Jump to ratings and reviews
Rate this book

Di Dalam Lembah Kehidupan

Rate this book
Kumpulan cerpen tentang berbagai pengalaman sedih para tokohnya.

Pasar malam -- Enche Uteh -- Penjual es lilin -- Anak tinggal -- Bonda kandong -- Gadis basanai -- Isteri yang tua -- Anak yang hilang -- Malam Sekaten -- Anak dapat -- Chinta dan darah -- Di-suroh meminta ampun

Paperback

First published January 1, 1939

58 people are currently reading
805 people want to read

About the author

Hamka

112 books1,089 followers
Haji Abdul Malik Karim Amrullah, known as Hamka (born in Maninjau, West Sumatra February 17, 1908 - July 24, 1981) was a prominent Indonesian author, ulema and politician. His father, syekh Abdul Karim Amrullah, known as Haji Rasul, led and inspired the reform movement in Sumatra. In 1970's, Hamka was the leader of Majelis Ulama Indonesia, the biggest Muslim organizations in Indonesia beside Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah. In the Dutch colonial era, Hamka was the chief editor of Indonesian magazines, such as Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat, and Gema Islam.

(source : wikipedia)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
132 (40%)
4 stars
119 (36%)
3 stars
51 (15%)
2 stars
11 (3%)
1 star
16 (4%)
Displaying 1 - 30 of 49 reviews
Profile Image for Najibah Bakar.
Author 9 books351 followers
February 16, 2015
Buku ini menghimpunkan cerpen-cerpen Hamka, tetapi sayang saya sendiri belum dapat menjejak tarikh cerpen-cerpen ini ditulis untuk lebih memahami latar belakang hidup Hamka ketika ini.

Sepertimana novel ulung Hamka Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang disebut dan dipuji-puji pembaca, cerpen-cerpen yang terhimpun ini turut mengadun plot yang hampir sama. Dalam banyak kisah, ada cabaran cinta yang perlu dilalui sehingga menuntut duka dan darah. Akhirnya watak-watak dihadiahkan kematian, supaya segala beban derita yang mereka pikul, terlerai dengan penuh pengharapan kepada Tuhan yang menentukan takdir dan memberi ujian hidup.

Namun yang membezakan kisah cinta Hamka dengan cinta yang lain, adalah hidupnya perasaan yang beliau lukiskan bagi watak-wataknya, selain suara pencerita yang selalu memberi hikmah mengenai sesuatu kejadian yang menimpa. Hikmah itulah yang paling manis dikutip daripada buku-bukunya, yang membuat kita tidak jemu walaupun plot kisahnya bergerak hampir serupa.

Ada cinta perempuan ladang yang terlanjur sehingga hamil, ada cinta anak lelaki remaja yang menjadi pengantin ayah, ada cinta gadis liar yang dibela anak angkat, ada cinta yang teruji oleh poligami, ada cinta lelaki tulus kepada isteri curang - dan Hamka menulis dengan penuh kasihan belas mengenai setiap mereka, dengan jiwa seorang pendakwah yang tidak menghukum. Dan di situlah bagi saya keistimewaan karya Hamka mekar merentas zaman.
Profile Image for Sari Wulandari.
10 reviews6 followers
February 7, 2010
berkali-kali baca tetap saja berderai-derai air mataku. Buya HAMKA mengajak kita untuk sadar bahwa dalam hidup ini tidak semuanya manis. tidak seperti cerita sastra yang sering berakhir bahagia, kita diajak melihat dan merenung bahwa di dalam lembah kehidupan ada banyak orang-orang yang termarginalkan yang kurang beruntung nasibnya...deskripsi buya HAMKA tentang tanah minang, membuatku begitu ingin pergi kesana. hamparan sawah dengan suara gemercik air dan latar belakang gunung singgalang nan menjulang, wuih...tapi itu sih jaman belanda. tapi kata temanku yg asli padang, kondisi di pedesaan tak jauh beda dg yg digambarkan sang buya, sawah masih membentang, itik masih digembalakan, gunung singgalang pun masih tetap menjulang...moga-moga keturutan bisa kesana..
Profile Image for Iman Danial Hakim.
Author 9 books384 followers
July 24, 2018
Tak pernah tahu yang Hamka pernah menghasilkan sebuah kumpulan cerpen selain novel dan buku umum.

