saya sedikit kurang sreg karena dua orang paling jahat itu sama-sama berprofesi pendidik. Kita tahu bahwa pelecehan seksual dapat terjadi karena adanya relasi kuasa dan mereka yang punya kuasa kerap kali adalah laki-laki. Dalam cerita ini, dua laki-laki paling jahat yang punya kuasa itu adalah pendidik (walau beda jenjang). Mungkin penulis ingin menyoroti bagian jomplang antara profesi mulia dan sisi gelapnya. Namun, penulis terkesan seperti enggan mengeksplor profesi lain yang bisa mempermainkan kuasanya, sebutlah ada kepala desa atau atasan di perusahaan. Kesannya, penulis main aman. Dari buku ini, pembaca belia mungkin akan menilai bahwa representasi orang yang bisa mempermainkan relasi kuasa dan jadi penjahat adalah pendidik. Semoga saya keliru.

Terlepas dari itu, buku ini mengingatkan kembali tentang masing-masing orang punya sisi gelap. Saat saya bilang orang paling jahat adalah dua pendidik di atas, ternyata para. Wah, masa sih mereka punya sisi gelap? Silakan dan siap-siap bergidik.

Saya penasaran dengan karya iyamisu lokal Haru lainnya. Akan saya cari dan baca.

“Saya benci orang-orang yang merusak kehidupan orang lain demi kepuasan pribadinya. Terutama, mereka yang mengaku sebagai pendidik dan justru menyalahgunakan kekuasaan.

Mengapa bisa ada orang semacam ini di luar sana? Apa mereka tidak punya keluarga? Apa mereka tidak bisa memikirkan rasa sakit orang lain? Bukan hanya pelaku, orang-orang di sekeliling juga, mengapa mereka bisa menutup mata terhadap perlakuan semacam itu? Di mana kemanusiaan?” (hlm. 133)
Profile Image for Ridha Amalia Nur.
131 reviews25 followers
August 22, 2024
That's why you can not judge a book only by its coverwkwk
Setelah sekian lama melihat buku ini berseliweran di TL, gak pernah tertarik baca karena kurang klop sama coverny. Eh pas baca, siapa sangka malah cocokk bgttt sama tulisannya T-T
Kalo penulisnya ada buku baru, aku moo baca lg sihh hehe

Narasinya aku sukaaa bgttt huhuhuuhu
Plotnya juga rapih dan closurenya aku suka
Gada kesan diburu-buru padahal bukunya tipis lho
Gaya berceritanya juga unik
Karakternya terkesan hidup jugaa
Paling rada syok aja sama isinyaa yang agak gimana gitu yaa menggelikan buatkuuu huhuhuhuhu
Kinda triggeringgg tp ini isunya penting bgtt dibahas biar gada lagi yang jadi korbaaannn


Beberapa kutipan yang kusuka :
- Mereka yang menjadi ladang iri rupanya indah cangkangnya saja
- Prihatin bukan berati aku harus mengabaikan diriku sendiri
- Aku mengabaikannya, sama halnya dengan membiarkannya mati
- Aster putih yang menghiasi keluarga kami ternyata sudah lama layu. Kami baru menyadarinya saat semua kelopaknya berguguran
Profile Image for Lelita P..
633 reviews58 followers
May 9, 2024
Suka teknik dan gaya penulisan buku ini, tapi jujur sangat nggak suka ceritanya.

Teknik penulisan buku ini bagus, dengan multi-POV dan cara penceritaan masing-masing yang bikin pembaca bertanya-tanya, "Siapa nih unreliable narrator-nya?". Apalagi teknik multi-POV-nya itu bukan diceritakan sebagai narasi semata, melainkan sebenarnya bagian dari dialog--si narator bukan sedang bercerita kepada pembaca, melainkan kepada orang di hadapannya (Gian, Widy). Jadi setiap bab itu meski terkesan monolog, sejatinya adalah dialog. Saya suka penulis memilih teknik itu untuk mengeksekusi cerita--selain karena teknik itu masih jarang dipakai di novel lokal, teknik itu juga pilihan yang tepat untuk men-deliver cerita ini.

Gaya penulisan dan gaya bahasanya enak diikuti, mengalir. Saya juga suka plotting-nya yang rapi: bagaimana penulis membuat seluruh hal terjalin, berkelindan satu sama lain. Semua sebab-akibatnya diatur dengan runut, hal-hal kecil yang disebutkan di bab-bab awal/sebelumnya ternyata bukan sesuatu yang sepintas lalu, melainkan punya peran besar di gambaran cerita utuhnya. Plot twist-nya bukan sesuatu yang mengejutkan, tapi secara keseluruhan cerita ini sangat rapi dan memiliki porsi pas. Ending-nya juga oke menurut saya.

Hanya saja, seperti yang sudah saya bilang di kalimat pembuka, saya nggak suka cerita ini. Tema-tema cerita yang menyangkut kekerasan seksual bukan sesuatu yang saya suka karena sering kali nggak tega dan mau marah sendiri bacanya, jadi biasanya saya menghindari cerita yang mengangkat tema itu. Terlepas dari preferensi pribadi, karakter-karakter di novel ini emang sakit semua sih. Jadi membaca novel ini tuh dapet banget atmosfer iyamisu-nya.

Untuk karya debut, ini oke sekali. Tapi hati-hati ya bacanya, banyak trigger warning terutama yang terkait dengan kekerasan seksual. Banyak hal disturbing di sini, dan beberapa deskripsinya pun--meski subtle--bisa dibilang cukup grafis juga.

