Jump to ratings and reviews
Rate this book

Surat Untuk Jenaka #1

Surat Untuk Jenaka

Rate this book
Jenaka, mahasiswi hukum yang apatis, tak pernah menyangka warisan gelang dari nenek buyutnya akan mengubah hidupnya. Ketika ia tak sengaja menemukan mesin waktu rahasia, Jenaka terhempas ke tahun 1923, era di mana nenek buyutnya masih muda dan terjerat sebuah pertunangan yang mencurigakan.

Namun, takdir berkata lain. Raden Panji Aryadiningrat, tunangan sang nenek, ditemukan tewas terbunuh. Lebih mengejutkan lagi, nenek buyutnya, Raden Ajeng Cantika, menjadi tersangka utama! Bersama Pramoedya, jaksa muda, dan Jati, si penyintas perjalanan waktu, Jenaka bertekad mengungkap konspirasi di balik pembunuhan ini.

Akankah ia berhasil membuktikan ketidakbersalahan Cantika? Atau justru, ia terjebak selamanya di masa lalu, terpisah dari kehidupannya di masa depan? Satu hal yang pasti: kebenaran yang ia temukan akan mengubah sejarah keluarganya, selamanya.

448 pages, Paperback

Published July 15, 2024

55 people are currently reading
402 people want to read

About the author

Gigrey

8 books172 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
202 (70%)
4 stars
65 (22%)
3 stars
17 (5%)
2 stars
2 (<1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 81 reviews
Profile Image for Henzi.
221 reviews23 followers
February 11, 2025
Hal pertama yang terlintas di pikiranku ketika ingin merekomendasikan buku ini kepada orang lain adalah: jangan baca blurb-nya.

Biasanya, yang tertulis di halaman belakang buku adalah sepercik isi buku yang tujuannya menggugah rasa penasaran, tetapi nggak secara berlebihan—sesamar mungkin—supaya menyisakan banyak pertanyaan di benak kepala (calon) pembaca.

Blurb Surat untuk Jenaka terlalu “merangkum” isi ceritanya; yang seharusnya menjadi kejutan-kejutan malah jatuhnya nggak mengagetkan. Misal, fakta tentang Jati baru terungkap di 70% (kurang lebih) progres bukunya, yang buatku jadi biasa aja karena memang udah tahu.

Excitement-ku jadi berkurang karena aku “menunggu” semua yang ada di blurb kejadian dulu baru “melanjutkan” rasa penasaranku. Dikarenakan hal-hal yang kusebutkan di atas, rasanya jadi “lempeng”.

Terkait dengan isinya, hal yang bikin aku tertarik untuk baca (selain hardcover-nya yang cakep tentunya, WKWK) adalah misteri yang disajikan.
- time travel yang dilakukan oleh Jenaka—secara gak langsung—dari 2019 ke 1923
- kematian Raden Panji Aryadiningrat, calon suami ayut (nenek buyut) Jenaka

Ngomongin soal time travel, kuyakin nulis ini nggak mudah ya, paradoks. Rawan akan plot hole, tak bisa dipungkiri pasti ada aja yang logikanya bertentangan. Yang bisa dilakukan supaya dapat membaca dengan tenang adalah mengabaikan hal-hal yang nggak terlalu krusial, pun jangan overanalisis, hehe.

Jenaka terlempar ke masa lalu tepat setelah ia masuk ke lemari almarhum ayutnya. Tahu-tahu ia terbangun di ruangan yang sama tapi “beda” tahun. Tak disangka-sangka ia malah bertemu dengan sosok yang mirip dengan dirinya, yakni ayutnya yang masih berusia +/- 20 tahun pada saat itu. Ia kembali ke masa di mana Indonesia masih merupakan Hindia Belanda.

Cantika, yang adalah nama ayutnya, nggak hidup bahagia. Takdir hidupnya sudah ditentukan oleh ayahnya, yang mana ia harus menikahi Raden Panji Aryadiningrat, bapak-bapak berumur beberapa puluh tahun di atasnya. Hal tersebut membuat Jenaka khawatir sebab Raden Panji bukanlah kakek buyutnya di tahun 2019. Ia khawatir bila perjodohan ini berhasil, maka dirinya “tidak akan exist” karena sejarahnya berubah. Maka daripada itu, ia pun berusaha menjodohkan Cantika dengan kakek buyutnya yang sesungguhnya.

Pramoedya, jaksa muda, yang juga adalah teman Cantika, menjadi salah satu orang yang akan menjadi partner Jenaka untuk menjalankan misi ini. Meet cute-nya Jenaka dan Pramoedya ini menarik. Interaksi mereka sangat intens, lucu, dan natural. Awalnya, Jenaka nggak memandang Pramoedya sama sekali, sebab yang ia inginkan hanyalah menjalankan misinya. Lama-kelamaan, ia luluh juga. Tapi kisah cinta mereka nggak semulus itu juga kok. Namun porsi romance-nya cukup banyak, puaslah buat yang suka, hehe.

Di tengah-tengah penyatuan yang dilakukan oleh Jenaka, mereka mengalami masalah. Raden Panji ditemukan tewas dan ayutnya dituduh sebagai pelaku. Fokus Jenaka langsung berganti, karena keselamatan ayutnya yang terutama. Syukurlah ada Pramoedya yang membantunya, secara ia adalah jaksa & punya koneksi dengan Belanda pada saat itu. Sayangnya, penyelesaian kasusnya ketebak sih. Pengakuan yang dilakukan oleh pelaku kurang greget, ditambah lagi plot twist yang di-spill di akhir justru menambah logical flaw.

Terkait dengan ending-nya, oh… sangat menyesakkan. Ibarat peribahasa, “burung merpati tak akan lupa jalan pulang.” Senyaman-nyamannya Jenaka dengan dunia ayutnya, pada akhirnya ia harus kembali. Ah, inilah alasan kenapa buku kedua diperlukan.

Last but not least, typo-nya ada banyak sekali. Ada yang kekurangan huruf, kata yang digunakan tidak baku (misal: familiar, seharusnya familier menurut KBBI), kurang tanda baca, penulisan yang gak konsisten (kadang “Tuan Putri” kadang “Tuan putri”), nama tak menggunakan huruf kapital, kurang spasi, salah ketik, penulisan kata depan yang tak dipisah, dan lain-lain. Semoga bisa dievaluasi pada cetakan berikutnya, ya.
Profile Image for Fikriah Azhari.
367 reviews149 followers
January 16, 2025
❝Jenaka, saya tahu apa yang ada di antara kita. Kisah kita seperti sebuah buku yang akhirnya sudah diketahui. Saya mungkin hanyalah bagian kecil bab di kisahmu. Tapi, kamu adalah seluruh kisah saya, Jenaka.❞

Cinta terhalang restu ❌
Cinta terhalang waktu ✅

Yang satu hidup di tahun 1923, yang satu lagi terlempar dari tahun 2019. Kalau kalian suka historical romance, boleh baca buku ini!

Lewat lemari tua milik nenek buyutnya, Jenaka tiba-tiba saja terlempar ke tahun 1923. Jenaka bertemu Cantika, nenek buyutnya yang baru berusia 20 tahun saat itu. Selama di sana, Jenaka menemukan fakta bahwa Cantika sudah bertunangan dengan Raden Panji Aryadiningrat, pria tua yang jelas bukanlah kakek buyutnya! Kacaunya lagi, Raden Panji tiba-tiba tewas terbunuh dan Cantika ditetapkan sebagai tersangka utamanya!

Meski ukuran font-nya mungil yang jujur cukup membuatku kesulitan, tetap menyenangkan membaca Surat Untuk Jenaka. Kita bisa ngerasain rasa gundah Jenaka dan ketidakberdayaan Cantika. Latarnya yang bahkan sebelum kemerdekaan, dibingkai dengan penggambaran suasana masa lampau yang kental akan pengaruh Belanda terhadap pribumi, tata krama kelas atas, serta batas kelas sosial yang jelas.

Plotnya berfokus pada upaya Jenaka yang ditemani Pram dan Jati untuk membuktikan Cantika bersih dari tuduhan. Tapi di samping itu nyempil juga momen Jenaka yang jadi makcomblang Cantika dan Jati! Soalnya kalau mereka nggak bersatu, nggak nikah, Jenaka nggak bakal ada, dong? Pram juga mau aja lagi diajakin sekongkol, ya gimana ya, sejak pertemuan pertama emang Pram ini kelihatan banget udah ngincer Jenaka, jadi ya manut aja WKWKWK.

Seru ngikutin gimana mereka kerjasama buat cari tahu pembunuh sebenarnya! Diajakin lari-larian dan nyamar! Ceritanya juga makin kompleks setelah tahu busuknya Raden Panji dan munculnya orang-orang yang punya motif untuk jadi tersangka.

Sayangnya menurutku teknisnya masih perlu diperbaiki, aku menemukan beberapa kesalahan penulisan yang jujur begitu mengganggu. Semoga sudah diperbaiki mengingat yang kubaca adalah cetakan keduanya.

Buku ini ditutup dengan plot twist yang membuatku sadar aku bahkan keliru dalam menginterpretasikan judul bukunya! Ending scene-nya juga mancing banget! Pantesan sampai ada buku keduanya!
Profile Image for Rue.
51 reviews3 followers
September 5, 2024
I LOVE THIS BOOK🗣

Definitely 4.5⭐️ because dayummmmm Gigrey nailed this shit👏🏻 I still couldn’t stand with the typos (istg they’re so noticeable) but I think it’s more like the publishing’s problem. AKAD FOR FCKS SAKE step up your game will yaaa

This is basically MADA 2.0 with the premise itself but the concept was very well written and the murder-mystery aspect added more spice to the story.

The flow was flowing😚🤌🏻 the characters’ interaction, the dialogues, the banter were DELICIOUS I devoured those things.

And lastly, am I weird if say that I love the ending? LMAO because I’ve seen people complaining about it. But it WORKED for me, it was rather impactful given how intense this story was. It was perfect😩🫶🏻
Profile Image for Aisyara Sufi.
2 reviews
November 2, 2024
cuman mau memberikan saran nih untuk penulisnya, KIRA KIRA BISA BUAT SPIN-OFF NYA GA??!! HUHUHUHU
Maaf, tapi dengan segala kesakitan yang sudah Pram lewatin, he deserved untuk menjelaskan ke kita gimana dia bisa ada di tahun itu.
Profile Image for ileftmybookshere.
226 reviews82 followers
September 19, 2024
Surat Untuk Jenaka membawa kita bertualang melintasi waktu sekaligus memecahkan suatu misteri pembunuhan yang mana Raden Ajeng Cantika, nenek buyut dari Jenaka dituduh sebagai pembunuh dari Raden Panji Aryadiningrat. Selain Jenaka, kita akan diajak berkenalan dengan jaksa muda bernama Pramoedya dan Jati yang merupakan seorang penyintas waktu seperti Jenaka. Mereka berempat bersama Cantika akan mencoba untuk menyelesaikan kasus besar itu.
Dapatkah Jenaka menyelamatkan Cantika? Atau ia justru terjebak di tahun 1923 dan tak bisa kembali lagi ke masa sekarang? 🤔

