Buku saku yang menarik untuk remaja bagaimana mengolah rasa cinta yang Islami tanpa harus terpuruk pada tingkah pornoaksi.
Cinta seringkali tak terduga. Cinta memang kerap di luar rencana. Cinta Azis dan Amoy, membuat keduanya meninggalkan kota kelahiran, meski ke negara yang berbeda.
Bisakah cinta dipertahankan? Sanggupkah cinta mengatasi begitu banyak perbedaan, waktu dan jarak terentang? Lalu rindu teramat besar, mampukah dikemas?
Di tangan Novia Syahidah Mengemas Rindu, tidak menjadi kisah cinta sekedar. Penulis, yang disebut-sebut sebagai pendatang baru dari FLP, yang paling berbakat ini, meraciknya dengan manis, menyentuh, dan indah. Sebab, begitulah cinta.
3,5 bintang - Novel ini berkisah tentang Azis dan Amoy, tetangga dan teman sepermainan sejak kecil, yang saling mencintai, tetapi terhalang oleh perbedaan agama.
Aku sangat menikmati membaca buku ini. Aku terbuai oleh alunan dialek Melayu yang terngiang begitu jernih di telingaku. Aku hanyut dalam cerita yang mengalir dengan tenang, menghadirkan tokoh-tokoh secara bersahaja, pun saat mereka bertentangan pendapat. Tidak ada yang hitam-putih. Cinta beda agama ini tidak digambarkan sebagai sesuatu yang hitam dan nista, tetapi sebagai cinta polos khas anak muda yang belum memahami konsekuensi pilihan itu, pemahaman yang kemudian berkembang seiring bertambah usia Azis dan Amoy.
Bravo buat Uni Novia yang berhasil membuat cerita tanpa penghakiman dan tanpa menggurui, tetapi tetap sarat hikmah.