Jump to ratings and reviews
Rate this book

Nonik Jamu

Rate this book
Kinanti memiliki mimpi.

Mimpi menjadi seorang peracik jamu.

Ia menikah dengan Pandu Buana Widyanata atau Ng Tiong Bik, anak dari pemilik Gudang Rempah, dengan harapan sederhana bahwa jalan untuk mencapai impiannya semakin mulus dan lancar.

Tapi arah langkah memang bukan pada genggamannya semata.

Dengan cara yang menyakitkan, Kinanti menyadari bahwa tak semua rencana akan menggapai tujuannya.

Arumi memiliki getir.

Rasa getir itu bagai bensin yang menjadi bahan bakar dan tujuan hidupnya.

Ia bertekad untuk membalas sakit hati orangtuanya sekaligus mewujudkan seuntai mimpi yang pernah tertunda.

Jalannya memang tak mudah, tapi dendam adalah kompasnya.

Ini adalah kisah tentang dua wanita berbeda, dari generasi berbeda, yang lahir dan besar di kota yang juga berbeda.

Tapi mereka sama-sama memiliki mimpi.

Dan mereka memiliki keteguhan mutlak untuk menggapainya, apa pun taruhannya, berapa pun bayarannya.

272 pages, Paperback

Published June 12, 2024

2 people are currently reading
48 people want to read

About the author

Rina Suryakusuma

17 books111 followers
She is just an ordinary woman with million dreams. Falls in love with words, music and lots of thing. Knows everything that she has, is only by His grace.
The author of Nonik Jamu, Selangkah Darimu, Let's Fall in Love, Gravity, Falling, Lullaby, and more.

For her, life is what happen while you're busy making other plans :))

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
16 (38%)
4 stars
17 (40%)
3 stars
7 (16%)
2 stars
1 (2%)
1 star
1 (2%)
Displaying 1 - 22 of 22 reviews
Profile Image for Liliyana Halim.
310 reviews242 followers
August 23, 2024
'Akan kubesarkan ia bukan dengan dendam, tapi dengan cinta.
Akan kudidik dia dengan pengertian bahwa hidup tak selalu mudah, tak selalu adil. Tapi di setiap cerita yang kutiupkan di napasnya, dia akan belajar untuk bertahan, sesulit apa pun perjalanannya'. (Hal 263).
.
"Dan punya ijazah itu tak pernah sia-sia,"— "tapi... semua Ibu kembalikan padamu. Ibu ingin kamu tetap sekolah. Tapi Ibu tak bisa memaksa. Kamu sudah dewasa, tak bisa lagi diatur seperti ketika kamu masih duduk di sekolah dasar. Yang kamu perlu tahu, Ibu tidak merasa membuang uang dengan membiayaimu kuliah, walau pada akhirnya kamu tetap akan tinggal di rumah." (Hal 86).
.
Selesaiiiii! Dan sukaaa 😍😍😍. Menurutku semua cewek harus baca novel ini cowok juga boleh dong biar lebih memahami cewek. Masih suka cara berceritanya, manis, hangat, bikin mata berkaca-kaca 😖 juga gregetan bangettt. Sampai tiap selesai baca part yang bikin gregetan ngebatin terus jangan sampai ketemu orang kayak Cik Tanti 😖. Cerita di dalam novel ini dimulai dari Wonosobo 1967, kisah sederahana tapi penuh makna dan buatku pribadi, novel ini seperti ditulis agar aku maupun pembaca lain yang membaca nggak lupa dengan hal-hal sederhana itu, seperti tidak ada salahnya mendengarkan apa kata orangtua. Baca novel ini jadi tau beberapa jenis jamu dari yang untuk muka jerawatan sampai ngobatin batuk. Jadi pengen coba minum jamu. Baca ini jadi pengen jalan-jalan ke Wonosobo sama Solo. Ngiler dengan beberapa menu makanannya juga pengen lihat alun-alun Wonosobo. Awalnya aku suka Kinanti, semangatnya, cara dia menyisihkan uang tapi juga gregetan dengan keras kepalanya sampai akhirnya nggak tega lihat Kinan begitu 😖. Aku suka Mamanya Kinan dan Arumi. Aku nggak terlalu suka Pandu.
.
Novel ini selain bercerita tentang Kinanti yang memiliki mimpi menjadi seorang peracik jamu. Tentang cinta, harapan dan kepedihan. Juga ada cerita tentang kenapa seorang Ibu demikian kuat menyimpan semua sakit sendiri. Tentang empat tahap penyembuhan luka fisik dan hati. Tentang keteguhan hati yang dibalut oleh kekejaman, juga keteguhan hati dibalut oleh ketulusan dan cinta yang ia berikan utuh pada ibunya. Pokoknya masukkan novel ini dalam list bacaanmu ya 😊.
.
"Semua jalan untuk mewujudkan mimpi pasti juga ada penghambatnya. Tapi kalau mau diterjang, semua rintangan juga pasti ada jalan keluarnya. Kamu pilih yang mana? Fokus ke rintangan? Atau fokus ke tujuan?" (Hal 209).
.
"Percayalah Tuhan akan tunjukkan dan buka pintunya, bila waktunya tiba. Semasa menunggu, mulailah melangkah, satu setiap waktu." (Hal 209).
.
'Kini ia percaya, tak ada yang mustahil dalam hidup. Jangan pernah batasi mimpi. Biarkan langit menjadi pagarnya'. (Hal 257).
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
September 4, 2024
"Kini ia percaya, tak ada yang mustahil dalam hidup. Jangan pernah batasi mimpi. Biarkan langit menjadi pagarnya."

Tidak kusangka, sudah 10 tahun berlalu sejak aku terakhir kali membaca karya Rina Suryakusuma. Walaupun sudah lama sekali, aku ingat bagaimana aku selalu menikmati gaya penulisannya yang mengalir dengan baik. Karena itulah, tanpa mengetahui dengan pasti premis buku ini, aku tidak perlu berpikir panjang sebelum memutuskan untuk membelinya. Seperti yang sudah aku duga, aku menikmati ceritanya dengan baik dari awal hingga akhir meskipun konflik yang disuguhkan tidak terlalu rumit. Membaca buku ini seperti mengikuti perjalanan hidup seseorang dan melihatnya mengarungi naik turunnya kehidupan. Ada bagian yang menginspirasi sekaligus memberikan pesan moral yang dapat dipetik oleh pembacanya.
"Ia tetap berpegang teguh pada tekadnya, pada mimpinya untuk memetik bulan bagi ibunya."