Ia sebuah himpunan cerita yang tragis, hiba dan tiada penamat yang membahagiakan. Seolah-olah hidup ini memang sentiasa kelam pada mata Buya Hamka.
Profile Image for Qayiem Razali.
892 reviews85 followers
November 30, 2024
68/2024

-Di Dalam Lembah Kehidupan
-HAMKA

Antara karya yang dibeli semasa PBAKL awal Jun hari itu. Membaca karya HAMKA, jarang sekali kalau tidak terkesan dengan lenggok bahasa dan gerak cerita. Buku ini mengandungi 12 kisah ringkas tentang kehidupan di mana kesemuanya berakhir dengan kesedihan, kehilangan bahkan kematian. Benarlah dalam hidup ini, tidakkan semua akan bernoktah dengan bahagia. Terkadang bernoktah dengan kesedihan. Lagi pula hidup kita kan juga berakhir dengan kematian.

Antara kesemuanya, saya menggemari kisah Anak Angkat dan Disuruh Meminta Ampun. Sangat terkesan jalan ceritanya. Buat peminat HAMKA yang di Malaysia, buku ini wajib anda miliki.
Profile Image for nadinosaurus.
276 reviews5 followers
December 25, 2024
Menyakitkan tapi berkesan. Selain puas dengan keindahan tulisannya, aku juga banyak bercermin, mengambil pelajaran dari semua kisah yang mula dan ujungnya penuh luka. Setiap cerita membawa suasana masa lalu dan beberapa mengangkat peristiwa sejarah.

"Bukankah engkau telah mengikat janji dengan daku, hai hati? Jika aku telah tobat dari Laila, engkau akan tobat pula. Sekarang aku telah tobat dari mengingat Laila, tapi apakah sebabnya tiap-tiap namanya disebut orang, engkau berguncang juga?"

"Kakanda sekali-kali bukan komunis, Adinda pun tahu itu! Kalau disuruh mengakui seorang Islam yang menuntut keadilan dan menentang kezaliman, mungkin Kakanda dapat mengakui. Itu yang pertama!"

"Kalau semua orang mengatakan bahwa dia sedang menghadapi kesusahan, maka untuk siapakah dunia ini?"
Profile Image for Indira.
44 reviews1 follower
June 29, 2023
Another masterpiece(s) dari Buya Hamka! Selalu sukaaa sama karyanya beliau, masyaAllah. Buku ini sukses bikin tambah kagum sama beliau, betapa ciamiknya racikan cerita-cerita pendek tentnag kehidupan manusia yang diliputi kesedihan, rintihan, dan air mata. Every story always end in a sad way. This book taught me to embrace sadness as how i embrace happiness, because sadness is a thing that always surround us in life.
Profile Image for ainisreading.
86 reviews11 followers
April 2, 2024
Setelah selesai membaca buku ini, Alhamdulillah saya berkesempatan untuk menjejakkan kaki ke salah satu tanah yang kerap diceritakan oleh Buya Hamka iaitu Tanah Deli.

Apa yang dapat saya lihat sendiri di sana tidak jauh bezanya dengan apa yang diceritakan oleh beliau di dalam buku ini.

Di sebalik bangunan tinggi dan pemodenan yang mula membangun pesat di kawasan bandar, masih jelas kelihatan kemiskinan dan kedaifan di sepanjang laluan dari Deli Serdang ke Kota Medan.
Terkenang kembali kepayahan hidup yang dihadapi oleh watak-watak di dalam buku ini.

Banyak sekali rencah rasa di dalam lembah kehidupan ini.
Yang kaya tidak semestinya bahagia, yang miskin pula tidak semestinya menderita dan begitulah juga sebaliknya.

Di Dalam Lembah Kehidupan ini, saya belajar beberapa maksud kehidupan;

Seorang minta-minta yang miskin, seorang kuli penyapu lebuh akan berasa kaya-raya juga, jika kehidupannya di dalam rumahtangga aman dan damai.
Seorang tuan tanah yang berpendapatan seribu rupiah sehari, jika ia tidak sehaluan dengan isterinya di dalam rumah tangganya, nescaya akan merasa sangat miskin.

Memang kebanyakkan manusia begitu perangainya, pengaruh dendam kepada sesamanya manusia. Kesalahan yang kecil di dalam suatu perkara dijadikannya sebab untuk menghinakan orang di dalam perkara yang lain. Orang sanggup mengucapkan keadilan, tetapi tidak sanggup menjaga keadilan itu!

