Jump to ratings and reviews
Rate this book

Bandung Menjelang Pagi

Rate this book
Menjelang pagi, Bandung berubah menjadi kota yang tak lagi sama. Malam terasa sangat panjang dan lebih mencekam dari kelam. Para bandit, pemadat, tukang judi, bocah geng motor, begundal grafiti, semuanya berkeliaran bak tikus-tikus ketika air got meluap.

Di kota ini, Dipha adalah bocah berandalan yang mampu mengerjakan apa saja. Berjualan bacang di Asia Afrika, pelayan kafe di Braga, buruh angkut kertas di Pajagalan, ataupun buruh kain di Tamin. Apa pun ia lakukan untuk bertahan hidup. Kemampuannya untuk mengerjakan apa saja itu membawanya bertemu dengan seorang gadis misterius bernama Vinda yang ngotot minta dicarikan tempat tinggal dengan segala syarat yang tak masuk akal.

Seperti dipermainkan oleh takdir, satu-satunya tempat yang tersedia adalah kontrakan petak yang terletak tepat di seberang kontrakan Dipha. Mau tidak mau, Vinda akhirnya menempati kontrakan itu.

Vinda yang sangat mencintai Bandung begitu bertolak belakang dengan Dipha yang sudah mengenal betapa bobroknya kota itu ketika menjelang pagi. Asia Afrika, Braga, Dago, Kalipah Apo, Astana Anyar, Banceuy, Jalan ABC, dan seluruh jalan-jalan tikus di Kota Bandung menjadi saksi tumbuhnya perasaan di antara keduanya.

Namun, sayangnya mereka berdua kerap lupa, bahwa sejatinya, oleh-oleh paling khas dari Kota Bandung adalah: patah hati.

300 pages, Paperback

Published July 10, 2024

101 people are currently reading
903 people want to read

About the author

Brian Khrisna

11 books367 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
192 (38%)
4 stars
171 (34%)
3 stars
89 (17%)
2 stars
32 (6%)
1 star
12 (2%)
Displaying 1 - 30 of 117 reviews
Profile Image for selinareads.
54 reviews
April 11, 2025
Okeee gw udah baca, dan perasaan gw setelah menutup buku ini adalah legaaaaaa…. Seneng banget akhirnya bebas dari buku ini, karena tadinya mau dnf😭

Ya gimana dong gw ga suka sama karakternya, dan penokohannya menurut w aneh dan ga masuk akal, ada yang baiknya kebangetan, ada yang begonya kebangetan. Sangat ga make sense, lebih make sense karakter dan tokoh di sisi tergelap surga, menye-menye tapi bener.

Alurnya maju oke, tapi pov nya aneh, pov siapa ini woyyyy??😭 terus kenapa sih mesti dibuka di akhir? Udah ga kaget karena udah ilfeel duluan. W sangat tidak menikmati buku ini dan pengen buru-buru beres, tapi baca gw lambat karena ya itu gw bosen dan bete di beberapa bab, dan harus maksain lagi🥲.

Poin plusnya adalah bandung, yeayy bandung digambarin bagus di sini, jadi pengen ke sana☺️ terus cara penulisannya aku suka ga muter-muter, ada beberapa kata yang diulang tapi ga masalah. Aku jadi bisa melawan rasa dnf ku pada buku ini berkat cara penulisannya.
Profile Image for Naila.
101 reviews46 followers
July 15, 2024
Setelah minggu lalu menyelesaikan Sisi Tergelap Surga, lalu lanjut membaca Bandung Menjelang Pagi, sekarang aku paham kenapa Penulis menyebut novel ini adalah favoritnya.

Novel favoritku (sebelumnya) dari Bang Brian adalah This is Why I Need You, lalu disusul oleh Sisi Tergelap Surga. Namun setelah membaca novel ini, sepertinya kondisi berubah dan Bandung Menjelang Pagi menjadi novel favoritku nomor 1.

Novel ini berhasil membuat mataku sembab karena kisah Dipha, Vinda dan Bang Karina yang benar-benar luar biasa. Bahkan setelah selesai membacanya pun dadaku masih terasa sesak. Mengapa hidup sekejam itu pada Dipha?

Aku tidak tahu latar belakang hidupnya, bagaimana kondisi hidupnya, tapi aku malah mengatakan hidupnya jauh lebih beruntung dari hidupku. Seharusnya, aku juga mengerti bahwa semua orang menanggung beban hidupnya masing-masing. Dan, kita tidak punya hak untuk membandingkan beban siapa yang lebih berat. Semua orang punya alasannya tersendiri, traumanya sendiri, dan beban yang mungkin terlihat sepele di mata orang lain itu, sebenarnya sangat berat untuk orang yang menanggungnya.


Aku hanya mengingatkan untuk kamu yang ingin membaca novel ini, tolong siapkan hati dan mental.
Profile Image for ayam bakar.
12 reviews
April 12, 2025
“women written by men” buku ini stereotip cewe yang “sempurna” di mata cowo banget. cantik, putih, chindo, gabisa apa-apa, sifatnya kayak anak kecil🤨, BUAH DADANYA SEKAL🤨🤨🤨 ini jadi indikator jelas karakter Vinda dibuat oleh cowo, tapi dimata gw vinda itu bodoh, pick me, gangguin dipha mulu, banyak nanya (padahal udah sering dibahas dipha kerja serabutan tapi vinda nanya mulu “dia ngapain disini”)😐😐😐😐😐😐😐😐😐😐😐
jujur gw males bahas vinda, ini orang beneran ngeselin banget gw sampe males bahas satu-satu. salah satu yang bikin gw ga suka sama karakter vinda adalah di awal buku dia selalu bilang “ih nyebelin banget” beneran di setiap halaman ada kali vinda ngomong gitu
terus aneh aja si dipha ngatain dokter tono birahi lah padahal dipha juga ga beda jauh?? dan dipha jatuh cinta sama vinda padahal udah jelas tono suka sama vinda? secara moral ini ga bener coy. kayaknya orang bener di buku ini cuma tono, ebi sama bang karina dah. gw beneran misuh-misuh setiap kali baca dan gw baru sampe halaman 100 jadi 100 halaman itu udah gw habisin buat misuh-misuh DNF aja dah males bet gw lanjutinnya. ga rekomen, jangan baca buku yg ini, baca buku brian krishna yang lain aja
Profile Image for Liliyana Halim.
311 reviews243 followers
May 4, 2025
Selesaiiiii! Pada akhirnya mewek juga baca novel ini 😢. Hal paling menyedihkan dari berpisah dengan seseorang yang kau sayang adalah ingatan.

