Korea tampaknya surga bagi ide-ide cerita tempat usaha ajaib seperti Salon Ajaib milik Jane ini. Tadinya Salon Jane begitu terkenal di daerah Apgujeong. Para pelanggan tak hanya pulang dengan rambutnya yang bagus, tapi juga perasaan yang lega setelah bercerita dengan para penata rambutnya.
Namun, tiba-tiba saja salon itu menghilang dan semua orang kehilangan ingatannya tentang salon itu. Jane dan tiga penata rambutnya, Kak Seodok, Bobo, dan Guru Sephia, malah pindah ke Gunung Dayulsan yang terpencil karena dihukum Asosiasi Penyihir. Mereka harus mendapatkan 30 pelanggan agar hukuman diangkat. Tapi siapa yang mau nyalon di tempat seperti itu?
Cerita Jangan Cabut Ubanmu, Tutupi Saja, tentang seorang janda pemilik restoran burger terkenal, Burger Jangsoo. Nama sang pemilik adalah Jang Myeong Seo atau yang biasa dipanggil sebagai Madam Jang. Dia menjalani hidup yang penuh duka karena suaminya meninggal ketika anak-anaknya masih kecil. Kemudian, anak sulung yang selama ini dibanggakannya, Chung Min, bercerai dari istrinya karena mandul, lalu keluar dari rumah yang dia beli untuk istrinya. Dia pun tampaknya berhenti bekerja dan akhirnya pulang ke rumah Jang Myeong Seo. Lalu anak bungsunya malah tidak mau keluar rumah dan kerjanya hanya bermalasan.
Selama ini meski sukses, dia hanya melihat hidupnya dari sisi yang buruk saja. Semua itu berubah setelah ia merawat rambutnya di Salon Si Cantik. Berkat sentuhan tangan ajaib Jane, hatinya jadi ringan. Dia merasa lega karena bisa bertahan selama ini dan masih punya dua anak yang kini tinggal di sisinya. Si sulung sendiri akhirnya ikut membantu di Burger Jangsoo.
"Uban bisa ditutupi, kok. Sama halnya dengan kenangan buruk yang bisa ditutupi dengan kenangan indah.
(Jane kepada Madam Jang, hal. 60)
*
Cerita Pelanggan, Ini Bukan Alat Pelurus Rambut, tentang salah satu pegawai paruh waktu di restoran Burger Jangsoo. Nama pegawai itu adalah Joo Mi. Dia sering merasa rendah diri karena rambutnya yang terlalu ikal sehingga terlihat menggumpal (maksudnya kribo?) sehingga dia sering diejek oleh teman-temannya. Prestasinya juga biasa-biasa saja. Dia juga tidak merasa cantik. Padahal, keempat saudaranya yang lain memiliki rambut lurus yang berkilau.
Suatu ketika, melalui perantara temannya, Joo Mi berkenalan dengan seorang pemuda yang akhirnya jadi sering berinteraksi dengannya melalui chat. Dia menyukai pemuda itu. Pemuda itu mengira rambut Joo Mi lurus dari profile picture Joo Mi yang menampilkan fotonya setelah meluruskan rambut. Pemuda itu bilang menyukai rambut Joo Mi. Mereka pun memutuskan untuk kopi darat.
Joo Mi mati-matian meluruskan rambutnya sebelum bertemu pemuda itu. Namun, gara-gara hujan yang mendadak turun dengan deras, rambutnya jadi kembali ke bentuk semula. Dia pun terpaksa membatalkan kencan. Dia lalu memutuskan pergi ke salon milik Jane yang terus dipuji-puji oleh bosnya.
