Aku selalu berandai-andai bisa mendengar suaranya, bisa menyentuhnya, menggenggam tangannya, lalu bertanya, apa yang sedang kau tunggu setiap senja di sini?
***
Dong Hwa sudah lama memata-matai gadis itu. Gadis yang setiap senja selalu berdiri di tepi Jembatan Banpo. Dong Hwa sendiri tidak mengerti, kenapa juga dia merasa butuh untuk melihat gadis itu? Kenapa dia merasa harus selalu melihat gadis yang tidak dikenal dan bukan siapa-siapanya itu? Sedang, sang Gadis Jembatan Banpo, Na Ra, tidak pernah merasa bahwa ia telah menyedot perhatian Dong Hwa. Ia hanya ingin selalu berdiri di sana, di tepi Jembatan Banpo, untuk mengenang kekasihnya. Laki-laki yang meninggal tepat seminggu sebelum hari pernikahan mereka. Hingga, mereka pun bertemu. Dong Hwa berusaha menarik perhatian Na Ra. Namun, Na Ra berusaha menolak meski sebenarnya mata teduh Dong Hwa selalu membayangi pikirannya.
Sebuah K-romance memikat yang lincah, menggemaskan, dan pastinya sangat menyentuh hati. Cinta adalah sesuatu yang selalu dapat mengejutkan kita! Selamat membaca!
Opening yang manis dan ending yang juga sama manisnya. Aku menyukai gaya bercerita Jee yang mengalir. Selain itu, setting-nya seolah aku sedang menonton drama Korea.
Tapi, tokoh Kim Na Ra bikin sebel banget menjeleng ending. Tega banget dia menerima cinta Lee Dong Hwa dan Kim Myung Seo. Apa sih yang dipikirkan Kim Na Ra? Lalu, pesan yang kudapat, seolah-olah, hidup seorang gadis (Kim Na Ra) bertopang pada seorang lelaki, dari segi mental maksudku. Sisi tangguh Kim Na Ra yang berani melawan preman langsung buyar seketika. Sayang sekali.
Ceritanya menarik. Tentang kehilangan dan kemudian bahagia kembali. Saya selalu suka dengan akhir bahagia untuk selamanya. Jee memang suka Korea, entah karena saya yang biasa saja dengan korea sehingga saya belum merasa ada dikorea ketika membaca buku ini. Beberapa kosa kata ala 'Indonesia' yang digunakan dicerita ini membuat saya hanya memberikan dua bintang. Maaf. Sukses terus ya Jee, semoga lebih baik dan makin seru cerita dibuku selanjutnya
Seperti biasa, aku suka dengan cara menulis Jee. Mengalir banget. Diksi-diksinya aku benar-benar suka. Tapi, di novel yang lumayan tebal ini, aku merasa, "ini fanfiction banget." Entahlah, mungkin ini perasaanku aja. Aku suka dengan quotes-quotes di depan bab, waktu awal beli langsung bacain quotesnya satu-satu. Hehehe. Ditunggu novel lanjutnya, Jee Eonn!!