Jump to ratings and reviews
Rate this book

Joker: Ada Lelucon di Setiap Duka

Rate this book
Ketika yang kamu kejar ternyata bukan yang kamu inginkan—semua yang klise ternyata tidak biasa—atau batu justru berada di balik udang.

Mungkin kamu baru saja bertemu dengan seorang Joker.

Hati-Hati

Gak semua yang tampak seperti yang terlihat
Gak semua yang bunyi seperti yang terdengar


Joker. Ada lelucon di setiap duka

216 pages, Paperback

First published January 1, 2007

10 people are currently reading
178 people want to read

About the author

Valiant Budi

15 books193 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
78 (15%)
4 stars
153 (30%)
3 stars
181 (35%)
2 stars
78 (15%)
1 star
19 (3%)
Displaying 1 - 30 of 101 reviews
Profile Image for Rahmadiyanti.
Author 15 books174 followers
April 16, 2012
Oke, seperti beberapa endorsement yang ada di novel ini, saya juga sekali duduk saja membacanya. Penulis membangun cerita dengan baik, dengan ending yang akan membuat surprised pembaca. Tapi pembaca yang teliti sebenarnya akan menemukan clue-clue yang membawa pada ending tak terduga tersebut. Penguasaan penulis terhadap dunia penyiar radio juga cukup baik (kalau tak salah memang penulis pernah/masih menjadi penyiar).

Tapi, sampai titik terakhir, yang keluar dari pikiran saya: so what? Novel ini memang memiliki bangunan cerita yang menarik, tapi novel yang bagus tak berhenti pada cerita dan kemampuan membuat pembaca tak mau berhenti memamah kata sebelum habis. Sebuah novel mestinya juga membuat tokoh-tokoh di dalamnya "berkembang". Yang saya temukan hanyalah permainan penulis terhadap tokoh-tokohnya yang hanya berpikir seks dan seks.

Oke, si tokoh utama ternyata berkepribadian ganda dan gay *spoiler*, tapi paling tidak ada plot yang membawa pembaca memahami mengapa si tokoh memilih jalan tersebut, meski jalan tersebut mungkin tidak sesuai dengan nilai hidup pembaca (baca: saya).

So? 2 bintang untuk kemampuan penulis dalam bercerita.

This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Femmy.
Author 34 books539 followers
April 10, 2009
Bintang 1,5 - Buku ini sebenarnya tidak jelek. Penceritaannya cukup lancar. Ending-nya tak terduga, tetapi dibangun dengan baik di sepanjang cerita, sehingga kalau kita lihat ulang dari awal, pembaca sudah diberi banyak petunjuk, dan semua peristiwa menjadi lebih jelas dilihat dari kacamata baru yang kita peroleh dari ending tersebut.

Tapi, duh, aku benar-benar tidak suka pada tokoh-tokohnya (yang tidak dikembangkan sebaik plot ceritanya), pada dunia mereka yang seputar seks, pada konflik yang disajikan (yang tidak jelas dan tidak menarik). Pokoknya, aku tidak suka ceritanya, dan karenanya tidak bisa menikmati membacanya.

Berdasarkan ketidaksukaanku pada ceritanya, kuberi buku ini bintang satu. Tapi karena struktur ceritanya yang bagus, kuberi tambahan setengah bintang deh.
Profile Image for Chi.
73 reviews3 followers
October 25, 2012
Bukunya bagus. Ada kejutan di ending.
Alur ceritanya yang lompat-lompat tapi keren.
Profile Image for Ihwan.
Author 11 books11 followers
May 23, 2010
The Story

Brama dan Alia melamar sebagai penyiar radio di White Wheel dengan tujuan yang berbeda. Brama begitu terobsesi pada cewek pujaannya di masa SMA bernama Mauri yang kini bekerja sebagai penyiar di radio tersebut. Bahkan keputusannya untuk mengambil kuliah di Bandung pun hanya karena tak ingin berada jauh dari Mauri, ironisnya cewek itu tak pernah menghiraukannya. Sedangkan Alia memang sejak kecil ‘bersahabat’ dengan Brama, di mana ada Brama di situ pasti ada Alia. Mereka ibarat saudara kembar yang tak terpisahkan. Namun gaya hidup mereka benar-benar bertolak belakang. Brama tipe cowok lugu yang berharap ada keajaiban yang terjadi pada ‘hubungan’nya dengan Mauri. Sedangkan Alia sebaliknya, dia adalah tipe cewek player yang menganggap cowok tak lebih hanya sebagai pemuas nafsunya belaka. Namun sayang, usaha Brama untuk mendekati Mauri tak pernah berhasil. Yang ada malah makan hati mulu apalagi saat Brama mengetahui kalau Mauri berpacaran dengan Roman, drummer band Kecoak Terbang. Karena merasa putus asa dia lalu berniat resign dari White Wheel yang tentu saja ditentang oleh Alia. Alia yang diam-diam menyukai Roman, menawarkan bantuan untuk merebut Roman dari sisi Mauri. Brama menolaknya mentah-mentah karena sebenarnya dia sudah muak dengan tabiat Alia selama ini. Alia yang merasa tersinggung lalu mengajak Brama untuk bertaruh, jika Brama berhasil mendapatkan Mauri maka dia berjanji akan pergi selamanya dari kehidupan Brama. Brama pun menyanggupinya. Siapakah yang akhirnya akan memenangkan pertaruhan itu? Biar nggak penasaran, buruan deh baca novelnya.

Personal Opinion
Untuk sebuah debut novel perdana, Joker pantas untuk diacungi jempol karena berhasil membuatku penasaran dan tak mau berhenti membaca dari halaman pertama sampai akhir. Apalagi latar belakang pekerjaan tokoh utamanya cukup menarik buatku, karena selama ini aku nggak tahu gimana seluk-beluk dunia penyiaran itu. Ada kisah lucu dan seru, kerja keras dan pengorbanan di balik suara empuk yang selalu setia menemani para pendengar radio itu.

Technical Opinion
Tema: Tema yang diusung cukup berani yaitu tentang penyimpangan seksual. Namun sang penulis sangat piawai sekali mengemasnya dari awal dan baru benar2 terbuka di akhir cerita. Alur/Plot:
Berdasar urutan waktu-Flash Back. Di halaman-halaman pertama, Joker membawa pembaca pada satu peristiwa yang menjadi semacam ‘bingkai’ yang mengawali dan menutup semua rangkaian cerita dalam novel tersebut. Gaya bercerita seperti ini sudah sering dipakai, baik itu di novel ataupun film. Biasanya gaya ini dipakai untuk mendapatkan efek dramatis dan penuh misteri sehingga membuat pembaca/penonton sudah penasaran sejak halaman/menit pertama.
Berdasar jenis-Ledakan. Disebut Ledakan karena jalan cerita Joker berhasil ‘menjebak’ pembaca dan memberikan ending yang cukup mengejutkan dan tidak terduga sama sekali. Sebenarnya aku menangkap beberapa kejanggalan di beberapa bagian cerita yang bisa menjadi petunjuk akan adanya ledakan di akhir cerita. Namun karena terlalu asyik mengikuti jalan ceritanya, tanda-tanda itu aku abaikan. Berdasar sifat-Terbuka. Kisah cinta Brama dan Mauri sebenarnya sudah cukup jelas di akhir cerita namun ada satu ‘bom’ yang belum meledak dan ini membuat pembaca penasaran untuk mengetahui kelanjutan kisah mereka berdua. Sebagai pembaca, ada dua pilihan yang bisa diambil yaitu mereka-reka sendiri jalan cerita selanjutnya atau menunggu Valiant untuk menulis kisah lanjutannya.

