What do you think?


Perjalanan Mustahil Samiam Dari Lisboa #2
Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa: Sepasang Elang dari Diyarbakir
Saat sendirian di sebuah kedai di Konstantinopel, Samiam Nogueira dipukul sampai pingsan dan diculik. Kaki tangan Takhta Suci ternyata berhasil mengendus keberadaannya. Petualang yang telah melangkahkan kakinya jauh dari tanah kelahirannya di Lisboa itu kembali terpisah dari cinta sejatinya, Bianca. Kebersamaan mereka direnggut paksa oleh kekuatan-kekuatan yang tak terbayangkan sebelumnya.
Samiam harus menempuh perjalanan sebagai budak, jauh sampai ke pedalaman Arabia. Sementara Bianca dan ayahnya, João Nogueira, dipaksa mengikuti misi rahasia mematikan yang dirancang Kekaisaran Ottoman. Mereka tidak tahu sedang terlibat permainan yang didalangi kekuatan-kekuatan besar di Timur Tengah.
Apakah Samiam bisa membebaskan diri dari perbudakan dan kembali menemukan Bianca dan João? Apakah mereka bisa meloloskan diri dari jeratan konspirasi brutal kekuatan- kekuatan yang sedang bertarung di Timur Tengah?
Apakah perjalanan ini akan menjadi semakin mustahil bagi Samiam?
Samiam harus menempuh perjalanan sebagai budak, jauh sampai ke pedalaman Arabia. Sementara Bianca dan ayahnya, João Nogueira, dipaksa mengikuti misi rahasia mematikan yang dirancang Kekaisaran Ottoman. Mereka tidak tahu sedang terlibat permainan yang didalangi kekuatan-kekuatan besar di Timur Tengah.
Apakah Samiam bisa membebaskan diri dari perbudakan dan kembali menemukan Bianca dan João? Apakah mereka bisa meloloskan diri dari jeratan konspirasi brutal kekuatan- kekuatan yang sedang bertarung di Timur Tengah?
Apakah perjalanan ini akan menjadi semakin mustahil bagi Samiam?
352 pages, Paperback
Published June 26, 2024
About the author
Zaky Yamani
22 books53 followersZaky Yamani was born in Bandung City, July 27th 1978. He worked as a journalist and editor for the Pikiran Rakyat daily from 2002 until 2016. He graduated with an MA in Journalism from Ateneo de Manila University assisted by a scholarship from the Konrad Adenauer Asian Center for Journalism (2006 - 2008). Zaky also writes fiction, in the form of novels and short-stories.
Books published include Johnny Mushroom and Other Stories (2011), Thirst in the Water Field (2012), Coffee-bitter Comedy (2013), Bandar: Family, Blood, and Inherited Sins (2014), and Running Amok (2016). All of his books were written in Indonesian language
In 2008, Zaky received the Developing Asia Journalism Award in Tokyo, Japan, for his investigative report about water in Bandung City. Then in 2009 he received the Adiwarta Award (Indonesia’s journalism award) for his investigative reports on Indonesia’s foreign debts. In 2010 he received a Mochtar Lubis Fellowship to write about water. The book was published with the title Thirst in Water Fields. Again in 2012 he received the Adiwarta Award for his in-depth article about graffiti.
His first novel, Bandar: Family, Blood and Inherited Sins, was long-listed for the 2014’s Kusala Sastra Khatulistiwa (a national award for fictional works in Indonesia). In 2015 he was invited to the Ubud Writers and Readers Festival in Bali. Zaky will publish a collection of novelletes titled Kepada Assad Aku Menitip Diri (To Assad I Entrusted Myself) in 2017.
Zaky is also working on a new novel, a historical romance with fifteenth century Indonesia and Portugal as background. For this novel, Zaky joined the residency program organized by National Book Committee. He will be conducting research in Portugal.
Books published include Johnny Mushroom and Other Stories (2011), Thirst in the Water Field (2012), Coffee-bitter Comedy (2013), Bandar: Family, Blood, and Inherited Sins (2014), and Running Amok (2016). All of his books were written in Indonesian language
In 2008, Zaky received the Developing Asia Journalism Award in Tokyo, Japan, for his investigative report about water in Bandung City. Then in 2009 he received the Adiwarta Award (Indonesia’s journalism award) for his investigative reports on Indonesia’s foreign debts. In 2010 he received a Mochtar Lubis Fellowship to write about water. The book was published with the title Thirst in Water Fields. Again in 2012 he received the Adiwarta Award for his in-depth article about graffiti.
His first novel, Bandar: Family, Blood and Inherited Sins, was long-listed for the 2014’s Kusala Sastra Khatulistiwa (a national award for fictional works in Indonesia). In 2015 he was invited to the Ubud Writers and Readers Festival in Bali. Zaky will publish a collection of novelletes titled Kepada Assad Aku Menitip Diri (To Assad I Entrusted Myself) in 2017.
Zaky is also working on a new novel, a historical romance with fifteenth century Indonesia and Portugal as background. For this novel, Zaky joined the residency program organized by National Book Committee. He will be conducting research in Portugal.
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 30 of 68 reviews
July 17, 2024
PLEASE GIVE ME THE LAST BOOK NOW!!! I WILL SELL MY SOUL FOR IT 😭
August 20, 2024
Di buku kedua ini Samiam sudah lebih matang akibat ujian kehidupan yang diberikan (silih berganti) serta aku mencoba untuk tidak membaca blurb di belakang. Menghindari kritik di buku pertama (menurutku blurb di buku pertama terlalu memperlihatkan plot konspirasi besarnya) tapi pas sudah beres dan aku baca blurbnya, menurutku sudah pas 👍👍
Minusnya hanya satu menurutku. Kenapa petanya diprint kecil sekali dan tanpa ilustrasi? Padahal itu faktor penting buat membayangkan alur perjalanannya Samiam. Ku harap di buku ketiga, betul2 ada peta perjalanan yang diilustrasikan dengan lebih baik dan lebih besar.
Sangat menunggu buku ketiganya!
Minusnya hanya satu menurutku. Kenapa petanya diprint kecil sekali dan tanpa ilustrasi? Padahal itu faktor penting buat membayangkan alur perjalanannya Samiam. Ku harap di buku ketiga, betul2 ada peta perjalanan yang diilustrasikan dengan lebih baik dan lebih besar.
Sangat menunggu buku ketiganya!
March 25, 2025
Karakter Samiam di buku ini, walaupun masih agak tempramental, sudah nggak semenyebalkan yang di buku pertama. Namun, ya, siapa yang nggak akan emosional kalau harus menjalani hidup seperti dia?
Cerita dalam buku kedua ini lebih berdampak kepada saya dari buku pertama. Nggak seperti buku pertama yang awalnya membosankan, di buku kedua ini, dari awal sampai akhir saya nggak dibuat bosan dengan setiap adegan dan penyampaian yang polanya sama dengan buku pertama.
Serial buku ini bukan serial buku religi, tetapi peran agama dalam buku kedua melebihi buku pertama, dan saya nggak akan menyangka menemukan islam di buku yang bukan buku religi, yang bukan diceritakan dari pandangan karakter muslim, akan membawa pengaruh emosional tersendiri bagi saya (karena itulah yang saya tunggu-tunggu setelah membaca bab terakhir buku pertama).
Peran sejarah di buku ini juga lebih kental dari sebelumnya. Sejujurnya saya nggak bisa mencerna semua fakta sejarah yang ada dalam buku ini, karena begitu rumit dan panjang, tetapi itu tetap bacaan yang cukup menyenangkan. Lalu, bab-bab menjelang akhir juga menegangkan dan saya terpaksa harus menahan teriakkan ketika sampai di kalimat terakhir. Semoga buku ketiga akan diterbitkan lebih cepat. Kalau nanti sudah terbit buku ketiga, mungkin saya akan memberinya bintang 5.
Cerita dalam buku kedua ini lebih berdampak kepada saya dari buku pertama. Nggak seperti buku pertama yang awalnya membosankan, di buku kedua ini, dari awal sampai akhir saya nggak dibuat bosan dengan setiap adegan dan penyampaian yang polanya sama dengan buku pertama.
Serial buku ini bukan serial buku religi, tetapi peran agama dalam buku kedua melebihi buku pertama, dan saya nggak akan menyangka menemukan islam di buku yang bukan buku religi, yang bukan diceritakan dari pandangan karakter muslim, akan membawa pengaruh emosional tersendiri bagi saya (karena itulah yang saya tunggu-tunggu setelah membaca bab terakhir buku pertama).
