Jump to ratings and reviews
Rate this book

Karmila

Rate this book
Karmila seorang mahasiswi kedokteran yang masih hijau dalam suatu pesta gila tertimpa malapetaka.Akibatnya, rencana studi, bahkan seluruh rencana hidup kacau-balau. Hati Karmila terkoyak antara ikatan yang tak dikehendakinya dengan pemuda yang telah mencemarkannya di satu pihak dan kesetiaan pada tunangan yang masih tetap mencintainya di lain pihak. Dengan gaya bahasa yang hidup, segar, dan dengan kehalusan perasaannya, Marga T melukiskan pergulatan batin Karmila. Di bawah bimbingan naluri kewanitaannya, gadis dari keluarga baik-baik ini mengolah malapetaka yang telah menimpanya, dengan caranya sendiri.

Paperback

First published January 1, 1973

107 people are currently reading
1343 people want to read

About the author

Marga T.

71 books80 followers
Marga Tjoa (born 27 January 1943) is an Indonesian popular romance and children's literature writer better known by the pen name Marga T. One of Indonesia's most prolific writers, she first became well-known in 1971 for her serial Karmila that was published as a book in 1973 and later made into a film.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
266 (30%)
4 stars
237 (27%)
3 stars
253 (28%)
2 stars
85 (9%)
1 star
32 (3%)
Displaying 1 - 30 of 61 reviews
8 reviews2 followers
November 9, 2007
Nonton sinetronnya dulu sih (dulu yang maen paramitha rusady sama teddy syah) lalu baru jatuh cinta sama bukunya.
Ceritanya baguss, walaupun bisa dibilang sinetron banget (drama, drama, drama).
Two thumbs up buat marga T, karena setelah baca Karmila, saya jadi jatuh cinta (beneran) sama Faisal. Perasaan saya bisa jungkir balik sama Faisal, dari pertama saya benci dia karena tingkahnya yang begajulan dan penganut free sex.
tapi cara-caranya dia meluluhkan karmila dan trus berubah jadi suami idaman n good father bikin saya leleh sama karakternya.
Sayang banget, sekarang jarang ketemu novel yang sebagus karmila.
Profile Image for Pradnya Paramitha.
Author 19 books459 followers
January 10, 2023
Actual rating: 3,4

Baca buku ini semacam ada guilty pleasure buatku. Ambigu perasaannya. Di satu sisi, isu yang diangkat sangat bertentangan dengan pandanganku. Tapi di sisi lain, demi apa pun, gimana caranya menolak pesona sosok Feisal di sini? Sulit, gaes. 🥹

Pertanyaannya: ada berapa persen bajingan di dunia ini yang bisa benar-benar mengakui kesalahan dan tobat seutuhnya kayak Feisal? 🤔

Pada buku 1, pace-nya sangat cepat. Sampe aku sempat bertanya-tanya, ini apa ada bagian yang dipotong dari versi cerbungnya. Nah, tapi di buku 2, mendadak plotnya jadi agak bertele-tele, banyak percakapan sehari-hari yang mungkin kalo novel sekarang udah di-cut habis sama editor. Tapi karena ini novel tahun 70-an, aku jadi maklum karena mungkin begitulah gaya yang populer saat itu. BTW, aku suka dengan dunia medis yang kental di novel ini.

Jadi berpikir untuk baca novel Marga T lainnya. Series Monik itu sepertinya menarik.
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
April 17, 2013
Judul: Karmila
Penulis: Marga T.
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 432 halaman
Terbitan: 1997 (terbitan pertama tahun 1973)

Karmila, seorang mahasiswi kedokteran yang alim dan lugu. Tak pernah dia sangka bahwa masa depannya akan berantakan ketika dia pergi ke sebuah pesta. Suatu tragedi menimpa dirinya. Akibatnya kuliahnya berantakan dan dia merasa gamang menatap masa depannya.

Feisal, seorang pemuda dari keluarga kaya. Akibat perbuatannya dia telah menodai seorang gadis yang masih hijau hingga gadis itu hamil. Dengan paksaan orang tua dan karena rasa bersalahnya, dia meminta gadis itu untuk menikahinya. Rasa benci gadis itu begitu kuat sehingga dia menolak Feisal.

