Jump to ratings and reviews
Rate this book

Revisweet

Rate this book
Kriteria project #SpeakUpYourWorld. 1. Sekalipun sakit kepala meradang, editor harus mencari naskah dengan views di atas satu juta. Jangan lupakan embel-embel geng bad boy, bucin, dan tawuran antarsekolah. 2. Tabah menghadapi penulis dengan segala macam karakternya. 3. Mengarungi deadline, dan sambutlah drama di depan mata.

Nyaris terkena lay-off, Satria berjuang membuktikan dirinya layak untuk dipertahankan di SKY Media melalui sebuah project. Namun, ia justru memilih naskah Faya Azzura, penulis amatir yang belum pernah menelurkan satu karya pun, bahkan tulisannya tidak memenuhi kriteria yang diminta sang atasan. Dibayangi tekanan kerja, masalah keluarga, hingga ancaman menjual naskah novel sebagai suvernir petunangan sang mantan, bagaimana Faya menghadapinya? Dapatkah Satria lolos dari radar lay-off serta membebaskan Faya dari masa lalu yang menyesakkan?

342 pages, Paperback

Published May 14, 2024

38 people want to read

About the author

LEEFE

5 books50 followers
instagram : by.leefe

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
12 (25%)
4 stars
23 (48%)
3 stars
10 (21%)
2 stars
2 (4%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 21 of 21 reviews
Profile Image for Liliyana Halim.
314 reviews253 followers
February 24, 2025
“Saya juga sambil ngemil cireng, nih. Agak keasinan, sih, tapi saya nggak tahu tempat beli yang lebih enak di mana, makanya saya beliin kamu cake aja. Lumayan. Biar semua kepahitan kamu hari ini terobati, Fay.” (Hal 160).
.
Selesaiiiii! Dan sukaaaa bangettt 😍😍😍. Kutipan di atas berhasil bikin aku berkaca-kaca. Ini novel pertama Kak Leefe yang aku baca. Aku suka cara berceritanya ngakak pasti apalagi kalau bagian Satria, manis, hangat, nyesek, bikin emosi semua campur aduk jadi satu. Aku cuman kurang puas dengan akhirnya Aryan dan Sindi. Aku suka banget persahabatan Satria dan editor lainnya, lagu ciptaan mereka pasti bikin ngakak. Aku suka banget cara Satria merespon untuk meyakinkan Faya agar mau bergabung di Sky Media. Aku bingung mau ngomong apa tentang novel ini karena menurutku banyak yang dibahas, nggak cuman tentang penulis dan editor tapi juga ada tentang orangtua dan anak.
.
Tentang cinta itu emosi, dan emosi itu tidak tetap karena subjek yang merasakannya adalah manusia. Kemarin Faya berpikir dirinya tak punya dukungan siapa-siapa, tetapi hari ini ia merasa hangat karena support yang tidak pernah diketahuinya. Tentang belum mempunyai eternal happiness yang bisa dibanggakan, tetapi semua itu bisa diusahakan, bukti nyata bahwa tidak ada yang tidak mungkin diwujudkan jika seseorang sungguh-sungguh berjuang. Tentang pelajaran berharga bahwa Faya perlu menjadi best version of herself sehingga ketika seseorang pergi darinya, ia tidak akan insecure atau menyalahkan diri lagi. Bahwa kebahagiaan yang sejati bukan berasal dari validasi orang lain, melainkan dari dalam diri. Tentang jangan menaruh pressure yang tinggi terhadap diri sendiri dan tentang jatuh cintalah pada karakter, bukan penampilan semata. Jangan lupa baca novel ini yaa 😊.
.
’Ketika kita begitu menginginkan sesuatu, sesuatu itu justru akan sangat sulit dikejar. Namun begitu kabut keputusasaan bersiap menyergap, dunia seakan berkonspirasi mendekatkan apa yang kita inginkan’. (Hal 65).
.
“Sering kali, kamu nggak butuh seseorang yang luar biasa. Kamu cuma butuh seseorang yang menyukai kamu apa adanya. Orang yang menyukai kamu nggak akan pernah tega lukain atau bikin kamu nangis. Kecukupan finansial, mental, kasih sayang pun otomatis akan mengiringi. Kamu cuma perlu cari orang itu, Fay.” (Hal 188).
.
’Belajar dari pengalaman buruk nggak harus mengalaminya sendiri. Bisa juga dari cerita orang lain, film yang ditonton, atau buku yang kamu baca’. (Hal 313).
Profile Image for Sheira Sharma.
135 reviews4 followers
June 28, 2024
"yo are the beautifull female lead of your on story, faya. they are just ugly cannon fodders." ~satriaeditorkecebadai
/pembacamleyotditempat

karena terdampak covid 19, penerbit sky media terpaksa melakukan perampingan karyawan. proyek #SpeakUpYourWorld yang jadi penentu siapa karyawan yang bertahan dan siapa out dari sky. konsepnya, semua editor harus berburu naskah paling potensial di platform uwritinc.com dan penjualannya harus tinggi, barang siapa yang penjualan novel garapannya paling rendah terpaksa harus keluar dari sky media. mana harus realistis dan sesuai sama selera pasar yang bad boy, tawuran, dll gituuu, makin puyeng lah editor-editor idealis ini, salah satunya satria yang biasanya spesialis novel terjemahan (kalo ga salah ya, tapi yang pasti bukan spesialis teenlit lah nih orang, apalagi teenlit cheezy nggak masuk akal yang sialnya pasar-able)

akhirnya dia nyelem lah ke platform itu dan ketemu sama cerita yang lumayan menarik, masih nyerempet2 selera pasar tapi di ujung jurang, alias tetep keukeuh bangett bapak satria ini nggak mau nurunin standarnya ke novel-novel yang alurnya bikin migran tujuh hari tujuh malam. jadi ambil resiko banget beliau ini dengan minang naskahnya si faya, penulis baru yang belum terbitin naskah sama sekali.

meet cute dua karakter ini beneran cute to the maxxxxx, lucuuuu. gua suka banget sama karakter satria yang tegas tapi tetep kocak mampus itu di padukan sama faya yang pendiem dan kikuk. interaksi dan perkembangan hubungan mereka selama revisi (eh salah, revisweet) naskah ini beneran menarik dan seru banget buat di ikutin. terus gaya bercerita penulisnya juga bagusss, jadi bikin pengalaman membaca lebih nyaman dan lancar.

drama-drama kehidupan pribadi kedua tokoh juga menarik, satria dengan dunia per-editoran yang ngasih gua banyak banget pengetahuan baru yang SERUUUU, karena akhirnya bisa tau behind the scene sebuah buku sebelum terbit itu gimanaaa, jadi tau juga suka dan duka editor yang selama ini mungkin jarang di sorot.