₊˚ ✧ ‿︵‿୨୧‿︵‿ ✧ ₊˚

Duh ini buku bener-bener seru, gak bisa stop baca! 😍 Dari Bab pertama aja ceritanya udah promising apalagi setelah si Jenaka masuk ke tahun 1923 akibat mesin waktu di lemari nenek buyutnya, makin seru karena si Jenaka bertualang di tahun 1923 dan menghadapi suatu konflik yakni nenek buyutnya, Cantika dituduh sebagai pembunuh dari Raden Panji Aryadiningrat dan di sinilah Jenaka akan memecahkan misteri itu bersama si Tuan Jaksa yang tampan alias si Pramoedya Bagoes Biroe dan si Jati yang menurut Jenaka adalah kakek buyutnya🤫 Buatku 𝗽𝗹𝗼𝘁nya ini menarik karena ada pemecahan kasus kriminal terus ada penggambaran hukum di tahun 1930 dan pastinya juga disuguhi 𝗿𝗼𝗺𝗮𝗻𝗰𝗲 antara Jenaka dan Pramoedya yang slowburn bikin salting brutal sampai mau lipet bumi!! 😌❤️ Aku juga ngerasa plotnya padat di konfliknya tapi somehow kerasa light juga karena ada momen persahabatan antara para tokoh utama dan juga karena romancenya. Mungkin pas di akhir masih ada beberapa poin yang in my opinion tuh malah ninggalin pertanyaan besar seperti, "Lho kok bisa dia muncul? Pakai apa?" ya mungkin nanti pertanyaan ini bisa aja dijawab di cerita selanjutnya (SUJ 2). Pada intinya, plotnya best deh✨️

Untuk 𝗮𝗹𝘂𝗿nya ini gunain alur maju dengan perbedaaan timeline gitu maksudnya ketika si Jenaka balik ke masa depan, ketiga tokoh lainnya ya tetap diceritakan dengan pergerakan waktu yang maju gitu, belibet jelasin wkwkwk maaf ya🤡 Aku suka dengan flow ceritanya yang rapi, perpindahan antar scenenya gak buat bingung sama sekali! 🤩 selain itu, alurnya juga makin lama makin seru karena ada banyak rahasia terkuak di kasus kematian Raden Panji itu. Aku aja dibuat shik shak shok deh sama plot twistnya kayak gak ketebak aja gitu bahkan sampai mendekati ending pun masih aja dibuat kaget setelah baca surat 😭🤚🏻 Alurnya juga pas kecepatannya jadi gak bikin cepat bosen alias super page turner, aku baca ini 2 hari aja wkwkwk. Emang deh kalo bukunya kak Gigi, aku menolak stop baca dan maunya lanjut terus!! 🤣

Lanjut ke bagian 𝗻𝗮𝗿𝗮𝘀𝗶 yang udah gak perlu diraguin lagi. Nyaman banget dibacanya, pemilihan kata juga simple dan buat bingung! 😍 takjub juga sama dialog bahasa Belanda yang diselipin di sini jadi buat latar waktu, latar tempat dan latar suasana semakin kerasa hidup terus juga narasinya itu bener-bener detail juga jelasin bagaimana keadaan di cerita ini jadi bisa terproyeksikan dengan baik di benakku! 🫶🏻 Sayangnya masih banyak banget typonya, mulai dari tanda — jadi kotak doang sampai typo yang buat katanya jadi beda makna. Semoga di cetakan berikutnya bisa direvisi ya! 🥲

Next ke tokoh dan 𝗽𝗲𝗻𝗼𝗸𝗼𝗵𝗮𝗻nya yang aku suka guys! 🙂‍↕️ apalagi tokoh si Jenaka ini, karena latar belakang dia sebagai anak hukum yang bercita-cita jadi pengacara bikin aku ngerasa deket dan paham personality dia gimana soalnya aku juga sama cita-citanya kayak Jenaka bahkan aku juga ngambil PKPA dan ikut ujiannya juga, persis kayak proses yang dijalani Jenaka buat sampai ke profesi impiannya! 😚 Aku suka gimana si Jenaka ini selalu bersemangat tiap berurusan sama hal-hal yang berhubungan dengan hukum terus dia juga berani menentang ketidakadilan atau hal yang dia rasa akan merugikan orang-orang di sekitarnya terutama Cantika, uyutnya!❤️ next aku juga suka sama tokoh Pramoedya Bagoes Biroe ini, di benakku dia itu pria well done guys alias matang trus dia pinter juga, jaksa muda bok jaksa muda!! 🤩🫵🏻 aku suka gimana cara dia nunjukin perasaan dia ke Jenaka, halus gitu kayak tersirat aja dari perkataan atau tindakan dia dan itu bikin salting weh asdghjkl sampai aku mesem-mesem sendiri woilah, kering gigi ini😭🫵🏻 Selain Jenaka dan Pramoedya, aku juga suka lihat kisah cinta Cantika dan Jati. Sama-sama jatuh hati gitu tapi harus lewatin ujian juga🥹 Intinya tokoh-tokohnya semua punya porsi yang pas dan warnanya masing-masing, bener-bener bikin cerita ini kerasa hidup aja gitu!

Sebagai penutup, aku dapat banyak 𝗽𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿𝗮𝗻 dari SUJ. Mulai dari segi hukumnya sampai pelajaran soal kehidupan, Jenaka sungguh tokoh yang memotivasi aku buat semangat magang xixixi✨️ Aku juga belajar soal masa lalu yang mana kita perlu meninggalkan masa lalu dan apa yang udah terjadi karena yang patut kita lakukan adalah jalani masa sekarang dan masa depan. Jangan stuck di masa lalu kecuali masa lalumu seganteng dan se-well done Pramoedya Bagoes Biroe😚🩵

Overall, buku ini bagus guys! 😭❤️ bener-bener pas di seleraku, apalagi bahas soal dunia hukum beuh udah deh pasti bakalan seru! 🤩🫵🏻 Aku highly recommended buku ini buat penyuka fantasy, hisfiction dan mystery! 👊🏻 yang suka romance slowburn bikin salting juga wajib baca ini!! 🥰 POKOKNYA HARUS BACA!🫵🏻
Profile Image for Lina | Adlina H.
422 reviews20 followers
August 22, 2024
BUCINNYA LELAKI JAMAN DULU KAYAK GIMANA SIH? KAYAK PRAM! PRAM BUCINNYA GA KETOLONG 😭🫵🏻


Aku nggak tau ya, ini karena aku emang udah suka banget sama penulisnya apa gimana. Tapi baru baca beberapa halaman buku ini aja aku udah excited banget. Ternyata secara nggak sadar setelah Mada dan Mahajana aku mungkin memang merindukan tulisan Gigrey 😭. Caranya menyampaikan halaman demi halaman terasa sangat indah dan karena aku memang sudah membaca blurbnya, jadi aku langsung dibuat deg-degan ketika Ayut-nya Jenaka muncul. Dan novel Mada sebagai novel debutnya Gigrey aja kan udah bagus banget ya, apalagi disini tulisannya sudah improve lagi. Jadi yang emang udah bagus jadi lebih bagus lagi dan alhasil jadi terasa baru lagi. Gak nyesel banget kenal tulisan beliau 😭.

Lucu bgt 😭 first impressionku selama 100 halaman lebih ngerasa ini hisromcom wkwk. Ada aja celetukan jenaka atau situasi2 yg bikin aku ketawa.
Trus of courseee aku langsung excited pas masuk ke scene pertemuan2 Jenaka sama Pram yang clueless.

Novel ini menggunakn POV 3 serba tahun dan itu membuatku bisa dengan mudah memahami sudut pandang Pram terhadap jenaka yang itu bikin aku gemes. Aku bukan penganut He Fell First kalau ceweknya udah ada 'seseorang' di hatinya. Tapi karena jenaka emang dasarnya ga punya ketertarikan sama cowok, jd as the first man yang paling dekat dengan Jenaka, aku justru sangat mendukung he fell first di novel ini hehe. Karena Jenaka polos banget trus juga si Pram kan suka godain jenaka tp kalo jenaka melakukan sesuatu dia yang kewalahan sendiri jantungnya 😭🤏🏻 .
Pram sangat gentleman dan manly banget. Caranya memperlakukan jenaka asfsgafaja sekali meskipun jenakanya gak sadar ya hahaha. Dan Pram saat sedang cemburu juga bikin aku ketawa baca sudut pandangnya. Lucu woy, gemes banget 😭.
Novel ini sangat menghibur walaupun untuk pembahasan2 sejarah, hukum, ataupun hal2 lainnya emang agak mikir. Untuk tipikal pembaca yang mungkin pinginnya pembahasan ringan, mungkin pengetahuan yang dipaparkan disini bisa jadi lumayan agak berat kali ya. Tp untuk 15+ aman kok pembahasan disini.

si pram aku lihat2 klo dia orang jaman skrg pasti sering di cap buaya deh

Jenaka ada aja tingkahnya tapi dia keren. Riil tipe FL favoritku.

Aku suka banget deh novel ini menyajikan banyak emosi beragam, dr yang happy2 bikin kesemsem gemes merona baper sama sedih yang bikin depresi jg ada. Sampe sedih yg bikin aku nangis juga ada. Dan untuk porsi tragedi, tragedi di novel ini bikin ceritanya jadi lebih kaya dan variatif, dan justru dgn kasus dan teagedi di cerita ini maka perkembangan hubungan Pram dan Jenaka menjadi semakin terasa.
Seriously aku dah mikir juga sih se nggak mungkin apa jenaka dan pram bersatu 😭. Bahkan aku membaca novel ini sdh dengan ekspektasi menikmati masa kini nggak usah mikirin akhir kisah mereka dulu, tapi ketika harinya dateng asli aku sedih banget aku nangis mulu sepanjang menuju ending, KARENA GAK TEGA SAMA PRAM 😭
Pram deserved his happiness 😭. Sayang banget sama Pram, sayang bgt juga sama Jenaka 😭. Meskipun posisinya mereka sama ya tp gatau deh, mungkin krn Pram emang udah ga ada tujuan hidup. Dia udah jadi jaksa trus apa? Sementara Jenaka masih ada mimpi krn dia masih muda jd masih ada sisi dirinya yang menggebu2.
Ini bukan cuma mencintai secara ugal2an. Dia mencintai Jenaka seolah Jenaka seluruh hidupnya. Gigrey bener2 bikin aku mikir laki2 bisa mencintai wanita sebegitu hebat dan besarnya, walaupun dulunya Pram dikenal sebagai 'buaya' juga pada jamannya.
That's why aku butuh lanjutan. Ending novelnya belum bs melegakan hatiku, aku masih sedih banget mikirin Pram di akhir 😭😭.
Setidaknya kalau Jenaka bisa lebih legowo ya walaupun ada nangisnya juga gara2 Jenaka.

Lagi2 novel yg bikin aku ga bisa move on 😭
Profile Image for Ayu Istiyani.
97 reviews6 followers
October 19, 2025
Perpaduan antara time travel, pemecahan kasus dan romance. Novel ini membawa kita untuk berpetualang dengan Jenaka, yang terdampar oleh mesin waktu di tahun 1923. Bertemu dengan Raden Ajeng Cantika, Pramoedya juga Jati. Dimana mereka harus menyelesaikan kasus tuduhan pembunuhan yang dilayangkan pada Cantika.

Akibat mesin waktu di kamar Ayutnya, Jenaka harus memasuki era dimana Ayutnya berusia 20an. Hingga ia bertemu dan menumpang di rumah seorang Tuan Jaksa, yaitu Pram. Konflik dimulai saat Cantika menjadi tersangka pembunuhan Raden Panji, tunangannya sendiri. Jenaka bersama dengan Pram, juga Jati, dan dibantu oelh Iskandar, seorang inspektur memecahkan misteri ini.

