Ketika semesta, waktu, dan dimensi porak-poranda gara-gara ulah dewa mimpi, Halstein dan Lilja harus singgah di tempat stasiun yang indah, di mana aturan waktu tak lagi bekerja.
Mereka juga membutuhkan bantuan dari seorang pencuri, seorang violis, seorang mahasiswa sains, dan seorang gadis yang pernah terjebak di perulangan waktu.
Mampukah keenamnya bekerja sama untuk memperbaiki segalanya?
Kalau kamu pernah baca romantasy-nya Prisca Primasari, kamu pasti tahu betapa manisnya, atau mungkin justru itulah yang kamu cari. Itu baru cerita satu pasangan. Di sini ada tiga, jadi bayangkan saja jika manisnya dikali tiga; belum lagi diperkuat dengan adegan 18+ (closed door, tapi deskripsi making out-nya cukup eksplisit). Ditambah lagi jika kamu sudah baca tiga buku sebelumnya: Heavenly, Love Theft, Winter Tea Time. This book would be a festive treat for you.
Saya baru pernah baca WTT yang memuat banyak bagian kesukaan saya—time loop, best friends to lovers, physicist BF, Alice in Wonderland inspired—jadi secara alamiah Hayden dan Celia juga favorit saya. Namun, tanpa itu pun sepertinya saya tetap akan paling mendukung mereka karena kerja sama dan tektokannya kuat. Saya harap mereka lebih banyak dikasih aksi, tapi saya juga paham bahwa harus adil 😅 manisnya pun yang paling nggak giung kecuali adegan Celia meraung 'Hayden segalanya dan satu-satunya bagiku'—dan ini lebih ke masalah saya sih, bukan ceritanya.
Ceritanya sendiri condong ke cozy vibes, minim pertarungan eksternal, lebih menitikberatkan pergulatan emosi dan batin ketika berhadapan dengan ketakutan terbesar. Rancang bangunnya mudah dicerna terutama karena berdasarkan mitologi populer. Meski begitu, premis dan eksekusinya sangat segar. Kalau kamu merasa sudah membaca semua Hades dan Persephone retelling, well, try this one.
Saya bersyukur bisa mendapatkan buku ini saat periode prapesannya karena merch-nya sangat worth it (plus saya dapat Celia-Hayden hehe it's a win!). Buku ini juga masih tersedia di toko oren Papillon Books kok, cuma minus bonus prapesan. Dan kalau sudah pesan atau sudah punya, selamat menyelami Waktu dalam jam pasir, sonokeling, dan alam baka bersama tiga pasangan lintas masa yang penuh kejutan ⏳🎻 🖤
This entire review has been hidden because of spoilers.
Crossover dari novel Heavenly, winter tea time, dan seri Love Theft. Harus baca semua novel itu dulu baru bisa baca Hourglass.
***
Apa jadinya jika Waktu, Dimensi, dan Semesta saling tumpah tindih? Hal-hal yang seharusnya berjalan sesuai garisnya kini berubah menjadi berantakan, menghadirkan pemandangan yang tak lazim, aneh, dan janggal—seolah realitas sedang bermain-main dengan logika kita.
Dan semua kekacauan ini terjadi karena ulah Dewa Mimpi yang memporak-porandakan Waktu, Dimensi, dan Semesta setelah mencuri jam saku Hades—jam yang mampu mengendalikan aliran waktu dan menjaga keseimbangan antar dimensi.
Satu-satunya cara untuk menghentikan kekacauan ini adalah dengan menangkap Dewa Mimpi. Namun, masalahnya, Dewa Mimpi bersembunyi di dalam mimpi manusia—tempat yang tak bisa dijangkau oleh para dewa, termasuk Hades, karena dewa tidak dapat bermimpi. Oleh karena itu, Hades membutuhkan bantuan dari para mortal yang entah bagaimana tetap tidak terganggu oleh aliran waktu yang kacau. Mereka menjadi satu-satunya harapan untuk memulihkan keseimbangan semesta.
***
Speechless banget abis baca novel ini! 😭🔥 Bener-bener melampaui ekspektasi aku, bahkan sampai nggak mau cepet-cepet selesai bacanya (literally aku sengaja banget ngulur-ngulur waktu bacanya karena nggak rela pisah sama mereka🥲).
Konsep ceritanya unik ya. Alurnya rapi, detailnya juga nggak main-main. And again, karakter-karakternya bikin aku jatuh cinta lagi dan lagi. Interaksi mereka lucu dan wholesome banget 🥹💖 Especially Liquor-Hayden. Liquor langsung berasa dapat bestie yang sefrekuensi hampir dalam segala hal.🤣
Si Hayden ini ya suka banget nge-roasting Hades. Berani banget nih bocah sama Dewa Kematian, nggak ada takut-takutnya. Hades aja sampe bete gitu sama Hayden ini.😭 Liquor walaupun keliatannya garang begitu, dia masih ada takut-takutnya sama Hades. Lah ini si Hayden, dengan sarkasme-nya yang melampaui dimensi😭👊 Tapi asli sih Hayden-Celia ini yang bikin ceritanya tambah seru dan bikin ngakak terus.
