Jump to ratings and reviews
Rate this book

Comedy of Juno

Rate this book
Berjaket denim, bersepatu converse, bercelana jeans belel yang robek di lutut, dan berambut gondrong, itulah sosok Juno sang rocker.

Tiga tahun ia berjuang menjadi seorang rocker, dan gagal. Ia pun ditinggalkan orang-orang terdekatnya, juga cinta.
Dan ia berjanji, akan tetap meneruskan cita-cita; menguncang panggung, menjadi rocker, dengan atau tanpa bandnya.

Hingga ia bertemu Papa, seorang comic senior, yang akan pensiun dan mengajaknya untuk menjadi rocstar di bidang lain: stand up comedy.

Akankah Juno berhasil pilihan hidupnya?

Maka, percayalah, ketika kau merasa buntu dengan kehidupanmu, maka itulah saat yang tepat untuk menertawakannya.

296 pages, Paperback

First published March 1, 2014

3 people are currently reading
72 people want to read

About the author

Jacob Julian

17 books19 followers
Gaul (no 42, Oktober 2011)
Dear Mama #3 (nulisbuku.com)
Cerita dari Bukit Cinta (leutikaprio.com, 2012)
When I Broke Up (leutikaprio.com, 2012)
Story Magazine (no.34, Juni 2012)
Ekspedisi Mencari Cewek Idaman (DivaPress, 2012)
In The Name O(f)f Love (Chibi Publishing, 2012)
Curhat Move On (Gradien, 2012)
Story Magazine (no. 39, November 2012)
Story Magazine (no. 41, Januari 2013)
Curhat LDR (Gradien, 2013)
Jendela Dua Mata (DeKa Publisher, 2013)
Kawanku Magazine (no. 147, Maret 2013)
Hai Magazine (23-31 Maret, 2013)
Story Magazine (no. 47, Juli 2013)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
5 (16%)
4 stars
6 (20%)
3 stars
11 (36%)
2 stars
6 (20%)
1 star
2 (6%)
Displaying 1 - 12 of 12 reviews
Profile Image for Adham Fusama.
Author 9 books72 followers
November 8, 2019
Resensi juga bisa dibaca di sini: http://adhamgoodbook.wordpress.com/20...


COMEDY OF JUNO
Penulis: Jacob Julian
Penerbit: Moka Media
Hlm. + Ukuran: iv + 296 hlm; 12,7 x 19 cm
Terbit: 2014 (cetakan pertama)
ISBN (10): 979-795-814-0
ISBN (13): 978-979-795-814-5
Genre: Komedi
Penilaian: 3/5



COMEDY OF JACOB JULIAN

“Maka percayalah, ketika kau merasa buntu dengan kehidupanmu, itulah saat yang tepat untuk menertawakannya.”



Sebelum kita mulai, perlu diketahui kalau novel ini bukan buku-buku komedi tulisan para comic—stand-up comedian—yang isinya lebih mirip materi lawakan mereka di panggung. Ini adalah novel yang bercerita tentang perjuangan Juno, seorang rocker gagal yang alih profesi demi tetap bertahan di atas panggung.

Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin itulah nasib yang menimpa Juno. Sudah didepak dari band-nya sendiri, dia pun kehilangan cintanya. Namun, cita-cita Juno untuk mengguncang panggung tidak padam begitu saja. Tidak bisa jadi rocker, jadi comic pun tak mengapa.

Stand-up comedy memang sedang naik daun belakangan ini. Masyarakat yang sudah bosan dan malas menyaksikan komedi-komedi slapstick dangkalan—yang cuma bisa lempar ejekan atau tepung—mulai mencari-cari komedi yang cerdas. Stand-up comedy memberikan jawaban.

Sayangnya masih sangat jarang cerita-cerita tentang comic diboyong ke ranah buku. Kalaupun ada, ya itu tadi: isinya lebih mirip materi lawakan yang sering kita saksikan di layar kaca. Boleh dibilang Comedy of Juno membawa angin segar karena tak sekadar melawak tapi juga bercerita tentang perjuangan seseorang menjadi stand-up comedian. Apalagi Jacob pun memberi kita insight tentang dunia comic di belakang panggung yang cukup menarik.

