Kembali menamatkan buku ini kali ke dua setelah tujuh tahun dan masih bisa ngakak sengakak-ngakaknya dengan dark comedy ala almarhum harry roesli. Sayang beliau gak panjang umur, karena kalo sekarang beliau masih hidup mungkin bakal banyak dapet bahan guyonan.
buku ini berisi kumpulan tulisan alm. Harry Roesli di kolom asal-usul di kompas minggu. menyenangkan bisa membaca kembali tulisan2 Harry Roesli yang sejak jaman SMA sampe awal2 kuliah membuat saya dan ibu menunggu2 kompas minggu untuk membuka halaman ke sekian dan meletakkan kembali koran itu kalo ternyata bukan Harry Roesli yang mengisi kolom asal usul, hehe... Harry Roesli membuat saya jadi sedikit melek politik kala itu, dengan analisanya yang jujur dan apa adanya, tanpa sungkan2 pada siapapun, presiden sekalipun, dan -ini yang penting- hilariously funny!!
Harry Roesli adalah Harry Roesli Rasanya, tidak ada cara yang lebih tepat untuk menggambarkan sosoknya selain dengan kalimat seperti itu. Dari 'mulut'-nya, materi-materi sulit mengalir bak obrolan pinggir jalan--bisa dikunyah orang kebanyakan. Tetapi bukan hanya soal cara penyampaian (yang selain lugas juga sering nylekit--sekaligus penuh kelakar), dalam melihat permasalahan pun si Akang terbukti sangat cerdas--dengan fokus yang jeli, tanpa harus lepas dari substansi. Sebuah buku wajib sosial-politik.
Gaji seorang manager, pasti lebih besar dari wakil manager, gaji seorang rektor pasti lebih besar dari wakil rektor, gaji presiden direktur pasti lebih besar dari wakil direktur,...
berarti gaji rakyat seharusnya lebih besar daripada wakil rakyat (lho kok.... ngga valid, klo di fund. of logic proposisinya udah bener nih, tapi kok...)