Jump to ratings and reviews
Rate this book

Back Door Java: State Formation and the Domestic in Working Class Java

Rate this book
In the densely populated urban neighbourhoods of Java, women manage their houses and their communities through daily exchanges of food, childcare, and labour. Their domestic work is based on local ideas of community cooperation and support, but also on the Indonesian government's use of women as unpaid social workers. Consequently, women are a pivotal point in both state-sponsored programs of domesticity and in the local practice of community exchange managed from individual houses. Back Door Java explores the everyday lives of ordinary urban Javanese from a new perspective on domestic space and the state. Using rich ethnographic description of a neighbourhood in Central Java, Newberry illuminates the ways in which state rule is intimately connected to the household and the community.

208 pages, Paperback

First published January 1, 2006

2 people are currently reading
45 people want to read

About the author

Jan Newberry

4 books

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (30%)
4 stars
8 (40%)
3 stars
5 (25%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (5%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Repa Kustipia.
27 reviews1 follower
April 2, 2022
Buku ini dari disertasi penulis dan untuk dijadikan bahan bacaan yang muatannya tentang kehidupan berumah tangga dan bermasyarakat dengan fenomena sosialnya direkomendasikan dibaca agar perspektif tentang berkeluarga itu tidak hanya berbicara peran perempuan dan laki-laki dan rumah tangga itulah cikal bakal unit analisis ekonomi termudah jika ingin mengukur suatu stabilitas ekonomi.
Nama-nama yang diceritakannya pun seperti menjelajahi kehidupan bermasyarakat sehari-hari seperti kehadiran Bu Sae, Bu Tini.
Pembahasan syukuran/hajatan/selametan itu memiliki nilai historis budaya yang perlu dihargai dan dipahami sekalipun oleh pembaca yang sudah mengaku modern, tapi ada nilai-nilai filosofi kehidupan untuk kesejahteraan.
Buku ini secara antrolologi sangat ringan dibaca.
Profile Image for Puji Hastuti.
4 reviews
December 27, 2020
Saya belum baca versi asli dari Buku ini, tapi versi terjemahannya sangat bagus. Saya suka. Ibarat kata sebuah masakan, racikan bumbu dari karya etnografi ini pas. Apalagi bagi saya yang memang tertarik pada isu konseptual "negara", "rumah tangga", dan "keluarga".
Profile Image for Marina.
2,042 reviews361 followers
April 1, 2015
** Books 96 - 2015 **

Buku ini untuk memenuhi New Author Reading Challenge 2015

3,3 dari 5 bintang!


Buku ini mengupas penelitian dari Jan Newberry mengenai apa sih Kampung, rumah, dan rumah tangga itu sendiri di Indonesia? Terlihat remeh? iya remeh tapi setelah diteliti ternyata untuk urusan hal itu semua terutama di Jawa menjadi suatu budaya/hal yang unik. Peneliti hingga melakukan penelitian dengan tinggal di perkampungan di Jogjakarta sehingga bisa berinteraksi langsung dengan penduduknya.. Ia mengontrak satu tahun rumah yang tidak belum ada yang mau menghuninya.

Apa alasan tidak lakunya?
Simpel. Rumah tersebut tidak memiliki pintu belakang.

"Tidak adanya pintu belakang tidak saja signifikan dari sisi arti pintu itu bagi hubungan kekerabatan, tetapi juga dari sisi pesan yang dikirimkannya mengenai hubungan pertukaran dalam kampung dan masyarakat dan mengenai sosio-ekonomi warga kampung yang berubah-rubah" - Halaman 15

Dalam budaya Jawa, menerima tamu sangat ditekankan. kalo misalnya ada tamu setidaknya harus disuguhi minuman (Hahaha saya yang bukan orang jawa aja merasakan hal ini LOL). nah disinilah waktu itu si peneliti ketika kedatangan tamu dan tidak ada gula dan teh. Ia minta tolong kepada Mas Yoto untuk pergi membeli gula tanpa menyadari apa yang saya minta untuk dilakukannya. Baru ketika ia kembali dan berjalan masuk ke dalam rumah dengan kantong berisi gula dan teh yang terpaksa dilakukan lewat pintu depan. inilah tidak ada pintu belakang menjadi salah satu kurangnya rasa sosial..

banyak sekali sebenarnya yang dibahas dalam buku ini mengenai ibu PKK, konsep gender wanita dan pria didalam rumah, kebudayaan jawa dalam mengadakan hal slametan yang membutuhkan bantuan sanak saudara (seriusan ini mengingatkan slametan di rumah tante saya yang tante saya tidak mau menggunakan jasa catering, mulai kue, makanan berat, kotaknya harus diisi secara manual oleh sanak saudaranya.. saya waktu itu bertugas membentuk kotak, mengisi dengan air putih, mengisinya dengan kue dan tisu untuk kurang lebih 400-500 orang *tewas seketika..

buku ini membuka pandangan kita juga mengenai konsep rumah tangga, rumah dan hubungan kekerabatan di kampung seperti apa dan ini menjadi sangat menarik untuk dipelajari lebih lanjut.

Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.