Plus Minus Point
Aku suka banget dengan bahasa yang dipakai Valiant dalam Joker, ceplas-ceplos, gaul abis dan mengalir, yaa khas gaya bicara penyiar radio gitu deh. Secara sang penulis memang aslinya seorang penyiar radio yang sudah punya jam terbang yang tinggi. Kejujuran yang disampaikan begitu apa adanya dan terkadang menyayat setajam silet....!!! (Veny Rose mode on) Yang kurang hanya satu buatku yaitu covernya, untuk novel dengan kisah yang agak-agak suram, gambar topeng-topeng itu kayaknya keramean deh. Coba kalau topengnya satu aja dan simple (nggak pake pernak-pernik kayak gitu). Walaupun termasuk warna fave-ku, tapi pemilihan warna biru muda itu kayaknya kurang pas, harusnya lebih dark. Pasti deh akan lebih dapet soul-nya.

Fave Character: Alia. Walaupun doi tuh nakal dan bitch bangeeeed tapi cara berpikirnya yang liar, aneh dan cenderung absurd itu membuatku tersepona. Tapi kalau ada cewek beneran kayak dia, kayaknya menakutkan deh he3.

Dengan semua kelebihan dan kekurangannya, rasanya memang tidak salah jika juri KLA 2007 memasukkan Joker dalam nominasi Penulis Muda Berbakat. Urusan menang atau kalah, kurasa itu hanyalah masalah rejeki dan keberuntungan aja yang belum berpihak pada sang penulis.
Profile Image for Yasdong.
47 reviews3 followers
July 18, 2013
(Resensi Buku) Joker --> Kisah Brama dan Alia yang Tak Terduga

Rasa penasaran selalu bergelayut di pikiran tiap lihat novel "Joker". Betapa tidak, novel pertama Valiant Budi itu punya sampul yang misterius: sebatang korek api dengan asap bercabang dua yang membentuk wajah perempuan dan laki-laki, plus gambar kecoak di tulisan Joker.

"Ini maksudnya apa?" Begitulah pikir saya. Akhirnya kesampaian juga beli novel ini di basement Blok M Square. Haha.. Surga buku bekas murah dan berkualitas yang jadi destinasi favorit saya.

Novel ini dibuka dengan sebuah peristiwa kecelakaan tol yang menimpa sepasang manusia yang sedang menuju Bandung. Lalu, kita diajak untuk menyusun kembali kepingan insiden itu dari awal.

Adalah Brama. Pemuda ini melamar pekerjaan menjadi penyiar radio. Proses yang digambarkan amat misterius dengan pewawancara yang disematkan dengan julukan tertentu seperti Si Manusia Berkumis dan Si Manusia Bercambang. Pada bagian itu, di kepala saya yang terproyeksi malah perkumpulan orang gila di rumah sakit jiwa.

Keanehan itu perlahan terkuak dalam pembicaraan Brama dan Alia, sehabat dekatnya yang bersifat layaknya pelacur. 180 derajat berbeda dengan Brama.

Usai diterima kerja, semakin banyak keanehan. Alia semakin menggila dengan sikapnya. Sementara Brama terus berjuang menjadi penyiar handal meski harus menutupi rasa muak yang selalu dia rasakan.

Namun, Brama pandai menutupi itu untuk mendekati Mauri, sesama penyiar. Mauri adalah cinta Brama sejak SMA. Kemana Mauri pergi, ke situlah tujuan Brama. Tetapi dia tidak pernah benar-benar mampu mengutarakan perasaan kepada Mauri.

Rasa cemburu membakar Brama ketika mengetahui Mauri berpacaran dengan drummer band Kecoak Terbang. Dia menceritakan semuanya kepada Alia. Suatu ketika, Brama dan Mauri dipasangkan untuk sebuah program. Tapi, kejutan menanti mereka.

***

"Ada Lelucon di Setiap Duka". Demikian kalimat di sampul buku ini. Betul sekali, Vabyo (panggilan Valiant Budi) berhasil menjabarkannya. Dia menggunakan sosok joker yang misterius untuk menjadi narator dan komentator yang bisa melucu, romantis, puitis, bahkan menyebalkan.

Pembaca digiring untuk menebak-nebak apa yang akan terjadi kepada Brama dan Alia. Sosok misterius joker amat membantu untuk membangun suasana penasaran tersebut.

Saya suka bagaimana Vabyo dengan lugas menuturkan kehidupan penyiar radio. Saya pun baru tahu penyiar radio dianggap sebagai kasta terendah dalam dunia hiburan. Padahal di mata saya, apalagi waktu SMA, profesi penyiar itu amat keren dan menyenangkan.

Selain itu, saya pun kagum cara Vabyo menjabarkan psikoanalisa orang-orang seperti Brama dan Alia. Tampak jelas begitu luas bacaan dan dunia pergaulan Vabyo.

Tetapi, novel ini masih ada kekurangan. Misalnya begitu banyak puisi enggak penting yang bertebaran di sana-sini. Diksi dalam puisinya juga tidak menarik. Saya juga semakin kuat dengan stereotip kesan orang-orang seperti Brama dan Alia yang cenderung melulu nafsu seksual, meski dibalut dalam upaya "please, ngertiin gue dong. Emang kayak gini gue yang mau?"

Di atas itu semua, dengan gaya menulis yang terbuka (menjurus vulgar), "Joker" adalah sebuah karya pertama yang menjanjikan dari nominator penulis muda berbakat Khatulistiwa Literary Award 2007. Selamat berkarya terus, Vabyo!

Skor dari aye 6/10.
Profile Image for Reiza.
189 reviews7 followers
February 9, 2013
"Sempurna bukan berarti gak ada cacat. Kita sebagai manusia terlalu sibuk membuat patokan sempurna, terlalu sibuk membuat pagar-pagar standar, jadinya segala sesuatu yang nggak sesuai dengan patokan dan pagar-pagar tadi, kita anggap cacat dan di bawah standar. Justru adanya cacat lah yang membuat sesuatu itu begitu sempurna."


Bisa dibilang, saya sebenernya baca buku ini secara "ga sengaja". Bermaksud mencari bahan bacaan yang ada dirumah selain ebook-ebook tentang hitler dan 50 senjata paling berpengaruh (yang masih terdaftar di list "currently reading" di Goodreads :p) sembari menunggu mencas mp3 di laptop. But then it turns to suck you in.