Yang disuruh untuk menangani rambutnya saat itu adalah pegawai yang dipanggil dengan sebutan Kak Seodok. Kak Seodok ini besar di Jerman karena diasuh oleh pasangan dari Jerman. Di sana dia diberi nama Diane Cho Keller. Dia pun menikah dengan orang Jerman, tapi kemudian bercerai karena pasangannya selingkuh sampai punya anak dengan wanita lain. Dia berhasil mendapatkan uang kompensasi yang sangat banyak dan berita itu dikabarkan oleh koran regional. Artikel itu memanggilnya "Penyihir dari Asia". Orangtua angkatnya pun menganggapnya sudah mencoreng nama keluarga. Aneh juga kok orangtuanya menganggap begitu, padahal yang salah kan mantan suami Kak Seodok. Heran juga kenapa koran lokal sampai tertarik meliput berita perceraian orang biasa.
Akhirnya dia menggunakan uang yang didapatnya dari mantan suaminya untuk menyisir setiap yayasan adopsi. Dari situ kemudian dia tahu bahwa ibu kandungnya sudah meninggal, sedangkan ayahnya adalah seorang politikus terkenal. Namun, sang ayah tidak mau mengakui Kak Seodok sebagai anaknya. Kak Seodok adalah anak dari pembantu yang sepertinya ia paksa untuk melayani nafsunya. Begitu hamil, sang pembantu diusir. Nama asli Kak Seodok adalah Yoon Cho Bok. Chobok sendiri dalam bahasa Korea adalah hari paling panas dan paling tidak nyaman di musim panas.
Hingga meninggal, ayahnya tak mau mengakuinya. Namun, Kak Seodok tetap datang di hari pemakamannya. Di hari itu, saudara satu ayahnya menyerahkan sebatang pena yang selalu dipakai oleh ayahnya. Si saudara bilang bahwa ayahnya menceritakan soal Kak Seodok padanya sebelum meninggal.
Kak Seodok merasa dirinya yang ditolak oleh keluarganya itu seperti Joo Mi yang merasa dirinya ditolak oleh dunia gara-gara rambutnya yang terlalu ikal. Sambil mengatakan bahwa Joo Mi harus menerima rambut ikalnya (seperti dirinya yang juga harus menerima kisah hidupnya), Kak Seodok kemudian menata rambut ikal Joo Mi dengan mengeritingnya sehingga menjadi terlihat sangat cantik. Joo Mi pun akhirnya jujur pada lelaki yang disukainya soal kondisi asli rambutnya. Dia juga baru tahu bahwa ternyata rambutnya itu menurun dari neneknya yang sudah tiada.
*
Cerita Detik Ini Terasa Ajaib, tentang Jeong Jae, seorang pria berusia 30 yang sudah bertahun-tahun gagal mengembangkan kariernya di bidang teater musikal. Setelah ayahnya terkena stroke, pertahanannya runtuh. Begitu gagal audisi, dia pun berpikir sudah saatnya untuk berhenti mencoba menekuni bidang teater musikal.
Hidup seharusnya terasa pahit, manis, asin, asam, dan pedas, tetapi sepertinya dewa yang memasak hidupnya menyisihkan seluruh rasa lain dan hanya menuangkan rasa pahit. Meski sudah dikunyah dan dikunyah lagi, dia hanya merasakan pahit tanpa rasa lain sedikit pun dalam hidupnya.
(hal. 99-100)
Kadang Jeong Jae merasa hidupnya seperti mobil kecil yang remnya sudah blong. Alangkah baiknya jika seseorang membantunya untuk menginjak rem agar dapat berhenti. Namun, ibunya bahkan sudah tidak bisa mengatakan apa-apa di tengah kondisinya sekarang yang tidak mengizinkannya berhenti maupun terus maju.
(hal. 101)
Ketika mendaki Gunung Dayulsan seorang diri, dia kehabisan air dan pingsan karena dehidrasi di depan salon. Setelah sadar dan minum air, dia lalu minta rambutnya dicuci. Pegawai bernama Guru Sephialah yang disuruh Jane untuk merawat rambut Jeong Jae. Tadinya Guru Sephia tidak mau karena masih trauma dengan "peristiwa itu". Pada akhirnya terungkap bahwa "peristiwa itu" yang membuat Jane dihukum oleh Asosiasi Penyihir sehingga harus menutup salonnya di Apgujeong dan pindah ke gunung yang jarang dilalui orang ini berhubungan dengan masalah hidup Guru Sephia.
