Sering kali first impression memengaruhi penilaian kita terhadap orang lain. Ini, tak bisa disalahkan karena memang sebuah pemikiran yang spontan. Namun, menentukan caramu menilai orang lain dengan bagaimana mereka memperlakukanmu adalah cara yang terkadang menjebak. Akhirnya, kita akan bilang, “Kok, bisa.”
Ya, tentu saja bisa. Di dunia ini, apa, sih, yang tidak mengejutkan? Kalau kamu terlalu terlena menikmati cara orang memperlakukanmu, kamu telah lupa kalau mereka itu orang! Mereka sama sepertimu; membahagiakan dan menyakiti. Jadi, tak perlu menaruh ekspektasi berlebih pada mereka, terutama kepincut pada orang-orang baru yang menarik perhatian. Mereka sama seperti orang-orang lama yang sudah kamu kenal, yang hanya berbeda ini dan itu.
Kalau kamu sedang mencari buku motivasi yang lumayan unik, buku yang satu ini cocok untuk kamu baca. Buku dengan cover gambar kucing yang lucu, serta judul yang unik dan tentunya menarik perhatian, isinya pasti tidak akan membuat kamu bosan untuk membacanya. Meskipun buku motivasi, bahasa yang digunakan ringan dan tidak terlalu berat, dapat kamu baca di waktu senggang. Buku yang satu ini juga pasti menarik perhatian bagi kamu para pecinta kucing. Untuk kamu yang penasaran dan memiliki pertanyaan “kenapa harus jadi kucing?”, “apa hubungan kucing dengan first impression dan ekspektasi antara manusia dengan manusia?” kamu dapat membaca buku yang satu ini.
Pesan dari kalimat-kalimatnya padahal simpel, tetapi bahasanya terlalu berbelit. Contoh:
"Aku melihat kebahagiaan seperti bentuk menikmati diri yang belakangan selalu disalahkan karena ketidakbisaan." (???)
Selain itu ada banyak analogi yang kurang nyambung dan nggak bisa kusetujui. Seperti: "kebahagiaan seperti taman yang rumputnya dapat diinjak"?? Aku kurang setuju dengan makna "kebahagiaan tidak seharusnya dibatasi" di sini, karena bagaimana dengan rumput yang tidak mau diinjak? Menurutku kebahagiaan didapat bukan hanya dari kebahagiaan diri sendiri, tetapi juga kebahagiaan orang lain.
Lalu mengapresiasi diri sendiri karena sudah meminjamkan uang 100 ribu ke teman yang mana 100 ribu itu adalah uang yang sangat berharga bagi sebagian kelompok masyarakat dianggap perhitungan??? Bahkan ada beberapa bab yang maknanya saling berlawanan jadi bingung harus berpatok pada yang mana.
Sayang sekali karena dengan judulnya yang lucu, ilustrasinya yang menarik, dan banyaknya kalimat quotable, aku ngga begitu nyaman untuk menyelesaikan buku ini hingga akhir.
Sampul buku dengan gambar kucing betul-betul menyita perhatianku, ditambah judulnya pun unik. Siapa sangka kalau ternyata buku motivasi ini bisa jadi bacaan ringan di kala senggang.
Selama membacanya, aku begitu suka dengan gaya bahasa yang digunakan penulis. Rasanya seperti sedang mengobrol dengan teman. Aku juga suka bagaimana penulis menginterpretasikan suatu kejadian ke dalam sebuah topik.
Buku ini sukses mengajarkanku untuk kenal dengan diri sendiri, banyak hal beriringan dalam hidup, harapan selalu ada, dan tidak lupa untuk berbahagia 💛🐈
Not a type of book yang membekas lama di ingatan, bahkan aku gak ingat kalimat yang udah dibaca di bab sebelumnya hehe (short term memory loss). Isinya ringan, kaya orang lagi ngomong sendiri sambil curhat aja gitu. Just gonna drop some quotes from the book:
"Lalu, bagaimana orang lain bisa mengingatmu saat kamu tidak berkarakter? Bagaimana kamu dapat diingat orang lain saat kamu tak pernah membekas di hati?"
"Lantas untuk apa kamu berlagak seperti orang lain saat dirimu hanya satu-satunya di dunia ini?"