Yang udah pernah baca bukunya Valiant Budi "Kedai 1001 Mimpi" pasti tau gimana gaya nulisnya. bahasanya santai dan mengalir bebas secara vulgar tanpa sensor. Ceritanya bermula dengan suram. seorang pria bersama wanitanya yang kecelakaan akibat menabrak pintu tol. dari sini, yang baca pasti ngira kalo apapun yang selanjutnya diceritakan, pasti endingnya berakhir tragis dengan seorang tokoh pria dan wanitanya yang mengalami kecelakaan.

Setelah scene kecelakaan dan rumah sakit, scene berpindah ke sebuah kantor siaran radio. darisana, kita dikenalkan dengan dua karakter. Brama, laki-laki yang 'seolah' baik-baik dan normal yang menjadi tokoh utama cerita ini, dan Alia. perempuan yang 'seolah' bejat dan penuh nafsu. Mereka bersahabat, walaupun mereka berbeda sikap. Brama & Alia sama-sama melamar kerja di sebuah stasiun radio dan menjadi penyiar. Brama mengejar sosok perempuan incarannya sejak SMA yang juga bekerja di stasiun radio tersebut (dan yang menurutnya sempurna) bernama Mauri. sementara, Alia mempunyai "pelarian" bernama Dimas seorang jajaka Bandung yang terus mempertanyakan kemauan Alia untuk berjalan bersama-sama.

Darisana, kisahnya berjalan terus. kisah yang membuat kita mengernyitkan dahi, tertawa dan terkejut. sampai akhirnya mengerucut dan membongkar semua kebenaran yang ada selama ini. yang secara lihai disembunyikan oleh penulis. Menyingkap siapa sebenarnya "Joker" di cerita ini.

Penutup, saya kasih spoiler dulu deh~


Selamat membaca, dan selamat tenggelam didalam dunia gelap yang diciptakan oleh Valiant Budi!
Profile Image for Oktabri.
147 reviews4 followers
February 24, 2017
Buku ini adalah karya Mas Valiant pertama yang saya baca, tapi buku ini sukses membuat saya penasaran untuk memburu karyanya yang lain. Empat bintang rasanya sangat layak untuk buku ini.

Empat bintang untuk ide, gaya bercerita, alur, dan karakter yang terus membuat saya berkali-kali meringis karena benar-benar 'WOW'.

Walaupun banyak yang menilai absurd, tapi saya suka dengan tokoh Brama yang terus menanyakan hal sepele dan caranya menyelesaikan masalah yang tengah membelitnya.

Menjelang akhir cerita, sebenarnya saya sudah merasa jika ada yang tidak wajar antara tokoh Brahma dan Alia yang 'sepertinya' bersahabat sejak lama, tapi ingin masing-masing pergi jika salah satu dari mereka berhasil menaklukan 'incaran'-nya. Ternyata dugaan saya tidak salah, benar-benar sesuai dengan tebakan. Tetapi, bukan berarti jalan ceritanya mudah ditebak.

Dari lima bintang, satu bintang tidak saya berikan karena mewakili kekurangan yang begitu mengganggu, Ceritanya kurang panjaaaang!

Satu lagi, walaupun tidak terlalu mengganggu. Tidak secara resmi label 'novel dewasa' tertera di sampul novel ini, padahal secara keseluruhan (jalan cerita, narasi, karakter, ide dasar) novel ini memang selayaknya hanya dibaca oleh orang-orang dewasa, baik secara usia ataupun pemikiran. Tidak disarankan bagi yang belum benar-benar dewasa, apalagi yang munafik.

:)
Profile Image for MAILA.
481 reviews120 followers
June 28, 2016
FIRST OF ALL,

KENAPA HARUS KECOA?!!!!

Saya tidak takut kecoa. ayam jago dan kucing adalah 2 binatang yg saya paling takuti. ular,kecoa dan yg lain saya berani.

tapi waktu bagian alia ciuman sama roman tapi kemudian keluar kecoa dari mulut roman dalam jumlah banyak-YANG UNTUNGNYA HANYA MIMPI-saya langsung memandang kecoa dari cara berbeda.

sebelumnya, terima kasih buat mbak Mutmainah Ainun yg bilang buku ini bagus dan lucu. bagus dan lucu berhasil membuat saya penasaran.

baca buku ini bikin kayak saya lagi ngobrol dengan adik saya, yang kerap menanyakan hal2 yang aneh dan diluar batas kewajaran alias kurang kerjaan banget nanya2 gituan. tp bikin mikir "iya juga ya" dan akhirnya berakhir penasaran dan jadi belajar, buku ini seperti itu.

iklan review singkat yg ditampilkan di awal buku dan sampul belakang nggak mengecewakan sih. emang bikin penasaran dan belajar. cuma masih belum dapat pengertian dan arti joker itu apa wkwk

ada beberapa bagian juga yg saya nggak ngerti karena sayanya mungkin nggak bisa nalar kali ya. tapi ini bagus sih. teman baru saya lagi.

ngomong2, sebenarnya tahun ini saya niatnya berhemat 1 minggu 1 buku jadi sebulan jajan 4 buku. tp buku ini habis dalam waktu kurang dari 2 jam dan saya kehabisan bacaan untuk seminggu ke depan.

gimana mau berhemat :'(

*lah malah curhat*
Profile Image for Rachel Yuska.
Author 9 books245 followers
April 4, 2012
Gue keceleeeee... Padahal di bab-bab sebelumnya selalu dikasih 'clue' tuh, tapi kali ini gue akuin Vabyo pinter banget deh bikin pembaca ga gampang menebak 'ending'nya. Thumbs up!

Yang gue suka dari buku ini, selain setting-nya di Bandung (my hometown), juga penokohannya. Masing-masing tokoh sentral kuat, punya kepentingan yang juga dideskripsikan dengan jelas. Selama ini, buku-buku yang gue baca kebanyakan lebih memfokuskanndiri pada plotnya, bukan tokoh.
Terus, penasaran denfan Brama akankah cinta satu pihaknya berakhir manis? Lalu, apakah Mauri benar-benar sempurna, dan apakah Dimas akan berhasil mencapai garis finish?
Gue dibuat penasaran dan terus membuka halaman demi halaman untuk mendapatkan jawabannya.

Konflik yang dibuat tidak ekstrim. Banyak kalimat-kalimat kocak, seperti:

Hmm, gue sebenernya gak peduli juga mau dia pegang wine kayak megang bir atau megang bajigur juga.

Nggak perlu ribet atau mikir sampe mumet pas baca buku ini. Alurnya juga cepet, nggak berbelit-belit.

Nyesel kenapa nggak dari dulu-dulu gue baca ni buku.

Kekurangan buku ini hanya beberapa typo yang masih ditemukan dan ketentuan penulisan yg 'dilanggar', tapi nggak mengurangi nilai bukunya.