Kang Dong Soo, suami Guru Sephia frustrasi karena gagal menjadi pemain golf. Sejak itu mentalnya terganggu. Dia terkena waham dan sering paranoid jika Guru Sephia keluar rumah, meskipun istrinya melakukan itu untuk bekerja. Suatu hari dia mengejar-ngejar Guru Sephia sambil mengayunkan pisau karena curiga istrinya keluar untuk selingkuh. Guru Sephia lari ke Salon Jane tempatnya beberapa kali bekerja sebagai tenaga bantu. Dengan sihirnya, Jane menyelamatkan Guru Sephia. Namun, akibatnya pisau Kang Dong Soo malah menusuk dirinya sendiri hingga tewas.
Gara-gara itulah Guru Sephia merasa dirinya selalu dibebani rasa bersalah. Dia kemudian mendapati bahwa pori-pori kepala Jeong Jae banyak yang tersumbat karena lelaki itu sudah lama tak merawat dirinya sendiri akibat terlalu fokus pada impiannya. Guru Sephia kemudian melakukan scalling kulit kepala pada Jeong Jae. Setelah itu penampilannya jadi lebih membaik. Jeong Jae pun pulang dengan perasaan ringan dan berniat mengejar mimpi yang lain: membuat roti sampai ayahnya yang stroke nanti bisa pulih dan bisa menyantap roti buatannya.
Jane kemudian menekankan sekali lagi pada Guru Sephia bahwa kejadian yang membuat salonnya jadi terlempar ke tempat terpencil itu sama sekali bukan salahnya.
*
Kisah Harus Rajin Dirawat adalah kisah yang buatku paling berat. Ada masalah perundungan di kantor dalam cerita ini. Cho Young sebenarnya adalah pegawai yang penuh potensi. Tadinya tempat kerjanya mengakomodasi potensinya. Ide-idenya diterima oleh bosnya. Hingga suatu saat dirinya ditugasi membuat konten video pendek untuk promosi sebuah produk. Cho Young mengajak kerja sama temannya. Semua itu dilakukan dengan budget dari kantor yang sangat terbatas. Tadinya bosnya senang dengan pekerjaan mereka dan bahkan mentraktir Cho Young dan seluruh timnya makan.
Namun, suatu ketika, di akhir syuting, ide sang bos ditolak oleh Cho Young dan temannya karena mereka sudah syuting lebih banyak adegan daripada kesepakatan dalam kontrak. Hanya karena itu saja kemudian si bos langsung memperlakukan Cho Young dengan sangat kejam di kantor. Harga dirinya benar-benar diinjak-injak. Para rekannya yang tadinya simpati akhirnya ikut mengabaikannya karena tak mau ditandai oleh bosnya. Benar-benar biadab orang-orang ini.
Cho Young kemudian berhenti kerja. Dia tak punya keluarga yang jadi sandaran. Selama tak bekerja, dia melanjutkan hobinya membaca novel di web dan terus menulis ulasan dengan nama samaran Chori. Ulasannya sering dipuji oleh pembaca lain karena dianggap padat dan rapi. Lambat laun, ulasannya dijadikan patokan apakah suatu karya baik atau buruk. Suatu hari dia menemukan banyak orang berdebat di ulasan yang ia tulis. Banyak orang yang menjelek- jelekkan si penulis setelah membaca ulasannya. Cho Young terkena serangan panik kemudian menghapus semua ulasannya. Setelah itu dia pergi ke Gunung Dayulsan untuk mencari makam neneknya. Namun, kemudian dia pingsan di hutan karena efek obat psikiatri yang dia minum. Dia ditemukan oleh para pegawai salon Jane yang sedang mencari buah murbei.