Sekarang saya mau lanjut nonton yang manis-gemes aja buat ngilangin rasa nggak enak akibat cerita ini. :)))
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
March 24, 2024
Widy, seorang mahasiswi ditemukan melakukan percobaan bunuh diri. Untungnya dia segera ditemukan oleh ibunya. Mahasiswi tersebut berhasil diselamatkan, namun butuh waktu untuk siuman. Kekasihnya, Gian baru mengetahui hal tersebut sekitar dua hari setelah kejadian. Dia menunggui Widy sembari mencari tahu ke teman-teman Widy mengapa Widy melakukan tindakan tersebut.

Novel iyamisu kedua karya penulis Indonesia dari Penerbit Haru yang saya baca. Isinya cukup kompleks. Bunuh diri, pelecehan seksual, rasa bersalah, dan penghakiman diramu menjadi satu cerita. Lantas mengapa diberi judul penebusan?

Hukum yang berlaku seringkali tidak memihak bagi korban pelecehan seksual. Akibatnya korban bukannya terselamatkan, malah menjadi semakin terpuruk. Tanpa dukungan yang jelas dan solid dari lingkungannya, korban bisa saja memilih jalan pintas. Di dalam novel ini, orang-orang yang seharusnya mendukung korban, malah menjadi abai dengan korban. Ketika semuanya menjadi terlambat, orang-orang ini mengambil jalannya masing-masing untuk membebaskan diri dari rasa bersalah. Dengan melakukan penebusan.
Profile Image for Yasinta.
14 reviews1 follower
March 24, 2024
Alur ceritanya cepat, dan penuh plot twist di akhir cerita. Tapi kurang bagian yang mendebarkan lebih ke penasaran. Overall alur dan penyampaiannya bagus dan mudah dimengerti, dan juga membahas isu sosial seperti pelecehan san bullying di kalangan anak muda
Profile Image for Fikriah Azhari.
367 reviews149 followers
March 26, 2024
❝Sama seperti dirinya, orang-orang pun melakukan kebohongan demi menjaga harga diri mereka.❞

❝Tuhan tahu aku berusaha lari dari dosa-dosaku, lari dari penebusanku.❞


Trigger warning ⚠️: suicide, sexual harassment, blackmail

Bagaimana perasaan kalian jika orang terdekat kalian berusaha mengakhiri hidupnya sendiri?

Gian seperti mendapatkan pukulan keras saat mendapati bahwa mahasiswi jurusannya yang dikabarkan bunuh diri ternyata adalah kekasihnya sendiri. Didorong oleh perasaan menyesal dan tiada henti menyalahkan diri sendiri, Gian pun mencari keberadaan orang-orang terdekat Widy di kampus, ia ingin menyelidiki kasus yang menimpa kekasihnya. Tetapi, kenapa teman-teman Widy justru menghindar? Dilihat sekilas pun, yang ada hanyalah ketidakpedulian yang semakin membuat semuanya terasa ganjil. Sebenarnya, apa yang terjadi pada Widy dan gagal Gian sadari?

Ketika Gian akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mendengar cerita yang diinginkannya, dirinya ternyata tak pernah menyiapkan diri untuk itu. Gian mengira dirinya sudah benar-benar mengenal Widy, hingga akhirnya ia kini meragu... bagaimana jika justru, selama ini dirinya yang paling tidak tahu menahu?

***

Tipis namun menggigit. Penebusan hanya memiliki 136 halaman, namun disajikan dengan terasa padat. Kali ini, kita punya kesempatan untuk mencoba genre Iyamisu seperti itu dari penulis Indonesia.

Penebusan ini diisi oleh banyak monolog dari sudut pandang orang pertama para tokoh yang berbeda antar bab. Setiap bagian diceritakan dengan sudut pandang tokoh yang berbeda. Sehingga kita bisa ngerasain tahapan-tahapan terungkapnya kisah sebenarnya dibalik keputusan Widy untuk mengakhiri hidupnya. Mulai dari kacamata orang terdekatnya, sampai dari sisi Widy sendiri yang akhirnya berani bercerita. Jujur, sejak awal aku ngerasa agak sus sama si Gian ini. Gimana ya... karena ceritanya pakai sudut pandang orang pertama, jadi beneran transparan apa yang dia pikirin, dan dari penuturannya, menurutku dia ada indikasi obses ke Widy. Makanya selama baca Penebusan ini, aku menerapkan prinsip "trust no one", karena selain Gian, tokoh lain yang dapat spotlight untuk berkesempatan bercerita dari sudut pandang mereka, jelas punya karakter yang nggak lebih baik dibanding Gian.

Sebagai buku berlabel Iyamisu, aku menunggu di mana GONG-nya. Sejak awal memang udah ada beberapa sisi jahat manusia yang bikin aku pengin teriak SETAN saking di luar nalarnya pikiran tokohnya, tapi itu cuma sekadar bikin aku bertanya-tanya bahwa ada ya manusia kek gitu

Dan ternyata, GONG-nya alias perasaan tidak mengenakkan mulai kurasakan di Bagian III, yang semakin meningkat seiring perpindahan halaman. Beneran bikin ke-trigger, disturbing, menjijikkan (aku menyarankan buku ini jangan dibaca kalau lagi puasa deh).

Isu lain yang di angkat tidak jauh dari stigma sosial masyarakat, seperti beauty privilege, serta sex education yang dianggap tabu untuk dibahas padahal bisa menjadi boomerang tersendiri. Pokoknya di buku ini serendah-rendahnya jenis manusia bisa kalian temuin wujudnya. Kita juga menyaksikan kenyataan pahit terhadap bagaimana society bersikap dalam menghadapi kasus pelecehan—kekerasan seksual. Banyak yang secara langsung menghakimi korban bahkan sebelum mendengar cerita dari sisi korban. Padahal, pada kasus kekerasan seksual, yang pertama-tama dilakukan dan dipastikan adalah keberpihakan haruslah berada di pihak korban.