Baca aja deh!
Profile Image for Ratna Anggareni.
4 reviews57 followers
March 7, 2012
saya baca buku ini karena tertarik oleh pendapat teman yang katanya bagus. bahasa yang dipakai vulgar. dan buku ini memang ada magnet yang membuat pembaca ingin melanjutkan dari halaman ke halaman. tentu saja bukaN pikiran liar penulis alasan saya, tapi lebih kepada alur ceritanya. dan buku ini sungguh sangat mengejutkan ketika saya mencapai bab terakhir pada halaman 234, ending yang sangat tidak terduga. setelah menginjak halaman 234 ingin cepat-cepat membaca selanjutnya dengan emosional, karena konflik tak terduga muncul dengan sangat tak terduga di halaman-halaman berikutnya hingga selesai dan berkata 'woh,wah'. di luar bahasa vulgar dan pikiran liar penulis, buku ini memberi pelajaran kepada pembaca ketika pembaca telah menyelesaikan bukunya.jadilah pembaca yang bijak, ambil hikmah-hikmah yang baik saja :).
Profile Image for Ana Falesthein Tahta Alfina.
1 review2 followers
October 8, 2012


Saya terperangah ketika sampai pada ending yang cukup gila.
'wow'

Awalnya, saya membaca buku ini setelah membaca Thumblr milik mbak Windy tentang Joker. okay, sampai di sini saya penasaran dan akhirnya membelinya di toko online.


setelah bukunya datang dan saya baca di bagian awal dengan cukup antusias, sampai tiba-tiba saya berhenti.

"Bahasanya terlalu jujur, barangkali terlalu liar tentang dunia yang tidak saya ketahui"

Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti membacanya, buku itu tergeletak begitu saja di atas meja. eh tapi saya masih penasaran dengan siapa jokernya. dan baru beberapa hari yang lalu saya kembali membacanya, berusaaha menikmati alur cerita Joker yang memang sangat apa adanya.

"Dunia seperti itu, memang mungkin ada di luar sana. dan nggak ada salahnya tau..hehe"

daaaaaann, lagi-lagi saya cuma bisa 'wow'. ending yang cerdas bang Vabyo..:)
Profile Image for Haryadi Yansyah.
Author 14 books63 followers
April 12, 2019
Buku ini terbit tahun 2007. Aku beli tahun 2011 dan baru dibaca tahun 2019 :D Aku agak lupa kenapa bisa menunda baca sedemikian lama. Namun kalau gak salah, dulu aku batal baca karena gak sengaja baca bocoran ulasannya di goodreads (tanpa spoiler alert argh).

Nah, karena udah lupa spoilernya apaan, aku iseng baca lagi. Bukunya gak terlalu tebal, mestinya bisa selesai dalam sekali duduk. Cuma aku butuh waktu 3 hari buat namatin buku ini haha, soalnya dibaca menjelang tidur. Dan baca beberapa bab langsung gak tahan.

"Jadi bukunya ngebosenin?"

Nggak juga. Tapi gimana ya. Ini adalah karya pertama Vabyo. Aku lebih dulu baca buku Negeri 1001 Mimpi, dan itu adalah salah satu buku favku.

Nah, gaya penceritaan keduanya ada kemiripan, walaupun di novel pertama ini, Vabyo -sebagai penulis, lebih semau gue.

Baca buku ini ya kayak dengar Vabyo berceloteh aja gitu. Kisahnya sendiri menarik, tentang Brama yang bela-belain ngelamar kerja sebagai penyiar hanya untuk deketin gebetannya.

Cerita tentang kehidupan penyiar radio menarik dikupas walaupun masih bisa dikembangkan menurutku. Ceritanya yang katanya berlapis twist, aku tanggapin dengan biasa aja haha, mungkin masih ada sisa-sisa bocoran di otakku ya hehe.

Buku yang heboh pada zamannya ini menarik, tapi gak cukup spesial buatku. Next mau baca Bintang Buntingnya, sama, dibeli tahun 2011 juga haha tapi abis baca Filosofi Kopi, Madre dan juga Rectoverso kali, ya.

Skor 6.7/10

PS: Aku gak bisa nahan ketawa liat lembaran ucapan terima kasihnya. *sungkem
Profile Image for Athokurniadi.
17 reviews
December 16, 2021
buku pertmana valiant yg sy baca, tertrik krn sampulnya saat itu penuh misteri, sebatang korek api yg terbakar. ada kejutan d cerita akhirnya, dn yah bagi sy kurang cocok sih (bkn brrti gak bagus), tapi alur cerita awal sampai akhir menarik, cuman loncat2 aja. sy sampi hrus mengulang bacaan agr paham.
Profile Image for Gustav Gustav.
41 reviews3 followers
January 1, 2018
First time I read Vabyo book. And I can say it's brilliant. How the author who is Geminian can compile two personalities between Alia and Brama with twisting plot. I like the flashback part, I even can't stop reading to reveal the ending. Pleasurable with lovely sense of humor. Fresh !
Profile Image for F.J. Ismarianto.
Author 4 books21 followers
March 31, 2012
Icip-icip Joker
Brama. Seorang pemuda yang sering mempertanyakan banyak hal. Bahkan hingga ke hal-hal teraneh sekalipun.

Alia. Seorang gadis (mungkin patut dipertanyakan) yang selalu tertarik pada pria chubby. Bukan tertarik untuk merajut kisah asmara, tapi tertarik untuk mengajak mereka menikmati kenikmatan sesaat.

Dimas. Seorang pemuda berumur 25 tahun. Ingin menjalin hubungan serius dengan Alia. Selalu dibuat kecewa oleh Alia. Meski hanya dijadikan pelarian, dan mungkin pilihan terakhir, dia tetap setia menunggu Alia.

Mauri. Seorang gadis cantik yang sedingin es. Nyaris sempurna. Gadis tercantik di seluruh dunia bagi Brama. Gadis cantik yang menjadi alasan kepindahan Brama ke Bandung.

Empat karakter berbeda. Empat keunikan. Ketika yang dikejar ternyata bukan yang diinginkan, ketika yang biasa ternyata luar biasa, ketika batu justru berada di balik udang. Semua yang tampak seolah tak terlihat. Semua yang bunyi seolah tak terdengar.

Mungkin kita baru saja bertemu dengan Joker.

Citarasa Joker
Sebelum masuk ke citarasa, seperti biasanya, ijinkan aku bercerita sedikit bagaimana aku mendapatkan buku ini. Aku mendapatkan buku Joker ini dari giveaway yang diadakan oleh Mbak Alvina di blognya. Dan seperti biasanya, aku sedikit surprise dan tak henti-hentinya mengucapkan hamdalah di hari aku tahu namaku muncul sebagai pemenang

Oke, mari kita kupas Joker mulai dari “baju”-nya dahulu. Hitam, ada korek api, nyala apinya bercabang, asapnya membentuk dua sosok wajah: pria dan wanita. Menarik. Deretan nama, dan judulnya membuat covernya terkesan padat. Satu lagi, ketika kita menyentuh cover Joker, covernya terasa… Kasar, membuatnya tidak mudah tergelincir ketika dipegang.

