Jump to ratings and reviews
Rate this book

Hold On, It Hurts: Sad Ending Version

Rate this book
"Anindia, gaun yang kamu pakai, bunga yang kamu genggam, dan lantai yang kamu pijak, adalah pernikahan impian Karinina. Kamu memang saya nikahi, di atas kertas dan di hadapan Tuhan. Namun, bagi saya, bahagia hanya berarti Karinina, bukan Anindia."

Bagi seorang wanita cerdas yang berprofesi sebagai dokter profesional, Anindia mengharapkan sebuah pernikahan yang akan berlangsung seumur hidup. Namun, ketika kenyataan mengatakan bahwa Laksamana Jeandra Galuhpati, sang mantan kekasih, akan menjadi suaminya, Anindia seharusnya sudah paham bahwa kehidupan tidak akan berjalan dengan baik-baik saja.

Bukan tanpa alasan Anindia berkata seperti itu, sebab bayang-bayang Karinina Emanoela adalah alasan di mana Jeandra meninggalkannya. Gadis manipulatif yang sialnya sudah menjadi kekasih Jeandra itu berupaya dengan keras untuk menyingkirkan Anindia dari kehidupan Jeandra.

Namun, apakah bisa Anindia bertahan sampai akhir dengan segala sifat buruk yang diberikan Jeandra untuknya? Atau, penyesalan adalah sebuah kenyataan yang harus Jeandra terima?

Paperback

Published April 1, 2024

Loading...
Loading...

About the author

Noveni Adelia

5 books3 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
31 (41%)
4 stars
18 (24%)
3 stars
14 (18%)
2 stars
10 (13%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 18 of 18 reviews
Profile Image for Autmn Reader.
922 reviews99 followers
July 21, 2024
Actual rating 2,5 🌟

Waktu pertama liat buku ini berseliweran di Ig, katanya buku ini sedih banget. Aku, alih-alih sedih malah kesel sih sepanjang buku, wkwwk. Karena menurutku Jean ini definisi dari ML yg brengsek dan Big S and T. Waktu baca dia di sini, logika dia itu nggak masuk aja di aku. Bener-bener definisi cowok plin plan yang nggak tahu maunya apa. Wkwkwk. Kek, dia nih gak mau nyakitin Anin tapi dia tuh terus nyakitin Anin dan dia SADAR dia nyakitin Anin. Jadi gimana?? Apa maumu itu lho Jeee, Jeee. Karin juga sangat tidak lovable untuk villain. Dia ini kagak born to be evil dan tiap dia ada aku gedeg sendiri. Terus ada Anin. Dia ini juga FL yg gk tahu mau di treatment kayak gimana. Kayak nanggung gitu lho. Mau badass, nggak badass. Mau baik tapi lebih ke Big T aja sih. Kek, aku tuh nggak ngerti, dia ini kok bisa-bisanya iya-iya aja sih. Kebucinannya udah bikin aku menghela napas berkali-kali saking naifnya dia ini.

Ceritanya juga loncat-lomcat kadang. Kek katanya udah dua hari tapi di situasi yang smaa ternyata belum 24 jam? Kan aku jadi bingung, ini yang bener tuh udah dua hari atau belum 24 jam??

Narasinya decent dan readable. Tipe penulis yang aku nggak akan nyesel buat koleksi sebetulnyaaa. Tapiii (maaf kalau ini terlalu menyerang salah satu pihak), menurutku Penulis harus punya editor yang lebih baik, sih. Karena banyak kata2 yang berputar-putar di situ-situ aja. Padahal bisa aja dihapus. Info dump yang nggak penting. Sebetulnya, narasi yang bertele-tele itu kadang bisa bikin lebih kerasa emosinya, tapi ini tuh terlalu repetitif. Apalagi kalau satu kalimat itu diulang berkali-kali dengan posisi yang beda-beda atau diksi yang diganti tapi maknanya sama.

