Akhirnya tuntas juga baca Salad Days di tahun baru ini hahaha. Agak lama juga waktu yang kubutuhkan untuk membaca ulang semua serinya sejak tahun lalu. Poligami sama buku lain, sih.
Di jilid ini akhirnya Futaba dan Yuuki mendapatkan resolusinya, yeeeey! Tadinya setelah insiden bersama pelukis itu, Yuuki dan Futaba akhirnya putus dan berpisah apartemen. Tuh kan. Sebenarnya mereka kan mampu buat tinggal sendiri-sendiri. Hadeeeh. Tetangga apartemen Futaba adalah adik kelasnya, Wada Miwako. Miwako menyukai Yuuki dan minta bantuan Futaba agar bisa mendekatinya. Miwako akhirnya jadian dengan Yuuki dan Futaba akhirnya menyadari bagaimana perasaan Yuuki saat melihatnya bersama dengan Sou si pelukis. Aku suka karena di cerita ini Futaba menyadari bahwa perilakunya salah. Namun, ternyata Miwako cuma jadian dengan Yuuki selama seminggu karena setelah itu dia harus pindah sekolah. Sebenarnya Yuuki menolak pengakuan cinta Miwako, tapi begitu tahu gadis itu akan pindah, dia setuju memenuhi permintaan Miwako untuk jadian selama seminggu saja. Alasan Yuuki menolak Miwako adalah karena dia masih punya orang yang dia cintai. Futaba langsung menangis mendengar cerita itu dan memutuskan besoknya akan menyapa Yuuki seperti biasa.
Namun, kebersamaan itu tak berlangsung lama. Setengah tahun sebelum kelulusan, orangtua Futaba yang tadinya bercerai akhirnya rujuk. Kakaknya, Shuuto-sensei akan tinggal bersama orangtua Futaba di Osaka. Futaba pun terombang-ambing, haruskah ia meninggalkan Yuuki di Tokyo?
Keren pokoknya. Adegan di stasiun kereta api itu lucu tapi juga menyentuh. Akhirnya seperti yang sudah diperlihatkan di kovernya, kita pun tahu lah ya bagaimana akhir kisah Futaba dan Yuuki. Omedetou! Eien ni shiawase! Hahaha.
benerkan ini semua tentang yuuki n futaba. mungkin awal na adalah potongan-potongan kisah yang ada di sekitar mereka. namun makin ke belakang, penulis na semakin fokus untuk mengangkat kisah mereka berdua. dan di akhir kisah ini, mereka berdua mendominasi kisah di volulme ini. selamat ya yuuki n futaba :)