"Ternyata ia salah. Hidup tak semudah itu, bukan? Cinta pun tak sekuat itu khasiatnya. Tapi kini nasi telah jadi bubur. Tak ada yang dapat dilakukan kecuali tetap menyantap bubur tersebut dan menjaganya hingga jangan sampai jadi air yang akhirnya hanya bisa dibuang, berakhir di jerambah peralatan kotor."

Latar belakang kisah ini bermula di Wonosobo pada tahun 1967, ketika karakter utamanya, Kinanti, masih kanak-kanak dan tinggal bersama kedua orangtuanya yang memiliki usaha toko kelontong. Penulis menggambarkan latar belakang ceritanya dengan menyelipkan kosakata dalam Bahasa Jawa serta membagikan budaya masyarakat pada masa itu. Sebagai warga yang tinggal di pulau Jawa, tidak sulit bagiku untuk memahami kosakata seperti jedhing, kulakan, suwun, dan lain sebagainya. Namun tidak perlu khawatir, karena penulis juga menuliskan arti dari kata-kata tersebut bagi pembaca yang tidak familier dengan Bahasa Jawa. Bagian pertama buku ini menjelaskan sosok Kinanti serta apa saja yang memotivasinya untuk memiliki impian menjadi seorang peracik jamu. Akan tetapi, pernikahannya dengan Pandu, anak pemilik Gudang Rempah, yang ia pikir dapat mendukungnya meraih mimpi, ternyata tidak sesuai dengan harapannya.

Sedangkan bagian kedua buku ini berlatar belakang kota Jakarta pada tahun 1995, dan menyorot karakter utama yang berbeda: Arumi—anak tunggal Kinanti dan Pandu. Sembari kuliah di Jakarta, Arumi memiliki bisnis sampingan karena tidak ingin membebani kedua orangtuanya. Melalui tindakannya, pembaca dapat melihat bahwa Arumi berambisi tinggi dan punya kepribadian yang gigih. Oleh karena itulah, sewaktu Arumi mengetahui tentang impian ibunya yang telah dihancurkan tanpa belas kasihan, ia bertekad untuk mewujudkan mimpi itu—apapun rintangannya. Sosok Arumi dengan pendiriannya yang teguh sungguh menginspirasiku. Jika dibandingkan dengan kedua orangtuanya, ia lebih berani menghadapi tantangan yang ada di depannya, meskipun ada risiko yang harus ditanggung.
"Rasa marah bercampur tak berdaya menguasainya. Tapi perlahan sebuah tekad menelusup masuk. Jika dulu ibunya tak bisa menggapai mimpi itu, kini ia bisa berjuang sekuat tenaga untuk menggenapinya."

"Semua jalan untuk mewujudkan mimpi pasti juga ada penghambatnya. Tapi kalau mau diterjang, semua rintangan juga pasti ada jalan keluarnya. Kamu mau pilih yang mana? Fokus ke rintangan? Atau fokus ke tujuan?"

Salah satu pesan moral yang bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang (terutama yang belum memiliki pasangan) adalah pesan sang Ibu kepada Kinanti tentang pernikahan. Ibunya mengingatkan bahwa pernikahan itu meleburkan dua keluarga dengan dua latar belakang serta budaya yang berbeda. Pernikahan antara dua orang budaya yang sama saja tidak selalu mudah, apalagi pasangan dengan latar belakang yang jauh berbeda. Oleh karena itu, menurutku banyak hal yang harus dipertimbangkan ketika memutuskan untuk menikahi seseorang selain dari perasaan jatuh cinta saja. Hubungan antara Kinanti dan Pandu menunjukkan bahwa dalam sebuah pernikahan dibutuhkan perjuangan, pengertian, serta penyesuaian karakter untuk mengatasi perbedaan yang ada. Di samping itu, aku juga suka dengan pesan di akhir yang mengatakan bahwa semua yang terjadi diizinkan untuk kebaikan. Aku rasa sangat penting untuk selalu memiliki harapan bahwa hidup tidak akan selalu berada di bawah dan semuanya akan membaik pada waktunya. Walaupun sudah menerima banyak perlakuan yang tidak mengenakkan, Kinanti memutuskan untuk tidak menyimpan dendam dan berusaha hidup berdamai dengan orang-orang yang tidak memperlakukannya dengan baik. Mengetahui semua yang terjadi, akhir buku ini memberikan kepuasan tersendiri bagiku dan aku bisa menutup buku ini dengan perasaan lega.

Senang rasanya bisa kembali membaca tulisan Rina Suryakusuma lagi setelah sekian lama. Gaya penulisannya mudah untuk dibaca dan berhasil membuatku bersimpati dengan apa yang dialami oleh karakter-karakternya. Meskipun aku bukan penikmat jamu, buku ini membuatku menyadari banyaknya khasiat yang dimiliki oleh campuran berbagai rempah. Bagi pembaca yang sedang mencari bacaan dengan konflik yang tidak terlalu rumit, buku ini mungkin bisa jadi pilihan yang tepat. Semoga penulis bisa terus berkarya dan melahirkan kisah-kisah yang tidak kalah menarik dibanding yang satu ini 😊.

Baca review selengkapnya di:
https://www.thebookielooker.com/2024/...
Profile Image for Ayu Istiyani.
94 reviews6 followers
January 15, 2025
Novel yang tidak terlalu tebal tapi isinya padat, alurnya juga terbilang cepat, sat set sat set. Sarat akan pelajaran hidup dan makna kehidupan.

Menceritakan Kinanti, seorang anak yang hidup sederhana di Wonosobo. Dihujani oleh kasih sayang yang penuh dari orangtuanya sejak kecil. Orangtuanya memiliki toko kelontong sederhana, dan mereka bermimpi bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga sarjana. Meninggalnya Gala, adik Kinanti yang akhirnya membuat Kinanti belajar mengenai rempah-rempah dan jamu dari Bude Nisha. Belajar membuat bermacam-macam jamu yang dia tulis dalam sebuah buku, Kinanti punya mimpi nantinya akan memiliki usaha jamu.