"Dunia yang berputar benar-benar membuat seisinya berputar. Siapa sangka banyak hal yang tidak terduga dapat terjadi."
"Aku ingin hidup ini banyak tiba-tibanya. Tiba-tiba berprestasi, tiba-tiba banyak uang, dan tiba-tiba cinta datang kepadaku. Namun, aku menyadari tiba-tiba yang paling realistis adalah tiba-tiba masalah datang."
"Kita sering mendengar sebuah pernyataan, ‘nggak usah mikirin omongan orang’ tapi justru membuat pikiran semakin terfokus padanya."
"Sebuah keputusan baru menghasilkan risiko baru. Tidak ada keputusan yang seratus persen dapat diterima oleh sekitarmu."
"Kamu tetap berkembang, paling tidak menjadi yang terbaik dalam mengerjakan hal yang repetitif itu. Melawan jenuh memang sulit, apalagi jika tiba-tiba jiwa yang sedang tidak bersemangat itu dikomentari oleh orang lain."
"Kenapa kepalaku lebih banyak memikirkan sesuatu yang sulit kuraih ketimbang menyempurnakan segala yang telah kujalani dari kemarin. Egois sekali."
"Simpan bahagia, patah hati, dan luapan cintamu untuk mereka yang rela melakukan sebaliknya."
"Jadi, tidak perlu ragu untuk menukar bahagia yang murah hari ini dengan bahagia yang tak ternilai di masa depan."
"Sepertinya efek dari mengungkapkan perasaan lebih menakutkan ketimbang menahan perasaan itu sendiri sampai tak pernah terungkap."
"Aku lebih suka memelihara rasa penasaran daripada mengetahui kenyataan yang tidak aku inginkan."
Berniat untuk me-DNF-kan buku ini, tapi kemudian memutuskan untuk skimming saja sampai halaman terakhir. Untungnya cuma 200 halaman. Sayang sekali judul yang menarik sama sekali tidak tercermin dari tulisan-tulisan di dalamnya. Awalnya kupikir ditulis dari sudut pandang kucing. Namun setelah membacanya lebih dari setengah bagian, membuatku jadi ragu sendiri. Stuktur kalimat yang rumit (?) dan terkadang malah kontradiksi cenderung membuat bingung dan sulit untuk ditangkap maknanya. Belum lagi beberapa hubungan kausalitas antar kalimat atau analogi yang dipakai rasanya kurang pas. Contoh: Rasa penasaran untuk memecahkan suatu masalah adalah sumber masalah itu sendiri. Ketidakmampuan manusia untuk mengangkat beban ambisinya begitu terlihat ironi. Jangan takut untuk penasaran. Dunia ini digerakkan oleh orang-orang yang penasaran (hlm. 25)
Tertarik hanya karena salah satu buku 'rebutan' di iPusnas. Sayangnya, mungkin buku ini bukan untukku.
Ada kutipan yang aku sukai. Relate dengan kondisiku yang sering merasa semua hal harus dikerjakan, tetapi hasilnya jadi tidak maksimal.
"Aku mempelajari ini, untuk mengerjakan sesuatu yang kurasa lebih bermakna daripada mencoba menyelesaikan segalanya tapi tidak maksimal."
"Namun, tidak semua dapat berjalan bersamaan maka menggilir kegiatan tersebutlah yang membuat kebahagiaannya dapat kembali lagi"
Ada beberapa kalimat lain yang kusuka, tapi kutipan-kutipan tersebut rasanya sulit untuk membekas diingatan.
Kemudian, aku suka analogi yang digambarkan di sini, banyak yang sesuai dan gampang dipahami untukku. Tapi karena ada banyak analogi yang digunakan, aku jadi ngerasa hal yang ingin disampaikan jadi berbelit-belit gitu. Hal itulah yang membuatku rasanya sulit untuk menyelesaikan buku ini tanpa rasa jenuh.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Self-help yang ringan untuk dibaca dan nggak "menggurui" bagiku. Kutipan kesukaanku, "Jangan libatkan perasaan untuk orang yang hanya melintas dalam hidup ini, ... Mereka hanya melintas, mereka tidak selamanya hadir dalam hidupmu." - Hal. 84 cocok banget buat orang yang kadang overthinking sepertiku. Overall, quite fun to read.