Build up dan bonding karakternya juga kurang banget. Aku dapet chemistry Anin-Jean itu di buku sebelumnya, tapi pas ke sini blas ilang. Dan itu bikin aku bodo amat ama nasib Anin dan Jean. Menurutku pacing-nya berantakan. Di setengah awa itu lamaaaaaa banget taoi nggak terjadi apa-apa karena narasi yang berulang itu. Transisi Jean juga jadinya nggak smooth. Iya, aku tahu Jean masih punya rasa ke Anin, tapi turning point-nya kurang. Belum juga chemistry mereka kebangun, eh Jeannya udah brengsek lagi. Gimana mau simpati kalau kayak gitu. Di awal lama, eh pas bagian ending yang menurutku seru malah secepat kilat. Endingnya terlalu dipaksakan biar jadi buku sedih.

Ada lagi soal Hema. Asli wak, dia twist yang super duper out of nowhere. Satu-satunya petunjuk dia suka Karin itu cuman dia selalu datang tepat waktu. Tapi selain itu dia mara-mara mulu dan nggak ada petunjuk dia suka Karin.

Satu lagi, Aksara. Insta Love. Not my fav trope tapi kadang aku nggak masalah selama build up nya bagus. Naah, kalau di sini ya sekali lagi kureng. Kek setiba-tiba itu padahal awalnya dia kek kesel banget ama Anin, tapi pas tahu Anin ini adalah Anin yang itu, langsung jatuh cinta. Interaksi mereka juga seuprit.
This entire review has been hidden because of spoilers.
2 reviews
April 11, 2026
Tarik nafas yang panjang dulu sebelum baca review ini, ya. Sebelumnya apresiasi buat Noveni Adelia yang berhasil menyelesaikan novel ini. Sebelumnya maaf juga kalau review ini kurang berkenan. Kalau kamu gampang sakit hati jangan dibaca, deh. Biar review ini buat pembaca lain yang mau beli aja. Oh iya, apa yang di goodreads stay di goodreads.

Aku beli buku ini di tahun 2023 dan baru selesai di tahun 2026. Sempat DNF cukup lama, tapi aku paksain baca sampai selesai karena uang 100 ribu tuh nggak murah ya. Congrats ya, buku ini buku pertama yang bikin aku mau cepat-cepat selesai baca biar bisa ngasih rating di goodreads. Mau aku rating 0,2 tapi nggak ada jadi aku rating 1.

Saking banyaknya yang harus dibahas, aku sampai bingung mau mulai dari mana. Tapi akan aku sampaikan pelan dan dengan bahasa yang paling baik. Review ini akan lebih detail ke tengah-akhir buku karena bagian awal-tengah udah lama banget aku bacanya.

1. BUAT PENERBIT
TOLONG HIRE EDITOR YANG BENER WOY. Mau itu editor asli (bertugas mengedit naskah) ataupun editor yang tugasnya naskah hunter tok. Nggak semua AU yang rame harus jadi novel. Novel ini salah satunya. Alasannya nanti aku jelasin, tapi aku bahas hal yang lebih penting dulu. Editornya kerjanya gimana, sih? BANYAK BANGET kata-kata yang typo di sepanjang novel. Bahkan ada satu baris yang nggak ada spasinya sama sekali. HELLO?!!!!! Terus banyak kalimat dan bahasa yang muter-muter kenapa nggak disuruh benerin dulu, sih???? Argh pokoknya salah satu alasan novel ini ratingnya rendah karena editornya.

2. Mau pintar tapi kosong. Tolong riset.

Maaf banget ya, maaf banget. Ini impresi yang aku rasain sepanjang baca. Terlalu banyak info dump NGGAK PENTING. Terkesan mau ngasih tahu ilmu penulis tapi kebanyakan nggak nyambung dan nggak berguna banget.

Terus soal kedokteran... Huft... Tarik nafas panjang dulu. Aku tahu penulis pasti nggak berkecimpung di dunia medis, TAPI TOLONG RISET DULU. 😭 Sampai bingung mau bahas dari mana tapi intinya kelihatan profesinya tuh tempelan. Profesi cuma tempelan sebenarnya oke aja kalau porsinya pas, tapi ini nggak. Penulis sering mau menonjolkan soal dokter ini tapi nggak ada pengetahuan lebih lanjut.