Ini adalah kisah cinta antara Karmila dan Feisal. Sebuah romansa yang dimulai dengan sebuah tragedi. Mampukah kebahagiaan datang pada akhirnya bagi mereka berdua?

Review

Pertama kali pengin baca novel ini sih setelah saya baca tentang "Karmila" ini di buku 100 Buku Sastra yang Patut Dibaca Sebelum Dikuburkan. Karmila di buku tersebut disebutkan sebagai sebuah novel yang membuka jalan bagi fiksi populer di Indonesia.

Buku ini juga membuka gerbang bagi masuknya prosa sebagai "barang dagangan" di negeri ini. Buktinya adalah keberhasilan buku ini dicetak ulang sebanyak lima kali antara Desember 1973-Oktober 1974. Buku ini juga yang menjadi salah satu "pasak" bagi Penerbit Gramedia yang termasyhur itu. Kenapa? Sebab "Karmila", menurut kata pengantar di buku ini, adalah buku pertama yang diterbitkan penerbit itu.

Saya terkesan dengan kemampuan Marga T. untuk menghasilkan sebuah karya di tahun 70-an yang tidak terasa seperti novel lama, tapi justru terasa mirip dengan novel-novel yang ada saat ini. Malah saya merasa novel ini semacam "metropop" tahun 70-an.

Tokoh utamanya hidup di kota besar, dunia profesional si tokoh utama diceritakan dengan gamblang, bahasa Inggris bertebaran di dialog dan narasi, dan juga banyak "barang impor" dalam cerita. Khusus yang terakhir itu bukan pakaian atau mobil atau parfum, tapi buku dan musik. Di sini Marga T. membuat referensi ke serial detektif Perry Mason (karya Erle Stanley Gardner), serial Poirot (karya Agatha Christie), juga ke pengarang Truman Capote dan Dostoyevsky. Kalau untuk musik ada Nat King Cole dan Billy Vaughn serta beberapa pemusik klasik.

Bagaimana dengan ceritanya sendiri? Marga T. menggunakan tipe alur waktu yang panjang dan makan waktu bertahun-tahun (sepuluh tahun untuk buku ini) sebelum ceritanya selesai. Lamanya rentang waktu di cerita ini membuat perubahan perasaan karakter-karakternya menjadi bisa dipercaya. Karmila yang semula benci pada Feisal yang telah memperkosanya, akhirnya percaya bahwa Feisal menikahinya bukan hanya untuk menjaga nama baiknya, tapi sungguh-sungguh karena dia mencintainya. Sepuluh tahun jelas waktu yang cukup untuk mengumpulkan bukti-bukti akan hal itu.

Saya juga suka dengan kisah kehidupan dokter di novel ini. Penggambarannya lugas dan membuat para dokter yang layaknya dewa itu terlihat manusiawi. Di sinilah kemampuan Marga T. mengolah karakter dan dialog tampak bersinar. Dialognya, walau agak terasa zaman dulu, tetap hidup dan mudah diikuti.

Secara keseluruhan, saya suka pada cerita dan karakter-karakter yang ada. Sayang ada beberapa bagian yang agak membosankan, tapi tetap salut untuk salah satu novel pembuka jalan novel populer di Indonesia.

Buku ini untuk tantangan baca:
- 2013 What's in A Name
- 2013 Serapium Reading Challenge
- 2013 Indonesian Romance Reading Challenge
Profile Image for Katherine 黄爱芬.
2,419 reviews291 followers
August 15, 2020
Novel ini ternyata sudah jadul, 50 tahun sejak dimuat di harian Kompas. Dari dulu gak menyempatkan utk baca. Untung sekarang sudah ada di Gramedia Digital.

Plot ceritanya memang khas layaknya sinetron Indonesia. Hubungan Karmila dan Feisal sudah dimulai dari cara yg sangat salah. Karmila dibius obat perangsang dan diperkosa (entah kenapa gw malah jadi ingat buku Johanna Lindsey "Secret Fire"). Feisal dipenjara tapi tidak diperkarakan krn Karmila enggan memproses lebih lanjut. Dan sesudah mendekam sebulan lebih dibui, Feisal menyesal dan bertobat. Dgn dukungan penuh dari ayahnya, Feisal menjalani pertobatannya yg gak mudah dgn Karmila yg hamil anak hasil hubungan biadabnya.

