Jump to ratings and reviews
Rate this book

Jejak Rasa

Rate this book
Persahabatan antara lelaki dan perempuan tidak pernah eksis, tidak pernah berlangsung lama tanpa ada bumbu-bumbu perasaan lain di antaranya.

Apakah hubungan persahabatan di antara Kenes dan Misha juga sama? Lalu, apa yang kira-kira akan mereka lakukan saat titik-titik perasaan lain mulai tumbuh? Lantas, apa yang akan mereka lakukan saat segalanya rusak dan berantakan?

Haruskah persahabatan yang mereka bina bertahun-tahun juga ikut rusak?

476 pages, Paperback

First published January 1, 2024

Loading...
Loading...

About the author

Eva Stremova

8 books5 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (37%)
4 stars
5 (62%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 6 of 6 reviews
Profile Image for Hayyu.
15 reviews
April 8, 2026
Jejak Rasa by Eva Stremova // One Peach Media, 2024 // Young Adult - Slice of Life // 472 hal.

"Saranku, jangan coba-coba untuk memulai sesuatu kalau kau tidak tahu cara menghentikannya."—hal. 320

Ringkasan :
Kenes dan Misha adalah sahabat sekaligus tetangga. Setelah setahun berpisah, Misha menyadari perasaannya terhadap Kenes sudah berkembang. Sempat menyangkal, Misha akhirnya mengakui pada dirinya sendiri bahwa ia menyukai Kenes sebagai seorang perempuan. Lalu, Misha gencar mendekati Kenes yang terus menghindar.

Ternyata, Kenes juga memiliki perasaan yang sama dengan Misha, namun memilih untuk denial dan menghindar. Lambat laun, Kenes tak lagi menghindar dan menerima ungkapan perasaan Misha. Mereka resmi berpacaran.

Namun, ujian bagi hubungan dan kehidupan mereka datang. Rasa terancam mencekik Misha, rasa terpuruk mendekap Kenes. Lalu, bagaimana kelanjutan hubungan mereka?

PS : novel ini membuat aku semakin semangat menghapal aksara sirilik, meski tetap belum hapal sampai ulasan ini aku unggah 🤣🤣🤣

#JejakRasa #EvaStremova #Romance


Ulasan :

Sebelumnya, aku mau bilang kalau novel ini sangat realistis. Aku setuju dengan endingnya, setuju sama keputusan Kenes, setuju sama Tante Ira, dan lain sebagainya.

Novel Jejak Rasa mengisahkan persahabatan antara Misha dan Kenes. Mereka terpaut usia 4 tahun. Namun karena Misha seorang warga negara Rusia, ia menunda masa kuliahnya karena harus mengikuti wajib militer. Sepulangnya dari Moskow untuk wamil, Misha mengalami pergeseran perasaan terhadap Kenes. Ada rasa suka yang konteksnya bukan lagi antarsahabat, melainkan antara laki-laku ke perempuan. Ternyata, hal yang sama juga dirasakan Kenes. Namun, keputusan yang diambil keduanya sangat bertolak belakang.

Misha yang menyadari perasaannya—meski tidak secara langsung mengaku kepada Kenes—berusaha mendekati gadis itu selayaknya sebelum mereka terpisah selama setahun. Sedang Kenes, ia berusaha menyangkal perasaannya dan menghindari Misha. Bahkan ia memanfaatkan teman sekolahnya yang PDKT untuk mengalihkan pikiran dari Misha. Namun, pada akhirnya, Misha menyatakan perasaannya dan Kenes mentambutnya dengan tangan terbuka.

Singkat cerita, hubungan mereka lancar meski harus LDR. Namun karena suatu keadaan, hubungan mereka menjadi di luar rencana mereka.