Peran sejarah di buku ini juga lebih kental dari sebelumnya. Sejujurnya saya nggak bisa mencerna semua fakta sejarah yang ada dalam buku ini, karena begitu rumit dan panjang, tetapi itu tetap bacaan yang cukup menyenangkan. Lalu, bab-bab menjelang akhir juga menegangkan dan saya terpaksa harus menahan teriakkan ketika sampai di kalimat terakhir. Semoga buku ketiga akan diterbitkan lebih cepat. Kalau nanti sudah terbit buku ketiga, mungkin saya akan memberinya bintang 5.
July 12, 2024
Merupakan buku ke-2 dari Trilogi - Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa karya Zaky Yamani yang bercerita tentang kehidupan Samiam pada saat ia dijatuhi hukuman sebagai budak dan perjuangannya untuk dapat menemui istri dan ayah mertuanya yang di sampaikan melalui perantara sebuah buku harian.
Dalam buku kedua ini, saya lebih banyak membaca kisah dari para tokoh dengan serangkaian wejangan tentang pencarian jati diri. Kisah perjuangan dari kelompok Samiam justru seolah hanya imbuhan saja. Dalam beberapa hal saya malah merasa seperti membaca cerita The Alchemist - Paulo Coelho yang penuh dengan pemaknaan.
Dalam buku kedua ini, saya lebih banyak membaca kisah dari para tokoh dengan serangkaian wejangan tentang pencarian jati diri. Kisah perjuangan dari kelompok Samiam justru seolah hanya imbuhan saja. Dalam beberapa hal saya malah merasa seperti membaca cerita The Alchemist - Paulo Coelho yang penuh dengan pemaknaan.
August 18, 2024
Still good but too much details yang I feel tidak berkontribusi apa-apa dengan plot cerita Samiam. Terlalu banyak juga pemeran-pemeran tambahan yang akhirnya menimbulkan side quests yang gak terlalu penting for me. But maybe penulis ingin Samiam mendapatkan banyak pengalaman untuk menemukan jati dirinya karena hingga buku kedua ini Samiam masih denial dan tidak percaya diri akan takdir hidupnya karena saya rasa pola Zaky Yamani adalah pemeran utama yang begitu lama menemukan dan berdamai dengan siapa diri mereka sesungguhnya (walaupun bikin yang baca gregetan).
Vibe buku ini juga mengingatkan saya dengan Sang Alkemis dimana pemeran utaman berpetualangan sangaaat jauh dari tujuan awalnya. Namun saya rasa endingnya ditutup dengan baik karena memantik penasaran untuk buku selanjutnya sekaligus final dari petualangan Samiam.
I hope buku selanjutnya dapat ditingkatkan kualitas printnya, tidak masalah jika agak mahal karena kualitas buku kedua ini sangat tidak sesuai dengan kepopuleran sang penulis.
Vibe buku ini juga mengingatkan saya dengan Sang Alkemis dimana pemeran utaman berpetualangan sangaaat jauh dari tujuan awalnya. Namun saya rasa endingnya ditutup dengan baik karena memantik penasaran untuk buku selanjutnya sekaligus final dari petualangan Samiam.
I hope buku selanjutnya dapat ditingkatkan kualitas printnya, tidak masalah jika agak mahal karena kualitas buku kedua ini sangat tidak sesuai dengan kepopuleran sang penulis.
August 6, 2024
Melanjutkan kisah dari buku pertama, Samiam, Bianca dan ayahnya, João, dipukul dan ditangkap saat tengah berada di Konstantinopel. Para penangkapnya ternyata antek-antek dari Ordo Fransiskan yang tujuannya memang hendak memberangus seluruh anggora Porto de Graal yang gagal membunuh Paus. Perjalanan Samiam yang awalnya hanya bertujuan mencari tanah leluhurnya di Sunda, Pulau Jawa, kini semakin rumit. Tanpa sadar, dia terlibat dalam sebuah pertikaian dan perang intrik skala internasional dari kekuatan-kekuasaan politik besar di abad ke-16, yakni Takhta Suci Vatikan, Imperium Turki Utsmani, dan Dinasti Safavid di Persia. Ketiganya menjadi sekadar boneka dari tangan-tangan berkuasa yang tidak ragu menggunakan cara apa pun untuk meraih kekuasaan.
di https://dionyulianto.blogspot.com/202...
di https://dionyulianto.blogspot.com/202...
January 22, 2026
Kamu pasti butuh minimal 20 lembar tisu untuk baca buku ini. Tidak, saya tidak membaca karena buku ini akan mengoyak segala hal yang kamu yakini sudah benar, seperti: agama, persahabatan, cinta, keluarga hingga keadilan terhadap dunia ini.
Jikalau di buku pertama, Samiam seolah hanya pasrah dan masih gamang, di buku ini kamu akan melihat bagaimana Samiam tumbuh. Mulai dari Samiam menjadi budak hingga akhirnya ia melanjutkan perjalanan ke India untuk menemukan tanah leluhurnya. Saya benar-benar menikmati buku kedua ini dengan khusyuk hingga rasanya tidak mau lama-lama selesai.
Banyak ilmu sejarah dan keagamaan yang sangat cantik dirangkai sedemikian indah oleh Zaky Yamani. Setiap tokohnya benar-benar membekas di hati saya jauh daripada di buku pertama. Saya bisa bersimpati terhadap kawan seperjalanan Samiam seperti Farhad, Mahmoud hingga kawan budak Samiam; Agizul, Nestor dan Mesharsheya. Saya benar-benar menyukai hampir semua karakter di buku ini. Tidak semua karakter mendapatkan “happy ending” mereka. Tidak semua karakter bertindak layaknya hitam dan putih. Mereka semua seolah hidup membawa keyakinan mereka masing-masing. Sebagai contoh kawan budak Samiam menolak masuk Islam dikarenakan kekerasan yang mereka alami ketika sudah dijanjikan akan dimerdekakan, ada juga yang berasal dari kaum yang sudah dikutuk lama oleh kitab suci Islam. Hal ini membuat kontradiksi yang tajam tentang agama dan pandangan kita terhadap agama. Bahwa seyogianya, agama dipandang sebagai penyelaras dalam hidup dan bukannya dijadikan sebagai senjata bagi manusia lain. Saya cukup tertegun dan merenungkan hal ini berhari-hari setelah membaca chapter tentang kawan budak Samiam ini.
Selanjutnya perjalanan Samiam sampai di padang pasir yang mana dia tersesat dan jatuh ke fatamorgana. Menurut saya, Samiam bertemu dengan Nabi Khidir AS dikarenakan kisah nya selalu berhasil membuat orang tertegun. Kisah di mana keadilan dan kebenaran akan selalu menjadi dua hal yang diperdebatkan hingga akhir hayat.
Intrik politik antara beberapa kelompok bangsa mula meruncing semenjak pimpinan Qizilbash terbunuh dan sakit kerasnya Syah Tahmasp yang dilakukan oleh Salman dan Hafsa (nama muslim João dan Bianca). Kepedihan dan rasa sakit yang mereka derita karena menananggung dosa tersebut tidak dapat dibayangkan. Dan kesedihan mereka dibayar oleh kematian Bianca. Siapa yang menyangka bahwa sepucuk surat terakhir dari Bianca mampu menyelamatkan Samiam dari bahaya pembunuhan.
Namun, kepedihan Samiam belum selesai. Ia harus terpisah dari Farhad untuk selamanya ketika dirinya harus melanjutkan perjalanan ke Gamrun. Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa akan terus berlanjut ke wilayah India. Dan tak disangka bahwa Samiam satu kapal dengan João?! Kisah seperti apa yang akan membawa mereka berdua ke tanah India? Apakah Samiam akan mencapai Sunda?
Sepertinya saya harus menunggu hingga buku ketiga terbit :)
4.5/5
Jikalau di buku pertama, Samiam seolah hanya pasrah dan masih gamang, di buku ini kamu akan melihat bagaimana Samiam tumbuh. Mulai dari Samiam menjadi budak hingga akhirnya ia melanjutkan perjalanan ke India untuk menemukan tanah leluhurnya. Saya benar-benar menikmati buku kedua ini dengan khusyuk hingga rasanya tidak mau lama-lama selesai.