Aku nggak menyiapkan diriku untuk plot twist yang muncul. Karena menurutku konsep "whydunit"-nya sudut terjawab, TAPI ternyata tidak sesederhana itu. Bagaimana para tokoh beneran saling terhubung itu GILA BANGET.

Penebusan merupakan bacaan misteri yang membuat pembacanya merasakan ketidaknyamanan, namun bukan dengan adegan gore berdarah-darah. Tetapi dengan gimana perilaku manusia sudah begitu jauh dari batas moral.
Profile Image for Sheira Sharma.
134 reviews4 followers
August 15, 2024
"ternyata, cinta sejati seperti di film-film itu bohong. hiburan semata untuk orang-orang yang tidak mau menghadapi kenyataan."

sebelumnya, mau berterimakasih dulu ke rakata karena udah mengadakan baca bareng novel iyamisu penerbit haru secara gratis.

ini novel iyamisu karya penulis lokal kedua yang gue baca setelah pasien, sejujurnya gue nggak berekspektasi apa-apa karena jarang juga liat judul ini di hype sama orang2, eh ternyata gue suka dan cukup menikmati ceritanya.

jadi penebusan ini bercerita tentang widy, seorang mahasiswi yang melakukan percobaan bunuh diri. gian pacarnya mencoba mencari tau alasan di baliknya. plotnya simple, tapi eksekusinya bisa di bilang sukses. apalagi setiap proses investigasinya di tunjukin pov tokoh yang beda-beda, hal ini ngingetin gue sama a good girl guide to murder pas pip cari tau tentang sosok andie, lapisan demi lapisan yang terungkap di setiap babnya ini sukses bikin penasaran dan nggak bisa berhenti baca, karena kita pengen tau sebenernya siapa sih widy? dia baik atau jahat?

terus anehnya, gue suka sama romance di novel ini, lucu aja gitu loh hubungan dua orang yang sama-sama soft dan pendiem. ya meski jatuhnya jadi saling tertutup ya, tapi rasa sayangnya tuh beneran nyampe ke pembaca, dari narasinya aja gue bisa tau sesayang apa gian ke widy, begitupun sebaliknya.

isu tentang pelecehan seksual juga kental sekali di novel ini, bahkan ada satu bab yang beneran bikin nggak nyaman karena di jelaskan secara gamblang dan detail. tapi untuk gorenya sendiri, kurang banget, ada sedikit di bagian akhir tapi entah kenapa menurut gue terkesan di paksakan. itu jadi salah satu hal yang nggak gue suka juga dari novel ini, adegan di endingnya agak kurang, terkesan di paksakan. padahal plot twistnya udah pas dan mengharukan, meski udah ada clue di awal tapi gue tetep kaget sama plot twistnya.

but so far gue suka sama judul ini, narasinya juga enak buat di baca. novelnya pun tipis, cuma sekitar 150 halaman kurleb jadi bisa selesai dalam sekali baca. recommend banget buat yang lagi pengen baca thriller tapi ada unsur romancenya.
Profile Image for Tika Nia.
230 reviews4 followers
June 7, 2024
⚠️TW⚠️
Isu yang diangkat dalam Penebusan termasuk kompleks. Tentang percobaan bun*h di*i, pelecehan se*sual, pemerkos*an, schadenfreude, bullying, beauty privilege, iri hati hingga sikap pembual untuk dapat diterima dalam pergaulan.

Penebusan menggunakan 4 sudut pandang secara bergantian sehingga pembaca akan lebih dekat dengan tokohnya. Cara yang cerdas untuk menceritakan perasaan, motif, dan seluruh pikiran tiap tokoh. Berhasil menghadirkan kengerian & page turner banget! Plot twist & endingnya sangat mengesankan!

🔴🔴🔴 Baca review buku lainnya di IG ku @tika_nia

Awalnya Gian tidak peduli dengan isu bun*h di*i yang terjadi di kampusnya. Namun keadaan berubah saat Gian tau bahwa orang itu adalah kekasihnya. Seketika Gian merasa bersalah sekaligus membenci diri sendiri karena tidak cukup mengenal kekasihnya!

Gian mengerahkan berbagai upaya untuk menyelidikinya. Dia mencari tau alasan kekasihnya melakukan hal nista itu. Semakin banyak yang Gian tau, semakin banyak kengerian!!!

Insight yang ku dapat saat membaca Penebusan:
• Penyesalan selalu datang belakangan. Saat seseorang pergi barulah terasa "seharusnya aku begini" 
• Beberapa orang rela melakukan berbagai cara agar diterima kalangan tertentu. Iri hati membutakan mata hati, hingga satu-satunya tujuan hanyalah merasa diterima.
• Ternyata ada orang tua yang menganggap keberhasilan anak adalah suatu kemenangan yang harus terwujud (dipaksakan) tanpa peduli beban berat yang ditanggung anaknya.
• Penting membekali anak-anak dengan pendidikan seksual.
• Sudah saatnya membuka mata dan telinga, berdiri dan memberikan dukungan untuk korban kekerasan seksual. Bukan malah menyalahkan korban!
• Selalu waspada, pelakunya bisa saja orang yang dianggap sangat baik!
Profile Image for Heni.
Author 3 books45 followers
April 8, 2024
4.5 stars rounded up

Reading this reminds me of Night Swim. This book insinuates the same anger and hopelessness I'm feeling when I was reading NS. That being said, mind the TW for this book: Sexual assault, suicide, bullying, murder.