“Gapapa, aku paham, kok. Tapi, kalau aku boleh izin menjelaskan, justru Bang Karina adalah orang yang paling memanusiakan manusia yang pernah aku kenal. Beberapa orang di kota ini memang terlahir dengan hidup yang tak seberuntung orang lain. Beberapa harus menghinakan diri, menundukkan kepala, menjadikan harga dirinya sebagai alas kaki orang lain hanya demi bisa bertahan hidup—“ (118).
.
Aku tidak tahu latar belakang hidupnya, bagaimana kondisi hidupnya, tapi aku malah mengatakan hidupnya jauh lebih lebih beruntung dari hidupku. Seharusnya, aku juga mengerti bahwa semua orang menanggung beban hidupnya masing-masing. Dan, kita tidak punya hak untuk membandingkan beban siapa yang lebih berat. Semua orang punya alasannya tersendiri, traumanya sendiri, dan beban yang mungkin terlihat sepele di mata orang lain itu, sebenarnya sangat berat untuk orang yang menanggungnya. (119).
Profile Image for ileftmybookshere.
226 reviews82 followers
August 27, 2024
Aduhai, ceritanya sangat angst ya 🫡 aku bener-bener berhasil dibuat nangis sama kisah Dipha dan Vinda ini, bener-bener dipermainkan sama 𝗽𝗹𝗼𝘁 cerita yang disuguhi oleh kak Brian. Plot yang menarik tentang dua orang yang bertolak belakang, yang satu cinta Kota Bandung dan satu lagi udah tau buruknya Kota Bandung. Kedua orang ini kemudian berinteraksi hingga akhirnya jatuh cinta dan seiring berjalannya waktu, terungkaplah rahasia tentang alasan mereka menetap di Bandung. Jujur, aku kirain bakalan romance aja tapi ternyata ada juga bagian yang bahas tentang keluarga yakni hubungan Dipha dan Bang Karina yang heartwarming terus juga persahabatan antara Dipha dan Dokter Tono serta Dokter Ebi yang cukup bikin aku terenyuh juga. Ada beberapa hal yang jadi kejutan di cerita ini, bisa dibilang kayak plot twist gitu karena gak nyangka aja bakalan begitu terus juga aku takjub pas bagian konfliknya, itu tensionnya gak main-main karena aku berhasil dibuat rasain nyesek terus mataku pipis juga😭🫵🏻 sakit banget guys, haduh gak ada rasanya plong abis baca ini karena capek aja rasanya pas bacain kisah Dipha! Ini angstnya gak main-main!!

Terus selain plotnya, aku juga diporak-porandain sama 𝗮𝗹𝘂𝗿nya yang gak bisa ditebak mau dibawa kemana dan ada hal apa yang menanti di depan, alurnya alur maju terus kecepatan alurnya di aku agak mixed karena di awal-awal aku ngerasa slow banget alurnya dan sempat bikin aku bosen tapi begitu masuk ke pertengahan atau pas Dipha dan Vinda udah mulai deket, alurnya jadi kerasa mulai cepet terus begitu masuk ke konfliknya, wih makin sat set deh! 😍 Alurnya juga rapi, pergantian scenesnya aman dan gak ada yang jumpy!
Yang paling aku suka dari semua buku kak Brian yang aku baca tuh 𝗻𝗮𝗿𝗮𝘀𝗶nya. Narasi rapi terus kata-kata yang digunakan juga mudah dimengerti dan memang ada beberapa yang puitis juga tapi aku suka puitisnya xixixi🤭 Aku suka gimana narasinya itu detailed banget apalagi ngejelasin latar tempat, latar suasana dan latar waktunya jadi aku bisa banget membayangkan semua yang tertuang di narasinya! 🤩 Karena narasinya kak Brian soal tempat-tempat di Bandung, aku jadi pengen ke Bandung kapan-kapan (Semoga bisa ke sana, Amin!!)

Buat tokoh dan 𝗽𝗲𝗻𝗼𝗸𝗼𝗵𝗮𝗻nya aku suka banget! Detailed banget penggambaran tokohnya dan latar belakang mereka. Si Dipha yang kelihatannya sosok yang kuat ternyata dia punya sisi rapuh juga serta kisah hidup dia juga kelam, guys🥺 terus si Vinda, sama aja kayak Dipha. Dia punya masalah hidup yang berat dan impian dia itu pengen hidup bebas dan menikmati apa yang ia inginkan. Aku suka sih sama penokohan mereka berdua yang manusiawi dan memang menggambarkan realita di sekitar kita! Terus selain mereka berdua, aku juga suka sama tokoh Bang Karina yang merupakan seorang waria. Dia sosok yang caring gitu, dia jagain Dipha seperti seorang bapak menjaga anaknya, huhuhu selalu heartwarming interaksi mereka😭❤️

Oiya 𝗿𝗼𝗺𝗮𝗻𝗰𝗲 antara Dipha dan Vinda ini bener-bener penuh perjuangan. Banyak hal yang mereka lalui hingga akhirnya mereka bisa bersama dan aku bener-bener menikmati kebersamaan mereka, dibuat ketawa-ketiwi salting sampai dibikin nangis jelek sama kisah mereka😭🙏 Lagunya Peabo Bryson yang "If Ever You're in My Arms Again" menurutku bener-bener ngingetin aku sama Dipha dan Vinda🥺 argh sedih deh pokoknya, kalo inget lagi pasti mau nangis!

Lastly, 𝗽𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿𝗮𝗻 yang aku dapetin adalah semua orang punya struggles-nya masing-masing dan apa yang tampak di permukaan belum tentu yang sebenarnya. Terus juga, kita harus berani lakuin apapun yang kita mau asal hal itu baik, ambil setiap kesempatan yang ada karena YOLO ges, kita hidup cuma sekali jadi nikmati hidup kita🫶🏻✨️

Overall, it's a great angst-romance book to cry on dan aku highly recommended buku ini buat yang pengen nangis atau suka sama cerita yang bikin mata berair! 😚✨️ oiya yang suka slice of life tentang perjuangan hidup juga cocok baca ini!
Profile Image for Ayu Istiyani.
97 reviews6 followers
February 21, 2025
Dipha Samudra Al-Qahtani
Vinda Azizah
Ahhh bang briiii 😭 novel apalagi ini 😭🥲

Kisah dua orang yang cukup bertolak belakang, Dipha yang tau segala keburukan dari Kota Bandung, Vinda yang begitu cinta dengan Kota Bandung. Pertemuan mereka di puskesmas secara tidak sengaja, akhirnya membuat mereka saling jatuh cinta. Tidak, ini tidak klise. Banyak sekali plot di dalamnya. Tentang Dipha dengan Bang Karina. Tentang Tono dan Ebi. Tentang Vinda dengan ayahnya. Semuanya cukup heartwarming dan bikin terenyuh.