"astaga, ini mana cerita yang cocok untuk di terbitkan tanpa harus tawuran dengan bala-bala tukang sambit reviewer buku?"

LMAOOO, gua baru sadar kalau ada buku yang "kurang menarik" itu bukan cuma penulis yang aja terpojok, tapi editor selaku orang yang minang naskahnya.

terus drama kehidupan pribadinya faya juga menarik dan BIKIN EMOSIIIII, jujur gua juga sempet kesel sama faya.... kayak nih orang kok people pleaser banget ya???? tapi kalau di telaah lagi, backgroundnya dia menjelaskan semuanya. nggak cuma dari keluarga aja, tapi mantan sama sahabatnya yang bangsat itu juga jadi salah satu faktornya.

jujur untuk gua pribadi hal itu masuk ke kekurangan novel ini, gua ngerasa kurang srek sama transisi karakter sindi dan aryan dari baik ke jahat itu rada aneh, soalnya jahatnya ga masuk akal banget, setara lah sama villain-villain sinetron azab di indosiar. terutama aryan ya, karena ternyata selama ini dia beneran cinta sama faya dan keukeuh mertahanin dia selama 3 tahun, ya masa sih tiba-tiba langsung berubah total, literally TOTAL bangett sampe rasanya ga masuk akal ada orang yang udah ngejalanin hubungan selama tiga tahun sama seseorang dan sayang pake banget bisa langsung berubah jahat yang jahatnya jahat bangetttt.

kayaknya bakal lebih masuk akal kalo ternyata dia selama ini emang udah selingkuh sama sindi dan cuma manfaatin faya aja (jujur awalnya gua kira ini karena sempet di arahin ke situ) kalo gitu jadi masuk akal kenapa selama pacaran sama faya si aryan ini sabarrrr bangettt, padahal faya terlalu sibuk sama dunia sendiri sampe balas chat seminggu tiga kali, batalin janji karena tiba-tiba dapet ide bagus buat tulisannya, suka mager keluar karena lebih suka nonton di rumah atau baca novel biar dapet ide tulisan yang kece. kek... lo ngeselin sih fay, tapi sialnya INI GUA BANGET LAGI ANJIRRRRR, WKWKWKWK (sorry oot) intinya jadi masuk akal, ya doi bukan sabar tapi emang nggak peduli aja orang udah ada sindi. tapi ternyata malah di belokin kearah sana dan bikin jadi agak kureng menurut gua, karena itu tadiii, masa dengan semua perasaannya selama 3 tahun bahkan rela mau ninggalin si sindi demi faya, tiba-tiba langsung bangett jadi jahat yang nggak masuk akal banget levelnya, kalau benci masih oke lah wajar, kecewa apalagi, tapi jahat tuh beda arti. ya emang ada pematiknya, tapi kayak nggak mungkin aja reaksinya bisa sampe segitunya. tapi kalau untuk si sindi ini masih di toleransi lah kenapa bisa tega begitu, karena selama ini dia udah dendam dan iri banget sama faya. eh maksudnya bukan toleransi tindakannya ya, lebih ke masih gua toleransi masuk ke logika gua (meski lagi-lagi tindakan tuh dua makhluk ga masuk logika manusia, logika setan kali ya masuknya)

sama beberapa penyelesaian masalah yang cukup simple dan sat set, ini sih preferensi ya, kalau gua kebetulan suka yang penyelesaiannya lumayan rumit dan berlapis. itu aja sih yang nggak gua suka, paling sama beberapa bagian pertengahan menuju ending yang agak boring. menurut gua 340 halaman sekian itu masih bisa lebih di padetin lagi. but, so far judul ini menyenangkan buat di baca. good job buat penulisnya, di tunggu karya-karya selanjutnya! semangat terusss!!!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Fitri.
213 reviews
November 3, 2024
Akulah korban fomo review orang itu 🫠

Aku pilih buku ini di Gramedia Digital setelah baca review sangat positif dari bookstagram. Kalo buatku, setting ceritanya menarik, dialognya lumayan seru, dan penyelesaiannya tetep ada kejutannya, tapi karena ekspektasiku udah ketinggian di awal, jadi pengalaman bacanya nggak seseru kalau aku baca tanpa ekspektasi (inilah kenapa mending aku kurang-kurangin baca karena fomo 😂)

Yang aku suka dari cerita ini adalah:
1. Aku dapat wawasan tentang cara editor dan penulis bekerja saat naskah mau naik cetak. Dari yang digambarkan di cerita ini, ternyata ribet sekaligus seru!
2. Tokoh Satria yang sangat bisa berkomunikasi dengan baik. Sebagai rekan kerja, Satria bisa banget ngasih tau apa yang dia mau dari Faya. Sebagai orang yang udah lebih dewasa, aku juga suka banget sama mindset dan kepercayaan dirinya Satria.
3. Kejutan di akhir, yang bikin aku nggak kesel-kesel amat sama Faya 😂