Hingga Kinanti harus meninggalkan Wonosobo dan berangkat ke Solo untuk melanjutkan kuliah, bertemulah dengan Pandu, seorang keturunan tionghoa dan orangtuanya memiliki usaha rempah-rempah. Bayangan Kinan mewujudkan mimpinya seakan sudah dekat. Hanya saja, saat Pandu bertemu dengan Ibu Kinanti, sebenarnya sudah ada firasat kurang baik. Ahh feeling ibu memang tidak pernah salah, tapi usia Kinanti saat itu memang masih terlalu naif. Kinanti masih terlalu muda untuk memahami bahwa perbedaan status sosial itu nyata adanya.

Mereka akhirnya menikah. Dan feeling ibu Kinanti ternyata benar, hidup Kinanti jauh dari kata bahagia setelah menikah. Kinanti harus mengubur mimpinya, ada campur tangan dari para ciciknya Pandu, juga karena Kinanti memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah dengan alasan orangtua Pandu punya usaha. Bisa dibilang Kinanti hanya bergantung dari Pandu. Pandu juga sama, bekerja di usaha orangtua namun entah kenapa terlalu nurut dengan Cik Tanti. Problem yang sangat mungkin terjadi untuk pasangan yang memiliki status sosial yang berbeda.

Juga tentang Arumi, buah hati mereka yang paham bahwa ibunya diperlakukan berbeda. Namun, Arumi dengan sikapnya yang selalu ingin melindungi ibunya, juga pantang menyerah, mulai menghidupkan mimpi ibunya, yaitu memiliki usaha jamu.

Dari sini banyak sekali pelajaran yang bisa diambil, bahwa seperti yang dikatakan ibunya Kinanti, "Tapi ini pesan ibu, kamu harus sadari, menikah itu adalah meleburkan dua keluarga, dua latar belakang, dua budaya yang berbeda. Yang sama budaya pun tak selalu mudah, apalagi yang berbeda. Selalu akan ada tubrukan dan perbedaan. Karakter yang harus disesuaikan. Itu semua butuh perjuangan dan pengertian."
Kinanti dan Pandu menikah di usia yang sangat muda, keduanya masih sama-sama naif, dimana Pandu hanya mengandalkan usaha kedua orangtuanya dan Kinan terlalu yakin bahwa dia akan bisa masuk ke dalam keluarga Pandu bahkan ikut serta dalam usaha keluarganya. Kenyataannya ternyata tidak seindah dan semudah itu

Saya suka dengan premis ceritanya, ternyata memang akan ada problem ketika menikah dengan perbedaan budaya dan status sosial, direndahkan, diperlakukan tidak adil dan lainnya. Cik Tanti mungkin gambaran salah satu ipar di luaran sana yang agak nyebelin 😆 yang kadang jadi mikir, kok ada orang jahat begini yaa. Saya juga suka sama Arumi, anak yang dididik dengan kesabaran dan kesederhanaan, dan dia tidak manja, justru selalu berusaha melindungi ibunya. Arumi mungkin pada awalnya tidak terlalu menganggap ayahnya, karena dia jengkel dengan perlakuan keluarga besarnya kepada ibunya. Namun, saya menyukai perkembangan karakternya. Tegas, pantang menyerah, dan di ending juga hatinya luas untuk membantu Cik Tanti. Meskipun ceritanya kompleks tapi alurnya tidak terlalu terburu-buru. Porsi cerita Kinan dan Arumi juga pas.
🌟 4.5
Profile Image for Rossa Imaniar.
221 reviews5 followers
June 9, 2025
‘Menikah itu adalah meleburkan dua keluarga, dua latar belakang, dua budaya yang berbeda. Yang sama budaya pun tak selalu mudah, apalagi yang berbeda. Selalu akan ada tubrukan dan perbedaan. Karakter yang harus disesuaikan. Itu semua butuh perjuangan dan pengertian.’

‘Selalu ada konsekuensi yang harus dijalani untuk suatu pilihan.’

‘Tapi apa mau dikata, itulah hidup, bukan untuk disesali tapi dijalani.’

‘Semua jalan untuk mewujudkan mimpi pasti juga ada penghambatnya. Tapi kalau mau diterjang, semua rintangan juga pasti ada jalan keluarnya. Kamu mau pilih yang mana? Fokus ke rintangan? Atau fokus ke tujuan?’

‘Percayalah Tuhan akan tunjukkan dan buka pintunya, bila waktunya tiba. Semasa menunggu, mulailah melangkah, satu setiap waktu.’

‘Partisipasi bantuan diberikan saat orang tersebut membutuhkan. Saat mereka ada di titik terbawah dalam hidupnya. Bantuan bukan diberikan pada saat orang itu sudah mulai menemukan jalannya dan merangkak naik dari lubang lumpur.’

‘Tak ada yang mustahil dalam hidup. Jangan pernah batasi mimpi. Biarkan langit menjadi pagarnya.’

‘Akan kudidik dia dengan pengertian bahwa hidup tak selalu mudah, tak selalu adil. Tapi di setiap cerita yang kutiupkan di napasnya, dia akan belajar untuk bertahan, sesulit apa pun perjalanannya.

Akan kubantu ia berjuang mewujudkan keinginannya. Tak akan kubiarkan satu orang pun membunuh impiannya.’

4.5/5 🌟 untuk novel ’Nonik Jamu’ karya Rina Suryakusuma. Ini pertama kalinya aku baca novel karya beliau. Ceritanya menarik banget, dan aku suka sekali dengan cerita yang berbau jaman dulu—Aku selalu merasa seperti pulang. Pulang ke masa lalu, pulang ke masa kecil.

Novel ini tidak terlalu tebal, tapi padat. Setiap untaian ceritanya syarat akan makna, banyak sekali pelajaran hidup/nasihat yang bisa kita ambil dalam novel ini. Karena alurnya terbilang cepat.. jujur saja, aku ingin sekali novel ini diperpanjang jadi dua novel tersendiri. Bagian untuk Kinanti satu novel, dan bagian untuk Arumi juga satu novel. Aku kurang puas baca cerita mereka. Aku mau cerita tentang mereka lebih di perpanjang... 😭
Karena memang sebagus itu ceritanya. Apalagi di bagian Kinanti, saat berakhir.. aku rasanya seperti dipaksa berpisah, padahal aku tidak mau berpisah.. 🥺

Jadi Kinanti dan Arumi adalah dua tokoh utama dalam novel ini. Novel ini terdiri dari dua bagian cerita, yaitu cerita tentang kehidupan Kinanti dari masa kecil hingga dewasa dan menikah. Serta cerita tentang kehidupan Arumi, yang notabene adalah anak Kinanti.

