Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dongeng Kucing

Rate this book
Kucing Putih betina dengan tanda hitam berbentuk bulan
sabit di sekitar kening itu murung. Ia tidak ingin makan
lagi. Air matanya sering mengalir. Ia benar-benar kehilangan semangat dan tidak bergairah melakukan hal apapun.

Keriangan sebelumnya telah memudar terbawa oleh
kepergian satu-satunya saudara yang ia miliki. Saudaranya,
Kucing Hitam jantan dengan bintang putih di sekitar kening
itu kini tidak ada disampingnya.

Manusia Asing itu tidak hanya memisahkan tubuh
sepasang kucing kecil bersaudara itu, tetapi benar-benar menghancurkan semangat hidup Kucing Putih. Ia terkulai lemah di dalam kandang tanpa ingin ke mana-mana. Satu
satunya yang ia inginkan saat ini hanyalah bertemu kembali
dengan saudaranya. Ia tidak bersemangat saat ada yang
mencoba menghiburnya. Ia bahkan tidak berdiri sama sekali saat mainan kucing digerakkan di atas kepalanya.

Paperback

Published January 1, 2024

2 people are currently reading
35 people want to read

About the author

Boy Candra

32 books951 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
9 (26%)
4 stars
15 (44%)
3 stars
9 (26%)
2 stars
1 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 13 of 13 reviews
Profile Image for LailyKu.
2 reviews
November 5, 2024
Tentang Dongeng Kucing…

Adalah kisah petualangan paling imajinatif yg pernah saya baca dlm bentuk novel. Krn dlm novel ini penulis menggambarkan dari sudut pandang kucing yg menjadi tokoh utama, yang menggerakkan ceritanya dari awal sampai akhir.

Jujur aja, awal2 baca sempat dibuat ketawa sama bukunya… krn di lembaran pertama ada top’s collection yg menampilkan tokoh2 dlm ceritanya melalui ilustrasi gambar2 lucu. Ngebayangin ceritanya jg bakal lucu… menggemaskan… dan menghibur. Tp trnyata di luar prediksi BMKG 😅

Kisah yg disajikan lbh dr sekedar menghibur. Byk bgt pesan2 yg disampaikan lwt ceritanya. Temanya sangat2 beragam. Dari mulai kritik sosial trhadap maraknya kejahatan penyiksaan yg kerap dilakukan manusia pd hewan (terutama kucing), ttg keluarga, ttg percintaan, persahabatan, perjuangan, hingga petualangan2 imajinatif yg pastinya seru bgt.

Thanks to penulis… yg sdh menambahkan warna dr perkembangan novel2 di indonesia dgn menghasilkan karya yg bergenre fabel ini. Ditunggu “perang kucing” nya 😉
Profile Image for Nina.
55 reviews
December 2, 2024
Sedikit skeptis di awal-awal bab karena belum menemukan interesting point-nya,
Di awal, buku ini terasa seperti cerita anak-anak, tentunya dengan ilustrasi yang sangat menarik.

Sesampainya di pertengahan buku, barulah turning point-ku untuk buku ini dimulai, i was taken aback by how the story goes. It was sooo frightening and nasty to see the human character in this story acting more like animal rather than human itself.

Half of the book was sooo interesting as if i read a thriller book. The author's claim that "the book needs to be read under parents provision" is indeed necessary.

I love the cover page and all the ilustrations inside the book. Good read good read
Profile Image for Sekar Kusumaningtyas.
25 reviews1 follower
August 9, 2024
Ketika penulis menyampaikan bahwa "untuk membaca buku ini perlu pendamping orang tua/orang dewasa" yap benar sekali..