Aku suka cara bercerita penulis dari sudut pandang orang pertama. Hanya ada dua tokoh yang terlihat berbeda: Gian dan semua tokoh lain, lol. Artinya, POV dari tokoh selain Gian tidak terlihat memiliki perbedaan suara yang signifikan. Tapi, ini minor. Terbantu dengan urutan pembicaraan dan timeline yang ada di buku, aku tidak kebingungan menentukan siapa yang sedang berbicara.

Kasus yang disajikan sangat sederhana tapi masih memberikan cengkeraman kuat agar pembaca tetap terpaku membaca setiap halamannya, ingin tahu apa yang terjadi di balik percobaan bunuh diri yang dilakukan Widy. Background para tokoh sampingan diceritakan dengan detail, yang kemudian membuka layer demi layer misteri yang melingkupi kejadian itu, serta yang saling berkelindan antar masing-masing tokoh. Bagus sekali.

Terbukanya penebusan yang terjadi dan alasan di balik itu juga mencengangkan. Plot twist tidak terlalu dahsyat yang gimana-gimana tapi cukup untuk membuatku terkejut, sekaligus senang karena setiap detail diurai satu persatu dan ditali dengan rapi di akhir cerita. Termasuk satu detail kecil yang menyangkut pelaku utama. Aku suka detail kecil yang terjawab seperti ini.

Good job!
Profile Image for Autmn Reader.
890 reviews93 followers
September 1, 2024
This book is disgustingly disturbing. Memang enggak se disturbing My Dark Vanessa atau False Idol, tapi ya sama menjijikannya. Apalagi ini dari akademisi, bikin pen muntah. Dan nggak memungkiri klo emang bnyak juga yang kayak gini.

Isu yang diangkat, selain relevan juga menggambarkan gimana korban pelecehan seksual emang malah dijadiin pelaku karena disangka fitnah. Apalagi klo nggam ada bukti visum. Ada bukti visum aja bisa dimanipulasi yakan.

Benang merah di ceritanya itu disusun dengan rapi. Enggak too much, enggak maksa. Pas banget pokoknya. Narasinya juga enak banger dibaca karena ini tuh monolog berbentuk percakapan.

Conclusion ceritanya juga memuaskan.
Profile Image for Rihazizah.
66 reviews2 followers
August 21, 2024
Buat aku, Penebusan ini terlalu mirip sama Confession milik Minato Kanae dari gaya berceritanya; Ibu guru yg bercerita ttg susu kotak di depan kelas. Kalau dipakai ke novel lokal jadinya nggak natural banget, aku sangat terganggu dg hal ini, serius, jadi aneh banget.

Bagian tidak nyaman dari ceritanya buatku ada pada tokoh pedofil yg korbannya adalah keponakannya sendiri (meski tidak sedarah). Aku harus mengambil jeda pada adegan ketika "jarinya memasuki kemaluanku."

Rasa bersalah adalah isu utama perasaan manusia terkelam yg diangkat oleh penulis.

Dengan gaya bercerita yg tidak natural karena dibuat mirip spt Confession ditambah pengalaman baca di aplikasi Rakata yg sangat tidak smooth membuat kekesalan sy makin numpuk.
Profile Image for Vina Himura.
63 reviews1 follower
September 2, 2024
Tersyiokk syiokk membacanya.. jujur diawal kayak penasaran banget tp ditengah2 sempat brhenti agak sdkit kurng greget. Berhubung baca gratis di aplikasi Rakata yg cuma dsediakan sampe tgl 31 Agustus jd gaskan sampe habis. Menuju ending baru mulai seru n agak2 ngeri bagaimana seorang guru tega melakukannya kpd murid2nya.. sepanjang membaca sambil mengelus dada.. ada yaaa org sebejat itu
🤬🤬🤬
Profile Image for Ayu.
73 reviews4 followers
August 24, 2024
Review lengkap akan aku up di akun bookstagramku @booksfairy__
Profile Image for Riona Primavera.
79 reviews6 followers
May 1, 2024
[Ditulis dalam keadaan kafeina dua kantong teh mangga melejit yang membuatku tidak tidur. Terhitung saat ini pukul 05.45 pagi}

Waw, buku ini menurutku apik banget sih, dari segi pengemasannya. Pengalaman membacaku penuh dengan ketidaknyamanan dan sekaligus rasa kagum atas eksekusi yang rapi. Bukunya cukup tipis yang menampung banyak sekali rentetan peristiwa yang 'dirajut' dengan keren.

Jika aku ingin memakai 'critical mode' saat ini, aku sebenarnya ingin sekali menuangkan opini-opini mengenai apa saja dari buku ini yang membuatku kurang sreg atau sesuatu menurutku bisa dibuat jauh lebih baik. Namun, kurang tidur sepertinya akan menerkamku lewat belakang, jadi mari kumpulkan tabugan tidur dulu sebelum kembali ke mode tersebut.

Menurutku, yang paling bikin agak ngernyit, adalah banyaknya serangkaian kejadian yang dipadatkan untuk mendapat 'gelar' novella. Dari sumber di IG, buku ini memang awalnya dalam format novel, tapi dipangkas (sepertinya) abis-abisan untuk memenuhi stander 'gelar' tersebut.

Secara keseluruhan, buku ini layak banget buat dibaca. Namun, tolong perhatikan trigger warning sebelum memutuskan untuk membaca buku ini. TW: sexual abuse, sexual assault, graphic description, adult content, manipulation.