Isinya diawali dengan adegan yang digambarkan dengan bahasa yang sangat tinggi–setidaknya bagiku. Tapi beberapa mungkin akan menganggapnya sedikit vulgar. Bila teman-teman merasa kesulitan memahami maksud yang ingin disampaikan penulisnya di bab awal itu, jangan mencoba memahaminya. Cukup nikmati saja dan teruskan membaca ke bab selanjutnya. Aku rasa kak Vabyo (eaaa, udah kayak SPB aja diriku, hahah) tidak ingin membuat pusing pembaca buku-bukunya. Dia hanya ingin membuat pembacanya penasaran. Dan jawabannya, tentu saja, akan diberikan ketika sudah waktunya.

Meski pilihan kata penulisnya bisa dibilang tinggi, tapi jejeran kalimatnya mudah dicerna. Bahkan bisa dibilang aku sangat menyukainya karena… Entah bagaimana meski kemalangan menimpa para karakter yang menjadi penyemarak novel Joker, aku–dan mungkin pembaca lainnya–dibikinnya tertawa. Ya, tertawa. Tepat seperti jargon yang terpampang menantang di cover depan Joker: Ada Lelucon di setiap Duka.

Keabsurdan dan kekonyolan Brama yang “memaksa” bibirku mentertawainya. Sikap Mauri yang nyaris bikin aku jengah. Alia yang membuatku menggeleng-gelengkan kepala. Keteguhan Dimas yang mengundang simpati. Bahkan aku hampir meneriaki Dimas agar dia meninggalkan Alia yang hanya memburu kenikmatan sesaat. Membuatku siap memberi tiga mangkuk semur untuk sang Joker.

Hanya saja ada beberapa hal yang mempengaruhi penilaianku.

Aku menemukan ada kesalahan dalam penyebutan nama salah satu tokohnya. Aku juga menemukan satu kata “gue” yang ditulis dalam bahasa sms.

Apakah itu yang mempengaruhi penilaianku? Tidak. Karena masing-masing hanya terjadi sekali, dan sama sekali tidak terasa mengganggu. Wajar dong ada beberapa typo dikit.

Lalu apa yang mempengaruhi penilaianku?!

Yang mempengaruhi penilaianku adalah babak-babak menuju klimaks. Tepatnya ketika Mauri membaca sebuah blog. Blog milik salah satu karakter dari novel Joker *iyalah, masa dari karakter novel 1001 Kedai Mimpi? :))

Gara-gara Mauri mempertanyakan satu hal, aku langsung memberi satu tambahan mangkuk semur! Jadinya empat mangkuk semur kupersembahkan pada sang Joker! Tepat sesuai dengan salah satu komentar yang tertera di cover bagian belakang Joker. Mencengangkan!

Sangat mencengangkan dan di luar dugaan(ku) sama sekali! Bahkan hingga detik ini, beberapa hari setelah kelar menyantap Joker, aku belum bisa berhenti tercengang! #lebay

Original post: http://stew.blogdetik.com/2012/03/31/...
Profile Image for Langit Amaravati.
Author 12 books22 followers
October 21, 2013
“An$%#g! Gue ditipu!”

Itu komentar aku pas selesai baca novel ini. Ga nyangka. Kayak lagi jalan-jalan di mall sambil ngeliatin baju-baju keren terus ada yang menyeret aku ke toilet dan menginjeksikan cairan hypnosis. Aku pernah baca novel karya Valiant Budi yang satu lagi: BINTANG BUNTING, terus pas baca JOKER sempet mikir gini: akh, yang ini mah biasa, gak spektakuler kayak BINTANG BUNTING. Dan, sekali lagi aku salah menilai penulis satu ini.

Secara, kebiasaan pembaca adalah selalu membaca bagian belakang buku yang berisi sinopsis dan endorsement dulu sebelum mulai membaca ‘buku yang sebenarnya’. Alhasil, otak kita udah kena doktrin duluan, udah punya ekspektasi duluan. Padahal dalam JOKER, sinopsis dan endorsement-endorsement itu sama sekali gak nyambung ama isi novel.

Valiant itu penulis cerdas yang pandai menebar ranjau dalam jalinan aksaranya. Lupakan deh tentang novel thriller, buang deh cerita-cerita detektif atau konspirasi dan taik-taiknya. JOKER penuh kejutan, dan percaya sama aku, kalian juga akan merasa ditipu.

Review ini memang sepenuhnya berisi pujian, meski aku lebih senang menyampaikan ini pada penulisnya: sialan, lu. Lu bikin gue terlena di bab-bab pertama terus lu lempar granat ke muka gue.

Hahaha...

Valiant juga penulis yang karyanya masuk nominasi KLA, dengan kata lain karyanya berkualitas. Meski ni ya, ga ada tuh yang namanya muatan lokal yang klise di dua novel Valiant yang aku baca. You know lah, kadang-kadang para petinggi sastra selalu men-judge bahwa tulisan yang berkualitas itu adalah yang berbau lokalitas. Apa itu lokalitas? Apa bedanya dengan mulok alias muatan lokal? Kagak ngerti akh. Nah, JOKER malah mengusung setting kota besar seperti Bandung. Tokohnya sendiri bukan tukang becak atau pemulung, meski tetap kelas pekerja. Mereka pake mobil, tinggal di tempat kost berharga 1,5 juta per bulan (busyet!), nongkrong di kafe, keluar masuk klub malam, memilih ciwalk sebagai tempat jalan-jalan (di ciwalk harga barangnya mahal-mahal), dan mereka berprofesi sebagai penyiar. For your information, penyiar radio anak muda di Bandung tuh termasuk selebriti dan ikon gaul gitu.

ISU MINORITAS!

Akhirnya aku menemukan frase ini di kepalaku ketika selesai membaca. Atau bisa dibilang bahwa Valiant mengawinkan isu minoritas itu dengan penyakit kronis yang ibarat wabah sering menikam kita dari belakang.

Kelemahannya? Banyak pertanyaan retoris di akhir bab. Atau bukan? (Nah kan, jadi ketularan deh). Pertama-tama sih asyik-asyik aja karena kita serasa diajak untuk mempertanyakan dan menertawakan ketidaktahuan, ketidakjelasan, dan kebodohan kita sendiri. Tapi kalau kebanyakan, over dosis itu lebih parah rasanya daripada hang over sehabis menengak Jack D lima gentong, cuy! So, jangan sampai aku kena mabok retorisasi ya, Be. J

Terus cara Valiant mendeskripsikan Bandung juga bagi aku mah agak lebay. Abisnya, yang disoroti tuh cuaca Bandung yang sejuk, pohon-pohon yang teduh dan rindang, senyum para penghuninya yang tulus. Padahal nih, Bandung macet gila dan panas gila. Terus senyum tulus para penghuninya juga udah kena abrasi industrialisasi. Ya, namanya juga novel. Novel ya fiksi. Fiksi itu ya nggak harus sesuai dengan kenyataan kan? (Oke, Valiant... kalau lu sakit hati dengan kritik GJ gue, lu tahu dimana harus cari gue dan melampiaskan dendam kesumat lu. Hahaha...)

INI BUKAN ENDORSEMENT!

So, bagi kalian yang suka baca novel yang unusual, baca deh JOKER. Ceritanya beneran terasa dekat sekaligus jauh (GJ banget nih, gue).

