What do you think?
Rate this book


Paperback
First published January 1, 1939
Seorang minta-minta yang miskin, seorang kuli penyapu lebuh akan berasa kaya-raya juga, jika kehidupannya di dalam rumahtangga aman dan damai.
Seorang tuan tanah yang berpendapatan seribu rupiah sehari, jika ia tidak sehaluan dengan isterinya di dalam rumah tangganya, nescaya akan merasa sangat miskin.
Memang kebanyakkan manusia begitu perangainya, pengaruh dendam kepada sesamanya manusia. Kesalahan yang kecil di dalam suatu perkara dijadikannya sebab untuk menghinakan orang di dalam perkara yang lain. Orang sanggup mengucapkan keadilan, tetapi tidak sanggup menjaga keadilan itu!
Semasa hidupmu ramai orang yang tidak kenal ketinggian budimu, tetapi setelah engkau menutup mata, badanmu kembali ke tanah, kebaikanmu akan menjadi sebutan orang sentiasa.
Di situlah letaknya neraka hidup yang sejati. Sebab walau bagaimana jua pun kecilnya pencarian, asal si suami sehaluan dengan isteri, sakit sama-sama ditanggungkan, sukar sama-sama ditempuhi dan beruntung sama-sama tertawa, maka segala kesukaran tentu akan hilang dengan sendirinya atau akan ringan dipikul. Sebab 'miskin' tidak boleh dijadikan alasan akan bersedih hati dalam kehidupan.