Now, it's time for me to return to my very state of unconsious.




4/5 stars
Profile Image for Dion Yulianto.
Author 24 books196 followers
October 10, 2024
Buku tipis (novella) dengan tema cerita lumayan berat (kekerasan seksual dan revenge porn). Diceritakan dengan lima sudut pandang. Alurnya cepat dan keren sekali penulis bisa membuat kisah sekompleks ini dalam novel yang lumayan tipis. Semua tokoh saling terkait, dan diakhiri dengan penebusan. Membaca Penebusan seolah mengingatkan pembaca bahwa setiap manusia punya sisi gelapnya masing-masing. Dan kadang sisi itu gelap banget.

Profile Image for DENKUS.
Author 8 books22 followers
May 11, 2024
Suka banget! Diceritakan dengan beberapa POV orang pertama, bikin emosi gue diobrak-abrik. Awalnya, wah, kenapa ini, ada apa? Belakangan mulai ohhh gitu. Njirlah. Bagian III "Rasa ingin tahu sang gadis cilik" bener-bener bikin enggak nyaman bacanya. 🫣 Twist berlapis dengan tipe cerita yang memang gue suka.
Profile Image for Seunghyunjee.
70 reviews2 followers
May 27, 2024
4.75/5 stars
.
/tw/ harassment, rape, child sexual abuse
.
Pertama, buku ini harus dibaca oleh pembaca yang cukup umur karena isinya, it's quite sensitive.
Kedua, seperti seri pertama Iyamisu, buku ini meskipun tipis, konfliknya cenderung rumit, padat, dan juga penuh plot twist.
Ketiga, aku turut prihatin pada seluruh penyintas kasus pelecehan seksual. Semoga semesta memberi kekuatan dan ketabahan pada kalian. Aku slalu berdoa untuk itu...
.
Penebusan, novel debut Misha F. Ruli ini, tidak hanya menceritakan tentang Gian, seorang laki-laki yang berduka karena tiba-tiba kekasihnya, Widy melakukan percobaan bunuh diri, tetapi buku ini juga menjabarkan betapa orang-orang di sekitar kita bisa berubah menjadi sosok yang menjijikan. Dalam pencarian Gian terhadap motif percobaan bunuh diri sang kekasih, ia menemukan banyak hal mengejutkan, termasuk sebuah fakta yang berkaitan dengan peristiwa bunuh diri adik kandungnya di masa lampau.
.
Ketika membaca ucapan terimakasih dari Penulis, dan menemukan sebuah kalimat untuk penyintas kasus pelecehan seksual, aku berusaha mempersiapkan diri agar tetap tenang selama membaca buku ini. Topiknya amat sensitif dan lagi-lagi korbannya adalah perempuan. Meskipun kisah fiksi, menurutku, buku ini menjadi salah satu bentuk perlawanan terhadap bagaimana kasus-kasus kekerasan/pelecehan seksual diselesaikan di negeri ini. Miris dan juga menyedihkan...
.
Penebusan ditulis menggunakan sudut pandang orang kedua. Masing-masih tokoh diberikan panggung oleh penulis dan hal ini membuat pembaca bisa merasakan langsung sisi emosional tokoh tersebut. Cerita dibuka dengan POV Gian. Sosok yang kelihatan polos, baik, pendiam, dan pastinya idola adik-adik tingkat di kampus. Di bagian ini, penulis menggunakan "saya" instead of "aku" agar bisa menunjukkan sosoknya yg santun dan lembut. Pada part Gian, jujur saja, ada sesuatu yang membuatku ingin buru-buru lompat ke bab selanjutnya. Entah mengapa terlalu pelan dan mendayu, padahal aku sudah amat penasaran dg penelurusannya perihal kasus bunuh diri sang kekasih. Part Gian terselamatkan di bagian akhir menuju bab berikutnya. Akhirnya, cerita ini benar-benar dimulai...
.
Lanjut! Pembaca kemudian diajak untuk masuk ke bab berikutnya dan kalian akan ketemu tokoh menyebalkan bernama Irma. Gadis ini disinyalir jadi salah satu penyebab pacar Gian, alias Widy, bunuh diri. Character development-nya si Irma benar-benar amat clear. Ketika membaca part ini, pembaca bisa merasakan kalau Irma adalah seorang teman yg diam-diam iri padamu dan menusukmu dari belakang. Ceritanya makin seru.
.
Bagaikan sebuah pertandingan estafet, pembaca diajak masuk ke bagian selanjutnya, yaitu dari POV tokoh Devita. Di bagian ini, I'm so fcking mad, sampai ngga bisa berkata-kata saking marahnya. Bagaimana rasanya dimanipulasi sama orang terdekat selama belasan tahun? Dan orang itu adalah orang "dewasa" yang paling dekat dengan kita? Omg, I feel so sorry for Devita 😔
.
Ketika akhirnya sampai di bagian tokoh Widy, energiku seperti terkuras habis. Entahlah. Aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana Widy menjalani hari-harinya setelah hari itu. Dan di sini, aku merenungkan satu hal: jika kita bersikap peduli pada orang lain, apakah semesta akan membantu kita? Atau justru malah mempermainkan kita?
.
Karena Gian yang memulai cerita ini, maka dia juga yang mengakhirinya. Berbeda dengan bagian dia sebelumnya, tokoh Gian seperti "manyala" dan memberikan tamparan cukup kerasa pada pembaca buku ini. Penebusan yang dimaksud berkaitan cukup erat dengan tokoh Gian dan penebusan itu sebenarnya tidak benar-benar selesai. Penebusan erat kaitannya dengan mereka yang berdosa, lalu apakah Gian, Irma, Devita dan Widy pantas melakukan 'penebusan' itu?
.
Buku ini merangkum beberapa tema cerita -pengkhianatan, manipulasi, kekerasan seksual, romansa dan keluarga. Amaze sekali rasanya membaca buku ini meskipun aku misuh-misuh di setiap halamannya. 140 halaman yang agak traumatik tetapi juga memiliki sisi edukatif, apalagi tentang bagaimana kita menjelaskan masalah hubungan seksual kepada mereka yang lebih muda. Aku tidak ragu untuk merekomendasikan buku ini pada kalian, dengan catatan: siapkan mental untuk bertemu dengan Gian, Irma, Devita dan juga Widy.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Yuan Astika Millafanti.
314 reviews7 followers
December 24, 2024
TW: kekerasan se*sual, kejahatan siber, child grooming.

