What do you think?


Dongeng Kucing
Kucing Putih betina dengan tanda hitam berbentuk bulan
sabit di sekitar kening itu murung. Ia tidak ingin makan
lagi. Air matanya sering mengalir. Ia benar-benar kehilangan semangat dan tidak bergairah melakukan hal apapun.
Keriangan sebelumnya telah memudar terbawa oleh
kepergian satu-satunya saudara yang ia miliki. Saudaranya,
Kucing Hitam jantan dengan bintang putih di sekitar kening
itu kini tidak ada disampingnya.
Manusia Asing itu tidak hanya memisahkan tubuh
sepasang kucing kecil bersaudara itu, tetapi benar-benar menghancurkan semangat hidup Kucing Putih. Ia terkulai lemah di dalam kandang tanpa ingin ke mana-mana. Satu
satunya yang ia inginkan saat ini hanyalah bertemu kembali
dengan saudaranya. Ia tidak bersemangat saat ada yang
mencoba menghiburnya. Ia bahkan tidak berdiri sama sekali saat mainan kucing digerakkan di atas kepalanya.
sabit di sekitar kening itu murung. Ia tidak ingin makan
lagi. Air matanya sering mengalir. Ia benar-benar kehilangan semangat dan tidak bergairah melakukan hal apapun.
Keriangan sebelumnya telah memudar terbawa oleh
kepergian satu-satunya saudara yang ia miliki. Saudaranya,
Kucing Hitam jantan dengan bintang putih di sekitar kening
itu kini tidak ada disampingnya.
Manusia Asing itu tidak hanya memisahkan tubuh
sepasang kucing kecil bersaudara itu, tetapi benar-benar menghancurkan semangat hidup Kucing Putih. Ia terkulai lemah di dalam kandang tanpa ingin ke mana-mana. Satu
satunya yang ia inginkan saat ini hanyalah bertemu kembali
dengan saudaranya. Ia tidak bersemangat saat ada yang
mencoba menghiburnya. Ia bahkan tidak berdiri sama sekali saat mainan kucing digerakkan di atas kepalanya.
Paperback
Published January 1, 2024
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 15 of 15 reviews
January 10, 2026
Kucing-kucing di dongeng ini menurutku seperti dijadikan medium untuk sebuah cerita suram dengan narasi yang mellow. Mereka dipersonifikasi total, dihilangkan karakter khasnya, bahkan kondisi biologisnya ikut berubah. Detail-detail menarik dari mereka seperti purring/mendengkur, manja tapi gengsi, mentingin teritori, dsb, itu lenyap. Sayang sekali, padahal elemen tersebut selalu jadi bagian memikat dari buku-buku bertemakan kucing.
Di sini para kucing saling sapa dengan bersalaman, alih-alih pamer pantat atau saling mengendus. Merapikan bulu dengan sisir, mengeringkan badan dengan handuk, tidak menjilat badan lagi. Kucing berusia satu hari yang kehilangan induk, bisa survive dengan susu formula yang dicolong dari manusia. Faktanya, laktosa bs membahayakan nyawa kucing. Kurang sinkron dengan cerita yang mengangkat kesulitan hidup sebagai "kucing" jalanan. Tapi, yah... ini memang dongeng.
Atmosfer cerita terasa sangat melankolis krn dominan menyoroti emosi dan perasaan, terlebih di bagian awal, terasa repetitif dan didramatisir. Beberapa dialog terasa kurang natural karena kata-kata bijak yg cenderung dipaksakan.
Jalan ceritanya menarik untuk sebuah fabel keluarga, persahabatan, dan petualangan. Dua kucing kakak beradik hitam dan putih yang ada di cover berjuang untuk kembali bersama setelah terpisah imbas kelakuan manusia. Karakternya bukan hanya kucing saja, ada berang-berang, tikus, kecoak, sampai binatang purba ikan raksasa. Dongeng ini mengkritik sikap seenaknya manusia, yang sering melakukan kekerasan terhadap binatang hingga alam yang mereka tinggali.
Di sini para kucing saling sapa dengan bersalaman, alih-alih pamer pantat atau saling mengendus. Merapikan bulu dengan sisir, mengeringkan badan dengan handuk, tidak menjilat badan lagi. Kucing berusia satu hari yang kehilangan induk, bisa survive dengan susu formula yang dicolong dari manusia. Faktanya, laktosa bs membahayakan nyawa kucing. Kurang sinkron dengan cerita yang mengangkat kesulitan hidup sebagai "kucing" jalanan. Tapi, yah... ini memang dongeng.
