Jump to ratings and reviews

Boulevard Of Wedding Dreams

Leanna ‘Leah’ Andradea berhenti memercayai cinta setelah dicampakkan sebulan sebelum pernikahannya. Kini, Leah fokus pada organisasi nirlaba dan aplikasi food rescue yang ia kembangkan. Namun, kehadiran Pascal Gautama Hamid, CEO perusahan robotic vertical farming, menghancurkan semua rencananya.

Karena telah jatuh cinta sejak pandangan pertama, Pascal tidak membuang waktu untuk mendekati Leah. Akankah dengan kesungguhannya, Pascal berhasil membawa Leah ke pelaminan? Atau justru ketidaksabarannya akan menjadi bumerang?

339 pages

Published August 5, 2024

Loading...
Loading...

About the author

Ika Vihara

20 books275 followers
Ika Vihara merupakan lulusan Fakultas Teknologi Elektro dan Komputer Cerdas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, yang terus berusaha menaikkan romance genre satu level lebih tinggi. Dalam buku-bukunya, Ika Vihara menggabungkan romansa yang manis, romantis, dan realistis; dengan STEM—Science, Technology, Engineering, and Mathematics yang logis dan kesehatan mental.

Pada tahun 2021, novel karya Ika Vihara yang berjudul Sepasang Sepatu Untuk Ava memenangkan kompetisi The Watty’s Award kategori Romance. Dua cerita pendek terbaiknya, Sebaik-baik Pelajaran dan Sebaik-baik Manusia, masing-masing menjadi juara pertama pada Lomba Teman Tulis 2021 dan 2022. Karya-karya Ika Vihara yang telah terbit di antaranya My Bittersweet Marriage, When Love Is Not Enough, The Game of Love, A Wedding Come True, The Perfect Match, The Promise of Forever dan Right Time To Fall In Love.

Selamanya Ika Vihara akan selalu percaya bahawa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua dan akhir yang bahagia. Ingin kenal lebih jauh mengenai Ika Vihara? Atau mendiskusikan apa saja dengannya? Kunjungi, ikuti, baca, dan tinggalkan komentar atau pesan di blog www.ikavihara.com dan Instagram/Facebook/Twitter/Tiktok ikavihara. Koleksi bab ekstra novel-novel Ika Vihara bisa dibaca di karyakarsa.com/ikavihara.

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (10%)
4 stars
10 (50%)
3 stars
6 (30%)
2 stars
2 (10%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
Profile Image for nasya.
916 reviews
February 2, 2026
Sinopsis:
Leah patah hati ketika suami sepupunya yang udah dianggap sebagai adiknya meninggal dalam kecelakaan pesawat, nggak lama setelah itu istrinya, adik sepupunya juga meninggal, setelah itu tunangannya memutuskan hubungan mereka ketika semua persiapan sudah matang. Dalam kondisi terpuruk itu Leah udah nggak percaya cinta dan memutuskan untuk nggak akan menikah, terlebih dia udah mengasuh anak dari sepupunya yang sudah meninggal, kemudian Leah ketemu sama Pascal, rekan kerjanya, yang pernah hampir dia taksir ketika dia masih berstatus pacar orang. Bersama Pascal, Leah memulihkan rasa sakitnya atas kehilangan sepupunya dan batalnya pernikahannya. Bersama Leah, Pascal juga bangkit dari kehancuran keluarganya yang bercerai dan mengurus ibunya yang alzheimer.

Review:
Aku suka ketika penulis nggak langsung menyodorkan ke pembaca mengenai rasa sakit yang diterima oleh Pascal dan Leah, dalam artian, pembaca jadi bisa memahami rasa sakit dari kedua tokoh ini tanpa terdistraksi masalah satu sama lain. Walau di awal memang disebutkan ibunya Pascal adalah penderita alzheimer, tapi saat itu aku sebagai pembaca masih belum sepenuhnya simpati. Ketika Leah perlahan selesai dengan rasa sakitnya, baru berdalih ke Pascal yang sejujurnya sangat menyedihkan sampe bikin aku nangis banget, mau meluk Pascal kecil. Dalam buku ini, ada selipan-selipan hal mengenai emansipasi dan foodwaste (yang sepertinya hampir di seluruh buku penulis selalu dibahas, which is good). Momen Leah dan Pascal yang ketemu, tarik ulur, jatuh cinta, patah hati, dan kembali bersama tuh menurutku porsinya pas banget.
Profile Image for Amaniya.
31 reviews
Read
September 14, 2024
Sewaktu tau Kak Ika nulis novel dengan universe baru, aku berharap akan menemukan sesuatu yang juga baru, atau— at least—mendapatkan kepuasan yang sama seperti saat aku baca My Bittersweet Marriage, Midsommar, Bellamia, Savara, When Love Is Not Enough, dan A Wedding Come True.