Dan untuk mempersingkat acara review ini, ijinkan aku memilihkan satu kata untuk mewakili novel ini: AWESOME.

Happy hunting this book, reading, and enjoy your brain travelling, guys J
76 reviews
February 14, 2015
Sebelumnya, ijinkan saya untuk menceritakan sedikit informasi yang kurang penting ini sebagai pembuka review saya.

Awal saya mutusin baca Joker ini murni karena penasaran. Waktu itu kebetulan pengen nyoba baca karyanya Vabyo yang Kedai 1001 Mimpi. Tapi setelah itu-mengingat saya belum pernah sekalipun menyentuh tulisan Vabyo-, saya akhirnya mutusin untuk membaca karya debutnya (yang sudah dicetak ulang) terlebih dulu. Dan jadilah, Joker pun ada di tangan saya.

---

Dari awal saya sudah terpikat dengan cover-nya yang terkesan misterius; dark. Ditambah dengan adanya gambar kecoak di huruf O pada judul JOKER yang tertera di cover, membuat saya kontan bertanya-tanya. Jujur, saya agak lebih tertarik dengan cover tipikal seperti ini daripada cover yang sekadar manis atau cantik atau indah dipandang. Cover Joker ini bahkan sebenarnya sudah memberi clue tersendiri mengenai isi di dalamnya, yang akan kita mengerti setelah selesai membaca. Dan, saya salut untuk itu.

Untuk desainer sampul yang selalu membuat novel-novel jadi lebih menarik perhatian, Jeffri Fernando, terimakasih.

Oke, sekarang kita bahas isinya.

Bagian prolognya cukup mengejutkan. Bikin saya bertanya-tanya, 'ini kenapa? Ini siapa?'.

Tapi setelahnya, cerita justru terkesan ngalor-ngidul. Vabyo menceritakan tentang Brama dan Alia, tentang pertanyaan-pertanyaan soal hidup, tentang pilihan, bahkan tentang nafsu (atau cinta?), dan masih banyak lagi. Semuanya dipadukan dengan gaya bergurau yang khas. Seringnya sih, saya dibuat termenung, lalu kemudian bilang 'iya ya?' atau 'eh, bener juga, ya'. Yup, kind of.

Nah, di novel ini, kita diajak untuk ikut berpikir bersama dengan jalan pikiran si tokoh. Namun di satu sisi, itu semua justru bikin kita semakin penasaran. Makin jauh, saya makin agak-agak ngerasa ganjil. Namun begitu mencapai akhir, saya pun mengerti; tiba-tiba saja semua hal yang ganjil tadi menjadi clear. Walaupun, kalimat terakhir itu tetap bikin saya bertanya-tanya bagaimana kelanjutannya nanti antara si x dan si y itu. (hehe, gamau spoiler)

Minus-nya, saya rasa, too much information yang sebenarnya lebih pantas dibaca oleh adult reader. Padahal novel ini tidak secara jelas mencantumkan label dewasa. Saya sendiri tidak begitu masalah dengan itu, tetapi saya rasa akan lebih baik bila ada label dewasa di cover belakangnya. Seenggaknya untuk menghindari pembaca yang belum dewasa untuk mengetahui hal-hal yang belum sepantasnya diketahui. (halah)

Ngomong-ngomong, saya cukup suka dengan gaya penulisan Vabyo yang berima itu. Unik. Dan menurut saya keunikan itu memang perlu dimiliki setiap penulis, keunikan yang bikin kita langsung tahu 'ohh ini pasti karyanya si anu," jika seandainya kita tak melihat judul dan nama penulisnya. Selain itu, saya rasa, ada pelajaran sendiri yang bisa diambil dari novel ini. Mengenai joker, mengenai topeng yang selama ini selalu dipakai semua orang, mengenai dua kepribadian dalam diri kita, mengenai pilihan untuk menjadi the true we are.

Good job, Vabyo. Kamu berhasil membuat cerita yang tidak se-klise apa yang ada di dalam benak, dan berhasil membuat pembaca berpikir ulang mengenai banyak hal.

Salut untuk pertanyaan-pertanyaan cerdasnya, dan salut untuk akhir ceritanya.

Empat bintang untuk semua hal yang out of the box dari Joker ini.
Profile Image for Iryanthi Faridah Saiful.
33 reviews
April 25, 2018
I think this is the best book of Vabyo so far. Selain itu, ini adalah karya pertama vabyo yg saya baca dan sy sangat terkesan. Menggunakan plot twist yg khas vabyo dan ending yg tak terduga! penggunaan bahasa yg frontal dan ‘tdk malu2’ (meskipun tentang dunia seks) menambah keunikan buku ini. 5 bintang dah!!
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
November 1, 2012
Saat awal membeli novel Joker ini, hanya penasaran siapakah Joker? Diakah Sang Badut yang misterius itu? Atau singkatan saja "Jomblo Keren". Atau apa??? Rasa penasaran itu membuat aku akhirnya memilih untuk membeli novel ini diantara buku-buku di rak new release =)

Setelah membaca novel ini, hanya ada satu kata "TERKEJUT" dengan endingnya ^^
Ya, penasaran dari awal membaca lembaran awal dan baru terjawab di halaman-halaman terakhir.
Kamu akan terbawa dalam imajinasi liar, cepat dan wow seorang Valiant Budi (Vabyo) di dunia Joker.

Novel Joker ini menceritakan tentang Brama dan Alia, tokoh yang berprofesi sebagai penyiar. Ya mereka entertainer, penghibur para pendengar dengan siaran2 mereka. Tokoh yang bagaikan bumi dan langit. Brama yang misterius, yang memendam perasaan kepada sesosok wanita sempurna menurut dia dan semua orang "MAURI" dan Alia yang hidupnya bebas sebebasnya, yang bergonta-ganti pasangan bagaikan membalikkan telapak tangan, berpindah dari satu pria ke pria lain. Hanya nafsu yang dia andalkan. Sungguh perpaduan yang aneh, hingga mereka bisa "BERSAHABAT".

Saat membaca prolog, akan dibuka oleh peristiwa tragis, "kecelakaan" di sebuah jalan tol karena terlalu merayakan kebahagiaan pulang ke kampung halaman, hingga dipikiranku pertama kali wah novel ini berakhir "sadending" atau tragis, ternyata "diluar dugaan", kamu seakan-akan memasuki dunia Brama dan Alia. Tiap halaman seakan-akan membuat penasaran, tidak akan berhenti, karena ada sesuatu. Ya "sesuatu hal yang tersembunyi". Joker itu sendiri ^^

Dari halaman ke halaman mungkin kamu akan menemukan banyak keanehan atau keganjilan, apalagi jika kmu sangat detail membacanya, tapi itu akan membuat penasaran ^^ Seperti aku tepatnya.
Joker, novelnya sederhana namun "tidak sesederhana yang kamu bayangkan". Tidak terkesan menggurui, namun banyak hal yang bisa kamu ambil dibalik tokoh seorang JOKER.

