Ким Мёнчжун — типичный неудачник. Работы у него нет, денег тоже. Жена бросила его, оставив ему маленькую дочь. А теперь та заболела смертельной болезнью — белокровием. И тогда бывшая жена заявляет, что единственный способ спасти дочь — похитить ребенка богатых родителей и получить выкуп. Жертва — Чхве Рохи, 11-летняя дочь главного врача известной клиники…
В назначенный вечер, подъезжая к особняку семьи Чхве, Мёнчжун сбивает какую-то девчонку. И с изумлением понимает, что это как раз та, кто ему нужна, — Рохи. Он увозит ее в свою хибару — и там выясняется, что от удара похищенная потеряла память. Мёнчжун решает временно выдать себя за отца девочки, а через несколько дней узнаёт, что ее настоящих родителей зверски убили в собственном особняке. Причем именно в вечер похищения…
Membacanya terasa seperti sedang menonton drakor karena novel dengan genre misteri-thriller ini banyak sekali dramanya terutama dari sisi si penculik dan si anak yang diculik sehingga penyelidikan oleh polisi seperti hanya diceritakan dalam 2/5 bagian saja. Selain itu cukup banyak karakter yang muncul baik muncul sejak awal maupun hanya selintas saja, sehingga bagi yang belum terbiasa akan kesulitan menghafal nama-nama karakter tersebut dalam bahasa Korea. Meskipun bertema kejahatan dan pembunuhan, cerita dalam novel ini disisipi humor dan adegan-adegan yang menyentuh. Beberapa kali sebuah twist dihadirkan dalam ceritanya tetapi cukup bisa diduga-duga sebelumnya, hanya pada bagian akhir saja yang tidak terduga dan menimbulkan pertanyaan yang tidak terjawab dengan jelas.
Kim Myeong-jun berencana menculik Choi Ro-hee, pas dia mau otw ke rumahnya eh pas banget ternyata ada anak kecil yang lari terus ketabrak ama dia turns out yang dia tabrak tuh Ro-hee seolah berkata Tuhan mempermudah prosesnya dalam keadaan panik tanpa pikir panjang dia langsung bawa masuk ke dalam mobilnya. Alasan dia menculik Ro-hee adalah buat minta tebusan uang karena anaknya Myeong-jun dirawat di rumah sakit dan tagihannya menungggak.
Lama kelamaan Myeong-jun ini merasa kasihan ke anak yang diculiknya, akhirnya dia balikin tuh ke rumahnya eh pas sampe rumah, orang tua si anak ternyata keduanya ditemukan terbunuh. Dalam kepanikan Myeong-jun bingung ini harus gimana, akhirnya dia sama Ro-hee hidup dalam pelarian karena jelas polisi menuduh tersangka pembunuh nya si penculik anaknya dan Ro-hee pun oke oke aja malah dia yang berinisiatif kabur saat kepergok di rumah sakit.
Awalnya tuh ya kupikir ini bakalan cozy mystery gituloh, eh ladalah ternyata serumit ini. Lebih ke buku penyelidikan detektif sih ini porsinya tapi terbagi antara interaksi penculik kikuk dan korban geniusnya juga cukup dapet. Ada komedinya sedikitttttt tapi banyakan dark nya ahahahah. Pace nya cukup slow dan baru seru diatas 100 halaman, plot nya cukup tertebak tapi ada twist yg rumit di ending. So far entah karena terjemahannya atau apa aku agak bingung mungkin karena aku juga kurang suka ke k-lit kali ya jadi di otakku susah responnya wkwkwk.
Blurb-nya menarik, kan? Yep, anak yang mau diculik ternyata muncul sendiri dan nggak terduga di depan mobil Myeong-jun. Entah ini berkah atau keberuntungan, mengingat niatnya jelek. Selanjutnya makin seru.
Alih-alih thrilling, hubungan antara Myeong-jun dan Ro-hee malah heartwarming. Karena hubungannya yang beda dari bayangan antara penculik dan korbannya, jadi beda vibe-nya dengan pengungkapan kematian orang tua Ro-hee.
Bagiku, ceritanya oke, meskipun bukunya tebal untuk ukuran font yang kecil-kecil sama sekali nggak bikin bosen. Akhir babnya cliffhanger, hal yang udah hampir jarang kutemui pas baca buku akhir-akhir ini. Katanya sudah ada adaptasi dramanya. Kapan-kapan mau nonton, deh. Ceritanya bagus soalnya. Karakternya kuat dan solid. Voice-nya juga beda banget. Cara penulis memberikan kesan abu-abu sesuai porsi, nggak berlebihan sampai bisa menebak siapa aktor sesungguhnya dari kematian orang tua Ro-hee, tapi nggak sedikit juga sampai nggak bisa menebak. Kegocek, sih, ternyata karakternya begini jadi begitu, and vice versa.
Ceritanya menarik banget, selesai baca ini rasanya jadi campur aduk. Pertama kali baca sinopsisnya langsung dibuat penasaran dan ternyata beneran seseru itu.