Awalnya alurnya agak lambat, sempet merasa bosen karena belum tau mau dibawa kemana. Tapi begitu Dipha dan Vinda semakin dekat dan akhirnya masuk ke konfliknya, bener-bener ga nyangka. Terlalu banyak plot twist, berhasil bikin nyesek dan capek pas tau kisahnya Dipha. Kisah cinta yang tragis antara Dipha dan Vinda, juga hubungan Dipha dengan Bang Karina yang harus berakhir seperti itu. Ahh, saya membayangkan menjadi Dipha yang benar-benar kosong 😭

Penokohannya cukup detail dengan segala latar belakang mereka masing-masing. Hanya saja menurut saya, ada beberapa part yang agak ambigu mengingat ini diceritakan POV nya Dipha.
Ohh ya, saya agak menyayangkan di ending Dokter Tono dan Dokter Ebi seperti tiba-tiba hilang (atau saya yang miss?) padahal mereka berdua begitu dekat dengan Dipha dan Vinda.

Overall, saya selalu suka cara Bang Brian bercerita. Selalu ada pengetahuan di dalamnya yang diselipkan. Ceritanya padat. Plotnya tidak klise. Untuk yang suka dengan slice of life, mungkin ini akan cocok.
Profile Image for Kinan.
12 reviews
April 6, 2025
This novel is about Dipha, who falls in love with Vinda, a mysterious girl who keeps randomly crossing paths with him. Their love story takes place in Bandung, which is hyped as the “city of love.” But behind all that romance, the city is actually hiding some secrets. It literally turns into a darker scene once the morning hits.

Honestly, this book didn’t live up to the hype at all. I really didn't get the hype. It’s not terrible, but definitely not as good as I expected. One thing I do appreciate is how Brian Khrisna describes Bandung. I’ve never even been there but somehow I felt like I was walking those streets. That part is chef’s kiss. But the rest? Mehh. He kept repeating stuff, and it lowkey felt like the story could’ve ended in 100 pages, but he dragged it to almost 300. I was so close to DNF this one, but I pushed through just to see if it got better like people said.

Vinda, the female lead, was honestly unbearable. She wasn’t likable at all, but Brian really tried to make us like her, and it just felt super forced. The POVs were also messy. It gave me a headache and made me wanna close the book and just forget it (but yeah, I kept trying to give it a chance).

By the last page, I realized no matter how hard I tried to like this book, I just couldn’t. Not because it’s bad, but it’s just not my cup of tea. Brian’s writing style isn’t for me. So yeah, this one is a no from me.
Profile Image for Matchanillaaa.
94 reviews1 follower
November 5, 2025
Hal pertama yang aku suka dari buku ini yaitu penggambaran kota Bandung. Sebagai orang Bandung, aku ikut merasakan setiap momen sederhana yang tokoh utama lalui. Asia Afrika, Dago, Banceuy, jalan ABC, Astana anyar, semua sudut kota Bandung yang penuh romantisasi dan KULINER 🤭

Selain menceritakan Bandung dari sudut indahnya, penulis juga menggambarkan Bandung dari sisi bobroknya. Bandung yang banyak copetnya, begundal grafiti, tukang judi, waria, dan orang-orang marjinal. Sudah jadi ciri khas penulis untuk mengangkat kisah kaum marjinal dan orang-orang pinggiran.

Tapi aku juga merasa kurang cocok dengan endingnya. Kisah ini sebetulnya udah pas dengan kisah romansa di kota Bandung, tp ending yang dibuat tragis membuat cerita ini banting stir dan terkesan plot hole. Walaupun ada warning di awal cerita kalau Vinda itu tokoh misterius yang lemah dan bisa ditebak akhirnya gimana, aku tetap merasa shock saat endingnya dibuat seperti itu.

Satu lagi, latar belakang Dipha sebagai tokoh marjinal bisa bersanding dengan orang terpandang seperti Vinda menurutku seperti menjadi obsesi penulis. Penulis sering mengangkat kisah orang-orang malang yang tiba-tiba dicintai oleh sosok sempurna dari keluarga terpandang. Kisah kaum marjinal yang menuntut dikasihani dan dicintai.

Terakhir, kata 'bacin' sering kali muncul dan lumayan mengganggu.
Profile Image for Firdhaniaty Rachmania.
2 reviews
April 3, 2025
About a jack-of-all-trades (Dipa) whose life and romance was tragically tested in Bandung. He met an innocent girl (Vinda) whose life is tragic in a different way. This is their (perhaps tragic) story.

PROS:
- Vivid descriptions for places in Bandung, makes you wanna be there too.
- Realistic depiction of low-income struggles. I like how the author shows the way minority copes with life. It feels down to earth and unique. Especially about Bang Karina.
- Lots of poetic and rarely used words.
- The writing style makes it easy and smooth to read.

CONS:
- Inconsistent pov, switching between first person to third person omniscent without warning.
- Vinda. She is insufferable, especially towards the end. She's supposed to be the innocent pitiful love interest, but her POETIC and CHILDISH side is way too much to be likeable. I had multiple urges to slam the book because of her.
- CAPLOCKS EVERYWHERE!! (it's overwhelming).
- Tono and Ebi's (Dipa's friends) dissapearance in the end. Where are they after Dipa's life going up in flames??

"Terkadang kita bisa mendapatkan hal-hal baik justru dari tempat-tempat yang buruk."
Profile Image for Sarah Reza.
237 reviews4 followers
July 21, 2024
Aku suka novel ini karena menyampaikan dua potret Bandung yang mungkin tidak semua orang sadari. Bandung yang katanya romantis, namun juga tentang Bandung dengan segala kekurangannya. Hal yang aku sadari dari beberapa novel bang Brian (termasuk novel ini) adalah tentang kehilangan dan bagaimana hidup setelahnya. Dengan gaya penulisan yang tidak terlalu kaku, novel ini sangat bisa dinikmati.

Novel ini juga sukses bikin aku nangis, haha. Kisah Vinda, Dipha, dan Bang Karina beneran bikin aku sedih. Sejujurnya, aku malah lebih fokus dengan hubungan Dipha dengan Bang Karina. Sampai-sampai, aku nangis ketika baca surat Bang Karina untuk Dipha. Mungkin karena ada unsur 'kekeluargaannya', sehingga aku ngerasa lebih tertarik aja.

Kisah cinta tragisnya Vinda dan Dipha menurutku bikin sedih juga. Baru aja seneng eh malah harus sedih. Momen-momen mereka beneran bikin nostalgia haha. Mungkin, pepatah 'usaha tidak akan mengkhianati hasil' tidak berlaku untuk mereka.

. . .sejatinya, oleh-oleh paling khas dari Kota Bandung adalah: patah hati.
10 reviews
August 28, 2024
"𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘴𝘦𝘫𝘢𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢, 𝘰𝘭𝘦𝘩-𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘰𝘵𝘢 𝘉𝘢𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩: 𝘱𝘢𝘵𝘢𝘩 𝘩𝘢𝘵𝘪."