Proses perjuangan Juno tidaklah instan. Ada jatuh bangunnya. Jacob membangun ceritanya dengan sabar dan tidak tergesa-gesa. Sayangnya, di bagian tengah cerita, kegalauan Juno terasa berlarut-larut sehingga terasa membosankan. Cerita semakin mandek dan terasa berat untuk dilanjutkan akibat faktor teknis, seperti typo yang bertebaran di mana-mana. Alur baru lancar lagi begitu Juno naik ke panggung dan mulai mahir menjadi seorang comic.

Lalu bagaimana soal komedinya? Saya sendiri menyukai humor-humor cerdas ala stand-up comedy. Komedi yang dibawakan Juno cukup jenaka, mampu memancing saya untuk terkekeh beberapa kali, walau tidak sampai membuat saya terpingkal-pingkal. Hook dan punchline-nya akan lebih efektif jika beberapa materi comic-nya tidak terlalu panjang. Dan, terus terang saya pun berharap Jacob juga bisa berkelakar lebih lepas di narasinya juga, tak hanya saat Juno naik ke panggung.

Mereka bilang dying is easy, comedy is hard. Jacob memang tidak gagal dalam melucu meski tidak meninggalkan kesan yang kuat, tapi yang jelas Jacob berhasil memberi kisah komedi yang berisi, tentang perjuangan meraih mimpi. Memang benar, jika satu pintu kesempatan tertutup, pintu kesempatan lainnya terbuka. Jacob membukakan pintu itu untuk Juno dengan semangat penuh tawa.



Peresensi: @AdhamTFusama
Profile Image for Jacob Julian.
Author 17 books19 followers
March 30, 2014
Akhirnya saya mengeluarkan buku genre komedi lagi ....
Hidup saya penuh dengan hal komedi. Mulai dari bangun tidur sampai gelantungan di tiang listrik depan rumah.

Ketika menulis cerita ini saya merasakan duka yang mendalam. Iya ... Real Madrid ternyata nggak memenangi juara apapun di tahun 2013.

Duka yang dialami Juno dibuku ini rata-rata sudah saya alami semuanya. Saya berpikir kalau dia adalah alter ego tersempurna yang pernah saya tulis.

Rambut gondrong ... cek
Rocker ... cek
Ditolak cewek ... cek
Dikeluarkan dari band karena beda aliran ... cek
Menjadi Presiden Non-Muslim pertama di Indonesia ... didemo massa.

Yang jelas buku ini adalah komedi tentang transisi, Eksistensialis Humanis, skeptis dan yo wis.

Seperti tagline yang diusung oleh Juno, "Ketika hidupmu buntu, tertawalah!" saya hanya ingin membuat seluruh orang di dunia ini tertawa.

Kalau dirasa tidak lucu yo wis.
Anda dan saya butuh piknik
Profile Image for Desi Puspitasari.
Author 16 books73 followers
Read
April 19, 2014
Jalan Lain Menjadi Seorang Rock Star

Dikeluarkan dari band dan putus cinta adalah materi bagus untuk stand-up comedy. Semestinya. Tapi tidak bagi Juno. Ia malah menjadikannya sebagai stand-up tragedy—curhat kisah suramnya mengenai cita-cita dan cinta di atas panggung.

Keinginan Juno menjadi rock star yang mengguncang panggung pupus ketika ia didepak dari band dengan alasan terlalu idealis; lebih mementingkan kenikmatan bermain musik ketimbang menjadi terkenal. Menurut Juno musisi yang menuruti keinginan pasar dan lebih mementingkan uang itu materialistik dan sebaiknya jual diri saja. Teman-temannya tidak peduli. Tiga tahun tanpa prestasi sudah cukup menjadi alasan mendepak Juno dan move on—salah duanya dengan mencari vokalis baru dan mengganti nama band “Botani Bonsai” menjadi “Hening”.

Beruntung Juno masih memiliki Stevan dan Ari dan Ozi.

Stevan, mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi, cerdas namun hobi bikin mi instan, sering menjadi tempat tujuan Juno saat pusing. Penjelasan-penjelasan dan petuah-petuah Stevan didengarkan betul oleh Juno.