Dan yang bikin agak geregetan adalah:
1. Orang jahatnya jahat banget sampe bingung. Aku paham banget kenapa Faya bisa kelihatan sangat helpless di depan Sindi dan Aryan yang sangat jahat dan manipulatif. Nggak usah berteman dan dikhianatin setelah 7 tahun juga sebenernya orang-orang kayak Sindi dan Aryan bikin speechless dan males nanggepin saking sombong dan jahatnya.
2. Aku rasa ibunya Faya agak nggak konsisten 😂 katanya protektif, tapi di bagian cerita lain nggak terlalu, katanya nggak mendukung Faya, tapi pas di akhir berubahnya cepet banget
3. Sebagian besar obrolannya sebetulnya seru, tapi ada bagian-bagian yang sedikiiit cringe 😂 terutama pas Satria ngebalesin omongan Aryan. Ini mah selera aja sih, nggak ngaruh-ngaruh amat juga sama keseluruhan cerita.
4. Hidup Faya bener-bener kompleks 🫠 menurutku meskipun penjelasannya agak ribet dan masalahnya jadi kayak banyak banget, tapi penulis seperti mau memberi pesan kalau orang tua bener-bener punya peranan penting dalam perkembangan anaknya. Coba, deh, kalo Faya punya orang tua yang nggak suportif tapi temannya nggak kayak Sindi dan Aryan, selain ceritanya jelas akan beda, tapi cara-caranya menyelesaikan masalah dan menghadapi kakak dan ibunya juga bisa jadi berbeda.

Overall, buku ini menarik dan cukup unik. Untuk yang suka menulis, buku ini juga menyelipkan tips-tips menulis yang menurutku praktis. Cocok dibaca kalau penasaran sama dunia penerbitan dan pengen baca cerita dengan tokoh green flag dan contoh-contoh cara ngomong yang baik sama orang 👍
Profile Image for Adara Kirana.
Author 2 books211 followers
February 24, 2025
3.5

Saya menikmati banget baca buku ini. Premis ceritanya menarik, hubungan tentang penulis-editor dalam proses menerbitkan buku, yang karena satu dan lain hal, jadi lumayan rumit dan banyak masalah.

Saya suka sama masalah-masalah yang diangkat di sini. Di beberapa momen, saya bahkan bisa relate sama Faya karena saya juga people pleaser hahaha. Saya suka pelajaran-pelajaran tentang mencintai diri sendiri, melihat orang lain bukan hanya dari tampilan luarnya aja, value kita buat satu sama lain, saling menghargai, dst. Penyampaiannya pun menurut saya cukup bagus jadi nggak terkesan menggurui pembaca.

Yang bikin novel ini jadi ada poin plus lagi adalah... bikin saya pengin nulis lagi! HAHAHA xD.

Oke, sekarang beberapa poin catatan saya selama baca cerita ini.

Pertama, menurut saya, karena kelihatan banget pesan apa yang mau disampaikan, jatuhnya plot & karakter jadi seperti terpaksa dibuat untuk mengikuti keinginan itu. Terutama karakter sih. Karena selain Satria-Faya, saya merasa karakter-karakter yang lain di cerita ini one dimensional sekali. Hanya ada di cerita untuk menjadi pelajaran hidup Faya.

Contoh: Aryan-Sindi menurut saya jahatnya banget banget sampe gak masuk akal. Kayak... semua ucapan mereka tuh jadi nggak seperti yang orang beneran akan ucapin. Malah seperti karakter jahat di kartun Disney. Padahal, di dunia nyata, orang jahat gak harus terus-terusan bicara jahat, kan? Saya ngerti, maksudnya mau menegaskan kalau Faya selalu mengalah, tertindas, gak sanggup melawan Sindi-Aryan, dan akhirnya mereka dapet karma. Tapi.. dengan diceritain kalau mereka sejahat itu, saya merasa jadi kurang relate saking fiksionalnya karakterisasi mereka.

Contoh lainnya: abangnya Faya yang setiap kemunculannya di bubble chat cuma nunjukkin betapa egois dirinya dan.. yap, betapa Faya selalu mengalah dan tertindas.

Contoh lainnya: ibunya Faya yang karakternya mood-mood-an, sering gak mengerti Faya, dan pokoknya bikin Faya selalu mengalah dan tertindas😭🤌

Kedua, saya nggak masalah dengan banyaknya konflik di novel ini, tapi menurut saya, penyelesaiannya hampir semuanya jadi terlalu mudah, karena masalah-masalah itu... ternyata bukan masalah. Contohnya, naskah Faya yang dikasih ke Aryan-Sindi ternyata beda. Bahkan, masalah awal yang jadi salah satu premis novel ini pun nggak jadi masalah alias Paduka Devan gak jadi ngadain perampingan wkwk. Untuk cerita yang masalahnya cukup banyak, kompleks, dan serius, hampir semua penyelesaian masalahnya cuma di-gloss-over supaya happy ending.

Ketiga, ada plot twist kalau Satria adalah R. Knight menurut saya... off banget. Aneh banget tiba-tiba dia New York Best Selling Author saat sebagai pembaca kita juga ngikutin kehidupan dia, tapi sama sekali nggak ada klu kalau dia penulis best seller internasional sekelas George R. R. Martin😭. Menurut saya, tanpa harus ada plot twist ini, ceritanya tetep bakal sama aja sih.

TAPI OVERALL, saya menikmatii kok baca buku ini. Romance-nya yaa okelah. Sebetulnya akhir-akhir ini saya lagi gak mood baca romance tapi novel ini sanggup bikin saya bertahan! :D.

--

"Bukan ending, bukan penokohan, bukan pula alurnya. People may forget what you said, what you did, but they never forget how you made them feel. Inilah kenapa penulis belomba-lomba menciptakan plot twist dalam ceritanya. Mereka ingin ingatan terhadap karyanya bertahan lama di benak pembaca. Abadi."
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Tin.
52 reviews2 followers
March 2, 2025
saya suka temanya tentang orang-orang dibalik layar entah itu buku atau pun film. Quote nya di tiap pergantian bab cukup relate

