Sebagai bukan penggemar buku sejarah, saya berikan bintang 4 untuk buku ini. Tak lain dan tak bukan (apa coba ^_^) karena gaya bertutur penulis yang tak membuat saya merasa jenuh. Segala hal diuraikan dengan cara yang enak untuk disimak. Andai semua buku sejarah dibuat seperti ini.
Banyak hal yang dipungkiri dalam buku ini. Per harapan pernah Belanda kepada Jepang karena mereka mengatakan perang dengan dua sekutu Belanda,
Pada halaman 287 tertulis, " Di Banyumas dan terutama di Surakarta terjadi kemarahan rakyat terhadap simbol-simbol asing selama satu minggu yang penuh keseraman. Penduduk Belanda banyak yang dibunuh atau disunati, dipaksa masuk Islam. Semboyan dari lakon Umarmoyo, yang mengatakan bahwa orang-orang beragama Islam berhak melakukan hal-hal tertentu terhadap orang kafir, dihidupkan kembali biarpun lakon-lakon Umarmoyo telah dilarang selama penjajahan Belanda."
Tercenung.