Jump to ratings and reviews
Rate this book

Three Days to Remember

Rate this book
Phillip tak pernah menyangka bahwa Indira, wanita yang pernah ia cintai—sekaligus membuat hatinya hancur—muncul kembali. Padahal ia bersumpah tak akan pernah memikirkan atau menemuinya lagi.

Indira memohon pada Phillip agar mau bersamanya ke Pulau Beta—tempat yang dulu menyatukan mereka. Ini merupakan permintaan terakhir Indira karena gadis itu akan segera meninggalkan Indonesia dan tak akan kembali. Tak tega menolak, Phillip mengikuti permintaan Indira.

Namun, tiga hari kebersamaan itu menguras pahit-manis kenangan yang pernah terjalin di antara mereka.

Membuka rahasia.

Mencipta cerita berbeda tentang arti cinta.

240 pages, Mass Market Paperback

First published March 27, 2014

3 people are currently reading
52 people want to read

About the author

Christina Juzwar

25 books41 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
11 (16%)
4 stars
10 (15%)
3 stars
21 (32%)
2 stars
16 (24%)
1 star
7 (10%)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews
23 reviews1 follower
May 2, 2018
Ga suka sama ceritanya, terlalu bertele-tele dan membosankan. Berputar di alur itu2 aja dan ga beranjak utk ke puncaknya. Cerita yang over klise seperti sinetron.

Sorry to say..
Profile Image for Nurina Widiani.
Author 2 books15 followers
August 21, 2016
Novel ini diceritakan menggunakan sudut pandang orang ketiga, dengan porsi fokusnya lumayan berimbang antara Indira dan Phillip. Dengan mudah saya bisa memahami perasaan-perasaan kedua tokohnya. Alur kisahnya yang maju-mundur, ditulis dengan apik dan rapi. Nggak bikin bingung karena satu kejadian di masa kini menyeret ingatan akan masa lalu. Menggali kenangan lama dan memunculkannya ke permukaan. Saya suka bagaimana Christina membuat benang merah untuk masa kini dan masa lalu sehingga bisa terhubung dan muncul dalam cerita. Meski ada juga yang terasa dipaksakan.

Konflik utamanya adalah dua insan yang masih memendam perasaan yang sama, dan salah satu pihak berusaha memperbaikinya. Tapi saya merasakan inkonsistensi juga dalam penokohan karakternya. Semacam rada labil.
Tadinya saya pikir Phillip digambarkan sebagai pria dewasa. Banyak sifat baiknya yang sengaja ditampilkan. Keluarganya yang harmonis. Sifatnya yang penuh perhatian dan penyayang. Kesukaannya pada anak-anak (yang terasa nggak alamiah di mata saya), semua sifat baik itu entah kenapa rasanya palsu dan kurang meyakinkan. Seperti terlalu dibuat-buat. Justru sifat yang terlihat Phillip banget adalah saat dia cemburu buta, asal tuduh, nggak mau dengar penjelasan dan nggak cukup percaya pada Indira. Asli... sifat yang itu bulat banget dalam sosok Phillip.
Sama halnya juga dengan karakter Indira. Di mata saya yang terlihat adalah Indira yang sok bahagia, sok asyik. Sifatnya yang terlalu ceria dan nggak mau membagi kesedihan itu rasanya nggak manusiawi. Bikin gondok. Makanya saya suka ketika di Pulau Beta dia berani keluarin semua unek-uneknya. Semua kesedihannya. Semua kemarahannya.
Itu wujud yang sebenarnya dari usahanya untuk meraih hati Phillip kembali. Dan di adegan itulah baru saya melihat manusiawinya Indira.