Yang menarik dari buku ini adalah plot saat di pengadilan, yaitu penggambaran hukum di era Hindia Belanda saat seluruh pengadilan masih diatur sepenuhnya oleh Belanda, di tahun 1923. Yaa, memang karena saya suka mempelajari apa yang terjadi di era itu, jadi menurut saya ini sangat menarik. Kasus pembunuhan yang ternyata tidak sederhana, banyak sekali orang-orang yang terlibat di dalamnya, yang beberapa di antaranya juga memiliki dendam terhadap Raden Panji. Banyak rahasia, banyak plot twist. Cukup bikin hah? Hah? Hah? Bahkan sampe di surat Cantika kepada Jenaka juga cukup membuat bertanya-tanya.
Di sekitar 30 halaman terakhir, saya juga ikut merasakan patah hati bersama Pram. Sebegitu dia merasa kehilangan Jenaka, yang tidak tahu akan bisa bertemu kembali atau tidak. Ahh, Tuan Pram.
Dan endingnya, ahh, seperti menggantung tapi penasaran. Harus langsung membaca Kembali ke Batavia.

Alurnya menggunakan alur maju namun dengan timeline berbeda, tapi tidak membuat bingung pembaca. Bahasanya juga rapi, nyaman untuk dibaca.

Dan tidak lupa, saya sangat suka di part Pram memperlakukan Jenaka. So sweet. Ahh dasar, pemuja Jenaka.
Profile Image for Naza N.
359 reviews10 followers
January 4, 2025
Actual rating: 3.5 ⭐ (come on, Goodreads. 2025 and no half-star rating feature yet?)

Meski fokusnya lebih ke romansa daripada misteri dan fiksi sejarah serta ada beberapa plot hole, tapi secara keseluruhan, ceritanya enjoyable. Aku suka dinamika antara Jenaka, Cantika, Pram, dan Jati yang meski nggak selalu solid, tetapi selalu saling melindungi dan percaya satu sama lain. Ada beberapa plot hole dan beberapa bagian yang seharusnya bisa dikembangkan lagi karena bakal jadi epic, tapi... ya sudahlah.

Yang sangat menggangguku adalah banyaknya saltik yang bertebaran. Banyak juga kekurangan tanda baca koma di tengah kalimat dan titik di akhir kalimat. Yang paling parah, semua tanda baca elipsis (...) berubah menjadi tanda kotak dengan silang (☒), tidak hanya satu atau dua bagian, tetapi DI SEPANJANG BUKU. A massive fail.

Editor (or whoever's in charge, really), what are you doing? 🤡

Aku punya beberapa buku terbitan Akad dan dua penerbit sub-unitnya (Skuad dan Tekad), dan bisa kukatakan hampir semua bukunya memiliki masalah yang sama. Entah kenapa mereka seolah careless sekali dalam menangani naskah, padahal mereka penerbit mayor. 🙂

Nunggu karya Gigrey yang lainnya. Semoga ada perkembangan (entah penerbitnya yang improve dari segi editing dan pengembangan naskah, atau penulis yang kerja sama penerbit lain).
Profile Image for Nina.
55 reviews
August 26, 2024
First thing first, WE NEED MORE!!! WE NEED SPIN OFF!!!!

Ok, now back to the review,
It was so damn goodddd. I'm always curious on how the author able to find such a good name for her characters. I mean, Pramoedya Bagoes Biru, such a beautiful name.

The storyline is super neat, well-prepared, sampai gak ada plot yg rasanya kosong. It is really unique that i found solving the mystery in this novel is really interesting whilst i'm not a big fan of any mystery book.

Meskipun menggunakan 2 latar waktu yg berbeda, masa lalu & masa depan, tapi ceritanya bener bener gak membingungkan. Karakter-nya juga tidak bikin sakit kepala. Semua karakter sangat well-developed.

Typo, tentu saja ada, tapi bukan menjadi masalah besar since it is still understandable.
We need to get back to my first sentence of this review that we need spin off. WE REALLY NEED SPIN OFF for Mas Pram & Jenaka. We need them dengan latar waktu masa depan. Dear Gigi, i hope you read this haha !

It is really unfortunate that goodreads only allow 5 stars for the rating, if they could have more, i would give 50 out of 5 for this novel. So so so so so recommended.

I also would like to introduce you guys to the author's other novel. Mada & Mahajana. ESPECIALLY MADA, PLS YOU HAVE TO READ THAT ALSO. I fell in love with her novel, since Mada.

With Love,

A Dedicated Reader
17 reviews
December 12, 2025
Sebenernya novel ini agak nggak sesuai bayanganku. Karena di novelnya sendiri tertulis genrenya fiksi sejarah, ekspektasiku secara cerita bakal kayak novel-novel hisfic lainnya kek Ronggeng Dukuh Paruk. Tapi ternyata nggak sih. Kalo ekspektasinya bakal nemuin jalan cerita yang masukin unsur sejarah real di masa lalu, aku nggak nemuin itu di novel ini. Narasi dan deskripsi yang dibangun juga nggak banyak bikin aku bisa membayangkan latar waktu pada zaman itu. Setelah baca sampe selesai, menurutku lebih cocok kalo kategorinya masuk ke drama romance aja gitu instead of historical fiction.

Aku beli karena tertarik baca blurb-nya yang ngambil premis misteri pembunuhan dan time travel. Tapii lagi-lagi nggak terlalu sesuai ekspektasiku. Cerita dari awal sampe setengah buku menurutku berjalan lambat. Dari awal aku udah nungguin misteri pembunuhannya, tapi nggak kunjung muncul. Baru nongol di setengah buku terakhir.

Adegan-adegan romancenya juga buatku terlalu klise. Kayak Jenaka yang nggak nyampe pas mau ngambil buku di library, terus tiba-tiba nggak ada angin nggak ada ujan ada laki-laki muncul di belakang dia buat ngambil bukunya karena dia lebih tinggi. Wajah mereka berdekatan. Terus mereka awalnya nggak saling suka, debat-debatan terus, tapi akhirnya jatuh cinta. Klise enemy to lover. Yang aku kurang bisa attach sama tipe romance gini tuh.. kenapa ya rata-rata karakter perempuannya selalu punya energi buat nyolot wkwk. Kayak.. lo lagi terdampar di zaman yang lo nggak familiar, ketemu orang, mbok ya observe dulu gitu, be polite, bukannya langsung gas ngeng ke laki-laki yang lo nggak kenal. Walaupun ada hal-hal yang lo nggak suka, tapi kan bisa ya cerna dulu, jangan langsung tarik urat gitu. Terus klise kedua: karakter laki-lakinya melihat perempuan nyolot terus mikir itu lucu. Like daym, kalo di dunia nyata mah mana ada (kecuali mungkin kalo lo cakep ya wkwk). Yang gitu-gitu lah. Jadi berasa baca novel ABG aja. Mungkin ini preferensi aja, aku mungkin bakal lebih masuk ke romance yang lebih realistis.

Unsur sejarah sebenernya ada beberapa. Kayak kedudukan perempuan zaman dulu yang dianggap kelas dua, terus laki-laki patriarki. Ada juga sistem hukum di zaman Hindia Belanda. Tapi cuma di permukaan aja, nggak ada pembahasan atau alur yang beneran bikin kita masuk ke pengetahuan sejarah itu secara deep. Bahkan kalo cerita ini terjadi di masa sekarang atau minimal tahun 2000an juga masih masuk-masuk aja, nggak harus bawa-bawa sejarah Hindia Belanda segala karena emang nggak masukin unsur sejarah yang terlalu deep. Satu-satunya alasan ini harus terjadi di latar waktu zaman Hindia Belanda cuma karena premis time travel-nya. Udah itu aja.

Laluuuu ada lagi poin minus yang menurutku unnecessary banget. Typo-nya banyak banget: kurang tanda baca, kata berulang, dan lain-lain. Ini maksudku editornya gimana ya. Kalo masih terbit di Wattpad sih nggak masalah ya, tapi ini kan cetak. Dari beberapa buku yang udah aku baca sepanjang Agustus–November, ini buku dengan typo terbanyak.

Sampe pertengahan cerita, aku rasanya pengen pause atau DNF novel ini. Tapi setelah misteri pembunuhannya mulai, baru mulai seru. Sebenernya misterinya juga nggak yang terlalu rumit sih, aku udah bisa nebak plot twist layer pertamanya. Walau ada juga beberapa yang aku nggak nyangka, ternyata begini ternyata begitu. Tapi tetap cukup ngasih rasa puas buat ekspektasiku soal jalan ceritanya.

Dan dari pertengahan sampe akhir, baru aku bisa nggak terlalu defense ke semua karakternya. Dan aku suka sama endingnya. Ternyata masih ada twist tambahan di akhir yang aku nggak tebak dari awal. Perjalanan setengah buku ke belakang sampe ending sih yang ngobatin “luka” dari setengah buku pertama haha.
Profile Image for Daisy.
163 reviews9 followers
January 15, 2026
3.7/5🌟

Em kind of okay read? Quite banyak kesalahan tanda baca etc. Alur cerita tersusun. Tapi at the same time, dont have any driven-ish element.

Love story between Jenaka and Tuan Jaksa quite cute! Tapi cam pelik sikit norma hubungan mereka yang tinggal bersama walaupun tak ada hubungan. Cam tak kena pada masanya. Kena buang logik lah dekat sini.

I thought i would rated this higher tho.
Profile Image for Matchanillaaa.
94 reviews1 follower
November 3, 2024
Jenaka terlempar ke masa lalu nenek buyutnya di tahun 1923. Gadis itu mempunyai misi untuk menyatukan nenek buyut dan kakek buyutnya pada masa itu karena nenek buyutnya yang bernama Cantika terjerat pernikahan dengan seorang bupati.

Dari pada persoalan nenek buyutnya, lebih deep persoalan Jenaka bersama Pram. Jatuh cinta banget sama karakter Pram..

Tapiiiii, endingnya kok kayak ada yang kuraaang 😭. Masih banyak pertanyaan tentang Pram yang belum terjawab. Jadi sebenarnya surat-surat yang jenaka terima itu dari nenek buyutnya? Bukannya ada adegan Pram bikin surat untuk Jenaka waktu dia sakit? Selama ini saya nunggu surat dari Pram loooh 😭😭 terus suratnya kemana? Kok ga diceritain? Toloooong, habis baca ini perasaan langsung hampa. Berasa ikut ditinggalin juga.
Profile Image for Joy (Cheery♡Reads).
1,000 reviews120 followers
March 25, 2025
Wow, a fantastically written story - solid plot line and well fleshed out characters.

Time travel+historical romance+thriller+mystery.

I love it! Pastikan anda sudah memiliki sekuelnya dulu sebelum baca Surat Untuk Jenaka because you will want to dive right into the next book after finishing this one.
3 reviews
September 22, 2024
𝘛𝘩𝘪𝘴 𝘣𝘰𝘰𝘬 𝘪𝘴 𝘮𝘺 𝘙𝘰𝘮𝘢𝘯 𝘌𝘮𝘱𝘪𝘳𝘦💋. Lima bintang aja ga cukup menggambarkan betapa kerennya buku ini...

OHHH GODD, AKU HARUS JATUH CINTA DENGAN GAYA APA LAGI KE PRAMM?? KAYAK...COBA LU SAYAT DADA GUA SAMPE BERDARAH.. DAN LU LIAT DI DADA GUA ADA APAAN...ADA TUAN PRAM BOS...ITU ARTINYA GUA CINTA PRAM...MAS PRAM TIIL I DIE...PAHAM LU...