Berlatar di Jakarta dan Moskow, membuat cerita ini makin seru diikuti. Mungkin latar di Jakarta tidak terlalu spesial, tapi latar di Moskow akan memberi suasana baru. Misha menceritakan kehidupan kuliahnya di Moskow, lalu Kenes juga akhirnya pindah ke sana, membuat kita jalan-jalan ke Rusia melalui kacamata Kenes dan Misha. Selain itu, ada beberapa penjelasan terkait budaya di Rusia dari para tokoh.

Alurnya sangat lambat di paruh pertama. Kita diberi detail mengenai latar belakang Kenes dan Misha. Tarik-ulur perasaan di antara Kenes dan Misha seperti berjalan di tempat karena Kenes benar-benar menghindar dari Misha, perkembangan hubungan mereka terasa lambat. Belum lagi ibu Misha—Tante Ira—yang amat protektif terhadap Kenes. Hal itu membuat Misha dan Kenes kucing-kucingan di awal hubungan mereka. Paruh kedua, alurnya berjalan lebih cepat. Ada beberapa konflik besar yang mewarnai kehidupan mereka.

Kisah Misha dan Kenes dibagi menjadi empat babak yang ditandai dengan pergantian musim.
☀ Musim panas, masa di mana Kenes dan Misha mulai sadar saling menyukai dan drama tarik-ulur hingga jadian.
🍂 Musim gugur, masa di mana Kenes dan Misha sedang berbunga-bunga dengan starus baru mereka, namun harus dihadapkan dengan kepindahan keluarga Misha ke Moskow secara permanen.
❄ Musim dingin, masa di mana ujian datang bertubi-tubi pada hubungan Kenes-Misha, dan pada kehidupan pribadi Kenes.
🌸 Musim semi, masa di mana Kenes dan Misha menapaki kehidupan baru setelah huru-hara yang menimpa mereka.

Menggunakan sudut pandang orang pertama, penulis memberi detail suasana hingga perasaan Misha dan Kenes secara jelas. Hal ini membuat kita lebih mudah memahami perasaan mereka dan bagaimana mereka frustrasi terhadap keadaan atau keputusan yang mereka ambil. Dengan sudut pandang ini juga, kita bisa lebih mudah menyayangkan hal-hal yang tidak sesuai dengan pakem kita. Singkatnya, kita lebih gampang untuk mengumpati keadaan dan keputusan tokoh.

Tokoh dalam novel ini tidak begitu banyak.

Kenes seorang anak tanpa ayah yang harus tetap tegar di tengah perundungan yang menyasar padanya. Namun, Kenes memiliki karakter yang periang dan supel. Ia baik dan mudah bergaul, bahkan sempat dimanfaatkan oleh seorang teman di kelasnya. Selain itu, Kenes tipe perempuan yang totalitas dalam menyayangi.

Misha sebagai laki-laki yang lebih dewasa daripada Kenes, lebih tahu apa keinginannya. Ia mau mengusahakan untuk mendekati dan menyatakan perasaannya pada Kenes. Namun, kecerobohan juga menyertai Misha. Ia gegabah ketika menafsirkan komunikasinya dengan Kenes secara negatif. Misha yang merasa tertekan akhirnya membuat keputusan sepihak yang ia sangat sesali.

Tokoh pendukung yang konsisten muncul dalam cerita adalah keluarga Kenes dan Keluarga Misha. Orang tua mereka sangat suportif terhadap mereka. Namun mereka juga cukup protektif terhadap Kenes-Misha. Sifat kekeluargaan mereka benar-benar teladan. Tante Ira yang cerewet, Om Fedya yang cuek tapi perhatian, Tante Marni yang baik dan sabar, dan Styopa si abang-protektif-kepada-Kenes dan usil-serta-mengayomi-bagi-Misha.

Selain itu, tokoh pendukung muncul sesuai fase kehidupan tokoh. Misal, ketika Kenes msih SMA, teman-teman Kenes, seperti : Ajeng, Saskia, dan Bagas yang turut mewarnai masa sekolah dan masa tarik-ulurnya dengan Misha. Ada Danya, sahabat Misha yang mewarnai masa-masa suram mereka.

