What do you think?


Danau Angsa
Sisa Cinta
desahmu samar
di dalam kusut tilam
cinta semalam
(Heru Emka)
Serene
Lagoon in tranquil
whispered by the south wind
Mom is listening
(Nugroho Suksmanto)
Halma
aku masihlah
sebuah pion
di halaman rumahmu
(Sunlie Thomas Alexander)
Tradisi menulis haiku tumbuh dari kalangan biarawan Zen sejak ribuan tahun silam di Jepang. Kini haiku telah keluar dari lingkaran tradisionalnya dan berkembang pesat di mancanegara. Tak saja di Amerika dan Eropa, namun juga Arab, India, Rumania, Bulgaria termasuk Indonesia. Banyak komunitas penulis haiku bermunculan dan menghasilkan karya dalam warna yang lebih pop. Salah satu komunitas di Indonesia yang bergiat dalam penulisan haiku adalah Komunitas Danau Angsa. Bentuk haiku pop inilah yang awalnya kemudian ditularkan melalui dunia maya. Kegembiraan menulis haiku pop ini tak saja merebak di Facebook, namun juga merembes ke jejaring sosial lainnya seperti Twitter. Berangkat dari sana, terkumpulah 500 haiku karya para penyair Indonesia kontemporer di dalam buku ini.
desahmu samar
di dalam kusut tilam
cinta semalam
(Heru Emka)
Serene
Lagoon in tranquil
whispered by the south wind
Mom is listening
(Nugroho Suksmanto)
Halma
aku masihlah
sebuah pion
di halaman rumahmu
(Sunlie Thomas Alexander)
Tradisi menulis haiku tumbuh dari kalangan biarawan Zen sejak ribuan tahun silam di Jepang. Kini haiku telah keluar dari lingkaran tradisionalnya dan berkembang pesat di mancanegara. Tak saja di Amerika dan Eropa, namun juga Arab, India, Rumania, Bulgaria termasuk Indonesia. Banyak komunitas penulis haiku bermunculan dan menghasilkan karya dalam warna yang lebih pop. Salah satu komunitas di Indonesia yang bergiat dalam penulisan haiku adalah Komunitas Danau Angsa. Bentuk haiku pop inilah yang awalnya kemudian ditularkan melalui dunia maya. Kegembiraan menulis haiku pop ini tak saja merebak di Facebook, namun juga merembes ke jejaring sosial lainnya seperti Twitter. Berangkat dari sana, terkumpulah 500 haiku karya para penyair Indonesia kontemporer di dalam buku ini.
- GenresIndonesian Literature
267 pages, Paperback
First published August 4, 2011
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
October 16, 2016
Sebenernya cukup menarik mengikuti Haiku, puisi Jepang yang memiliki keindahan tersendiri. Namun di buku ini ada beberapa hal yang mengecewakan.
Salah satunya yaitu typo. Masih di bab Prolog saja sudah kutemukan typo (hal XVI, ... tak punya banyak waktu di zjaman yang.. )
Beberapa haiku di buku ini tak hanya berbahasa Indonesia dan Inggris, tapi juga bahasa Jawa, seperti haiku-haiku karangan Amie Williams.
Tema yang diambil masing-masing penulis pun berbeda-beda mulai alam sampai romansa. Itu yang membuat pembaca tak bosan dengan tema yang itu-itu saja. Salah satu favoritku adalah haiku dari Budi Maryono:
"dalam senyummu
Gula jawa dan batu
Berebut restu."
Salah satunya yaitu typo. Masih di bab Prolog saja sudah kutemukan typo (hal XVI, ... tak punya banyak waktu di zjaman yang.. )
Beberapa haiku di buku ini tak hanya berbahasa Indonesia dan Inggris, tapi juga bahasa Jawa, seperti haiku-haiku karangan Amie Williams.
Tema yang diambil masing-masing penulis pun berbeda-beda mulai alam sampai romansa. Itu yang membuat pembaca tak bosan dengan tema yang itu-itu saja. Salah satu favoritku adalah haiku dari Budi Maryono:
"dalam senyummu
Gula jawa dan batu
Berebut restu."
March 25, 2014
331 - 2014
Dibaca dalam rangka Posbar BBI Maret 2014 Tema Puisi.
Review akan diupdate tanggal 28 Maret 2014.
Dibaca dalam rangka Posbar BBI Maret 2014 Tema Puisi.
Review akan diupdate tanggal 28 Maret 2014.
January 3, 2015
beberapa bagus sekali.. kebanyakan biasa saja
September 2, 2015
banyak lembar yang satu halamannya hanya berisi 2 puisi (lebih kurang cuma 8 baris saja yang digunakan), sisinya melompong. mubazir kertas.
Displaying 1 - 4 of 4 reviews