Di sini, aku sengaja tidak memberikan gambaran kisah mereka seperti apa... Karena aku ingin kalian baca sendiri kisahnya. Yang jelas kalian tidak akan rugi. Dalam novel ini kalian akan melihat bagaimana perjuangan seorang perempuan mewujudkan impiannya, dan bagaimana perjuangan seorang anak yang ingin mengangkat derajat dan mewujudkan mimpi ibunya.

Biarpun ceritanya terbilang pendek, tapi sungguh, ceritanya mampu mengaduk emosiku. Aku terbawa dalam suasana yang diciptakan penulis. Karena isu/konflik yang diangkat penulis begitu relevan dengan kehidupan nyata. Dan kemungkinan besar masih terjadi dalam lingkungan modern saat ini.

Overall, novel ini keren sekali. Sederhana tapi bermakna. Sangat aku rekomendasikan untuk dibaca...

*Btw, aku suka sekali dengan tokoh Santika—Ibunya Kinanti, aku suka bagaimana dia mendidik anak-anaknya, lembut tapi tegas, tapi jiga tidak memaksa.
Dan tentunya aku juga suka dengan tokoh Arumi, dia berani, tegas dan memiliki prinsip. Keren sekali dia ini... 👍🏻👍🏻
Profile Image for Amaya.
749 reviews58 followers
December 18, 2025
Kalau misalkan minta ceritanya diperpanjang too much, nggak, ya? Habis gimana, bagus banget. Well, emosinya yang bikin aku kewalahan dalam artian baik. Kayaknya mau diperpanjang pun nggak akan menjamin siap mental mengikuti kehidupan Kinanti yang asdfghjl banget itu.

Rasanya nggak punya alasan buat menahan diri kasih 5 bintang ke buku ini karena emosinya yang sangat wow bagiku. Kisah di buku ini dibagi menjadi kisah Kinanti dari kecil sampai bertemu suaminya, Pandu, dan menikah, lalu dilanjutkan POV Arumi, anaknya. Meskipun ada sedikit rumpang di sana-sini, karena kekuatan emosi yang besar tadi, mendadak rumpangnya sirna. Inilah salah satu buku yang "mari kesampingkan lubang kecilnya" dan nikmati buku sampai akhir.

Agak jarang akhir-akhir ini menemukan cerita yang sampai bikin menyumpah-nyumpah, menangis terharu, bahagia, sampai ikutan sedih waktu karakternya gagal mencapai tujuan. Sampai menulis reviunya ini pun terlalu speechless, bingung mau menuangkan apa. Pengalaman hidup Kinanti adalah definisi perjuangan nggak selamanya selaras dengan impian. Caranya merelakan sesuatu yang bikin sakit hati. Lebih parah lagi harga dirinya diinjak-injak. Makanya waktu masuk ke bagian kehidupan Arumi rasanya lega banget. Memang masih butuh perjuangan untuk mencapai goals, tapi setidaknya dia punya support system yang solid.

Kayaknya nggak ada alasan buat nggak benci sama Cik Tiana. Sungguh manusia amat koclok. Idk, apakah karena dididik menjadi penerus bisnis keluarga jadi langsung memposisikan diri sebagai kepala keluarga. Mana Pandu jadi laki-laki tunduk banget ke kakaknya. Istigfar terus pokoknya kalo dia muncul di cerita, mah. Beneran sakit hati banget jadi Kinanti. Kalau banyak cerita menantu berselisih dengan mertua, ini berselisihnya sama ipar sendiri. Asli, deh, hindari lelaki macam Pandu ini, terlalu takut mengambil keputusan dan menanggung risikonya, padahal buat keluarganya sendiri.

Masih ingat ikutan sakit hati waktu keinginan Kinanti ditolak karena bukan berasal dari strata yang sama. Astaga, kalian sama-sama makan nasi dan butuh oksigen, kan? Padahal kelas Kinanti juga bukan yang di bawah banget sampai nggak bisa memenuhi kebutuhan dasar. Di blurb disebut alasan Kinanti menikahi Pandu salah satunya karena keluarga Pandu punya gudang rempah besar dan beragam, sayangnya malah jadi boomerang. Pemikiran kolot, jahat, licik Cik Tiana malah bikin impian Kinanti buat bikin jamu mengempis. Katanya, istri harus bisa cari tambahan sendiri, jangan apa-apa dibebankan ke suami. Sek, bentar, ini yang kepala rumtang Pandu apa Cik Tiana? Kok ngatur banget mak lampiran satu ini. Pas Kinanti akhirnya bikin jamu biar ada pemasukan tambahan malah disuruh bayar bahan-bahannya. Kepengin maki-maki mbaknya Pandu aku, argh!

Arumi ini ... udahlah nggak perlu dijelasin lagi. Perempuan yang jadi role modelku. Kerja keras dan nggak mengabaikan kewajibannya. Meskipun motivasi awalnya nggak terpuji, tapi dia beneran berjuang dengan keringatnya sendiri. Enggak melulu fokus ke rasa sakit hati. Beneran gerak dianya. Nyenengin banget, sih, lihat kepribadian Arumi ini. Tegas, keras kepala tapi punya goals, bukan keras kepala yang berakhir nggak ngapa-ngapain. Dia tahu kemampuannya sampai mana dan keputusan apa yang bisa diambil beserta risikonya.

Daaaan, romance tipis muncul di bagian Arumi yang bikin tamah greget. Ketika cinta bukan prioritas dan memilih memenuhi keinginan sang ibu sekaligus membangkitkan kondisi ekonomi keluarga, lalu pujaan hati datang tanpa diduga. Syahdu~ eh, tapi dari awal udah datang sih emang si jodoh ini, memang Rumi yang nggak mau mikir cinta-cintaan dulu.

Membandingkan Kinanti dan Arumi rasanya nggak adil. Kinanti mengambil keputusan putar balik karena dia punya tanggung jawab dan nggak bisa seenaknya. Arumi bisa melangkah lebih jauh karena dia lebih berani dan posisinya nggak terjepit seperti sang ibu. Jadi, masing-masing punya tantangan dan alternatif penyelesaian sendiri-sendiri.