Gian berusaha mencari tahu alasan di balik upaya aksi bunuh diri sang kekasih. Rupanya masalah dikupas lembar per lembarnya serupa kupasan bawang. Cerita antartokohnya membawa pembaca ke kenyataan bahwa mereka terhubung satu sama lain atas sebuah kasus masa lalu dan masa kini.

Aku kesulitan menikmati cerita ini lantaran disampaikan dengan sudut pandang orang kedua. Selain karena kurangnya pengalamanku, aku merasa tiap tokohnya memiliki suara yang "sama" sehingga aku kesulitan membedakan siapa yang tengah bersuara atau aku (sebagai lawan bicaranya) berperan sebagai siapa. Ceritanya sendiri terasa kurang tuntas. Seolah masih ada bagian yang menggantung atau bisa dikembangkan lebih baik.

Buku ini mengingatkan pembaca untuk bersikap bijak dalam menerapkan pola asuh–terutama terkait se*sualitas–sehingga anak-anak tidak mencari jawaban dari sumber yang salah. Selain itu, KS yang dilakukan orang terdekat/tepercaya serta ketidakberpihakan (lebih karena keraguan) orang terdekat terhadap korban KS mengingatkan kita soal kejadian serupa di dunia nyata. Di lain sisi, privilese good looking memang sering kita jumpai dan mungkin saja membuat beberapa orang yang terimbas merasa dongkol karena dirugikan.

Penasaran?

Penebusan • Misha F. Ruli • Haru • 2024 • 140 halaman

--

Hanya saja, seandainya saya memiliki arti sedikit saja di dalam hidupmu, beri tahu saya pertarungan apa yang tengah kamu hadapi! Berikan sedikit petunjuk! Saya tidak ingin selamanya menjadi orang bodoh yang baru tahu semaunya saat tiada lagi yang bisa saya perbuat.
Hlm. 12

Karena dia cantik, pintar, terlihat sempurna, makanya orang percaya dia berbeda dari yang lain. Kalau Widy melakukan sesuatu yang salah, orang enggak bakal langsung percaya. Kalau dia terbukti salah, orang-orang bakal mencari pembenaran atas tindakannya. Cuma karena dia cantik.
Hlm. 45

Mungkin dia lega karena enggak perlu lagi bersaing. Atau, mungkin juga karena dia akhirnya sadar bahwa enggak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini. Sama seperti dirinya, orang-orang pun melakukan kebohongan demi menjaga harga diri mereka.
Hlm. 50

Aku selalu kalah dari cewek semacam itu. Karena dia cantik. Karena dia terlihat lebih menarik. Sebusuk apa pun hati mereka, mereka tetap bakal dipilih oleh semua orang. Kalau begitu, apa selamanya aku enggak bakal pernah dipilih? Paras, kan, sudah ditentukan sejak lahir. Apa sejak awal aku memang ditakdirkan untuk kalah? Tuhan benar-benar enggak adil.
Hlm. 55

Sekalipun saya membenci diri saya, sekalipun kamu menyalahkan dirimu, kita bukanlah pihak yang bersalah.
Orang yang paling bersalah adalah pelaku.
Pelaku pantas mendapatkan hukuman.
Hlm. 129

Kamu bilang kamu ingin melakukan sesuatu demi saya? Kalau begitu... hiduplah! Jalani hidupmu. Bukan demi saya. Demi ibumu. Demi dirimu. Dengan begitu, semua yang telah saya lakukan ini akan memiliki arti.
Hlm. 134
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Clavis Horti.
125 reviews1 follower
September 14, 2024
Penebusan karya Misha F. Ruli menawarkan sebuah pengalaman naratif yang membedakan dirinya melalui gaya penceritaan yang segar, mengingatkan saya pada salah satu karya dari penulis Jepang yang terkenal dengan struktur naratif bergantian. Dalam buku ini, Misha F. Ruli mengarungi perairan kompleks dengan menyuguhkan berbagai sudut pandang karakter yang berbeda, masing-masing memberikan nuansa dan perspektif terhadap inti cerita.

Cerita dalam Penebusan terjalin dalam suasana yang kelam dan penuh emosi, mengangkat tema-tema berat yang berpusat pada penyesalan dan dampak dari belenggu trauma masa lalu. Penulis mengeksplorasi bagaimana penyesalan yang tidak diungkapkan bisa membusuk dari dalam, merusak jiwa dan membentuk tindakan. Alur utama berfokus pada dua karakter sentral—Widy dan Gian—yang masing-masing berjuang melawan bayang-bayang masa lalu mereka. Konflik yang mereka hadapi tidak hanya mencerminkan intensitas emosional, tetapi juga menggali ke dalam moralitas dan keadilan yang sering kali lebih kompleks daripada hukum itu sendiri.

