Jump to ratings and reviews
Rate this book

Genghis Khan: Sang Kaisar Semesta Penakluk Dunia

Rate this book
Siapa yang tak kenal penakluk yang bengis dan kejam dari Mongol? Ia dikenal dengan nama Genghis Khan. Ia memiliki nama kecil Temujin. Temujin lahir tahun 1162 M di Daeliun Buldagha yang terletak di sekitar lembah Sungai Onon (Unan), Mongolia.

Ayahnya, Yesugei merupakan seorang pemimpin bangsa Mongol yang telah memimpin suku- suku sebanyak tiga belas buah. Ibu Temujin bernama Helena, seorang wanita yang memiliki kecerdasan dan sangat cakap.

Temujin memiliki saudara tiga orang putra Yesugei yang bernama Juchi Khassar, Khachium Ulchi dan Tenege Ochigin, dan seorang putri yang bernama Taimulun. Temujin artinya besi atau baja yang kuat.

Namanya itu sesuai dengan kepribadian Temujin yang pantang menyerah dan kuat dalam menyatukan suku-suku di Mongol. Dan Temujin pantas memperoleh gelar Genghis Khan pada saat dilaksanakannya Quriltai (Pertemuan Akbar) pada 1206.

Dengan gelar tersebut, Genghis Khan berhasil menguasai wilayah-wilayah di sekitar Mongol. Bahkan ia mendapat julukan sebagai penakluk dunia. Genghis Khan mangkat pada tahun 1227. Akan tetapi invasinya masih berlanjut diteruskan oleh putra-putranya yang tak kalah memiliki kelihaian.

168 pages, Paperback

First published January 1, 2017

1 person is currently reading

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
1 (33%)
3 stars
2 (66%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 of 1 review
Profile Image for Narasi Kelana.
10 reviews
September 30, 2024
Disamping perjalanan sejarah yang kelam mengenai kekuasaan bangsa Mongol, ada satu titik sudut pandang baru yang aku temui sehabis membaca buku biografi singkat Genghis Khan ini.Temujin, atau yang kita kenal sebagai Genghis Khan merupakan pemimpin bangsa Mongol pertama yang bisa dibilang titisan dewa bangsanya. Bagaimana tidak? Dia berhasil menyatukan suku-suku Mongol dan juga melakukan berbagai ekspansi ke penjuru dunia,bahkan setengah dari dunia itu sendiri ketika masanya.

Sejarah menuliskan bahwa ia dan keturunannya adalah kekejaman itu sendiri. Bayangkan saja ketika kita hidup pada abad ke 13. Tidak hanya medan geografis yang menjadi tantangan, tapi juga sulitnya menyatukan sosial budaya.Pada zaman itu, semuanya tentang kebar-baran, kekuasaan, mengambil kebebasan orang lain sebelum kebebasan sendiri direnggut orang lain.

Buku ini mengajakku untuk menemukan sudut pandang baru itu, bahwa Genghis Khan, dan keturunannya seperti Berke Khan, contohnya, tidaklah kejam sepenuhnya. Dia juga membawa stabilitas, keamanan, dan kemajuan dalam wilayah yang ditaklukkan. Dia membangun Jalur Sutra yang lebih aman, mempromosikan perdagangan, dan menerapkan hukum yang adil dalam wilayah kekuasaannya.Selain itu, dia menghormati agama dan budaya yang berbeda, asalkan mereka tidak menentangnya.

Pernyataan bahwa dia "tidak kejam sepenuhnya" bisa dianggap valid dalam konteks ini, tergantung dari sudut pandang yang digunakan. Sisi kekejaman militernya jelas terlihat,tetapi kontribusinya dalam menyatukan wilayah dan membawa kemajuan juga tidak bisa diabaikan.
Displaying 1 of 1 review