Ari, penjaga studio tempat Juno dan kelompoknya dulu latihan musik. Ia yang mengenalkan Juno pada Papa dan pada dunia stand-up comedy. Papa ini seorang comic atau komedian senior di kota Madiun dan hendak pensiun. Ia menantang Juno melakukan open mic pertama kali.

Dan, Juno gagal. Ia ditertawakan bukan karena lawakannya tapi karena komentar si pembawa acara yang menyebut Juno tidak sedang ber-stand-up comedy tapi ber-stand-up tragedy. Dandanan, sih, rocker tapi isi materi menye-menye. (well, masih saja aku tergelak saat mengingat bagian ini)

Tidak menyerah, Juno menerima tawaran belajar langsung dari Papa; mengenai struktur komedi—set up dan punch line, teknik rule of three, disiplin menulis, karakter dan kemampuan menyampaikan materi di atas panggung, dan sebagainya, dan sebagainya.

Dan, Ozi. Seorang kawan perempuan yang memberi Juno pekerjaan pertama sebagai komedian. Meski gagal (lagi), Ozi tidak kapok. Ia tetap mendukung Juno bahkan saat temannya itu mogok dan menyerah menjadi seorang comic di tengah jalan.


Bagaimana cara kembali berdiri tegak saat kejadian buruk beruntun membuatmu jatuh .

Aku kira itu garis besar novel “Comedy of Juno” dari Jacob Julian ini. Dari seorang rocker yang terpuruk hingga menjadi seorang comic yang sukses (ups, spoiler). Jalan ke sana tidak mudah, tentu saja. Meski banyak yang mendukung, memberi nasihat, petuah, bahkan sampai mengomel, Juno memiliki kecenderungan manja, mudah menyerah, dan ingin gampang. Itu yang menjadikan konfliknya menggemaskan—dalam artian baik.

Rasanya kayak; hih, ya ampun orang ini. Saat merajuk dan ingin menyerah pada saat orang-orang di sekitarnya begitu mendukung, ingin aku masukkan Juno dalam kantung plastik besar, ikat kencang, lalu buang ke kali.

Bagian yang aku suka, karena aku cinta mati sama musik rock sehingga menurutku ini benar dan masuk akal, adalah analogi cerdas Papa saat meyakinkan Juno bahwa comic bisa setara dengan rocker.

Comic bisa punya groupies sendiri. Bisa bikin show-nya sendiri. Bisa mengadakan tur sendiri. Kalau show-nya ditonton ribuan orang, bukannya dia sendiri sudah rocker?“ (halaman 47)

Comic dan rocker itu sama-sama rock star. Bedanya adalah apa yang mereka guncang.” (halaman 48)

Materi komedi. Aku terkesan saat Jacob Julian eh Juno mengangkat, satu di antara sekian banyak, materi mengenai kebiasaan menanggap konser dangdut di tempat orang sunatan. Juno menyebut ini sebagai strategi marketing orangtua yang mengadakan hajatan. Penyanyi dangdut berpenampilan seksi, menarik minat masyarakat yang tinggal di sekitar untuk datang, semakin banyak yang datang semakin banyak pula sumbangan didapat.

Juno menempatkan satu punch line jitu di sini. Benar-benar bikin meledak ketawa. Aku menyebutnya keberhasilan Juno sebagai komedian dan Jacob Julian si penulisnya.

Menurutku, sebagai penulis Jacob Julian begitu rapi, manis, dan menarik saat menuliskan materi komedi. Ia menjaga baik kontiunitas materi yang berhubungan dengan karakter Juno sebagai komedian rocker yang berasal dari Madiun, dan menyisipinya dengan materi guyonan umum. Namun, entah kerapian dan kejelian itu agak longgar saat kembali bertutur mengenai Juno dan kawan-kawan. Salah satunya pada bab 11. Ingat Stevan memiliki hobi membikin mi instan? Pada bab ini diceritakan Stevan mengajak Juno keluar naik motor dan berhenti di sebuah warung memesan makanan. Tidak dijelaskan memesan makanan apa, sih, namun bagian Stevan menuang mi instan ke dalam mangkuk (padahal sebelumnya diceritakan Stevan menunggu pesanan diantar) membuatku curiga penulis terpeleset pada kebiasaan Stevan yang dibangunnya sendiri dan lupa bahwa adegan di bab 11 itu sudah berpindah lokasi.