Karena, jujurly, aku gagal menyukai The Promise of Forever dan The Right Time to Fall in Love. Dari semua novelnya yang lain, dua novel itu yang paling bikin aku ilfil dengan kebucinan dan ketidak-konsistenan karakternya—yang bikin aku bertanya-tanya, di mana letak sisi logis dan realistisnya? Yang ada cuma adegan yang dipaksa manis dan romantis— lebay sampe bikin ilfil.

Saking ilfilnya, aku skip nggak baca novel Kak Ika setelahnya, karena ... apa ya? Aku masih ilfil dengan kelakuan Renae‐Halmar dan Malissa-Lamar.

Oke, jadi intinya aku berharap Boulevard of Wedding Dreams (btw, judulnya bikin auto inget lagunya Green Day, Boulevard of the Broken Dreams) ini menawarkan angin segar—meskipun aku masih ragu.

Dan ya ... ternyata harapanku emang kelewat tinggi. This novel is definitely not for me. Berikut adalah beberapa alasannya:

• Universe baru yang digadang-gadang ini ternyata masih aja ada hubungannya dengan universe terdahulu. Kak Ika kayak belum (atau emang ogah) move on dari Elmar bersaudara itu. Jadi rasanya kayak pake baju baru tapi dalemannya butut. Maaf, tapi ini yang kurasain.

• Tema ceritanya terkesan daur ulang dari novel-novel sebelumnya. Jadi kayak kompilasi My Bittersweet Marriage, A Wedding Come True, The Promise of Forever dan The Right Time to Fall in Love. Nggak ada sesuatu yang bener-bener baru dan greget buatku.

• I hate Malissa. Waktu tau Leah adalah sahabat Malissa, aku langsung ngerasa tertipu oleh jargon 'universe baru'. Dan kok bisa-bisanya si Leah ini bernasib mirip dengan Malissa? Untuk nunjukin kekompakan antar sahabat, atau emang Kak Ika kehabisan ide?

• Oh, iya. Leah ini juga karakternya nggak konsisten, setali tiga uang sama Malissa—malah lebih parah. Di salah paragraf-paragraf awal bab pertama, digambarkan dia ini udah patah arang dengan cinta setelah gagal nikah. Dan ... di paragraf-paragraf yang lain—iya, masib di bab yang sama—Leah ini malah seronok bayangin dirinya menggerayangi Pascal dan bercinta sama dia. Hellooo, demi apa? Wajar aja kalo dia ditinggal kabur tunangannya, lah wong gatel gitu modelannya. Gatel terselubung—persis Malissa.

• Fyi, aku nggak pantang baca novel yang mengandung konten 18+ atau 21+. Bahkan 50+ pun kalo ada aku jabanin. Tapi tolonglah, tempatkan di bagian yang tepat dan sesuaikan dengan kondisi karakternya. Karena kalo nggak, sumpah bikin ilfil. Aku DNF The Right Time to Fall in Love di halaman seratus sekian, dan mutusin DNF Boulevard of Wedding Dreams di bab pertama halaman 9. Sungguh, aku terlalu ilfil untuk lanjut baca. Masa bodoh isi bab selanjutnya yang (mungkin) lebih bagus.

• Satu lagi deh, biar sekalian terlampiaskan kekecewaanku. Karena, aku beli novelnya lho, dan harganya lumayan. Dengan harga segitu, aku bisa dapet novel lain yang lebih bagus. Jadi, keluh-kesahku yang terakhir ini untuk Pascal—meski aku nggak sampe tau dirinya secara mendalam karena keburu DNF. Kak Ika mungkin pengen nunjukin betapa tampan dan seksinya si Pascal ini dengan ngasih detail tentang bagian-bagian tubuhnya sepanjang tiga paragraf. TIGA! Sungguh sebuah info dump yang sulit aku terima. Alih-alih ngerasa si Pascal ini ganteng, aku malah ngerasa—maaf banget—dia kayak bukan manusia.

Demikianlah yang aku dapatkan dari bab pertama Boulevard of Wedding Dreams. Semoga pembaca yang lain menemukan sesuatu yang lebih baik. Aku nggak setabah kalian yang bisa bertahan sampe bab terakhir.

Buat Kak Ika, aku percaya kamu pasti bisa menulis sesuatu yang lebih bagus dari tiga novelmu yang terakhir. Please move on. Semua ada masanya. Kamu nggak harus nulis sesuatu yang sama persis kayak novel-novelmu yang sukses terdahulu. Good luck.

Profile Image for Yonea Bakla.
331 reviews37 followers
August 22, 2024
Waaaw.. suprise bgt Teh Ika rilis buku kurang dari 1 tahun. Dance of Love terbit Desember 2023, dan Agustus 2024 terbit Boulevard of Wedding Dreams!

