Girls and technology is winning combination, it’s all about the good vibes! Yup, menjadi akrab dengan teknologi memungkinkan wanita untuk sukses dan bisa bekerja dimana saja, bahkan dari rumah sekalipun. Selama kita mau berusaha buat stay curious dan nggak takut salah, nggak ada alasan buat melewatkan asiknya berkutat di dunia yang identik sama cowok, dan terkesan geeky ini. Doyan nge-game pun bisa jadi cara, lho!
Best of all, di sini ada seabreg tips-tips praktis untuk meningkatkan skill kita, seperti tips guest blogging, berbicara di depan umum, dan networking. Apalagi kalau kamu tertarik membangun startup. Buku ini juga memberi tips merumuskan ‘pitch’ untuk menjual ide, membuat business plan, mencari partner, dan memulai bisnis dengan modal Rp 0,-. Yay! How useful!
Lia Golledge, is a writer of 34 books, varied from novels to how-to books. The last 2 books are translation of Stoic classics Marcus Aurelius' Meditations and Epictetus' Golden Sayings.
Hampir DNF buku ini 😅 Tapi untungnya jeda yg aku lakuin cukup lama jadi pas baca lagi gak terlalu bikin bosan
Awal2 yg di buku ini cukup menarik namun semakin ke tengah saya sedikit bosan karna pembahasan contoh2 organisasi/ kasus yg diberikan terlalu banyak 😅 Saya juga gak sebrapa paham penjelasan mengenai bisnisnya, tapi menuju bab terakhir2 bahasannya sudah mulai luwes lagi dan cukup menarik buat aku ikuti lagi.
Judul Buku: Girls & Tech Penulis: Ollie Penerbit: Bentang Belia Tebal: X+186 halaman; 20,8 cm Tahun Terbit: Oktober 2013 Genre: Nonfiksi Remaja ISBN: 978-602-7975-64-4 Harga: 49.500,00
“Buku ini adalah awal dan pengingat untuk kaum wanita bahwa salah satu cara bersyukur atas nikmat Tuhan yang diberikan, tinggal di negara yang luar biasa makmur dan penuh potensi, dengan kebebasan berekspresi yang kita miliki, adalah dengan berkarya.” Kalimat di atas merupakan kutipan dari kata pengantar Girls & Tech, dari rangkaian kata tersebut tertangkap jelas semangat yang ingin dikobarkan penulis. Perempuan, teknologi dan berkarya, adalah kata kunci dari buku ini. Dimana teknologi adalah dunia yang kerap dianggap jauh dari sisi feminin. Girls & Tech menyingkap sisi yang berbeda dari pandangan tersebut. Pada bagian awal, Ollie menjelaskan mengapa teknologi dan mengapa perempuan. Hingga karakteristik lelaki yang dapat dipelajari oleh kaum perempuan untuk sukses dalam karir (di bidang teknologi). Di bagian berikutnya, Ollie memberi contoh melalui perempuan-perempuan yang telah berkecimpung di dunia teknologi. Pada kenyataannya, sudah cukup banyak perempuan yang berkecimpung dalam dunia teknologi. Penerapan teknologi dalam kehidupan perempuan berkarir, sangat membantu. Buku ini menjadi paket yang nyaris lengkap bagi segmen pembacanya, yaitu perempuan muda Indonesia. Penulis juga menyisipkan bagian untuk mewujudkan startup. Mengingat, selain penulis dengan background IT, Ollie adalah seorang technopreneur dengan beberapa startup-nya yang telah sukses, salah satunya adalah self publishing pertama di Indonesia, NulisBuku.com. Selain itu, juga ada bagian kebiasaan dan keterampilan yang harus dimiliki perempuan, bagian Komunitas dan bagian yang menampilkan siapa sebenarnya penulis buku ini. Such an inspiring book! Tapi, sebagai sebuah review, saya tentu melihat buku ini secara keseluruhan. Design sampul Girls & Tech, mampu menggambarkan apa saja yang akan disampaikan penulis. Ilustrasi dalam buku ini cukup menarik, dilengkapi dengan foto serta quote-quote sebagai poin dari pemaparan. Namun, ukuran font yang dipergunakan saya rasa terlampau kecil. In the end, 4/5 layak diberikan untuk buku ke-26 dari Ollie.
Sejujurnya gue nggak terlalu konek sama bahasan buku ini, segimanapun tekunnya gue baca, mungkin bidang teknologi dan kawan-kawannya bukan lahan jajahan gue. Tapi dengan buku ini ada banyak pelajaran yang bisa diambil terlepas dari minat, nggak minat, bisa atau nggak bisanya kita di bidang teknologi. Yang paling gue garis bawahi adalah soal profil-profil perempuan hebat yang dibahas di sini. Bahwa perempuan, nggak cuma bisa milih mau jadi ibu rumah tangga atau jadi wanita karier. Karena sebenarnya keduanya bisa berjalan bersamaan, dengan seimbang.