Pelajaran berharga yang aku dapat dari kisah Kenes-Misha yaitu tentang kejujuran, keterbukaan, dan menjadi kuat ketika kehidupan tidak bersikap baik pada kita. Ketika kebohongan kecil dilakukan, maka akan menghasilkan kebohongan-kebohongan lain yang merusak kepercayaan dan membuat hati tidak tenang dan nyaman. Maka, keterbukaan sangat perlu agar bisa saling jujur dan menghindarkan dari salah paham.

Aku suka dengan perkembangan karakter mereka. Setelah melalui banyak hal tidak menyenangkan, Kenes memutuskan membuka lembaran hidup baru di Moskow. Karakternya semakin kuat dan ia mampu berdamai dengan takdir. Meski sesekali meratap, Kenes mampu menapaki dunianya yang baru. Pada Misha, ia mendapat pelajaran berharga atas keputusan besarnya. Penyesalan selalu dirasa, tapi Misha tetap melangkah ke masa depan dengan selalu mendukung Kenes. Di sisi lain, akhir yang realistis membuatku menyadari bahwa yang kita proteksikan di awal belum tentu tercapai di akhir. Pada akhirnya, kehidupan akan memberi pelajaran atas hal-hal yang kita pilih.

Membaca novel ini seperti membersamai Kenes dan Misha bertumbuh dengan omelan kita, meski mereka selalu menghiraukannya.

Jejak Rasa sangat cocok untuk para pecinta kisah slow burn dan dewasa-muda. Cerita ini juga cocok untuk nostalgia ke tahun 2000-an awal. Hal-hal yang populer di masa itu juga beberapa kali disebutkan. Selain itu, kita juga mendapat pengetahuan tentang Rusia dalam novel ini, mengingat tokohnya adalah warga negara Rusia dan latar tempatnya sebagian di Moskow.

Yang menurutku perlu diperhatikan, ada hal yang kurang konsisten yaitu usia Kenes dengan Misha. Namun bukan hal yang fatal, meski sedikit menarik perhatian. Kalian harus baca supaya tahu maksudku.
Profile Image for hopenpuff.
169 reviews3 followers
April 3, 2026
❝Buat apa sih perasaan dipendam? Memangnya, ini harta karun?❞ –p. 140

Jejak Rasa – Eva Stremova
★★★★☆

Rasanya aneh menyelesaikan buku ini, kayak hampa gitu. Bersama Jejak Rasa, aku mengarungi berbagai macam emosi. Mulai dari yang happy-happy, senyum salting, bengek ngakak sampai ke lonjakan emosi yang berlawanan seperti marrrrrrrah (Misha gua tandain lo ya), sedih, dan sendu. Di buku ini, kita mengikuti persahabatan Kenes dan Misha yang harus diuji oleh perasaan yang hinggap secara tiba-tiba dan tak pernah terbesit sebelumnya. Apakah nantinya perasaan ini akan tumbuh menjadi kisah baru atau justru merusak persahabatan yang sudah mereka bina bertahun-tahun lamanya itu, tersaji di sini. Dengan trope utama friends to lovers, menurutku Jejak Rasa menawarkan lebih banyak dari sekadar roman.

Baru baca beberapa halaman awal saja, aku langsung tahu kalau aku jatuh cinta dengan humor di buku ini. Jokes-nya tuh fresh dan timing-nya pas. Ibarat kalau salah satu tokoh di buku ini gak asbun tuh kayaknya meriang. From romance standpoint, kita bisa melihat peralihan sahabat jadi cinta yang pastinya penuh dilema. Ada perubahan drastis secara perasaan, emosi, dan dinamika—canggung abis! Karena prosesnya itu cukup cepat dan mulus, aku menduga problematika Kenes dan Misha bukan terletak pada mengubah pertemanan jadi hubungan asmara tapi lebih ke bagaimana mereka akan mempertahankan hubungan itu tanpa merusak apa pun dan menyakiti siapa pun.

