Kumpulan kisah dengan warna sebagai benangnya.
Kisah pertama - Biru. Mengingatkan pada kisah masa sekolah khas Jepang. Penceritaannya, konflik cinta segitiganya, kepolosan tokoh utamanya.
Kisah kedua - Orange. Mengingatkan pada masa muda yang membayangkan jodoh bertemu semudah salah kirim SMS.
Kisah ketiga - Turqoise, walau juga menyebutkan banyak warna lain. Tulisannya Kak Yuli memang punya efek tertentu untukku. Kali ini pasangannya diambang perceraian dan mereka meluangkan satu hari untuk bersama. Mengingatkan pada Before series yang kutahu salah satu ide landasan dari kisah ini karena Kak Yuli juga menyukai film itu. Dialog yang pas, penggambaran latar dan tindakan yang mengalir indah seakan melihat sebuah film. Ending yang manis dan membuatku paham mereka benar menginginkan hubungan yang lebih baik, bersama.
Kisah keempat - tidak terlihat warnanya. Ditulis dengan humor dan melokal.
Kisah kelima - Hitam. Mengagumi seseorang dari dekat sekaligus jauh di sekolah. Seseorang yang berasa dekat karena banyaknya waktu yang dibagi dalam momen bersekolah, tapi juga jauh karena tidak sungguh-sungguh pernah berkenalan. Kisah cinta yang manis.
Kisah keenam - Putih/bening. Kisah dengan penempatan latar satu saja sepanjang cerita adalah kesukaanku. Satu momen mengobrol berdua itu membawa banyak hal untuk diceritakan.
Kisah ketujuh - Peach. Amnesia. Bertemu kembali. Myungsoo.
Kisah kedelapan - Merah. Pernah membaca karya penulisnya, jadi tidak heran. Konflik bullying, gay, suicide.
Kisah kesembilan - Ungu/violet. Kanker dan harapan akan masa mendatang yang usai karena takdir.
Kisah kesepuluh - Abu-abu? Kisah humor sebagai penutup.
Cukup menghibur untuk bacaan ringan.