Banyak ilmu sejarah dan keagamaan yang sangat cantik dirangkai sedemikian indah oleh Zaky Yamani. Setiap tokohnya benar-benar membekas di hati saya jauh daripada di buku pertama. Saya bisa bersimpati terhadap kawan seperjalanan Samiam seperti Farhad, Mahmoud hingga kawan budak Samiam; Agizul, Nestor dan Mesharsheya. Saya benar-benar menyukai hampir semua karakter di buku ini. Tidak semua karakter mendapatkan “happy ending” mereka. Tidak semua karakter bertindak layaknya hitam dan putih. Mereka semua seolah hidup membawa keyakinan mereka masing-masing. Sebagai contoh kawan budak Samiam menolak masuk Islam dikarenakan kekerasan yang mereka alami ketika sudah dijanjikan akan dimerdekakan, ada juga yang berasal dari kaum yang sudah dikutuk lama oleh kitab suci Islam. Hal ini membuat kontradiksi yang tajam tentang agama dan pandangan kita terhadap agama. Bahwa seyogianya, agama dipandang sebagai penyelaras dalam hidup dan bukannya dijadikan sebagai senjata bagi manusia lain. Saya cukup tertegun dan merenungkan hal ini berhari-hari setelah membaca chapter tentang kawan budak Samiam ini.
Selanjutnya perjalanan Samiam sampai di padang pasir yang mana dia tersesat dan jatuh ke fatamorgana. Menurut saya, Samiam bertemu dengan Nabi Khidir AS dikarenakan kisah nya selalu berhasil membuat orang tertegun. Kisah di mana keadilan dan kebenaran akan selalu menjadi dua hal yang diperdebatkan hingga akhir hayat.
Intrik politik antara beberapa kelompok bangsa mula meruncing semenjak pimpinan Qizilbash terbunuh dan sakit kerasnya Syah Tahmasp yang dilakukan oleh Salman dan Hafsa (nama muslim João dan Bianca). Kepedihan dan rasa sakit yang mereka derita karena menananggung dosa tersebut tidak dapat dibayangkan. Dan kesedihan mereka dibayar oleh kematian Bianca. Siapa yang menyangka bahwa sepucuk surat terakhir dari Bianca mampu menyelamatkan Samiam dari bahaya pembunuhan.
Namun, kepedihan Samiam belum selesai. Ia harus terpisah dari Farhad untuk selamanya ketika dirinya harus melanjutkan perjalanan ke Gamrun. Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa akan terus berlanjut ke wilayah India. Dan tak disangka bahwa Samiam satu kapal dengan João?! Kisah seperti apa yang akan membawa mereka berdua ke tanah India? Apakah Samiam akan mencapai Sunda?
Sepertinya saya harus menunggu hingga buku ketiga terbit :)
4.5/5
This entire review has been hidden because of spoilers.
September 25, 2026
"Kau masih harus mengalami yang terburuk, agar kau paham, apakah kau benar-benar ingin menemukan dirimu sendiri atau tidak."-P.65
"Jangan lakukan kepada orang lain, sesuatu yang tak ingin kaulakukan kepada diri sendiri."-P.109
Melanjutkan perjalanan Samiam ketika ia telah sampai di Konstantinopel. Banyak peristiwa yang dialami oleh Samiam. Mulai dari kenyataan bahwa ia tergabung dalam misi pembunuhan Paus dan akhirnya gagal, kabur ke Timur Tengah dan akhirnya tertangkap di Konstantinopel, diadili dan berpindah tangan ke pasukan Ottoman untuk kemudian menjalani hidup sebagai budak. Dan lagi-lagi harus terpisah dengan istri dan mertuanya.
Dalam penderitaannya, Samiam harus bertahan hidup dengan menjadi seorang budak, memiliki beberapa kawan sesama budak, hingga akhirnya ia harus melakukan perjalanan berat yaitu menyusuri gurun mematikan di Arabia untuk kemudian bertemu dengan Farhad, keturunan Banu Sasan. Sedang istri dan mertuanya ternyata terjebak dalam misi rahasia Kekaisaran Ottoman.
Tentang perjalanan, perjuangan, juga kehilangan. Tentang mempertanyakan Tuhan dan kepercayaan. Kontradiksi yang tajam tentang agama dan beberapa pandangan terhadap agama.
Perjalanan Samiam yang awalnya ingin mencari tanah leluhurnya di Sunda menjadi perjalanan dengan taruhan nyawa, sebab dia terlibat dalam sebuah pertikaian kekuasaan-kekuasaan politik besar pada abad ke-16.
Jika di buku pertama, Samiam masih terlihat banyak keraguan, gamang, di sini akan terlihat Samiam memang mulai bertumbuh, ia mulai menikmati perjalanannya dan lebih tabah. Mungkin juga karena banyaknya peristiwa yang telah ia alami. Termasuk ketika Samiam menyusuri gurun seorang diri, menemukan banyak hal, membuat Samiam banyak belajar makna kehidupan. Tokoh-tokoh yang lain juga cukup membekas, khususnya kawan budak yang hidup dengan membawa keyakinan masing-masing.
Muatan sejarah yang berupa konflik agama aliansi islam-kristen, konflik geopolitik Ottoman-Persia dibahas secara lebih detil, lebih kental juga lebih padat dan rumit. Intrik politik antara beberapa kelompok, meliputi Banu Sasan, Qizilbash, Safavid juga cukup menegangkan. Dimana ternyata Samiam, Bianca, Joáo ikut terjebak di dalamnya.
Plot twistnya cukup banyak, yang paling membekas adalah tentang Antonio, yaitu tokoh yang disebutkan dalam buku pertama. Emosinya naik turun, apalagi part surat Bianca hingga menuju ending, itu lumayan menyesakkan. Ending buku ini masih berada di kapal, jadi kemana lagi Samiam akan melakukan perjalanan, dilanjutkan di buku ketiganya.
"Tapi, apa yang ideal di dunia ini? Yang ada adalah pertukaran kepentingan."-P.143
"Kekuasaan selalu sepuluh langkah di depan kita. Jika tak waspada, kita akan terseret ke dalam pusarannya, sampai akhirnya kita menjadi wajah kekuasaan itu sendiri."-P.186
"Sebenarnya doa adalah upaya manusia untuk mengganti peran, dari peran yang sulit dijalani menjadi peran yang lebih mudah dijalani. Dari latae yang buruk menjadi latar yang indah."-P.224
"Jangan lakukan kepada orang lain, sesuatu yang tak ingin kaulakukan kepada diri sendiri."-P.109
Melanjutkan perjalanan Samiam ketika ia telah sampai di Konstantinopel. Banyak peristiwa yang dialami oleh Samiam. Mulai dari kenyataan bahwa ia tergabung dalam misi pembunuhan Paus dan akhirnya gagal, kabur ke Timur Tengah dan akhirnya tertangkap di Konstantinopel, diadili dan berpindah tangan ke pasukan Ottoman untuk kemudian menjalani hidup sebagai budak. Dan lagi-lagi harus terpisah dengan istri dan mertuanya.
Dalam penderitaannya, Samiam harus bertahan hidup dengan menjadi seorang budak, memiliki beberapa kawan sesama budak, hingga akhirnya ia harus melakukan perjalanan berat yaitu menyusuri gurun mematikan di Arabia untuk kemudian bertemu dengan Farhad, keturunan Banu Sasan. Sedang istri dan mertuanya ternyata terjebak dalam misi rahasia Kekaisaran Ottoman.
Tentang perjalanan, perjuangan, juga kehilangan. Tentang mempertanyakan Tuhan dan kepercayaan. Kontradiksi yang tajam tentang agama dan beberapa pandangan terhadap agama.
Perjalanan Samiam yang awalnya ingin mencari tanah leluhurnya di Sunda menjadi perjalanan dengan taruhan nyawa, sebab dia terlibat dalam sebuah pertikaian kekuasaan-kekuasaan politik besar pada abad ke-16.
Jika di buku pertama, Samiam masih terlihat banyak keraguan, gamang, di sini akan terlihat Samiam memang mulai bertumbuh, ia mulai menikmati perjalanannya dan lebih tabah. Mungkin juga karena banyaknya peristiwa yang telah ia alami. Termasuk ketika Samiam menyusuri gurun seorang diri, menemukan banyak hal, membuat Samiam banyak belajar makna kehidupan. Tokoh-tokoh yang lain juga cukup membekas, khususnya kawan budak yang hidup dengan membawa keyakinan masing-masing.
Muatan sejarah yang berupa konflik agama aliansi islam-kristen, konflik geopolitik Ottoman-Persia dibahas secara lebih detil, lebih kental juga lebih padat dan rumit. Intrik politik antara beberapa kelompok, meliputi Banu Sasan, Qizilbash, Safavid juga cukup menegangkan. Dimana ternyata Samiam, Bianca, Joáo ikut terjebak di dalamnya.
