Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Second Fall

Rate this book
The Mighty Sachi. Arvin memberikan julukan itu kepada Sachi, gadis yang berkemauan keras memajukan ekskul tari tradisional di sekolahnya. Sachi memperjuangkan ekskul yang dipinggirkan itu melawan ekskul dance modern yang diketuai Tania, cucu pemilik sekolah. Jika menantang cucu pemilik sekolah itu tidak cukup, Sachi masih dipusingkan dengan Bagas, mantan pacarnya yang ikut campur dan memperingatkannya kalau Arvin tidak baik. Sachi memang belum sepenuhnya bisa move on dari Bagas, tapi dia kesal dengan peringatan itu. Di balik rasa kesal Sachi dan peringatan Bagas, ada satu hal yang memang Arvin rahasiakan, dan berharap agar Sachi tidak akan pernah tahu.

291 pages, Paperback

Published August 14, 2024

4 people want to read

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
1 (50%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
1 (50%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,450 reviews73 followers
October 14, 2025
Cerita tentang kelompok ekskul tersisih yang berjuang agar ekskulnya tidak dibubarkan biasanya selalu memikatku. Karena itulah aku jadi penasaran dengan novel ini. Sachi, Galuh, dan Lulu sedang berusaha mempertahankan eksul tari tradisionalnya (tatra) di SMA Ganayaksa. Dulu ekskul ini sebenarnya termasuk ekskul yang diperhitungkan, tapi sejak guru pembina mereka pindah sekolah, ekskul ini jadi tidak terurus. Anehnya, sekolah tidak mencarikan guru pembina baru. Ekskul ini pun kehilangan dukungan dana dan ruang latihan. Sebagai gantinya, ekskul modern dance jadi mendominasi. Ini karena dua anggotanya, Tania dan Kyla adalah cucu dari pemilik sekolah. Tania ini rese banget sama Sachi. Dia selalu menghina Sachi dan ekskul Tatra. Kyla lebih kalem, tapi anehnya dia malah diam saja dengan setiap Tania berulah. Ngeselin. Yang lebih mengesalkan lagi, anggota tatra yang bernama Citra dan Indah pindah ke ekskul modern dance, mengkhianati janji mereka dengan Sachi untuk mempertahankankan tatra.

Novel ini teenlit banget. Awal-awal aku agak kecewa sih karena cerita soal percintaan Sachi lebih dominan daripada cerita soal ekskul tari tradisionalnya. Jadi Kyla ini punya pacar yang namanya Bagas. Mereka pernah putus. Setelah putus, Bagas jadi dekat dengan Sachi dan akhirnya nembak gadis itu. Namun, Bagas merahasiakan hubungannya dari anak-anak sekolah. Cuma anak-anak futsal yang tahu, soalnya Sachi selalu mendukung pertandingan mereka dan membawakan Bagas dan anak-anak futsal makanan. Oh ya, selain jago nari, Sachi ini jago masak karena sering membantu ibunya menyiapkan katering. Nah, mendadak, teman sebangku Sachi yang namanya Arvin pedekate dengannya. Dan pedekatenya lucu, sih. Penuh guyonan receh. Misalnya, waktu Arvin membawakan Sachi pisang-pisang raja:

"Monyet aja nggak segitu hebohnya kalau lagi makan pisang." Arvin geleng-geleng ketika melihat Sachi melahap pisang. "Gue berani taruhan, monyet-monyer pasti bakal merasa terancam sama kehadiran lo. Makanan mereka lo embat sih."

(Arvin pada Sachi, hal 68)


Atau waktu Arvin bercanda soal rambut Sachi:

"Rambut lo lucu juga kalau nggak dikucir gitu. Mirip kucing anggora kesambar petir."

(Arvin pada Sachi, hal 85)


Arvin ini ngeselin, sih. Dia lebih sering ngejek Sachi. Misalnya mengatai Sachi rakus seperti ular beludak dan hiu macan. Sachi sampai harus meng-google info soal hewan-hewan itu hahaha. Namun, setelah mengejek, dia akan berusaha membuat Sachi baper. Huff. Namun, Sachi tidak berani menanggapi ungkapan perasaan Arvin karena dia masih trauma gara-gara Bagas.

Ya, jadi gitu, deh. Kupikir, kok receh gini sih ceritanya?