𖧷₊˚˖𓍢ִ💎✧˚.༘⋆゚💌✩

𝘛𝘪𝘮𝘦 𝘵𝘳𝘢𝘷𝘦𝘭-𝘵𝘩𝘦𝘮𝘦𝘥 𝘯𝘰𝘷𝘦𝘭𝘴 𝘢𝘭𝘸𝘢𝘺𝘴 𝘨𝘰𝘵 𝘵𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘱𝘦𝘤𝘪𝘢𝘭 𝘩𝘰𝘰𝘬, 𝘳𝘪𝘨𝘩𝘵? Kalo ini terjadi ke kalian gimana nih reaksinya? Kalo aku sih ogah😭. Boro-boro ketemu 𝗷𝗼𝗱𝗼𝗵, yang ada langsung koid sama Belanda.

𝘉𝘢𝘤𝘬 𝘵𝘰 𝘵𝘰𝘱𝘪𝘤, cerita ini tentang Jenaka, 𝗺𝗮𝗵𝗮𝘀𝗶𝘀𝘄𝗶 𝗵𝘂𝗸𝘂𝗺 yang dapet warisan gelang berlian dari nenek buyutnya. Gara-gara gelang itu, tiba-tiba Jenaka terlempar ke tahun 1923, di masa 𝗛𝗶𝗻𝗱𝗶𝗮 𝗕𝗲𝗹𝗮𝗻𝗱𝗮.

Di sana, 𝗻𝗲𝗻𝗲𝗸 𝗯𝘂𝘆𝘂𝘁𝗻𝘆𝗮, Cantika, sudah bertunangan dengan seseorang. Tapi yang bikin Jenaka bingung, kok tunangannya beda sama yang jadi kakek buyutnya? 😵‍💫. Sampai-sampai Jenaka yang berapi-api mau ngejodohin Cantika sama Jati, yang sebenarnya bakal jadi kakek buyutnya (𝘐 𝘴𝘸𝘦𝘢𝘳, 𝘵𝘩𝘪𝘴 𝘴𝘤𝘦𝘯𝘦 𝘪𝘴 𝘩𝘪𝘭𝘢𝘳𝘪𝘰𝘶𝘴!😭). Tapi nggak perlu khawatir, takdir punya caranya sendiri—tiba-tiba aja tunangan Cantika malah ditemukan tewas terbunuh, dan yang ngeselin lagi, Cantika justru dijadiin 𝘁𝗲𝗿𝘀𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮!

Jenaka enggak tinggal diam. Bersama tuan jaksa, 𝗣𝗿𝗮𝗺𝗼𝗲𝗱𝘆𝗮 dan Jati, mereka bertekad buat ngungkapin konspirasi di balik pembunuhan ini. 𝘛𝘩𝘦 𝘣𝘪𝘨 𝘲𝘶𝘦𝘴𝘵𝘪𝘰𝘯 𝘪𝘴, 𝘤𝘢𝘯 𝘴𝘩𝘦 𝘱𝘳𝘰𝘷𝘦 𝘵𝘩𝘢𝘵 𝘩𝘦𝘳 𝘨𝘳𝘦𝘢𝘵-𝘨𝘳𝘢𝘯𝘥𝘮𝘢 𝘢𝘪𝘯’𝘵 𝘨𝘶𝘪𝘭𝘵𝘺? Ditambah lagi, permasalahan ini kian rumit ketika Jenaka mulai 𝗺𝗲𝗻𝗮𝗿𝘂𝗵 𝗵𝗮𝘁𝗶 pada Pram. Dia bimbang antara tetap berada di masa lalu bersama Pram atau kembali ke masa depan. 𝘞𝘩𝘢𝘵 𝘸𝘰𝘶𝘭𝘥 𝘺𝘰𝘶 𝘥𝘰 𝘪𝘯 𝘩𝘦𝘳 𝘴𝘩𝘰𝘦𝘴?

𖧷₊˚˖𓍢ִ💎✧˚.༘⋆゚💌✩

𖧷 Kebanyakan novel 𝗺𝗶𝘀𝘁𝗲𝗿𝗶 bikin aku 𝗯𝗼𝘀𝗲𝗻 karena biasanya fokus banget ke logika dan kurang dapet emosi di ceritanya. 𝘉𝘶𝘵 𝘵𝘩𝘪𝘴 𝘰𝘯𝘦 𝘩𝘪𝘵𝘴 𝘥𝘪𝘧𝘧𝘦𝘳𝘦𝘯𝘵! Di sini, perpaduan antara 𝗹𝗼𝗴𝗶𝗸𝗮 pemecahan misterinya dan 𝗲𝗺𝗼𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹 para karakter bener-bener pas. Logika jalan, perasaan juga ikutan. Dan hasilnya? Gamon parah😭🙂.

𖧷 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗸𝘁𝗲𝗿 𝗝𝗲𝗻𝗮𝗸𝗮 tuh bener-bener tipe yang aku idam-idamkan, super independen, mandiri, dan punya 𝘭𝘪𝘧𝘦 𝘨𝘰𝘢𝘭𝘴 yang jelas (berbanding terbalik banget sama aku, nangis di pojokan aja 😭). Kalo dia punya Pram di sisinya, 𝘵𝘩𝘢𝘵’𝘴 𝘵𝘰𝘵𝘢𝘭𝘭𝘺 𝘸𝘦𝘭𝘭-𝘥𝘦𝘴𝘦𝘳𝘷𝘦𝘥. Mereka tuh beneran 𝗰𝗼𝘂𝗽𝗹𝗲 𝗴𝗼𝗮𝗹𝘀, setara dari segala aspek. Biasanya kan 𝗰𝗼𝘄𝗼𝗸 𝗳𝗶𝗸𝘀𝗶 tuh rata-rata saking 𝘱𝘦𝘳𝘧𝘦𝘤𝘵nya bikin si 𝘧𝘦𝘮𝘢𝘭𝘦 𝘭𝘦𝘢𝘥 jadi kurang menonjol. Couple yang 𝘱𝘦𝘳𝘧𝘦𝘤𝘵 itu ketika aku udah bilang "Pengen banget jadi pasangan nya dia, tapi aku rasa 𝘧𝘦𝘮𝘢𝘭𝘦 𝘭𝘦𝘢𝘥nya udah cukup deh". Alias udah Minder duluan sama ceweknya, nah lo!😵‍💫

𖧷 Anw, 𝘀𝗶𝗱𝗲 𝗰𝗼𝘂𝗽𝗹𝗲 Jati & Cantika juga ga kalah seru. 𝘊𝘩𝘦𝘮𝘪𝘴𝘵𝘳𝘺 mereka dapet banget, perpaduan yang pas! Salut sama Kak Gi yang berhasil bikin dua pasangan di sini sama-sama menarik, tanpa ada yang lebih menonjolkan salah satunya saja.

𖧷 𝗔𝗹𝘂𝗿𝗻𝘆𝗮 kerennn pake bangettt!! Gimana cara Kak Gi bener-bener bisa connect-in semuanya dengan 𝘴𝘮𝘰𝘰𝘵𝘩, ada aja hal-hal 𝘶𝘯𝘦𝘹𝘱𝘦𝘤𝘵𝘦𝘥 yang bikin shock dan kagum tiap kali muncul. (Paling ga nyangka si Pram ini tipe cowok tengil, kukira dia cool dan pendiam wkwkwk😭). 𝘚𝘦𝘳𝘪𝘰𝘶𝘴𝘭𝘺, 𝘵𝘩𝘦 𝘸𝘢𝘺 𝘦𝘷𝘦𝘳𝘺𝘵𝘩𝘪𝘯𝘨 𝘫𝘶𝘴𝘵 𝘧𝘭𝘰𝘸𝘴 𝘪𝘴 𝘪𝘮𝘱𝘳𝘦𝘴𝘴𝘪𝘷𝘦! 𝗦𝗰𝗲𝗻𝗲-𝘀𝗰𝗲𝗻𝗲 yang lucu dan unik juga sangat membekas sekali, 𝘦𝘴𝘱𝘦𝘤𝘪𝘢𝘭𝘭𝘺 𝘵𝘩𝘦 𝘤𝘰𝘮𝘦𝘥𝘺 𝘵𝘩𝘢𝘵 𝘧𝘦𝘦𝘭𝘴 𝘴𝘰 𝘦𝘧𝘧𝘰𝘳𝘵𝘭𝘦𝘴𝘴. Sukaa bangett waktu mereka dijejelin ke dalam lemari berduaan🫣 (salting brutal sampe guling-guling😭) dan Pram yang selalu bilang '𝘭𝘪𝘦𝘷𝘦'—𝘭𝘪𝘬𝘦, 𝘵𝘩𝘪𝘴 𝘴𝘤𝘦𝘯𝘦 𝘸𝘢𝘴 𝘭𝘪𝘵𝘦𝘳𝘢𝘭𝘭𝘺 𝘪𝘤𝘰𝘯𝘪𝘤!✨

𖧷 Menurut aku sih ini tipe 𝘀𝗹𝗼𝘄𝗯𝘂𝗿𝗻, ya! Karena aku pikir dihalaman 20-an gitu udah mulai kasusnya ternyata munculnya disekitar 200-an😭. Tapi, 𝘩𝘰𝘯𝘦𝘴𝘵𝘭𝘺, 𝘱𝘢𝘤𝘦 yang 𝘴𝘭𝘰𝘸𝘣𝘶𝘳𝘯 ini justru cocok banget, karena kita jadi dapet pengenalan yang lebih dalam. Kalau diburu-buru, malah nggak bakal dapet 𝘧𝘦𝘦𝘭 dan emosi yang sekuat ini.

𖧷 𝗪𝗼𝗿𝗹𝗱 𝗯𝘂𝗶𝗹𝗱𝗶𝗻𝗴nya serius deh! 🫠Berasa dibawa jalan-jalan pada jaman Hindia-Belanda. 𝘠𝘰𝘶 𝘤𝘢𝘯 𝘭𝘪𝘵𝘦𝘳𝘢𝘭𝘭𝘺 𝘧𝘦𝘦𝘭 𝘵𝘩𝘦 𝘷𝘪𝘣𝘦𝘴, dari suasana, 𝘧𝘢𝘴𝘩𝘪𝘰𝘯, sampai kultur yang ada. 𝘐𝘵’𝘴 𝘭𝘪𝘬𝘦 𝘢 𝘵𝘪𝘮𝘦 𝘤𝘢𝘱𝘴𝘶𝘭𝘦 𝘵𝘩𝘢𝘵 𝘵𝘳𝘢𝘯𝘴𝘱𝘰𝘳𝘵𝘴 𝘺𝘰𝘶 𝘳𝘪𝘨𝘩𝘵 𝘪𝘯𝘵𝘰 𝘵𝘩𝘢𝘵 𝘦𝘳𝘢! 𝘌𝘷𝘦𝘳𝘺 𝘴𝘤𝘦𝘯𝘦 𝘧𝘦𝘦𝘭𝘴 𝘪𝘮𝘮𝘦𝘳𝘴𝘪𝘷𝘦, 𝘢𝘯𝘥 𝘪𝘵’𝘴 𝘭𝘪𝘬𝘦 𝘺𝘰𝘶’𝘳𝘦 𝘭𝘪𝘷𝘪𝘯𝘨 𝘵𝘩𝘢𝘵 𝘩𝘪𝘴𝘵𝘰𝘳𝘺 𝘪𝘯𝘴𝘵𝘦𝘢𝘥 𝘰𝘧 𝘫𝘶𝘴𝘵 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘪𝘯𝘨 𝘢𝘣𝘰𝘶𝘵 𝘪𝘵! 𝘐'𝘮 𝘱𝘳𝘦𝘵𝘵𝘺 𝘴𝘶𝘳𝘦 risetnya dalem banget ini, sebanyak itu juga 𝗶𝘀𝘁𝗶𝗹𝗮𝗵-𝗶𝘀𝘁𝗶𝗹𝗮𝗵 yang aku dapatkan dari sini terkait jaman dulu... Yang paling aku suka itu perihal batik, kayak woww, baru tau kalo batik ada maknanya, aku kira asal pake gitu aja... yang penting batik😭.