Meskipun Penebusan menawarkan gambaran yang mendalam dan mengesankan mengenai dampak trauma dan penyesalan, terdapat beberapa kelemahan yang mencuat dalam narasinya. Penulisan kadang kala terasa kurang teratur, dengan celah-celah yang dapat mengaburkan alur cerita dan membuat pembaca merasa tersesat di tengah perjalanan naratif. Beberapa bagian dalam buku ini tampak dipaksakan, seperti kepingan teka-teki yang tidak sepenuhnya pas dalam tempatnya. Penempatan elemen-elemen tertentu dalam cerita terasa seperti usaha untuk memasukkan berbagai aspek tanpa pertimbangan yang mendalam, sehingga mengurangi kealamian dan keterhubungan alur cerita. Hal ini menyebabkan beberapa momen dalam cerita terasa kurang organik dan terasa terputus dari keseluruhan narasi. Selain itu, beberapa karakter pendukung tampaknya tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan cerita. Mereka hadir sebagai ornamen yang tidak cukup berperan dalam menyempurnakan jalinan alur atau menambah kedalaman cerita. Peran mereka terasa tidak memberikan angin hembusan yang berarti dalam membangun atau memajukan plot.

Secara keseluruhan, meskipun Penebusan karya Misha F. Ruli menawarkan tema yang mendalam dan emosional, beberapa kekurangan dalam penulisannya sedikit menghalangi potensi ceritanya. Namun, bagi mereka yang mencari eksplorasi mendalam tentang penyesalan dan dampak trauma masa lalu, buku ini tetap dapat menjadi sebuah pilihan.
Profile Image for Day Nella.
266 reviews5 followers
April 10, 2025
"Keluarga kami adalah pihak korban, tetapi kami dianggap sebagai penjahatnya." Chapter 15
-
Penebusan
Misha F. Ruli
Penerbit @penerbitharu
Edisi Digital, 2024 / 17 Bab
Baca di @rakatadotid
-
Novel satu ini tidak jauh beda dengan genre Iyamisu sebelumnya. Kali ini hadir dengan konsep bercerita yang unik sekaligus membuatku mengerutkan dahi.
17 bab atau 140 yang selesai amat sangat cepat. Tema yang diangkat memiliki trigger warning, belum lagi kasus yang diangkat kerap berseliweran dalam berita televisi lokal.
-
Dibuka dengan prolog yang membuat siapa pun penasaran apa yang melatarbelakangi setiap kejadian yang menimpa para korban, sampai bab-bab berikutnya menjawab segala tanya dalam benakku sebagai pembaca.
-
Pada bab awal ada Gian yang mendapatkan kabar bila sang kekasih, Widy telah melakukan percobaan bunuh diri dan segera mencari tahu asal muasal tindakannya tersebut. Karena masih memiliki rasa sayang pada Widy. Gian tidak rela bila sesuatu terjadi padanya hingga mencari tahu semuanya sampai hal mengejutkan terbuka perlahan-lahan dengan banyak benang merah yang tanpa disadari Gian bahwa dirinya juga yang turut serta dalam setiap kejadian yang menghubungkan dia dan Widy di masa lalu yang keduanya tutupi, dan kini terbuka seolah mengingatkan mereka kalau apa pun yang mereka coba tutupi pada akhirnya terkuak dengan cara tidak disangka-sangka.
-
Konfliknya memiliki lapisan-lapisan yang mengerikan. Sisi gelap tiap manusia tampak gamblang sekali dalam cerita ini. Yang berkuasa, yang mampu mempengaruhi orang lain.
Kekurangannya ada banyak sekali pertanyaan yang belum sepenuhnya terjawab dalam buku ini. Karena begitu satsetsatset, andai ter-highlight dengan baik termasuk peran Ibu Widy serta peran pendukung yang lain yang kuat, pasti buku ini cakep banget.
Aku juga kurang bisa menikmati gaya bercerita yang penulis suguhkan terlepas dari tema yang diangkat yang patut diacungi jempol.
-
Bagi kalian penyuka genre Iyamisu, penebusan bisa jadi pilihan bacaan ringan.
Profile Image for Arumbawangi.
50 reviews7 followers
May 13, 2024
Wow, buku ini berhasil membuatku bergidik ngeri. Bergidik karena trigger warningnya! Jadi perhatikan dulu, ya! TW: sexual harrasment, attempted suicide, toxic parents, verbal abuse.

Bercerita tentang seorang mahasiswi yang melakukan percobaan bunuh diri. Gian, kekasih Widy mencoba mencari tahu apa yang terjadi kepada kekasihnya. Tapi kenyataannya lebih mengerikan daripada yang dia bayangkan. Widy mendadak bunuh diri dan Gian tidak tahu-menahu apa masalahnya. Gian mengira bahwa Widy melakukan percobaan bunuh diri karena melakukan hal itu. Tapi, bukan itu yang menjadi sumber masalah. Gian mencari tahu lewat teman dekat Widy yang seperti menghindar ketika ditanyakan.

Cerita di novel ini terdiri dari multi pov monolog. Bab satu dimulai dari pov Gian, kedua pov Irma teman dekat Widy, ketiga pov Devita teman dekat Widy, keempat pov Widy sendiri, dan kelima kembali lagi ke pov Gian. Narasinya juga lebih full dibanding dengan dialog yang sedikit.

Benar kata orang-orang yang menyebutkan ketika memasuki bab tiga, ketidaknyamanan mulai dibuka. Kegilaan-kegilaan yang ditampilkan oleh pov Devita menurutku sangat menjijikan.