Ada satu bahasan menarik soal ini, di Indonesia wanita karier yang sudah menikah dan punya anak cenderung dianggap akan menelantarkan anak dan keluarganya, dan wanita bekerja banyak yang merasa bersalah karena punya karier di luaran. Tapi kenapa juga harus merasa bersalah? Memang yang namanya perempuan itu nggak boleh punya kerjaan dan eksis di luaran? Selama dia bisa menyeimbangkan kegiatan di dalam dan luar rumah, kenapa nggak boleh?
Yah kalau udah nyinggung-nyinggung soal itu pasti panjang deh. Intinya buku ini menginspirasi gue khususnya, bahwa yang namanya perempuan itu bisa melakukan segala hal yang kita mau kok, nggak peduli walaupun kita "cuma" perempuan.
Pembagian bab dan sub-bab di buku ini juga memudahkan gue dalam membaca. Mulai dari alasan kenapa perempuan juga bisa, role models yang sudah ada, cara memulai berbisnis dengan teknologi sampai kebiasaan dan skill-skill yang harus dilatih agar bisa terus berkembang. Gue juga dipermudah dengan adanya list komunitas-komunitas girls in tech di indonesia, kalau-kalau pembaca ingin lebih mengetahui lebih lanjut soal ini.
Dan cocok banget sama perempuan, buku ini dipenuhi sama ilustrasi-ilustrasi manis yang menghiasi sepanjang buku, lengkap dengan warna font dan aksen pink di sana-sini. Juga kumpulan quote yang benar-benar menginspirasi.
Yang jelas buku ini sudah sewajarnya dibaca sama semua perempuan, baik yang bekerja di bidang teknologi ataupun nggak. Karena sebenarnya perempuan juga nggak kalah sama laki-laki kok kalau udah ngomongin soal pencapaian dan prestasi-prestasi lainnya.
Pertama kali baca tahun 2015, dan ketika baca lagi sekarang 10 tahun kemudian, teknologi sudah berkembang sangat sangat pesat! Dan jika merujuk pada judul buku ini, teknologi sudah jadi barang biasa di jaman ini, siapapun - termasuk perempuan, sudah menggunakan teknologi dalam keseharian. Teknologi bukan hal yang menakutkan lagi. Karena buku ini diterbitkan pertama kali 12 tahun yang lalu, beberapa website yang disebutkan di dalam buku ini ternyata sudah tidak dapat diakses. Namun, practical techie tips masih relevan. Contohnya: menggunakan Google dengan lebih efektif, blogging, aktif di media sosial, berjualan produk secara online, bikin video di Youtube, menjual foto, mengajar dan belajar online. Sekarang, hampir semua yang saya sebutkan itu bisa dilakukan praktis hanya dengan platform Instagram dan TikTok ya, betapa kencang berlarinya teknologi ini! Hehehe. Ngomong-ngomong, sampul buku ini bagus, kesannya seperti poster :D
Meskipun baru dibaca sekarang (8 tahun setelah terbit!), tapi inti yg dibahas masih sangat relevan. Dengan gaya penulisannya yang ringan dan mudah diikuti, Mbak Ollie berhasil menyampaikan pesan bahwa kita para wanita bisa "berteman" dengan teknologi dan menjadikannya sarana untuk berkembang. Di sini juga diceritakan berbagai kisah ttg wanita2 (termasuk penulis) yg berhasil melakukannya. Sangat menginspirasi!
Andaikan baca ini waktu baru terbit! Lebih menyenangkan kali ya :D isinya tentang penulis dan bagaimana dia menggeluti dunia IT yg kebanyakan laki. Tips-tipsnya ok banget nih buat start up. Simpel dan mudah dipahami.
Girls & Tech memulai pembahasannya dari hal yang paling dasar, girls and technology yang diceritakan lewat pengalaman pribadi Ollie tentang perkenalannya dengan laptop dan internet. Ollie lalu kuliah di jurusan IT dan bergaul dengan para geeky yang kebanyakan adalah pria. Saat memasuki dunia kerja, kerjaannya tidak jauh dari bidang IT tapi dia menyadari bahwa sebagian teman-teman wanitanya di kelas tidak memilih bidang IT seperti dirinya. Kenapa itu bisa terjadi? Ollie mengakui bahwa berkerja dan berinteraksi dengan orang IT bisa menimbulkan ‘awkward moments’ tapi ternyata banyak hal lain yang menarik dan asyik yang bisa di temui di dunia IT. Dia menyesalkan sedikitnya jumlah wanita yang terlibat di dunia ini. Padahal wanita mempunyai beberapa kelebihan yang cocok untuk bekerja di bidang ini. Jika ada kekurangan yang menghambat, hal itu bisa ditutupi bahkan dipelajari. Tak hanya dijadikan sebagai karir, IT juga harusnya dimengerti oleh kaum wanita untuk mempermudah mereka menjalani dan mengendalikan kehidupan sehari-hari baik untuk dirinya sendiri dan keluarga. Dimulai dari hal yang sederhana dan kecil, lewat media sosial seperti Twitter atau Blog, wanita bisa memanfaatkan teknologi dan menguasainya sebaik kaum pria.