Karmila boleh jadi hanya seorang gadis manis yg pasif tapi dia tidak memberikan jalan gampang bagi Feisal. Dendamnya pd Feisal nyaris menghancurkan anaknya, tetapi sekaligus memupus impiannya utk menjalin kembali kasihnya dgn tunangannya, Edo yg sudah tinggal di Perth. Dan malapetaka bagi bahtera rumah tangga mereka yg msh seumur jagung saat Edo kembali ke Indonesia dan bertekad merampas kembali Karmila dari tangan Feisal. Dapatkah rumahtangga mereka diselamatkan?

Dgn setting awal tahun 1970an, masa Orba baru menancapkan kukunya kita disuguhi teknologi yg saat ini sudah kuno, telepon di rumah (zaman smartphone maupun telepon seluler belum ada sama sekali). Telepon spt "barang mevvah" saat itu, begitu juga orang yg memiliki mobil... hanya orang super duper holang kaya yg punya.

Banyak istilah-istilah yg sudah gak relevan lagi dgn masa sekarang, dan banyak serapan kata Belanda yg tampaknya umum digunakan pd masa itu. Membaca novel ini terasa sekali Indonesia mindset yg mudah memaafkan seorang bajingan/cross boy spt Feisal. Dgn menggunakan uang dan keuletan/kesabarannya, ibarat air menetesi batu bertahun-tahun, akhirnya Karmila luluh juga setelah 4 tahun, yg sebenarnya waktu yg tidak singkat utk memaafkan. Tapi saya juga gak heran seluruh keluarga besar Karmila langsung cepat memaafkan Feisal, yg disini lebih mirip "korban" ketimbang penjahat.

Konflik rumah tangga mereka sebenarnya umum terjadi pd pasangan muda walau yg paling serius adalah ketika Edo melakukan manuver sbg perebut istri orang, dan saat Amalia- wanita asing yg mengaku anak pamannya Feisal di Malaysia ikutan diboyong Feisal dan menginap di rumahnya selama 3 bulan (tadinya saya pikir Feisal cerdik dan ulet juga dlm merebut hati Karmila, tapi urung gara-gara kejadian ini). Kesalahpahaman mereka terlihat jelas krn komunikasi mereka "macet" krn masing-masing mereka lebih suka memendam perasaan mereka. Setiap ada konflik dgn Feisal, Karmila menggunakan passive-aggresive-nya dan terutama memegang kartu ayah mertuanya yg sangat mendukung dirinya dan Feisal pasti mati kutu terhadap ayahnya. Jadinya mereka spt anak kecil yg main rumah-rumahan.

Saya justru sangat suka interaksi Karmila khususnya dgn anak-anaknya yg sangat ucul. Fani dan Tasia sangat memikat saya dan Karmila membuktikan dirinya ibu yg baik dan bijak dlm mendidik anak-anaknya. Bagusnya lagi membaca novel ini tidak membosankan malah saya bisa membayangkan kehidupan rumah tangga kelas menengah pd thn 1970an.
Profile Image for LawyerApologist.
14 reviews
October 12, 2024
I did not finish this book because I had a very hard time following the story in Karmila II.

TW: SA

First of all, the second book is so bloated with dialogue about... well... I don't know! I don't know what the hell they were even talking about! Maybe it's just my horrible reading comprehension or me being illiterate, but the second book was so confusing for me. Random characters were being thrown in constantly without any proper context, and thus I was confused about who's who. The only time the story made sense was when Karmila's ex was introduced. Shortly after that, I stopped reading this book because it was getting so exhausting.

I know rating a book I DNF'd is a controversial thing to do, but whatever. I have a lot to say about this book.

Let's talk about the first book. The first book was better than the second book. No bloat, just straight to the point about the story. But although it is better, it doesn't mean that it's good. The story is a horrible depiction of sexual assault. Just... everything about it. How Karmila's mental state and the rapist's feelings were portrayed is so damaging. Karmila's tantrums were written and portrayed as these childish outbursts from a girl who doesn't want to be responsible for her baby (that exists and is born AGAINST her will, may I remind you). And the writer's romanticization of the rapist is insane. Guys, he's just a misunderstood young boy who didn't fully understand what he got himself into! He's rich, hot, and charming, and he kind of regretted what he did as well, so it's totally okay! How romantic!