Bagian terbaik adalah bagian akhir. Sungguh. Ketika dalam sebuah acara besar, Juno tampil bergantian dengan band lamanya. Juno tampil lebih dulu sebagai comic dan mengangkat materi guyonan dengan memainkan nama ”Hening”. Lelucon yang berhasil. Aku terus tertawa hingga sampai bagian band Hening tampil.

Ada satu hal manis yang dilakukan anggota band Hening untuk Juno. Satu hal ini mampu mencairkan keras kepala Juno dan menunjukkan bahwa persahabatan yang baik itu ya seperti ini; bersaing sehat dan tetap kompak.

Dan, satu hal ‘manis’ yang juga dilakukan Juno untuk kawan lawas yang mendepaknya dari keanggotaan band.

Apa sajakah itu? Baca sendiri.

Terakhir. Kisah cintanya. Antara Juno dan Ozi. Aku menyebutnya kisah cinta yang memiliki getar halus, tipis, namun manis (dancuk, pilihan kataku!). Rasanya kok seperti menjadi remaja lagi saat membaca bagian ini.

Buku segar dan menarik. Kalau ingin tertawa, menertawakan masalah atau bahkan diri sendiri, cerita mengenai jatuh bangun meraih mimpi, dan kesetiaan orang-orang yang mendukung hingga cita-cita itu tercapai, buku ini layak dibaca.


Nb: iseng ingin tanya saat membaca halaman 251; apakah Juno tahu bahwa kepanjangan Gadis dalam slogan Madiun Kota Gadis adalah perdaGAngan Dan InduStri?

Profile Image for Aditya.
1 review1 follower
April 23, 2014
Menutur “Comedy Of Juno”

Lelaki itu kehilangan ketiganya; cinta, persahabatan, mimpi.
Ia bernama Juno.
Inilah sebuah kalimat pembuka novel ini, yang menggambarkan situasi Juno. Kehilangan segalanya, merupakan titik tolak dari rentetan kejadian lain yang melingkupi hidup seorang ex-rocker. Sosok kurus berambut gondrong, mengalami kejadian sarkas dalam hidup, yakni dibuang dari band ciptaannya.
Bagaikan jatuh tertimpa atapnya, kehilangan sahabat dan cinta mengikuti pendepakkannya itu. Hidupnya hancur. Hatinya remuk. Mendadak segenap masa depannya gelap. Berniat mengusung rock sebagai jalan hidup, namun kandas dengan sebuah fakta, jika musik yang berisik tak dinikmati telinga Melayu. Dan lewat dalih idealisme, kudeta yang dipimpin Reno berjalan mulus.
Tak lama kemudian, kudeta terbilang berhasil, karena rekan-rekannya tak kesulitan mencari personil baru.
Kontan itu membuat Juno kelabakan. Band yang pernah dibentuknya move on, setelah mendepak dirinya, dan semua dalam proses yang singkat. Perasaan tak tentu membawanya pada Steven, sahabat sekaligus penasihat spiritual-nya. Darinya, sosok gondrong itu mendapat sedikit ketenangan, walau persoalan depak-mendepak masih mengusik pikirannya. Dia tak pernah rela dipecat, apalagi menyadari teman-temannya seakan tak pernah membutuhkannya.
Tapi bukanlah disebut manusia jika hanya memiliki satu potensi, dan terkadang orang lain-lah yang justru menangkap potensi itu. Inilah yang dialami oleh Juno. Ditengah kesemrawutan hidupnya yang tak tentu, hadirlah sosok messiah berwujud penjaga studio, bernama Ari. Dia telah lama mengenal Juno sebagai personil Botani Bonsai, dan tak tega melihatnya berkelahi. Berawal dari ketidak-sengajaan, penjaga studio itu membawa Juno ke sebuah kafe tempat stand up comedy berlangsung, untuk menonton Papa, ex- musisi yang bertransmigrasi menjadi comic.
Pertemuan itu sangat membekas di benak Juno, karena sosok tersebut langsung menantangnya untuk manggung. Tak mendapat respon baik, debut ex-rocker berjalan suram. Tapi dengan gaya sengak, Papa terus menantangnya.
Darah muda Juno mendidih, dan bertekad menutup mulut si Papa yang menantangnya.
Di saat-saat itu hadirlah Ozi, teman sekolahnya dulu yang menggeluti bidang entertaint. Dia memberikan Juno kesempatan tampil dan terus mengasah potensinya.
Ozi, Steven, Ari, dan Papa, menjadi sahabat kental Juno, menggantikan rekan-rekan band-nya dulu. Banting setir dari rocker menjadi comic, kini menjadi impian Juno, apalagi setelah mendengar band-nya yang dulu mulai sukses.
Bagaimanakah aksi putar haluan Juno? Tentu bukan hal yang mudah untuk dilalui. Lantas, bagaimana sikapnya mendengar kesuksesan mantan personil band-nya? Bagaimana soal Renzi, gadis yang dicintainya?
Semua kisah tentang hidup Juno, akan lebih menarik jika dibaca langsung dari Novel Comedy of Juno. Dengan konten komedi, perjalanan cerita ini akan mengocok perut Anda, tapi tetap berisikan semangat untuk Anda. Karena setiap orang memiliki potensi, terkadang bahkan yang tidak Anda duga.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
August 22, 2016
"Kalau mimpi kita ketinggian, kadang kita perlu dibangunkan oleh orang lain."

