Tahun ajaran baru telah dimulai. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Maitra Boarding School masih menjadi sekolah swasta favorit dari tingkat SD sampai SMA. Selain karena fasilitasnya yang lengkap, lulusan Maitra Boarding School juga sering kali menuai prestasi baik di tingkat nasional, maupun internasional. Meskipun sekolah swasta, tapi fasilitas, pembelajaran, dan semua yang ada di dalamnya tidak perlu diragukan, bisa dibilang lebih unggul daripada sekolah-sekolah lainnya. Jelas, biayanya saja sangat mahal, sebanding dengan fasilitas dan kualitas pembelajaran yang unggul. Bahkan, peminatnya tidak hanya anak-anak di sekitaran kota tersebut, melainkan cukup banyak anak dari kota sebelah. Karena hal itu pula, yayasan swasta tersebut menyediakan asrama bagi para muridnya.
Di sebuah asrama yang disediakan oleh yayasan sekolah swasta favorit, beredar rumor yang membuat para penghuni asrama Maitra Boarding School menghindari salah satu kamar. Tepatnya, kamar nomor 7 di asrama tersebut menyimpan sebuah misteri yang kerap kali "memakan" korban setiap penghuninya. Sampai suatu hari, tepatnya saat tahun ajaran baru, ada tujuh anak SMA dari angkatan dan alasan yang berbeda-beda untuk pindah dan menempati kamar nomor 7 tersebut. Selama tinggal di sana, banyak kejadian-kejadian aneh yang menimpa mereka.
Terlalu banyak kejanggalan yang mereka alami, membuat mereka penasaran dan mulai mencari tahu kebenarannya. Setelah menyatukan tiap potongan puzzle teka-teki, misteri yang selama ini sudah berusaha ditutupi serapi mungkin, akhirnya terbongkar juga dalang di balik setiap kejadian janggal yang menimpa para penghuni kamar nomor 7. Penasaran dengan kelanjutan kisahnya? Ikuti kisah ketujuh penghuni kamar nomor 7 dalam novel "Kamar Nomor 7"!
Terlalu banyak bahasa Sunda jadi agak aneh. Agak mengganggu juga karena banyak bahasa kasar, bukan penggunaan bahasa Sunda yang baik. Mungkin maksudnya biar terasa circle cowoknya, cuma jadi bikin gagal fokus. Bukannya fokus alur cerita malah jadi terganggu sama dialognya.
First of all, thank you buat Ale buat GA-nya yang bikin aku berhasil coret salah satu WL-ku xixixi🤍🤩
Okei kita ke reviewnya, aku takjub sama Kamar Nomor 7 ini karena 𝗽𝗹𝗼𝘁 yang disuguhi ringan walau bergenre thriller-mystery, memang cerita thriller yang diperuntukkan buat yang baru mau coba baca thriller atau para remaja nih! Konflik-konflik yang ada dalam cerita ini menurutku simple dan plot twist yang dimunculkan juga okay menurutku walau aku udah menduga siapa dalangnya tapi alasan kenapa dalangnya melakukan itu cukup membuatku shock!🤡🫵🏻 Aku juga suka sama persahabatan antara para tokohnya yang awalnya masih berantem-berantem tapi akhirnya jadi solid dan bahu-membahu buat nyelesein masalah yang ada!
𝗔𝗹𝘂𝗿 yang disuguhi di buku ini alur maju tapi nanti ada beberapa flashback yang dimunculin terus pergerakan alurnya di aku fast paced walau di awal-awal aku rasa slow sewaktu pengenalan asrama dan tokoh-tokohnya yang cukup detailed terus juga memang konfliknya baru dimunculkan setelah jalan beberapa bab jadi aku ngerasa agak bosen di awal-awal😀 Flow alurnya dari awal sampai akhir menurutku masih terbilang rapi, pergantian antar scenes-nya juga okay dan gak ada kerasa jumpy!