Oh iya, di sini membahas isu keinginan orang tua di masa muda yang tidak tercapai dibebankan ke anaknya. Memang awalnya nggak setuju karena terkesan keras banget dan memaksa, tapi sebenarnya kembali ke anaknya, mau atau tidak ditumpukan beban. Nah, ini juga yang membedakan Kinanti dan Arumi.

Pokoknya love banget buat buku ini (kecuali Cik Tiana) <3
Profile Image for Tira Lubis.
298 reviews4 followers
July 16, 2025
4,5🌟

"Semua jalan untuk mewujudkan mimpi pasti juga ada penghambatnya. Tapi kalau mau diterjang, semua rintangan juga pasti ada jalan keluarnya."

Cerita di buku inj dibagi menjadi dua timeline. Pertama kisah tentang Kinanti yg bermimpi untuk menjadi peracik jamu dan memiliki usaha jamu. Karena itu pula dia menikah dengan Pandu, anak dari pemilik usaha Gudang Rempah demi memuluskan mimpinya tsb sampai-sampai ia mengorbankan kuliahnya. Sayangnya perbedaan dua keluarga antara Kinanti dan Pandu yg keturunan Tionghoa, membuat Kinanti harus mengubur mimpinya dalam-dalam.

Berikutnya cerita berlanjut pada Arumi, anak tunggal Pandu dan Kinanti yg berusaha keras memperjuangkan mimpi ibunya yg sempat terpendam sembari melakukan apapun agar keluarganya tidak dipandang sebelah mata dan tidak dianggap oleh keluarga ayahnya. Terutama Cik Tanti, kakak ayahnya yg selalu meremehkan mereka hanya karena ibunya berbeda dari keluarga ayahnya.

Disini kita akan melihat perjalanan hidup Kinanti dari mulai dia remaja, menemukan passion-nya pada jamu, kuliah sampai dia menikah dan punya anak. Serta Arumi yg melihat orangtuanya selalu disepelekan dan dia selalu berusaha keras untuk belajar dengan baik bahkan sampai punya usaha sampingan sembari dia kuliah agar tidak membebani kedua orangtuanya. Sampai ia tau bahwa ibunya punya mimpi yg harus dikubur dalam-dalam dan dia berusaha mewujudkan itu semua.

Abis baca novel ini aku jadi kangen dan pengen minum jamu lagi setelah sekian lama ga minum jamu. Jenis-jenis jamu disini juga cukup beragam dengan khasiat yg berbeda-beda di tiap jamunya.

Selain tentang jamu, novel ini juga membahas tentang keluarga, mimpi dan tekad serta kerja seras untuk mewujudkan mimpi tsb.

Aku suka penggambaran kota Wonosobo beserta makanan-makanan yg ada disana, jadi pengen cobain semua makanannya.

Walaupun di novel ini memang lebih fokus di peran perempuan dan perjuangan mereka meraih mimpi, tapi aku suka ada juga disisipi peran ayah yg juga memiliki peranan penting yg bisa membantu Arumi mewujudkan keinginannya.

Novel ini selain bikin aku emosi banget sama kelakuan para tante Arumi, terutama Cik Tanti, tapi aku juga dibuat nangis saat selesai baca novel ini, bagaimana akhirnya setelah perjuangan panjang dan keras semua bisa berakhir indah.
🍵
Dari novel ini kita bisa belajar bahwa mimpi itu bisa terwujud asal kita percaya dan terus berjuang untuk mewujudkannya. Serta pernikahan itu artinya meleburkan dua keluarga dan dua budaya, dimana perbedaan itu memiliki pengaruh besar terhadap pernikahan itu sendiri. Juga jangan menganggap remeh orang lain hanya karena perbedaan yg dipunya, karena bisa jadi kalimat yg kita lontaran bisa mengecilkan hati orang tsb.
🍵
Overall aku menikmati banget baca novel ini. Temanya menarik, eksekusinya juga mantap dan nagih banget bacanya, pokoknya recommended deh buat dibaca 👍👍
Profile Image for Tika Andriani.
59 reviews18 followers
May 22, 2025
Latar cerita ini dimulai sekitar tahun 1967 di Wonosobo. Berkisah mengenai seorang gadis bernama Kinanti, yang merupakan anak kedua dari 3 bersaudara. Kinanti beserta kakak dan adiknya tinggal di Wonosobo bersama kedua orang tua mereka yang memiliki usaha toko kelontong. Suatu kejadian yang menghampiri keluarganya membawa Kinanti untuk belajar membuat jamu kepada Bude Nisha, kakak dari ibunya. Semakin ia mempelajarinya, makin besarlah kecintaan Kinanti kepada jamu. Kinanti pun memiliki impian untuk menjadi peracik jamu dan membuka usaha jamu. Awalnya, ia menjual beberapa jenis jamu di toko kelontong milik orang tuanya, dan ternyata usaha Kinanti terbilang sukses. Namun, ia harus berhenti ketika harus pindah ke Solo untuk kuliah. Saat kuliah, Kinanti berkenalan dengan Pandu, seorang keturunan Tionghoa dan keluarganya memiliki usaha Gudang Rempah. Seiring waktu, Kinanti memutuskan untuk menikah dengan Pandu. Salah satu hal yang mendorong keputusan Kinanti ini adalah karena ia berharap, dengan menikahi Pandu yang keluarganya memiliki usaha rempah akan mempermudah jalan Kinanti untuk mewujudkan impiannya menjadi peracik jamu dan memiliki usaha jamu. Tapi tentu saja kenyataan yang harus dihadapinya tidak semudah itu, berbagai hal yang terjadi dalam keluarganya akhirnya membuat Kinanti menyerah untuk mewujudkan impiannya.

Waktu berlalu dan Kinanti memiliki seorang anak bernama Arumi. Arumi kini sudah kuliah di Jakarta dan nampaknya memiliki bakat berbisnis seperti kedua orang tuanya (ya sebenarnya Arumi memulai usaha jualan baju juga karena faktor kebutuhan sih). Dari orang-orang terdekatnya, Arumi akhinya mengetahui bahwa dulunya sang ibu memiliki impian mengenai jamu. Arumi pun bertekad akan mewujudkan impian ibunya yang sudah ibunya tutup rapat itu.