But so sorry, masih ku lanjut baca hanya karena ide penulisnya kusuka tapi sangat dramatis karakter tokoh antagonis dan protagonisnya. Sudah mirip sinetron.
Profile Image for Hani Risjad.
73 reviews16 followers
July 4, 2024
“𝑁𝑜𝑛𝑒 𝑖𝑠 𝑢𝑔𝑙𝑦. 𝐸𝑣𝑒𝑟𝑦𝑜𝑛𝑒 ℎ𝑎𝑠 𝑡ℎ𝑒𝑖𝑟 𝑜𝑤𝑛 𝑢𝑛𝑖𝑞𝑢𝑒𝑛𝑒𝑠𝑠.”
.
Slidenya banyak yak? Hahaha. Ya gimana… abis emang banyak yang quotable dan relate, duh!🫣
Anyway… buku ini tuh ceritanya tentang editor sama author, segala problematika dan perasaan editor ada di sini (makanya kenapa gue relate banget sama Satria dan Geng Deadliners-nya! Because i always been there wkwk). Tapi sebenarnya poin dari cerita ini tuh bukan tentang ‘curhatan editor-nya’ (dikit sih… ada!), poin yang gue tangkap itu gimana lo harus bisa mengutarakan perasaan lo, gimana lo harus mencintai dan menerima diri lo sendiri, dan lo harus tau apa yang lo mau dan impikan. Plus gimana cara nggrawus muka mantan yang brengsek! Wkwk… sebenarnya di awal gue kasian sekaligus kesal sama Faya (dan ibu + Keenan), tapi ada alasan kenapa dia begitu, tidak lain dan tidak bukan karena duo kampret Aryan dan Sindi! Astaga Yan… kamu kenapa nyiptain tokoh antagonis yang super duper ngeselin sih? Aku kalo jadi Faya, udah kulempar gelas mereka sejak di Eleven Cafe!!
Tapi bagus… berarti penulisnya berhasil bikin karakter Aryan dan Sindi! Buktinya gue gondoknya sampe sekarang😤
.
Karena gue sebelumnya tau gimana tulisan Yana lewat Eavesdrop (udah baca belom?!), gue nggak ragu sama tulisan dia yang lain. Satu yang pasti… tulisan Yana jadi hmm… apa ya? Berkembang? Jadi jauh lebih bagus. Sebelumnya tulisan dia emang udah keren! Jadi lo semua harus baca… penulis juga kudu baca, editor juga kudu baca! Banyak curhatan terselubung, shay! Hahaha…
.
Page turner banget… ringan, lucu, Kelvinnya gemas banget! Udah gitu Mas Susu UHT juga aduhhhh nggak shanggop aku… udah, baca aja deh kata gue! Baguuss😭😭
Profile Image for gq .
131 reviews
January 23, 2026
"Look. Ribuan orang membaca buku setiap harinya, tapi berapa dari mereka yang ingat isi buku yang dibacanya? Apa yang membedakan satu buku diingat, sedangkan yang lain dilupakan, Faya?"—"Rasa, Faya. Bukan ending, bukan penokohan, bukan pula alurnya. People may forget what you said, what you did, but they never forget how you made them feel. Inilah kenapa penulis berlomba-lomba mnciptakan plot twist dalam ceritanya. mereka ingin ingatan terhadap karyanya bertahan lama di benak pembaca. Abadi" - Satria.

aku sukakkk banget hubungan editor dan penulis inii!! kayaknya aku harus bikin per pointt dehh karena banyak yang aku suka dan banyak pula yang bikin agak bingung sama cerita ini :

- Faya dan Satria, kedua tokoh utama kita gak digambarkan sebagai karakter yang cantik, badai, atau ganteng buanget kayak kebanyakan cerita2 romansa diluar sana. Satria digambarin gembul tanpa malu. Faya digambarin kacamata tebel dan jerawatan. diakhir mereka juga bukan yang tiba-tiba jadi super cakep, tapi ada proses mulai mempedulikan penampilan sendiri.
- Faya yang minderan ini juga sangat understandable. dibandingkan kesel sama sikapnya yang emang bikin gregetan, aku malah jadi berempati sama Faya. she has been through a lot. kudos untuk penulisnya yg bikin aku berempati segitunya sama Faya. aku nangis sampe sesenggukan!! hahah.
- SATRIAAA SII HUTAN AMAZONNNNN. asli satria ni ijo banget. tapi gak kelewat ijo sampe sampe gak ada minusnya sama sekali. masih ada momen dimana Satria tuh cringe dan gak ngalah gitu aja sama perempuan yang dia suka. dan Satria tuh juga pas banget digambarkan sesuai dengan umurnya. dia kerasa banget dewasa dan matangnya (hahah kerasa gak tuh).
- aku jadi dapet ilmu baru terkait proses pencetakan buku, dan segala keribetan editor dan author. seru seruuu mumet!
- narasinya yang ngalirrrr!! suka banget gaya berceritanya yang bikin aku lupa waktu. sebenernya ini jatohnya aku habis dalam sekali duduk sih.
- MAU SATRIAAAAAA. SEMUA BUTUH SATRIAAAA GAK SIHHHH.