Novel ini potret kehidupan masa sekarang, ya banyak mungkin di sekeliling kita atau bahkan kamu JOKER itu sendiri^^

Gak semua yang tampak seperti yang terlihat
Gak semua yang bunyi seperti yang terdengar

Ya kata-kata itu tepat sekali mengena...Joker, siapakah kamu???
Profile Image for Stebby Julionatan.
Author 16 books55 followers
February 1, 2013
biarin! biarin deh meski gw (eh, aku!) termasuk orang yang telat membaca novel ini (sebab di bukunya tertulis cetakan pertamanya tahun 2007), dan aku baru mendapatkannya kemarin (sudah cetakan ketiga pula, padahal biasanya aku adalah pengepul dan pemburu buku-buku dengan cetakan pertama), tapi aku nggak peduli. bagus is bagus. it can't be replaced.

well, sebenarnya heran juga sih, kok bisa ya kali ini, di tengah beragam aktivitas dan kesibukan (termasuk penyesuaikan kerja) yang menggempurku, aku bisa menamatkan buku ini hanya dalam beberapa jam saja. it was amazing. :)

saya berani jamin, ini bacaan yang menohok.

saya pun berani kasih bintang lima (lagi) pada karya Valiant yang satu ini.

baca saja, kalimat pembukaannya saja sudah sedemikian menohok:

"Ya, Kota Bandung mandi besar. Semalam mimpi basah hebat."

sedikit mengingatkan akan karya saya sendiri yang juga nyerempet-nyerempet pada suatu keadaan yang dinamakan "mimpi basah" (euh, panjang amat sih lu, Bonx, mo njelasin tentang mimpi basah aja) :)

well, belum lagi diksi2 dan idiom2 lainnya di sepanjang isi cerita. mmmm... bener-bener bikin terkesima dan geleng-geleng kepala. perpaduan antara cerdas, lucu dan unpredictable. nggak pernah saya bayangkan sebelummnya bahwa kata-kata itu bisa menjadi idiom sebegitu cerdasnya.

mmmm... belum lagi filosofinya kena banget.

baca buku ini tuh kayak baca buku Misteri Soliter-nya Gaardner. terutama yang paling aku suka ketika membahas perbedaan nafsu dan cinta, serta perdebatan si Brama dan produsernya Anto soal kokologi dan jati diri.

sekali lagi, ini buku yang recommended abis. dan pastinya sukses buat pengarangnya. (^..^)b\

NB: oia, tapi menurutku satu kelemhan buku ini. puisi-puisinya Brama jelek. cuma bermain-main di rima. tapi karena di akhir emang disebutkan bahwa Brama adalah "sastrawan gagal", maka aku pun memakluminya. :)
Profile Image for Siska Barendha.
47 reviews2 followers
September 8, 2013
Hm.. gue harus bilang apa?

"Bang Vabyo, gue nyesel baca endingnya!! Aaa, kenapa harus seperti itu?"

*tarik napas.

Oke, novel ini sama sekali bukan cerita tentang musuh Batman. Secara keseluruhan gue suka nggak suka sama jalan cerita novel ini. Ada hal2 yang nggak sesuai nalar dan terlalu kontroversial, menurut gue. Misalnya, tentang pergaulan modern para tokohnya yang menjurus ke arah seks bebas. Nggak vulgar, sih. Tapi banyak istilah2 yang cuma dimengerti orang dewasa. Bahkan kakak gue cukup syok waktu gue nanya "eh, orgy apaan sih?" Yang berarti, istilah dalam novel ini cukup berbahaya untuk dipahami para remaja.

Ada hal2 yang sedikit terlupakan juga seperti bagaimana akhir hubungan Mauri dengan Roman? Bukannya mereka berpacaran, kok di pertengahan menuju cerita kayak orang nggak kenal satu sama lain? Terus mahluk "seram" bertangan panjang2 dengan kepala kayak kebakar-bakar itu sebenarnya apa? Buat apa juga dimunculin? ._.

Bagaimana awal kemunculan Alia dalam hidup Brama pun tidak dijelaskan di sini. Beberapa adegan pun ada yang "melanggar" batas logika, seperti adegan Alia dan Brama ngobrol "berempat" dengan Roman dan Mauri (kalian akan tahu maksud gue, kalo kalian udah baca novelnya sampai habis). Dan ini yang gue maksud, nggak sesuai nalar gue.

Di luar jalan ceritanya yang agak2 nyeleneh, gue sangat kagum dengan gaya penceritaan Bang Vabyo yang mengalir dan bikin penasaran. Kita diajak untuk menyusun kepingan2 puzzle menjadi sebuah gambar yang utuh. Gambar yang tidak kita duga2.

"Gak semua yang tampak seperti yang terlihat. Gak semua yang bunyi seperti yang terdengar."

Hati-hati sama novel ini.
Profile Image for Fatina Putri M..
8 reviews2 followers
February 4, 2013
Kata temen gw buku ini bagus banget, gw sendiri penasaran dari cover dan judulnyayang sedikit bikin merinding jadi akhirnya gw beli.

Ceritanya sendiri sih menarik, ada dua sudut pandang yang dipake dalam buku ini. Setiap chapternya maju, ada peristiwa-peristiwa yang ter-link (apa bahasa-Indonesia-yang-baik-dan-bener-nya? terhubung?) dan bikin gw semakin ngerti dan penasaran apa yang bakal terjadi di akhir buku ini. Keterhubungan antara awal cerita dan akhir cerita juga bikin shock, ga nyangka aja kalo ternyata hal seperti itu lah yang selama ini terjadi di dalam buku. Tapi jujur aja gw ga seneng sama latar ceritanya; tentang pergaulan di kota, kata-kata dan ungkapan-ungkapan yang perlu di-sensor, dsb. Di akhir cerita, yang gw rasakan hanya rasa kosong dan mual. Ga dapet inti ceritanya sampe di akhir. Well, intinya sih mungkin dapet, tapi ga ngerti untuk apa. Yang jelas sih, gw tidak bisa merasa senang setelah membaca buku ini.

Mungkin tergantung orang yang membacanya, buku ini bisa jadi sesuatu yang sangat menarik but not for me . Mungkin temen gw yang nyaranin itu emang seneng baca yang beginian. Mungkin, dia seorang Joker...
Profile Image for Dion Sagirang.
Author 5 books56 followers
June 23, 2013
Tertarik dengan buku ini karena seruan sahabat virtual yang menyebutkan, "Kamu harus membaca karyanya!" dan telah saya tunaikan.

Saya mengatakan ajaib untuk diri saya karena telah menyelesaikan novel ini dalam hitungan jam--karena biasanya sampai minggu atau bahkan bulanan.

Dunia broadcast adalah dunia yang pernah saya cecapi. Melihat karakter tokoh utama serupa dengan teman saya sesama penyiar kala itu. Sama persis. Semuanya. Berbeda dengan saya yang selalu apa adanya dan selalu 'profesional'--bila ada fans yang maen ke studio, saya memilih sembunyi di ruang khusus. Dan seperti itulah dunia broadcast. Harus selalu tampil sempurna di hadapan pendengar.