Atmosfer cerita terasa sangat melankolis krn dominan menyoroti emosi dan perasaan, terlebih di bagian awal, terasa repetitif dan didramatisir. Beberapa dialog terasa kurang natural karena kata-kata bijak yg cenderung dipaksakan.
Jalan ceritanya menarik untuk sebuah fabel keluarga, persahabatan, dan petualangan. Dua kucing kakak beradik hitam dan putih yang ada di cover berjuang untuk kembali bersama setelah terpisah imbas kelakuan manusia. Karakternya bukan hanya kucing saja, ada berang-berang, tikus, kecoak, sampai binatang purba ikan raksasa. Dongeng ini mengkritik sikap seenaknya manusia, yang sering melakukan kekerasan terhadap binatang hingga alam yang mereka tinggali.
November 5, 2024
Tentang Dongeng Kucing…
Adalah kisah petualangan paling imajinatif yg pernah saya baca dlm bentuk novel. Krn dlm novel ini penulis menggambarkan dari sudut pandang kucing yg menjadi tokoh utama, yang menggerakkan ceritanya dari awal sampai akhir.
Jujur aja, awal2 baca sempat dibuat ketawa sama bukunya… krn di lembaran pertama ada top’s collection yg menampilkan tokoh2 dlm ceritanya melalui ilustrasi gambar2 lucu. Ngebayangin ceritanya jg bakal lucu… menggemaskan… dan menghibur. Tp trnyata di luar prediksi BMKG 😅
Kisah yg disajikan lbh dr sekedar menghibur. Byk bgt pesan2 yg disampaikan lwt ceritanya. Temanya sangat2 beragam. Dari mulai kritik sosial trhadap maraknya kejahatan penyiksaan yg kerap dilakukan manusia pd hewan (terutama kucing), ttg keluarga, ttg percintaan, persahabatan, perjuangan, hingga petualangan2 imajinatif yg pastinya seru bgt.
Thanks to penulis… yg sdh menambahkan warna dr perkembangan novel2 di indonesia dgn menghasilkan karya yg bergenre fabel ini. Ditunggu “perang kucing” nya 😉
Adalah kisah petualangan paling imajinatif yg pernah saya baca dlm bentuk novel. Krn dlm novel ini penulis menggambarkan dari sudut pandang kucing yg menjadi tokoh utama, yang menggerakkan ceritanya dari awal sampai akhir.
Jujur aja, awal2 baca sempat dibuat ketawa sama bukunya… krn di lembaran pertama ada top’s collection yg menampilkan tokoh2 dlm ceritanya melalui ilustrasi gambar2 lucu. Ngebayangin ceritanya jg bakal lucu… menggemaskan… dan menghibur. Tp trnyata di luar prediksi BMKG 😅
Kisah yg disajikan lbh dr sekedar menghibur. Byk bgt pesan2 yg disampaikan lwt ceritanya. Temanya sangat2 beragam. Dari mulai kritik sosial trhadap maraknya kejahatan penyiksaan yg kerap dilakukan manusia pd hewan (terutama kucing), ttg keluarga, ttg percintaan, persahabatan, perjuangan, hingga petualangan2 imajinatif yg pastinya seru bgt.
Thanks to penulis… yg sdh menambahkan warna dr perkembangan novel2 di indonesia dgn menghasilkan karya yg bergenre fabel ini. Ditunggu “perang kucing” nya 😉
December 1, 2024
Sedikit skeptis di awal-awal bab karena belum menemukan interesting point-nya,
Di awal, buku ini terasa seperti cerita anak-anak, tentunya dengan ilustrasi yang sangat menarik.
Sesampainya di pertengahan buku, barulah turning point-ku untuk buku ini dimulai, i was taken aback by how the story goes. It was sooo frightening and nasty to see the human character in this story acting more like animal rather than human itself.
Half of the book was sooo interesting as if i read a thriller book. The author's claim that "the book needs to be read under parents provision" is indeed necessary.
I love the cover page and all the ilustrations inside the book. Good read good read
Di awal, buku ini terasa seperti cerita anak-anak, tentunya dengan ilustrasi yang sangat menarik.
Sesampainya di pertengahan buku, barulah turning point-ku untuk buku ini dimulai, i was taken aback by how the story goes. It was sooo frightening and nasty to see the human character in this story acting more like animal rather than human itself.