Semasa hidupmu ramai orang yang tidak kenal ketinggian budimu, tetapi setelah engkau menutup mata, badanmu kembali ke tanah, kebaikanmu akan menjadi sebutan orang sentiasa.

Di situlah letaknya neraka hidup yang sejati. Sebab walau bagaimana jua pun kecilnya pencarian, asal si suami sehaluan dengan isteri, sakit sama-sama ditanggungkan, sukar sama-sama ditempuhi dan beruntung sama-sama tertawa, maka segala kesukaran tentu akan hilang dengan sendirinya atau akan ringan dipikul. Sebab 'miskin' tidak boleh dijadikan alasan akan bersedih hati dalam kehidupan.




Profile Image for Syahiran Ramli.
221 reviews14 followers
September 14, 2014
Apa yang dikisahkan Buya Hamka, benar. Tidak semua itu indah dalam kehidupan. Masing2 ada cabarannya yang tersendiri.
Profile Image for Meta Morfillah.
679 reviews23 followers
November 3, 2023
Judul: Di dalam lembah kehidupan
Penulis: HAMKA
Penerbit: Gema Insani @gemainsaniofficial
Dimensi: x + 194 hlm, 20.5 cm, cetakan pertama Juni 2017
ISBN: 9786022503903

#Buku ini berisi 12 cerpen tulisan Buya HAMKA tahun 1930-1940 an. Masa di mana dunia sedang kelam akibat depresi besar/zaman malaise dan juga nusantara sedang berjuang melawan penjajahan. Ciri khas utama penulis yaitu diksi sastranya yang lembut, indah, dan menghunjam. Ditambah budaya minang dan deskripsi latar yang detail. Meski rentang waktunya terasa jauh, namun beberapa kisah masih relevan hingga saat ini.

HAMKA menyuarakan kesedihan, air mata, dan rintihan manusia yang berharap pada Allah untuk menguatkan mereka. Hampir sebagian besar cerpen ini berakhir sad ending. Seperti di kisah "Pasar Malam" menyuarakan pedihnya kehidupan seorang kuli angkut beranak lima dan paradoksnya dengan kesenangan pasar malam. Lalu ada "Encik Utih" yang memiliki mimpi memakai baju pengantin Minang hingga ia membelinya sendiri di usia 50 tahun sebab tak kunjung dilamar.

Beberapa memiliki ironi hidup tentang orangtua dan nasib anak mereka seperti di dalam cerpen "Penjual es lilin", "Anak yang ditinggalkan", "Anak yang hilang", dan "Anak angkat". Cinta bertepuk sebelah tangan bagai Laila dan Majnun pun hadir di cerpen "Bunda kandung", "Gadis basanai", dan "Malam sekaten (bulan sabit dan kayu palang)". Bedanya tokoh-tokohnya menjaga diri semua. Meski terhalang agama, status sosial, dll.

Terakhir potret kehidupan pasangan (suami istri) yang dijelaskan di cerpen "Istri tua", "Cinta dan darah", dan "Disuruh meminta ampun". Di antara semua cerpen itu, yang paling membekas bagi saya adalah cerpen "anak angkat" dengan tokoh utama wanita bernama Urip. Cerita yang berupaya memberantas stigma anak angkat biasanya lebih buruk daripada anak kandung.

Meski sastranya cukup padat, tapi bacaan ini masih termasuk ringan dan bisa dinikmati dalam waktu 3 jam penuh. Cukup banyak menambah kosakata sastra indonesia, buat saya.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #didalamlembahkehidupan #hamka #cerpen
Profile Image for Hasnidar.
35 reviews1 follower
January 29, 2020
Naskah ini merupakan cerpen fiksi mengandungi 12 tajuk. Seperti selalu, Buya Hamka gemar menulis perihal kehidupan. Meski tulisan ini merakamkan latar masa sekitar 1920 an, tetapi idea, isu dan konflik yang digarap masih relevan untuk direnungi sehingga ke hari ini. 

Seperti biasa, saya membaca ini tanpa pernah membaca sebarang review. I chose to delay my judgement. 12 bab yang membawa tema dan isu yang berbeza, saya paling gemari Bab yang pertama. Benarlah kata orang, 'first impressions is very important.' 