Ga mau lagi baca buku Brian Khrisna 🙏🙏

Not in a bad way, but aku sebagai pembaca yang baru pertama kali baca buku Brian Khrisna,
langsung di bikin trauma sama buku ini, it was so good but yet so so so asyuuuu.

Baca buku ini tuh kaya ibarat kita lagi berjalan diatas kaca, dipertengahan jalan, kaca nya tiba" retak dan akhirnya pecah, namun kita ga peduli dan memutuskan untuk berjalan diatas pecahan kaca tersebut.
1 review
June 23, 2025
cara bacanya gimana
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for aynsrtn.
523 reviews18 followers
September 10, 2025
Aku benar-benar lupa, kalau Bandung memang begitu piawai memberikan sebuah harapan kepada penduduknya, sebelum kemudian menghancurkannya hingga benar-benar tandas tak bersisa. (p.79)

Bandung di sini persis seperti penulisnya. Menghancurkan hingga benar-benar tandas hati pembaca. Apakah penulisnya allergic to happy ending?

Hal yang aku suka di buku ini adalah detail Bandung dan suasananya kala sore-malam-menjelang pagi begitu baik divisualisasikan dengan kata-kata. Aku mengapresiasi bagaimana Bang Bri (akrab banget ya gue, haha) begitu piawai memainkan diksi. Pokoknya kalimat melankolia, doi jagonya deh.

Sedangkan untuk hal-hal yang menjadi perhatianku di buku ini, yaitu:

1. Full of headhopping
Ini tuh malah nggak jelas pakai pov siapa. Di awal disuguhkan dengan tokoh “aku” yaitu Dipha sebagai narator. Tetapi, makin ke sana makin ke sini. Bisa dengar suara Vinda, Ebi, Karina, Tono, dan lainnya. Masalahnya nggak ada pembatas. Jadi chapter yang sama bisa ada dualisme bahkan lebih suara. Terus switch jadi “aku” kembali.
2. Kembali romantisasi kaum marjinal
Antara udah ciri khas atau bagaimana, ya. Formulanya sama. Cuma beda kota aja. Yang ini ambil setting-nya di Bandung.

MVP di sini menurutku adalah Bang Karina. Saat scene beliau justru itu puncak ku menangis, bukan saat [...]. Bang Karina, peace love and gaul.

Ps. Bandung memang indah nan syahdu kalau diambil di Bandung Utara misalnya daerah Dago, agak turun dikit ke Braga, Jalan ABC, Alkateri. Coba ke Dayeuh Kolot, Riung Bandung, perempatan Kiara Condong, dan lampu merah terlama di dunia, duh … luar biasa pokoknya, haha. Tapi, bagian Bandung ini tidak masuk ke dalam buku ini. Mungkin nanti judulnya jadi Bandung Menjelang Macet, hehe [hanya yapping session pembaca].
Profile Image for Gian Nash.
19 reviews
June 6, 2025
Ejekriekk kriekk aline Ogel-ogel...

Lagu yang terus terputar di Spotify dan juga kepala gua jika mendengar atau melihat Buku ini. Buku ini tidak meromantisasi Bandung seperti buku lain perihal Bandung, melainkan membahas sisi lain Kota Bandung. Kita akan berjumpa dengan Tokoh DIpha yang mode survivalnya nyala dan hubungan cintanya dengan Vinda. Banyak sekali tempat-tempat yang bisa dijadikan salah satu destinasi wisata juga buat lo napak tilas setelah baca buku ini. Ada Puskesmas Tomblong, Jalan ABC, Braga, Jalan Dago, Jembatan Pasoepati, Perkampungan padat Braga, Pasar banceuy atau Pasar antik cikapundung.

Buku ini adalah buku dengan rating sempurna kedua gua dari Brian Khrisna setelah Seporsi Mie Ayam Sebelum mati. Brian khrisna mengajak kita menikmati Bandung dengan sudut pandang lain. Yahh perjalanannya tidak semulus jalan yang baru dicor serta setenang kota Bandung yang pengendaranya jarang membunyikan klakson, tapi perjalanan yang berliku itu lebih seru bukan?

Banyak insight baru dan pengalaman yang bisa kita dapet dari setiap tokoh yang ada didalamnya. Yak tokohnya juga hidup banget disini seperti di Buku Kudasai. Percayalah playlist di buku ini bagus-bagus cuy. Apalagi yak, pokonya baca deh biar penasaran lu itu hilang. Selamat menikmati Bandung bersama Dipdip !
Profile Image for thaliathal.
4 reviews
October 4, 2025
After eight years of not touching a romance novel, this book became my way back. At first, the plot for the main character felt predictable, but the author managed to keep a little surprise at the end. That final twist really made me connect with the emotions of every character, and reminded me why I used to love reading stories like this.
Profile Image for Hirai.
208 reviews5 followers
March 4, 2025
Buku yang mampu menyakiti hati mungil saya. Ceritanya ringan namun lekat dengan makna bahwa kita tak pernah sepenuhnya memahami dan mengerti orang lain termasuk memahami diri sendiri. Kadang kita melupakan diri sendiri dan tenggelam pada luka yang kita gali sendiri.
Profile Image for It's Finn Fiction.
24 reviews1 follower
January 1, 2025
Pov Dipha; romantisme Bandung dan sisi gelapnya.

Dari buku ini, aku banyak mengenal Bandung. Dari buku ini juga, aku ingin berpetualang ke Bandung dan melihat segala keromantisannya-mengesampingkan sisi gelapnya. Ah! Aku sudah beberapa kali ke Bandung, tetapi kenapa tidak bisa melihat dan merasakan sudut pandang Dipha.

Selain akan dibuat terkagum-kagum pada sosok Dipha dan segala kesederahanaan serta ketangguhannya, aku dibuat spechless oleh sosok Vinda yang menurutku misterius.

Aku jarang melihat sudut pandang seperti pada karakter Dipha di kehidupan nyata. Banyak orang bekerja serabutan dengan begitu kerasnya, hanya saja aku tidak sampai berpikir, 'oh, ternyata bekerja serabutan itu cukup seru, ya? Hampir bisa melakukan segala hal, meskipun tidak ada sebutan pasti sebagai pekerjaan tetap, tetapi justru bagian serunya ada di situ. Aku jadi bisa melihat lebih baik pada orang-orang pekerja serabutan di sekitarku.

Sementara sosok Vinda, ia begitu rapuh, seperti gelas-gelas kaca, tetapi ia dibuat sekuat itu menghadapi dan menerima takdirnya. Aku tidak menyangka alasan kerapuhannya itu justru dekat sekali dengan kehidupan nyata, sebelumnya aku mengira adalah bawaan genetik, tetapi justru sebab tar dan nikotin.

