Adisti tak pernah tahu keberadaan neneknya. Perempuan yang seharusnya dipanggil Nini itu tidak pernah diliahatnya. Bila papa atau mamanya ditanya perihal sang nenek, mereka tak pernah menggubrisnya. Pada suatu kesempatan, Adisti berhasil menemui neneknya di kampung. Ternyata, neneknya itu tak kuat menahan sesal karena pernah mengusir anaknya, orang tua Adisti, hingga akhirnya ia menjadi orang tua jompo yang gila. Memaafkan meamng bukan hal yang mudah dilakukan, tapi itu lebih mulia. Akankah orangtua Adisti menjemput kemuliaan.
Cerpen-cerpen dalam buku ini lahir dari pengarang yang telah menulis puluhan novel dan cerpen sejak tahun 1978. Wanita Sunda ini pasien klinik Haemotologi karena kelainan darah bawaan, thallassemia. Walau begitu, dia justru serign bersyukur. "Mungkin kalau tidak thallassemia saya takkan pernah menjadi seorang penulis," katanya tegar.