Di salon, rambutnya yang sangat rusak itu kemudian dirawat. Bobo adalah pegawai yang ditugaskan untuk merawat rambutnya. Tadinya Bobo enggan karena dia pernah membakar rambut pegawai dengan pelurus rambut ketika dia sedang melamun. Namun, Jane tetap menyuruh Bobo merawat rambut Cho Young. Bobo mengatakan pada Cho Young:
"Ibu Kepala Salon mengatakan bahwa rambut adalah cerminan hati. Sesehat apa pun tubuh seseorang, hatinya pasti tidak sehat jika rambutnya rusak. Sebab, orang itu tidak memiliki waktu luang untuk merawat rambut."
(hal. 157)
Cho Young terharu ketika Bobo menyuruhnya agar jangan sampai sakit, karena selama ini tidak ada orang yang menasehatinya begitu, bahkan dokter yang meresepkan obat padanya. Sepulang dari salon, pikiran Cho Young merasa segar, dan dia merasa dirinya mampu menulis novel online juga.
Kisah soal Bobo juga diungkap di sini. Rupanya Bobo tidak diurus oleh orangtuanya yang menikah muda dan tidak punya kestabilan keuangan. Temannya, Moon Ah, membantunya dapat pekerjaan sebagai asisten di salon kecantikan. Baginya, Moon Ah sudah seperti keluarga. Namun, Moon Ah kemudian kabur bersama pacar Bobo sambil membawa seluruh uang Bobo. Jane yang membantunya melewati masa sulit.
*
Kisah berikutnya adalah Hal-Hal yang Tampak Jika Ditekan. Tentang Gwang Cheol, seorang pegawai berusia 39 tahun yang dipanggil "si paling boomer" oleh para bawahannya gara-gara dianggap terlalu ikut campur dan kaku. Padahal, yang dilakukan Gwang Cheol hanya memastikan semuanya beres dan berusaha bergaul lebih akrab.
Dia kemudian ingin menenangkan hatinya dengan liburan ke Bali bersama keluarganya. Namun, istrinya malah menolak keras karena ingin berhemat dan akhirnya mereka bertengkar. Gwang Cheol pernah gagal main saham dan akibatnya deposito uang yang sudah ditabung selama sepuluh tahun lenyap begitu saja. Padahal, sebenarnya istrinya ingin berhenti bekerja dan fokus mengurus anak untuk mengistirahatkan tangannya yang cedera gara-gara terlalu banyak dipakai saat bekerja sebagai desainer visual.
Gwang Cheol kemudian menyetir mobil tanpa tentu arah hingga akhirnya sampai ke distrik Dayulsan. Dalam keadaan mabuk, malam-malam dia menggedor pintu salon milik Jane karena mengiranya sebagai motel. Dia lalu pingsan karena tak sengaja dihantam pakai tongkat kayu oleh pegawai toko yang sebenarnya ingin mengusir babi hutan.
Setelah sadar, dia kemudian minta rambutnya dirapikan di salon itu. Jane kemudian memperbaiki penampilan rambut Gwang Cheol yang kaku. Sementara itu istrinya yang kebingungan mencari-cari suaminya dengan menelepon teman kerja Gwang Cheol. Akhirnya istrinya tahu bahwa kondisi perusahaan Gwang Cheol tidak begitu baik dan suaminya jadi harus memegang lebih banyak tanggung jawab sehingga merasa tertekan tanpa bisa cerita pada siapa-siapa. Dari notifikasi kartu kredit yang memberi tahu bahwa Gwang Cheol habis bertransaksi di minimarket Dayulsan, istrinya pun akhirnya tahu lokasi suaminya berada. Di sana, polisi mengantarnya ke salon Jane yang diperkirakan jadi lokasi tempat suaminya singgah.