Klu yang saya dengari lewat beberapa perbualan dengan teman berkisar buku ini, mereka menyatakan, naskah ini seolah-olah memberi gmbaran kepada pembaca bahawa dunia ini hanyalah tempat berduka dan penuh kesedihan. Beliau menggambar kesedihan dengan sebenar-benar kesedihan. Ada beberapa bahagian, sebak juga saya membacanya. 

Mengakhir bacaan, saya merumuskan, mungkinlah semasa Pak Buya Hamka mengarang naskah ini beliau meletakkan matlamat bahawa, kembali dan berserah diri kepada Tuhan adalah penawar kepada segala kesedihan dunia. 

'Banyak orang menulis dan menggubah bunga-bunga kehidupan yang mewah-mewah, melukisan istana raja-raja, putri yang kaya dan cantik, orang muda yang disayangi, pernikahan yang bahagia. Maka tersenyumlah orang yang membaca cerita demikian, gembiralah hatinya. 

Padahal, di dalam lembah yang dalam sekali, dan di dalam jurang yang tidak mampu mereka tempuh, iaitu di dalam lembah dan jurang kehidupan, ada sekumpulan makhluk yang merintih. Tiada orang yang mendengar rintihan itu. Hanya Allah yang Maha Tahu, Pengasih dan Penyayang.' --Hamka. 
Profile Image for Fini  Arkani.
36 reviews
October 2, 2021
[Review Buku]

Judul: Di Dalam Lembah Kehidupan
Penulis: Hamka
Penerbit: Gema Insani
Jumlah halaman:
Cetakan pertama: Ramadhan 1438 H/Juni 2017 M


Blurb

Di Dalam Lembah Kehidupan adalah kumpulan air mata, kesedihan dan rintihan yang diderita oleh segolongan manusia di muka bumi ini. Air mata mereka itu sudah sampai masa penghabisan, telah mengalir ke tanah, dan hilang lenyap dalam pasir. Orang lain tidak akan peduli terhadap hal itu. Bagaimana mungkin orang akan peduli sebab orang-orang sedang dirintangi oleh kesenangan dan kemewahan?

Padahal di dalam lembah yang sangat dalam, di dalam jurang yang tidak ditempuh itu, yaitu dalam lembah dan jurang kehidupan, ada sekumpulan manusia yang merintih. Tidak banyak orang yang mendengar rintihan itu dan tidak tahu.

Berharap terbangun kesadaran bahwa di balik kehidupan ini ada manusia-manusia yang kesusahan dan kesulitan menghadapi situasi dan kondisi kehidupan. Manusia-manusia yang sudah patah sayapnya bahkan sebelum mereka belajar terbang, lalu terkulaiz dan jatuh. Berharap perlindungan dan pertolongan Allah SWT untuk senantiasa menguatkan mereka.

Buku ini banyak memberi hikmah kepada kita bahwa ada orang-orang yang lebih menderita dari pada kita. Acap kali kita tidak peka dengan hal itu, dan sebenarnya dalam hidup kita hanya perlu bersyukur.
Profile Image for Sukmawati ~.
79 reviews34 followers
June 21, 2019
'Di Dalam Lembah Kehidupan' merupakan buku karya Buya Hamka berisi kumpulan cerita pendek berlatarkan tahun 1920an atau sebelum kemerdekaan diraih oleh rakyat Indonesia. Buku ini termasuk karya klasik melihat penggunaan bahasa dan beberapa istilah di dalamnya yang tidak begitu familiar di kalangan manusia kekinian. Seperti pemakaian kata "sen" yang merujuk pada nilai mata uang rupiah zaman dulu. Kemudian dialog antar tokohnya didominasi oleh ragam bahasa lisan di kalangan feodal.

Sepanjang saya membaca karya-karya fiksi Buya Hamka, barangkali buku ini yang memiliki kadar suka "paling datar". Semua kisah atau kumpulan cerita pendek di dalamnya mengajak pembaca menyelami beragam persoalan hidup yang berakhir dengan kesedihan, penderitaan. Terlalu melankolis.