Plot twistnya cukup banyak, yang paling membekas adalah tentang Antonio, yaitu tokoh yang disebutkan dalam buku pertama. Emosinya naik turun, apalagi part surat Bianca hingga menuju ending, itu lumayan menyesakkan. Ending buku ini masih berada di kapal, jadi kemana lagi Samiam akan melakukan perjalanan, dilanjutkan di buku ketiganya.
"Tapi, apa yang ideal di dunia ini? Yang ada adalah pertukaran kepentingan."-P.143
"Kekuasaan selalu sepuluh langkah di depan kita. Jika tak waspada, kita akan terseret ke dalam pusarannya, sampai akhirnya kita menjadi wajah kekuasaan itu sendiri."-P.186
"Sebenarnya doa adalah upaya manusia untuk mengganti peran, dari peran yang sulit dijalani menjadi peran yang lebih mudah dijalani. Dari latae yang buruk menjadi latar yang indah."-P.224
May 31, 2026
Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa: Sepasang Elang dari Diyarbakir.
karya Zaky Yamani
📄 352 halaman
🇮🇩 Bahasa Indonesia
📍Fiksi Historis
🏢 Gramedia Pustaka Utama
Setelah Porto de Graal gagal dalam upaya pembunuhan Paus. Seluruh anggota Porto de Graal di Eropa diberantas oleh ordo Fransiskan. Porto de Graal dicap sebagai kelompok sesat dan layak dibunuh. Samiam, Paman Joào dan Bianca kabur menuju ke Timur Tengah demi menyelamatkan diri.
Sesampainya di kedai Porto de Graal di Konstantinopel. Mereka bertiga ditangkap dan dikurung, namun satu kekutan yang berkuasa di Timur Tengah turut ikut campur, Kekaisaran Ottoman. Samiam, Paman Joào dan Bianca berpindah tangan ke padukan Ottoman dan dihadapkan pada pengadilan. Ordo Fransiskan menutut Samiam dkk untuk dihukum mati karena terbukti berupaya membunuh Paus, tapi pihak Ottoman tak bisa setuju begitu saja. Terutama setelah Ordo Fransiskan melakukan operasi di wilayah Kekaisaran Ottoman.
Hasil persidangan menyatakan, Samiam, Paman Joào dan Bianca akan dijual menjadi budak. Dan Ordo Fransiskan diawasi oleh Pasukan Ottoman. Sekali lagi, Samiam terpisah dengan Bianca, istrinya, dan Paman Joào, mertuanya. Mereka menjadi budak dan mengalami takdir yang berbeda jauh dan tak terduga. Samiam kembali harus melewati perjalanan yang mustahil melalui gurun mematikan di Arabia. Melalui kehidupan menjadi budak seorang Syekh. Melalui perseteruan politik diantara 2 kekuatan besar Timur Tengah. Melalui kehilangan orang tersayang. Sebuah perjalanan yang mustahil bagi Samiam Nogeuira.
🐪🐪🐪🐪🐪🐪
Buku ini adalah buku ke-2 dari trilogi Samiam. Buatku, tulisan Zaky Yamani sangat indah. Apalagi untuk trilogi Samiam ini mengantkan tema fiksi historis. Ditambah sedikit pembahan tentang agama, pencarian jati diri, sampai pengkhianatan.
Character development dari tokoh Samiam sangat bagus. Samiam melewati kejadian yang terkadang membuat dirinya merasa manusia rendahan, kadang menjadi buronan, kadang menjadi suami yang sangat dicintai.
Di buku ini, Samiam melakukan perjalanan dari Konstantinopel ke Yerusalem ke Mekkah ke Isfahan. Perjalanan yang dilalui dengan susah payah dan nyawa taruhannya. Dan Zaky Yamani tidak memberikan jeda untuk berbagai plot twist yang ada di buku ini, bahkan sampai halaman terakhir. Aku menantikan buku ke-3 dari seri ini.
karya Zaky Yamani
📄 352 halaman
🇮🇩 Bahasa Indonesia
📍Fiksi Historis
🏢 Gramedia Pustaka Utama
Setelah Porto de Graal gagal dalam upaya pembunuhan Paus. Seluruh anggota Porto de Graal di Eropa diberantas oleh ordo Fransiskan. Porto de Graal dicap sebagai kelompok sesat dan layak dibunuh. Samiam, Paman Joào dan Bianca kabur menuju ke Timur Tengah demi menyelamatkan diri.
Sesampainya di kedai Porto de Graal di Konstantinopel. Mereka bertiga ditangkap dan dikurung, namun satu kekutan yang berkuasa di Timur Tengah turut ikut campur, Kekaisaran Ottoman. Samiam, Paman Joào dan Bianca berpindah tangan ke padukan Ottoman dan dihadapkan pada pengadilan. Ordo Fransiskan menutut Samiam dkk untuk dihukum mati karena terbukti berupaya membunuh Paus, tapi pihak Ottoman tak bisa setuju begitu saja. Terutama setelah Ordo Fransiskan melakukan operasi di wilayah Kekaisaran Ottoman.
Hasil persidangan menyatakan, Samiam, Paman Joào dan Bianca akan dijual menjadi budak. Dan Ordo Fransiskan diawasi oleh Pasukan Ottoman. Sekali lagi, Samiam terpisah dengan Bianca, istrinya, dan Paman Joào, mertuanya. Mereka menjadi budak dan mengalami takdir yang berbeda jauh dan tak terduga. Samiam kembali harus melewati perjalanan yang mustahil melalui gurun mematikan di Arabia. Melalui kehidupan menjadi budak seorang Syekh. Melalui perseteruan politik diantara 2 kekuatan besar Timur Tengah. Melalui kehilangan orang tersayang. Sebuah perjalanan yang mustahil bagi Samiam Nogeuira.
🐪🐪🐪🐪🐪🐪
Buku ini adalah buku ke-2 dari trilogi Samiam. Buatku, tulisan Zaky Yamani sangat indah. Apalagi untuk trilogi Samiam ini mengantkan tema fiksi historis. Ditambah sedikit pembahan tentang agama, pencarian jati diri, sampai pengkhianatan.
Character development dari tokoh Samiam sangat bagus. Samiam melewati kejadian yang terkadang membuat dirinya merasa manusia rendahan, kadang menjadi buronan, kadang menjadi suami yang sangat dicintai.
Di buku ini, Samiam melakukan perjalanan dari Konstantinopel ke Yerusalem ke Mekkah ke Isfahan. Perjalanan yang dilalui dengan susah payah dan nyawa taruhannya. Dan Zaky Yamani tidak memberikan jeda untuk berbagai plot twist yang ada di buku ini, bahkan sampai halaman terakhir. Aku menantikan buku ke-3 dari seri ini.
May 28, 2026
Akhirnya buku ke 2 dari trilogi perjalanan mustahil saimam dari lisboa sudah berhasil saya tamatkan. Tentu novel ini menjadi sebuah lanjutan perjalanan dari seorang Saimam Nogueria dalam mencari bianca sang istri dan joao paman dan mertuanya yang dipisahkan paksa darinya usai kegagalan mengeksekusi Paus demi menjalankan misi ideologi Porto De Graal yang lantas malah menjebak ke tiganya kembali dalam kerumitan perebutan kekuasaan, dominasi, kolonisasi yang tak berkesudahan di daratan timur tengah.
Buku ke 2 ini tak kalah serunya dengan buku pertama. Menurut saya justru lebih kompleks dan sarat akan perenungan akan keimanan dan filosofi. Zaky Yamani terlampil dan lues dalam bercerita, terasa sekali kerendahan hatinya dalam menyampaikan setiap informasi dari kerumitan sejarah. Kita seolah diajak belajar sejarah dari seorang pendongeng yang bijaksana.
Intrik dan konflik di buku ini sangat kental dan mengangkan sejak halaman pertama sampai dengan terakhir. Saya pun hanya menemukan bagian-bagian yang tidak saya suka (meskipun ini terkesan personal, tapi sebaiknya saya sampaikan saja) bahwa ada bagian di mana terlalu banyak syair-syair hingga menyita beberapa halaman yang bila mana dihilangkan atau disederhanakan bisa lebih saya terima dengan baik. Jujur saya melewati semua halaman itu.
