Cerita ini dimulai dengan Saras yang kebakaran jenggot karena taruhan Morrie. Masalahnya, Saras yang ceroboh, impulsif, dan mudah dipancing ini suka sekali menerima taruhan tanpa pikir panjang.
Nah, kalau taruhannya itu Saras harus menggandeng Leo ke pesta Morrie sebagai pacar, gimana??
Semua akan lebih mudah, seandainya itu Leo yang lain. Bukan Bang Leo angkatan 2010, kakak tingkat paling menyebalkan bagi Saras sejak penerimaan mahasiswa baru.
Leo seperti dewa, sedangkan Saras rakyat jelata. Leo dengan segudang kelebihan, Saras dengan segala kebodohan.
Gimana cara Saras menang taruhan? Masalahnya lagi, Saras tidak punya pilihan lain selain menang....
____
Better Than This emang light-romance-young adult lokal banget 😆 Masuk romance comedy karena banyak hal lucu di dalamnya.
Mulai dari tokoh, gaya narasi, dialog, sampai ke konfliknya ini tipe renyah nan menyenangkan. Apalagi kalau kamu suka sama tokoh macam Saras.
POV 1 oleh Saras, tokoh utama buku ini. Dengan narasi ala Saras yang lebih ke menggebu-gebu dan spontanitas, novel Better Than This jadi terasa hidup dan seru. Apalagi karakter Saras ini bener-bener... duh, campur aduk 😂
Saras cukup blak-blakan, ceria, gusrak-gusruk, impulsif, dan lucu. Mahasiswa Hukum yang lebih suka fotografi, terkenal di kampus dengan keunikannya, dan mengulang 2 matakuliah dalam satu semester.
Lalu, ada Leo: mahasiswa tingkat akhir, berprestasi nasional, kesayangan dosen, terancam lulus suma cum laude. Leo susah ditebak. Kadang nyebelin, kadang baik, kadang ganteng, kadang mukanya kayak KUHP 😂
Saras dan Leo ini musuh lama. Dan interaksi keduanya ini gemesin banget 😆 penggemar tema enemy to lover pasti greget. Tapi, apa bener Saras bakal sama Leo?
Ada juga Panji, sahabat Saras. Interaksi Saras-Panji juga nggak kalah lucu. Ala ala saling ngandelin, tapi ribut mulu 😂
Ada juga beberapa tokoh lain. Ada Morrie si cantik nan pinter yang seneng gangguin Saras, Bang Bernard sahabat Leo yang bisa banget nebak Saras, Jerro Atma si fotografer ganteng, dan lain-lain.
Alur cerita ini lebih banyak maju sih, walaupun ada beberapa flashback.
Selama baca, aku penasaran sama konfliknya. Yang kukira awalnya cuma taruhan, ternyata itu kulit atasnya aja. Pembukaan 😂👌
Aku menemukan plot yang cukup unik di buku ini. Awalnya, kukira simpel. Makin buka halaman selanjutnya, makin kaget aja.
Eh, ternyata nggak gitu. Eh, ternyata nggak segampang itu. Eh, ternyata bukan itu.
👆 itulah responsku selama baca 😂
Plotnya agak rumit ternyata. Ibarat kalau dibikin plot mapping, garisnya banyak 😂 Adaaa aja kejutannya.
Sebenernya sih terbilang drama ya hubungan-hubungan mereka itu. Beberapa kebetulan juga terasa banget ala fiksinya.
Satu sisi, di situlah serunya. Jadi rame, kayak lagi nonton film 😂
Kak Pradnya juga nggak sembarangan ambil background tokohnya. Riset dunia fotografi dan kuliah Hukum tokohnya itu kerasa.
Terlepas dari konfliknya yang cukup drama, aku enjoy baca buku ini karena aku pribadi memang penggemar light romance 😋
Mau dong kalau ada rekomen romance tipe begini lagiii 😆 apalagi tema enemy to lover selalu bikin aku gemas!!
Makasih untuk ceritanya, Kak!
Ditunggu Always-nyaaa 😆😆