Dan interaksi ciwi-ciwinya juga heartwarming banget. Lilja ini bisa diibaratkan sebagai seorang ibu, ratu, dan teman yang sangat-sangat baik.🥹 Dia selalu memberi dukungan, dan kehangatan. Liquor aja sampai bilang, "Andai orang seperti ini yang jadi ibuku..." Sumpah part ini mewek banget.😭
Baca ini pokoknya mix-feeling banget, benar-benar dibikin ketawa, lalu dibikin takut, dan sedih. Apalagi pas sadar kalau mereka bakal berpisah setelah kasus ini selesai. Dan mereka juga nggak bakal bisa ketemu lagi (ingat, mereka dari aliran waktu dan dimensi yang berbeda.)😭
Overall, aku bener-bener suka sama novel ini, mungkin karena aku udah duluan jatuh cinta sama mereka di novel-novel sebelumnya kali ya, makanya rasanya berat banget buat ngelepas mereka.🥹 Dear author, tolong pertemukan mereka lagi suatu saat nanti.🥹
Oke, berhubung ini emang novel indo. Kita review in indo juga.
Cerita ini crossover dari novel mbak prisca yg judulnya heavenly (hades and lilja), love theft (frea and liquor), winter tea time (celia and hayden. So belum baca ini, w recommed untuk baca seriesnya yg lain. Urutannya gini:
- heavenly (klo mau lebih berasa sama character hades, boleh ke 0.5-nya: purple eyes, ini novel fav w dari mbak prisca). Love theft (1), lovely heist (2). Winter tea time. Baru baca ini. Sembarang aja mau pick heavenly / love theft / winter tea time.
-plotnya menarik sih, ini terkait kekacauan yg dibuat oleh dewa mimpi. Dia curi jam saku hades dan buat lini mada porak-poranda dan tumpang tindih. Kek u in 2025, tiba-tiba sebelah u ada kaisar nero lagi bakar kota, yeps that's the example. Dan demi nemuin dewa mimpi, hades butuh bantuan mortal. Karena hades ga bisa bermimpi dan hanya mortal yg bermimpi. Ketemu deh dia sama character lainnya.
-ini romance kerasa bgt, untuk kalian yg gumohan kek w. Ga disarankan. (sekali lagi, ini bukan kesalahan author--emang the problem it's me--putar lagu anti hero). Maybe 2 dari mereka suami-istri (si frea/liquor and hades/lilja--why not persephone, baca heavenly ya), they just too lovey-dovey. W suka org pdkt, but lihat yg pacaran aja w gumoh. Apalagi suami istri mesra? Ya w tambah gumohlah. But still ini ceritanya bagus, kata-katanya juga ga rumit, kek biasa mbak prisca diksinya selalu pas. There's some angst too, but not too much.
Overall it's 4 ⭐️ aku ga bias walau gumoh. Ceritanya seru.
"Aku tidak percaya bahwa orang yang pada dasarnya baik harus menerima hukuman ini atau itu. Kadang kesalahan tersebut sama sekali bukan kemauan kita. Tak adil jika kau harus dihukum karenanya."
Apa jadinya kalau 3 semesta (Heavenly, Love Theft, Winter Tea Time) disatukan sebagai akibat dari kusutnya Waktu dan Semesta? Ya beginilah.
Sebetulnya aku cukup suka dengan interaksi antar tokoh, kisah yang dreamy, momen-momen baik romantis maupun kocak (uh, my beloved Celia-Hayden memang bikin pengen ketawa). But somehow, selain di salah satu mimpi buruk dan penyelesaian akhir, aku kurang merasakan "frustrasi" akibat dari konfliknya, kurang merasakan betapa bahaya kalau konflik ga segera selesai.
Sudah menduga ini akan manis, khas Mbak Prisca lah ya, tapi ini overly sweet dan malah kayak nggak cocok dibaca ketika situasi negeri ini sedang supersuram, yang membuat mood jadi buruk sepanjang waktu karena gelisah dan marah terus. Sejujurnya saya nggak tahan sama semua kemanisan, keromantisan, dan momen lovey dovey (yang seriously banyak banget) di sini sampai akhirnya tiba di adegan Barulah di adegan itu kerasa realistis.
Still a good book though (tulisan Mbak Prisca mana ada yang jelek). Mungkin momen bacanya aja yang nggak tepat.
PS: Setelah baca ini, langsung ngecek lukisan Poppy Field. Indah banget ternyata....
Bacaan yang ringan dan hangat, mengingat Hourglass, Rosewood, Hereafter menceritakan pertemuan tokoh-tokoh dari beberapa novel karya Prisca. Yang lebih berat, agak kelam, sekaligus pahit-manis.
Nggak perlu meragukan penokohan dan konsistensi karakter tokoh-tokoh.
Hourglass, Rosewood, Hereafter seperti liburan antar musim. Apalagi sebelumnya saya membaca Heavenly, Winter Tea Time, dan Scarlet.
some delight cute read! i finished this in two days and i must say this cured my longing for these character. thank you Kak Prisca for making this cross-over happen. i absolutely adore the girls' talk scene! it's so heartwarming and endearing.. oh, i also just can't get enough of the relationship between Liquor and Hayden, these two are my favorite!
bagus banget T_T bakal kangen berat sama Celia, Hayden, Frea, Liquor, Hades, Lilja. butuh banget spin off Love Theft or Winter Tea Time, masih gamon total huhuhu.
how am i gonna survive life without these lovely characters?
Usai baca Love Theft series + Heavenly + Winter Tea Time, lalu buku ini.. entah kenapa bawaannya jadi bikin kangen sama keseluruhan main characters nya ya? 😌