Sebenarnya Widy ini dibully oleh mereka berdua alias Irma dan Devita. Lagi-lagi karena faktor iri soal kecantikan. Namun, dari faktor iri muncullah sesuatu yang keji.

Akhirnya aku paham kenapa novela ini diberi judul penebusan. Masing-masing karakter semua bersangkutan satu sama lain. Yang lebih membuatku jengkel, kurangnya pendidikan orangtua Devita kepada anaknya. Seakan-akan untuk membahas pendidikan tentang seksual adalah tabu. Di buku ini juga ditunjukkan bahwa kasus pelecehan masih saja dianggap sepele dan banyak yang malah menghakimi korban, padahal seharusnya korban mendapat perlindungan dan didengarkan lebih dahulu.

Tema ini cukup mengguncang dan membuatku tidak nyaman, tapi tandanya berhasil karena ini adalah novel iyamisu. Nilai-nilai di dalamnya juga tersampaikan secara tersirat. Eksekusinya juga rapi tidak membuat bingung.
Profile Image for Meiliana Kan.
242 reviews52 followers
August 29, 2024
Trigger Warning: Suicide, Sexual Harassment

Selesai baca buku ini rasanya seperti jiwaku tersedot habis sama dementor. Kosong.. hampa.. Dan sampai sekarang, otakku masih berusaha mencerna apa yang terjadi dengan tokoh-tokohnya.

Dituturkan dari multi POV, aku diajak "melihat" secara dekat masa lalu dan perasaan dari masing-masing tokoh yang membuatku bingung harus merasakan apa. Aku iba dengan apa yang terjadi dengan Widy, Alia, dan GIan. Kehidupan mereka beririsan namun bukan karena hal yang menyenangkan dan patut disyukuri. Mereka seolah berbagi takdir pahit yang secara ironis memporak porandakan hidup dan membuat "bahagia" seolah tak bisa mereka gapai. Aku merasa mereka ini "apes sekali" karena "kebetulan" menjadi korban dari orang-orang yang tak punya adab dan akhlak. Tapi siapa pula yang bisa disalahkan selain pelaku? Dan sialnya, ada banyak Widy, Alia, dan Gian lain di dunia nyata....

Aku juga marah dengan apa yang dilakukan Irma dan Devita (jahat sekali mereka) meski bisa paham dan agak kasihan dengan alasan kenapa mereka bisa jadi pribadi yang seperti itu.

Secara keseluruhan, menurutku, penulis mengeksekusi cerita di buku ini dengan begitu keren. Gaya bercerita dengan cara multi POV gak membuatku kebingungan untuk membedakan tokoh siapa yang sedang "berbicara" (dan sedikit mengingatkanku pada Girls in the Dark nya Akiyoshi Rikako). Penggambaran tokohnya pun kuat. Dan aku cukup terkejut bahwa penulis bisa memadatkan banyak tokoh dengan banyak masa lalu dalam 140 halaman saja. Plotnya rapi sekali, tidak ada penjelasan yang sia-sia, dan endingnya tidak terasa buru-buru. Jadi, meski merasa terguncang dan hampa, buku ini terasa satisfying sekali untukku. Recommended 👍🏻
Profile Image for Jiya.
14 reviews
September 3, 2024
Nice debut! Aku puas sama ceritanya! Senang membacanya dan terlarut sama emosinya.

TRIGGER WARNING! Suicide, suicide attempt, sexual harassment, revenge porn, grooming, pedophilia, bullying, beauty privilege, murder, blackmail, schadenfreude, cheating

First of all, ini konflik kompleks ya. Kupikir nggak bakal serumit itu, mengingat halamannya nggak begitu banyak. Tapi ini buku melebihi ekspektasiku!

Dimulai di awal, gaya penulisan narasinya berbeda. Penulisan seakan kayak dialog yang dibentuk jadi monolog. Menurutku ini unik, karena justru bisa buat aku seakan merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh yang ada. Meskipun pas di chapter kedua aku agak bingung ya karena ternyata setiap chapter pov-nya beda tokoh.

Jujur, aku pikir konfliknya nggak serumit ini. Aku pikir ini sekadar bullying karena beauty privilege aja, ternyata aku salah. Ada konflik keluarga juga di sini yang mungkin bakal relate sama sebagian orang.

Aku selalu merasa, penulisan dalam deskripsi penokohan itu penting supaya bisa mendalami tokohnya. Dan dengan gaya yang unik, penulis bisa membuatku merasakan apa yang dirasakan tokoh. Kupikir tokoh utama, Gian, itu pria yang menye-menye dan pasif. Tapi aku paham frustrasinya. Penggambaran Irma yang iri hati ternyata didapat dari ibunya, Devita yang jadi seperti ini karena terbentuk dari keluarganya juga.

Iyamisu ini tuh sebenernya lebih cocok buat cerita yang panjang, detail, dan agak bikin sakit kepala. Sedangkan karya debut Kak Misha ini menurutku termasuk mudah dipahami, singkat, dan agak ketebak di beberapa chapter tertentu. Tapi menurutku ini bagus banget buat angkat awareness juga, karena mengangkat isu yang mirisnya memang nyata terjadi di masyarakat kita

Overall, 5/5. Meskipun singkat dan ada beberapa bagian yang aku berharap pengen ada (sanksinya Irma), tapi segini pun udah cukup. Aku berdebar banget baca buku ini terutama di bagian akhir. Somehow, aku ada kepuasan baca endingnya, makanya aku beri nilai 5 xixixixi.
Displaying 1 - 30 of 70 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.