Contoh: Anin spesialis penyakit dalam, tapi waktu luangnya banyak banget. Aneh bin ajaib. Setahuku di mana-mana sp. pd itu rameee banget pasiennya. Tapi si Anin ini operasi jarang, waktu kerja ga jelas, libur juga sering banget.

"Ya kan rumah sakitnya punya Jeandra."

NGGAK NGARUH WOY. Sumpah ya, penulis kira kepemilikan rumah sakit tuh kayak punya stand es teh pinggir jalan kali, ya? Menurutku Anin libur ya libur. Nggak gitu neng. Hadeuhh... Dikira kalau rumah sakit swasta nggak diawasin kemenkes, ya? Nggak pada protes tuh pasiennya?

Terus teraneh tiba-tiba dipecat dan gelar dokter hilang karena si Karin teriak-teriak. Ini satu rumah sakit ceritanya orang bloon semua? Nggak ada CCTV? Busetttt gampang banget nyopot gelar dokter orang. Nggak ada sidang kode etik, nggak ada penyelidikan, pokoknya tahu-tahu dipecat dan dicabut aja gelarnya. Perkara Jean yang punya rumah sakit? NGAKAK BANGET. Itu IDI ngamuk kali kalau baca cerita ini.

Aduh masih banyak hal-hal lain yang kelihatan kurang riset dan tempelan doang, sampai bingung nulisnya. Hal lain lagi, deh. Soal si Jean ini punya rumah sakit dan perusahaan. Huek ga jelas. Nggak harus jadi seberkuasa itu kok buat jadi tokoh yang dihormati. Kalau emang punya dua bisnis gitu pasti sibuk banget, nggak bakal tuh ada waktu mikirin Karin atau Anin.

2. Alur
Ini juga banyak banget yang harus dibahas. Si penulis ini kayaknya punya premis "Istri yang tidak dicintai suami karena suaminya punya pacar yang jahat dan manipulatif, tapi sebenarnya suaminya ini cinta dan punya alasan rahasia kenapa pura-pura tidak mencintainya." Terus ya udah seluruh cerita berjalan demi memenuhi premis ini tanpa dibangun lebih lanjut.

Nggak jelas sumpah. Semua kerasa kontradiktif. Terus alur yang jungkir balik dan rahasia yang tersimpan rapat itu tiba-tiba terbongkar karena bapaknya Jean mau ngobrol sama Anin? Aneh.

Apa ya... Hmm... Semuanya terlalu cepat dan terlalu tiba-tiba. Nggak dipikir mateng, pokoknya cuma pengin si Anin tuh jadi yang tersiksa aja. Sepanjang buku kayak menyimpan rahasia si Jean, mau bikin pembaca bertanya-tanya tapi ZONK. Malah muter-muter doang. Ini bikin karakter tokohnya makin nggak jelas. Detailnya aku bahas di poin 3.

3. Penokohan
Buat penulis, kamu ngerasa di dunia ini cuma ada orang baik dan jahat doang ya? Aku tahu penulis berusaha bikin semua orang di sini tuh punya alasannya masing-masing, tapi ZONK. Kenapa? Karena sekali lagi kontradiktif. Bukan cuma karakternya, tapi dari kata-katanya juga.

Kita bahas dari karakter Karin dulu. Karin nih dari awal digambarin culas dan manipulatif. Tapi di akhir pas udah ketahuan, ada kalimat-kalimat yang "ngebelain" Karin karena dia kehilangan orang tua di usia muda. Termasuk bikin itu jadi simpati dan rasa bersalah buat Anin. Ga jelas. Si Karin juga digambarin obses sama Jean segitunya, tapi ternyata malah tidur sama Hema. Pokoknya nggak kuat juga motivasi kenapa si Karin secinta dan seobses itu ke Jean. Malah lebih make sense kalau dari awal Karin tahu soal kecelakaan Ibun dan obses karena ngerasa Jean harus bertanggung jawab sama dia.

