Jump to ratings and reviews
Rate this book

Rahasia Nusantara: Candi Misterius Wangsa Syailendra

Rate this book
Ke mana larinya 100 candi, yang dicatat Inggris eksis di Dieng. tapi kini tersisa segelintir saja? Benarkah di balik gunung-gemunung Temanggung tersembunyi situs setua peradaban Romawi? Dan, dari mana candi-candi kita sebenarnya berasal?

Wangsa Syailendra dan Kemaharajaan Medang terkenal karena mewariskan Candi Borobudur dan Prambanan. Namun, ternyata mereka meninggalkan banyak candi lain dengan misteri yang mengejutkan! Saat pusat kekuasaannya pindah dari tengah ke timur, mereka terus berdampak pada sejarah, terlebih saat sihir dan magis ikut bermain dalam putaran peradaban.

Rahasia Nusantara adalah reportase sejarah, dikemas sebagai catatan perjalanan yang mudah dimengerti pembaca awam sekalipun. Dari luka-luka perpecahan di Balkan hingga candi-candi misterius di Jawa, ikuti petualangan Asisi Suhariyanto menyibak rahasia menjaga nusantara di tengah segala keberagamannya!

284 pages, Paperback

Published April 14, 2024

Loading...
Loading...

About the author

Asisi Suhariyanto

1 book3 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
29 (49%)
4 stars
18 (30%)
3 stars
11 (18%)
2 stars
1 (1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 14 of 14 reviews
Profile Image for Lintang Amalia Pratiwi.
19 reviews1 follower
July 17, 2024
Bukan hanya candi-candi peninggalan Dinasti Syailendra, petualangan Asisi Suhariyanto serta Selviya Hanna juga termasuk pada dinasti turunannya!

Perpaduan yang pas, begitulah sampul buku ini. Lampiran berupa foto dan infografis—dibuat oleh Selviya—pun menemani pembaca menyusuri peninggalan yang tersaji, sehingga terasa dekat. Deretan candi seolah mengajak kita untuk turut datang. Gaya bahasa yang santai sekaligus bernuansa behind the scene; terselipkannya dialog pasangan tersebut. Penyampaiannya menyiratkan Asisi sebagai penulis, sedangkan Selviya, pembaca yang kritis.

Catatan kaki yang melimpah menjadi tanda, meskipun sebuah catatan perjalanan, fakta historis yang tertera juga dapat dipertanggungjawabkan setelah kritik dan interpretasi sumber. Mulai dari buku, artikel jurnal, hingga wawancara. Peristiwa-peristiwa coba dibandingkan dengan kejadian di belahan dunia lainnya pada periode yang sama. Relevansinya tetap terasa, salah satunya soal penjarahan dan vandalisme artefak.

“Dari Dieng hingga Liyangan, saya melihat bagaimana pengaruh asing mencoba menghegemoni Jawa, tapi hanya bisa diterima jika sudah hancur lebur dengan kelokalan kita hingga menjadi sintesisi baru.”—Halaman 83.

Asisi (2024:82) sempat menyebutkan dugaan bahwa tidak adanya korban jiwa erupsi bisa jadi disebabkan binatang yang turun dari gunung, alhasil mereka ikut menyelamatkan diri. Lalu, “apa yang menyebabkan Situs Liyangan ditinggalkan? Apakah tidak ada upaya untuk membangun ulang pemukiman kembali?

Kode batang yang ada di setiap awal bab mengarah pada video terkait—menuju ke akun YouTube "ASISI Channel", isinya dengan catatan perjalanan keduanya kurang lebih serupa. Di satu sisi menjadi alternatif—bentuknya audio-visual, tetapi hal tersebut pun terkesan mengurangi kandungan buku.