The number of reviews of this book that I have read that actively praise the rapist is disgusting. "Tolong bawa aku [Rapist]!!!" How about YOU step into Karmila's shoes for once? This glorification of the rapist is sickening. Absolutely sickening. The fact that so many readers actually "fell in love" with the rapist is making me throw up. There are some that actually commended the rapist's behavior and others that disapprove of Karmila's "tantrums" and "outbursts." Why do I feel like this is what the writer intended? To portray the rapist's "growth" as such a great thing, and to portray Karmila's emotions and feelings as morally bad, as a hindrance to the rapist's love for her.

Also, is it just me, or are the sentences in this book so short? It makes it feel so fast-paced even if it's not. "A did this. A felt this. And then B did this. A saw B. And A responded to B. A said this to B. B was shocked." Something like that. It was a bit jarring to read.

Another scene that was troubling for me was when Karmila was giving advice as a doctor to a patient who's planning to have an abortion. Instead of only giving neutral medical advice on the consequences and benefits of abortion, she decided to give a speech about sinning. Come on. That is unprofessional and shouldn't be encouraged. You're a doctor, not a priest.

I don't know what I expected from this book. I expected less "drama" and more exploration of Karmila's feelings and how she manages through her university life and romantic life despite being sexually assaulted. That is why I think I enjoyed the first book more, because a big part of it focuses on her journey (albeit it was not portrayed in a good way).
Profile Image for DuniaFriskaIndah.
86 reviews9 followers
September 22, 2009
Pertama kali tertarik u/ baca ni buku karena nonton filem lepasnya (film jadul) yang gw ga tau siapa pemeran utamany karenagw nonton pas esde kelas 5 ato 6. Langsung suka dengan sosok Faisal yang bisa mencintai Karmila walopun dia bisa dapat cewek dengan gampang...
Cara Faisal u/ mendapatkan hati karmila dan kerendahan hatinya u/ mengubahnya benar2 menyentuh hati.
Gw ga punya ni buku, pas kul di Jogja, banyak bangat t4 peminjaman buku (rental buku).. nah gw pinjam deh....

Profile Image for Mary .
196 reviews44 followers
October 2, 2011
Saya penggemar berat Marga T., tp khusus buku- bukunya yg dr jaman baheula. Entah kenapa karya-karyanya yg terakhir terasa sangat hambar buat saya.

Dari semua karya-karyanya, Karmila merupakan buku favorit ke-2 setelah Tesa.

Ini bacaan kesukaan saya semasa SMA. Dengan setting usia kuliah, membuat saya membayangkan masa-masa kuliah yg sudah saya tunggu- tunggu sejak SMP.
Profile Image for Yulia.
86 reviews2 followers
June 20, 2017
Should've been shorter.
Profile Image for Linda.
Author 33 books23 followers
January 12, 2016
Tertarik baca setelah tahu sinetron Karmila diadaptasi dari novelnya. Setelah nyari setengah mati akhirnya dapet juga yang kinyis2 seharga Rp. 70rb (lumayan buat edisi hard cover). Ceritanya menarik, tapi memang bagian kedua terlalu bertele2 dengan cerita kehidupan Karmila sebagai dokter dan berbagai konflik dengan Feisal yang dibuat2 (kecuali konflik dengan Edo). Mestinya bagian ini fokus saja ke cinta segitiga Edo-Karmila-Feisal, malah bisa lebih seru dan menggigit. Tapi okelah, Marga T. gitu. Salah satu hiburan membaca novel ini adalah menemukan istilah2 slang zaman bokap-nyokap, seperti "cross boy" dan "mek" XD
Profile Image for Keisha.
21 reviews
December 24, 2024
aku ga tau mau bilang apa, as a gen z i appreciate the family issue and things in here so i put one star. aku ga mau lanjut baca karena kayanya udah tau ending nya kayak gmn mungkin kayak di sinetron karena bertele-tele. aku kurang bisa juga memahami bahasa novel yang agak baku ini. but thanks sudah jadi buku pertama yang di produksi gramedia 🥹🫵.
Profile Image for Yuan Astika Millafanti.
314 reviews7 followers
May 17, 2023
Karmila • Marga T. • GPU • Cetakan ke-13, 1994 • 512 hlm. • Gramdig

Karmila, mahasiswi kedokteran tingkat tiga, gadis baik-baik, dicekoki obat dan dirudapaksa oleh Feisal, lelaki yang tidak dikenalnya pada sebuah pesta. Karmila tidak hanya dihadapkan pada mimpinya akan rencana studi yang terancam hancur, tetapi juga dengan kisah cintanya yang berantakan. Ia bersusah hati bertahan dalam hubungan bersama dengan lelaki yang mencemarkannya dan juga berusaha tetap setia pada tunangannya yang masih mencintainya.