Half of the book was sooo interesting as if i read a thriller book. The author's claim that "the book needs to be read under parents provision" is indeed necessary.
I love the cover page and all the ilustrations inside the book. Good read good read
August 9, 2024
Ketika penulis menyampaikan bahwa "untuk membaca buku ini perlu pendamping orang tua/orang dewasa" yap benar sekali..
Awal membaca, saya menduga bahwa ini adalah cerita anak-anak yang ringan, tentang dua ekor kucing dengan masa lalu yang mengharukan dan sedang mengalami hal yang menyedihkan. Tapi, ceritanya tergolong "cukup" dewasa karena ada beberapa bagian yang - menurut saya - kejam. Tapi, kembali lagi pemahaman setiap orang mungkin berbeda ketika membaca buku ini, dan saya mengapresiasi penulis yang bisa membuat saya terus tertarik membaca sampai selesai.
Awal membaca, saya menduga bahwa ini adalah cerita anak-anak yang ringan, tentang dua ekor kucing dengan masa lalu yang mengharukan dan sedang mengalami hal yang menyedihkan. Tapi, ceritanya tergolong "cukup" dewasa karena ada beberapa bagian yang - menurut saya - kejam. Tapi, kembali lagi pemahaman setiap orang mungkin berbeda ketika membaca buku ini, dan saya mengapresiasi penulis yang bisa membuat saya terus tertarik membaca sampai selesai.
December 5, 2024
My inner child is fulfill reading this kind of story
June 3, 2026
"Kalian saudara kandung, harus saling dukung. Kelak, saat kalian dewasa, jangan saling membenci. Tetaplah saling mengasihi. Ingat, saat kecil, kalian berbagi makanan dan berbagi tempat tidur. Kalian datang dari rahim yang sama."
Judul: Dongeng Kucing
Panduan Usia: 17+
Genre: Keluarga
Penulis: Boy Candra
Penerbit: Grasindo
Tebal: 199 halaman
Rating: 4.5/5 ⭐️
***
Halooo...
Perkenalkan, kami adalah sepasang kucing kecil kakak beradik. Kami tinggal di kolong bawah jalan tol. Rumah kami telah dibangun sejak kakek dan nenek kami tinggal di sini. Kami hidup berkoloni dengan hewan-hewan liar lainnya, yang dulunya juga dibuang oleh pemilik mereka.
Ini adalah kisah keluarga kami, keluarga kucing-kucing liar. Kisah keluarga hewan-hewan di kolong bawah jalan tol. Kisah yang harus kami jalani untuk terus bertahan hidup dan saling menjaga satu sama lain. Kisah yang membawa kami pada banyak petualangan tak terlupakan.
***
Ini adalah buku ketiga Boy Candra yang sudah kubaca dan aku sangat menyukai Dongeng Kucing. Ceritanya sederhana, namun mengandung banyak pesan penting. Jujur, aku sempat terkecoh dengan covernya yang menampilkan sepasang kucing hitam dan putih yang imut. Kukira mereka tadinya adalah sepasang kekasih. Setelah kubaca blurb di belakang buku, ternyata kakak beradik yang bernama Bobin (Si Hitam) dan Kiti Pengkor (Si Putih). Hati-hati jika ingin membeli buku ini karena ada panduan usianya di belakang buku (minimal 17 tahun). Jika di bawah usia itu, membaca Dongeng Kucing harus didampingi oleh orang tua.
Buku ini ringan untuk dibaca dan dapat dihabiskan dalam sekali duduk. Banyak sekali ilustrasi di dalam buku ini, dan beberapa di antaranya berwarna. Jadi, buku ini sangat cocok untuk orang yang baru pertama kali/sudah lama tidak membaca novel. Lagi pula, siapa yang tidak suka kucing?
Boy Candra benar-benar mampu menyuguhkan kejutan sepanjang alur ceritanya. Ketika kupikir mereka akan berbahagia dan habis masa deritanya, ternyata ada tantangan lain yang menanti. Kurang lebih, penulis sepertinya menggambarkan bahwa kehidupan kucing sedikit mirip dengan manusia dalam hal berkeluarga dan memiliki perasaan mereka sendiri. Memang, kehidupan yang menimpa baik manusia maupun kucing sama-sama kerasnya.
Akan tetapi, kadang manusia justru mempersulit kehidupan kucing juga. Aku jadi memahami, mengapa buku ini hanya boleh dibaca oleh pembaca yang berusia 17 tahun ke atas. Memang ada kejadian yang cukup mengguncang mental. Bila tidak disikapi dengan baik, bisa menyesatkan pikiran pembaca yang belum cukup umur.