Namun, dari 12 kisah yang disajikan, saya menaruh hati pada kisah 'Pasar Malam' dan 'Encik Utih' yang sarat akan nilai sosial kemanusiaan dan kebudayaan. 'Pasar Malam' menjadi pembuka yang baik sebelum pembaca berkaca lebih lanjut tentang penderitaan sosial pada sebelas kisah selanjutnya. Sementara 'Encik Utih' dengan lokalitasnya hadir sebagai representasi wanita dan cita-cita pada masanya.
Profile Image for dausshassan.
51 reviews9 followers
March 30, 2021
Pak HAMKA telah mencantum pelbagai cerpen suka lara manusia di dalam lembah kehidupan mereka. Al kisah yang telah difiksikan untuk ditenung dengan mata hati dan dicapai kenikmatan soal perasaan. Dengan harap kita berubah dari anak tingkahnya kepada pikulan orang dewasa.

Segenap penceritaan cerpen mencicipkan moral akan keteguhan hati insaniah di saat ujian menimpa. Sama ada, kekurang diri, goyahnya hati, ketulusan hati budi, keluhuran cinta dan tunduk akan titah agama.

Berada di dalam terompah ujian tidaklah sesenang ucapan diungkapkan. Hanya hati sahaja yang tahu ertinya jerih melawan setiap takdir dan nasib yang kurang menyebelahi. Selagi roh tidak bercerai dari jasad, lawan dan berjuang dalam kehidupan harus diteruskan jua. Kerna :
“Mati dalam perjuangan berarti hidup”

Sandaran dari fiksi cerpen ini dapat menggubah hati agar tahan bahawasanya hidup ini tidak akan manis berpanjangan. Sekecil-kecil nikmat yang dikurniakan wajiblah disyukuri. Kerna hal yang ditanggung oleh kamu tidak tentu seberat mana seperti umat saudaramu yang lain. Dengan syukur itu sedarlah usul diri kita ini hina dina dan bergantung harap sepenuhnya kepada Ar-Razzaq.
Profile Image for Gustia Mardalena.
26 reviews
October 11, 2020
Pertama kalinya baca karya Prof. Buya Hamka. Buku fiksi kumpulan cerpen, terdiri dari dua belas cerita yang dibuat pada tahun 1930-1940-an, terasa masih relevan sampai sekarang. Meskipun dari segi bahasa banyak kata yang kurang familier.

Cerita pembuka 'Pasar Malam' dan cerita kedua 'Encik Utih', cukup membuat saya merasa bahwa 'inilah hidup', yang tidak terlepas dari 'takdir'. Dari kedua cerita yang posisinya terdepan ini, saya mulai menaruh perhatian lebih, berharap bisa menemukan banyak air untuk menghilangkan rasa haus dahaga saya. Semakin saya masuk lebih dalam ke cerita selanjutnya, saya mulai paham apa yang hendak disampaikan Prof. Buya Hamka; begitu beragam, begitu dalam, begitu detail, begitu menyayat.

Bagi saya, cerita yang paling membekas adalah 'Bunda Kandung', begitu lekat. Sampai sekarang cerita itu masih sangat jelas terasa.

Mungkin di kesempatan berikutnya, saya bisa berjodoh kembali dengan buku-buku karya Prof. Buya Hamka lainnya.
Profile Image for Hanis.
35 reviews
December 21, 2021
Setiap hikayat ringkas yang dipersembahkan, biarpun terlihat penuh dengan liku dan ranjau kehidupan, berjaya pula menyuntik kesedaran, keinsafan tentang betapa beragamnya cabaran yang ditempuhi setiap yang bergelar insan berakal...

🔖Bonda Kandung, berbicara tentang penyakit anak-anak muda yang "tidak apa-apa"

🔖Isteri Yang Tua, bermesej tentang kelupaan suami mengadili kehidupan berumahtangga dengan sepatutnya

🔖Anak Dapat, menginsafkan pembaca tentang peri asalnya seseorang tidak menentukan pula perilaku budinya

🔖Encik Uteh tentang sepi dan larutnya impian dalam angan-angan dan takdir

Penghayatan dari segi lunak bahasa, kiasan kata memang terbaik...mencerminkan penulis yang bijak bermain kata, penuh mesej dalam coretan tinta

Seluas bintang bergemerlapan di cakerawala✨diberi tanda menariknya buku Hamka~
Profile Image for Tqa Jekri.
11 reviews
August 20, 2019
Tajuknya secocok dgn kisah dalam buku ini. Di dalam lembah kehidupan. Kisah dalam buku ini ada pelbagai cerpen, dari kehidupan sebagai anak, sebagai sepasang kekasih sterusnya kehidupan sbgai ibu dan bapa.

