Nggak mau ngomentarin isinya, karena saya juga cuma orang awam. Cuma mau mengkritik EYD yang amburadul dan super berantakan. Ini buku saya liat ada editornya, tapi kayaknya editornya nggak kerja sama sekali, ya? Sama dengan buku pertama, tapi buku kedua ini jauh lebih parah. Bahkan untuk penggunaan kata2 sederhana kayak lagipula, yang seharusnya lagi pula, praktek yang seharusnya praktik, apapun yang seharusnya apa pun, dan setumpuk kesalahan lainnya. Karena saya seorang freelance editor, jadinya nggak nyaman aja bacanya, gemes pengen baikin. Hanya karena buku ini bukan novel, nggak seharusnya editor lepas tangan begitu.