Jadi sampailah saya dititik ini, menunggu kelanjutan buku ke tiga dan pamungkas dari perjalanan mustahil dari seorang Samiam yang semakin dekat dengan ibu pertiwi. Saya memberi buku ke 2 ini 4,7⭐️/5⭐️
Buku ke 2 ini tak kalah serunya dengan buku pertama. Menurut saya justru lebih kompleks dan sarat akan perenungan akan keimanan dan filosofi. Zaky Yamani terlampil dan lues dalam bercerita, terasa sekali kerendahan hatinya dalam menyampaikan setiap informasi dari kerumitan sejarah. Kita seolah diajak belajar sejarah dari seorang pendongeng yang bijaksana.
Intrik dan konflik di buku ini sangat kental dan mengangkan sejak halaman pertama sampai dengan terakhir. Saya pun hanya menemukan bagian-bagian yang tidak saya suka (meskipun ini terkesan personal, tapi sebaiknya saya sampaikan saja) bahwa ada bagian di mana terlalu banyak syair-syair hingga menyita beberapa halaman yang bila mana dihilangkan atau disederhanakan bisa lebih saya terima dengan baik. Jujur saya melewati semua halaman itu.
Jadi sampailah saya dititik ini, menunggu kelanjutan buku ke tiga dan pamungkas dari perjalanan mustahil dari seorang Samiam yang semakin dekat dengan ibu pertiwi. Saya memberi buku ke 2 ini 4,7⭐️/5⭐️
September 22, 2026
Semakin jauh Samiam pergi, semakin banyak yang harus ia tinggalkan. Karena dalam perjalanan sejauh itu, jarak bukan cuma memisahkan tempat, tapi juga menjauhkannya dari orang-orang yang ia cintai.
Perjalanan Samiam menjadi jauh lebih berat. Ia ditangkap dan dijadikan budak dan harus bertahan di tengah permainan kekuasaan, perang, agama, dan konflik di wilayah Ottoman dan Persia.
Aku pun sampai beberapa kali berhenti membaca untuk buka peta. Cari Diyarbakir, lihat Konstantinopel, menelusuri wilayah yang dilewati Samiam. Semakin melihat jaraknya, semakin terasa 'kehilangan' yang dirasakan Samiam.
Dan menurutku buku kedua inj terasa seperti perjalanan untuk memahami apa yang tersisa setelah begitu banyak hal direnggut dan membuat Samiam berubah. Dan perubahan itu tidaklah datang dengan mudah.
Ada kehilangan, ada keraguan, ada iman yang dipertanyakan, dan ada keputusan-keputusan yang memaksanya tumbuh lebih cepat dari yang seharusnya.
Memang, detail sejarahnya cukup padat dan beberapa bagian terasa panjang. Tapi justru perlahan kita merasakan bahwa perjalanan ini memang gak mudah.
⭐ 4,8/5 Secara personal aku interested banget sama buku kedua ini.
Karena semakin jauh Samiam berjalan, semakin jelas bahwa yang paling berat dari sebuah perjalanan bukanlah jaraknya—melainkan kehilangan yang harus dibawa sepanjang jalan.
*Anyway gak sabar sama buku ketigaaaaaa.
**As always barang wajib sambil baca : PETA/WORLD MAPS/GOOGLE EARTH
Perjalanan Samiam menjadi jauh lebih berat. Ia ditangkap dan dijadikan budak dan harus bertahan di tengah permainan kekuasaan, perang, agama, dan konflik di wilayah Ottoman dan Persia.
Aku pun sampai beberapa kali berhenti membaca untuk buka peta. Cari Diyarbakir, lihat Konstantinopel, menelusuri wilayah yang dilewati Samiam. Semakin melihat jaraknya, semakin terasa 'kehilangan' yang dirasakan Samiam.
Dan menurutku buku kedua inj terasa seperti perjalanan untuk memahami apa yang tersisa setelah begitu banyak hal direnggut dan membuat Samiam berubah. Dan perubahan itu tidaklah datang dengan mudah.
Ada kehilangan, ada keraguan, ada iman yang dipertanyakan, dan ada keputusan-keputusan yang memaksanya tumbuh lebih cepat dari yang seharusnya.
Memang, detail sejarahnya cukup padat dan beberapa bagian terasa panjang. Tapi justru perlahan kita merasakan bahwa perjalanan ini memang gak mudah.
⭐ 4,8/5 Secara personal aku interested banget sama buku kedua ini.
Karena semakin jauh Samiam berjalan, semakin jelas bahwa yang paling berat dari sebuah perjalanan bukanlah jaraknya—melainkan kehilangan yang harus dibawa sepanjang jalan.
*Anyway gak sabar sama buku ketigaaaaaa.
**As always barang wajib sambil baca : PETA/WORLD MAPS/GOOGLE EARTH
August 13, 2024
Baik, buku ter-drama 2024. bagaimana PO yang ditunggu lebih lama pengirimannya dari pada pembelian biasa dan kualitas kertas yang jelek.
memperdulikan peta di awal halaman buku ini sungguh jelek, seperti tidak niat untuk menggambarkan wilayah, ayok lah lebih detail gambarnya. masa kayak fotocopy-an, gak guna gambar kek gitu, we need more detail. gak kayak peta buta.
untuk ceritanya, Zaky menyampaikan perjalanan samiam dengan sangat baik. semua kemustahilan itu sungguh ajaib. tapi terlihat sangat terburu-buru. 3 tahun mungkin tidak cukup untuk menceritakan samiam menderita. tidak perlu ragu tentang detail cerita yang dikisahkan Zaky tentang tempat-tempat peradaban itu, digambarkan sangat megah. seperti berada disana. tapi samiam sungguh tenggelam. kebanyakan tidur untuk melanjutkan cerita. tapi saya terus terguncang setiap samiam menderita. ketuhanan dan bagaimana arti hidup itu dijawab sebanyak itu pula samiam mempertanyakan apa arti hidup. awalnya kematian bianca sungguh konyol, mereka belum sempat melepas rindu, belum sempat saling menatap... tapi bianca telah tiada. untuk Farhad, aku menyayangimu. kamu teman yang baik. buku ini tidak seseru buku pertamanya, tapi lebih berat. karena samiam lebih tangguh dan percaya diri mencari tujuan akhirnya kemana. menunggu buku ketiga. semoga Samiam berhasil pulang ke tanah luhurnya.
memperdulikan peta di awal halaman buku ini sungguh jelek, seperti tidak niat untuk menggambarkan wilayah, ayok lah lebih detail gambarnya. masa kayak fotocopy-an, gak guna gambar kek gitu, we need more detail. gak kayak peta buta.
untuk ceritanya, Zaky menyampaikan perjalanan samiam dengan sangat baik. semua kemustahilan itu sungguh ajaib. tapi terlihat sangat terburu-buru. 3 tahun mungkin tidak cukup untuk menceritakan samiam menderita. tidak perlu ragu tentang detail cerita yang dikisahkan Zaky tentang tempat-tempat peradaban itu, digambarkan sangat megah. seperti berada disana. tapi samiam sungguh tenggelam. kebanyakan tidur untuk melanjutkan cerita. tapi saya terus terguncang setiap samiam menderita. ketuhanan dan bagaimana arti hidup itu dijawab sebanyak itu pula samiam mempertanyakan apa arti hidup. awalnya kematian bianca sungguh konyol, mereka belum sempat melepas rindu, belum sempat saling menatap... tapi bianca telah tiada. untuk Farhad, aku menyayangimu. kamu teman yang baik. buku ini tidak seseru buku pertamanya, tapi lebih berat. karena samiam lebih tangguh dan percaya diri mencari tujuan akhirnya kemana. menunggu buku ketiga. semoga Samiam berhasil pulang ke tanah luhurnya.
October 17, 2025
Jika pada buku pertama kita diperkenalkan dengan awal mula terjadinya petualangan, pada buku kedua, selain keseruan petualangan, kita turut disajikan tragedi dan aspek sejarah singkat. Latar pada buku kedua, bertempat di kawasan timur tengah. Jika dianalogikan buku pertama sebagai kapal yang baru membangun dan mulai berlayar, buku kedua adalah kapal yang tengah berlayar di tengah badai. Masih dengan konsep cerita yang sama. Buku ini sangat baik dalam memadukan petualangan dan tragedi tokoh utama dari awal hingga akhir buku kedua ini. Sebagai pembaca, saya berdecak beberapa kali karena sangat kasihan dengan apa yang dialami oleh tokoh utama dalam cerita. Tidak ada suka cita dalam cerita buku kedua. Meskipun penuh tragedi dan ketegangan, terdapat banyak nilai filosofis yang terkandung. Kemalangan yang menimpa merupakan pelajaran bagi untuk pencarian diri dari titik terendah. Aspek sejarah lebih banyak berperan, sembari bercerita, ketika sampai di suatu tempat atau kota, sang tokoh utama turut memaparkan sejarah singkat tempat dan kota yang disinggahi. Selain menikmati petualangan dan memahami tragedi, saya turut mendapatkan pengetahuan sejarah masing-masing tempat. Sembari membaca, saya turut berseluncur untuk lebih mendalami informasi sejarah sekaligus memverifikasi kebenarannnya. Pada akhir cerita, ditutup dengan tragedi, tetapi penutup ini tidak menggantung seperti yang terjadi di buku pertama. Tidak bisa dibayangkan apabila dalam buku kedua ini diakhiri dengan sangat menggantung seperti pada buku pertama.
