Krisis di Indonesia tak kunjung berkesudahan. Namun, lebih baik menyalakan lilin ketimbang mengutuk kegelapan, bergerak melakukan sesuatu.
Jika ditanya apa yang harus dilakukan, jawabannya tentu berpulang kepada keahlian dan kecenderungan masing-masing. Gerakannya, karena itu, menjadi berkualitas dan berdaya ubah. Jika pertanyaan itu diajukan kepada Anies Rasyid Baswedan, ia akan menjawab tegas: dunia pendidikan. “Membangun manusia adalah membangun bangsa,” katanya. Melalui dunia pendidikan, ia mencoba melunasi salah satu dari empat janji kemerdekaan: mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Ia berhasil menarik minat ribuan pemuda terbaik bangsa ini untuk mengajar di pelosok-pelosok daerah.
Tapi, bagaimana jalan yang ia tempuh untuk mencapai posisi saat ini? Terjalkah atau malah mulus-mulus saja? Benarkah ia pernah diburu dan mendapatkan ancaman pembunuhan ketika menjadi pegiat mahasiswa? Benarkah ia tak lulus beasiswa Fullbright untuk kuliah di Amerika? Apa yang ia lakukan ketika mengatasi masalah-masalah itu?
Biografi ini menggambarkan sosok Anies Baswedan sebagai seorang bocah, pegiat, intelektual publik, tokoh nasional dan internasional. Juga sebagai pendidik. Menggunakan teknik penulisan jurnalisme sastrawi, membaca buku ini kita seperti membaca novel.
Mengenai perjalanan Abah dari masa kecil, sekolah, organisasi, karir, serta keluarga yg dibangun Abah. Ceritanya dikemas seperti novel, ringan dan penuturan kata yg baik. Bagi saya yg berumur 14 tahun, tidak kesulitan untuk membaca buku biografi seperti ini
Selesai baca buku ini sehari sebelum Pemilu 2024 yang mana Anies menjdi calon Presiden.
Sebelum ini saya tidak begitu mengenali Anies meskipun sudah membaca buku Indonesia Mengajar yang merakam pengalaman Pengajar Muda yang bertebaran di seluruh pulau di Indonesia. Agak malang juga tidak menyedari sosok Anies yang menjadi pendiri IM, dan buku ini pula saya beli setelah terjumpa di celah-celah rak buku terpakai.
Anies datang dari keluarga ilmuwan yang bergalur dari tanah Hadramaut. Datuknya sendiri, A.R Baswedan amat terpandang dalam sisi sejarah Indonesia dalam perjalanan kemerdekaan dan menjadi penggerak masyarakat Arab di Indonesia agar hidup bukan dalam kelompok sendiri — sesuatu yang agak kontroversi ketika itu. Ibu bapa Anies ialah pensyarah, maka hidupnya sentiasa dengan ilmu, perbincangan, dan ditanam dengan sikap-sikap yang baik. Justeru dia sejak sekolah hingga ke universiti sentiasa memimpin rakan-rakan sepengajian dalam apa sahaja gerakan dan kegiatan persatuan. Seolah-olah dia dididik sebagai oemimoin besar suatu hari nanti.
Buku ini bercerita tentang Anies sejak kecil hingga dewasa, ketika itu dia sudah pun dilepaskan dari kabinet sebagai Menteri Pendidikan. Buku ini bermula dengan datuknya diikuti ibu bapanya. Kemudian Anies diserlahkan dalam pelbagai tindakan-tindakan penting sewaktu pengajian. Dalam banyak hal, Anies ternyata disenangi dan tidak gemarkan persengketaan. Di saat ramai memilih bergaduh dan bergocoh, Anies dihantar melerai dan menyesaikan dengan baik. Dia seilah-olah orang tengah yang menyelesakan.