Hal lainnya mengenai layout, banyak ruang yang masih tersisa pada halaman, saya rasa dibandingkan menyesuaikan pada hal tersebut, buku ini disusun dengan menyertakan foto penjelas pada halaman yang sama dengan topiknya. Sedikit saran, bila ruang nanggung, agaknya foto bisa dibuat menjadi potrait agar lebih rapi dan bervariasi. Omong-omong variasi dan kerapihan, rupa huruf pada sub-pembahasan akan lebih mudah dibaca jika disamakan dengan jenis huruf bagian isi paragraf.

Fungsi, struktur, juga hubungan candi bersama manusia—menjadi saksi, terkandung di dalam buku berbarengan dengan pengetahuan penting lain, tetapi tenang, penyampaian serta lampiran membantu pembaca untuk dapat memahaminya. Mengenai hal yang sedikit mengganggu lebih pada selera subjektif saya pada aspek teknis; 3,75/5.
Profile Image for Lavender.
14 reviews
August 24, 2024
Buku yang membuat saya tahu bahwa masih banyak wangsa selain wangsa Rajasa di Nusantara.Buku ini juga bikin kita tahu bahwa ada banyak candi dan prasasti di Indonesia.Bukan cuman Candi Prambanan dan Candi Borobudur,tapi banyak candi dan prasasti peninggalan Wangsa Syailendra di Indonesia.Dibuku ini kita bisa sekalian liat foto yang langsing di ambil oleh penulis buku dengan banyak ilustrasi dan cerita perjalanan mereka.Buku ini sangat di rekomendasikan untuk para pembaca yang mau mengulik tentang sejarah Nusantara yang jarang orang ketahui.ini buku yang sangat di rekomendasikan✨🪷
Profile Image for Alif Dzikri.
13 reviews
December 9, 2024
Cocok buat yang baru mau membaca sejarah, penggunaan bahasa yang mudah dimengerti dan banyak gambar-gambar yang disajikan mengenai candi yang dikunjungi. Seolah-olah, kita dibawa mendengarkan mas asisi sedang bercerita kepada kita. Dialog-dialog di dalam buku membuat kesan dalam pembahasannya tidak terlalu kaku.

Di buku ini, membahas berbagai candi, situs, dan peninggalan lainnya di era kerajaan medhang. Sekaligu menceritakan apa saja yang terjadi di era tersebut.
Profile Image for Afifah.
94 reviews4 followers
April 15, 2026
Tepatnya 3.5 ⭐

Awal ingin membeli buku ini karena mengikuti channel Asisi yang membahas tentang sejarah dari candi. Kita terasa diajak berjalan-jalan ketika menontonnya disertai penjelasan beliau seolah menjadi pemandunya.

Terdapat beberapa penjelasan mengenai Candi- Candi Wangsa Sailendra, beberapa kali menjelaskan Kerajaan Medang, bagaimana terbentuknya, apa saya yang ada di dalamnya, kemudian fakta dan rumor yang kemudian dikonfirmasi oleh Asisi mengenai candi-candi tersebut. Fakta unik dan rumor tersebut merupakan hal yang menarik karena terkadang belum pernah diketahui oleh umum. Candi-candi yang dibahas pun bukan candi yang ada di buku-buku pelajaran seperti Candi Dieng, Candi Pringapus, Candi Badut, dll. Terdapat karikatur, tabel, bagan silsilah raja-raja serta gambar-gambar candi yang mendukung informasi di dalamnya.

Buku ini menggunakan bahasa formal tapi santai. Terdapat percakapan antara Asisi dan istrinya, Hanna. Percakapan mereka terkadang lucu, romantis, tapi juga kadang terselip ilmu.

Hal yang mungkin sulit dipahami adalah beberapa kosakata yang jarang digunakan seperti meruyak, menelisik, dll serta istilah-istilah yang mrmang digunakan di bidang khususnya sejarah dan arkeologi seperti inkripsi, elevasi, ekskavasi, dan lain-lain. Kita harus mencari arti atau penjelasannya di KBBI atau google agar bisa memahami buku tersebut.