𖧷 𝗣𝗹𝗼𝘁 𝘁𝘄𝗶𝘀𝘁𝗻𝘆𝗮... Sungkem dulu sama Kak Gi 🛐, plot twist dibalut plot twist, 𝘚𝘰𝘮𝘦𝘵𝘪𝘮𝘦𝘴 𝘐 𝘤𝘰𝘶𝘭𝘥𝘯’𝘵 𝘦𝘷𝘦𝘯 𝘵𝘦𝘭𝘭 𝘪𝘧 𝘵𝘩𝘪𝘴 𝘸𝘢𝘴 𝘵𝘩𝘦 𝘳𝘦𝘢𝘭 𝘱𝘭𝘰𝘵 𝘵𝘸𝘪𝘴𝘵 𝘰𝘳 𝘫𝘶𝘴𝘵 𝘢𝘯𝘰𝘵𝘩𝘦𝘳 𝘧𝘢𝘬𝘦-𝘰𝘶𝘵 𝘵𝘸𝘪𝘴𝘵, saking trust issuenya 😭💔. Bahkan udah mendekati 𝗲𝗻𝗱𝗶𝗻𝗴 juga masih disodorin plot twist astagaa. Aku yang lagi sedih-sedihnya ga siap dong... Sungguh pengalaman yang 𝘳𝘰𝘭𝘭𝘦𝘳𝘤𝘰𝘢𝘴𝘵𝘦𝘳.

𖧷 Berbicara tentang 𝗴𝗮𝘆𝗮 𝗯𝗮𝗵𝗮𝘀𝗮𝗻𝘆𝗮, ringan dan 𝘦𝘢𝘴𝘺 𝘵𝘰 𝘧𝘰𝘭𝘭𝘰𝘸. Semuanya kayak ngalir gitu aja. Karena 𝘴𝘦𝘵𝘵𝘪𝘯𝘨nya tahun segitu pastilah 𝗱𝗶𝗮𝗹𝗼𝗴𝗻𝘆𝗮 menggunakan bahasa baku khas era itu. Yang biasa baca 𝘁𝗲𝗲𝗻𝗹𝗶𝘁 kayaknya butuh penyesuaian deh. Tapi 𝘴𝘢𝘥𝘭𝘺, typo membuat kata-katanya jadi ribet, yang membuat kita harus berhenti sejenak dan berpikir dua kali 🥹. Semoga di 𝗰𝗲𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗻𝘆𝗮 typo, tanda baca dan kalimat 𝘥𝘰𝘶𝘣𝘭𝘦 atau yg belum sempurna bisa segera diperbaiki. Untung indra ke-enamku kuat banget buat deteksi kalimat sebenarnya😭.

𖧷 Dari awal buka halaman pertama aku kepikiran terus, "gimana kalo 𝘴𝘢𝘥 𝘦𝘯𝘥𝘪𝘯𝘨?" sampai aku udah pasrah kalo endingnya mereka ga akan bersama. Intinya nikmatin ceritanya aja udah cukup, masalah 𝗲𝗻𝗱𝗶𝗻𝗴 mending angkat tangan🙏. Tapi jujur deh pokoknya menjelang ending tuh deg-degan parahhh 😭. Dan boom, sesuai ekspektasi, happy end sih cuma bikin ngang-ngong alias butuh penjelasan lebih lanjut. Aku menuntut 𝘀𝗲𝗾𝘂𝗲𝗹 pliss😗.

𖧷 Yang nyari bacaan 𝘱𝘢𝘨𝘦 𝘵𝘶𝘳𝘯𝘦𝘳 dan bikin terombang-ambing harus banget cobain ini! 𝗛𝗶𝗴𝗵𝗹𝘆 𝗿𝗲𝗰𝗼𝗺𝗺𝗲𝗻𝗱𝗲𝗱! 𝘛𝘳𝘶𝘴𝘵 𝘮𝘦, 𝘺𝘰𝘶 𝘸𝘰𝘯’𝘵 𝘣𝘦 𝘢𝘣𝘭𝘦 𝘵𝘰 𝘱𝘶𝘵 𝘪𝘵 𝘥𝘰𝘸𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘪𝘭 𝘺𝘰𝘶 𝘩𝘪𝘵 𝘵𝘩𝘦 𝘭𝘢𝘴𝘵 𝘱𝘢𝘨𝘦!
Profile Image for Morgana Aethelwyn .
5 reviews
July 23, 2025
Super duper fantastis, karena ini sangat sesuai dengan selera yang aku inginkan dan aku miliki.

Cerita bermula dengan Jenaka seorang gadis modern di tahun 2019 yang selalu memainkan tuts piano ballade pour adeline yang disukai oleh Ayut yang mengidap demensia. Namun, nama Jenaka ialah yang pertama selalu diingat oleh Ayut.Hingga di malam hari, ketika Ayut kembali mengingat suatu hal Jenaka lah yang dipanggil pertama olehnya, ternyata Jenaka diberikan sebuah gelang dengan manik-manik berwarna merah yang Ayut katakakn bahwa itu titipan. Lekas dari memberikan itu, Ayut menginginkan untuk kembali mendengar lantunan tuts piano dari Jenaka untuk terakhir kalinya. Jenaka tersadar bahwa itu terakhir kalinya memainkan tuts piano ketika permainan berakhir dan teriakan dari keluarganya yang menyerukan Ayut.

Selepas kepergian Ayut, Jenaka merasakan kehilangan padahal Jenaka bukan orang yang sangat mengenal Ayut, namun jauh di lubuk hatinya perasaan sedih yang dimilikinya itu sangatlah besar dan menginginkan dirinya untuk mengetahui lebih jauh Ayut. Hal itulah yang membuat dirinya memasuki ruangan rahasia Ayut dan bersembunyi di dalam lemari yang membawanya ke tahun 1923, tahun dimana Ayutnya menjadi tunangan bupati bernama Raden Panji Aryadiningrat.

Menjadi tunangan dan menikah dengan Raden Panji bukanlah satu hal yang cantika senangi seperti apa yang dibicarakan oleh para meener, priyai, ataupun penduduk lokal yang berteman dan bertetangga dengannya. Ayut atau Raden AjengCantika merupakan seorang perempuan yang berasal dari keturunan darah biru dipinang olehnya semasa berumur 13 tahun, namun dengan berbagai alibi agar dirinya bisa mengundur pernikahannya seperti dirinya ingin bersekolah di Hogere Burgerschool (HBS) yang di sanggupi oleh Raden Panji hingga Raden Cantika lulus pun Raden Panji masih menyanggupi alibi yang dikeluarkannya yaitu Raden Cantika ingin belajar menjadi istri terlebih dahulu sebelum di persunting olehnya.

Kedatangan Jenaka yang berasal dari masa depan tentu membuat dirinya sendiri bingung bahwa Ayut yang dirinya ketahui itu Jati Aryadiningrat bukan Panji Aryadiningrat, beribu cara ia lakukan untuk mencari tahu siapa Jati dan kenapa memiliki nama Aryadiningrat yang berasal adri Raden Panji juga cara untuk membuat Raden Cantika dan Jati bersatu agar dirinya masih tetap ada di masa depan.

Selama proses menyatukan Raden Cantika dan Jati oleh Jenaka, dirinya diharuskan bertemu dalam ketidaksengajaan yang berujunng menjadi kesengajaan dalam pertemuan dengan seorang pria yang Cantika sebut Tuan Jaksa atau Pramoedya Bagoes Biroe seorang jaksa di mahkamah pengadilan Belanda juga seorang teman dari Raden Panji Aryadiningrat.

Curiga, Skeptis, Jutek.

Itu yang pertama Jenaka lakukan ketika harus berhadapan dengan Pram, mengingat bahwa dia merupakan teman dari Raden Panji membuat dirinya selalu curiga dan berhati-hati. Satu waktu yang membuat Jenaka bisa menurunkan kewaspadaanya pada Pram ialah ketika Jenaka akhirnya harus tinggal bersama dengan Pram karena tinggal bersama Raden Cantika karena Cantika merasa bahwa Pram lah yang bisa menjaga Jenaka, bukan dirinya. Di rumah Pram, dirinya terpesona dengan buku yang berjejer dalam rak buku tersebut, hal itulah yang membuatnya bisa menurunkan kewaspadaannya, juga karena Pram telah mengetahui bagaimana Jenaka bisa berada disini dan rahasia bahwa dirinya merupakan cicit dari Raden Ajeng bersama Jati yang merupakan anak angkat Raden Panji.

Menjelang pernikahan yang tersisa beberapa hari antara Raden Cantika dengan Raden Panji membuat Jenaka gusar bagaimana caranya agar mereka bisa gagal bersatu hingga terlontarkan sebuah ucapan "bila saja Raden Panji hilang selama-lamanya" yang membuat Pram mendelik tajam pada Jenaka. Di pagi harinya kabar yang membuat mereka terkejut bahwa perkataan Jenaka benar-benar terjadi, Raden Panji telah tewas dengan dadanya yang diduga ditusuk oleh keris atau konde juga bros yang hilang. Hal mengejutkannya lagi ialah Raden Cantika menjadi seorang tersangka dalam kejadian tewasnya Raden Panji dikarenakan dalam TKP kejadian terdapat anting yang dimiliki oleh Raden Cantika dan hal itu diperkuat dengan keadaan Raden Cantika yang belumuran darah di kebaya yang dikenakannya, juga cuping telinga yang berdarah.

Ketika Pram, Jenaka, dan Iskandar -inspektur kepolian meneliti tentang kejadian ini, ternyata kematian Raden Panji ini tidak hanya murni kematian, melainkan perampokan dengan hilangnya bros yang selalu digunakan olehnya dan spekulasi pembunuhan berencana oleh adiknya Raden Jaya sampai mantan istrinya Raden Ayu Kartika.

Perjalan Jenaka tentu sangat seru untuk di selami, karena Surat Untuk Jenaka ini tidak hanay berfokus dengan romansa antara Pram dan Jenaka, melainkan kasus kematian Raden Panji juga keindahan dalam sejarah yang menarik untuk di cari tahu.
Profile Image for Hayyu.
10 reviews
October 5, 2025
Surat Untuk Jenaka oleh Gigrey // Akad 2024 // Fiksi-Sejarah, Romance // 454 hal.
Rate : 4/5 ⭐

"... saya tahu apa yang ada di antara kita. Kisah kita seperti sebuah buku yang akhirnya sudah duketahui. Saya mungkin hanyalah bagian kecil bab di kisahmu. Tapi, kamu adalah seluruh kisah saya,... " — hal. 379

Ringkasan:
Novel ini menceritakan seorang Jenaka yang tidak sengaja melakukan perjalanan waktu setelah menerima warisan berupa gelang berlian dari nenek buyutnya. Jenaka terlempar ke masa lalu, tepatnya tahun 1923, di rumah Cantika yang mana adalah nenek buyutnya sendiri. Di sana, Jenaka berkenalan dan berteman dengan Cantika, Pram, dan Jati. Suatu ketika, Cantika tertimpa masalah berat. Ia dituduh membunuh calon suaminya, yang merupakan suksesi seorang bupati. Jenaka, Pram, dan Jati berupaya keras membebaskan Cantika dari tuduhan tersebut.