Mengapa kubilang buku ini bukan cuma roman aja? Karena di dalamnya mencakup kehidupan Kenes dan Misha mulai dari saat mereka masih remaja tanggung sampai menginjak usia dewasa. Ketika biasanya cerita roman hanya membahas satu fase dalam hidup tokohnya, di sini kita dibuat seakan-akan sudah lama mengenal Kenes dan Misha—ikut mengarungi berbagai fase dalam hidup mereka. Dibagi ke dalam empat bagian—juga ditandai dengan empat musim berbeda—aku merasakan badai yang menerjang kisah dan hubungan mereka bisa sama sekali berbeda seiring waktu. Ketika masih remaja, awal-awal mereka mengenal cinta atas satu sama lain, masalah yang dihadapi cukup sepele—masih bisa diatasi dengan sekadar maaf malu-malu dan sogokan jajan. Semakin dewasa, semakin mereka mengenal satu sama lain, semakin berat tanggung jawab yang dipikul, badai yang datang juga semakin mengamuk. Tantangan jarak, kesetiaan yang diuji, dan keraguan soal komitmen menambah bumbu tersendiri bagi cerita ini sekaligus mempermainkan pembaca secara emosi.

Aku suka cara kak Eva membuat tokoh-tokohnya terasa manusiawi. Di balik haha-hihinya mereka, tak serta merta membuat mereka lepas dari kesalahan dan kekurangan. Bahkan tokoh yang terlihat sempurna sekalipun. Melalui semua itu, kita dengan jelas bisa melihat perkembangan karakter dari masing-masing Kenes dan Misha. Bagaimana cara mereka menghadapi konflik demi konflik. Bagaimana mereka berevolusi sebagai manusia. Bagaimana mereka berubah sebagai pasangan bagi satu sama lain.

This book is a whole package. Jejak Rasa bukan hanya tentang roman, tetapi juga tentang betapa dinamisnya hidup manusia termasuk manusia itu sendiri. Tidak ada yang statis, bahkan soal perasaan dan kata hati.

Until next time—★

Ps. Katanya ini ada sekuelnya juga???????????????? Menarique.
Profile Image for Aisha Shiefa.
52 reviews
December 11, 2025
m̳a̳k̳i̳n̳ ̳k̳a̳u̳ ̳m̳e̳n̳c̳a̳r̳i̳,̳ ̳m̳a̳k̳i̳n̳ ̳k̳a̳u̳ ̳m̳e̳r̳a̳s̳a̳ ̳h̳i̳l̳a̳n̳g̳.̳ ̳m̳a̳k̳i̳n̳ ̳d̳i̳l̳u̳p̳a̳k̳a̳n̳,̳ ̳m̳a̳k̳i̳n̳ ̳s̳e̳r̳i̳n̳g̳ ̳t̳e̳r̳i̳n̳g̳a̳t̳.̳ ̳(̳h̳l̳m̳ ̳4̳5̳1̳)̳

Akhirnya selesai juga baca buku ini. Klo gk inget ending di Kala Rasa, udah misuh-misuh nih.

🌼 Hidup bertetangga hingga saling mengenal dengan sangat baik membuat bibit-bibit cinta mulai tumbuh di antara Kenes dan Misha. Namun keduanya enggan mengakui perasaan tersebut karena tak ingin merusak persahabatan yg telah lama terjalin. Misha yg menyadari bahwa ia tertarik pada Kenes, pantang menyerah dan melakukan berbagai pendekatan untuk melancarkan aksinya. Kenes mengira semua tindakan Misha hanyalah sebatas perlakuan sebagai teman. Kenes gak mau merasa GR duluan, mengingat kejadian yg dia alami di sekolah. Ketika Misha mengungkapkan perasaannya, akhirnya jadian tuh duo sejoli.

🌼 Hubungan mereka berdua mulus tanpa ada konflik yang berarti. Bahkan kedua orang tua merekapun merestui. Hingga akhirnya mereka harus menjalani LDR karena Misha harus kuliah di Rusia. Di saat-saat seperti inilah hubungan keduanya diuji. Mampukah mereka melewati masa-masa itu?