Anin. Female Lead paling bloon yang pernah aku baca. Mau dibawa ke mana si Anin ini? Dia tuh menye-menye, tapi di beberapa adegan sok badass. Nggak masuk dong kalau gitu. Dikit-dikit kecewa sama Jean, tapi dikit-dikit cinta banget. Saking bloonnya mau aja disuruh ngerawat Karin. Itu namanya bloon bin tolol. Dan ga jelas juga penulis ngasih adegan inj dengan segala alasannya. Kan si Jean punya rumah sakit, di akhir juga bisa tuh panggil orang rumah sakit buat dateng. Kayak... Kejadian-kejadian nggak masuk akal dipaksa jadi masuk akal cuma biar si Anin ini makin menderita.

Jean. Si Gary Stue yang kayaknya harus ke Psikolog. Biasanya man written by woman kan oke, tapi ini nggak. Nggak tahu penulis tuh lihat karakter siapa buat bikin Jean ini. Omongan sama kelakuan berlawanan semua. Dibikin plin-plan, dibikin labil, nggak jelas karakternya gimana. Dibikin sempurna karena kaya raya (yang nggak kerasa juga kaya rayanya), punya rumah sakit, terus cinta mati sama Anin. Tapi hal-hal baik yang ditulis di akhir tuh nggak sesuai sama kelakuan dia meski berusaha didukung sama ungkapan hatinya.

Hema. Apasih? Tokoh yang nggak penting tapi dimunculin terus. Sahabat Jean tapi lebih kayak babu, disuruh ngurusin Karin mulu. Riset dunia model juga, deh. Nanti pasti tahu nggak mungkin ada tokoh kayak Hema ke Karin di dunia nyata. Terus plot twist dia yang ngehamilin Karin itu NGGAK BANGET. Maksa banget sih biar Jean bersih dan ternyata cowok baik dengan ngasih tahu kalau ternyata Jean nggak pernah nidurin Karin.

Aksara. Ini lagi. Second lead male yang sangat nggak penting. Dia nih bikin penulis makin kelihatan nggak paham dunia kedokteran. Mana ada dokter seikut campur itu sama urusan pasien. Mana ada dokter sesinis itu sama keluarga pasien yang ternyata pemilik rumah sakit? Terus baru seminggu ngobrol sama Anin udah jatuh cinta dan menginginkan dia? Haha kocak. Si Aksara juga nggak jelas banget posisinya di buku ini selain bikin Jean cemburu.

Ibun. Ayolah, masa tokoh minor gini juga bikin kesel? Emangnya kecelakaan amnesia retograd bikin orang jadi bodoh, manja, sok bijak, dan lebay ya? Sakit nggak gitu juga kali. Masa orang seaneh ini bisa punya rumah sakit? Please dong ditulis lebih baik.

Papa Anin. Udahlah semua emang bikin kesel karena tokoh-tokoh ini dibikin cuma buat enabler premis awal. Nggak ada karakternya masing-masing. Pada akhirnya kelakuan mereka diklarifikasi sendiri buat pembenaran. Kayak... Anin sama papanya utang berapa M kok nerima perjodohan? Nggak ada kan, terus kenapa di akhir kayak terpaksa banget? Nolak aja nolak.

4. Penulisan
Udah ada yang aku singgung di depan, tapi aku bahas lagi ya. Intinya muter-muter. Banyak kalimat yang nggak masuk sama kalimat sebelumnya. Banyak juga penggunaan kata yang nggak pas.

Contoh: Penggunaan kata ia di obrolan yang sering banget dipakai. Coba angkat tangan siapa yang kalau ngomong pakai ia? Aku sih di dunia nyata juarang denger orang pakai ia. Kayak sok bijak gitu deh. Kalau di narasi masih oke banget.

Terus penggunaan bahasa Inggris. Haduhh mau meledak baca bahas Inggris di novel ini. Biar apa, sih? Biar kelihatan tokoh-tokohnya intelek? Kaya? Jaksel? Biar apa? Masa dari 3 paragraf yang 1 SELALU bahasa Inggris.