Beberapa sunber juga digunakan oleh Asisi dalam membuat buku ini. Sumber tersebut ditulis dalam catatan kaki, tidak dibuat daftar pustaka. Mungkin karena format buku yang dibuat seperti traveler yang sedang mengajak kita berjalan-jalan atau menceritakan perjalanannya, bukan sebagai buku pelajaran. Sumber yang sering digunakan adalah History of Java karya Raffles, Monumental Java karya Scheltema, juga arsip budaya daerah, jurnal ilmiah dosen, buku karya beberapa pemerhati sejarah dan arkeologi, dan lain-lain.

Saya cukup saya merekomendasikan bagi yang suka sejarah dan arkeologi. Menurut saya buku ini bukan bacaan yang cocok untuk dibaca santai, tapi jiga tidak seserius buku-buku pelajar. Saya menunggu dan berharap untuk buku keduanya. Saya berharap Asisi mengeksplor bukan hanya Jaea tetapi juga peninggalan di luar Jawa.
Profile Image for Wanderbook.
133 reviews34 followers
June 14, 2025
Beli dan baca buku ini karena sering nonton ASISI Channel dan menikmati gaya bercerita Mas Asisi di YouTube.

Apa yang aku suka dari bukunya:
1. Kontennya, saya sukaa! Mas Asisi jago sekali nyari tempat-tempat yang tidak begitu terkenal tapi bikin saya langsung penasaran mau datang juga ke tempat-tempat ini kalau ada kesempatannya nanti.

2. Mas Asisi juga hati-hati sekali dalam memaparkan fakta sejarah di sini, gak asal, selalu ada rujukannya, bahkan buat beberapa fakta sejarah yang punya beberapa teori di mata sejarawan, semua teorinya dijembrengin sama Mas Asisi sehingga kita sebagai pembaca bisa dapat PoV yang sama, gak ujug-ujug dapat perspektif Mas Asisi saja.

3. Bukunya berhasil kasih gambaran ke saya tentang 'Hindu Siwa', jadi belum berapa lama, saya membaca buku Pramoedya Ananta Toer judulnya Arok Dedes. Roman politik yang banyak menyebut hindu siwa, wisnu dsb. Sebagai orang yang awam sama aliran di Hindu dan Budha, agak lama buat akhirnya bisa memahami apa yang dimaksud di sana. Tapi lewat buku ini aku jadi ngeh kalau emang kerajaan-kerajaan di Jawa dulu, dilihat dari peninggalan candinya, banyak yang beraliran Hindu Siwa.

Agak gak cocok di saya
Agak kaget ketika baca karena saya kira di media buku gaya berceritanya jadi agak berbeda, tapi ternyata gak jauh beda sama gaya tutur di YouTube. Mungkin karena sudah biasa baca bacaan yang kalau medianya buku menggunakan bahasa yang ngepop banget kaya buku ini jadi gak terlalu nyaman, saya jadi malah lebih prefer nonton YouTubenya kalau bahasanya sama di buku dengan di YouTube.

Tapi masih bisa banget dinikmati banget kok! Buat kamu yang mungkin tipe pembaca yang lebih senang bahasa ngepop dan berasa diajak ngobrol langsung, mungkin akan lebih suka lagi.
Profile Image for Nina Yasari.
147 reviews1 follower
April 4, 2025
Sepertinya udah banyak yang nonton ASISI Channel, channel Youtube yang membahas tentang arkeologi yang menyajikan candi, sejarah, dan budaya Jawa Kuno secara menyenangkan.

Nah, saya baru tahu kalau ada versi cetaknya. Seperti videonya, versi cetak ini ditulis dengan ringan. Ditambah lagi dengan foto-foto candi dan infografis yang membuat pembaca menjadi lebih paham.

Dimulai dari penelusuran candi di daratan tinggi Dieng - Jawa Tengah sampai Kediri - Jawa Timur.

Dunia candi-candi yang awalnya biasa saja, membuat saya menjadi tertarik untuk memperhatikan detail-detail relief candi.