Cerita jadi menarik di pertengahan, ketika Tania menggunakan kekuasaannya untuk memengaruhi kepala sekolah agar membubarkan ekskul tatra. Ya gimana juga, anggota ekskul tatra cuma tiga. Wah Sachi langsung kebakaran jenggot. Namun, Niken, alumni ekskul tatra yang juga rekan Sachi untuk mengajari anak-anak di sekitar rumah menari, mengusulkan agar Sachi ikut lomba menari yang diadakan di sebuah mall. Uniknya, lomba itu memperbolehkan pesertanya menarikan tarian tradisional maupun modern dance. Ada ya lomba kayak gini? Biasanya dipisahkan, kan. Iya kalau ikut audisi kayak Indonesia's Got Talent.

Sachi pun menantang Tania untuk ikut lomba ini. Kalau Sachi menang, ekskul tatra tidak jadi dibubarkan. Namun, kalau dia kalah, tidak saja ekskulnya bubar, dia harus jadi babunya Tania setelah lulus. Konflik ini eskalasinya nggak main-main. Setelah mereka menyepakati perjanjian, barulah Sachi tahu bahwa panitia mengubah peraturan. Setiap kelompok tari harus menyertakan minimal enam orang. Dari mana Sachi bisa mendapatkan tiga orang anggota tambahan yang mau diajak ikut lomba?

Untungnya Sachi kemudian mendapatkan inspirasi setelah membaca buku soal tari tradisional. Bagian yang dia baca adalah soal tari berpasangan antara penari perempuan dengan penari lelaki. Maka Sachi pun meminta Galuh dan Lulu meminta (baca: memaksa) pacar-pacar mereka untuk ikut lomba tari (HAHAHHAHAHA). Sachi sendiri akhirnya mengajak Arvin. Usaha dia untuk membuat Arvin luluh benar-benar menggelikan. Dia terus berusaha bersikap manis pada Arvin padahal biasanya dia bersikap barbar pada cowok itu. Lucunya, Arvin malah menganggap sikap Sachi yang manis itu membuatnya merinding. HAHAHHAHA.

Latihan pun dimulai. Namun, jelas tiga cowok yang nggak pernah menari ini nggak bisa mengimbangi gerakan Sachi, Galuh, dan Lulu. Gimana, dong? Padahal, waktu lomba tinggal sebentar lagi. Mereka memilih Tari Payung yang menceritakan tentang pasangan muda-mudi yang sedang kasmaran. Tarian ini tidak memiliki gerakan baku sehingga bisa dikreasikan. Gerakannya relatif mudah. Namun, boro-boro bisa menampilkan chemistry, ketiga cowok itu bahkan kepayahan ketika melakukan peregangan dasar seperti walking lunges, quad stretch, foldover stretch, swan stretch, dan quadriceps. Diajak joging juga langsung loyo. Astaga hahahaha. Sachi pun pusing dan jadi naik darah. Dipikir-pikir lucu juga, dia kan minta tolong, ya, tapi malah sering memarahi ketiga cowok itu. Lucunya para cowok itu nurut saja. Benar-benar The Mighty Sachi.

Eskalasi makin meningkat setelah kaki Sachi terkena pecahan beling. Belum saat dia terjatuh dari tangga setelah dikonfrontasi Tania. Waduh. Padahal, lomba tari bakal berlangsung beberapa hari lagi. Apakah Sachi bakal fiks jadi babunya Tania?

*

Novel ini akan jadi jauh lebih menarik jika bagian build up-nya nggak kelamaan dan porsi soal informasi tari tradisionalnya diperbanyak. Motivasi Sachi dalam melestarikan tari tradisional seharusnya bisa lebih digali lagi daripada bagian awal novel hanya berkutat pada masalah kegalauan remahja. Ada beberapa bagian yang menimbulkan pertanyaan juga, misalnya setelah Sachi jatuh dari tangga, begitu tersadar, dia sudah di rumah sakit. Siapa yang menemukan dia dan membawanya ke RS? Aneh sekali karena tak ada satu pun yang tahu bahwa dia jatuh karena ulah Tania.

Namun, karena novel ini membuatku lumayan terhanyut dengan kegajean interaksi Sachi dan Arvin yang superkocak dan eskalasi konflik novel yang menegangkan, kuberi bintang empat per lima untuk novel ini.
Profile Image for Putri.
23 reviews
May 1, 2025
It’s so hard to read a book with an unlikeable main character.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.