Selama ini, kontrasepsi hanya dianggap sebagai tanggung jawab perempuan. Perempuan yang sudah menikah boleh berkontrasepsi, namun pada praktiknya ia dibatasi oleh izin suami. Di sisi lain, perempuan yang belum menikah masih sulit mengakses kontrasepsi karena berbagai persoalan sistem dan stigma negatif.
Program Keluarga Berencana (KB) melalui penggunaan kontrasepsi pun sudah lama diterapkan. Namun, akses dan pengetahuan yang memadai tentang kontasepsi masih sangat terbatas dan timpang terhadap perempuan. Sementara itu, kontrasepsi untuk laki-laki masih sedikit sekali jenisnya.
Dr. Sandra Suryadana (pendiri Dokter Tanpa Stigma) bersama Miranda Malonka mengurai berbagai persoalan kontrasepsi dalam buku ini. Kontrasepsi adalah tanggung jawab bersama pasangan, bukan hanya tanggung jawab istri (perempuan). Laki-laki dan perempuan harus saling terlibat dalam semua urusan kontrasepsi mulai dari pertimbangan, akses, penggunaan, hingga efek samping dan risikonya.
Bebaskan Kami Berkontrasepsi adalah buku yang membahas tentang isu krusial akses kontrasepsi di Indonesia. Buku ini mengupas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat dalam mendapatkan dan menggunakan kontrasepsi, mulai dari stigma sosial, kesalahpahaman informasi, hingga hambatan struktural.
Salah satu poin penting yang dibahas dalam buku ini adalah persepsi keliru bahwa kontrasepsi adalah urusan dan tanggung jawab perempuan semata. Hal ini menyebabkan ketimpangan dalam pengambilan keputusan dan beban penggunaan kontrasepsi. Buku ini menekankan pentingnya partisipasi aktif laki-laki dalam hal kontrasepsi, baik dalam hal pengetahuan, penggunaan, maupun dukungan moral.
Bebaskan Kami Berkontrasepsi juga membahas tentang hambatan struktural yang dihadapi masyarakat dalam mengakses kontrasepsi. Hal ini termasuk keterbatasan layanan kesehatan reproduksi, kurangnya edukasi dan informasi yang akurat, serta kebijakan yang tidak mendukung. Buku ini menyerukan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam mengatasi hambatan tersebut.
Secara keseluruhan, Bebaskan Kami Berkontrasepsi adalah buku yang informatif, kritis, dan inspiratif. Buku ini tidak hanya penting bagi perempuan, tetapi juga bagi laki-laki, remaja, dan seluruh masyarakat yang ingin memahami dan memperjuangkan hak atas kesehatan reproduksi.
Bebaskan Kami Berkontrasepsi adalah buku yang yang wajib bagi semua orang yang ingin memahami dan memperjuangkan hak atas kesehatan reproduksi di Indonesia. Buku ini dapat menjadi pemicu diskusi dan aksi untuk menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi perempuan dan laki-laki untuk membuat keputusan yang informed tentang kesehatan reproduksi mereka.