Dalam perjalanan mereka menyelamatkan Cantika, banyak hal mereka alami. Premis-premis tak terduga muncul seiring terikatnya benang merah yang menghubungkan semua kejadian.

Ulasan:
Novel ini bertema time travel, perjalanan menembua batas ruang dan waktu melalui sebuah lemari. Lemari tersebut merupakan sebuah mesin waktu yang membutuhkan bahan bakar berupa berlian. Di sini, penulis menjelaskan bagaimana cara kerja mesin waktu secara ilmiah. Jadi, kita tidak dihadapkan dengan cerita dongeng dimana keajaiban beriringan dengan tokoh utama. Hal ini pula menjadikan proses time travel terasa lebih realistis daripada sihir.

Karakter Jenaka yang keras kepala terkadang sedikit menyusahkan, namun juga berguna di lain waktu. Kekeraskepalaannya bahkan mampu menyelamatkan Pram ketika pria itu disekap. Hal itu pula yang membuat Pram semakin jatuh hati kepada Jenaka, meski dari awal pria itu memang sudah memberi perhatian lebih kepada Jenaka.

Pengembangan karakter yang paling terasa justru pada tokoh Jati. Ia yang awalnya lempeng, jadi punya kemauan untuk berjuang. Karakter Jenaka dan Pram sedari awal hingga akhir ya begitu saja. Mungkin jadi seperti itu karena dari awal, karakternya sudah kuat.

Alur novel ini sebenarnya cukup sat-set, alias cepat. Petualangan Jenaka, Pram, dan Jati dalam membebaskan Cantika tidak menghabiskan banyak bagian. Sehingga thriller dalam cerita ini tidak terlalu kental. Tapi, dari awal kita disuguhi betapa manisnya Pram memperlakukan Jenaka, yang mana Jenaka selalu bersikap denial terhadap perasaan Pram kepadanya, dan perasaannya kepada Pram. Untuk endingnya, apakah Pram dan Jenaka bisa bersatu dalam satu kehidupan, bisa dibaca di 'Kembali ke Batavia'.

Kelebihan lain dari novel ini, kita diajak menikmati perkembangan teknologi yang ada di tahun 1923. Rasanya seperti jalan-jalan ke masa lalu beneran. Keren!!! Ilustrasinya juga banyak banget. Skiblatnya gak ada obat!!!

Well, untuk hikmah yang bisa diambil dari cerita ini menurutku tentang kerja sama, kerja keras, dan keyakinan. Keyakinan bahkan bisa mengubah fakta, sebagaimana keyakinan diiringi kerja sama yang solid dan kerja keras yang sama rata.

PS: Pembunuh sebenarnya tetep ketemu. Baca saja, supaya tidak penasaran!

PPS: Judulnya Surat Untuk Jenaka, dimana bagian Jenaka dapat suratnya? Baca aja biar nemu, soalnya gak di awal cerita.
46 reviews
June 28, 2025
buku kedua gigrey yang aku baca.

surat untuk jenaka ini menceritakan tentang perjalanan seorang mahasiswa hukum bernama jenaka yang terjebak di masa lalu, tepatnya di tahun 1920-an. di masa itu dia bertemu dengan cantika dan jati, yang ternyata adalah nenek dan kakek buyutnya. jenaka nggak habis pikir begitu tau kalau cantika bakal dinikahkan dengan raden panji yang dua puluh lima tahun lebih tua darinya, di mana raden panji ini adalah anak seorang bupati. akhirnya jenaka membentuk misi untuk menggagalkan rencana itu. karena kalau bukan jati yang menikah dengan cantika, maka itu bakal merusak apa yang sudah ada di masa depan, alias jenaka dan keluarganya yang merupakan keturunan cantika dan jati.

jenaka yang sadar dia nggak bisa bergerak sendiri akhirnya dapat bala bantuan dari pramoedya, seorang jaksa yang menampung jenaka di rumahnya selama dia terjebak di masa lalu. nggak berhenti di situ, masalah datang lagi ketika raden panni tiba-tiba ditemukan terbunuh dan cantika dituduh sebagai pelakunya. misi jenaka dan pram pun bertambah lagi, yaitu menyelamatkan cantika dari tuduhan tersebut, melawan pengadilan eropa yang sulit berpihak ke orang-orang pribumi yang tertindas.

plot ceritanya sangat-sangat rapih. aku hampir nggak ada nemu celahnya. padahal runtutan masalahnya sangat-sangat njlimet, tapi berhasil diberesin satu-satu sama authornya. walaupun sejujurnya di beberapa part penyelesaian masalahnya terkesan memaksa, tapi what do you expect? namanya juga fiksi yang menceritakan tentang time travel.

karena sebelum baca buku ini aku baru selesai baca bumi manusia, jadi aku nggak begitu asing sama era kolonial yang tergambarkan di buku. gimana kaum pribumi banyak dapat perlakuan nggak adil dari para penjajah, gimana masih adanya orang-orang belanda yang bisa bersikap baik, gimana bobrok dan tamaknya para penguasa-penguasa pribumi, dam sebagainya.

hubungan antara jenaka dan pram juga selalu bikin senyum-senyum sendiri. pram yang flirty dan iseng sangat-sangat cocok disandingkan dengan jenaka yang kaku dan nggak pekaan, bikin aku gemes sendiri bacanya. kisah cantika dan jati juga manis, walaupun awalnya menyedihkan. sayangnya bagian mereka di buku ini nggak begitu banyak karena emang lebih fokus ke jenaka dan pram.

dan aku speechless baca bagian endingnya. kayak, LAH? udah, gitu aja? trus kelanjutannya gimana? open ending kah? turns out ceritanya belum selesai karena masih ada buku selanjutnya. oke, fix bakal masuk wishlist bacaanku.

satu lagi yang aku notice dari buku ini, typo-nya lumayan banyak. nggak bikin pembacanya bingung sih, tapi sebagai penikmat tulisan rapi bikin aku greget sedikit liatnya. mungkin bisa jadi bahan evaluasi ke depannya kalau suatu saat buku ini mau dicetak ulang lagi.
Profile Image for Kiki.
21 reviews1 follower
August 24, 2025
i actually have mixed feelings about this book.

sebenernya aku suka banget sama ceritanya. perpaduan kisah romansa, misteri, fantasi/science fiction-nya pas. aku suka sama semua karakternya. development dari masing-masing tokoh utama juga ada banget. ceritanya ngalir dan gak terkesan dipaksain. intinya secara keseluruhan aku bisa menikmati buku ini.

tapi ada beberapa hal yang akhirnya bikin aku gak bisa kasih buku ini bintang 4 atau 5:
1. aku masih agak keganggu sama typo dan kalimat-kalimat yang rasanya kurang efektif. seandainya aku baca ini di wattpad, mungkin aku bakal paham dan maklum, tapi karna cerita ini udah dalam bentuk cetakan buku harusnya kesalahan pengetikan dan struktur kalimat udah gak perlu ditemuin lagi. karna normalnya sebelum dicetak buku itu bakal ngelewatin proses editing dulu sama editor yang udah berpengalaman. sebenernya ini kritikan yang lebih ditunjukkin buat editor/penerbitnya, sih. karna yang bertanggungjawab menurutku ya mereka, bukan cuma penulisnya.

2. ada beberapa plot hole di ceritanya. ada plot hole yang kecil/gak terlalu signifikan, ada yang lumayan fatal menurutku. pas Jenaka ngebaca surat dari Cantika soal rahasia besar yg dia selama ini sembunyikan, reaksiku langsung yang "?????". perasaan di chapter sebelumnya gak gitu deh. aduh aku gak bisa elaborasi lebih jauh karna di sini tuh bagian plot twist buku ini yg sebenarnya. tapi buat pembaca, coba perhatiin lagi kalimat di suratnya Cantika untuk Jenaka dengan bagian saat Iskandar ngebahas soal hasil autopsi di pengadilan. kalian pasti bakal ngeh sama maksud aku.

3. ini yang juga bikin aku agak memicingkan mata saat baca. age gap dari Pram dan Jenaka yang menurutku terlalu jauh 😅 pas pertama kali mereka ketemu dan jatuh cinta, Jenaka bahkan belum genap 20 tahun sedangkan Pram AT LEAST umurnya udah 28 tahun (aku bilang at least berdasarkan perhitungan umur Kuning, adiknya Pram. karna gak disebutkan Pram dan adiknya beda berapa tahun, jadi ya perkiraannya usian Pram tuh udah 28 tahun atau lebih). padahal aku suka sama karakter Pram, tapi tiap inget kalo Pram di sini tuh udh di usia matang sedangkan Jenaka bahkan belum bisa dibilang dewasa sepenuhnya, jadi aku agak kurang sreg.

anyway terlepas dari itu semua, seperti yang udh aku sebutin di awal, aku menikmati buku ini. bukunya gak sempurna tapi ini bukan buku yang buruk kok. kalo kamu bukan tipe yang terlalu picky kaya aku, aku jamin kamu bakal tetap bisa menikmati buku ini.
Profile Image for nana lovegood.
37 reviews
October 19, 2025
《★~ ᑲ᥆᥆k rᥱ᥎іᥱᥕ ~★ 》


Judul: 𝗦𝘂𝗿𝗮𝘁 𝗨𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗝𝗲𝗻𝗮𝗸𝗮
Penerbit: Akad
Penulis: Gigrey
Halaman: 648 hal
𝐑𝐚𝐭𝐞: 4,8/5 ⭐

๋ ࣭ ⭑๋ ࣭ ⭑꒷꒦꒷꒦꒷꒦꒷꒦꒷꒦꒷ ࣭ ⭑๋ ࣭ ⭑

꒰ ⚖️📜꒱ᛝ❞ Baru aja selesai baca Surat untuk Jenaka dan jujur, aku masih kebawa banget sama ceritanya. Buku ini tuh benar-benar memainkan emosiku (𖦹﹏𖦹;) bikin tegang, penasaran, dan juga manis di saat yang bersamaan.

꒰ ⚖️📜꒱ᛝ❞ Ceritanya tentang Jenaka, seorang mahasiswi hukum yang melakukan perjalanan waktu berkat gelang peninggalan nenek buyutnya. Ia terlempar ke tahun 1923, masa di mana nenek buyutnya, Cantika, masih seumuran dirinya. Tapi waktu itu, Cantika sudah dijodohkan dengan seseorang yang ternyata bukan calon kakek buyut Jenaka. Karena merasa masa depannya bisa berubah, Jenaka berusaha untuk menyatukan Cantika dengan Jati, sosok yang seharusnya jadi kakek buyutnya.

꒰ ⚖️📜꒱ᛝ❞ Semakin lama, konflik semakin dalam ketika calon suami Cantika tiba-tiba meninggal dan Cantika dituduh sebagai pelakunya. Di sinilah petualangan Jenaka dimulai, yakni membantu menyelamatkan nenek buyutnya dan mengungkap kebenaran dari kasus pembunuhan ini. Bersama seorang jaksa muda bernama Pramoedya, Jenaka menelusuri masa lalu, menghadapi bahaya, dan belajar banyak hal, termasuk soal cinta lintas waktu.

꒰ ⚖️📜꒱ᛝ❞ Aku suka banget sama bagaimana alurnya mengalir dengan ringan tapi tetap menegangkan. Perpaduan unsur misteri, sejarah, fantasi, dan time travel di novel ini benar-benar genre aku banget! Kayaknya jarang nemu novel lokal yang bisa nyatuin semuanya dalam satu cerita dengan seimbang dan tetap engaging.