Ini tentang kisah Juno, sang rocker yang sudah jatuh tertimpa tangga pula..Band yang dibentuknya sekian tahun tidak ada kemajuan berarti, mimpinya untuk menjadi rockstar terkenal hanya tinggal mimpi, tawaran untuk manggung pun bisa dihitung dengan jari. Puncaknya, Juno malah diberhentikan oleh teman-teman bandnya, karena dianggap tidak sejalan lagi. Dan Juno pun harus kehilangan bandnya, kehilangan sahabatnya dan ujung-ujungnya cintanyaaaa terhadap Renzi, adik Rano "mantan teman ngeband"nya...

Namun, bukan Juno namanya jika putus asa dan patah semangat. Juno pun ingin membuktikan kepada Rano dan teman-teman band lainnya bahwa dia bisa sukses tanpa mereka. Tapi ternyata itu semua tidak mudah.

Berkat Ari, Juno malah bertemu dengan Papa, seorang comic "Stand Up Comedy" dan ini malah mengubah seluruh rencana hidup seorang Juno, dari seorang rockstar menjadi seorang comic..

"Comic dan rocker itu sama-sama rockstar. Bedanya adalah apa yang mereka guncang. Itu saja."

Ternyata menjadi seorang "comic" pun tidak mudah, butuh niat dan kerja keras. Berkat bimbingan Papa dan dukungan Beni, Ari, Stevan dan Ozi, Juno pun perlahan-lahan menemukan jalannya menjadi seorang comic "Stand Up Comedy" profesional".

Membaca novel ini cukup menarik. Novel ini tentang kegagalan, kehilangan, meraih impian dan tentunya tentang cinta. Dibalut dengan gaya menulis yang mengalir dan kocak, kita akan dibuat tersenyum-senyum sendiri dengan kisah Juno. Dan memang benar, ketika satu pintu impian tertutup, masih akan ada pintu-pintu lain yang terbuka asal kita mau berusaha ^^ Dan semua hanya dimulai dengan 1 langkah pertama, seperti Juno yang bisa mengubah "Stand Up Tragedy-nya menjadi Stand Up Comedy"...

Walau memang masih ada typo di beberapa halaman, tapi aku cukup menikmati novel ini. Jika kamu suka dengan novel yang ringan dan menghibur, apa salahnya mencoba novel ini. Nice Story =)

"Aku bisa melihat ada jutaan keresahan. Tapi kalau kau tak menulis kata pertama, kau tak akan tahu bagaimana cara menyelesaikannya. Kadang menulis bisa menyembuhkan. Bisa menenangkan. Kuncinya adalah pada kata pertama yang kau tulis."