Dan bahasa Inggris ini tuh dipakai di SEMUA TOKOH. SEMUA. Kecuali kalau buat treatment 1 tokoh yang lama tinggal di luar negeri gitu masuk akal, lah ini? Bahkan Anin langsung ngomong bahasa Inggris ke ibu-ibu yang mau ngelahirin di cafe. KOCAK. Terus bisa pas banget ibu-ibunya bisa jawab pakai bahasa Inggris 😭 Sekalian aja kali klarifikasi si ibu nih bule biar masuk akal. Inilah makanya kubilang semua karakternya nggak jelas, karena dari cara ngomong aja semua sama.

Udahlah, anggap memang semua intelek, masalahnya bahasa Inggrisnya ngawur 😭 Gimana, ya? Ada yang emang grammarnya salah, ada yang benar tapi berasa... Canggung. Orang yang kalau ngomong diselipin bahasa Inggris nggak mungkin ngomong kayak gitu. Buat yang fluent apalagi. Kayaknya penulis emang nggak fluent banget bahasa Inggrisnya atau di kehidupan sehari-hari nggak terbiasa pakai bahasa Inggris. Kerasa canggung dan diterjemahin aja ke bahasa Inggris padahal nggak masalah pakai bahasa Indonesia.

Terus banyak kalimat yang bisa jadi dua kalimat tapi dipaksa digabung. Jatuhnya malah ada beberapa kalimat yang saking panjangnya kalau dibaca betul NGGAK NYAMBUNG.

Habis itu penggambaran waktu jelek banget. Nggak jelas itu apa sejam, dua jam, dua hari, atau berapa lama? Kayak tiba-tiba udah ini, tapi ternyata masih ini. Lompat-lompat. Terus kayak ada yang kurang di bagian Anin masuk rumah sakit. Aku udah baca 3 kali, tapi nggak ada kalimat yang jelasin Anin hamil kembar terus keguguran satu. Tapi ada kalimat Jean bilang Anin yang paling sakit dan di akhir-akhir sering disinggung seolah-olah Anin hamil kembar dan meninggal satu. Tapi aku baca ulang nggak ada yang menjelaskan itu. Aku tahu karena baca AU-nya. Tapi buat yang nggak baca? Bingung lah.

POV Jean dan Anin yang NGGAK PENTING. Aneh banget tiba-tiba POV Jean atau Anin mana cuma selembar dua lembar. Terus esensi POV mereka nggak ada selain cuma mau ngasih tahu perasaan masing-masing. Padahal itu juga masih bisa dengan POV orang ketiga. Mana POV dua orang itu penggunaan bahasanya sama. Hadeuuuh.

Udahlah, terlalu banyak yang harus dibahas. Intinya ini akan jadi yang pertama dan terakhir kali aku baca karya penulis. KAPOK. Sangat tidak worth it untuk buku 100 ribu. Bikin sakit mata dan gedek.

Semoga di karya-karya selanjutnya penulis lebih berkembang dan bisa menjadikan review ini pembelajaran. Maaf sekali lagi kalau terlalu frontal.

Semangat.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Yuki.
41 reviews
January 18, 2026
IZIIINNN ga sesedih itu buat gue pas dia meninggal, apa karena akhirnya nya aja ya? cowo nya brengseknya kurang ajar banget anjg, apalagi selingkuhan nya, gua kek nya jdi odgj karena di fitnah doang ampe gelar dokter yang gua susah" dapetin dicabut gitu aja, kurang ajar bangke. Bagus bagus fl nya mati, thanks🙏🏻.
Profile Image for ariesinmaret.
46 reviews4 followers
October 22, 2024
Sesuai judul, novel ini sangat menyakitkan sampai akhir. Karakter Anin kuat sekali sekaligus agak bodoh soal Jeandra. Caranya menyikapi Jean sampai akhir membuatku sulit berkata-kata.
Untuk Jean, akhir kamu emang tragis, tetapi mungkin itu karena karma. Kenapa gak terbuka sama Anin? Demi melindungi Ibun? Bukankah saling jujur itu wajib?
Karin, akhir kamu aku gak puas. Aku pikir akan ada karma untuknya paling tidak sama apa yang dialami Anin, tapi gak ada.
Profile Image for Yolanda Dipoyono.
104 reviews
August 15, 2024
Sudah lama saya ingin sekali review buku ini. Awal melihat buku ini di gramedia rasanya gak sabar ingin baca. Covernya juga cantik sekali. Sewaktu membaca blurb-nya, tambah penasaran, karena kayaknya ini tipe cerita yang bikin hati ngilu. Dan setelah membacanya, sorry to say, ini adalah buku yang paling mengecewakan yang pernah saya baca seumur hidup saya. Tapi ini adalah opini pribadi saya sendiri yang mungkin sok tau.

