Pernahkah kamu membayangkan seorang remaja tampan dengan jins lusuh menyandang ransel melompat ke bak truk, kucing-kucingan dengan kondektur kereta api, naik-turun gunung, menyeruak di keramaian kota, atau melintas di depan kamu?
Remaja tampan itu adalah Roy -- si avonturir bandel. Setelah Joe, anjing herdernya mati tenggelam, Roy seperti kehilangan arah. Joe adalah pengganti papanya yang telah tiada. Ia jadi gelisah. Ia ingin pergi jauh. Meninggalkan Mama dan Venus, gadis yang berhasil mengusik mimpi-mimpinya. Dia lalu jadi akrab dengan jalanan. Dia merasa petualangan bisa menenteramkan dan meredam kegelisahan, kemarahan, keputusasaan, dan kesedihannya. Joe memang sudah mengubah segalanya.
"Dengan matinya Joe, tidak berarti dunia sudah berakhir, Roy," cegah mamanya. Tapi Roy tetap ingin pergi. Apa yang sebenarnya kamu cari, Roy?
Balada Si Roy adalah karya klasik Gola Gong, yang ia tulis sejah masih di bangku SMA. Kisah-kisah perjalanan Gola Gong mengelilingi Indonesia (1987) dan Asia (1991-1992), tersimpan rapi dalam puluhan buku catatan hariannya. Dari sanalah Balada Si Roy lahir. Buku yang sedang kamu pegang ini merupakan seri pertama dari tetralogi Balada Si Roy.
Heri Hendrayana Harris, atau lebih dikenal dengan nama pena Gola Gong, lahir di Purwakarta,15 Agustus 1963, pernah kuliah di FASA UNPAD Bandung. Setelah diterbitkannya seri petualangan Balada si Roy pada tahun 1989,ia menjadi wartawan tabloid Warta Pramuka(1990-1995) dan tabloid Karina (1994-1995). Ia juga sempat menjadi reporter Freelance di beberapa media massa. Lalu ia terjun ke dunia televisi menjadi penulis skenario, di antaranya komedi situasi Keluarga Van Danoe di RCTI (1993) dan Pondok Indah II di Anteve. Pada tahun 1995 Gola Gong bergabung dengan INDOSIAR terlibat dalam produksi kuis Terserah Anda dan sinetron Remaja 5. Tahun 1996 ia hengkang ke RCTI dan menggarap opera sabun Dua Sisi Mata Uang, (Agustus 2000), komedi situasi Ikhlas (Ramadhan 1997), Papa (Lebaran 2000), komedi superhero Sang Prabu (1999), mega sinetron Tauke Tembakau (tayang 2001), drama misteri Maharani , Pe-De dot kom, dan program spesial Tanah Air.Beberapa novelnya sedang disinetronkan PT.Indika Entertainment, Petualangan si Roy, Mata Elang, sampai Aku Seorang Kapiten. Sinetron yang diangkat dari novel trilogi Islaminya (Pada-Mu Aku Bersimpuh) ditayangkan pada bulan Ramadhan 2001 di RCTI OKE, serta Al Bahri Aku Datang dari Lautan di TV7.Selain menulis novel, puisi-puisinya pernah dimuat di HAI, Republika, Suara Muhammadiyah, tabloid Hikmah, Mitra Desa Bandung, dan Harian Banten. Antologi puisinya bersama Toto ST Radik terkumpul dalam Jejak Tiga, Ode Kampung,dan Bebegig, serta tergabung dalam Antologi Puisi Indonesia 1997 versi Komunitas Sastra Indonesia.
Sebenernya saya baca bukunya yang judulnya 'Aku Seorang Kapiten' cuma karena nambahin buku di goodreads itu skrang susah ya, jadi gunain ini aja. heheh
when i was teenager, This book gave me lots of inspiration. My first dog, Bernard, was "Joe" for me. The words "man with german shepperd" were changed to "man with golden retriever"... i believe there would be a "Venus" for all man's life...