Mereka kemudian berbaikan setelah perawatan rambut Gwang Cheol selesai. Istrinya berkata meski tak bisa liburan ke Bali, mereka masih bisa berlibur ke daerah pantai Goseong. Gwang Cheol pun terharu dan bertekad akan lebih terbuka dengan keluarganya.
"Ayah lihat ini. Bagus, kan?"
Putra bungsu Gwang Cheol menunjukkan laut biru Goseong di layar ponselnya. Saat melihat itu, ombak bagaikan menerjang hati Gwang Cheol. Hantaman ombak mengacaukan hati Gwang Cheol, kemudian menyapu seluruh serpihan sampah yang ada di sana dalam sekejap.
(hal. 204)
*
Kisah Apa Warna Kehidupan? bercerita tentang Hae Won, putri sulung seorang tokoh psikologi ternama, bernama Jeong Ji Hwa. Ibunya bekerja sebagai dosen dan ahli psikologi yang sering menulis buku yang laris manis. Dia sering diundang ke acara-acara TV nasional. Namun, sebenarnya, karena dia sibuk, yang mengurus dua putrinya adalah suaminya yang tidak begitu dominan.
Namun, bukannya berterima kasih, Jeong Ji Hwa malah meremehkan suaminya dan terus menindasnya. Hingga akhirnya suaminya menceraikannya karena berselingkuh dengan tetangga. Jeong Ji Hwa langsung hancur. Dia lalu meminta agar kedua putrinya tidak mengecewakannya seperti mantan suaminya.
"Hae Won, sekarang Ibu hanya punya kamu dan Jeong Won. Kamu tidak boleh mengecewakan Ibu sekali pun. Berjanjilah agar kamu tidak pernah menyakiti Ibu seperti Ayah."
Janji yang diucapkan karena ingin menghibur Ibu akhirnya berubah menjadi belenggu. Jeong Ji Hwa melukiskan seluruh dunia Hae Won. Dia mewarnai dunia Hae Won sesuka hatinya. Setelah Hae Won bercerai, dia mulai menghancurkan satu per satu dunia itu menggunakan tangannya sendiri. Merah, biru, hijau, kuning. Satu per satu warna mulai hilang. Dunia itu kini berubah menjadi abu-abu seperti langit yang dipenuhi debu. Meski ingin mewarnainya lagi, Hae Won tidak tahu warna seperti apa yang cocok untuk dunianya. Sebab, dunia itu adalah kanvas yang tidak pernah sekali pun diwarnai Hae Won menggunakan tangannya sendiri.
(hal. 222)
Sejak kecil Hae Won merasa wajib menjaga reputasi ibunya. Dia jadi sosok gigih yang berprestasi demi menjaga nama baik ibunya. Universitas, jurusan, bahkan pekerjaannya, semua ditentukan ibunya. Dia menjadi pelukis sekaligus dosen. Suatu ketika dia jatuh cinta dengan Kang Hyeon, kurator pameran lukisannya. Namun, ibunya tidak setuju dengan alasan Kang Hyeon tidak setara dengan Hae Won.
Akhirnya Hae Won menikah dengan Wok Seok, seorang dokter yang dijodohkan dengannya oleh Jeong Ji Hwa. Pernikahannya berjalan tanpa cinta. Tak ada komunikasi yang baik di antara ia dan suaminya. Hae Won lalu minta cerai dan ini menyulut murka sang ibu. Sang Ibu tak mau berita perceraian Hae Won tersebar di kalangan keluarga sehingga ia melarang Hae Won datang ke acara keluarga, bahkan ke acara pernikahan adiknya sendiri.
Di hari pernikahan adiknya, Hae Won sebenarnya berniat datang, Namun, lalu dia membatalkannya dan pergi untuk mendaki di Dayulsan. Karena jalur pendakian ditutup, Hae Won akhirnya berjalan berputar-putar dan sampai di salon Jane. Sebenarnya dia hanya ingin menumpang mengisi daya ponsel, tapi karena tidak enak, akhirnya dia minta rambutnya ditata. Di sana, dia baru menyadari bahwa potongan rambutnya tidak rata meski dia memotongnya di salon ternama di Apgujeong.