Omong-omong, aku sedikit tersentil juga oleh Dongeng Kucing. Aku penyuka kucing, tetapi aku tidak mau memelihara mereka. Mengapa? Karena itu adalah tanggung jawab yang besar. Sama seperti anak, kucing juga memiliki nyawa. Aku tidak berani bertanggung jawab atas nyawa kucing. Makan bagiku, cukup aku bisa melihatnya, mengelus, dan memberi makan beberapa kucing liar yang kutemui.
Boy Candra, kuharap kau segera melanjutkan Dongeng Kucing ini karena sudah ada sedikit bocoran bahwa kisah Bobin dan Kiti Pengkor akan berlanjut. Kuharap buku itu juga penuh dengan ilustrasi. Teruslah berkarya, karena kau tidak hanya jago mengguratkan kata dan berpuisi, tetapi juga bertutur kisah.
Judul: Dongeng Kucing
Panduan Usia: 17+
Genre: Keluarga
Penulis: Boy Candra
Penerbit: Grasindo
Tebal: 199 halaman
Rating: 4.5/5 ⭐️
***
Halooo...
Perkenalkan, kami adalah sepasang kucing kecil kakak beradik. Kami tinggal di kolong bawah jalan tol. Rumah kami telah dibangun sejak kakek dan nenek kami tinggal di sini. Kami hidup berkoloni dengan hewan-hewan liar lainnya, yang dulunya juga dibuang oleh pemilik mereka.
Ini adalah kisah keluarga kami, keluarga kucing-kucing liar. Kisah keluarga hewan-hewan di kolong bawah jalan tol. Kisah yang harus kami jalani untuk terus bertahan hidup dan saling menjaga satu sama lain. Kisah yang membawa kami pada banyak petualangan tak terlupakan.
***
Ini adalah buku ketiga Boy Candra yang sudah kubaca dan aku sangat menyukai Dongeng Kucing. Ceritanya sederhana, namun mengandung banyak pesan penting. Jujur, aku sempat terkecoh dengan covernya yang menampilkan sepasang kucing hitam dan putih yang imut. Kukira mereka tadinya adalah sepasang kekasih. Setelah kubaca blurb di belakang buku, ternyata kakak beradik yang bernama Bobin (Si Hitam) dan Kiti Pengkor (Si Putih). Hati-hati jika ingin membeli buku ini karena ada panduan usianya di belakang buku (minimal 17 tahun). Jika di bawah usia itu, membaca Dongeng Kucing harus didampingi oleh orang tua.
Buku ini ringan untuk dibaca dan dapat dihabiskan dalam sekali duduk. Banyak sekali ilustrasi di dalam buku ini, dan beberapa di antaranya berwarna. Jadi, buku ini sangat cocok untuk orang yang baru pertama kali/sudah lama tidak membaca novel. Lagi pula, siapa yang tidak suka kucing?
Boy Candra benar-benar mampu menyuguhkan kejutan sepanjang alur ceritanya. Ketika kupikir mereka akan berbahagia dan habis masa deritanya, ternyata ada tantangan lain yang menanti. Kurang lebih, penulis sepertinya menggambarkan bahwa kehidupan kucing sedikit mirip dengan manusia dalam hal berkeluarga dan memiliki perasaan mereka sendiri. Memang, kehidupan yang menimpa baik manusia maupun kucing sama-sama kerasnya.
Akan tetapi, kadang manusia justru mempersulit kehidupan kucing juga. Aku jadi memahami, mengapa buku ini hanya boleh dibaca oleh pembaca yang berusia 17 tahun ke atas. Memang ada kejadian yang cukup mengguncang mental. Bila tidak disikapi dengan baik, bisa menyesatkan pikiran pembaca yang belum cukup umur.
Omong-omong, aku sedikit tersentil juga oleh Dongeng Kucing. Aku penyuka kucing, tetapi aku tidak mau memelihara mereka. Mengapa? Karena itu adalah tanggung jawab yang besar. Sama seperti anak, kucing juga memiliki nyawa. Aku tidak berani bertanggung jawab atas nyawa kucing. Makan bagiku, cukup aku bisa melihatnya, mengelus, dan memberi makan beberapa kucing liar yang kutemui.