Girls & Tech adalah sebuah buku yang menginspirasi dan memotivasi, khususnya untuk para wanita. Dunia IT dijelaskan secara singkat tapi jelas dalam beberapa bagian yang ditata dengan rapi dan pas. Dalam enam bagian besar, Why Technology? Why Girls, The Role Models, Create Your Own Startup!, The Habits & Skills, Communities dan More About Ollie, Ollie menjelaskan bagaimana dia ‘berenang’ dalam dunia yang lebih dulu didominasi oleh kaum pria. Tidak lupa ilustrasi dan layout yang begitu segar dan eye catching. Mataku tidak cepat lelah saat menelaah isinya yang sebenarnya merupakan sesuatu yang sangat baru. Aku bahkan menikmatinya dan menyelesaikannya dalam waktu kurang dari lima jam (sembari nunggu dosen pembimbing, hehehe).
Kata siapa dunia IT hanya untuk kaum lelaki? Di buku ini bakal jelasin kenapa kok perempuan juga perlu paham tentang teknologi dan informasi. TI pun tidak bisa dipungkiri juga merupakan salah satu cara untuk meraih kesuksesan alias karir. Malah dengan adanya IT ini, yang dulu ibu-ibu di rumah hanya bisa melakukan pekerjaan rumah tangga juga bisa menghasilkan uang.
Oleh karena itu, melalui buku ini juga, keberadaan TI bisa menjadi media pemberdayaan agar perempuan dan wanita bisa lebih maju dan tidak lagi terbelakang dengan alasan "aku nggak paham nih dengan gadget ini) dan alasan sebagainya.
Menurutku buku ini berguna sekali bagi siapapun yang ingin mencoba supaya lebih eksis di dunia maya (tentunya dengan jalan yang positif ya). Memotivasi pula supaya setiap perempuan minimal memiliki project untuk nantinya dikembangkan dan bisa dimanfaatkan oleh orang lain.
Dari segi layout, buku ini menarik. Warna pink yang dominan di dalam buku tidak terlalu mencolok. Gambar ilustrasi di dalamnya juga lucu. Sesuai dengan harganya yang masih dalam taraf normal.
Wanita dan teknologi. Dua hal yang dipandang berseberangan, padahal nyatanya banyak wanita sukses karena terjun di dunia teknologi. Salah satunya Marrisa Mayer yang sempat mengagetkan dunia karena dipilih sebagai CEO Yahoo! Kalau di dalam negeri, saya tidak tahu banyak, tapi setelah membaca buku ini, saya jadi tahu kalau penulisnya adalah salah satu wanita "teknologi" yang sangat mengagumkan.
Dulu, seringkali browsing kutukutubuku.com dan nulisbuku.com, ngga tahunya Mba Ollie-lah yang membuat keduanya. Sangat takjub juga, selain karirnya memang di bidang teknologi, juga hobinya suka membaca buku, bisa menghasilkan dua website tersebut menjadi bisnis yang menjanjikan.
Buku ini lebih banyak menjelaskan tentang pengalaman penulis (Mba Ollie) selama terjun di dunia teknologi. Secara keseluruhan, penulis juga menyelipkan tips dan trick bagaimana kita bisa tampil profesional di dunia kerja. Selain itu, ada pula cerita singkat dari wanita-wanita Indonesia yang sukses berkarir di bidang teknologi. Dari membaca buku ini, saya jadi tertarik akan bidang ilmu ini karena sepertinya banyak hal luar biasa nan kreatif nan berbau bisnis yang bisa dihasilkan.
Lumayan suka bacanya karena banyak dapet info menarik soal dunia IT. Cuman agak bosen, mungkin karena minim ilustrasi. :p
Entah kenapa aku merasa Mbak Ollie agak pamer tentang beberapa pencapaiannya (atau ini memang sengaja biar para wanita semangat?). Trus ada satu hal lagi yang bikin aku terganggu: halaman yang ditulis dalam bahasa inggris. Umm.. gimana yah? Rasanya kurang cocok aja ada beberapa halaman yang bahasa inggris gitu sementara yang lain pake bahasa indo. Istilahnya kalo mau pake bahasa inggris ya pake bahasa inggris semua aja. Untuk yg email dari temen, itu gapapa sih kalo dalam bahasa inggris (malah aneh kalo diterjemahin).