Duh, dilema entah harus benci atau cinta dengan Feisal! Aku kesal sekali dengan lelaki itu karena sudah merusak masa depan anak gadis baik-baik. Namun, di sisi lain, aku pun bakal luluh dengan perjuangannya menunjukkan ketulusan cintanya.

Dulu, sewaktu aku ABG menonton sinetron Karmila--tanpa sebelumnya membaca bukunya, aku langsung jatuh hati dengan kegigihan Feisal. Bisa jadi karena aura bad-boy tobat yang dimilikinya sudah merasukiku. Kini, puluhan tahun setelahnya, aku justru hanyut dalam pergulatan batin Karmila sebagai korban kekerasan. Aku membayangkan bagaimana tersiksanya ia harus hidup bersama dengan lelaki yang menghancurkan hidupnya sementara orang-orang di sekelilingnya seolah mendukung kehadiran Feisal di sisinya. Tidakkah ia trauma? Tidakkah hari-harinya dihantui dengan memori akan kejadian malam itu? Bagaimana ia menghadapi pandangan dan tudingan orang-orang yang justru menyalahkannya atau meremehkannya atas apa yang terjadi padanya? Tidak jauh berbeda dengan saat ini, sering kali ucapan dan pandangan wanita justru lebih menyakitkan dibandingkan sikap lelaki.

Membaca karya lawas seperti Karmila ini membuatku menyadari bahwa zaman telah berubah, meskipun tidak banyak. Kita dapat menemukan kentalnya paham patriarti, tidak seperti sekarang yang sebagian orang mulai melek dan mengoarkan feminism. Aku menyadari beberapa lelucon dalam buku ini tidak lagi terasa lucu. Lelucon itu justru terasa menyakitkan karena merendahkan perempuan. Ya, begitulah masa zaman itu: terasa sekali ketimpangan antargendernya.

Karakter tokoh dan konflik antartokohnya menjadi daya pikat buku ini. Sayangnya, aku merasa pace di bagian awal buku ini terlalu cepat. Aku butuh lebih banyak cerita soal pergulatan batin Karmila setelah kemalangan yang dialaminya. Sementara itu, pace pada pertengahan buku cenderung terlampau lambat. Aku merasa gambaran soal keseharian tokohnya terlalu banyak diumbar yang seharusnya masih bisa dipadatkan. Jangan kaget kalau kamu menemukan beberapa istilah kedokteran di sini tanpa ada penjelasan di catatan kaki. Meskipun begitu, Karmila tetap menjadi salah satu buku legendaris favoritku. Terlepas dari "perkenalan" yang kurang baik, siapa, sih, yang bisa kabur dari pesona Feisal? Kalau tidak percaya, coba saja baca buku ini!

--

Andaikata Nona maju ke pengadilan, tentu perkara ini akan disidangkan dan tentu perhatian pers dan publik yang sudah mereda itu akan hangat kembali. Semua mata dan telinga akan terarah kembali kepada kita. Kita akan menjadi perbincangan lagi. Dan mungkin untuk waktu yang lama -- Nona tahu sendiri bagaimana lambatnya kerja orang-orang di sini -- atau untuk selama-lamanya. Kita akan dipergunjingkan orang. Dan keuntungan kita? Apakah kecemaran itu akan sirna? Apakah keaiban itu akan lenyap? Pada hemat saya pribadi, pengaduan hanyalah merupakan pemborosan tenaga semata-mata. - Hlm. 48
Profile Image for Neneng Lestari.
295 reviews1 follower
November 14, 2023
Mengingat novel ini begitu populer, bahkan sampai kini pun masih banyak penggemarnya, aku rasa review ku kali ini mungkin tidak akan banyak di sukai.

Aku berharap terlalu banyak dari blurb. Menanti ketegaran Karmila yang diperkosa, lalu harus menikahi sang pelaku, membesarkan anak yang tidak ia inginkan, kehilangan mimpi sebagai dokter, dan sebagainya.