Boy Candra, kuharap kau segera melanjutkan Dongeng Kucing ini karena sudah ada sedikit bocoran bahwa kisah Bobin dan Kiti Pengkor akan berlanjut. Kuharap buku itu juga penuh dengan ilustrasi. Teruslah berkarya, karena kau tidak hanya jago mengguratkan kata dan berpuisi, tetapi juga bertutur kisah.
December 31, 2025
⚠️Trigger Warning : Kekerasan Pada Hewan⚠️
Menceritakan Gaura seckor kucing putih yang sedang sedih karena orang tuanya tidak kembali. Bertempat di kolong bawah jalan tol orang tua Gaura, Pak Ghost dan Bu Merti, terkenal dengan kebaikan hatinya yang sering membagikan makanan. Kepergian Pak Ghost dan Bu Merti benar-benar tidak ada jejak. Hewan-hewan kolong bawah jalan tol berinisiatif membuat acara untuk Gaura. Di acara itu Gaura bertemu dengan Pablo, kucing hitam yang membentuk sebuah band bernama “The Fish”. Sejak itu, Gaura dan Pablo memutuskan untuk bersama hingga Gaura mengandung anak dari Pablo. Namun tiba-tiba Pablo tidak pernah pulang lagi. Gaura pun memutuskan untuk pergi ke Pablo dengan berbekal informasi yang didapat dari burung. Sesampainya Gaura bertemu Pablo dengan seekor kucing betina. Gaura merasa di hianati, la tidak bersemangat lagi dan bagaimana nasib anak di dalam kandungannya.
Kelebihan Buku :
-Menceritakan dari sudut pandang hewan yaitu kucing
-Membahan Isu Penganiayaan hewan, dan kritik sosial
-Gaya bahasa yang ringan mudah untuk dipahami
Pesan yang Dapat Dipelajari :
-Bertanggung jawablah jika kamu memutuskan untuk memelihara hewan
-Apapun alasannya menyakiti hewan tidak dibenarkan
-Ketenangan bisa ditemukan dalam hal-hal kecil
Buku tentang bagaimana perasaan dari sudut pandang hewan ke manusia. Buku ini berkategori 17+, untuk anak-anak membaca dengan dampingan orang tua. Aku beri 🌟 4.5/5.
Menceritakan Gaura seckor kucing putih yang sedang sedih karena orang tuanya tidak kembali. Bertempat di kolong bawah jalan tol orang tua Gaura, Pak Ghost dan Bu Merti, terkenal dengan kebaikan hatinya yang sering membagikan makanan. Kepergian Pak Ghost dan Bu Merti benar-benar tidak ada jejak. Hewan-hewan kolong bawah jalan tol berinisiatif membuat acara untuk Gaura. Di acara itu Gaura bertemu dengan Pablo, kucing hitam yang membentuk sebuah band bernama “The Fish”. Sejak itu, Gaura dan Pablo memutuskan untuk bersama hingga Gaura mengandung anak dari Pablo. Namun tiba-tiba Pablo tidak pernah pulang lagi. Gaura pun memutuskan untuk pergi ke Pablo dengan berbekal informasi yang didapat dari burung. Sesampainya Gaura bertemu Pablo dengan seekor kucing betina. Gaura merasa di hianati, la tidak bersemangat lagi dan bagaimana nasib anak di dalam kandungannya.
Kelebihan Buku :
-Menceritakan dari sudut pandang hewan yaitu kucing
-Membahan Isu Penganiayaan hewan, dan kritik sosial
-Gaya bahasa yang ringan mudah untuk dipahami
Pesan yang Dapat Dipelajari :
-Bertanggung jawablah jika kamu memutuskan untuk memelihara hewan
-Apapun alasannya menyakiti hewan tidak dibenarkan
-Ketenangan bisa ditemukan dalam hal-hal kecil
Buku tentang bagaimana perasaan dari sudut pandang hewan ke manusia. Buku ini berkategori 17+, untuk anak-anak membaca dengan dampingan orang tua. Aku beri 🌟 4.5/5.
July 10, 2025
Sekarang mengerti kenapa judulnya DONGENG Kucing. Selain karena ini memang cerita dari sudut pandang para kucing dan binatang lainnya, cerita ini dituliskan seperti dongeng. Pembaca masuk ke dunia hewan di bawah kolong, hingga merasakan lelah mereka yang mencari jalan kembali ke rumahnya. Alurnya maju dan bersih, hingga para pembaca tidak perlu berfokus kepada waktunya. Bacaan yang dapat dibaca selagi senggang, atau bahkan di tempat umum sekalipun. What a heartwarming one for sure. Masih menunggu katanya akan ada buku lanjutannya.