tapi ada beberapa hal yang bikin aku bingung/kurang klik disini;
- sebenernya pandemi mereka nih di tahap apa? kayaknya aku baca baru masuk pandemi, mau ada PSBB, tapi kok latar ceritanya tuh kayak selalu ramai. jadi rasanya tuh kayak nanggung, mau pake latar pandemi apa enggak nih? kalau mau pakee yaaa minimal latar belakang jg disesuaikan gak sih...
- karakter ibunya gak konsisten, kayaknya penulis menyadari ini dn buat justifikasi dgn bilang sbg orang tua ada momen dimana kadang kelewat mengekang, tp juga ada momen hangat. cuman ketimpangannya terlalu jelas. diawal nyerocos terus seenaknya gak mau dengerin anaknya, bahkan sampai ngatain dgn kata yang kelewat kasar, eh di akhir kok jadi hangat? atau bisa dibilang terlalu hangat? menurutku akan lebih baik kalau ada momen tobat ibunya dulu sebelum tiba tiba jadi 'terlalu' hangat kayak gitu.
- aryan dan sindi... aduh manipulatifnya gak kira-kira!!! jujur kehadiran mereka berdua ni bikin kayak lagi nonton drama makjang. menurutku kalo terlalu antagonis gini bikin karakter gak terlalu 'hidup'.
- aku rasa untuk plot twist satria ini ternyata *sensor* itu gak perlu deh.. kesan2nya kayak lagi memperbanyak plot twist aja..
- mungkin ini sepele tp ini jujur agak mengganggu ku. sebenernya aku fine dengan cerita yang mixed dengan bahasa inggris. fine bangett malah. lagipula mereka juga para jakartans intelektual jadi yaa wajar aja kalau ngomongnya campur2. cuman pas bagian ibunya ngomong inggris juga tuu aku agak lah? krn dari awal ibunya gak ada ngomong mix, jadi rasanya kayak gak tepat. kayak bukan ibunya yang ngomong, tapi satria, atau bahkan itu penulisnya sendiri. ibunya nih mau digambarin sbg ibu yang jawa atau yang modernnn gitu sih????
- JUJURRR MEREKA TUH MANIS BANGETTT... Satria dan Faya, manis bangetttt. cuman selama masa yg mungkin disebut 'pdkt' itu aku ga nangkep chemistry romansanya samsek. hubungan mereka tuh kayak cuman... editor baik dan penulis dengan backstory pahit aja gitu? jadi pas ada momen Satria kaget ke-friendly-annya bikin Faya takut suka tuh aku mewajarkan.. krn emg selama ini yg ditunjukin Satria kek cuman kepedulian pada umumnya gitu loh? belum lagi juga di beberapa POV Satria yg dia peduliin naskah2 dan takut kena perampingan SKY media. gak ada selipan narasi perhatian yg berarti di POV Satria. yg ditekenin kalau Satria naksir tuh cuman bagian Satria si pelit klo urusan makanan jadi extra royal kalau soal sama Faya. jadi kayak ada gap dalam perkembangan hubungan mereka. rasanya kayak Satria naksir itu terlalu tiba-tiba.

ini kayaknya kesalahan teknis sih, tp aku gatau ini krn aku bacanya di ePUB atau gimana (krn aku baca di gramdig), banyak kata yang ditulis dengan tanda hubung (-). jujurr ini cukup mengganggu bagi aku, krn aku bacanya jadi kayak kepisah. kukira tokoh disini maksudnya lagi gugup, ternyata bukan. entah kenapa banyak tanda hubung ga tepat di ePUBnya.

tapi overalllll aku sangat suka sama bukunya karena gaya berceritanya yang mengalir dan bikin emosi teraduk2; ada lucunya, ada senangnya, ada sedihnya, dan ada marahnya juga (JAHANNAM EMG SINDI ARYAN).


"some people healed with their chilhood and most people are trying to heal from their childhood."- Satria.

"Kenapa saya suka baca? Kenapa saya nggak muak ngedit ratusan draf penulis, Fay? Kekurangan stok bacaan, besoknya nguber yang baru lagi. Kehabisan reading list, besoknya beli buku lagi. Padahal, saya udah nemuin ribuan ending. Padahal, saya udah gumoh cerna banyak alur cerita. Tapi, kenapa saya nggak bosen juga?""Karena saya mencari 'sesuatu' dari bacaan itu.Perasaan yang ditimbulkan dari bacaan... saya kecanduan menemukannya lagi dan lagi." - Satria.
Profile Image for aynsrtn.
574 reviews22 followers
October 28, 2025
“Editor sama tanda baca aja perhatian, apalagi sama kamu.” (p.72)

Aduh, aduh, bahaya sekali editor aliran wibu ini. Namanya Raffaztyano Satria atau akrab disapa Satria atau Mas Susu UHT. Dia sedang mencari penulis—kalau bisa sekalian tambatan hati—agar bisa meloloskan dia dari jebakan layoff kantor penerbitannya. Bertemulah Satria dengan Faya, penulis baru yang punya mantan dan keluarga yang luar biasa ngeselin poll.

Tak pernah ku duga kalau Satria ini ternyata adiknya Arfan di A Game to Make Him Fall. Tapi, perangainya sungguh bagaikan bumi dan langit. Satria ini lebih ke easy going, YOLO, wibu, gemas dan gempal (tidak punya six packs seperti Arfan), umur 29 tahun masih jombs, sedangkan kakaknya sungguh “pemain”, playboy cap paus julukannya juga. Dan di sini, uniknya, aku tidak menemukan keruwetan keluarga Satria—selain dia yang kelimpungan ngurus keponakannya—karena ruwetnya sudah di keluarga Faya. Rumitnya keluarga Satria diperlihatkan dari sisi Arfan di buku A Game to Make Him Fall.

Insight(s) tentang dunia penerbitan dan penulisan.
1. Mau sebagus apa pun tulisanmu pasti ada saja orang-orang tidak suka
2. Buku bagus maka penulis yang dielukan, kalau bukunya ada kesalahan yang dikeluhkan adalah editornya
3. Sedang asyik baca di wattpad, tetiba di akhir bab ada tulisan, “dihapus untuk kepentingan penerbitan.” (I FEEL YOUUU)
4. Attitude penulis dipertimbangkan. Mau sebagus apa pun karyanya, kalau problematik mending SKIP
5. Grup sirkel editor. Jadi kalau ada penulis berulah di penerbitan A , maka penerbit di BCDE, auto tahu reputasinya.
6. Penulis yang tidak terima masukan sedikit pun. Bilangnya ciri khas, Satria be like ciri khas kok plot hole, haha
7. Ada penjelasan tentang kontrak penerbit
8. Insight tentang penulisan. Seperti bagaimana membuat karakter “hidup”. Plotting. Membuat tabel tentang rumusan konflik, kehidupan (luar cinta dan cinta—kalau novel romansa), dikasih deskripsi singkat. Ada atribut tokoh berisi nama tokoh, ciri fisik, hobi, karakter, dsb.

“Belajar memanusiakan tokoh cerita kamu. Anggep dia manusia normal. Dengan begitu, kamu tahu apa yang harus kamu tuliskan, Faya.” (p.82)

Karakteristik.

Faya Azzura Lovelya.
Dibuat jumpalitan keselnya dengan Faya apalagi di act kedua. Keluarganya memang rumit dan problematik apalagi kakaknya yang membebankan semua ke Faya mentang-mentang dia udah nikah. Ibunya juga egois kayak udah sakit, pliss deh nurut ke yang sehat aja. Tapi, Faya nggak ngejelasin itu semua ke Satria. Komunikasi, Bun!!