Three Days To Remember bertutur dengan mengutamakan dialog. Sayangnya dialog antar tokohnya kurang cair dan aneh. Saya nggak bisa membayangkan cowok asli mengucapkan kalimat-kalimat yang diucapkan Phillip.... kecuali di sinetron. Huhuuu. Mungkin hanya ada satu dari sepuluh pria yang bakal ngomong seperti itu. Contohnya saja... Mas Rangga dalam AADC. *doeeeng*

Bagi saya, novel ini masih terasa berputar-putar dan bertele-tele. Konfliknya hanya simple sebenarnya tapi seperti ditunda-tunda untuk diselesaikan. Dan sebenarnya, apa yang dialami oleh Indira juga sudah saya tebak sih sejak mereka mau berangkat ke Pulau Beta. Thanks to Olaf yang sudah kasih clue.
Dan penyelesaiannya umm... lumayan bergantung pada miracle ya. Saya sih sudah pasrah mau sad ending ya nggak apa-apa. Toh mereka udah menyelesaikan apa yang terjadi dua tahun lalu. Atau mungkin karena saya nggak merasa terkoneksi dengan si tokoh makanya nggak bahagia juga nggak apa-apa? #plak
Tapi yaaah endingnya lumayan manis kok. Melegakan lah.
Profile Image for Caca Venthine.
372 reviews10 followers
May 14, 2014
Buku ke 2 ci Tina yang gue baca. Maaf aja kalo memang gue gk suka sama ceritanya, karena terkesan seperti sinetron ._.

Phillip dan Indira bertemu di Pulau Beta dan menjadikan mereka sepasang kekasih, hanya saja mama Indi tidak menyetujui hubungan itu karena Phillip berasal dari keluarga sederhana, bukan yang kaya raya seperti Indi. Akhirnya mereka berpisah..

Selang 2 tahun, Indi menemui Phillip lagii dan mengajak dia ke Pulau Beta lagi selama 3 hari. Ya disana mereka jadi nostalgia begitulah. Karena memang masing2 saling mencintai kan, sampai akhirnya Phillip gk sanggu lepasin Indi. Tapi yang gk disangka Indi gk mau balikan lagi sama Phillip. Yapp, ternyata Indi kena tumor otak. Jadi ya gitulah, dia gk mau bikin Phillip sedih karena dia ngerasa suatu saat dia bakal mati.

Walau ceritanya begitu tapi sama sekali gk bikin sedih kok. Malah setelah operasi Indi baik2 aja dan mereka nikah.

Well.. Hhhmm apa yaa. Gue gk nemuin yang special di cerita ini. Kalo boleh jujur, agak seperti sinetron yang terlalu dibuat2. Orang tua gk setuju anaknya pacaran sama orang biasa2 aja, dan si tokoh punya penyakit. Ya begitulah.. Tapi untuk segala kalimat yang dipake lumayan cukup lancer. Jadi untuk cerita ini gue Cuma bisa kasih 2 bintang aja. Good luck ci Tina ^^
Profile Image for Ribka Purba.
Author 4 books9 followers
July 20, 2014
gak mati sih, tapi beneran sakit parah. That's why I was planning to give it 2 stars only, tapi rasanya kejam banget.
Jujur aja pas beli ini, dan baca belakangnya, udh kepikiran kalau Indinya kemungkinan sakit parah dam mungkin mati, atau tetap hidup mengingat ini novel amore. ceritanya juga ketebak banget, dan agak sinetron. Jujur aja juga, abis beli novel biasanya cek goodreads dan liat 5 komen teratas, walaupun gak read more, cuma buat influence semangat baca buku, Dan well, fa terlalu bagus pas kmaren cek.
As I said, tadinya mau kasi 2, tapi kelewat tega rasanya. Lagian, masih bagus karena alur maju mundurnya, yang teratur karenabeda font, tapi jadk bikin kurang seru, karna apa apa dijelasin, jadi kurang greget. Dan selama baca ini, entah kenapa, kepikiran kayak lagi nonton film atau ftv gtu, dengan scene scene nya kegambar di kepala.
Dan well, akhirnya mutusin ngasi 3 juga karna cukup tertolong sama quote quote nya yang lumayan bagus. Tertarik beli buku Christina Juzwar sebenernya dari kumpulan cerpen Ilana Tan, dan paling suka sama cerpen Mbak Tina disana, tapi disini malah kurang greget.
After all, 2,8 is the score :)
Profile Image for Pia Devina.
Author 31 books47 followers
February 22, 2015
Udah nulis review panjang lebar tapi nggak kesave itu rasanya... hhh, ya sudah, abaikan. Mari menulis ulang...