December 14, 2025
Biasanya saya membaca karya Boy Candra yang penuh dengan romansa dan galau, tapi Dongeng Kucing benar-benar kejutan yang menyenangkan!
Ceritanya unik dan imajinatif. Kita dibawa masuk ke kerajaan kucing dengan segala permasalahannya. Meskipun ini fiksi fantasi, emosinya tetap sampai. Penulis berhasil membuktikan bahwa ia piawai menulis di luar genre romance.
Buku ini cocok untuk kamu yang butuh bacaan ringan tapi tetap memiliki "isi" dan pesan moral yang kuat. Sangat direkomendasikan untuk selingan di akhir pekan!
Ceritanya unik dan imajinatif. Kita dibawa masuk ke kerajaan kucing dengan segala permasalahannya. Meskipun ini fiksi fantasi, emosinya tetap sampai. Penulis berhasil membuktikan bahwa ia piawai menulis di luar genre romance.
Buku ini cocok untuk kamu yang butuh bacaan ringan tapi tetap memiliki "isi" dan pesan moral yang kuat. Sangat direkomendasikan untuk selingan di akhir pekan!
September 18, 2024
Mendapatkan buku ini sebagai kado ulang tahun, saya berekspektasi buku ini akan berisi dongeng lucu dan ringan sesuai dengan sampulnya. Setelah melihat rating 17+ dan membaca sampai bab kelima, saya baru sadar, ternyata buku ini menyakitkan bagi pecinta kucing seperti saya. Kolaborasi antara fantasi dunia hewan dan manusia, buku ini menggambarkan realita kejahatan manusia terhadap hewan. Buku ini juga bercerita tentang keberanian, persaudaraan, dan kasih sayang.
February 16, 2025
Jangan terkecoh dengan sampulnya. Kukira bakal didominasi kisah manis, namun ternyata... 🫣
Di bab-bab awal cerita berjalan cukup lambat, begitu di tengah mulai seru dan sedikit membuat mual (?)
Sebenarnya premis cerita cukup sederhana. Menurutku gaya bercerita novel ini cocok untuk anak pra-remaja, tapi muatan kisahnya yang membuatnya perlu bimbingan & kebijaksanaan orang tua.
Oiya, suka banget ilustrasi-ilustrasi di dalamnya, cukup membantu mengembangkan imajinasi di kepala.
Di bab-bab awal cerita berjalan cukup lambat, begitu di tengah mulai seru dan sedikit membuat mual (?)
Sebenarnya premis cerita cukup sederhana. Menurutku gaya bercerita novel ini cocok untuk anak pra-remaja, tapi muatan kisahnya yang membuatnya perlu bimbingan & kebijaksanaan orang tua.
Oiya, suka banget ilustrasi-ilustrasi di dalamnya, cukup membantu mengembangkan imajinasi di kepala.
August 21, 2024
Dongeng Kucing yang tidak selucu covernya. Ada kesedihan, kegemasan dan kegeraman ketika baca novel ini. Jadi berefleksi sebagai manusia untuk lebih menyayangi hewan, tidak hanya menjadikannya tontonan/properti. Namun jika dilihat lagi covernya menggambarkan kedekatan kucing bersaudara yang akan mengalami petualangan seram dalam belantara, dan betul, sangat seru.
January 4, 2026
This book is my first ever novel, touching about the other life other than humans. An adventure about cats that live under a busy road away from humans with their own community without racism. Their story and journey taught me friendship, relation, bravery and how each living being has their own struggles.
June 5, 2026
Tapi lucu, tapi ngeri, tapi gemesiin !!!
Meskipun ini memainkan imajinasi luas, dan menghilangkan beberapa karakter kucing asli, tp aku tetep penasaran, Ditunggu perang kucing nya bang boy :)
Oiya satu lagi, ilustrasinya baguss, sukaa !
Meskipun ini memainkan imajinasi luas, dan menghilangkan beberapa karakter kucing asli, tp aku tetep penasaran, Ditunggu perang kucing nya bang boy :)
Oiya satu lagi, ilustrasinya baguss, sukaa !
May 3, 2025
Ceritanya menyentuh, tapi ga nyangka kalau ada part yang menyeramkan :(
Displaying 1 - 15 of 15 reviews