꒰ ⚖️📜꒱ᛝ❞ Yang bikin tambah spesial, interaksi antara Jenaka dan Pram itu gemesin dan lucu banget. Tapi bukan cuma mereka yang menarik, karakter-karakter lain juga punya peran penting dan berkesan. Penokohannya solid dan konsisten, bahkan si Jati pun berhasil bikin aku penasaran terus sama perannya di cerita.

꒰ ⚖️📜꒱ᛝ❞ Satu hal yang aku sangat appreciate juga adalah detail sejarahnya. Dari bahasa Belanda yang digunakan, gaya bicara, sampai atmosfer zaman dulu semuanya terasa real dan memperkuat latar cerita. Dan... di akhir ada plot hole yang bikin aku tertarik baca series selanjutnya 😄😄

꒰ ⚖️📜꒱ᛝ❞ Sayangnya, karena ini cetakan pertama, masih cukup banyak typo yang lumayan mengganggu saat membaca. Tapi selain itu, semuanya sangat aku nikmati. Rasanya kayak dibawa jalan-jalan ke masa Hindia Belanda.
Profile Image for kitty.
251 reviews8 followers
October 18, 2025
Review Buku: Surat Untuk Jenaka

Awal Perkenalan: Nenek Buyut Dituduh Pembunuh di Batavia 1923
Kisah ini dibuka dengan Jenaka Putri Cantika (18 tahun), seorang mahasiswi hukum yang ambisius, apatis, dan serius—sampai dijuluki “Jenaka yang tak jenaka”. Hidupnya berubah 180 derajat ketika warisan gelang berlian dari nenek buyutnya membawanya terlempar ke tahun 1923 di Batavia (masa Hindia Belanda).

Di masa lalu, Jenaka bertemu Raden Ajeng Cantika (nenek buyutnya yang masih muda) yang akan bertunangan dengan seorang pria bernama Raden Panji. Jenaka berusaha menggagalkan pertunangan yang mencurigakan tersebut, tapi gagal. Plot twist-nya: Raden Panji terbunuh, dan Cantika menjadi tersangka utama!.

Bersama Pramoedya Bagoes Biroe (Jaksa muda) dan Lungit Jati (penyintas time travel), Jenaka yang hafal pasal-pasal hukum masa kini, harus membuktikan Cantika tidak bersalah dan mengungkap konspirasi yang bisa mengubah sejarah keluarganya.

Novel ini highly recommended buat kamu yang suka romance dewasa yang tidak membosankan dan sarat akan pengetahuan tentang sejarah dan hukum. Ini adalah perpaduan sempurna antara edukasi dan hiburan, yang akan membuatmu bertanya: “Apakah keadilan benar-benar ada atau hanya fatamorgana?”.

Rating Kritis
Kualitas Narasi dan Ide: Novel ini adalah perpaduan sukses antara fantasi (mesin waktu) dan fiksi sejarah/hukum, menyajikan misteri yang memikat dengan latar tahun 1923. Kualitas riset hukum dan sejarahnya patut diacungi jempol.
Fokus Genre: Penulis berhasil mencampurkan thriller dan romansa secara seimbang, membuat cerita tidak hanya fokus pada cinta tetapi juga pada misi mengungkap keadilan.
Kelemahan Romantis: Meskipun chemistry kuat, doomed romance (cinta yang ditakdirkan berpisah) antara Jenaka dan Pram dapat meninggalkan perasaan sedih bagi pembaca yang mengharapkan akhir yang instan.

4.5/5 Bintang

(Plot twist keren, romance slow-burn yang gemes, dan riset Batavia 1923 yang mantap! Nggak membingungkan meskipun ceritanya njlimet! Harus baca!)

Read More: Kitty Paws & Pages
Profile Image for pxchsva.
5 reviews
December 28, 2025
buku yang berhasil ngeluarin aku dari reading slump, perpaduan cerita yang belum pernah jarang ditemuin antara historical romance, time traveler, mystery, dan hukum. dari awal ceritanya sudah menarik serta historical yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami, sehingga pembaca mudah untuk mengerti dan mengetahui mengenai apa yang terjadi pada abad segitu. sinopsis dibelakang buku juga sangat berkaitan dengan isi buku dan merangkum hampir seluruh isi buku. Karakternya super duper gemas, dengan pram yang sangat oke, jenaka yang emosional, cantika yang anggun

menceritakan mengenai jenaka seorang mahasiswa ambisius jurusan hukum yang berada pada tahun 2019 dan mendapatkan gelang misterius dari buyutnya yang bernama Raden Ajeng Cantika. Gelang ini menyebabkan Jenaka terlempar pada tahun 1923 dan bertemu dengan buyutnya, Cantika semasa remaja. Cantika tidak hidup bahagia, ia harus menikahi Raden Panji Aryadiningrat laki laki berumur puluhan tahun di atasnya, Jenaka menemukan fakta bahwa Cantika sudah bertunangan dengan Raden Panji yang jelas bukanlah, segala cara ia coba untuk menyatukan Cantika dengan kakek buyutnya, Jati, seorang anak laki-laki yang diangkat sebagai anak oleh Raden Panji dengan mantan istrinya Raden Ayu Kartika.

Namun, dalam perjalanannya Jenaka tidak sendiri, Jenaka dibantu oleh seorang Jaksa Pribumi Muda bernama Pramoedya, perjalanan mereka tidak mudah, pertemuan pertama yang gemas dan adanya bumbu-bumbu romansa diantara keduanya yang terkesan natural dan tidak dipaksakan.

Di tengah perjalanan Jenaka terdapat kendala, Raden Panji meninggal dan diduga dibunuh oleh Tunangannya, Cantika. Dalam misi membebaskan Cantika dan membantu Cantika memenangkan pengadilan. Tidak hanya sendiri, Jenaka dibantu oleh banyak orang, pada bagian ini banyak tokoh baru bermunculan. Bagian ini juga menambah bumbu-bumbu misteri yang mengarah kepada “siapa pembunuh Raden Panji sesungguhnya?”

Cerita ini ditutup dengan ending yang memuaskan, dimana Jenaka tetap kembali ke masa 2019. Tidak hanya berhenti disitu, novel ini juga menambahkan bagaimana kehidupan baik Jenaka maupun Pram selama 2 — 7 tahun kedepan setelah kembalinya Jenaka pada tahun 2019
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Syiizan.
7 reviews
December 16, 2025
Surat untuk jenaka ini adalah buku pertama yang aku baca setelah aku terkena reading slump selama 2 tahun.

Awalnya aku sama sekali tidak tertarik mebaca surat untuk jenaka. karna aku pikir buku ini akan biasa saja dengan plot yang begitu” saja, tetapi surat untuk jenaka ini berhasil melampaui ekspetasi aku yang awalnya mengira buku ini biasa saja.

Jenaka yang awalnya diberikan gelang oleh ayutnya, lalu terlampar ke masa lalu karna lemari tua milik ayut. Petualangan jenaka yang luar biasa, kondisi pada zaman itu juga dituliskan dengan baik, sehingga aku bisa dengan mudah membayangkannya. Terutama ketika sidang cantika dimulai. Jenaka berhasil ngebuat aku sadar kalau kita itu harus berani melawan sesuatu yang salah, walaupun itu sangat sulit.

Selain itu, kisah asrama antara tuan pram dan jenaka ini sangat indah. Tuan pram yang tau jenaka dan dirinya hidup di zaman yang berbeda, tetapi tuan pram tetap menunjukkan kasihnya dengan tulus kepada jenaka. Tuan pram rela melakukan apa saja untuk jenaka, sampai jati menyebut tuan pram sebagai pemuja jenaka. Tuan pram mengakui itu. Dan lucunya jenaka yang masih saja denial atas perasaannya terhadap tuan pram. Cinta tuan pram itu menurutku tidak memaksa, tetapi mengalir dengan lembut untuk jenaka. Tuan pram tidak memaksa jenaka untuk tinggal di zamannya, walaupun tuam pram sudah mengajak jenaka untuk ikut dengannya ke den haag. Tuan pram membiarkan jenaka pulang ke zamannya, karna tuan pram tau, ia dan jenaka akan bertemu kembali.

Dan BOOM! Tuan pram menyusul jenaka ke zamannya. buku surat untuk jenaka ini sekali lagi melampaui ekspetasiku dengan ending yang kembali mempertemukan jenaka dan tuan pram.

Novel surat untuk jenaka ini tidak hanya berfokus pada kisah percintaan antara jenaka dan pram, tetapi juga berfokus pada perkembangan konflik dan plotnya. Jadi kita tidak hanya dibuat tersenyum melihat hubungan percintaan para tokoh, tetapi juga dibuat tegang dengan perjalanan misi mereka.

Pokoknya buku ini luar biasa!
Profile Image for Septian Chandra.
66 reviews1 follower
November 30, 2024
Pada dasarnya membuat alur time travel dalam novel tuh menurutku agak susah karena rawan dengan loop hole. Namun, Gigrey selalu mengeksekusinya dengan baik dan menarik. Baru baca 2 buku time travelnya, Mada dan buku ini, keduanya cukup membuat tertarik dan penasaran baca smpek akhir.

Buku ini pada intinya bercerita tentang Jenaka yg secara tidak sengaja terlempar ke masa muda nenek buyutnya. Di sini justru ia berteman baik dengan ayutnya hingga kisah romannya dengan Pram sang Tuan Jaksa yang terbangun secara lucu dan menarik sepanjang cerita. Di masa ini, Jenaka harus menghadapi konspirasi yg menyeret nenek buyutnya hingga menyeret Jenaka dan tuan Pram untuk bisa menyelesaikannya.

Hal yg selalu menarik dari alur time travel adalah penggambaran perbedaan masa yg berusaha diceritakan penulis. Di buku ini tergambarkan dengan cukup baik. Mulai dari perbedaan penuturan bicara hingga sosialnya. Kepiawaian penulis juga mampu memosisikan Cantika yg awalnya tergambar sebagai nenek buyut Jenaka menjadi benar2 sahabat dan dekat banget dengan Jenaka. Lalu tuan Pram yg dengan usahanya mendekati Jenaka dan bolak balik mendapat penolakan dari Jenaka juga jadi bumbu yg menarik. Mungkin resep yg sama dengan buku Mada adalah adanya teman senasib yg juga ternyata terkena time travel. Di sini, Jati atau kakek buyut Jenaka jg merupakan penyintas time travel.