Kembali ke buku. Di mata saya, buku ini biasa. Tapi ada daya tarik untuk terus membuka halaman-halaman berikutnya. Penasaran dengan yang disebutkan oleh para reviewer GR yang menyebutkan ending yang 'waww', malah saya bisa menebak seperti apa akhirnya.
Unik dan keren. Tapi di mata saya ada sedikit pelanggaran dalam membuat deskripsi imaji tokoh Alia. Tetapi setelah dipikir, mungkin di situlah cara penulis meyakinkan pembaca agar bisa merasakan ending yang tidak terduga

Entah kenapa saya tidak merasa demikian.
Profile Image for Tria Nita Situmorang.
43 reviews7 followers
May 2, 2015
Sebelum sampai pada ending di buku ini, saya selalu merasa kedua tokoh utamanya: Brama dan Alia, aneh. Karena itulah, saya tertarik untuk menghabiskan buku ini.

Perempuan yang biasanya dikenal tidak bersuara dalam membicarakan seks, tidak ada dalam sosok Alia. Alia sangat liar, sebagian besar pembicaraannya hanya seputar selangkangan. Alia sangat santai dan dikuasai oleh fantasi. Perempuan yang patut dipertanyakan. Sementara, Brama, lelaki realistis yang dicap aneh, justru terkesan terlalu serius dan selalu mempertanyakan segala sesuatu sampai ke hal-hal detail. Kedua sosok yang bertolak belakang ini ternyata bersahabat, entah sejak kapan.

Pilihan kata dalam buku ini bisa dibilang lumayan vulgar, yang tentunya malah membuat buku ini terkesan jujur. Banyak kata-kata yang sebenarnya santai, tapi bisa mengajak pembacanya untuk berpikir.

Pada awal membaca buku ini, saya agak pusing karena banyak hal yang janggal. Namun, ketika sampai di akhir cerita, bibir saya langsung membentuk huruf 'O' selama beberapa detik.

Bagi saya pribadi, meskipun banyak dialog vulgar yang membuat saya tertawa, buku ini tergolong dark.
Profile Image for Elly Kurniawati.
65 reviews64 followers
March 12, 2013
Absurd, itu komen pertama setelah selesai baca buku ini. Sekali lagi ketika weekend tiba dan saya mulai mencari hal lucu, saya malah disodori buku ini sama teman serumah. Katanya lucu. Karena percaya dengan kebiasaan twit-twit bang Vabyo yang suka aneh tapi menghibur saya percaya buku ini bakal jadi something funny in the weekend. Waduh ternyata saya ketipu. Awalnya buku ini datar. Saya kira "cuma" cerita kehidupan biasa. Kehidupan anak muda mandiri dari keluarga menengah yang biasanya saya tidak simpati. Saya baru curiga di chapter-chapter terakhir. Ada yang nggak beres nih, begitu pikir saya. Ternyata memang benar. Cukup klimaks akhirnya. Sebuah fragmen hidup tentang cacat yang sempurna yang sampai sekarang saya masih mikir apa maksudnya. Mungkin karena cacatnya si tokoh protagonis, tapi saya gagal melihat dimana sempurnanya. Direkomendasikan buat yang suka novel slice of life yang agak mikir.
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
December 29, 2015
Bukan selera kali, ya. Tapi saya memang merasa penceritaannya lompat-lompat, transisinya kasar, dan alurnya nggak tahu mau dibawa ke mana. Saya juga risih dengan penggunaan kata berima yang berlebihan. Bukannya jadi meliuk cantik, malah terdengar datar. Karakternya pun absurd macam karton. Dan saya nggak ngerti maksud judulnya. Jadi siapa joker itu? Kartu? Siapa yang main kartu? Nggak ada. Sayang sekali, dari sekian banyak filosofi yang dituangkan di buku ini, justru makna judulnya yang tidak dijelaskan. Latar kota Bandungnya sebatas nama, bahkan menurut saya Bandung tidak seperti yang digambarkan di sini. Dan twist-nya yang ada di mepet-mepet akhir cerita belum bisa mengubah pandangan saya tentang buku ini sejak awal membacanya. Lagi pula cukup tertebak. Mungkin karena ini buku jadul, dan karya-karya penulis setelahnya pasti sudah lebih baik dari ini.
Profile Image for Almira Nuringtyas.
99 reviews3 followers
December 21, 2012
arrgggh :( jujur gue agak kecewa :(
Lebih suka Bintang Bunting dibanding ini. Sebenernya setipikal sih, sama sama penuh keganjilan di awal, semakin ke tengah masih juga belum nemu titik terang, baru menjelang akhir akhir banget terpecahkan, cuma gue ngerasa untuk Joker endingnya gak menjawab kepuasan atas keganjilan2 di dalam bukunya :(

bingung sama endingnya, yah mungkin juga sih guenya yang rada lemot&kurang bisa menangkap maksudnya, tapi tetep aja gue agak kecewa, sorry to say it.

yg bikin gue ngasih 3 bintang, dunia penyiar radio bener bener digambarin disini, bikin gue sedikit banyak tau suka duka di dalam penyiaran radio (gue adalah tipikal pendengar radio sejati loh^^ bahkan lebih sering dari nonton tv).

So, 3 bintang aja ya ;)
Profile Image for Edwina.
20 reviews12 followers
February 18, 2016
novel ini saya beli dengan niat iseng di sela menunggu waktu kuliah. Awalnya saya pikir jalan ceritanya sama dengan novel-novel lain, dan bahkan saya sudah merasa bisa menebak akhir ceritanya akan seperti apa.
Ternyata akhir cerita yang dengan sok-nya saya tebak, SALAH TOTAL. Dan ternyata endingnya sangat amat diluar perkiraan saya.
Bukan berlebihan jika saya mengakui novel ini sebagai novel terbaik yang pernah saya baca, karena saya sangat suka dengan novel-novel dengan ending yang sangat tidak terduga dan mengagetkan. Setelah membaca novel ini, saya selalu menunggu karya Valiant Budi Yogi yang lainnya setiap kali datang ke toko buku.
Profile Image for Apresia Shinta Monica.
22 reviews
May 3, 2013
Alurnya benar-benar menarik, membuat saya tidak bisa tidak melajutkan ke bab-bab berikutnya. Endingnya WOW, tak terduga, sebenarnya mau kemana akhir cerita ini dibawa. Saya jadi flashback ke halaman demi halaman, adegan demi adegan sebelumnya, dan tertarik untuk membaca ulang novel ini, kali ini dengan sudut pandang berbeda setelah mengetahui kenyataan sebenarnya.
Saya juga menyadari bahwa, banyak juga pelajaran yang bisa didapat bahkan dari karakter-karakter yang bisa dikatakan "tidak benar, liar". Miris, mengetahui satu lagi sisi lain kota besar dengan pergaulan bebasnya. Well, saya memang kurang suka novel yang cenderung vulgar, jadi saya hanya bisa kasih 3 bintang :)
Displaying 1 - 30 of 101 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.