Namun sayangnya, eksekusi nya zonk ~

Karmila punya kesempatan untuk mempenjarakan Feisal, tapi enggak dilakukan. Aku jengkel sekali bagian ini.

Rasa sedih Karmila sama sekali tidak ada.

Traumanya tidak digambarkan. Yang ada cuma kemarahan, itu pun kalau disebut marah. Lebih tepatnya ngambek.

Tidak ada reaksi orang tua Karmila. Bibi Karmila pun yang lebih sering "disorot" menyukai Feisal yang sopan santun. Dan mendorong Karmila untuk menerima Feisal.

Adik Karmila pun menyukai Feisal yang tampan rupawan, kaya raya, dan berusaha meminta maaf ke Karmila sehingga Feisal pantas mendapat perlakuan baik.

(Ya gimana nasib ya kalau yang memperkosa Karmila jelek wajahnya, miskin harta, dan gelandangan pula?)

Feisal, ngemis-ngemis merasa bersalah dan dijadikan cowok idaman di dalam novel ini. Coba baca review GR, ada beberapa perempuan yang pengen punya pasangan kayak Feisal

Semua orang menyukai Feisal, SANG PEMERKOSA!!

Novel setebal 400 halaman ini kebanyakan dialog sehari-hari, bikin bosan, banyak aku skip. Diselingi ilmu kedokteran (ini yang paling berbobot), dan masalah yang seharusnya jadi konflik utama malah lewat begitu aja.

Misalnya ketika Edo, tunangan Karmila kembali. Trus Karmila yang dapat surat kaleng, kalau Feisal punya anak dengan wanita lain. Semua selesai dalam sekali jentikan jari.

Entah ya, mungkin kali ini aku sedikit keras karena ini PEMERKOSAAN!! Aku tidak sekeras ini dengan novel Marga T lainnya

Seolah-olah menciptakan dunia fantasi, kalau yang perkosanya orang kaya, ganteng, boleh-boleh aja gitu.

#HayuKitaBacaChallenge
#ReviewBukuHayuKitaBaca
#OneWeekOneBook
Profile Image for Aulia Esa.
64 reviews4 followers
October 24, 2024
𝒦ℯ𝓈𝒶𝓃 ℳℯ𝓂𝒷𝒶𝒸𝒶

⚠️Trigger warning : umpatan yang cukup banyak, sexual harassment.

Meet Karmila, kisah Karmila dari gadis mahasiswa kedokteran sampai menjadi seorang ibu dan dokter. Julukan nya 'gadis yang gila diktat.'

Meet Feisal cowok Red Flag 🚩 yang berubah 180° setelah kejadian amoral yang membuatnya dipenjara.
Meet Feisal dewasa yang insyaf/bertobat menjadi bertanggung jawab dan figur ayah yang diinginkan anak-anak.

Pros :
Alurnya sangat cepat diawal, dan dari pertengahan ke akhir mulai pelan. (Slow down)

Pembentukan karakternya kuat. ✅️Mila konsisten dengan trust issue yang diakibatkan oleh trauma masa lalu.

Walau ditulis tahun 70an, ceritanya bisa dinikmati sampai kini.
Dunia kedokteran juga dibahas cukup banyak di novel ini ( aku suka topik yang dibahas)

Page turner seperti baca novel romance masa kini berlatar perkotaan, hanya saja yang biasanya pakai sebutan "lo gue" di novel ini pakai sebutan " saya engkau."😍

Generasi alpha yang kalau berkomunikasi sering ditambahi kata "kocak", zaman dulu juga ada imbuhannga yaitu "konyol" 🤣

Cons : agak kaget sama banyaknya kata umpatan
Profile Image for owleeya.
307 reviews100 followers
November 2, 2025
Sebenarnya topiknya sensitif dan pelik sekali: korban perkosaan dinikahkan oleh pemerkosanya dengan dalih agar anak dalam kandungannya jadi punya orangtua lengkap.

🙂

Kemudian, pelaku pemerkosaan itu tobat dan berupaya menjadi pria baik karena dia sudah kadung cinta dengan… korban. 🙂

Wow. Banyak sekali yang bisa dikuliti dari novel ini.