Pertama, saya tidak suka dengan penokohannya. Terutama karakter Jeandra. Disini digambarkan Jeandra adalah anak orang kaya raya, tapi menurut saya,penggambarannya di sini sama sekali tidak terlihat seperti orang kaya. (Bisa aja orang kaya yang low profile). No...no...no... no.... Tokohnya sama sekali tidak menggambarkan orang kaya lama, atau orang kaya baru, atau orang kaya sombong, atau orang kaya low profile!

Kedua, saya sama sekali tidak ada simpati dengan tokoh Anin di sini. Biasanya saya adalah orang yang paling sensitif saat baca buku-buku sedih. Tapi ini nggak. Pas baca buku ini, saya sebagai perempuan kok malu ya! I don't know mungkin ada perempuan-perempuan lain diluar sana yang mengalami hal serupa, tapi cerita ini agak ga masuk d akal sih. Anin sendiri disini karakternya pun gak jelas. Apakah dia wanita yang kuat? Atau lemah? Atau mungkin, maaf-maaf, agak kurang pinter?

Ketiga, ceritanya agak ngeselin sekaligus boring, sekaligus bikin capek, sekaligus bikin mengerutkan dahi.

Kembali lagi semua tergantung selera. Hanya saja bagi saya ini bukan tipe buku saya. Semoga di novel Noveni Adelia selanjutnya saya lebih suka... :)
Profile Image for Mag.
7 reviews
September 27, 2025
Hold On, It Hurts bener-bener sesuai judulnya—painful, heartbreaking, but also unforgettable. 💔 Cerita tentang Anin yang terjebak di pernikahan dengan Jeandra, orang dari masa lalunya, bikin aku ikut hanyut sama konflik batin mereka. The back-and-forth between past and present makes the story even more emotional, kayak kita diajak ngerasain luka yang nggak pernah benar-benar sembuh t_____t. Jeandra’s coldness, Karinina’s presence, and Anin’s quiet strength all blend into a love story that’s messy, complicated, but very real. And that ending… it crushed me. Sometimes love means letting go, even when it hurts the most.
Profile Image for malika.
1 review
September 18, 2025
Aku menyukai buku ini dengan narasi, latar belakang masalah, dan rasa "nyelekit" dari setiap dialognya. Sayangnya, akhir dari cerita ini kurang berkesan karena cuma sekadar Anin yang meninggal aja??? Nggak ada after feeling yang dirasakan sama Jean dan justru itu yang aku tunggu-tunggu untuk endingnya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
4 reviews
May 15, 2025
Ending nya kurang banget, sorry banget. Tapi menurut saya cara meninggal nya Anin tuh menyedihkan, tapi, terlalu dramatis...
This entire review has been hidden because of spoilers.
1 review
June 5, 2025
god, jauhin hidup gw dari orang kaya karinina. ini cerita terlalu tele-tele.
2 reviews
July 2, 2025
untuk sosok anin kayak lemahhh bngttt sebagai perempuan, karin endingnya sungguh tidak memuaskannn😭
Profile Image for nielle.
7 reviews
April 4, 2026
sakit sih semuanya, Anindia u deserves a whole world
Profile Image for Ayne Hee.
11 reviews
April 19, 2025
🙏🏻 MAAFFFF kalo langsung emosi 🙏🏻

kesel banget sama Karinina yang terlalu ketergantungan sama pacar, kemana-mana harus dianterin, gak bisa sendiri, makan pun disiapin disediain, gampang ngomel dan agak egois, bener-bener mesti di layanin ini itu HEH KAMU PIKIR KAMU PRINCESS KERAJAAN KAH HAH???!