Hidup yang malang. Namun, hidup ini perlu adanya harapan, walau harapan itu terus bergantung dan tidak berjumpa hujung yg tidak kita ingini. Begitulah kehidupan, tidak mnjanjikan hari selalunya cerah.

Penulisannya menarik, pda awal perenggan penulis akan mmberikan bayangan situasi dalam kisah tersebut, agar kita bisa terikut sma mnyelami perasaan yg ingin disampaikan penulis.

Buku ini sesuai untuk kita menjadikan ia sbgai pengajaran. Pengajaran dalam kehidupan. Aku boleh katakan, kisah buku ini adalah antara kisah berkenaan orang orang yang tidak mempunyai nasib yang baik.
Profile Image for ommimembaca.
26 reviews3 followers
July 11, 2021
12 cerpen.
Sekali baca nampak macam tergantung.
Tidak ada ending seperti kebanyakan cerita yang kita baca.
Bukankah kita selalu dihidangkan dengan cerita yang berakhir dengan watak utama yang diselamatkan, memperoleh kemenangan ,pertemuan semula, perkahwinan, dan semua yang indah-indah belaka.
Tetapi buya hamka mengakhiri setiap cerpen dengan satu makna kehidupan yang mendalam.

Perasaan yang terhalang,
Kemiskinan yang tidak tertanggung,
Kesedihan yang tidak terpadam,
Penyesalan yang tidak berkesudahan,
Persoalan yang tidak berjawab,
Dan kehilangan yang memilukan .

Begitulah. Kenyataan hidup tidak selalunya selari dengan keinginan - keinginan kita .
Ini adalah cerita tentang satu sisi kehidupan yang selalu kita diamkan.
Entah kenapa .
Profile Image for Masrifatun Nida'.
21 reviews
September 26, 2022
"Banyak orang menulis keindahan dan kemewahan, namun di dalam buku ini, di dalam lembah yang dalam sekali dan dalam jurang yang tidak mereka tempuh, ada sekumpulan makhluk yang merintih. Buku ini menyadarkan kita, di balik kehidupan ini ada yang sulit kondisi dan keadaannya. Bahwa ada yang sudah patah sayapnya sebelum terbang, terkulai dan jatuh sehingga tidak dapat bangkit lagi"

Buku yang berisi 12 kisah, jujur butuh beberapa bulan untuk menyelesaikan membacanya, dengan bahasa yang tidak mudah di pahami sebab susunan kata yang tentu banyak perbedaan sebab terpaut puluhan tahun semenjak ditulis buku ini. Namun, lewat karyanya yang masih abadi ini Buya mengajak kita untuk berrefleksi lewat banyaknya kisah.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for SaudadeSophie.
7 reviews
September 30, 2024
It took me a long time to finish this book despite it’s written in a language that I am familiar with.

Saya suka buku ini. Setiap cerita dari kulit depan sehingga akhir, tidak satu pun yang berakhir dengan bahagia. ‘Sad ending’ pada setiap cerita sungguh meninggalkan suatu perasaan yang berat. Saya sering kali mengeluh panjang ketika membaca buku ini. Setiap cerita menyedarkan saya, hidup tidak sentiasa indah-indah saja seperti yang kita mahukan.

Saya kira buku ini akan sukar dikaitkan bagi generasi muda kerana zaman yang berlainan. Tetapi bagi anak-anak 90an ke atas pasti dapat ‘relate’.

Satu hal yang saya paling teruja tentang buku ini, adalah rangkap-rangkap bahasanya yang dalam dan lebih puitis. Lebih memberi rasa. Mungkin kerana saya suka pada kata-kata yang indah susunannya.
Profile Image for Hesti Intan.
4 reviews
November 22, 2019
Salah satu yang paling membekas ialah cerita Inyik Utih. Dimana mimpi seorang wanita yang merasa utuh sebagai wanita saat Ia mampu menjadi seorang Istri dan Ibu seketika remuk; hancur luluh tak bersisa dalam 4 lembar cerpen Prof. Hamka. Kisah fiktif yang sungguh luar biasa, namun tentu dapat ditemukan pada realitas sosial yang ada.
Kumpulan cerita pendek karya Prof. Hamka ini telah berhasil menyentuh relung dan membuat diri berdiam sejenak; mengenangkan kisah terdahulu dan mengimpikan kisah yang akan segera lalu. Lalu menjawab sebuah pertanyaan yang dibuat oleh diri, "bukankah kita hanya perlu bersabar, bersyukur, dan berusahan?"
Profile Image for Fatihah Zunaidi.
80 reviews2 followers
November 22, 2025
buku ni ditulis dalam "short story" setiap bab. kebanyakkan nya isu keluarga dan cinta. nak ulas panjang, saya tak boleh recall cerita satu satu jadi perasaan saya yang saya rasa ni je yang boleh saya cerita. my take from the book is what im gonna tell you.