Profile Image for Alya N.
306 reviews12 followers
July 11, 2014
Yak, selesai juga baca CoJ

Covernya lucu. My own taste sih hehehe. 1 bintang saya kasih buat covernya.
Temanya sebenernya lumayan beda. Ga melulu sepenuhnya tentang cinta. Bahkan cinta cuma dibahas sedikit di sini. Tentang Juno, yang tadinya anak band rocker, terus putar haluan jadi seorang comic. Gue suka cara Juno mati-matian mempertahankan idealisme-nya sebagai rocker, yah walaupun itu kemudian membuat dia harus didepak dari band-nya.

Nggak ditemukan satupun kontak fisik antar lawan jenis yang biasanya menjadi senjata andalan novel-novel dengan genre sejenis dan that's good. Mungkin karena sebenarnya tema utamanya menceritakan perjalanan jadi comic yah, bukan percintaan. Ada sih percintaan antara Juno dan Renzi atau Juno dan Ozi, tapi ga dibahas begitu detail. Buat yang muak dengan tema percintaan dan pengen beralih coba-coba baca buku tentang perjuangan seseorang meraih mimpi step by step, boleh nih baca ini.

Tapi,tapi,tapi, duh typo-nya banyak banget hehehe. Terlalu banyak. Terus antar kalimat ada yang nggak konek plus disertai diksi yang yah...agak janggal.

Contoh, hlm.150 "Hampir beberapa menit Juno berusaha memecahkan kode ini dan dirinya sadar kalau Papa sedang bersama Juno." Kok bersama Juno? Bersama Ari deh kayaknya, yar.

Anyway, suka sama line di belakang bukunya, "Maka percayalah, ketika kau merasa buntu dengan kehidupanmu, itulah saat yang tepat untuk menertawakannya"
Profile Image for Aesna.
Author 3 books13 followers
May 12, 2014
Mari kita beri applause dulu buat bang Jacob *prok-prok-prok*

Buat yang butuh refreshing, novel ini akan menjadi bacaan yang tepat. Kenapa? Gaya penulisanya enak, plus konflik dan romancenya aduhai banget. Hahahahahaha.

Tapi, berikut adalah kenapa aku cuma ngasih 3 bintang.

1. Minus satu bintang karena gak bisa buat 'wow', 'amazing', 'sialan, keren banget nih novel, 'mantap', 'parah, kece abis.' Mungkin itu juga yang jadi idealisme pembaca.

2. Minus satu bintang karena typo dan mater stand upnya kurang greget. Aku ngerti kok gimana susahnya bawain materi yang biasa diomongin sekarang ditulisin, tapi tetep salut sama penulisnya. :)

Yeah.
Terima kasih bang bacaannnya, tetap berkarya ya. :)
Profile Image for Primadonna.
Author 50 books374 followers
December 30, 2014
Idenya bagus, membuat novel mengenai stand up comedian. Namun bukan seleraku, sepertinya. Aku tidak bisa benar-benar bersimpati pada karakternya. Dan ya ampun... suntingannya sungguh tidak rapi. Sangat mengurangi kenikmatan membaca. Beberapa typo mungkin bisa dimaklumi, namun masih ada kata "nafas" dan beberapa kalimat janggal, seperti:

"Entah ini gombalan atau apa tapi langsung me-
mbuat Ozi yang memakan blush on merah muda di
pipinya semakin merah."

Wait, what?
Profile Image for Wahyudi Dwi Nur.
7 reviews
January 15, 2018
Emosinya tipis-tipis sih, tapi lumayan lah... Suka sekali dengan 'scene' terakhir antara Juno dan Ozi, seolah mereka 'speak unspoken language'. Jadi ingat tag line blogku: 'Diam dapat bermakna lebih dari kata-kata'.
(Ini review-nya kok jadi personal bgt, ya?)
Profile Image for Anthonius.
8 reviews
December 9, 2019
Ada komedi yang masuk sama saya dan tdk. But overall buku ini layak dibaca
Displaying 1 - 12 of 12 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.