Overall, suka. Makasih untuk beberapa tipsnya ya, Mbak. "Go go fighting!" untuk majunya para wanita (termasuk aku) tanpa menghilangkan kodratnya yg juga berperan sbg ibu rumah tangga (nanti). :p
Hal pertama yang membuat saya tertarik untuk membaca buku ini adalah karena covernya udah menarik duluan. Cheerful dan berani! Mencerminkan perempuan itu harus berani untuk terjun ke dunia teknologi lebih dalam. Selain itu, penggunaan warnanya juga rame ditambah ilustrasi seorang perempuan masa kini, jadi nggak bosan hanya dengan melihat covernya saja.
Hal kedua yang bikin saya ‘harus membaca’ buku ini adalah ada satu sub-bab yang membahas tentang blogging. Kebetulan saya saat ini tengah belajar lebih dalam mengenai blog dan seisinya.
Hal ketiga yang membuat saya ‘menyesal’ karena kenapa nggak dari dulu saya ketemu dengan buku ini adalah, isinya yang menjamu mata. Setiap materi dipadu apik dengan visual yang nyentrik. Khas muda kreatif.
Topik yang dibawa buku ini menarik, secara jarang banget buku yang membahas tentang wanita dan teknologi. Banyak tips yang bermanfaat. Bukunya tipis, penuturannya ringan seperti membaca postingan di blog. Pembahasannya cukup beragam, tapi menurut saya kurang dalam. Mungkin kalau pengalamannya diceritakan tidak hanya sekilas, bisa lebih dalam dan lebih menarik (atau saya-nya aja yang emang suka terlalu jauh mikirnya hehehe). Dari segi fisik bukunya, menurut saya cukup bagus. Kelebihan lainnya dari buku ini yaitu penulisnya yang memang sudah berpengalaman sekali di bidang IT, bisa dilihat dari cerita-ceritanya yang berpartisipasi di berbagai kegiatan terkait IT baik di Indonesia maupun di dunia. Buku yang menginspirasi :)
Buku ini saya beli tahun 2014. Saat itu saya menganggapnya hanya sekedar kumpulan cerita dari para wanita yang bekerja di bidang IT. Baru setengah saya baca, saya sudah harus meninggalkannya karena pindah rumah. Akhir 201y saya berjodoh kembali untuk menyelesaikan buku ini. Setelah selama perpisahan itu saya banyak mengikuti kegiatan IT utk perempuan dan berkeinginan mempunyai startup, buku ini menjadi semacam minyak di kobaran semangat saya. Karenanya saya melihat bahwa penulis buku ini sangat luar biasa, terpikirkan utk mengumpulkan para srikandi IT utk jadi inspirasi bagi wanita wanita muda lainnya. Sebenernya bahasan peran IT secara mendalam kurang dalam buku ini. Namun mampu menunjukkan bahwa wanita wanita ini bisa, maka kamu pun bisa.
Ini buku keren lho, dari tulisannya keliatan kepribadian Ollie, penulisnya yang independent, dynamic, and sophisticated banget! Jarang-jarang kan ada cewek yang jago di bidang technology. Dan doi juga sukses banget karena udah jadi CTO dari beberapa startup buatan dia sendiri. Belum lagi di dalemnya diselipin beberapa tips dan recommended apps untuk ningkatin produktivitas. Buku ini cocok buat yang pingin berkecimpung di dunia bisnis yang berhubungan dengan teknologi, karena didalamnya dipakai beberapa istilah bisnis tapi dengan gaya tulisan yang light bikin buku ini bisa dibaca sama semua kalangan ;)
"what would I do if I'm not afraid?" Maybe it's because I'm a girl, maybe it's because I am used to this way of thinking, maybe it's just basically my personality, so most of the time I'd see things from the hardest part and became discouraged or too lazy or easily tell myself, "This is not me. This is not my part, I don't belong here." But who knows if realizing this is actually one step ahead in destroying this mindset.
Thank you Mbak Ollie for the great insight. I know I should just dig deeper and take action.. Since there's actually nothing to be scared of. And yes, I'll make time.
Jujur, sebenernya ini buku hadiah dari Sasa dan Sherly. Mereka memberikan buku ini sebagai ahdiah ulang tahunku. Setelah membaca buku ini, waaaawww. Ternyata penggunaan teknologi ga sesulit yang dibayangkan. Blogging aja udah termasuk aplikasi teknologi.
Selain membahas tentang peran teknologi, Mbak Ollie juga membahas tokoh-tokoh perempuan yang bergelut di bidang IT. Wah, mereka kece-kece loh.
Buku ini terbitan tahun 2013, tapi saya baru membacanya di akhir tahun 2016. Tetap relevan, karena saya sendiri pun sampai saat ini masih menganggap teknologi sebagai sesuatu yang rumit. Setelah membaca buku ini, jadi optimis bahwa teknologi itu menyenangkan