🌻 Mix feeling banget baca cerita ini. Kembali ke masa remaja Kenes dan Misha yang sedang mengalami pubertas dan lagi labil-labilnya. Asoy banget dah kalian berdua. Dibanding dengan buku sebelumnya yg lebih naratif, di buku ini dominan percakapan antar tokoh. Ttep ya gantian menggunakan POV Kenes dan Misha. Dibagi jadi empat musim yang tiap musimnya menggambarkan perjalanan dari isi cerita.

🌻 Setting latar waktu di tahun 2000an bikin aku nostalgia dengerin musik pake walkman trus naik angkot. Jakarta, Yogya, Malaysia, dan Rusia menjadi saksi kisah perjalanan Kenes dan Misha. Seperti biasa, deskripsi tempatnya detail serasa diajak langsung jalan-jalan kesana. Jujur aja aku kagum sama Kenes karena dia bener-bener kuat diterpa ujian kehidupan yg gak ada habisnya. Aku suka perkembangan karakternya. Bagaimana ujian yang bertubi-tubi mampu mengubahnya menjadi pribadi yang tangguh. Bahkan ketika ayah Misha meninggal, Kenes dgn tulusnya menghibur Misha. Im so proud of you, Kenes. You such have a kind and big heart.

🌻 Berbeda dengan Kenes, si Misha di buku ini bikin istighfar terus. Mungkin karena dia masih remaja ya, dia merasa bosan dengan hubungan yang 'flat' jadi ia butuh tantangan dan rasa deg-degan hingga melakukan hal yang akan ia sesali selamanya. Sepanjang baca dibikin emosi liat kelakuan Misha. Sebel banget 😤 Di lain sisi mewek pas adegan orang tua, auto banjir sir mata. Di sinilah letak piawainya Kak Eva merajut semua ini menjadi kisah yang apik.

🌻 Jangan menggantungkan kebahagiaan kepada orang lain, belajarlah mandiri. Ketika kita bersedih, hanya diri sendiri yang paling mengerti. Ujian hidup yang kita jalani hari ini, gak akan berlangsung selamanya. It will pass. Jadi ayo semangat seperti Kenes.
Profile Image for Readingwithhirai.
251 reviews7 followers
April 2, 2026
“Bagaimana menghentikan perasaan yang seharusnya sudah lama usang? Bukankah itu pilihan yang sudah kau buat sendiri atas kelalaianmu?”