Sisi gelapnya, hampir tidak terlihat. Kisah Dipha banyak menutupi sisi gelap Bandung menjelang pagi. Orang-orang seperti Bang Karina, menurutku bukan bagian dari sisi gelap itu, ia adalah korban dari gelapnya kehidupan. Sisi gelap Bandung yang mengerikan justru digambarkan seperti apa yang terjadi di bagian belakang pasar-pasar, tempat-tempat kotor, baik siang maupun malam, menjelang pagi.

Banyak hal terjadi, banyak ingin yang nyata terealisasi, tetapi kenapa harus se-plot twist itu? Ini benar-benar di luar dugaan. Dipha, belajar banyak hal, ia juga kehilangan banyak hal. Takdir memang sebrengsek itu padanya, padahal ia sudah berjuang sekeras-kerasnya.

Katanya, oleh-oleh paling khas dari kota Bandung adalah patah hati, tetapi dari kisah Dipha, ini bukan patah hati biasa yang bisa diobati oleh temu, ini patah hati yang obatnya bahkan tidak ada.
Profile Image for Alfin.
23 reviews
June 29, 2025
semacam baca ftv, tapi ending bagus dan sedih, lebih sedih pas certia bang joko dibanding pinda
Profile Image for Tazkya Aulia.
97 reviews
October 8, 2025
Cerita tentang dua orang luar kota yang maksa banget meromantisasi Bandung, tapi ujungnya cinta mereka ambyar dan Bandung yang disalahin.

Sebagai orang Bandung, menurut saya Bandung di cerita ini cuma latar. Ngga ada rasa, ngga ada napasnya. Gaya bahasanya aja udah kaya novel Jakarta, banyak pakai “gue elo”. Biasanya di sini kan “aku kamu” atau kadang nyampur sunda dikit. Apalagi kalau karakter kayak Bang Karina, masa nggak ada “Aa”-nya sama sekali dan malah dipanggil "Bang"? Harusnya feel Bandung itu kerasa lewat cara para karakter ngomong dan bersikap, bukan cuma lewat banyaknya penyebutan nama jalan aja.

Plus ada beberapa hal yang bikin ga nyaman dan pengen berhenti baca di pertengahan, seperti:

1. Kalimat “dada sintal” "dada sekal" yang tiba-tiba nongol. Kaget banget sih. Buat apa? Ngga nyambung, malah ganggu banget. Masa dibilang nada suaranya Vinda selaras dengan dadanya yang sintal?

2. Penggambaran Vinda disini bener bener sekedar dari sudut pandang laki-laki saja. Vinda digambarkan sebagai perempuan lemah, hobi merengek, suka hidup bergantung pada laki-laki (Tono, Dipha) pokoknya dibuat ngga berdaya sama sekali dan apa apa butuh laki-laki, juga disebut-sebut terus soal "dada"-nya. Tiga kali saya hitung. Jatuhnya jadi tidak merepresentasikan perempuan dengan layak.

3. Penggambaran karakter dokter disini absurd dan ngga sesuai. Udah tau pasien sakit parah, tapi malah rahasia-rahasiaan, bahkan sempat main pukul. Dimana logika medis dan kontrol emosinya? Malah lebih mentingin perasaan Dipha soal ibunya daripada kesehatan pasiennya yang di ujung tanduk.

4. Ebi tiba-tiba mantan Dipha, transisinya aneh dan maksa.

5. "Di kota ini, doa tak pernah bisa mengubah apa-apa", kalimat yang sangat ngga perlu. Desperate sih boleh tapi ngga sampai cap sebuah kota jadi begini ya, sedih banget bacanya.

6. Kata-kata yang terlalu sering berulang seperti "kudus" "bacin"

Merepresentasikan dan menghadirkan "rasa" dari suatu kota itu susah banget memang, tapi bisa saja kok kalau memang riset dan penceritaannya sangat matang. Tujuannya supaya pembaca bisa merasakan Bandung bukan cuma sebagai kota yang bikin patah hati, tapi juga penuh kenangan dan layak untuk jadi tempat jatuh cinta berkali-kali. Tetap, saya apresiasi penulis yang juga orang Bandung dan mau mengangkat nama kota tercinta ini agar diketahui orang banyak. Tetap semangat berkarya.
Profile Image for gionica.
43 reviews1 follower
February 27, 2025
Ceritanya bisa dibikin jadi 100 halaman tapi dipanjanggggg-panjangin sampe 300 halaman 😭 terlalu sering ngulang pembahasan yang sama, udah dijelasin di paragraf 1 eh masih dibahas di paragraf 2-4. Udah dijelasin di chapter 3, eh diulang lagi di chapter 7,8, dst. Ga klik sama karakter ceweknya juga. Banyak percakapan yg kurang penting menurutku. Maybe just not my cup of tea.
Habis ini mo baca sisi tergelap surga, semoga ga bikin kapok ama authornya 🙂‍↔️
This entire review has been hidden because of spoilers.
2 reviews
March 29, 2025
1. Penggunaan sudut pandang pertama yang serba tahu bikin ganjel pas baca, lebih enak kalo pake sudut pandang ketiga aja.

2. Personality-nya vinda kurang dieksplor, tiap baca deskripsi vinda paling cuma betapa cantiknya dia dan ukuran dadanya (ini annoying bgt sih). Jarang—atau bahkan emg ga ditunjukkin—sisi vinda yg bikin si dipha kagum selain kecantikannya. Kuatnya vinda ngelawan penyakit? Aku rasa itu masih berhubungan sama visual, kalo ga cantik ya mana peduli. Jadi beneran ga ada hal lain yg spesial dari vinda selain dia cantik—dan seorang cindo.

3. Dialog yg nggak konsisten, kadang informal, kadang formal bgt sampe aku kira itu narasi di luar dialog. Jadi nggak nyaman dibaca, kagok.

4. Bagian pentingnya di akhir semua, dari awal sampe tengah banyak adegan ga penting.

5. Romance ala ftv, cringe.

Penjabaran bandung dan kehidupan jalanannya cukup detail, itu doang yg bagus.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for M. A. A..
177 reviews
April 28, 2025
Buku ini menjadi buku ketiga dari Brian Khrisna yang kubaca, setelah Sisi Tergelap Surga dan Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati. Seperti kedua buku lainnya, buku ini menceritakan tentang kesulitan orang-orang yang mengalami nasib kurang menyenangkan dan "tersisih" dari gemerlapnya kehidupan di kota besar. Kali ini, buku nya membawa Bandung yang dikenal sebagai kota penuh romansa sebagai tempat berlangsungnya cerita.