BOWD adalah buku pertama dari Third Season Series. Pascal, Jaska dan Dagnar adalah sepupu yang memiliki usaha di bidang vertical farming.

BOWD ini tentang Pascal dan Leah, teman Lamar Karlsson dan Malissa dari Right Time To Fall in Love. Universe-nya masih sama dengan Karlsson series.

Lagi-lagi tema patah hati dan trauma parenting menjadi isu utama yg diangkat. Leah sedang dalam persiapan pernikahan saat sepupunya meninggal. Setelah David kecelakaan pesawat, Cessa yg baru saja melahirkan menyusul suicide karena depresi. Leah mendapat wasiat untuk merawat Davey, bayi mereka yang baru berumur 2 bulan. Sebagai single parent, Leah yg patah hati setelah pembatalan pernikahannya dg Martin, bertekad untuk tidak menikah.

Pascal tumbuh di keluarga kaya raya tapi tanpa cinta. Ayah dan ibunya bercerai saat umurnya baru 10 tahun. Adiknya meninggal karena sakit saat masih kecil, lalu ibunya mengalami depresi berkepanjangan, hingga akhirnya Alzheimer. Pascal meninggalkan Amerika demi merawat ibunya yang sudah tidak ingat dirinya.

Pascal dan Leah bertemu setahun lalu dalam diskusi nasional tentang perubahan iklim dan dampaknya terhadap ketahanan pangan. Selama ini mereka berinteraksi secara profesional tanpa Leah tau bahwa Pascal memendam perasaan. Ketika Pascal tau bahwa Leah batal menikah, tanpa pikir panjang Pascal mengutarakan niat untuk menikahi Leah.

Yang aku suka adalah bahasan organic farming dan isu food waste yg diangkat. Bahwa sebenarnya ada lho teknologi tentang ini. Pascal memiliki background ilmu di bidang teknik elektro, sedangkan Leah di bidang computer science. Kecintaan pada bumi membuat mereka berinisiatif membuat sistem pertanian dan aplikasi penyaluran makanan yang sangat bermanfaat untuk kesehatan lingkungan.

Untuk porsi romancenya menurutku cukup banyak sweet moments dan dating scene. Makan soto, makan siang, makan malam, dsb. Deskripsi fisik dan imajinasi tokoh juga cukup detail karena buku ini untuk pembaca 18+.

Overall, buku ini membahas parental issue dengan cukup baik. Bagaimana pandangan masyarakat umum terhadap anak angkat vs anak kandung, seharusnya memang tidak menjadikan si anak memiliki masa depan suram. Tokoh ayah Pascal mewakili orang berpikiran sempit yang semoga dengan majunya jaman, akan semakin punah.

Dan sekali lagi, dalam BOWD penulis mengingatkan bahwa jangan ragu untuk bertemu Psikolog, jika memang butuh bantuan profesional.

Buku ini aku rekomendasikan untuk pembaca yang suka bahasan tentang lingkungan dan ingin mengambil pelajaran tentang bangkit dari trauma masa lalu.
Profile Image for Rizky Wahyu Fir.
62 reviews1 follower
December 28, 2025
Novel yang bagus, logis (lumayan), tetapi masih perlu banyak menambahkan bumbu agar lebih sedap saat dibaca.

actual stars: 2,5/5.

Aku suka cara menulis author. Sangat tertata dan mudah dimengerti. Namun, dari segi plot, menurutku terlalu sederhana. Konflik sangat standar, malah terkesan drama slice-of-life. Romansanya kuat, aku akuin. Tapi, penulisan karakter cowoknya bisa ditingkatkan. Pascal terlalu sempurna, sehingga alangkah baiknya author menambahkan kekurangan kepadanya. Berkebalikan, Leah malah minim kelebihan, dan low-key bikin aku bertanya-tanya, "Kelebihan Leah ini apa ya, sampai Pascal—yang sempurna—tergila-gila sama dia?"

Nevertheless, novel yang menghibur. Namun, kurang aman kalau dibaca di tempat umum karena ada beberapa inner thought romance-nya yang bikin... thirsty.
4 reviews
July 2, 2026
Maaf banget tapi aku gak bisa lanjut baca buku ini, gak cocok sama selera aku. Dan aku ilfeel sama karakter utamanya, padahal pas di awal terasa mau dibuat ikut sedih karena nasib karakternya, tapi pas dia mulai mengkhayal dirinya sama si cowo, i was like "hah? baru 5 menit yang lalu lu nangis karena stres terus sekarang dah bisa mikir begituan". Aku paham dia lagi desperate banget tapi gak gini juga lah.
Displaying 1 - 5 of 5 reviews