Awal membaca, saya menduga bahwa ini adalah cerita anak-anak yang ringan, tentang dua ekor kucing dengan masa lalu yang mengharukan dan sedang mengalami hal yang menyedihkan. Tapi, ceritanya tergolong "cukup" dewasa karena ada beberapa bagian yang - menurut saya - kejam. Tapi, kembali lagi pemahaman setiap orang mungkin berbeda ketika membaca buku ini, dan saya mengapresiasi penulis yang bisa membuat saya terus tertarik membaca sampai selesai.
Profile Image for nadinosaurus.
273 reviews5 followers
January 10, 2026
Kucing-kucing di dongeng ini menurutku seperti dijadikan medium untuk sebuah cerita suram dengan narasi yang mellow. Mereka dipersonifikasi total, dihilangkan karakter khasnya, bahkan kondisi biologisnya ikut berubah. Detail-detail menarik dari mereka seperti purring/mendengkur, manja tapi gengsi, mentingin teritori, dsb, itu lenyap. Sayang sekali, padahal elemen tersebut selalu jadi bagian memikat dari buku-buku bertemakan kucing.

Di sini para kucing saling sapa dengan bersalaman, alih-alih pamer pantat atau saling mengendus. Merapikan bulu dengan sisir, mengeringkan badan dengan handuk, tidak menjilat badan lagi. Kucing berusia satu hari yang kehilangan induk, bisa survive dengan susu formula yang dicolong dari manusia. Faktanya, laktosa bs membahayakan nyawa kucing. Kurang sinkron dengan cerita yang mengangkat kesulitan hidup sebagai "kucing" jalanan. Tapi, yah... ini memang dongeng.

Atmosfer cerita terasa sangat melankolis krn dominan menyoroti emosi dan perasaan, terlebih di bagian awal, terasa repetitif dan didramatisir. Beberapa dialog terasa kurang natural karena kata-kata bijak yg cenderung dipaksakan.

Jalan ceritanya menarik untuk sebuah fabel keluarga, persahabatan, dan petualangan. Dua kucing kakak beradik hitam dan putih yang ada di cover berjuang untuk kembali bersama setelah terpisah imbas kelakuan manusia. Karakternya bukan hanya kucing saja, ada berang-berang, tikus, kecoak, sampai binatang purba ikan raksasa. Dongeng ini mengkritik sikap seenaknya manusia, yang sering melakukan kekerasan terhadap binatang hingga alam yang mereka tinggali.
106 reviews
December 31, 2025
⚠️Trigger Warning : Kekerasan Pada Hewan⚠️

Menceritakan Gaura seckor kucing putih yang sedang sedih karena orang tuanya tidak kembali. Bertempat di kolong bawah jalan tol orang tua Gaura, Pak Ghost dan Bu Merti, terkenal dengan kebaikan hatinya yang sering membagikan makanan. Kepergian Pak Ghost dan Bu Merti benar-benar tidak ada jejak. Hewan-hewan kolong bawah jalan tol berinisiatif membuat acara untuk Gaura. Di acara itu Gaura bertemu dengan Pablo, kucing hitam yang membentuk sebuah band bernama “The Fish”. Sejak itu, Gaura dan Pablo memutuskan untuk bersama hingga Gaura mengandung anak dari Pablo. Namun tiba-tiba Pablo tidak pernah pulang lagi. Gaura pun memutuskan untuk pergi ke Pablo dengan berbekal informasi yang didapat dari burung. Sesampainya Gaura bertemu Pablo dengan seekor kucing betina. Gaura merasa di hianati, la tidak bersemangat lagi dan bagaimana nasib anak di dalam kandungannya.