Penokohan di cerita ini lumayan kompleks dan semua punya benang merahnya masing-masing. Karakter Ro hee digambarkan sebagai anak yang diculik, tapi meskipun Ro hee sempat amnesia, cara pikir dan analisis Ro hee beneran patut diacungi jempol sih. Banyak ide-ide out of the box yang bikin alur ceritanya semakin bikin penasaran. Sementara untuk tokoh Myeong Jun, untuk ukuran seorang penculik dia itu beneran polos banget astaga... Di satu sisi kasian tapi disisi lain gemes sama tingkahnya. Tokoh Myeoung Jun di cerita ini adalah definisi dari orang yang terlalu baik hati, bahkan saat berbuat jahat pun dia enggak becus. Interaksi antara mereka berdua itu kocak banget. Saking cocoknya mereka, kalau dilihat sekilas seperti ayah dan anak sungguhan, padahal seorang penculik sama sanderanya.
Di pertengahan cerita, rasanya semua jadi kayak komedi aksi. Apalagi ada beberapa bagian yang aku sampai ngakak banget dan beneran terasa konyol. Jujur kalau dipikir kehidupan mereka miris banget sih, cuma... karena penulisnya jago menyelipkan komedi, jadinya aku sebagai pembaca bingung mau sedih apa ketawa. Sepanjang baca ini aku juga merasa terharu banget, padahal narasi di buku ini cenderung ringan dan ringkas, tapi sewaktu baca rasanya tetap menyentuh hati.
Menurutku walau plottwist di buku ini tidak terlalu mengejutkan, eksekusi penulisnya dalam menggambarkan para tokohnya, alur cerita, konflik utama, hingga sampai pada penyelesaiannya ditulis dengan ciamik hingga pembaca dibuat penasaran terus. Secara keseluruhan, buku ini beneran berkesan buatku.
Buku ini masuk list buku favoritku, dan sangat pageturner karena berhasil bikin aku tamatin buku ini dalam waktu sehari. Sangat recommended untuk orang-orang yang ingin membaca cerita misteri thriller yang ringan dan seru.
Myeong Jun, seorang ayah yang kesulitan membayar biaya RS anaknya yang terkena leukemia, atas saran istrinya menculik anak direktur RS yang kaya dan meminta tebusan agar dapat membiayai operasi anaknya. Choi Ro-hee ketika akan diculik tiba-tiba berlari keluar dan tertabrak oleh Myeong Jun, rencana penculikan berubah kacau setelah Ro-hee mengalami amnesia, selain itu insiden lain terjadi orang tua Ro-hee dibunuh sebelum Myeong Jun sempat meminta tebusan. Ro-hee yang mengalami amnesia dirawat oleh Myeong Jun sembari memikirkan jalan keluar agar ia tidak dituduh sebagai penculik anak dan pembunuh.
Covernya sederhana tapi isinya tentang pembunuhan dan misteri dengan situasi yang rumit dan semakin rumit, plot komplek, penuh teka teki dan berlapis yang membuat kita menebak-nebak siapa tersangkanya belum lagi kejutan-kejutan yang ga disangka-sangka membuat penasaran hingga halaman terakhir.
Walaupun misteri tapi banyak drama yang bikin ketawa dan heartwarming, ga nyangka hubungan Myeong Jun & Ro-hee bisa sehangat itu, padahal mereka penculik dan anak yang diculik.
Kalau membaca judulnya yang tebersit di pikiran ini adalah drama penculikan biasa saja. Ternyata semakin dalam menelusuri alurnya, semakin rumit jalinan ceritanya lengkap dengan plot twist berkali-kali.
Ketika peristiwa biasa dikaitkan dengan pembunuhan, maka cerita akan langsung diambil alih oleh detektif yang kompeten dan dari sinilah terungkap berbagai tipu daya serta modus yang bertalian dengan uang dan proyek ambisius itu terbongkar.
Cerdik sekali pengarang menyimpan kejutannya dan sebagai langkah awal untuk membaca novel ini, sebaiknya memang harus diingat-ingat siapa saja yang berperan jahat, culas atau berhati lembut.
Myeong-jun adalah representasi pria yang begitu naif dan mau diperdaya sementara Hyee-eun menjadi sosok perempuan yang dominan dan kebablasan. Lain lagi dengan karakter bocah Ro-hee yang kadang terlalu dewasa dibanding usianya yang masih sebelas tahun kecuali memahami bahwa dirinya adalah anak perempuan genius hasil rekayasa genetika. Pepatah mengatakan bahwa tidak ada kejahatan yang sempurna, benar adanya.
Sebagai sebuah cerita, jalan ceritanya cukup berhasil membuat terperangah dan mencengangkan.
This book hooked me from the start, no exaggeration. The premise was crazy engaging, like, can you imagine kidnap kid and ask for ransom money to the parents but ended up knowing the parents was dead? Because I can’t, even a glimpse. Every page felt chaotic in a fun way, like getting swept up in a tornado you lowkey enjoy. The plot kept twisting when I least expected it, and honestly, that’s what made it so damn satisfying. Big shout out to the writer for delivering a story that messed with my head in the best way possible. By the last page? I was done. Completely dead.
작가는 구원 서사의 판타지에 환장하는 듯. 아니 아무래 애가 천재여도 로희처럼 말하고 삼십대 남자의 정강이를 깐다고? 묘하게 아주 묘하게 레옹과 마틸다의 관계가 떠올라서 좀 거부감 들었음. ((((((((((내 생각)))))))))) 계속 반쟌의 반전의 재미는 있어서 후룩 한 번에 완독하게 됨. 하지만 에필2가 개찝찝함^^…
Stopped reading halfway because too many characters are introduced, making it hard to follow, and the relationship between the protagonist and the abducted kid (최로희) is too comically exaggerated.