aduh pokoknya tingkah Karinina sukses bikin aku kesel sih sama dia, bagus penggambaran karakternya kayak nyata sanggup bikin pembaca emosi, deg-degan sampe aduh bingung ekspresiin gimana saking gregetan KESEL 😭 lembar perlembar aku baca, setiap Karinina bertingkah beneran bikin naik pitam! ya Tuhan kok ada ya perempuan semanipulatif dan pick me kayak dia sih? BENCI BANGET

tapi tetep Jeandra yang paling brengsek, gue gak peduli ya Jeandra walaupun maksud lo baik nolongin Karinina demi ngelindungin Ibun, tapi cara lo salah. kalo masih cinta sama Anindia kenapa harus putusin dia tanpa penjelasan? lo pikir gak bikin stress kah kalo diputusin tanpa alesan gitu hah????? EMANG BRENGSEKKK KESEL BANGET SUMPAHLAH. terus kalo lo emang mau ngurusin hidup Karinina aja kenapa harus lo pacarin juga hah? HEH JEANDRA, KALO LO TEMEN GUE, PASTI LO UDAH GUE PUKULIN. terus kalo niat lo baik mau jagain Karinina ok thats fine tapi ya gak seharusnya lo nyakitin Anindia? otak lo dimana sih? Anindia gak salah apa-apa sialan benci banget gue sama lo Jeandra, enteng banget bilang dengan terpaksa harus ninggalin Anindia dan putus? heh Jeandra, lo tetep pacaran sama Anindia dan ngebiayain hidup Karinina bisa kan? kalo selanjutnya Karinina naksir lo yaudah itu urusan Karinina!!! Karinina jatuh cinta sama lo tuh bukan tanggung jawab lo buat bales perasaan dia AARRGHHH KESEL BANGET lo tuh nyakitin Anindia yang gak bersalah wahai Jeandra brengsek 😠 maaf emosi bgt

but dibalik brengseknya Jeandra, ada yang lebih brengsek yaitu ayahnya yang selingkuh, penyebab semua masalah terjadi TAPI kata akusih kalo Jeandra bisa tegas semuanya gak akan terjadi, Jeandra juga suka bohongin Karinina ah elah asli ya dimataku Jeandra ini COWOK BRENGSEK YANG GAK PUNYA PENDIRIAN GAK BISA TEGAS

🙏🏻🙏🏻 udah gaiss emosinya segitu aja 🙏🏻🙏🏻



sebetulnya aku ngerasa agak bosen pas baca, kebanyakan narasi dan aku capek bacanya(?) jadi berlembar-lembar aku bacanya cuma di scanning aja, karena kayak lama bgt? pas di lembar-lembar terakhir mulai ada penjelasan dari kenapa Jenadra bisa kayak gitu, nah baru deh berhasil bikin aku mood lagi bacanya

terus ya kan sebenernya yang jadi prioritas utamanya tuh Ibun, tapi aku ngerasa sosoknya ilang di tengah cerita? kayak gak banyak muncul, sampe kupikir Ibun meninggal tapi di bangian akhir ternyata muncul lagi

aku paling ngerasa sakit hati sih pas Anindia lagi hamil dan harus periksa Karinina yang sakit tapi sakitnya karena hamil, bayangin deh sesensitif apa perasaan ibu hamil, eh harus periksa pacar suaminya yang hamil sama suaminya? STRESS UDAH CUKUP STRESS BANGET BACANYA. terus lebih plot twist lagi Karinina hamil anak Hema which is Hema sahabat Jeandra ah elah kalian semua tuh kenapa sih nyakitin satu sama lain 😭🔫

terus yaa sebenernya untuk beberapa konflik tanpa sadar aku udah bisa tebak bakal terjadi a b c d termasuk endingnya udah ketebak Anindia bakal meninggal walaupun gak tau dengan cara apa, but overall ini novel lumayan seru kok dan of course melatih kesabaran ☺️🔫
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 18 of 18 reviews