Sayangnya, candi-candi yang sudah hancur membuat data sejarah tersebut masih menyisakan teka-teki dan ketidak-pastian data.

Belum lagi bumbu mitos, cerita, legenda yang menambah kesan misterius pada peninggalan candi-candi.

Berharap seusai buku ini rasa penasaran saya terpuaskan. Ternyata ini baru permulaan, terlalu banyak misteri yang belum terjawab.

Namun setidaknya kalau suatu hari jalan-jalan ke tempat yang ada candinya, jadi ngerti dikit-dikit deh. Jadi nggak hanya sibuk foto-foto doang.
Profile Image for Gab.
8 reviews
March 1, 2026
When a passionate historian meets a gifted storyteller, you get a book like this.

I’ve always loved reading about Indonesian history and culture. It feels like I’m learning about the foundations that shaped who I am today (thou it sounds a bit far-fetched, LOL).

To be honest, I don’t really enjoy visiting temples like Prambanan Temple without someone explaining the stories behind them. Otherwise, all I can do is take photos (which I don’t particularly enjoy!!).

It’s not that I dislike temples. I just don’t understand them.

This book helped bridge that gap. It explains several temples in Central and East Java, clearly distinguishing between historical facts, interpretations, and scholarly debates (something I truly appreciate ❤). The sources and references are also presented clearly, making the book not only engaging but reliable.

All in all, I genuinely recommend this book to anyone who wants to learn more about Javanese history, especially during the temple era.
Profile Image for Saya Andhahan.
10 reviews
December 26, 2024
Buku yang berisi catatan perjalanan Asisi Suharyanto menelusuri candi-candi era Mataram Kuno. Rasanya seperti melihat konten Asisi yang dikonversi dari video menjadi tulisan. Buku ini sangat bagus untuk pembaca awam yang ingin tau mengenai peradaban era tersebut.
Profile Image for Bagus  Wilar.
19 reviews
July 25, 2024
Salah satu buku yang membahas sejarah indonesia secara ringan namun ilmiah.
Profile Image for Adit MKM.
49 reviews14 followers
September 18, 2024
There are a lot of places that i don't know. Do you know there is "sumber tetek" in Pasuruan?
Profile Image for Dewa Ardiana.
49 reviews
January 1, 2025
Mas Asisi is a great history teacher. He can make something boring to interesting thing.
Profile Image for dwiki hardika.
13 reviews
August 11, 2024
bagus sebagai permulaan untuk yang mau kepo terkait candi-candi yang ada di nusantara, cocok kalo habis baca ini langsung nonton youtube-nya.
Profile Image for Andi Dirgantara.
41 reviews2 followers
February 2, 2026
Saya suka banget nonton YouTube Mas Asisi. Pembawaan beliau di YT sangat bagus, mudah dimengerti, namun tetap menimbulkan rasa penasaran sehingga membuat penonton ingin riset lebih dalam. Saya berekspektasi lebih disaat membaca buku Rahasia Nusantara, bukan berarti buku ini jelek, melainkan buku ini justru sangat ramah bagi pembaca pemula yang identik dengan banyak gambar, banyak karikatur, dan hal-hal lain. Rating 3 yang saya berikan untuk buku ini subjektif karena sebagai pecinta sejarah, saya berekspektasi sebagaimana buku sejarah populer lain seperti The Silks Roads karya Peter Frankopan, Upheaval karya Jared Diamond, atau Majapahit karya Herald van der Linde. Bagi saya, penikmat sejarah yang menginginkan hal yang bersifat "fun" sudah cukup terfasilitasi dengan adanya media seperti YouTube, sedangkan media seperti buku bisa dipergunakan untuk penikmat yang lebih serius, ingin mendapatkan referensi yang lebih dalam, dan ingin menggali lagi landasan-landasan yang dipakai Mas Asisi di channel YouTube.
Displaying 1 - 14 of 14 reviews