Tidak ada sesuatu yang kebetulan, segala kejadian pasti melewati rencana dan kehendak Allah. Syukur dan terus memberi manfaat kepada sesama. Hal-hal itulah yang saya rasakan setiap membaca kumpulan tulisan dari Saptuari dalam Catatan Indah Untuk Tuhan.
Gerakan #SedekahRombongan menjadi penggerak dari misi dan visi Saptuari untuk terus bermanfaat bagi sesama. Beberapa kisah menceritakan bagaimana beliau bersama para relawan memaksimalkan bantuan dana yang didapat dari donatur.
Salah satu kisah yang sangat mengena, terkhusus bagi saya, adalah upaya menolong gadis cilik yang tercebur di gulai yang mendidih. Kalimat penutup kisah yang diucapkan Pak Jayadi yang kesehariannya membersihkan mushola sepulang kerja, sukses membuat saya terhenyak.
"Jawaban dari Allah saya terima ketika Mas Dhemang datang ke rumah. Saya yakin sekali, ketika saya membersihkan rumah Allah, Allah pun akan membersihkan masalah saya." (Jayadi - h.52)
Sebagian besar kisah didasari dari pengalaman pribadi, layaknya buku harian yang ujung tulisannya merangkum hikmah di balik segala kejadian. Dari kisah ke kisah, pembaca akan diajak untuk merenung, tentang hakikat dan makna hidup seorang hamba.
Hal yang agak mengganjal bagi saya adalah ketika penulis mulai menciptakan imajinasi yang menggambarkan pikiran orang lain. Semisal ketika di Masjidil Haram melihat seorang bapak tua dengan tas kumuhnya duduk di hadapan Ka'bah. Maksud penulis mungkin ingin mengungkapkan kerinduan mendalam manusia kepada Ilahi dan Rasulullah, tapi sayangnya kita manusia tidak pernah tahu dengan pasti apa yang ada di pikiran orang lain.
Aku suka dengan gaya penulisan dalam buku ini. Mengajarkan tentang tauhid dengan bahasa yang mudah dipahami, dengan cerita yang membuat kita bisa meneteskan air mata. Tapi kadang-kadang, menemukan tulisan yang terkesan dipaksakan masuk dalam satu bab sehingga tidak nyambung antara cerita satu dengan cerita lainnya dalam satu bab tersebut. Overall, suka dengan buku ini, menyentuh hati dan menginspirasi bahwa segala hal cukuplah disandarkan kepada Alloh.
dalam satu tulisan penulis menggabungkan beberapa cerita nyata dr tempat dan waktu berbeda, yang sebenarnya saling nyambung menyimpulkan pesan yg sama. penulis mengambil kisah dari pengalamannya sendiri, pengalaman teman yg bercerita dan sesekali sirah, sehingga rasanya begitu dekat dgn kehidupan kita. super menginspirasi dan membuat tertegun, terharu indah!
sempat meneteskan air mata saat membaca buku ini, betapa sang penulis dengan lihainya menuliskan ceritanya yang ditunjukkan untuk Tuhannya - Allah SWT.. ini benar-benar catatan dari hati seorang hamba untuk Tuannya..
Inspiratif, meskipun berupa beberapa tulisan yang menyerupai artikel blog yang disatukan entah mengapa sangat mengena sesuai dengan judul bukunya sendiri. Salut dan mencoba memahami arti Tuhan lebih dalam lagi :))
Ringan. Tulisan-tulisan dari kisah nyata yang mengalir begitu saja tanpa bahasa sastra yang njlimet. Selesai saya baca hanya setengah hari. Dibikin nangis berkali-kali.