What do you think?
Rate this book


368 pages, Paperback
Published May 1, 2024
dari kelebihannya Novel ini mempunyai Cover yang 'Menyala Abangku! dengan Landmark & persetruan Tukang Pukul Shadow Economy yang merepresentasi cerita ini, Bujang & Zaman (juga White yang ikut) juga mengunjungi tempat yang beragam, dari Berlin sampai Paris, Koreografi pertarungannya sangat bagus (Kecuali Efek Komik itu, ada apa dengan Tere Liye semenjak menulis Pulang-Pergi?) seperti di Pertarungan di Hong Kong dengan lawan yang beragam yakni Pasukan Black Widow & mantan Tukang Pukul keluarga El Pacho dari Meksiko apalagi di Catacomb yang ada di Paris yang memiliki Misteri yang menegangkan dalam bertarung disana (sebagian besar cerita di Novel ini bersetting disitu) Kisah Cinta Bujang & Maria ditunjukan lagi disini yang membawa unsur tersendiri, apalagi konetivitas dengan Padma nantinya dari Tanah Para Bandit 2 Wanita ini nanti akan membawa Ship Fight nantinya terhadap Bujang (kisah Cinta begitu Rumit)
Tapi Kekurangannya disini cukup banyak, Absolut!. pertama dari banyaknya Retcon contohnya adalah kehadiran Ayako Yamaguchi ternyata selamat dari Jatuhnya & sekarang menetap di Hong Kong bersama 4 Ninja Muda yang setia, jadi bagaimana mungkin dia bisa selamat dari jurang yang curam di Bhutan? Ayakopun juga tidak menduganya juga! serta, Kembalinya Natascha yang kembali setelah Refleks menghancurkan Bom Lebah yang hinggap di lehernya dengan pedangnya tapi membuat separuh wajahnya hancur tapi dia selamat! & Mengasingkan diri di Siberia sampai ditemukan Diego. juga, kita juga tahu Samad ternyata seperti bapaknya juga pernah bertarung dengan si Tidak jelas Roh Durkhpa XX, sungguh mengherankan 1 Keluarga tiap Generasi pernah melawan 1 Orang yang sama, apa lagi Katanya Samad berlatih bertarung karena dia seorang Prodigy. Masalah lain yang Aku Punya adalah kehadiran Teman2-nya bujang lainnya apalagi kalau bukan Yuki,Kiko,Salonga & Junior mereka muncul di Novel ini semacam kebetulan dimana mereka berlibur 1 Minggu di Paris bersama (padahal mereka tidak akur) karena mencari apa coba? mencari Pelipur Lara semenjak 'kematian' Ayako. apa Lagi Thomas yang ikut-ikutan Karavan Sirkus ini cuma karena saat di London dirinya ditelpon Kiko karena Masalah Konsultasi di sana yang malah berakhir pertarungan Tinju lainnya yang terasa Filler terhadap Kiko. Penggunaan bahasanya juga bercampur2 tiba2 ada yang pakai bahasa Inggris seperti Damage serta Missing Link yang penempatannya seharusnya memakai B. Indo, dan kenapa ada kata2 yang berulang seperti Kembali ke meja 12 kayak sudut pandang seharusnya ada tanda2 sebelum berpindah, ini malah tiba2. serta Buku ini Disponsor oleh Google Maps
Sekarang Aku tahu kenapa Tere Liye tidak berharap banyak dengan Novel ini daripada Teruslah Bodoh jangan Pintar yang juga terbit Tahun ini, Buku ini memang lebih banyak aksi & Bertarung (kadang Romansa antar Bujang,Maria & Padma) daripada pesan moral yang berharga. jadinya, sampai jumpa di Review Berikutnya, Da daaah :}