Sebagai orang yang pernah menetap cukup lama di Bandung, sekitar 8 tahunan mungkin. Buku ini berhasil membawa perasaan rindu dan nostalgia tentang setiap sisi dari kota tersebut. Brian Khrisna berhasil mendeskripsikan tiap tempat dengan sangat baik di buku ini.

Ada beberapa hal yang agak disayangkan dari buku ini, misalnya:
1. Banyak pengulangan narasi tentang "Bandung sebenernya berbeda dari yang diromantisasi, Bandung itu beginilah, begitulah". Sebenarnya, narasi ini bertujuan untuk menguak dan menunjukkan sisi lain dari indahnya kota Bandung. Tapi jika di sepuluh halaman pertama saja sudah ada pengulangan narasi demikian beberapa kali, agaknya terlalu berlebihan juga, haha.

2. Buku ini menggunakan sudut pandang orang pertama, Aku, dalam hal ini tokoh utama pria nya, si Dipha. Tapi entah kenapa rasanya banyak narasi mengenai suatu peristiwa atau kejadian yang enggak dilihat langsung oleh si Aku, kesan nya jadi kek "ini dia tahu kejadian nya begini dari mana dah?". Kalaupun dimaksudkan ada "switching POV", maka pergantian POV nya ini kurang luwes.

3. Banyak kata-kata yang tidak familiar dimasukkan ke dalam narasi sedikit memberikan kesan "pake kata-kata bagus biar narasinya lebih keren". Masalahnya, kata-kata tersebut diselipkan dalam kalimat-kalimat yang santai dan bahasa yang kasual. Apalagi, mengingat si tokoh utama yang bercerita di sini merupakan seorang "anak jalanan". Mungkin maksudnya agar pembaca juga terbiasa dengan beberapa kata dalam bahasa Indonesia yang jarang digunakan, tapi kalau terus-terusan dengan resep seperti itu, jadi sedikit maksa.

4. Hubungan antar karakternya yang sedikit maksa, terutama hubungan Dipha dan Vinda di awal. Itu beneran semaksa itu, apalagi kasus ketika mereka nyari kosan yang akhirnya si Vinda dibawa ke kosan si Dipha.

5. Alur cerita dan ending yang sedikit mudah terbaca. Terima kasih kepada penggambaran Bandung dan cerita nge-date nya Vinda dan Dipha, kalau bukan karena bagian itu, buku ini akan lebih membosankan.

Buku ini memang "worth" untuk dibaca, apalagi karena buku nya juga tidak terlalu tebal. Aku pun mengerti kenapa buku ini banyak dibicarakan dan disukai banyak orang. Tapi, jika dibandingkan dua buku lain yang sudah ku baca, buku ini berada di peringkat akhir.
Rating pribadi: 3.8/5.

TMI: nulis review ini sambil nahan ngantuk, jadi maafkan kalau agak tidak enak dibaca, hehe.
Profile Image for nana lovegood.
37 reviews
October 19, 2025
《★~ ᑲ᥆᥆k rᥱ᥎іᥱᥕ ~★ 》


Judul: 𝗕𝗮𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗲𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗮𝗴𝗶
Penerbit: Mediakita
Penulis: Brian Khrisna
Halaman: 298 hal
𝐑𝐚𝐭𝐞: 5/5 ⭐

· · ─ ·🌇· ─ · ·

Apa yang akan kalian lakukan jika diberi kesempatan kedua untuk hidup? Atau, apa yang akan kalian lakukan saat dokter menetapkan waktu hidup kalian tinggal sebentar lagi?

✶⋆.˚Nyatanya, apapun pilihan yang nanti kalian ambil, itu nggak akan pernah bisa mengubah apa yang sudah menjadi takdir Tuhan. Dunia nggak akan tiba-tiba berbelasungkawa atas kesedihanmu, nggak juga menyediakan ruang istirahat hanya karena kamu sedang merasa lelah dan hancur. Dunia akan terus berjalan, berputar, dan waktu tetap melaju—tanpa jeda—tanpa peduli pada perasaan manusia.

✶⋆.˚Dan ketika akhirnya harus berhadapan dengan kematian, yang paling menyiksa justru bukan yang pergi, tapi mereka yang ditinggalkan. Rasa sakit dan perubahan itu akan menghantam kehidupan mereka yang masih hidup, membuat dunianya seolah ikut berhenti, atau memaksa mereka meraung pada Tuhan, meminta satu hal yang paling sederhana tapi paling mahal berupa sedikit waktu.

✶⋆.˚Bandung, yang katanya kota tempat jatuh cinta, menyimpan satu kisah menarik dalam buku ini, kisah tentang Dipha, seorang laki-laki yang hidupnya keras dan begitu sederhana. Apapun akan ia lakukan, selama itu membuatnya bisa makan hari ini. Fokusnya cuma satu: bertahan hidup. Sampai kemudian ia bertemu dengan Vinda, gadis misterius di sebuah puskesmas yang memintanya mencarikan tempat tinggal, dengan sederet syarat aneh yang akhirnya membuat mereka tinggal berseberangan.

✶⋆.˚Dipha tahu seluk-beluk Bandung, termasuk betapa bobroknya kota ini ketika menjelang pagi, sedang Vinda mencintai Bandung dengan cara yang berbeda. Ia memuja kota itu dan segala romantisasi yang melekat padanya. Dari situlah, mereka membiarkan Bandung menjadi saksi dua manusia yang saling jatuh cinta dengan caranya masing-masing.

✶⋆.˚Ceritanya luar biasa bagus. Alurnya jelas, narasinya detail. Penulis benar-benar berhasil menggambarkan suasana Bandung dan orang-orangnya dengan begitu nyata. It’s an amazingly beautiful writing. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari hidup Dipha—tentang kerasnya realitas hidup rakyat kecil, betapa berharganya waktu bagi mereka yang mengais nafkah, sampai ke hal-hal baik yang bisa datang dari orang-orang yang seringkali dianggap “tidak sempurna”. Setiap kalimatnya berhasil membawa emosi; bikin pembaca ketawa, terharu, sampai meneteskan air mata hanya karena hal-hal kecil yang disampaikan dengan indah. Dan meskipun pada akhirnya kita tahu, oleh-oleh paling khas dari kota Bandung tetaplah: patah hati.
Profile Image for Aynee.
14 reviews
June 8, 2025
hmmmm...tapi jujur banget... untuk buku ini, aku putuskan untuk dnf😌
karna, situasi aku sekarang ga cocok untuk baca buku ini. ditambah lagi, suasana buku ini tuh lebih condong ke arah patah hati dan sedih. yaa Sehingga pas lagi baca buku ini, rasanya capek. kayak, kok lama banget sihh nih buku gw selesain bacanyaaa😩

menurut aku, gaya tulisan kak brian cukup oke. Ada beberapa hal yang bisa buat aku ketawa. walaupun agak engga nyaman sama bagian narasi yang ada bahasa kasar. haha. Tapi kalau buat lawakan, yah sedikit buat aku terhibur. good job.