Salah satu daya tarik novel ini adalah latarnya di Wonosobo dan Solo. Saya suka cara penulis menggambarkan suasana kedua kota tersebut, beserta dengan aneka makanan khas nya. Di cerita ini juga banyak dibahas mengenai aneka ramuan jamu yang juga menarik. Alurnya termasuk cepat dan rentang waktu ceritanya panjang, karena menceritakan 2 generasi. Karena diceritakan dari sudut pandang perempuan, jadi terasa lebih mengena aja gitu sebagai sesama perempuan. Karakter Kinanti dan Arumi pun mudah untuk disukai, ceria, penuh semangat, dan pekerja keras, begitu juga dengan tokoh antagonisnya yang sukses bikin emosi.
Profile Image for Nina Majasari.
136 reviews1 follower
September 16, 2024
Buku pertama Rina Suryakusuma yang saya baca. Judulnya menarik dan simpel, udah pasti tentang jamu. Ekspektasi saya sebelum membaca, mungkin setipe dengan Gadis Kretek, namun ini tentang peracik jamu.

Sebagai penggemar jamu, tanpa ragu saya putuskan untuk membacanya.

Cerita dibuka dengan setting di Wonosobo, tahun 1967, saat awal jaman Orde Baru. Berawal saat Kinanti yang saat jatuh dari sepeda, lalu diobati budenya dengan olesan rempah-rempah. Dari situlah, Kinanti baru tahu bahwa budenya pintar membuat ramuan jamu untuk dioles dan diminum.

Rasa penasaran membuat Kinanti antusias untuk belajar dari budenya meracik jamu. Dengan bekal catatannya di buku, ia mencoba menjual di toko orang tuanya. Ternyata laris manis.

Namun hidup tidak selamanya mulus. Ketika Kinanti menikah dengan Pandu dan pindah ke Solo, untuk mengawali dari nol tentu tidak mudah. Halangan dan rintangan yang tidak sanggup dihadapi sendirian membuatnya menyerah dan banting setir untuk membuka toko kelontong saja.

Overall, suka banget sama alur ceritanya. Tulisannya benar-benar enak dibaca, bahkan dalam benak saya udah seperti nonton adegan film. Karakternya juga kuat. Rapi banget eksekusinya, takjub deh bacanya. Endingnya juga manis dan menyenangkan.

Jadi pengen baca buku-bukunya Rina Suryakusuma yang lain.
Profile Image for Syahda Maulida.
7 reviews
June 1, 2025
In the need for Indonesian fiction and this does not disappoint, finished in two weeks!

Nonik Jamu bercerita tentang keluguan dan ketekunan Kinanti dalam meraih mimpinya sebagai peracik jamu, sebuah mimpi yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya. Lahir dari keluarga yang berkecukupan tidak membuat Kinanti terlena untuk hanya menikmati hasil kerja keras orang tuanya. Ia berasal dari keluarga perintis yang bekerja keras membangun usaha toko kelontong di Wonosobo dan dibesarkan oleh orang tua yang selalu mendukung cita-cita anak-anaknya, termasuk mimpi Kinanti untuk membangun usaha jamu. Ia terus menggenggam mimpinya sampai berbagai kejadian hidup membentur harapannya.

Sesuai dengan judulnya, Nonik Jamu membawa topik rempah dan jamu sebagai pusat cerita. Topik menarik yang ditawarkan buku ini, setidaknya bagi saya, untuk mendapatkan pengetahuan baru tentang jamu yang disampaikan melalui cerita fiksi. Sebagai orang awam, saya menikmati cara penulis menjelaskan jenis-jenis rempah hingga proses pengolahannya menjadi jamu. Tidak membingungkan tetapi cukup menambah wawasan baru. Alur ceritanya cepat tetapi tetap apik memperlihatkan character development setiap tokohnya.

Setelah menyelesaikan halaman terakhir, bagi saya Nonik Jamu adalah cerita tentang mimpi yang luruh karena kenaifan yang akhirnya menemukan kembali tuannya karena kegigihan.
Profile Image for rahyani.
192 reviews7 followers
September 10, 2024
Kinanti memiliki impian menjadi seorang peracik jamu. Mimpi yg terkubur ketika ia menikah dgn Pandu anak dari pemilik Gudang Rempah, dengan cara yg menyakitkan Kinanti terpaksa mengubur mimpinya & membuka toko kelontong demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

Arumi, anak semata wayang dari Kinanti & Pandu karena tau hidup mereka pas-pasan ia menyambi kuliah dan jualan batik di Jkt. Ibunya, Kinanti sangatlah pendiam dan menyimpan rahasianya rapat-rapat sampai suatu ketika Arumi mengetahui tentang impian ibunya yang telah dihancurkan tanpa belas kasian oleh kakak iparnya sendiri, Arumi bertekad untuk mewujudkan impian itu apapun rintangannya.

Kinanti & Arumi, 2 wanita yg berbeda dari generasi yg berbeda tetapi memiliki mimpi & tekad utk mewujudkan mimpinya. Kinanti yg mengorbakan hidupnya demi cinta, harapan & kepedihan, seorang ibu yg menyimpan rapat mimpinya demi keluarganya. Arumi yg memiliki ambisi & kebulatan tekad demi mewujudkan mimpinya & mimpi ibunya. Baca ini perasaan juga ikutan campur aduk, cerita yg mengalir, budaya yg diadopsi dari jawa tengah terutama berkaitan dengan jamu. Alur dan narasinya rapi jadi enak bgt buat dibaca, overall aku suka.
Profile Image for Arutala.
507 reviews1 follower
May 9, 2025
Cerita klasik tentang keluarga Jawa yang mempertentangkan derajat serta pamor, benar-benar mampu mengaduk emosi serta masih relevan isunya hingga sekarang. Dibalut dengan kecintaan akan ramuan jamu yang diwariskan dari keluarga, membuat kisah Nonik Jamu begitu hidup dan realistis.

Tokoh Arumi adalah representasi dari generasi yang berani mencoba sesuatu sekaligus memukul balik semua anggapan miring terhadap keluarganya, keluarga Wonosobo terutama ibunya, Kinanti.

Meski penuh ketegangan, cerita mengalir dengan hangat serta memberi wawasan betapa racikan jamu mampu membuka mata dan bahwa jamu meski pahit ternyata mampu menyembuhkan luka.
Profile Image for Aryanto Wijaya.
36 reviews
April 1, 2025
Tuntas baca ini di atas kereta.