November 5, 2025
jujur ini baru pertama kalinya saya riview disini. ini sudah kedua kalinya saya menulis riview buku ini dikarenakan saya belum terlalu mengerti menggunakan aplikasi ini.
dari pertama kali saya tahu kalau buku kedua versi samiam sebelumnya ini keluar, saya sangat excited sekali dan langsung membelinya. karena memang dibuku kisah samiam sebelumnya (yang saya riview hanya di notes pribadi saya) sangat bagus sekali. saking bagusnya saya tidak tau harus meriview seperti apa lagi.
yang saya suka dari buku ini, penulisnya banyak sekali memberikan pengetahuan tentang sejarah kota-kota yang disinggahi oleh Samiam. bukan sekedari sejarah kecil-kecilan. tapi memang menurut saya sangat details sekali. dengan hal itu membuat saya terpukau untuk terus membacanya sampai halaman terakhir.
mungkin juga dengan alur ceritanya yang dibuat seakan seperti diary, jadi seakan saya ingin terus membacanya sampai selesai. (meskipun saya tipe pembaca yang slow reader ya) tapi akhirnya memang buku ini sangat menarik untuk dibaca.
sepertinya sampai sini dulu saya mengulas novel kedua dari penulis Zaky Yamani ini. takut semakin lama saya menulis malah membuat spoilers untuk calon pembaca.
dari pertama kali saya tahu kalau buku kedua versi samiam sebelumnya ini keluar, saya sangat excited sekali dan langsung membelinya. karena memang dibuku kisah samiam sebelumnya (yang saya riview hanya di notes pribadi saya) sangat bagus sekali. saking bagusnya saya tidak tau harus meriview seperti apa lagi.
yang saya suka dari buku ini, penulisnya banyak sekali memberikan pengetahuan tentang sejarah kota-kota yang disinggahi oleh Samiam. bukan sekedari sejarah kecil-kecilan. tapi memang menurut saya sangat details sekali. dengan hal itu membuat saya terpukau untuk terus membacanya sampai halaman terakhir.
mungkin juga dengan alur ceritanya yang dibuat seakan seperti diary, jadi seakan saya ingin terus membacanya sampai selesai. (meskipun saya tipe pembaca yang slow reader ya) tapi akhirnya memang buku ini sangat menarik untuk dibaca.
sepertinya sampai sini dulu saya mengulas novel kedua dari penulis Zaky Yamani ini. takut semakin lama saya menulis malah membuat spoilers untuk calon pembaca.
September 28, 2025
bagusss, banyak belajar sejarah terus ada plot twist gitu2, ada sedih2 nya juga si. ini kan trilogi ya perjalanan si samiam dari tempat kelahiran dia di portugal, nah buku kedua ini menurutku gak kalah seru sama buku pertama. Kalau di buku pertama lebih ke sejarah eropa terus kekristenan gitu di buku kedua ini lebih ke perjalanan di Konstantinopel jadi kayak banyak sejarah islamnya, padahal si samiam ini mau ke tanah asal usulnya di kerajaan sunda yang mana itu ada di pulau jawa.
aku jadi nemu beberapa hal yang aku kira hanya cerita fiksi aja tapi pas aku cek kejadiannya emang beneran ada terus digabungin sama cerita fiksi di dalamnya, menurutku keren si soalnya aku selama ini baca historical fiction latarnya di indo, nah ini aku baca versi benua lain tapi yang nulis orang indo jadi gak kerasa buku terjemahan gitu
nah kemarin sebenarnya aku sengaja lama2 in bacanya soalnya kan buku ketiganya belum ada, tapi ternyata aku selesai lebih cepet.
aku jadi nemu beberapa hal yang aku kira hanya cerita fiksi aja tapi pas aku cek kejadiannya emang beneran ada terus digabungin sama cerita fiksi di dalamnya, menurutku keren si soalnya aku selama ini baca historical fiction latarnya di indo, nah ini aku baca versi benua lain tapi yang nulis orang indo jadi gak kerasa buku terjemahan gitu
nah kemarin sebenarnya aku sengaja lama2 in bacanya soalnya kan buku ketiganya belum ada, tapi ternyata aku selesai lebih cepet.
October 22, 2025
cerita lanjutan dari buku pertama, tp dgn periode waktu 2 th setelah buku pertama.
jadi samiam dalam waktu 2 thn itu ditangkap oleh agen rahasia fransiskan, bersama bianca dan paman joao, diadili di kekaisaran ottoman, dgn hasil dijual jadi budak, terpisah dari paman dan istrinya.
setelah merdeka, dia mencari istrinya. dlm perjalanan mencari istrinya bianca, dgn farhad (sahabat baru, anggota banu sasan) dia menemukan fakta bahwa bianca dan paman joao dipaksa melakukan pembunuhan org penting persia oleh ottoman.
tp misi itu gagal, yg akhirnya bianca terbunuh dan paman joao kabur, dan menyebabkan kemungkinan perang antara syiah dan banu sasan, tp dibatalkan karena banu sasan berhasil membuktikan tidak ada keterlibatan dalam pembunuhan tsb.
akhirnya samiam memutuskan ke tanah sunda, melalui goa india, tp saat baru naik kabal farhad dibunuh tidak tau oleh siapa, dan kebetulan bertemu paman joao di kapal.
sbenernya novel ini agak pick me, tp ya cukup bagus ceritanya
jadi samiam dalam waktu 2 thn itu ditangkap oleh agen rahasia fransiskan, bersama bianca dan paman joao, diadili di kekaisaran ottoman, dgn hasil dijual jadi budak, terpisah dari paman dan istrinya.
setelah merdeka, dia mencari istrinya. dlm perjalanan mencari istrinya bianca, dgn farhad (sahabat baru, anggota banu sasan) dia menemukan fakta bahwa bianca dan paman joao dipaksa melakukan pembunuhan org penting persia oleh ottoman.
tp misi itu gagal, yg akhirnya bianca terbunuh dan paman joao kabur, dan menyebabkan kemungkinan perang antara syiah dan banu sasan, tp dibatalkan karena banu sasan berhasil membuktikan tidak ada keterlibatan dalam pembunuhan tsb.
akhirnya samiam memutuskan ke tanah sunda, melalui goa india, tp saat baru naik kabal farhad dibunuh tidak tau oleh siapa, dan kebetulan bertemu paman joao di kapal.
sbenernya novel ini agak pick me, tp ya cukup bagus ceritanya
This entire review has been hidden because of spoilers.
July 15, 2026
Buku kedua yang saya baca setelah tergila-gila dengan buku pertama dari seri Perjalanan Samiam dari Lisboa. Buku kedua ini sangatlah menyayat hati, buku pertama sudah sebegitunya menyayat hati dan di buku kedua ini kadar kesedihannya menjadi berkali-kali lipat. Perih sekali rasanya mengikuti perjalanan Samiam, Bianca, dan Paman Joao menyusuri daerah-daerah berpadang pasir di daerah Arabian bahkan menjadi budak dan dipaksa menjadi alat pembunuhan oleh kekuatan-kekuatan politik besar dunia di jamannya setelah upaya percobaan pembunuhan Paus oleh Porto de Graal yang gagal. Semua kepedihan itu ditulis dengan indah dan tetap menjadi bacaan yang tidak terasa bisa saya selesaikan dalam 3 hari saja.
Minus point dari buku ini mungkin ada beberapa bagian yang saya rasa terlalu dipanjang-panjangkan padahal bisa saja dibuat lebih singkat tanpa mengurangi esensi dan mengganggu jalannya cerita, seperti tentang syair tentang Banu Sasan yang sangat panjang sampai berhalaman-halaman sendiri padahal bisa saja dibuat hanya satu atau dua halaman saja menurut saya.
Ditunggu buku finale atau buku penutup dari trilogi ini segera! Tidak sabar untuk membaca perjalanan Samiam saat akhirnya bisa sampai di Kerajaan Sunda!