𝗡𝗮𝗿𝗮𝘀𝗶nya kak Keju as always lugas dan fresh khas remaja jadi aku pas baca ini kerasa banget vibes teenager-nya karena gaya bahasanya yang simple terus juga ada beberapa dialog Bahasa Sunda yang diselipkan tapi don't worry, ada catatan kakinya walau emang ada beberapa yang masih aku gak inget artinya jadi pas dialognya muncul tanpa catatan kaki jadi aku bingung wkwkwk🤣 Terus narasinya juga okay buat deskripsiin latar-latar yang dimunculkan dalam cerita ini, dunia yang dibangun dalam buku ini.
Aku salut juga sama tokoh dan 𝗽𝗲𝗻𝗼𝗸𝗼𝗵𝗮𝗻 yang diciptakan oleh kak Keju dalam cerita ini, semua tokohnya dikasih porsi yang pas dan punya peran yang pas juga jadi gak saling berebutan spotlight gitu😍 Aku suka gimana setiap tokoh memberi warna ke cerita ini dengan ciri khas mereka masing-masing dan juga aku suka sama benang merah antara para tokoh dan dalang kejahatan di cerita ini kayak mindblown gitu🫢
Lastly, aku ambil suatu 𝗽𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿𝗮𝗻 tentang kepercayaan. Kita harus hati-hati dengan orang yang kita percaya karena apa yang tampak di permukaan kadang menipu kita! Gula sama garam aja sama wujudnya ya nggak?😗
Overall, it's a nice thriller-mystery book dan aku rekomendasiin buat temen-temen yang cari bacaan thriller yang masih ringan atau buat yang mau mulai memasuki dunia crime-thriller-mystery!🤩🫵🏻
"Karena kadang, manusia bisa lebih jahat daripada iblis." -hal 83
₊˚ʚ ᗢ₊˚
Novel ini bercerita tentang Gentala, Jema, Mahesa, Januari, Raja, Leo, dan Vegan yang pindah ke Maitra Boarding School dan ditempatkan di satu kamar yang sama, yaitu kamar nomor 7.
Sejak mereka pindah, banyak banget nih kejadian-kejadian aneh yang terjadi, salah satunya adalah mereka dijauhi oleh semua orang. Nggak ada yang mau ngobrol atau bahkan sekadar nyapa mereka. Aneh banget, kan?🥲 Awalnya, aku kira penghuni sekolah itu hantu semua dan cuma mereka yang manusia.🤣 Tapi ternyata nggak gitu guys, ada alasannya kok kenapa mereka dijauhi.🥲
Katanya, kamar yang mereka tempati itu selalu memakan korban tiap tahunnya. Ada yang bilang sih karena pesugihan?👀 Bener atau nggaknya bisa kalian temuin jawabannya di buku ini!
₊˚ʚ ᗢ₊˚
Yang aku suka, meski novel ini genre horor-misteri tapi di setiap chapter aku dibikin ketawa sama tingkah mereka (kecuali bab-bab terakhir yang bikin nangis bombai😭). Esp Leo, dia ini ngeselin parah tapi reaksinya lucuuuu. Rasanya pengen jahilin dia terus🤣
Kalo karakter favoritku itu Jema. Dia ini anaknya tenang dan dewasa, tapi lucuuu banget kalo lagi ngomel pake bahasa Sunda.🫶🏻
Novel ini slow burn ya, tapi aku cukup menikmatinya. Setiap clue disajikan dengan jelas, jadi kalian bisa nebak sendiri teka-teki yang diberikan.