Manis banget ceritanya, bagaimana Eyang mendidik Kinan dan Kinan mendidik Arumi, ada kasih yang nggak putus.

Penggambaran karakter Cik Tanti bikin emosi mendidih, dan cukup sebal juga dengan Pandu yang nggak bisa ambil keputusan. Apa-apa bergantung sama Tanti.

Bintang lima untuk novel ini. Bahasanya sederhana tapi gak kaku dan bosenin. Penggunaan istilah-istilah lokal dan penggambaran Wonosobo dan Solonya ciamik. Buatku yang pernah hidup di sana, its well written!
Profile Image for aynsrtn.
505 reviews16 followers
October 3, 2025
Buku ini memiliki sebuah petuah yaitu jika tanda merah sudah terlihat, lebih baik mundur karena itu sudah siaga satu—kecuali buta warna. Bukannya trabas sebab dilandasi cinta tanpa logika, yang ada malah menderita.

Kinanti dan Pandu berada di "kasta" yang berbeda. Pandu anak pemilik gudang rempah yang tersohor keturunan cina, sementara Kinanti wong jowo tulen hanya seorang anak pemilik toko kelontong. Tapi cinta sudah kepalang tanggung, jadi menikahlah mereka. Bahkan Kinanti bisa-bisanya tidak lanjut kuliah karena menurutnya dia tidak akan menggunakan ijazah sarjananya dan sudah menikah hanya akan mengurus anak. Girl, ibumu malah jauh lebih berpikiran progresif daripada dirimu, Kinanti.

Saat Kinanti kena "batunya", aku langsung berucap, "KANNNN! Tak kandani ra percoyo!" Kesel e poll. Tapi, kalau Kinanti "sadar" nggak ada cerita sih di buku ini. Langsung tamat di sepuluh halaman, haha.

Untungnya kisah Kinanti yang "mengesalkan" terbayar lunas di kisah Arumi di mana dia punya jiwa yang tangguh, progresif, dan semangat untuk mewujudkan mimpi ibunya yang sebelumnya telah dihancurkan oleh keluarga ayahnya.

Perihal jamu di buku ini bukan hanya tempelan. Aku jadi mengetahui jenis-jenis jamu, bahan apa saja yang digunakan, proses penjualannya, promosi, sampai memantenkannya ke hak kekayaan intelektual. Nama-nama jamunya pun beragam dan unik. Mulai dari jamu seger waras, jamu singset ayu, jamu rai elok, jamu kuat awak, jamu mari cacar, jamu mari linu, jamu jampi batuk, jamu segar wanita, bahkan sampai jamu bibit bobot. Selain namanya yang unik, kegunaannya pun beranekaragam.

Dan ada satu hal yang menarik perhatianku lainnya adalah tokoh Pandu, ayah Arumi, suami Kinanti. Peran dia di awal-awal bikin rasanya tak hih kesel karena apa-apa kata Cik Tanti. Uruslah rumah tanggamu sendiri bukannya berlindung di ketek kakakmu. Lalu, saat Pandu jadi ayah, akhirnya dia ada gunanya. Dia mau membantu Arumi dan mengingatkan peran dia sebagai seorang ayah—setelah menjadi suami hanya menorehkan luka mendalam di hati Kinanti.

Terakhir ini adalah ratu terkuat. Yaitu Lord Cik Tanti. Orang ini kalau ku jadi Arumi nggak akan aku bantu sih. Zalimnya nggak ada dua. Kalau nggak dituruti maunya, misuh bilang awas kalau butuh aku, mau sujud pun aku tak sudi. Duh, padahal ku mengharapkan ada adegan dia sujud-sujud minta bantuan Arumi, tapi malah nggak ada.

Semua ini akan indah kalau tidak ada Cik Tanti. Memang keluarga dari pihak ayah tuh ngeselin poll #bukancurhat

Buku yang bagus. Tentang keluarga, mimpi, dan jamu. Sangat direkomedasikan.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book268 followers
April 30, 2025
Kinanti anak kedua dari tiga bersaudara. Berbeda dengan kakaknya, Indri dan adiknya, Gala, dia senang membantu kedua orangtuanya berjualan di toko kelontong milik keluarga mereka. Indri, kakaknya lebih senang membantu di dapur, sementara Gala hanya bermalas-malasan. Waktu berlalu, Indri sudah kuliah di Jakarta ketika peristiwa malang menghampiri keluarga mereka. Gala meninggal karena gagal ginjal. Seluruh keluarga terpukul, termasuk Kinanti yang selama ini mengira adiknya seorang pemalas.

Untuk mengalihkan dukanya, Kinanti belajar meramu jamu dari Bude Nisha, kakak ibunya. Semakin Kinanti belajar, dia jadi tahu dia ingin berjualan jamu untuk meringankan beban kedua orangtuanya. Ternyata Kinanti berbakat. Jamu racikannya laris. Sayangnya dia harus berhenti ketika tiba waktunya untuk kuliah di Solo. Selama berkuliah, mimpinya berjualan jamu terkubur, sampai dia bertemu dengan Pandu. Pandu adalah anak seorang pengusaha rempah di Solo. Gudang Rempah milik orangtuanya sangat terkenal. Kinanti berharap jika dia menikah dengan Pandu, dia bisa kembali meracik jamu dengan memanfaatkan rempah dari keluarga kekasihnya itu.

Sayangnya mimpi Kinanti kembali kandas. Perlakuan keluarga Pandu tidak seperti yang diimpikannya. Dia dipandang rendah karena berasal dari keluarga kecil di Wonosobo yang tidak memiliki banyak harta seperti keluarga Pandu. Pandu sendiri tidak bisa membantah keluarganya, karena dia hanya bekerja sebagai upahan di Gudang Rempah. Menelan segala kepahitan hidup, Kinanti mulai membuka toko kelontong di rumah mereka untuk menghidupi keluarga kecilnya.

Puluhan tahun berlalu, Pandu dan Kinanti memiliki seorang anak bernama Arumi. Bakat bisnis dari kedua orang tuanya mengalir dalam diri Arumi. Melihat ibunya yang mulai sakit-sakitan, Arumi bertekad untuk mewujudkan mimpi ibunya, meracik dan berjualan jamu.