buku ni, tak ada satu pun cerpen yang happy. dari awal sampai habis sedih. tak ada satu pun yang boleh buat korang gelak. tak ada. semuanya tragis. seperti tajuk, lembah kehidupan, yang indah itu tak semestinya kekal. hari yang cerah pun mesti akan hujan. akan tetapi, selepas hujan adanya pelangi bukan? itulah mesej yang saya dapat dari buku ni. cuma, pelangi tu nak nampak pun kena ambil masa. aturan tuhan untuk difahami tidaklah datang dengan sekelip mata tapi datang diwaktu yang tepat. ketika mana jiwa kita bersedia menerima kenyataan kehidupan.

enjoying this book is not the best way to describe it. well, i will say this book taught me something i didnt expect to think of.
Profile Image for I..
2 reviews
November 18, 2020
Kisah-kisah di dalam buku ini tidaklah seperti kisah-kisah bahagia yang biasa kita lihat di TV. Banyak orang di dunia ini menjalani hidup cuma bertemankan air mata dan keringat hangat, tidak semudah yang kita sangkakan. Saya sendiri turut memikirkan apakah nasib ini sesukar nasib jiran tetangga, nasib sahabat-sahabatku yang duduk jauh, atau juga nasib orang tuaku mengenangkan umurnya. Buku ini mengingatkan kita, sungguhpun hidup cuma sementara, yang di antara kita mati-matian mencari harta dan kesenangan, tak ada bezanya semua itu bila kita tak pernah bahagia.
Profile Image for ami ☆ ⁺‧₊˚ ୭.
156 reviews18 followers
July 17, 2021
masing-masing orang punya penderitaannya sendiri. dan buku kumpulan cerpen ini tentang penderitaan itu. cukup jarang baca buku kumpulan cerpen dan suka sama semua cerpennya. bahasanya yang gampang dimengerti juga enggak bertele-tele jadi nilai tambah. apalagi semua buku hamka memang mengandung nilai yang ga kehitung banyaknya.
Profile Image for Masyhoor Akram.
41 reviews3 followers
January 31, 2025
Himpunan penulisan cerpen Hamka yang begitu pilu dan menyedihkan perihal kehidupan. Tiada "happy ending", namun rasa keinsafan yang sentiasa menyala untuk sentiasa bermuhasabah, bersyukur dan berdoa. Hakikat hamba dalam kemasyarakatan. Berbahagialah manusia yang sentiasa sabar dan mencapai sebaik-baik pengakhiran.
Profile Image for Khairia Harli.
5 reviews
June 18, 2020
di dalam buku ini terdapat kumpulan cerita-cerita lawas yang terjadi di Ranah Minang. banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari kisah-kisah tersebut. umumnya kisah tentang kesusahan hidup yang dihadapi pendahuli kita masa itu.
Profile Image for yayuk.yp.
6 reviews
January 5, 2025
Aku suka dengan buku ini, walaupun ditulis berpuluh tahun yg lalu, ceritanya tetap saja relate dgn kehidupan zaman sekarang. Luar biasalah Buya Hamka ✨️ apalagi tak lupa Ia selalu sisipkan nasihat² agar pembaca bisa bermuhasabah sambil menikmati setiap alur ceritanya.
Profile Image for Chamomile.
4 reviews
January 15, 2026
Kehidupan yang sudah ditakdirkan, dan ada hikmah disebaliknya.
Kita yang hidup perlu bersyukur dengan apa yang dinikmati kerana ada yang lebih kurang daripada kita.
Perjalanan kehidupan orang lain boleh dijadikan pedoman dan pengajaran untuk kita.
Profile Image for Bimly Shafara.
39 reviews
April 20, 2019
Kumpulan 12 kisah yang layak disimak maknanya walaupun isinya sembiluan semua :'(
Displaying 1 - 30 of 49 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.