Jejak Rasa adalah novel yang mengangkat kisah tentang persahabatan antara laki-laki dan perempuan sejak kecil menuju masa dewasanya. Layaknya perasaan yang tumbuh dari ikatan persahabatan tentu saja keduanya juga mengalami fase bingung dan takut jika langkah yang mereka pilih nantinya justru akan merusak kedekatan yang sudah terbentuk sejak lama. Dalam buku ini kita akan berkenalan dengan Misha dan Kenes yang akan membawa kita melintasi berbagai musim sesuai kondisi seberapa jauh hubungan mereka. Jujur, aku merasa sangat nyaman saat membaca perkembangan cerita, karakter dan juga kejutan yang tersedia di berbagai bab bukunya. Dinamika hubungan yang diberikan cukup nyata dengan eksplorasi perasaan dalam bentuk narasi maupun dialog yang mudah untuk dipahami kerumitannya. Tipe buku slow paced namun tetap berirama sehingga tidak membosankan.
Apakah kamu percaya dengan adanya cinta sudah habis? Yap begitulah, kenaifan yang dilakukan Misha dan Kenes semasa muda memang tak bisa dimaafkan. Kesalahan itu membuat Kenes kehilangan harga diri dan seolah mengemis cinta Misha. Padahal jelas keduanya pernah saling mendamba dan berusaha mewujudkan ikatan itu. Berbeda dengan Kenes yang banyak mengalah dan terluka nyatanya Misha justru merasa menjadi manusia paling tersakiti. Padahal dirinya sendiri yang memutuskan semuanya, dirinya sendiri yang memilih jalan neraka itu dan menutup akses hubungan mereka menuju jenjang lebih serius. Bagaimana Misha? Apakah kamu sudah bahagia sekarang? Kamu bosan kan dengan sesuatu yang sudah kamu dapatkan? Apakah kamu menginginkan mainan baru atau sekedar pelampiasan untuk memenuhi rasa bosanmu?
Hal menarik dari buku ini adalah ada dua latar yang digunakan yakni Jakarta dan Moskow. Bukan hanya sekedar tempelan saja namun benar-benar ada dialog bahasa dan penjelasan mengenai budaya Rusia masuk ke dalam alur ceritanya. Aku bisa merasakan perbedaan signifikan dari dua budaya yang berbeda itu. Aku suka dengan gaya penceritaan penulis yang detail dan memberikan rasa dari setiap peristiwa yang terjadi. Aku juga baru menyadari kalau cerita ini dibagi menjadi empat musim yang menandakan bagaimana kelangsungan hubungan antara Misha dan Kenes. Bagaimanapun badai yang menimpa, aku cukup puas dengan ending yang diberikan. Kenes berhak mendapatkan kebahagiaan dan Misha juga harus melanjutkan kehidupannya sendiri sesuai jalan yang dipilihnya.
14 reviews2 followers
October 5, 2024
Kamu pernah di cie-ciein gak waktu sekolah? Kalau aku pernah.

Judul : #jejakrasa
Pengarang : Eva Stremova
Penerbit : onepeachmedia
Tahun terbit : Januari 2024
Halaman: 476 
ISBN : 978-623-483-202-0

"Saranku, jangan coba-coba untuk memulai sesuatu kalau kau tidak tahu cara menghentikannya." 

"Terkadang saat waktu kita hampir habis, saat hari dan jam mulai menipis, kita baru sadar kalau ternyata kita nggak cukup banyak menghabiskan waktu bersama."

Awal prolog disambut dengan Misha yang baru mudik ke Indonesia. Sebagaimana adegan film India, ketika Misha baru pulang disambut pelukan hangat oleh sahabatnya, Kenes. Namun semakin berlalunya waktu, semakin jelas tampak bahwa mereka berdua meragukan persahabatan yang murni. Apalagi saat Kenes didekati teman sekolahannya. Ketika resah dan gelisah tidak muncul dari satu arah, Kenes pun membatu tiada tempat bercerita.

Mulailah pencarian ayah kandung Kenes dan saat-saat paling bahagia ketika menemukan cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Namun tak ada hubungan yang tanpa badai. Kini giliran Misha yang meragukan dirinya sendiri untuk menempuh jenjang selanjutnya. Disaat itu pelan tapi pasti Danya selalu mengawasinya. Mengingatkannya akan seseorang yang jauh di sana.

Novel prekuel dari Kala Rasa ini bisa dibaca terpisah, penulis mampu menguatkan karakter Kenes dengan suasana era 2005. Seperti AADC, bus Transjakarta, dan hal-hal detail lainnya. Terdiri dari 4 bagian yang mengikuti musim. Buku ini mampu menggali kenangan dan mengaduk emosi kala kenes kehilangan mamanya dan Misya kehilangan papanya. Walau ada beberapa yang typo tidak begitu mengusikku ketika membacanya. 

Cuma endingnya aku rasa kurang epic, alangkah lebih baiknya dibikin menggantung agar pembaca menanti-nantikan buku selanjutnya. Kayaknya waktu kemaren aku bilang Misha green flag harus diperbaiki deh, Misha ini tipikal orang yang suka ragu-ragu mengambil langkah selanjutnya.

Bagi yang nyari bacaan romance yang kaya akan pengetahuan dan bahasa, buku ini rekomendasi banget untuk kamu baca
Displaying 1 - 6 of 6 reviews