Saya sangat senang membaca fiksi yang ada unsur historisnya serta mengangkat budaya Indonesia. Kali ini tentang jamu, mimpi dan perjuangan dua wanita demi mewujudkan mimpi itu. Ada dua wanita dengan lini masanya masing-masing, yaitu Kinanti dan Arumi. Kinanti yang memulai dan Arumi yang menuntaskan. Saya dibuat kagum dengan kegigihan Kinanti, kemampuannya memendam rasa sakit di dalam hati meski itu menggerogoti tubuhnya. Sementara Arumi, dia rela mengorbankan dirinya untuk mimpi orang yang disayanginya. Dan ending dari kisah ini juga dibuat realistis.
Profile Image for Neysa.
121 reviews1 follower
March 31, 2025
All Kinanti want was to have a better life and help her parents economic’s burden who getting older bu reaching out her dream to be Jamu’s maker (Indonesian traditional herbal drink) by selling it and spread it to the public until it is become well known. Turns out, life is always not in line with your dreams. Kinan’s dream finally shatttered after she married with one of the son of the successful herbs business family owner in Solo, Pandu. The central problem comes from her older sister Cik Tanti who oversee that Pandu and Kinan is not suitable and too different as a pair of husband and wife since Kinan had low economic status and come from suburban area (Wonosobo) while Pandu is a rich son of the successful owner of herbs store in Solo. Dealt with the hates and feel exacarbated by Cik Tanti and Pandu’s family mistreatment, Kinan lits down her dream. Turns out her daughter, Arumi, comes to change everything turns upside down for Cik Tanti.

Actually the storyline quite good and easy to follow. Yet I could feel the author did her own research to dig about Jamu who become the main object and conflict of the story. The storyline is very well written, eventhough the story divided into 2 different characters, Kinanti and her daughter Arumi, the plot is coherent with storyline and the story is still focusing on the main problem of the story. One thing that I am not really enjoy from the book is that, the story is too predictable 😅. Like the reader could easily to know what happened next and what will the character A respond to character B when they had conversation. The book will not be enjoyable for the reader who seek for plot twist and challenging plot. Nevertheless, this book is a good read if you seek for a light book that have main driven plot as the storyline is easy to follow. I will give this book rate 3.25 out of 5
Profile Image for Honest Review.
10 reviews
October 1, 2025
Baca buku ini karena gak sengaja dapat di iPusnas. Jadi, aku gak punya ekspektasi khusus untuk plot twist dan konflik lainnya. Aku cuma merasa ini sepertinya cocok untuk jadi buku selingan ketika aku membaca buku thriller, karena aku multi-reader.

Ternyata memang plotnya tidak terlalu pelik dan ceritanya mengalir aja. Tulisannya bagus. Aku bukan orang Jawa, tapi dulu kuliah di Jawa, jadi aku paham apa yang dibilang. Tapi, kalau yang gak paham bahasa Jawa aku rasa novel ini akan sedikit membuat kesusahan karena gak semua bahasa Jawa diterjemahkan.

Overall aku suka sih cerita ini. Aku suka amanatnya--ketika Kinan tidak mendengarkan ibunya, hidupnya menjadi tidak karuan. Sedangkan saat Arumi mndengarkan perkataan orang tuanya dengan baik, dia berhasil menggapai banyak hal, bahkan merubah kehidupan orang tuanya menjadi lbih baik.
3 reviews1 follower
July 18, 2024
Apa-apan ini!! Perasaan saya campur aduk ketika membaca buku ini. Saya tertarik membaca buku ini karena judulnya berkaitan dengan jamu. Saya rasa sangat sedikit buku fiksi yang membahas pengobatan tradisional. Bahkan penulis bisa menuliskan nama-nama tumbuhan yang saya pelajari di mata kuliah bahan alam. Penulisnya HEBAT. Saya tahu betapa sulitnya menulis karya dengan berbagai riset untuk menunjang pondasi dalam kepenulisan. Dan karyaa ini sangat layak dibaca dan diapresiasi. Dalam buku ini juga sangat erat keberhasilan dengan dukungan orang tua. Narasi yang dibuat juga mengalir dan alur yang digunakan juga sangat terstruktur. Semogaa kedepannya lebih banyak karya yang menyelipkan pengobatan tradisional.
Profile Image for Satvika.
583 reviews43 followers
October 19, 2024
Buku yang bisa dibaca sekali duduk karena ceritanya mengalir banget, seru di bagian meracik jamu, sayang bagian meracik jamu di buku ini bisa dibilang terlalu sedikit, buku ini malah lebih berfokus pada bagian masalah rumah tangga (yang omong omong pesannya bagus, milih calon pasangan seumur hidup ini harus melihat dari sisi keluarga juga, kalau calon iparmu udah gak respect mending pikir ulang ya gaes ya!)

Overall okelah, cuma berharap bagian per-jamu2-an-nya bisa lebih diperbanyak.
Profile Image for Putri Dewi.
114 reviews1 follower
October 30, 2025
Nongas Nanges Edisi Bu Santika dan Bu Kinanti

Novelnya ringan banget. Ringan di sini dibuat dengan gaya penulisan yang sederhana dan kalimat-kalimat pendek tanpa terlalu banyak frasa dan klause yang njelimet. Membacanya jadi kaya ngedengerin temen cerita. Mengalir aja.

Tapi dari penulisan yang ringan ini, penyampaian momen-momen krusialnya tetap penuh emosi dan bikin mbrebes mili. 🥹🥹🥹

Peluk hangat untuk Santika, Kinanti, dan Arumi dan kehidupan sini. ❤️❤️
Profile Image for Putri.
23 reviews
May 27, 2025
I… like the writing, but I don’t really have particularly strong feelings about the plot or the story itself. The writing reminds me of my elementary school days when I would read books in my school library. But the plot is kinda predictable (maybe that’s what it aimed for)
Profile Image for Rina Suryakusuma.
Author 17 books111 followers
Read
June 11, 2024
Hope you'd love the novel, as much as i love writing it. Thank you all who read it
Profile Image for ilydaisy.
6 reviews
February 23, 2025
Awalnya pas baca bosen bgt, bener2 aku paksa untuk lanjut baca, sampai pertengaha buku sudah lumayan bisa menikmati, tapi walaupun menikmati sampai akhir buku menurutku flat aja alurnya. Cukup bisa ikutan marah sama kelakuan sama tokoh Cik Tanti.Jadi ya bintang 3 menurutku udah cocok sih
Displaying 1 - 22 of 22 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.