tapi ada beberapa hal yang buat aku ga sreg sama buku ini. Pertama, ada beberapa kata asing atau istilah daerah, yang benar-benar asing di telinga aku. Aku rasa itu semacam bahasa jawa seperti kata 'adiluhung' dan lain sebagainya. nah, menurutku ini kurang efektif dibaca oleh pembaca. Kayak mau disambungin ke kalimat sebelumnya atau setelahnya juga ga ketemu maknanya. yahh emang sih sekarang mudah buat cari tau makna kata tersebut. Zaman sekarang kan ada internet. Tinggal buka google atau web lain, trus ketik, translate, ketemu jawannya, selesai deh. Yaaa mudah emang. Tapi toh apa dong gunanya catatan kaki? Fungsinya catatan kaki kan emang buat itu. Buat kalau ada beberapa istilah asing yang pembaca ga tau, kita bisa liat di catatan kaki, yang letaknya ada di setiap halaman buku paling bawah. kalau ga mau pake catatan kaki, glosariumnya kaka. Masa dianggurin.

Justru hal-hal kecil yang kayak diatas ini, umumnya memang berpangaruh ke mood pembaca. Kalau mood pembaca di awal emang udah anjlok, semakin susah bagi pembaca untuk meneruskan membaca buku tersebut hingga tuntas.

Aku juga kurang suka dengan karakter yang ada di buku ini. Ntahlah, aku lebih dominan ga suka sama Vinda. Karna, nih cewek kenapa euy? kayak seakan-akan dia tuh seorang putri banget yang tidak boleh kena kotor sedikitpun. Kesan manjanya pun dapet banget yah. Bagus-bagus. Bagus karna sudah membuat pembaca emosi☺.
Dan ini juga satu alasan yang buat aku agak males baca buku ini.

dan yaa, untuk dipha, aku sedikit suka sama karakternya. karna secara kalau dilihat dari kepribadian, dia pekerja keras, bersih, humoris, perhatian, dan baik.

Disamping itu semua, kadang aku juga suka kalau udah bagian mereka bercanda.

saran aku untuk kedepannya yaa, mungkin bisa lebih dibangun lagi aja karakter2 yang bagus. Lebih bijak lagi kalau ada percakapan filisofis. Buat bang Bri, semangatt selaluuu😊.

Mungkin di lain waktu, kalau waktunya pas, aku akan baca buku ini lagi sampai tuntas.
Profile Image for Dewi Hambali.
70 reviews12 followers
March 14, 2025
"Kota ini dengan segala keriuhannya, selalu punya cara untuk merayakan patah hati." (p. 196)

📼
Vinda, seorang gadis asal Surabaya yang mendamparkan dirinya di Bandung, bertemu tanpa sengaja dengan Dipha, laki-laki pekerja serabutan yang humoris namun tulus. Hati mereka terpaut, Bandunglah yang menjadi saksinya.

Aku ingin bilang, novel ini emang kembaran sama Sisi Tergelap Surga. Sama-sama menjelaskan sisi gelap suatu kota besar yang tenar juga kehidupan orang-orang di dalamnya. Namun, di novel ini ada 2 tokoh yang memang ditonjolkan, Dipha dan Vinda.

Buku ini berhasil membawaku bernostalgia dengan kota Bandung, di mana aku menghabiskan masa mudaku haha. Kota yang renta namun selalu dirindukan dan dijadikan tempat pulang. Aku suka bagaimana penulis mendeskripsikan Bandung. Detail dengan nama daerah yang tidak disamarkan. Mau pulaaang :(

Awalnya agak terganggu dengan font yang cukup kecil dan margin sempit. Untungnya, diselamatkan dengan cerita yang page turner dan plot yang bikin penasaran untuk terus baca.

Gaya penulisannya enak dibaca, disisipi humor yang segar meskipun di beberapa bagian agak, hmm cringe. Penokohan dirinci dengan baik, jadi pembaca benar-benar kenal dengan mereka. Selain Dipha, karakter favoritku adalah Bang Karina. Sosok sahabat yang siap menjadi tameng, kuat dan melindungi tidak peduli jika ia harus terluka.

Untaian kalimat yang manis, lugas, sarkas, juga disertai beberapa analogi. Terdapat kata-kata kasar yang menggangguku, tapi baiklah aku abaikan. Sayangnya ada sedikit typo di beberapa kata.

Membaca ini perasaanku dipermainkan. Aku tersenyum, haru, geram, dan sedih di waktu bersamaan. Menyelesaikannya larut malam rupanya adalah kesalahan besar. Alhasil aku tidak bisa tidur karena diliputi perasaan sesak, pilu, hampa, dan kehilangan. Ah, sudah lama aku tidak mendapat after taste seperti ini selepas menghabiskan suatu cerita.

Banyak pesan yang terkandung, salah satunya, kita hidup cuma sekali, maka nikmatilah. Dan, disampaikan juga betapa berbahayanya hidup sebagai perokok pasif.

📼
Bandung Menjelang Pagi • Brian Khrisna • 2024 • Mediakita • 297 hlm.
⭐️ 4,9/5
Profile Image for Yogi Pratama.
58 reviews
June 9, 2025
Cukup lumayan stuck baca buku ini di 3/4 bagian awal, ceritanya minim konflik, lumayan agak datar, menceritakan karakter utama dan kesehariannya. Mungkin penulis ingin menceritakan latar belakang dan runutan kisahnya dengan terperinci. Akan tetapi gong nya ada di 1/4 bagian menuju akhir. Konflik memuncak terjadi pada karakter utama dan karakter pendukungnya.

Sudut pandang penulisannya agak membingungkan di awal, kadang ber-aku (merujuk pada Dipha sang tokoh utama) dan kadang ber-dia (merujuk pada Vinda). Namun menuju belakang mulai aman dan fokus pada sudut pandang “aku”.

Dibalik itu semua, novel ini punya potensi yang kuat untuk menjadi bagus, ceritanya sedih, jika kalian sedang ada masalah kehilangan, better jangan baca buku ini. Karena ceritanya sangat mendalam pada tema “kehilangan”

Dipha seorang yg kehilangan Ibunya karena sakit dan cerita kelam masa lalunya (ada kaitannya dengan cerita di buku penulis sebelumnya-Sisi Tergelap Surga) membuatnya harus menggelapkan uang “haram” hasil menjual sabu untuk membayar biaya rumah sakit Ibunya. Menjadi buron karena membawa kabur uang tersebut. Kemudian melarikan diri ke Bandung dalam kondisi kacau karena sepeninggal Ibunya, dan ditolong Bang Karina (seorang waria), Dipha berhasil bangkit dan kembali menata hidupnya.