*

Novel ini sebenernya page turner banget di awal, karena bikin penasaran kenapa si Phillip ini dingin banget sama Indira. Tapi setelah tahu konfliknya yang bikin mereka bubar, malah bikin bertanya-tanya: kenapa siiih Phillip sama Indi nggak berjuang lebih keras lagi? Apa yang dialami Phillip dari keluarganya Indi itu kayaknya belum pol-polan deeehhh! *gemes*

Trus, karakternya Phillip yang terlalu--sekali lagi saya tekankan, terlalu--cemburuan, sempet bikin ilfil. Dikit-dikit marah kalau liat Indi ama cowok lain, belum juga dia nanya dengan bener ke Indi-nya, eh udah maen nuduh duluan.

Karakter Indi sendiri, sering berubah pikiran dalam waktu cepat. Sekarang mau begini, nggak lama mau begitu. Bukannya beberapa kali (baca: banyak kali) Phillip dan Indi bilang kalau mereka itu dewasa?

Saya ngasih 2.5 bintang untuk novel ini, awalnya. Tapi dengan endingnya yang seperti itu, saya menaikkan bintangnya jadi 3 :)
Profile Image for Dhani.
257 reviews17 followers
January 3, 2015
Temanya klise, tentang Indira yang sudah putus cinta bertahun tahun lalu dengan Philip, tapi pingin mengulang masa masa indahnya sekali lagi. Philip yang nggak tahu alasan di baliknya mengiyakan, tapi ujung ujungnya malah dia jatuh cinta..lagi. Anehnya, Indira malah menolak. Ternyata Indira sakit tumor otak. Alurnya maju mundur bikin capek, walau sudah dibedakan jenis hurufnya.Tokoh utama cowoknya, Philip, cemburuan dan egois. Tokoh Indira juga plin plan. Tapi pujian khusus buat endingnya, keren..
Profile Image for Jessica Ravenski.
360 reviews4 followers
June 24, 2014
2.5 stars, actually..

Mari dibahas:
- Sinetron abis. Tapi adegan-adegan sinetron juga kadang ada yang kejadian nyata di kehidupan sehari-hari.
- Ga suka sama Philip. Apaaan sih negative thinking mulu, cemburuan lagi.
- Tokoh antagonisnya... Minta dikubur idup-idup banget.
- Suka sih sama endingnya, walaupun terdengar aneh.

Sekian.
Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews143 followers
February 6, 2017
cerita bagus, detail juga. chemistry antar tokoh nya dapet, Phillip dan Indira ini relationship goals..

Agak sedikit kesel juga sih, sama sikap Indira yang gak bilang terus terang ke Phillip. Parno aja klo akhirnya gak sesuai harapan ahahaha.. tapi yaa kali jalan nya harus begitu..

novel roman yang manis, buat yang mau balik sama mantan. coba baca, mana tau bisa balikan wkwkwk
Profile Image for Nagisa Paramita.
86 reviews4 followers
April 8, 2014
alur cerita rapi, tidak bingung walau baca bolak-balik antara masa lalu dan sekarang.
cuma nggak terasa aja emosinya, jadi seperti satu perjalanan cerita yang enak dibaca, yang nggak begitu berubah gejolaknya.
Profile Image for Natha.
780 reviews73 followers
April 2, 2014
Ahahai, kelar dalam waktu 2.5 jam! Yah, dari jam setengah 1 pagi sampai sekarang, jam 3 kurang 10 pagi. :)) Dan kesan-kesannya? *tunjuk bintang* :)) *lap ingus* :))
Displaying 1 - 10 of 10 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.