Btw aku nyelesain novel ini dalam sekali duduk doang, soalnya emang seseru dan senagih itu.😌
Yang bikin greget waktu baca novel ini adalah karakter mereka bertujuh yang nggak terbuka dan nggak saling jujur. Apa-apa dipendem sendiri.🥲 Iya sih ngga mudah buat percaya dengan orang yang baru dikenal, tapi setidaknya ngomong kek kalo ada hal aneh atau janggal yang kalian temuin!😮💨
Untuk endingnya ... ya nggak nyangka aja bakal gitu.🥲🤏🏻
Tapi ini seru poll! Serius! Soalnya bukan misteri yang dibikin puyeng gitu dan ngga ada jumpscare nya juga, jadi bisa dinikmati untuk semua kalangan.🫶🏻
TENTANG BUKU INI Di sebuah sekolah swasta favorit, Maitra Boarding School, ada 7 siswa pindahan yang baru saja datang. Ketujuh siswa itu ditempatkan di kamar asrama yang sama, asrama E kamar nomor 7. Ada desas-desus yang mengatakan bahwa kamar nomor 7 adalah kamar terkutuk karena setiap tahun, para siswa yang menempati kamar itu pasti celaka; entah itu sakit, terluka, hingga meninggal. Di tahun ini, para siswa pindahan itupun merasakan kejanggalannya. Entah itu dari sosok yang berwujud maupun yang tak kasat mata. Karena penasaran dan merasa terganggu, ketujuh siswa ini pun berusaha menyingkap misteri di balik kutukan kamar nomor 7.
PENOKOHAN LEO Kelas 1 SMA, anak manja tetapi suka memulai pertengkaran dengan temannya RAJA Kelas 1 SMA, berbadan bongsor, sekelas dengan Leo GENTALA Kelas 2 SMA, punya trauma hebat di masa lalu JEMA Kelas 2 SMA, sahabat karib Gentala VEGAN Kelas 2 SMA, selalu berpikiran positif JANUARI Kelas 2 SMA, anak indigo MAHESA Kelas 3 SMA, yang tertua dan senantiasa menengahi adik tingkatnya
------------------------
Kalau kalian ditempatkan di kamar terkutuk di sebuah asrama sekolah, kalian bakal ngapain? Kabur ga sih?
#lintangbookreview
Dengan cover cantik dengan aura menyeramkan, kupikir novel ini bakal horor banget. Aku sampai ga berani baca pas malam. Tapi ternyata, novel ini lebih banyak misteri dan nuansa thrillernya, dengan sedikit disisipi horor. Jadi yang takut baca horor kayak aku, ini aman ya
Alkisah, penghuni kamar nomor 7 tuh selalu merasa ada sesuatu yang tidak beres mulai dari hari pertama mereka bersekolah. Mulai dari dijauhi oleh teman2 yang lain karena katanya mereka menempati kamar terkutuk, diganggu makhluk halus, hingga pengalaman tak menyenangkan di manapun mereka berada. Yang bikin agak sebal, mereka tuh ga mau terbuka satu sama lain, entah karena gengsi atau terlalu berpikir positif. kalau ada salah satu dari mereka merasakan hal aneh, mereka ga mau cerita dan merasa fine2 aja. Sampai akhirnya semua terungkap satu persatu.
Gaya bahasa yang digunakan penulis khas anak ABG banget jadi ceritanya ngalir. Alur maju yang diselingi dengan flashback juga ga memusingkan. Penokohannya pun kuat punya ciri khas masing2. Nah, thrilernya tuh kerasa banget. Aku ikut ngerasa deg2an dengan setiap kejadian yang Mahesa dkk alami, dan ini silih berganti kayak ga ada habisnya. Kasian banget ya mereka. Endingnya pun—literally di halaman terakhir, aku ga expect banget bakal berakhir setragis itu, yaampun
Yang kurang sreg di aku adalah adanya plot-hole dalam cerita. Ada ketidak sesuaian plot di masa lalu dan sekarang yang bikin agak bingung. Ada juga beberapa bagian cerita yang agak kurang di-explore. Trus banyak kata2 umpatan dalam dialog—ini preferensi masing2 ya karena aku ga terbiasa dengan itu. Tapi mengingat mereka ini cowok2 SMA, ya ga bisa dipungkiri sih
Oh iya, buku ini juga mengangkat isu perundungan (bully), trauma masa kecil, dan pembalasan dendam. Overall buku ini cocok buat kamu yang suka baca misteri bertema anak sekolahan dengan nuansa thriller yang ga ada abisnya.