Mana mantan brengsek dan teman pengkhianatnya yang ya ampun jahatnyaaa bikin ngiri raja iblis. Nggak tahu ya ini ciri khas penulis atau gimana. Karena doi kalau bikin karakter antagonis tuh jahatnya keterlaluan banget. Drama dan ala sinetron. Dan keselnya tuh si Faya ini nrimo ing pardum (kebanyakan begitu, meskipun suatu hari nanti ada perlawanan, tapi tetep aja telat banget buat ngelawannya).

Panutan Aryan Semesta.
Nama aja bagus Panutan, tapi kelakuan akhlakless. Kalian yang mau baca buku ini harus merasakan sendiri gimana asshole-nya tokoh Panutan ini—dan ceweknya yang playing victim.

Katanya, manusia itu diciptakan dari tanah, kecuali yang namanya Panutan Aryan Semesta, kecampur tahi kucing. (p.248)

Raffaztyano Satria.
Empat besar ngalusnya seorang editor mas mas susu UHT ini:

“Kayak biasa, diksi yang kamu pake cantik banget, Fay. Secantik yang nulis.” (p.104)

"Di keluarga saya, 'Mas' itu sebutan khusus buat suami, Kak. Em... semacem panggilan sayang. Saya aja milih ngikutin aturan Jakarta. Manggil 'Kak' buat Kak Satria dan 'Bang' ke abang saya. Ayah saya juga orang Jakarta."
"Hm, gitu toh... Jadi pengin dipanggil 'Mas' sama kamu."
(p.120)

"Posisi saya bukan sekadar editor, tapi bisa juga jadi temen curhat, kakak, sahabat, partner in crime, atau pendengar yang baik. Feel free cerita kalau kepala kamu lagi kerasa riuh, ya." (p.170)

"Kalaupun bukan mendukungnya sebagai calon penulis, seenggaknya dukung dia sebagai anak yang tengah berusaha menggapai impiannya," (p.186)

Meskipun kadang doyan ngalus dan agak bulol, tapi arc di mana Satria membalikkan meja dan membuat Faya yang berbalik mengejarnya itu sungguh membuatku ingin memberikan standing ovations. GILS. Apalagi saat dia marah dan nggak terima. Dia mengungkapkan itu semua, bukan malah diem dan menjauh kayak Faya.

"Tolong jangan bikin saya ngerasa sia-sia udah hadirin revisweet alih-alih revishit. You aren't a piece of shit, are you?" (p.223)

Selain itu, duel bacotan Satria dan Panutan, keren banget. Dan inilah Top 2 umpatan Satria untuk Panutan Aryan:
1. Jadi bodoh atau bajingan memang pilihan, tapi jangan diborong semua.
2. Akhlak lo tuh dikubur atau di-grill, sih, hah?

Rekomendasi.
Buku ini cocok bagi kamu yang:
1. Menyukai dunia penulisan dan penerbitan
2. Senang dengan tokoh laki-laki yang goofy, funny, tapi tetap stood up for himself seperti mas mas susu UHT, sang editor wibu.
3. Ingin memaki-maki Panutan dan ceweknya
4. Menyukai cerita romance yang ber-plot twist(s)

⚘️ 4 bintang untuk Satria yang ingin jodohnya seperti Hyuga Hinata.
Profile Image for Tira Lubis.
298 reviews4 followers
September 30, 2024
3,8⭐

"Sebagus apapun tulisanmu, tetap saja ada orang-orang yang tidak suka. Sebaik apapun dirimu, tetap saja ada orang-orang yang membencimu."

Pertama kali aku baca tulisan kak Leefe dan aku suka 😍. Ide ceritanya menarik, membahas tentang bagaimana proses revisi sebuah buku dan tahapan-tahapan sebelum sebuah buku diterbitkan.

Selain itu, novel ini juga membahas tentang bagaimana seorang anak yang berjuang membuktikan dirinya yang selalu dibanding-bandingkan dengan teman dan saudaranya, bahwa ia juga punya kemampuan dan keahlian yg mumpuni.
Juga orang terdekat yg ternyata bisa menusuk dari belakang dengan sebegitu kejam.

Jujur baca novel ini tuh bikin aku emosi tingkat dewa liat kelakuan pasangan laknat yg mulutnya ga punya filter itu. Astaga bisa-bisanya mereka sejahat itu sama Faya, bener kata Satria mereka itu cosplayer manusia yg mengerikan. Duh kalo kalian baca juga pasti ikutan emosi deh liat tingkah mereka ini 🤬.
Ditambah mamanya Faya juga, bukannya memikah anaknya malah ikut-ikutan nyudutin dia, ya ampun berat banget pokoknya jadi Faya ini 😫.

Untungnya ada Satria, si Mas susu UHT yg bisa meredam emosi aku pas baca, bahkan sampe bikin ketawa-ketawa juga sama jokes-jokes dia.

Aku suka banget sama Satria yg sangat-sangat positif vibes dan mendukung Faya agar mau bangkit dan terus memperjuangkan mimpinya dan tetap sabar menghadapi kelabilan Faya walaupun pekerjaannya terancam. Dan ternyata ada plot twist tentang mas Satria ini yg ternyata dia adalah ...... (baca sendiri ya biar tau siapa sebenernya mas Satria ini 🤭)
Duh pokoknya jadi pengen punya seseorang yg kayak mas Satria ini di dunia nyata deh.

Penyelesaian konfliknya aku juga suka, Faya akhirnya bisa lepas dari semua beban yg menimpanya, dan ia juga bisa membungkam orang-orang yg selama ini menghinanya.

Overall aku menikmati banget baca novel ini, perkenalan pertama dengan tulisan kak Leefe yg ga mengecewakan, jadi pengen baca cerita-ceritanya yg lain deh.
Buat yg suka romcom, yuk kenalan sama Mas susu UHT yg pasti bikin kamu kesengsem. Recommended banget 👍👍.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,546 reviews76 followers
April 28, 2026
Dari sekian banyak cerita romansa yanh pernah kubaca tentang penulis dan editornya, ini yang paling luwes dan oke! Humornya kena semua astaga. Penulis veteran nih kayaknya. Jadi makin semangat baca A Game to Make Him Fall.