Jane menangani rambut Hae Won, bahkan menyarankan untuk mewarnai rambutnya. Hae Won yang ingin mulai mewarnai hidupnya sendiri tanpa campur tangan ibunya, setuju merwarnai rambutnya jadi cokelat terang. Sebelumnya dia sama sekali tak pernah mewarnai rambut dan bergonta-ganti gaya rambut yang mencolok karena memikirkan reputasi ibunya.
Berjanji untuk tidak mengecewakan Ibu. Bukankah janji itu terlalu menguntungkan sepihak dan tidak adil? Sama seperti hidup Ibu yang tidak dirancang untukku, hidupku juga tidak dirancang untuk ibu.
(hal. 227)
Setelah mewarnai rambutnya, Hae Won mengirimkan foto selfie terbarunya dan juga pesan pada ibunya:
"Ibu, maaf telah mengecewakan Ibu. Tetapi, aku merasa baik-baik saja walau telah mengecewakan Ibu. Sebab, bagiku Ibu bukan Jeong Ji Hwa, melainkan ibuku."
Pesan itu tampaknya menggerakkan hati ibunya. Karena setelah pulang dia menemukan bunga yakut ungu di vas bunga meja makannya. Ungu adalah warna kesukaan Hae Won.
Ibu tidak bisa mengalahkanku. Sama seperti aku yang tidak bisa mengalahkan Ibu. Tidak, sejak awal kami memang tidak ditakdirkan untuk bertarung. Sebab, Hae Won adalah putri Ibu, dan putri Ibu adalah Hae Won.
(hal. 229)
*
Di kisah Biar Aku Bantu Dorong, akhirnya cerita tentang Ha Min, anak bungsu Madam Jang dibuka. Rupanya dia tak mau masuk sekolah karena di-bully. Di kamar, selama ini dia membuat musik sendiri. Ibunya lalu memaksanya memotong rambut di salon Jane. Tadinya dia tak mau dan kabur hingga bertemu dengan para pembully-nya dan dihajar. Mimi memanggil polisi untuk menyelamatkannya. Kemudian Mimi mendengarkan musik Ha Min dan memujinya. Setelah itu baru Ha Min mau merapikan rambutnya yang sudah memanjang di salon Jane.
Namun, para pembully Ha Min kemudian membakar salon dalam keadaan mabuk untuk balas dendam pada Mimi. Berkat kekuatan sihir Jane, salon itu tidak terbakar parah. Mereka bahkan baru tahu bahwa hukuman dari Asosiasi Penyihir sudah diangkat. Namun, Jane malah menyuruh Mimi pulang ke rumahnya.
Padahal, Mimi sebenarnya kabur dari rumah karena keluarganya tak harmonis. Dia kemudian tinggal bersama teman-temannya, tapi malah dijual di prostitusi ilegal. Karena itulah dia kabur hingga sampai ke Salon Jane. Mmi lalu pergi ke Seoul dengan hati hancur.
*
Di bab Penyihir, kemudian diceritakan asal-usul Jane yang sudah hidup sejak ketika Jepang menginvasi Korea 600 tahun yang lalu. Hidupnya tragis, dia dijual sebagai budak hingga akhirnya dirawat oleh seorang penyihir Jerman yang suka menyembuhkan orang bersama Louisa. Sebelum meninggal karena dieksekusi warga, Louisa memberikan kalung berlian biru yang mengubah Jane menjadi penyihir.
*
Bagaimana kelanjutan nasib Mimi? Ke manakah Salon Jane bakal pindah setelah hukuman dari Asosiasi Penyihir diangkat? Baca saja sendiri.