Karakternya terlalu banyak dan tidak memberikan dampak pada cerita. Mungkin lebih baik kalau memang sejak awal fokus ke tokoh utamanya saja daripada harus berputar-putar dengan teman-teman kamarnya.
enak nih awal-awal, makin akhir alur nya kayak dicepet-cepetin. Gak ekspek ending nya kayak gini dan sedikit gak make sense. Tapi bab awal-awal seru banget sih berasa bgt friendship nya
baguuss cmn plot nya yaa bukan yg bikin wow bgt, malah mnrt ku udh bisa ditebak alurnyaa tp endingnya aja sih yg bikin aku kaget t____t jd aku rating segini aja yaaa 💌
Pas awal-awal lihat buku ini. Sebenarnya lumayan menarik ceritanya. Tentang misteri dan mereka harus menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi di Kamar Nomor 7. Teror-teror yang terjadi selama para karakter berada di kamar itu.
Awal-awal masih menarik ceritanya, bahkan dibuat penasaran. Ternyata dar der dor, ada rumor gini dan begitu. Beberapa karakter utama punya cerita tersendiri. Tetapi, aku agak gak suka karena ada dua karakter yang kesannya cuman pelengkap, gak ada porsi peran yang membuat keberadaan mereka penting.
Masalah pertama adalah itu. Masalah kedua, aku mendapatkan kesan bahwa para karakter utama di cerita ini agak pasif. Mereka gak bergerak dan gak curiga banget sama tanda-tanda aneh di sekitar mereka. Padahal aku mengharapkan karakternya bisa lebih aktif seperti menyelidiki atau nekat—karena mereka anak laki-laki, kan. Tapi rupanya gak seperti yang aku harapkan. Rasanya kayak alur lah yang menggerakkan karakter ini. Kita sebagai pembaca, harus nunggu ada kejadian atau teror, barulah mereka sadar tempat mereka ini berbahaya (padahal dari awal sudah keliatan tanda-tandanya).
Masalah ketiga kudapatkan ketika sudah mencapai ending. Endingnya tuh... Gak sesuai sama apa yang kita harapkan lah. Aku sendiri juga kaget dan heran. Gara-gara endingnya, aku jadi susah menilai apakah bukunya ini bagus atau tidak karena penyelesaiannya begitu aja. Rasanya kayak masih ada yang kurang.
Hal bagus yang aku suka di buku ini aku bisa belajar Bahasa Sunda dikit. HAHA. Gara-gara si Jema sama Gentala nih.
Seru banget, cara penulisan penulis sangat asik dan membuat pembaca tidak bosan, alhasil membuat gw dapat menyelesaikan buku ini dengan cepat. Kekurangannya menurut gw ada beberapa hal yang ga logis di buku ini. Salah satu contohnya waktu mereka pada balik ke asrama buat nyelamatin leo dan raja, kenapa ga pada teriak aj yang keras minta tolong pasalnya kan mereka lagi di asrama, jadi harusnya gampang minta tolong, kan banyak orang di sana. Walaupun mereka di jauhi tapi masa orang lagi gawat darurat ga di tolong y, atau pasti ada karyawan gitu kan yang lain yang kerja di sana, kalo ga kenapa ga minta tolong kek kmn sebelum nemuin si adi dan nolong leo dan raja. Trus kenapa juga mereka (jema, vegan, januari) sampe mau balik lagi ke rumah si adi y? Jelas jelas itu rumah si pembunuh 😅 jadi pas baca gw aga kesel sendiri, jadi lumayan banyak hal yang tidak logisnya, menurut gw namanya cerita harus logis walaupun itu buku fiksi. Overall, gw seneng banget dengan ceritanya walaupun ada beberapa kekurangan di novel ini seperti ada hal hal yang tidak logis, gw tetap ngasih 5 bintang karena ceritanya seru, cara penulisan penulis yang asik dan karakter karakter dalam buku ini yang menonjol, good job 👍