Mungkin yg agak kurang dari buku ini adalah banyaknya typo yg mungkin masih bisa diwajari krn terbitan pertama dan aku dapat versi ttd penulis :) Cukup banyak typo sebenernya but anggap sbg kesalahan minor yg bisa diperbaiki. Ending yg membagongkan jg membuat “wah serius nih berhenti di sini?” krn ya menurutku bisa agak lebih dipanjangin dikit. Tapi yaaa itu cukup jadi ending yg epic sih. Jangan lah dibuat novel lanjutannya. Cukup berhenti di sini dan buat cerita lainnya. Cukup segitu saja petualangan Jenaka dan Pram ini.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nanabiel.
9 reviews
June 28, 2025
Halo Kak Gigrey!
Aku dari salah satu pembaca novel Kakak, "Surat Untuk Jenaka", ingin mengucapkan banyak terima kasih karena sudah menciptakan salah satu karya yang luar biasa kak. :p
Membaca salah satu karya Kakak benar-benar membuat Aku merasa
hidup lagi, apalagi di saat aku sedang terpuruk seperti sekarang T_T. Tulisan Kak gigrey yang begitu indah dan penuh kebahagiaan seolah membawa aku terjun langsung ke dalam ceritanya🏄‍♀️. Berawal dari tidak sengaja melihat novel dengan cover menarik dan sinopsis tidak main main di Gramedia ((dan aku melihat ini, aku merasa ingin mengirim pesan lewat sini saja hehe.)) aku bahkan gak menyangka akan sampai membeli buku lanjutannya, yaitu "Kembali ke Batavia" (dan berencana membeli "Surat Dari Pram" juga, hehe ^__^).
Sekali lagi, terima kasih banyak ya, Kak, sudah menciptakan salah satu karya novel yang begitu membahagiakan dan romantisnya sangat menyentuh hati aku🌠. Buku novel karya kakak yang satu ini benar-benar membangkitkan semangat aku untuk menjalani hidup lagi. Maaf jika kesannya berlebihan, tapi aku hanya ingin mengungkapkan perasaan ini setelah selesai membaca Surat Untuk Jenaka dan Kembali ke Batavia karena saking serunya dan memberikan dampak yang sangat baik dalam hidup aku :D🤍.
Setelah membaca karya Kakak, aku merasa benar-benar bisa bangkit kembali dan berharap bisa bertemu sosok seperti Pram, haha (maaf, Kak, bercanda, takut ditendang Nona Jenaka!).
Sekali lagi Terima kasih banyak ya Kak, atas karya-karyanya >____>.
— Aku sangat senang bisa mengenal salah satu karya Kak Gigrey karena karya kakak yang satu ini!
Semangat terus, Kak! Aku harap, saat Kakak merasa terpuruk, pesan ini bisa sedikit menghibur dan membangkitkan semangat Kakak kembali. Aku turut berdoa, Semoga orang orang juga bisa mengenal karya kakak yang indah dan kakak menjadi orang yang sangat sukses! ^____^ . Have a nice day Kak!
14 reviews
July 27, 2025
If I could describe this book in one word, it would be "beautiful."
This book is so wonderful! It successfully pulled me out of a reading slump. Truly a page-turner!

Sorry for not discovering this gem sooner!
I love how Kak Gigrey developed such well-rounded characters, how could anyone not fall for them?

Jenaka is a talented and brave female main character (FMC) who makes us feel like we want to be her friend. And Pram... there's no word that can fully describe how deeply dedicated he is to protecting Jenaka with everything he has. You’ll fall for him, no doubt!

You can really feel the amount of research Gigrey poured into this story, it shows in every detail.
The emotional development between Jenaka and Pram is built naturally , through shared struggles, witty banter, and quiet moments. When love blooms, it makes sense. It's not rushed, it’s organic, also it’s believable and as readers, we can deeply empathize with it.
And honestly, who wouldn’t fall for Pram after everything he does for Jenaka? His actions and treatment of her speak volumes.

Near the end, I cried so much.
We all know how much Pram loves Jenaka. But, Pram’s sacrifice truly shattered me. His love is so strong, yet he chooses to let Jenaka go , believing she deserves a better future in her own time (2019). He sacrifices his happiness for hers.
Along the time that passed for both of the timeline, Pram’s emptiness and heartbreak are palpable. His pain is real, and his quiet hope that Jenaka might someday return to 1920 is deeply moving.

A book that’s not just well-written, but deeply felt.
I will carry Jenaka and Pram with me for a long time.

YOU GUYS MUST READ THIS ONE
One of my absolute favorite reads this year! Highly recommended!
Profile Image for sekaryadjiwa .
5 reviews
January 29, 2026
Beberapa hari setelah kematian ayut, alias nenek buyutnya, Jenaka memberanikan diri untuk memasuki ruang rahasia ayut yang selama ini tidak boleh dipijaki siapapun. Siapa sangka, dari sinilah petualangan Jenaka dimulai. Berawal dari tidak sengaja memasuki lemari tua di dalam ruangan itu, Jenaka tiba-tiba saja teleportasi ke zaman dimana ayutnya remaja, sebaya dengan dirinya. Tahun 1923. Dimana ia dikejutkan kenyataan bahwa ayut saat itu sudah bertunangan dengan lelaki yang bukan kakek buyutnya. Jenaka yang tidak mau ayut menikah dengan orang lain, berusaha untuk menyatukan ayut dengan sang kakek buyut yang semestinya.

Ternyata petualangan Jenaka tidak sesederhana itu. Ia bertemu tokoh-tokoh lain, termasuk sosok jaksa muda bernama Pramoedya Bagoes Biroe yang membuat jantungnya berdebar lebih kencang. Di tengah kesibukan upayanya menyatukan kakek nenek buyutnya, ia juga harus memecahkan kasus pembunuhan yang juga menyeret nama ayutnya tersayang.

Buku ini menyajikan berbagai genre seperti time travel, historical romance, bahkan thriller mistery, bersatu menjadi kesatuan yang membuat perut terasa disesaki ribuan kupu-kupu.

Kutipan yang aku suka dalam tulisan ini adalah saat Pram berkata pada Jenaka, “…saya tahu apa yang ada di antara kita. Kisah kita seperti sebuah buku yang akhirnya sudah diketahui. Saya mungkin hanyalah bagian kecil bab di kisahmu. Tapi, kamu adalah seluruh kisah saya…”

buku ini seperti surat rahasia yang kamu buka pelan-pelan,

lalu menangis terharu karena ternyata isinya adalah semua hal yang diam-diam kamu butuhkan..

Pada bagian akhir, Surat Untuk Jenaka menyajikan plot twist yang membuat pembaca tidak sabar untuk melanjutkan petualangan ke buku kedua, Kembali Ke Batavia.
1 review
December 25, 2024
4,7/5
I really like it! Ceritanya bener2 bagus dan plot twist di akhirnya yang bener-bener bikin aku tercengang.. Dan ending yang.. Sangat menggantung, membuat saya merasa kosong, hampa, dan galau setelah menamatkan novel ini.. Kayaknya aku bakal gamon sama novel ini 😞 (aku tau ini berlebihan, tp aku beneran jatuh cinta sm novel ini😞)

Sayangnya, novel ini masih banyak typo nya, dan ada beberapa bagian yang satu katanya hilang/kurang kata imbuhan, jadi terkesan sedikit aneh ketika dibaca. Kalau typo, saya masih bisa paham lah ya maksudnya, tapi ini ada bagian setelah dialog percakapan harusnya kan "ucap" tapi entah kok jadi "aku", aku jd heran dan bingung. Contoh nih ya, "bla bla bla bla," aku Pram. Kayak??? Hah?? Gimana-gimana? Yah, mungkin kritikku untuk saat ini ya typo nya sih yg paling penting. Tapi, bagian yg ga terlalu penting itu.. Jacket book nya tipis bgt huhu, aku yg pertama kali buka novelnya bingung gmn cara bukanya, baru ku buka dh sobek :), ya, mungkin aku yg terlalu bar bar. Tapi ini kritik buat penerbitnya sih wkwk, tolong ya Akad, lebih teliti lg soal typo nya dan lain kali kl bikin jacket book jangan setipis itu, apalagi modelnya kayak amplop, agak susah bukanya krn terlalu tipis dan berujung sobek :"D

Aku berharap banyak di buku keduanya, semoga typo nya di kurangi dan lebih teliti lagi yaa, novelnya udah bagus kok, cuma banyak typo nya aja :). Overall, baguss. Berharap semoga di novel keduanya bener2 happy ending, haha! Aamiin
Profile Image for Indri Minarti.
21 reviews
May 26, 2025
4.5/5⭐️

Aku suka gaya bahasa Gigrey dalam novel ini. Kalimatnya di tulis dengan tertata, ceritanya juga runtun dan rapih, jadi reader ga pusing ngikutin alur ceritanya. Bahasa yang digunakan baku tapi ga kaku (kebetulan aku prefer novel dengan bahasa baku). Jujur novel ini diluar ekspetasiku, karna aku ga mau berekspetasi tinggi sama novel wattpad (yah tau lah kenapa). Tapi novel ini di luar ekspetasiku, i really love it!, Gigrey berhasil menghilangkan stigma “Most Wattpad novels aren’t well written” yang selalu tertanam dalam otakku haha. Btw sukanya, aku sampai uda order 3 buku Gigrey lainnya.

-0.5nya sebenarnya buat penerbitnya atau tempatnya editornya ya. Hal yang membuat pengalaman membaca novel ini kurang adalah banyak typo sana-sini, kalimat yang kurang, kadang ada kata yang terulang-ulang, dan kadang ada tanda baca yang ga sesuai tempatnya (maaf banget aku emang agak sensitif dengan hal ini). Hal-hal tersebut buat aku lumayan terganggu saat membaca novel ini terutama saat sedang serius-seriusnya, rasanya kayak lagi naik motor ngebut tiba-tiba ada jalan berlubang🫠🙏🏻, padahal ini uda cetakan kedua sih yang aku beli. Selain itu menurut aku blurbnya kelewat detail, mungkin bisa di persempit lagi blurbnya atau bahasanya lebih disederhanakan lagi biar kesannya ga "spoiler". Sepertinya itu saja, mungkin Akad bisa berbenah sih karna kayaknya bukan aku saja yang mengeluh demikian.

Sekian gitu saja sih review dari aku can't wait untuk baca karya Gigrey lainnya.
Profile Image for Satvika.
583 reviews43 followers
May 19, 2025
ENDINGNYA WOI!!!

”gif


Ini buku Gigrey kedua-ku setelah "Mada" dan aku jauh lebih suka ini dibandingkan dengan "Mada", penulisan dari segi karakter dan plot jauh lebih matang, walaupun lumayan banyak typo dan ada beberapa diksi yang gak pas tapi yasudahlah (plis editor lebih teliti lagi ya!) secara keseluruhan novel ini seru untuk dibaca.

Blurp-nya sih kirain bakalan dominan misteri ya tapi setelah dibaca ternyata isinya dominan romance dan...SAYA SUKA..udah lama gak mesem mesem sendiri baca interaksi antara dua tokoh fiksi hihihi..

Aku di setiap adegan interaksi antara Jenaka dan Tuan Pram

”gif

Di bagian misteri-nya juga cukup seru ya..plotwist ending-nya cukup bikin gong, walaupun setelah dipikir pikir ada cukup banyak plot hole disini.

Overall membaca buku ini bener bener sebuah hiburan yang seru dan menyenangkan, buat yang suka novel dengan latar historical romance dengan sedikit bumbu misteri silahkan baca buku ini :)
Profile Image for Dyah Mile.
33 reviews1 follower
May 26, 2025
suka dengan cerita dan alur di buku ini.
perpaduan time travel, pemecahan kasus kriminal, dan romancenya juga dapet banget tanpa terkesa paksa.

Jenaka, si (dadakan menjadi) time traveller, mahasiswa hukum, yang punya ambisi untuk memecahkan kasus pembunuhan Randen Panji dengan tujuan menyelamatkan Cantika dari dugaan menjadi tersangka kasus pembunuhan tunangannya tersebut. Bersama Pram, Jati, dan Iskandar, Jenaka melakukan penyelidikan menegangkan (menurutku, karena ada aja deg-degannya saat baca). Ikut menduga juga siapa yang jadi pembunuh utamanya karena banyak orang terlibat.

Karena di sinopsis dituliskan adanya kasus pembunuhan, jadi di awal-awal baca bukunya agak menunggu kapan cerita itu akan muncul, ternyata baru ada di pertengahan buku. eksposisinya(?) terlalu panjang hingga menuju konflik muncul tapi porsinya pas hingga akhir. Penyelesaiannya juga dikemas dengan bagusss.


Bagian akhir "Surat Untuk Jenaka" pun bikin meneteskan air mata 🥹

overall, bagusss... sukaakkk.
brb, lanjut baca buku kedua.
Displaying 1 - 30 of 81 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.