Minus point dari buku ini mungkin ada beberapa bagian yang saya rasa terlalu dipanjang-panjangkan padahal bisa saja dibuat lebih singkat tanpa mengurangi esensi dan mengganggu jalannya cerita, seperti tentang syair tentang Banu Sasan yang sangat panjang sampai berhalaman-halaman sendiri padahal bisa saja dibuat hanya satu atau dua halaman saja menurut saya.
Ditunggu buku finale atau buku penutup dari trilogi ini segera! Tidak sabar untuk membaca perjalanan Samiam saat akhirnya bisa sampai di Kerajaan Sunda!
August 14, 2026
Buku kedua dari trilogi samiam akhirnya berhasil selesai.
Di buku kedua ini, Samiam sudah jauh bertumbuh. Bagaimana hidup membawanya ke perjalanan panjang, jauh dan sangat melelahkan.
Ketegangan mulai terasa di tengah buku. Saat konflik batin antara keluarga, sahabat, agama dan kemanusiaan muncul satu persatu.
Seolah perjalanan panjang menyiapkan Samiam untuk suatu hal yang besar, karena baik atau buruk suatu hal tergantung bagaimana kita memahami dan menyikapinya.
Lebih penasaran bagaimana penulis akan menyelesaikan tentang Joao.
Quotes:
"Siapa kau?"
"Aku.. aku hanya seorang pemeran. Tugasku memerankan apa yang sudah ditentukan untukku di buku takdir.. dan aku harus menjalaninya dengan ikhlas."
Tulisan yang sudah mengering adalah kelahiran dan kematian -------
Kau tahu doa? Doa adalah upaya manusia untuk berganti peran.
4.5*/5*
Di buku kedua ini, Samiam sudah jauh bertumbuh. Bagaimana hidup membawanya ke perjalanan panjang, jauh dan sangat melelahkan.
Ketegangan mulai terasa di tengah buku. Saat konflik batin antara keluarga, sahabat, agama dan kemanusiaan muncul satu persatu.
Seolah perjalanan panjang menyiapkan Samiam untuk suatu hal yang besar, karena baik atau buruk suatu hal tergantung bagaimana kita memahami dan menyikapinya.
Lebih penasaran bagaimana penulis akan menyelesaikan tentang Joao.
Quotes:
"Siapa kau?"
"Aku.. aku hanya seorang pemeran. Tugasku memerankan apa yang sudah ditentukan untukku di buku takdir.. dan aku harus menjalaninya dengan ikhlas."
Tulisan yang sudah mengering adalah kelahiran dan kematian -------
Kau tahu doa? Doa adalah upaya manusia untuk berganti peran.
4.5*/5*
September 17, 2024
Tapi, menurutku, tugas manusia adalah bertahan hidup.
-hal 313-
Dalam buku ini, pembaca akan kembali berkelana bersama Samiam Noguera. Tujuan Samian berkelana semula adalah mencari istri dan mertuanya yang hilang dan pergi ke tanah leluhurnya, Sunda di Pulau Jawa. Namun, nasib membuatnya menjadi terjebak dalam urusan internasional.
Ia berada dalam pusaran intrik politik internasional guna menggulingkan dan meraih kekuasaan pada abad 16 yang melibatkan Takhta Suci Vatikan, Imperium Turki Utsmani, dan Dinasti Savid dari Persia. Ribetnya....
Sebenarnya buku ini dibeli lama, nitip via Dion demi diskon lumayan he he he. maafken,s aya ngak ikutan PO mengingat diskonnya hanya secuil.
https://trulyrudiono.blogspot.com/202...
-hal 313-
Dalam buku ini, pembaca akan kembali berkelana bersama Samiam Noguera. Tujuan Samian berkelana semula adalah mencari istri dan mertuanya yang hilang dan pergi ke tanah leluhurnya, Sunda di Pulau Jawa. Namun, nasib membuatnya menjadi terjebak dalam urusan internasional.
Ia berada dalam pusaran intrik politik internasional guna menggulingkan dan meraih kekuasaan pada abad 16 yang melibatkan Takhta Suci Vatikan, Imperium Turki Utsmani, dan Dinasti Savid dari Persia. Ribetnya....
Sebenarnya buku ini dibeli lama, nitip via Dion demi diskon lumayan he he he. maafken,s aya ngak ikutan PO mengingat diskonnya hanya secuil.
https://trulyrudiono.blogspot.com/202...
November 24, 2024
Di banding buku kedua, sosok Samiam lebih terlihat hati-hati dan penuh dengan pemikiran yang matang. Pencarian istri dan ayah mertua yang cukup menguras tenaga bagi Samiam, sampai kerasa aku sebagai pembaca. Jujur di buku pertama aku gregetan sama sifat Samiam.. tapi di buku kedua ini aku pengen pukpuk dia 😭
Tetapi di akhir buku kembali lagi agak sedikit emosional. Mungkin itu mengapa sosok sahabatnya dibutuhkan. Selain itu banyak banget makna di buku kedua ini, tentang pencarian diri dan wejangan hidup.
Meskipun alurnya agak padat tentang sejarah timur tengahnya, tapi gak ganggu cerita. Saranku buat penulis perlu tambah ilustrasi peta wilayah kekuasaan kekaisaran yang diceritakan. TBH AKU AGAK BINGUNG, di konflik Savafid dan Ottoman itu...
Tetapi di akhir buku kembali lagi agak sedikit emosional. Mungkin itu mengapa sosok sahabatnya dibutuhkan. Selain itu banyak banget makna di buku kedua ini, tentang pencarian diri dan wejangan hidup.
Meskipun alurnya agak padat tentang sejarah timur tengahnya, tapi gak ganggu cerita. Saranku buat penulis perlu tambah ilustrasi peta wilayah kekuasaan kekaisaran yang diceritakan. TBH AKU AGAK BINGUNG, di konflik Savafid dan Ottoman itu...
December 19, 2025
"Saat menulis buku harian ini, terpikirkan olehku bahwa hidup adalah tentang perjumpaan dan perpisahan. Yang bisa kita lakukan adalah menjumpai dengan baik-baik, dan pergi meninggalkan kenangan baik."
Sudah selesai membaca buku kedua dari Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa. Buku yang menakjubkan, sangat detail dan seru.
Di sini penulis mampu mengembangkan kisah Samiam secara rinci, kudos abiszzz.
Dari buku ini aku bisa bolak balik ngeliat peta karena pengen tahu gimana Samiam melakukan perjalanannya. Di sisi lain buku ini bikin kita ikut ngerasain berbagai macam hal yang dirasakan Samiam melalui perjalanannya.
Buku yang seru dengan detail-detail hasil reset yang sangat mumpuni, sangat worth the reading.
Sudah selesai membaca buku kedua dari Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa. Buku yang menakjubkan, sangat detail dan seru.
Di sini penulis mampu mengembangkan kisah Samiam secara rinci, kudos abiszzz.
Dari buku ini aku bisa bolak balik ngeliat peta karena pengen tahu gimana Samiam melakukan perjalanannya. Di sisi lain buku ini bikin kita ikut ngerasain berbagai macam hal yang dirasakan Samiam melalui perjalanannya.
Buku yang seru dengan detail-detail hasil reset yang sangat mumpuni, sangat worth the reading.
May 14, 2025
Baca ini sebenernya agak overwhelmed karena plot(atau lebih ke masalah) yg fast-paced dan harus cepet move on dari satu kejadian ke kejadian lain, i feel like ga dikasih jeda buat menelaah, but its okay ini yg bikin seru. Pokoknya baca buku ini serasa kaya diajakin jalan-jalan dari eropa sampe ke timur-tengah. Also aku kagum banget sama penulis (he must be really smart to write such a complex story with history background in it). Aku berharap dengan ketemunya Samiam sama Paman Joao dibuku ketiga nanti lebih banyak informasi tentang kerajaan sunda dan bisa tuntasin asal-usul Samiam. Good work👍 gak sabar menunggu buku terakhir trilogi ini😉.
This entire review has been hidden because of spoilers.
December 27, 2025
Buku ini layak mendapat rating 4.5/5, namun sayangnya tidak ada sistem decimal di goodreads rating!
Jujur buku kedua ini lebih bagus dan lebih menarik dari seri pertama.
Samiam di buku ini juga memiliki karakter yang lebih kuat daripada di buku sebelumnya. Serta dia tidak lagi manusia emosional, naif dan ceroboh. Hampir semua keputusan dia pikirkan dengan matang.
