Book Review – The Art of War by Sun Tzu
I finally read The Art of War by Sun Tzu—and honestly? It’s one of those books that makes you pause, reread, and rethink. Yes, it’s technically a military strategy book written over 2,000 years ago, but it’s still weirdly relevant. Whether you're leading a team, handling conflict, or even navigating personal struggles, there’s something in here for you.
What surprised me is how calm and philosophical it is. Sun Tzu isn’t about charging into battle. He talks about winning without fighting, about knowing yourself and the enemy, about timing, preparation, and the power of patience.
One of my favorite lines?
“If you know the enemy and know yourself, you need not fear the result of a hundred battles.”
It hits hard because it applies to life, not just war. Career, relationships, self-growth—you name it.
This isn’t a book you read once and forget. It’s one you revisit when life gets messy, when you feel stuck or need clarity. A short read, but packed with wisdom. It’s like having a calm, ancient mentor whispering in your ear: "Don’t rush. Think. Be still. Then move."
---------------------------------------------------
Review Buku – The Art of War oleh Sun Tzu
Akhirnya aku baca The Art of War karya Sun Tzu. Dan jujur… ini tipe buku yang bikin kamu berhenti sejenak, baca ulang, dan mikir lagi. Meskipun ini buku strategi militer yang ditulis ribuan tahun lalu, isinya masih sangat relevan sampai sekarang.
Bukan cuma buat perang, tapi buat hidup juga—buat kerja, buat mimpin tim, buat menghadapi konflik, bahkan buat urusan personal.
Yang bikin aku kaget, ternyata isi bukunya tuh kalem dan filosofis. Sun Tzu bukan tipe yang “ayo serang duluan!” Tapi justru ngajarin kita untuk menang tanpa bertarung, untuk mengenal diri sendiri dan lawan, ngerti timing, dan sabar dalam strategi.
Salah satu kutipan favoritku:
“Kenali musuhmu dan kenali dirimu sendiri, maka kamu tidak akan takut menghadapi seratus pertempuran.” Duhhh, itu bukan cuma soal perang—tapi juga soal hidup. Cocok banget diterapin buat karier, hubungan, dan pertumbuhan diri.
Ini bukan buku yang sekali baca langsung bisa dilupain. Ini buku yang bakal kamu buka lagi pas hidup mulai berantakan, atau pas kamu lagi butuh ketenangan dan arah. Pendek, tapi penuh isi. Rasanya kayak punya mentor bijak dari zaman kuno yang bisikin: “Tenang. Pikir dulu. Baru bergerak.”