Besar harapan saya agar Anies terpilih sebagai Presiden. Rekod bagusnya sebagai Walikota Jakarta memberi gambaran Indonesia akan berada dalam tangan yang baik. Namun, semua ada pada rakyat Indonesia yang akan memilih satu daripada tiga calon. Apakah keputusannya nanti?
Buku ini menjadi menarik ketika dikerjakan oleh M.Husnil dengan restu dari sang tokoh yang menjadi sosok yang ditulis. Buku ini ditulis selama di Jogja pun tidak sedikit memberikan sentuhan tersendiri bagi buku ini. Bagi saya yang menjadi pemicu ingin membaca biografi Mas Anies adalah bukan karena sering sekali melewati rumahnya ketika ingin makan di gang Grompol, namun Anies Baswedan merupakan tokoh yang menginspirasi dan ngelakoni memperjuangkan kehidupan bangsa yang lebih baik lewat perbaikan pendidikan. Pertemuan saya dengan beliau ketika menghadiri roadshow Indonesia Mengajar, disana dengan begitu luar biasa virus tersebut menyebar di kalangan peserta termasuk saya. Hal tersebut saya simpan dan menjadi inspirasi saya ketika KKN di Desa Sayan, Ubud Bali. Inilah biografi resmi sang pemimpin Indonesia masa depan, Anies Baswedan.
Anies Baswedan penggagas Indonesia Mengajar
Melunasi Janji Kemerdekaan merupakan biografi Anies Baswedan yang menonjolkan tema besar perjuangan pendidikan Indonesia. Hal ini menjadi magnet bagi pembaca untuk membeli buku ini dan alasan penulis mengerjakan buku ini. Membaca dari awal Melunasi Janji Kemerdekaan, kita diajak untuk menelusuri kehidupan dari Taman Joewana, tempat sang kakek Abdurrahman Baswedan tinggal. Dari rumah no.19 inilah akan lahir salah satu tokoh nasional yang membawa nama Yogyakarta dan berperan besar dalam perbaikan pendidikan nasional. Kemudian pindah ke daerah Karangwuni, bersekolah di SMAN 2 Yogyakarta, kuliah dan berorganisasi di UGM (mendapat beasiswa JAL), pria kelahiran Kuningan 7 Mei 1969 ini kemudian melanjutkan studi master di Univesity of Maryland. Di tahun 1999 mengambil jurusan ilmu politik di Northhern Illinois University. Dirinya kembali ke Indonesia di tahun 2005 dan membuat kejutan sebagai rektor termuda di usianya ke 38. Beberapa program inovatif dilakukan di Universitas Paramadina seperti beasiswa dan transkrip nilai akademis dan kegiatan.
Hal yang menarik untuk membaca biografi ini adalah beragam penghargaan dari luar negeri yang berdatangan. Kemampuan Anies Baswedan tidak diragukan lagi dan mendapat apresiasi dari media luar. Di tahun 2008 dirinya masuk dalam 100 intelektual publik dunia versi majalah Foreign Policy. Selain memiliki reputasi sebagai rektor UPM dan ilmuwan politik, majalah ini menilai Anies memiliki peranan penting dalam gerakan mahasiswa tahun 90an yang menumbangkan presiden Soeharto. Pada tahun 2010 giliran majalah terkemuka Jepang, Foresight Anies masuk dalam 20 tokoh dunia yang akan mengubah dunia dalam 20 tahun mendatang. Di tahun yang sama gagasan Program Indonesia Mengajar diluncurkan, PIM dilatar belakangi oleh kegiatan Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM) yang dirintis oleh Rektor UGM Koesnadi Hardjasoemantri. PIM ini dikhususkan untuk menempatkan pengajar muda terbaik yang berkualifikasi di Sekolah Dasar (SD), karena SD merupakan dasar pondasi pendidikan anak Indonesia.