Di cerita ini villain-nya memang jahatnya gak nanggung-nanggung. Ala sinetron, sih. Tapi beneran bikin geregetan bacanya. Mata langsung lengket karena penasaran dengan azab apa yang bakal menimpa Aryan-Sindi di akhir cerita. Pas baca tingkah mereka, jadi mbatin: "Gila, kayak gini ya sudut pandang orang NPD?" Astaghfirullah....

Though sebenarnya aku bertanya-tanya, apa mungkin penulis sekelas R. Knight bakal kesulitan cari kerja di dunia penerbitan Indonesia? Aku juga mempertanyakan bagaimana Satria bisa lolos dari pasal penganiayaan, juga bagaimana Faya dan Sky Media bisa lolos dari UU ITE karena sebar isi chat pribadi. Sayang bagian ini nggak dibahas padahal aku penasaran banget.

Namun, berhubung cobaan buat Faya emang udah senaudzubillah itu, aku hepi-hepi aja nerima endingnya yang total bahahahahahagia ini.

Ah, novel ini wajib dipunyai, sih. Leefe, kutandai dirimu.

Berikut ini beberapa kutipan kesukaanku.

Persetan oversharing. Akan kuhadapi semuanya sendirian sambil overthinking.
(Bab 15, hal. 155)


*

Keinginanku nggak muluk-muluk. Cukup dikasih genre hidup romansa bukan romusha, humor bukan thriller, dan haha-hihi bukannya hiks hiks hiks.

(Bab 16, hal. 161)


*

Patah hati terbesar seorang anak adalah saat orangtuanya berhenti mendengarkannya. Mendengar seluruh keluh kesahnya terhadap dunia, hari-hari ketika ia tumbuh dewasa, orang-orang yang mengecewakannya, dan ketakutannya.

(hal. 185)


There are 195 countries, 17.000 islands, 5 oceans, 8 billion people, and you fall in love with someone who is unworthy of your love?

Please know your value and never settle for anything less than what you deserve.

(hal. 188)
Profile Image for ayanapunya.
342 reviews13 followers
August 19, 2024
cerita seorang penulis dan seorang editor yang dipertemukan lewat sebuah naskah. Satria adalah salah satu editor di SKY media yang mendapat perintah dari atasannya untuk bisa menemukan naskah genre young adult paling menjual dari ratusan novel online yang rilis. Ia kemudian memilih tulisan Faya, seorang penulis muda yang sedang diguncang masalah karena pacarnya selingkuh dengan sahabatnya dan ibunya juga divonis kanker.

Pertemuan demi pertemuan antara Satria dan Faya dalam rangka memperbaiki naskah yang ditulisnya membuat Faya sadar bahwa selama ini ia hidup dalam lingkaran yang sangat tidak sehat. Sahabat yang selalu iri padanya dan pacar yang tak pernah menghargainya, itulah yang dirasakannya selama bertahun-tahun. Bersama Satria, Faya akhirnya tahu rasanya dihargai dan diperlakukan dengan semestinya.

Sayangnya permasalahan antara Faya dengan ex sahabat dan mantannya tak henti membayangi kehidupannya. Tak cukup hanya merendahkan Faya, baik Aryan maupun Sindi yang sama-sama redflag itu membuat Faya harus merelakan mimpinya untuk bisa menjadi penulis laris dengan menjadikan kondisi ibu Faya sebagai ancaman. Apakah akhirnya Faya bisa lepas dari bayang-bayang Aryan dan Sindi? Dan bagaimana hubungannya dengan Satria yang ternyata juga menyimpan rahasia?

***
Membaca novel ini pastinya memberikan pengetahuan baru buatku terutama tentang proses penerbitan dan penyuntingan buku. Sosok Satria yang bekerja sebagai editor memberikan sedikit gambaran bagaimana editor bekerja. Serunya lagi, lingkungan tempat kerja Satria ini seru-seru banget orangnya.

Lain halnya dengan Faya, kadang aku bingung kok bisa Faya berteman dengan Sindi dan pacaran sama Aryan? Padahal kedua orang ini nggak ada bagus-bagusnya dan malah membuat Faya jadi minder sama dirinya sendiri. Dan mereka asli karakternya jahat yang kayak di sinetron gitu. Hehe.

Profile Image for Chels.
196 reviews3 followers
Read
January 25, 2026
Jujur, aku tertarik baca karena cover bukunya cantik. Namun, setelah baca, ternyata cover dan isi ada perbedaan: Satria seharusnya gembul dan Faya berjerawat. Jadi, rasanya, cover buku ini gak begitu mencerminkan isi haha. Aku agak gak terima pas baca deskripsi Satria karena udah tersetel di bayangan bahwa dia sesuai dengan yang di cover.

Masuk ke cerita, isinya mengingatkanku sama tipikal Wattpad yang pernah kubaca, apalagi ciri khas judul bab yang bermain kata kayak gini (langsung teringat era 2019-an). Tokoh Faya digambarkan sebagai orang yang sangat rendah diri. Dia berteman dekat dua orang yang makin membuatnya merendahkan diri. Namun, Faya bertahan karena percaya gak ada orang lain yang mau temenan sama dia, padahal itu semua manipulasi mereka aja. Kasihan Faya. Mau tolol-tololin dia, tapi kondisi psikologis seperti ini emang ada dan gak gampang ditangani. Untungnya, dia bertemu editor yang baik dan peduli. Satria mampu membantu Faya untuk sadar dengan kondisinya sehingga bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan. Yah, walaupun di tengah cerita ada drama yang bikin emosi sampai bikin mengumpat ke Faya juga hahaha, tapi beneran deh greget lihat Faya ngadepin drama Aryan-Sindi. Ending novel ini cukup mudah ditebak, sangat sesuai dengan bayanganku. Walau begitu, aku sempat berharap Satria hanya menjadi sosok yang menyadarkan Faya, bukan yang terlibat langsung. Harapanku, Faya bisa berjalan ke depan dengan sosoknya yang sudah tangguh, kuat, dan stabil seorang diri. Namun, ya okelah, manut pengarangnya wkwk.