Kelebihan Buku :
-Menceritakan dari sudut pandang hewan yaitu kucing
-Membahan Isu Penganiayaan hewan, dan kritik sosial
-Gaya bahasa yang ringan mudah untuk dipahami

Pesan yang Dapat Dipelajari :
-Bertanggung jawablah jika kamu memutuskan untuk memelihara hewan
-Apapun alasannya menyakiti hewan tidak dibenarkan
-Ketenangan bisa ditemukan dalam hal-hal kecil

Buku tentang bagaimana perasaan dari sudut pandang hewan ke manusia. Buku ini berkategori 17+, untuk anak-anak membaca dengan dampingan orang tua. Aku beri 🌟 4.5/5.
Profile Image for Arinderela.
10 reviews
July 10, 2025
Sekarang mengerti kenapa judulnya DONGENG Kucing. Selain karena ini memang cerita dari sudut pandang para kucing dan binatang lainnya, cerita ini dituliskan seperti dongeng. Pembaca masuk ke dunia hewan di bawah kolong, hingga merasakan lelah mereka yang mencari jalan kembali ke rumahnya. Alurnya maju dan bersih, hingga para pembaca tidak perlu berfokus kepada waktunya. Bacaan yang dapat dibaca selagi senggang, atau bahkan di tempat umum sekalipun. What a heartwarming one for sure. Masih menunggu katanya akan ada buku lanjutannya.
Profile Image for Furi Hanifah Zanuardi.
120 reviews
December 14, 2025
Biasanya saya membaca karya Boy Candra yang penuh dengan romansa dan galau, tapi Dongeng Kucing benar-benar kejutan yang menyenangkan!

Ceritanya unik dan imajinatif. Kita dibawa masuk ke kerajaan kucing dengan segala permasalahannya. Meskipun ini fiksi fantasi, emosinya tetap sampai. Penulis berhasil membuktikan bahwa ia piawai menulis di luar genre romance.

Buku ini cocok untuk kamu yang butuh bacaan ringan tapi tetap memiliki "isi" dan pesan moral yang kuat. Sangat direkomendasikan untuk selingan di akhir pekan!
Profile Image for pia.
15 reviews
September 18, 2024
Mendapatkan buku ini sebagai kado ulang tahun, saya berekspektasi buku ini akan berisi dongeng lucu dan ringan sesuai dengan sampulnya. Setelah melihat rating 17+ dan membaca sampai bab kelima, saya baru sadar, ternyata buku ini menyakitkan bagi pecinta kucing seperti saya. Kolaborasi antara fantasi dunia hewan dan manusia, buku ini menggambarkan realita kejahatan manusia terhadap hewan. Buku ini juga bercerita tentang keberanian, persaudaraan, dan kasih sayang.
Profile Image for Hilda Ikka.
13 reviews
February 16, 2025
Jangan terkecoh dengan sampulnya. Kukira bakal didominasi kisah manis, namun ternyata... 🫣

Di bab-bab awal cerita berjalan cukup lambat, begitu di tengah mulai seru dan sedikit membuat mual (?)

Sebenarnya premis cerita cukup sederhana. Menurutku gaya bercerita novel ini cocok untuk anak pra-remaja, tapi muatan kisahnya yang membuatnya perlu bimbingan & kebijaksanaan orang tua.

Oiya, suka banget ilustrasi-ilustrasi di dalamnya, cukup membantu mengembangkan imajinasi di kepala.
Profile Image for Karang Marhaen.
12 reviews
August 21, 2024
Dongeng Kucing yang tidak selucu covernya. Ada kesedihan, kegemasan dan kegeraman ketika baca novel ini. Jadi berefleksi sebagai manusia untuk lebih menyayangi hewan, tidak hanya menjadikannya tontonan/properti. Namun jika dilihat lagi covernya menggambarkan kedekatan kucing bersaudara yang akan mengalami petualangan seram dalam belantara, dan betul, sangat seru.
Profile Image for Kyurienne.
1 review
January 4, 2026
This book is my first ever novel, touching about the other life other than humans. An adventure about cats that live under a busy road away from humans with their own community without racism. Their story and journey taught me friendship, relation, bravery and how each living being has their own struggles.
Profile Image for Nadira Syahidah.
146 reviews1 follower
May 31, 2025
Ceritanya menyentuh, tapi ga nyangka kalau ada part yang menyeramkan :(
Displaying 1 - 13 of 13 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.