Kemudian hadirlah Vinda seorang pelarian karena sakit dan vonis hidup yang tak lama lagi, membuat dia pergi ke Bandung kota yg sangat dia sukai untuk mengisi waktu-waktu terakhirnya.

Dipha jatuh cinta pada sosok Vinda dan begitupula sebaliknya, Dipha berhasil membuat Vinda dapat menikmati hidup dan bahagia di sisa waktu terakhirnya.

Namun nahas, pelarian Dipha diketahui pesuruh-pesuruh bossnya karena kelalaian Vinda, terjadilah adegan berdarah yang traumatis.

Bagaimana endingnya? Tentu bukan ending yg bahagia. Namun ada begitu banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik dari cerita ini.

“Berbahagialah” mungkin ini bisa menjadi kata yang bisa kita petik dari ratusan quote yang bisa kita ambil dari buku ini. Bagaimanapun pahitnya hidup, cukup cari kebahagiaan kita dan mengusahakannya dari hal-hal yang sederhana.

Sangat direkomendasikan bagi kamu yang ingin menangis dan memaknai kehilangan atau yang sekedar ingin mencari bahagiamu sendiri dari kisah ini.
1 review
April 20, 2025
Aku menyelesaikan buku ini dalam 4 hari dan sekarang aku merasa hampa dengan kisah percintaan mereka yang berakhir dengan tragis, tentang si perempuan penyakitan dan Laki-laki berandalan yang mampu mengerjakan apa saja.

Novel ini membuat kita tersadar untuk lebih mensyukuri hidup, perjalanan hidup Dipha, Bang Karina, serta Vinda membuat kita mengerti kerasnya hidup. Vinda yang hanya punya waktu 1 tahun untuk menikmati hidupnya dengan penyakit yang seolah memakannya hidup-hidup. bertemu dengan Dipha yang sudah hapal apapun di kota bandung, lewat puskesmas Braga dengan sebuah bacang dan walkman tua dan kaset lagu dari Christopher berjudul "Aline" semenjak itu mereka mulai pendekatan melalui Tono yang menyuruh Dipha untuk mencarikan tempat tinggal yang layak untuk Vinda.

berakhir menempati kontrakan petak yang terletak di seberang kontrakan Dipha. Vinda sangat mencintai kota Bandung, dia ingin bebas dikota itu. menikmati sisa hidup yang sangat singkat dengan melihat kota penuh cinta, bersama dengan orang yang ia cintai, yaitu Dipha. bersama Dipha dia merasa lebih hidup, dia melupakan semua sakit yang dideritanya. bertemu dengan Dipha merupakan kebahagiaan dan kekuatan untuknya. namun, sayangnya mereka berdua kerap lupa, bahwa sejatinya, oleh-oleh paling khas dari kota bandung adalah : PATAH HATI.

terimakasih untuk Bang Karina yang sudah melindungi Dipha dan Vinda, terimakasih udah menjadi Ayah sekaligus Ibu buat Dipha. peran mu di novel ini merupakan peran penting yang membuat ceritanya menjadi lebih hidup. you are the hero Bang Karina.

Aku sangat mencintai novel ini dan juga penulisan dari bang Brian Khrisna, terimakasih sudah membuat novel sebagus ini.
Profile Image for Akaigita.
Author 7 books240 followers
July 7, 2025
Yah, mohon maaf, not my cup of tea.

Paling ngefans sama Bang Karina deh. Kalau Dipha big no.

Buku ini mungkin semacam antitesis buat cerita metropop yang semuanya too good to be true, tokoh-tokohnya berkecukupan, dan mereka nggak punya masalah hidup lain selain calon pacarnya yang dicap red flag padahal gak red flag red flag banget. Atau malah meromantisasi dan mengglorifikasi sifat yang sesungguhnya red flag.

Buku ini nggak gitu. Buku ini adalah kisah cinta ala orang akar rumput wkwkwkwk. Aku bisa paham usaha Dipha untuk bertahan hidup dari hari ke hari, dengan kerjaan serabutan yang nggak jelas dan random banget wkwkwk. Bahasa-bahasa kasar dan pergaulan orang yang terpinggirkan ini juga jadi spotlight sih. Harusnya ini ditulis jadi nonfiksi aja, jangan jadi romance menye-menye yang bikin enek.

Oh, satu lagi. Aku terganggu setiap kali makian kotor dan ucapan zikir berada dalam kalimat berdekatan. Itu kontradiktif banget sih menurutku. Tapi mungkin maksudnya 'orang-orang kotor ini juga berhak berzikir' tapi jelas caranya nggak kayak Dipha. Dia sesat banget. The real red flag.

Itu dari sisi agama ya. Aku juga merasa terganggu di sisi character development si cewek. Dipha ini self centered banget sampai-sampai si cewek harus suka semua hal yang disuka, termasuk makanan-makanannya si Dipha. Dipha baru terkesan sama Vinda begitu Vinda mengakui makanan rekomendasinya enak. Padahal nggak gitu juga kali. Setiap orang punya selera dan pantangannya sendiri.

Bukannya aku mau bilang orang kayak Dipha nggak pantas dicintai ya, dia mungkin mencoba mencintai dengan cara yang dia tahu, dan itu nggak egois.

Intinya, yah, Bang Karina....
3 reviews
October 5, 2025
Aku suka buku ini dari segi alur cerita yang ringan, menggunakan bahasa yang tidak kaku kaku amat, dan endingnya. Aku sering memprediksi ending tiap cerita. Tapi untuk buku satu ini, walau aku sudah prediksi dan benar dugaanku, aku tetep dibikin kaget karena ada tambahan yang ga aku prediksi sama sekali.

Bandung digambarkan dengan sangat indah di sini, pemilihan kosakata untuk mendeskripsikan sisi terang dan gelapnya bandung oleh bang Brian sangat cocok dan tidak melebih lebihkan.

Namun yang cukup menarik perhatianku adalah di beberapa bagian, aku kebingungan pov penulisan buku ini. Awal awal aku tau bahwa pov buku ini dari Dipha sendiri, namun nanti di beberapa bagian pov berubah menjadi pov penulis. (contoh, kita tau apa yg dialami, apa yg dirasakan, gejolak batik tokoh lain). Permasalahan pov ini agak cukup mengganggu saya sepanjang membaca buku ini, tapi at least ceritanya yang ringan membuat saya tidak berhenti membaca.

Saya adalah orang yang sulit menangis saat membaca buki, tapi ajaibnya buku ini membuat tangki air mata saya bocor 🫠👍🏻 Well done bang Brian 👏🏻
Displaying 1 - 30 of 117 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.