Minusnya, ada diksi yang salah: konconipun -> rencangipun (?) Aku sebagai orang Jawa merasa risi pas baca walau sebenernya aku gak gitu ngerti krama. Porsi ceritanya cukupan, gak berlebihan. Emosi tokohnya juga nyampe di aku. So, ⭐ 4/5!

Reading thread: https://x.com/yangmuliadiva/status/20...
Profile Image for Satvika.
590 reviews43 followers
August 4, 2025
Cinlok antar editor dan penulis, konfliknya cukup seru, dan writing style-nya bagus, mengalir banget bacanya, seneng deh baca tokoh utamanya yang fisiknya gak super perfect alias bener2 kayak layaknya orang orang pada umumnya, disini Satria sebagai mmc digambarkan perutnya kelebihan lemak karena suka jajan dan Faya sebagai fmc digambarkan sebagai cewek yang kulitnya ada jerawatnya dan gak mulus2 amat jadi ya berasa relate aja sama kebanyakan orang, karakternya Satria nih juga ditulis dengan baik, wibu extrovert plus editor yang baik, nanti someday kalau aku mau nulis buku aku mau banget deh dapat editor kayak Satria hahaha..untuk karakter antagonisnya menurutku terlalu sinetron banget ya, atau mungkin aku-nya aja yg mainnya kurang jauh jadi belum pernah ketemu karakter mode setan turun ke bumi modelan Sindi sama Aryan (dan semoga gak akan pernah ketemu sih), dan ada beberapa momen di buku ini kayak penulisan narasi-nya kayak terlalu ceramah motivasi (bukan hal buruk sih, ya cuma gak seleraku aja) but overall this book is good.

Recommended buat yang cari bacaan ringan dan pengen dapat insight tentang dunia penerbitan.
1 review
June 16, 2025
Saya baru selesai membaca tadi malam, beli langsung saja baca karena resumenya menarik, kebetulan saya jenuh dengan plot novel sekarang yang mudah ditebak alur dan endingnya.

Overall saya suka, dan ada saat air mata saya keluar karena relate dengan hubungan Faya dan keluarganya. Karakter Satria juga saya sangat suka, dibuat humoris tapi tetap punya sisi dewasa yang dibutuhkan Faya.

Saya hanya kadang agak kurang cocok dibagian pemeran antagonisnya, kaya jahatnya itu tidak rasional, tapi melihat fenomena sekarang yang mana manusianya juga udah melebihi iblis mungkin memang ada ya orang seperti itu.

Sebenarnya pengan lihat scene Satria dan Faya dalam masa manis-manis mereka setelah pacaran hehe. Overall oke dan saya suka.

Saya banyak belajar cara bikin novel juga dari sini, udah lama tidak nulis juga.

*Saya iri dengan karakter Satria, pengen punya juga orang kaya Satria, tapi kalau ga bisa, saya pengen jadi kaya Satria yang bisa kasih support ke orang lain dengan bijak, dewasa, profesional tapi tidak kehilangan humor nya.
Profile Image for dhfbryt.
18 reviews
August 15, 2024
aku tuh kesel sekaligus bangga sama tokoh faye. keselnya dia tuh mirip sama aku—yang suka nahan semuanya sok-sok'an bisa ngelakuin semuanya, terus sekalinya gabisa nahan itu sampe "meledak". seriously, momen "meledak" itu walaupun emosi nya tersampaikan tapi emosi nya bahaya (aku pernah ngalamin soalnya). bangganya, faye beneran bisa ngelakuin + lewati itu semua, yash girl!! terus untuk dua tokoh antagonis—yang males aku sebut namanya sksk, serem banget asli aku suka skip bacotan mereka.

dan untuk tokoh satria—male lead nya, keren deh penggambaran visualnya tuh ga mendewakan kek pakai istilah "rupawan bak dewa" gitu gitu, terus lebih ditonjolkan gimana kemampuan dia sebagai editor sekaligus penulis, karirnya, sikapnya, kepribadiannya yang masih terbaca realistis tapi keliatan kek sesuatu yang "wahh" gitu.

minusnya, KENAPA GAK BERLANJUT GIMANA SCENE MEREKA PACARAN??? spoiler aja isinya ini ya gimana mereka awal kenal-jadi rekan-temen-pdkt-komitmen

4 stars = 8,5/10 🦋
Profile Image for Bana_Ez.
253 reviews1 follower
July 31, 2024
4.8/5

Menurut saya ini bagus ceritanya, seru. Ada gejolak emosi dari kisah tokoh utamanya, sampe sempet bikin nangis juga.

Mana ML nya green flag pula. Terbaik dah.

Gak cuma fokus ke romance aja, tapi banyak jelasin kehidupan dunia kepenulisan. Dari sudut pandang penerbit, editor, penulis, dan pihak lainnya.

Konflik juga nagus, berhasil menguras emosi banget haha. Recomended deh baca ini, apalagi yang suka genre metropop.
Profile Image for Rererey .
28 reviews
August 14, 2024
Buat kamu yang penasaran kerja editor kayak gimana, terus hubungan profesional editor + penulis kayak gimana, coba baca deh novel ini!
Profile Image for Evita Oktaviani.
42 reviews
July 7, 2025
Komedi ada, romansa ada, bullying ada, krisis seperempat abad ada, insecurity ada, moralnya ada. Ngga seringan kelihatannya tapi tetep bisa menghibur
Profile Image for Nita.
12 reviews1 follower
November 19, 2025
Nggak nyangka bakal sesuka ini dengan novel ini, terutama sama sang editor kesayangan, kang susu UHT, Bang Satria.
Profile Image for Raa.
3 reviews
January 29, 2026
nangis banget baca iniiii!! baguss banget sih menurut ku dari segi plot dan penulisannya oke bgt! ada lucu lucunya juga, walaupun ada beberapa part cringe.. tpi bisa lah diabaiin.. worth to read!!
Displaying 1 - 21 of 21 reviews