Hanya saja beberapa di plot/subplot, mungkin terasa mengganggu atau menyinggung suatu budaya atau agama. Jadi saat membaca buku ini harus menyadari sepenuhnya bahwa ini adalah novel (fiksi), yang mana kisah di dalamnya tidak ada hubungannya dengan kejadian di dunia nyata.
Jujur buku kedua ini lebih bagus dan lebih menarik dari seri pertama.
Samiam di buku ini juga memiliki karakter yang lebih kuat daripada di buku sebelumnya. Serta dia tidak lagi manusia emosional, naif dan ceroboh. Hampir semua keputusan dia pikirkan dengan matang.
Hanya saja beberapa di plot/subplot, mungkin terasa mengganggu atau menyinggung suatu budaya atau agama. Jadi saat membaca buku ini harus menyadari sepenuhnya bahwa ini adalah novel (fiksi), yang mana kisah di dalamnya tidak ada hubungannya dengan kejadian di dunia nyata.
This entire review has been hidden because of spoilers.
January 29, 2026
Sengaja melambat-lambatkan membaca buku ke-2 ini sambil menunggu buku ke-3 terbit. Tapi ternyata aku selesai lebih cepat.
Di dalam buku ini, Samiam mengalami perkembangan karakter menjadi lebih tangguh dan tangkas.
Sejarah Persia dan Konstantinopel digali dengan cukup dalam (+ disertakan gambaran peta wilayahnya pada belakang cover).
Jika di buku pertama, Samiam berkelana di wilayah Eropa dan berlatar sejarah kristen.
Kali ini, Samiam berkelana di Timur Tengah dengan latar sejarah Islam.
Lumayan banyak plot-twist dan cerita yang membuat sedih.
Intinya seru dan tidak sabar menunggu buku ke-3 nya!
Bintang 5 untuk riset sejarahnya yang mendalam.
Di dalam buku ini, Samiam mengalami perkembangan karakter menjadi lebih tangguh dan tangkas.
Sejarah Persia dan Konstantinopel digali dengan cukup dalam (+ disertakan gambaran peta wilayahnya pada belakang cover).
Jika di buku pertama, Samiam berkelana di wilayah Eropa dan berlatar sejarah kristen.
Kali ini, Samiam berkelana di Timur Tengah dengan latar sejarah Islam.
Lumayan banyak plot-twist dan cerita yang membuat sedih.
Intinya seru dan tidak sabar menunggu buku ke-3 nya!
Bintang 5 untuk riset sejarahnya yang mendalam.
This entire review has been hidden because of spoilers.
November 30, 2024
WOW Buku ke-2 ini memang terlihat Samiam lebih matang dan punya tujuan dalam perjalanan hidupnya. Kalau dibuku pertama lebih fokus antara Samiam dengan konflik internal dalam dirinya, dibuku kedua ini justru Samiam lebih matang dalam menanggapi berbagai hal. Dibuku kedua ini juga Samiam lebih banyak menceritakan tentang detail detail latar belakang setiap tempat yang ia singgahi. Overall aku puas bgt sama ini, walaupun ada beberapa part yang mengandung perulangan informasi tp tetep ok!! Jadi ga sabar buat nunggu buku ketiganya!!!
February 12, 2025
Tadinya mau aku kasih bintang 3, tapi scene pasukan Qizilbash yang awalnya mau jadiin samiam sandera tapi urung dan mereka (Qizilbash) malah lindungin Samian dari serangan agen rahasia Fransiskan itu keren bangeet. Walaupun engga tau juga apa maksud Qizilbash ngelindungin Samiam. Seperti apa yang dituliskan pada buku harian Samiam di halaman 327 bahwa, "Dalam derita ini, selalu ada yang harus aku syukuri"
Eh tapi ya habis Samiam ditolongin itu ada kejadian darderdor sedih banget.
Kira-kira harus nunggu berapa tahun lagi untuk buku ke-3🥲
Eh tapi ya habis Samiam ditolongin itu ada kejadian darderdor sedih banget.
Kira-kira harus nunggu berapa tahun lagi untuk buku ke-3🥲
April 7, 2025
Terlalu banyak cabang cerita, tapi lebih seru konfliknya dibanding buku pertama. Samiam dideskripsikan semakin dimatangkan pengalaman sejak jadi budak hingga manusia yang terus diburu walau sudah merdeka. Di halaman 221-231 saya menemukan kesamaan kisah dengan kalamullah, dari Al-Qur'an surat Al Kahfi ayat 60-82. Di Qur'an, itu adalah kisah Nabi Musa, sedangkan di novel merupakan kisah pemimpin bangsa dan seorang lelaki. Tapi saya yakin, penulis menukil dari Al-Qur'an karena kisah bijaknya bisa disandingkan untuk refleksi kehidupan.
October 27, 2025
Akhirnya bertemu dengan Samiam lagi! Kali ini, perjalanan Samiam lebih mustahil dari buku pertama.
Mulai dari ia ditangkap, disidang, hingga harus terpisah dari istri dan pamannya. Kita mengikuti perjalanan Samiam menjadi budak dan pertanyaan-pertanyaan akan hidup dan Tuhan. Dan perjalanan ini ada banyak hal-hal yang tidak terduga yang turut membuat gejolak hati.
Dan sepanjang membaca, rasanya hal yang wajar bagi saya merasakan hal yang dirasakan Samiam. Sedih, kemarahan, dan kebingungan pun turut hinggap selama saya membaca.
Saya tidak sabar untuk buku ketiga!
Mulai dari ia ditangkap, disidang, hingga harus terpisah dari istri dan pamannya. Kita mengikuti perjalanan Samiam menjadi budak dan pertanyaan-pertanyaan akan hidup dan Tuhan. Dan perjalanan ini ada banyak hal-hal yang tidak terduga yang turut membuat gejolak hati.
Dan sepanjang membaca, rasanya hal yang wajar bagi saya merasakan hal yang dirasakan Samiam. Sedih, kemarahan, dan kebingungan pun turut hinggap selama saya membaca.
Saya tidak sabar untuk buku ketiga!
November 2, 2025
Seperti perjalanan Samiam sebelumnya. buku ini benar benar bagus!
Melanjutkan perjalanan samiam yang tiba dikonstatinopel lalu ditangkap agen fransiskan. buku ini bercerita kejadian setelah penangkapan dan terjadinya perpisahan antara Joao, Bianca dengan Samiam
Disini Samiam dijadikan budak oleh hakim di konstatinopel. dan disitulah perjalanan ia yang mustahil kedua kalinya dimulai!
Banyak sekali sejarah dijelaskan disini. entah itu konflik, budaya. semua dijelaskan dengan rinci dan detail serta membuat pembaca ingin lebih tahu tentang sejarahnya.
Best book for 2025 deh!
Melanjutkan perjalanan samiam yang tiba dikonstatinopel lalu ditangkap agen fransiskan. buku ini bercerita kejadian setelah penangkapan dan terjadinya perpisahan antara Joao, Bianca dengan Samiam
Disini Samiam dijadikan budak oleh hakim di konstatinopel. dan disitulah perjalanan ia yang mustahil kedua kalinya dimulai!
Banyak sekali sejarah dijelaskan disini. entah itu konflik, budaya. semua dijelaskan dengan rinci dan detail serta membuat pembaca ingin lebih tahu tentang sejarahnya.
Best book for 2025 deh!
August 19, 2026
"Aku.. aku hanya seorang pemeran. Tugasku memerankan apa yang sudah ditentukan untukku di buku takdir.. dan aku harus menjalaninya dengan ikhlas."
Di buku kedua dari trilogi ini, petualangan Samiam (Abu Dzar) dari Konstaninopel hingga ke Persia benar-benar memberikan banyak pelajaran kepadanya sebagai manusia. Padang pasir, kota-kota tua, dan pertalian agama-agama Samawi menjadi menjadi lanskap utama dalam cerita, lanskap yang berbeda dengan buku sebelumnya tapi tetap berhasil menyatu sebagai novel fiksi sejarah yang kokoh.
Di buku kedua dari trilogi ini, petualangan Samiam (Abu Dzar) dari Konstaninopel hingga ke Persia benar-benar memberikan banyak pelajaran kepadanya sebagai manusia. Padang pasir, kota-kota tua, dan pertalian agama-agama Samawi menjadi menjadi lanskap utama dalam cerita, lanskap yang berbeda dengan buku sebelumnya tapi tetap berhasil menyatu sebagai novel fiksi sejarah yang kokoh.
Displaying 1 - 30 of 68 reviews