Di pertengahan hingga akhir novel itu berfokus ke cerita pernikahan Karmila (korban) dengan Feisal (pemerkosa) dan sebenarnya, sih, beberapa konfliknya bisa-bisa saja masuk ke alur cerita. Tapi ya tapiii, ya Tuhan, Feisal kamu tuh sudah menghancurkan hidup Karmila dan membuatnya trauma dan ya betul dia bisa bangkit dan menggapai cita-citanya kembali, tapi?? Kamu gak berhak untuk cemburu sama Edo?? Hanya karena pernikahanmu dan Karmila sekarang bahagia?? Ingat ya, Feisal, kalo kamu tidak memperkosa Karmila mungkin dia sekarang sudah bahagia bersama Edo 🫵 Kamu orang jahatnya 🫵

Tapi ya 4/5 karena seperti biasa tulisan mendiang Marga T. selalu rapi dan mengalir.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Agamtriptyline.
134 reviews
February 23, 2025
As far as I can remember, this was the first novel I ever read. I think it was during my second year of elementary school, so I was about seven years old.

After rereading this book 16 years later, I feel amazed by my childhood focus. Back then, I could finish this book in one sitting, but now it took me five days. It's incredible that I could understand almost the entire story at that age. There aren’t many changes in my perception, except that I feel this book should have ended at Karmila I.

I think next time, I won’t underestimate children's ability to understand books.

250224BDG
28 reviews
May 21, 2022
Novel ini ditulis pertama kali ditulis pd tahun 1970-an, novel bersejarah bagi penerbit GPU krn terbitan pertamanya.

Ceritanya seputar kehidupan menengah keluarga Indonesia, namun konfliknya msh sangat relevan dibaca pada tahun 2022. Bener2 klasik. Saya suka penulisannya yg mengalir walaupun banyak istilah2 yg kdg sy kesulitan mengerti. Jalan cerita awalnya berat tp lama2 menjadi ringan. Interaksi karmila dan feisal jg sgt natural, bukan yg menye2. Recommended lah untuk bacaan populer.
Profile Image for Rian Widagdo.
Author 1 book20 followers
March 19, 2018
Judul : 4/5
Sampul : 3/5
Pembuka : 4/5
Cerita : 4/5
Penceritaan : 3/5
Bahasa : 3/5
Penutup : 3/5
Layout 3/5
Blurb : 3/5

Jumlah : 3/5
Rekomendasi : 3/5

TOTAL : 3/5

Catatan:
Katanya ini adalah buku pertama yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Ceritanya jadul 'banget'. Saya suka.
Profile Image for Ida.
192 reviews4 followers
December 8, 2024
Mungkin pada zamannya buku ini mudah diterima di berbagai kalangan. Tapi sekarang, astagaaaa, bisa2nya meromantisasi pelecehan seksual. Pernah nonton sinetronnya juga, tapi mungkin karena waktu itu masih ga nyimak jadi kelewat gitu aja. Harusnya dikasih semacam peringatan di sampul halamannya kalo novel ini berkisah tentang pelecehan seksual, dan penyalahgunaan obat terlarang dan alkohol.
Profile Image for Lelyana's Reviews.
3,412 reviews400 followers
January 3, 2018
Lupa jalan cerita nya, punya paperback nya sejak pertama terbit. Salah satu pengarang favorit aku dari negri ini.

Film nya keren, pertama kali nya naksir sama Teddy Syah waktu itu. LOL!
Profile Image for Fajrina Nadya.
35 reviews
May 11, 2019
faisal akan mengajarkan bagaimana kita memaafkan diri sendiri, begitu juga karmila. mencintai dengan ketidaksempurnaan, hingga menjadi sempurna
Profile Image for Anjeli Febriyanti.
3 reviews
May 3, 2020
Novel pertama dari Marga T yang kubaca dan langsung jatuh cintaaaaaaa💙

Pertama tau novel ini karena liat thread sinetron jadul di suatu blog dan tertarik dengan jalan ceritanya.
Profile Image for Booksnack.
66 reviews
June 16, 2020
Novel Marga.T pertama yg dibaca sewaktu SMA dan ini salah satu favoritku dari karya2 beliau.
1 review
Want to read
April 12, 2021
Nice book mendiidik juga serta banyak point penting tentang kehidupan
Displaying 1 - 30 of 61 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.