Dimulai di tahun 2010 hingga saat ini Pengajar Muda (PM) sudah tersebar di 17 kabupaten di seluruh Indonesia. Tidak hanya sekedar mengajar seperti guru umumnya, Anies memiliki tujuan yang visioner bagi dunia pendidikan Indonesia dan sumber daya manusia Indonesia khususnya generasi muda. Sampai Mei 2014, PIM sedang melakukan seleksi untuk angkatan ke 9.
Dari segi idealisme, PIM memiliki 2 tujuan: mengisi kekurangan guru berkualitas di sekolah dasar, khususnya di daerah terpencil; dan menyiapkan lulusan perguruan tinggi untuk jadi pemimpin masa depan yang memiliki pengetahuan, pengalaman dan kedekatan dengan rakyat kecil di pelosok negeri. Namun dari segi praktis, GIM adalah upaya untuk merajut tenun kebangsaan.
"Dengan pengetahuan global serta pemahaman akar rumput, anak muda Indonesia akan sanggup berpijak dan mengabdi bagi kepentingan nasionalnya di tingkat dunia, demi memenuhi semua janji kemerdekaan bagi rakyatnya." -- Anies Baswedan.
"Anda terhormat karena mewakili kami untuk turun ke daerah mengatasi persoalan pendidikan. Mengajar di sana. Ini bukan pengorbanan, ini kehormatan." -- Anies Baswedan saat pemberangkatan PM V tahun 2012.
Buku ini layak dibaca bagi semua kalangan, juga bagi Anda yang ingin mengenal lebih jauh sosok Anies Baswedan.
Anies Baswedan merupakan salah satu tokoh yang saya kagumi. Gerakan Indonesia Mengajar merupakan magnet terbesar atas kekaguman saya terhadap beliau.
Melunasi janji kemerdekaan merupakan buku biografi pertama tentang tokoh intelektual ini. Di buku ini diceritakan bahwa sudah banyak pihak yang menawarkan untuk menulis biografi tentang Pak Anies, tetapi ditolak. Namun, mengapa tawaran Muhammad Husnil ia terima? Jawabannya sederhana, karena bertema pendidikan.
Membaca buku ini menambah beberapa hal baru yang sebelumnya kita tak ketahui tentang beliau. Buku ini mengulas kehidupan Pak Anies lebih detail dibandingkan tajuk-tajuk mengenai beliau yang telah ada. Bahkan ada cerita tentang kepergian adik beliau, Eva, yang tak pernah diungkit di berita manapun. Dari buku ini kita juga bisa lebih memahami bagaimana lingkungan yang berhasil membuat Pak Anies sangat mencintai dan menghargai pendidikan. Bagaimana dia bisa mendapatkan kemampuan berpidato yang baik juga tergambar jelas di buku ini.
Melunasi janji kemerdekaan dianggap pilihan paling tepat sebagai judul biografi ini mengingat itulah kata-kata yang sering pak anies ungkapkan. Bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah sebuah janji kemerdekaan. Sebuah cita-cita yang harus tetap dicapai.
Banyak hal dari diri Pak Anies yang bisa dijadikan contoh untuk membentuk karakter diri. Sebuah karya dari anak bangsa yang tak pernah lelah untuk bekerja demi kemajuan tanah air. Proficiat!
Pertama kali mendengar Anies Baswedan melalui GIM (Gerakan Indonesia Mengajar), terlepas dari perannya di pemilu tahun ini, saya mengagumi sosok satu ini. Yang dapat saya simpulkan, Anies dididik begitu baik oleh orangtuanya, dan beruntung lahir dan tumbuh di lingkungan berkualitas pula. Bahan baik asahannya baik juga, menjadikan Anies seseorang yang begitu inspirasional :)
Saya bukan penggemar buku biografi, tapi sekalinya membaca saya hanya akan membaca biografi dari orang yang benar-benar saya kagumi. Saya selalu mengagumi orang-orang 'penggerak', pekerja keras, pemberi solusi, pecinta buku, dan pegiat kemanusiaan. Anies Baswedan adalah salah satunya.